Harga BBM Naik ? Ya Pasti Naik !

bensinWage Rahadjo. BBM adalah kebutuhan vital bagi banyak orang. Kenaikan harga sekecil apapun akan menimbulkan effek domino yang memicu kenaikan harga barang atau produk jasa lainnya. Harga BBM naik. Ya semua orang pasti  akan kelimpungan dan uring-uringan. Kenaikan harga BBM tentu merupakan mimpi buruk sehingga wajar kalau akhirnya gelombang demo penolakan muncul di banyak tempat..

Bagaimana dengan sikap, opini dan posisi saya, apakah mendukung atau menolak kenaikan BBM? Dari judul tulisan artikel ini, rekan pembaca pasti sudah bisa mengambil kesimpulan awal

  • Lho jadi Mbah malah dukung penghapusan subsidi BBM? Mbah pendukung Joko Landak ya?

Weleh, tulisan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan politik ataupun dukung-mendukung calon tertentu. Tulisan ini murni menulis tentang realitas.  Realitas apaan? Secara ringkas saya bisa bagi menjadi 3 yaitu :

1 Semua harga pasti naik. BBM juga.

Cepat atau lambat harga barang apapun pasti akan naik. Hal ini juga berkaitan dengan penurunan nilai rupiah yang semakin loyo. Dulu di jaman saya, sepiring nasi campur bisa dibeli seharga Rp 25.- Sekarang dengan uang Rp 1000 pun tidak cukup. Nah, itu artinya kenaikan harga termasuk BBM adalah keniscayaan.

2 Penduduk semakin banyak, motor semakin banyak. BBM ya terang aja mahal

Mobil semakin banyak, itu artinya kebutuhan BBM juga semakin banyak. Minyak bukanlah barang produksi tapi produk hasil tambang. Betapapun melimpahnya cadangan minyak yang kita miliki, cepat atau lambat pasti tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan yang membludak.

3 Siapapun rezim yang berkuasa, siapapun presidennya, BBM pasti akan naik

Nah, ini adalah bagian yang tidak kalah penting menurut saya yang terkadang membuat sebagian orang terjebak permainan politik sekelompok golongan. Siapapun presidennya, harga BBM tetap akan naik ! Siapapun presiden yang menjabat, dalam kurun waktu 5 tahun, kebijakan menaikkan harga BBM pasti akan terjadi. (Baca: Wikipedia, Harga BBM di Indonesia) Menaikkan harga BBM adalah merupakan solusi mudah untuk menaikkan angka APBN.

Bagi partai oposisi, ini adalah kesempatan bagus untuk menyerang pemerintah. Dengan mengatasnamakan “rakyat kecil” maka penolakan yang sengit dan besar besaran merupakan sarana iklan yang bagus untuk meraih populeritas di mata rakyat. Namun di saat kekuasaan sudah diraih maka kebijakan yaitu sama akan dilakukan yaitu menaikkan harga BBM. Asem !!

  • Benar juga sih Mbah tapi masalahnya kenapa harus dengan menaikkan harga BBM? Apa tidak ada opsi lain?

Opsi lain tentu saja ada banyak. Misalnya dengan memberantas mafia minyak, melarang dan menasionalisasi perusahaan minyak asing yang beroprasi di Indonesia, memotong serta mengefisensikan jalur distribusi dll.  Namun ini adalah pekerjaan besar yang tentu saja sangat berat di negeri yang budaya korupsinya sudah berutat berakar. Efesiensi dan pemberantasan mafia minyak, menurut saya bukan hanya solusi tapi juga keharusan. Namun semua itu hanyalah solusi sementara karena cepat atau lambat, cadangan minyak akan berkurang dan hargapun akan tetap naik.

  • OK deh Mbah. Namun bagaimana dengan pengalihan subsidi BBM ke sektor yang lebih bermanfaat seperti pendidikan misalanya. Apakah Mbah mendukung dan juga percaya?

Hmmm… gimana ya? Yang jelas, kita lihat saja hasilnya nanti. Di negeri yang amburadul dan sentoloyo, kbudaya korupsi yang berurat berakar, kebijakan apapun yang dibuat besar kemungkinan akan mubazir.

SOLUSI ALA DONGBUD

Jadi apa dong solusinya?

Solusi terbaik menurut saya adalah sebisa mungkin beralih atau memanfaatkan penggunaan sepeda gayung. Percaya atau tidak, sampai saat ini saya tidak pernah memiliki atau membeli kendaraan bermotor baik sepeda motor apalagi mobil. Kendaraan utama saya ya cuma sepeda gayung, yang pakai boncengan di belakang serta keranjang barang di bagian depan. Bukan tidak ingin punya tapi memang tidak kebeli. Disaat urgen atau mendadak ya terpaksa sewa mobil atau pakai taksi. Sangat tidak nyaman dan tidak enak tentu saja, namun mau apa lagi memang kemampuan cuma segini. Ala bisa karena biasa dan kebahagian harus diciptakan bukan dikeluhkan …..

Menurut saya, kebanyakan dari masyarakat kita sudah terlalu dimanjakan oleh kendaraan bermotor buatan negeri kafir Jepang. Bahkan untuk jarak yang cuma ratusan meter saja banyak dari kita menggunakan motor. Tahukah Anda bahwa di negara asalnya yaitu Jepang, setiap keluarga pasti memiliki sepeda gayung, terlebih bagi mereka yang tinggal di kota besar.  Menggunakan sepeda jauh lebih praktis karena lebih murah, biaya perawatan dan juga ongkos parkir yang murah.

Tentu saja, mengurangi penggunaan mobil atau membudayakan penggunakan sepeda gayung memerlukan dukungan dan peran serta pemeritah khususnya dalam hal penyedian jalur dsb. Namun kalau pemerintah atau pejabat sendiri tidak peduli dan tergila gila dengan mobil mewah ya sampai kapanpun harga BBM akan terus naik dan naik.

Sekali lagi, harga mahal, BBM naik dst bukan untuk dikeluhkan tapi untuk di solusikan atau dicarikan jalan keluarnya. Sekecil apapun solusinya tetap harus dilakukan. Demo, teriak teriak tidak setuju sambil guling guling, boleh boleh saja tapi apakah itu ada gunanya? Walau bagaimanapun toh dari dulu BBM secara berkala tetap saja naik dari tahun ke tahun.

Di negeri ini tnyaris idak ada istilah turun kecuali hujan dan celana.

“Harga BBM naik?” ya pasti naik ……..

wager.png

Credit image : http://www.monitorulcj.ro

Advertisements

One thought on “Harga BBM Naik ? Ya Pasti Naik !

  1. Siapapun presidennya, BBM pasti akan naik.

    TEMPO.CO, Bandung -Jika calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terpilih, harga bahan bakar kendaraan akan naik. Subsidi hanya diberikan untuk kalangan menengah-bawah yang berpenghasilan rendah.

    “Harga (bensiun Premium) di SPBU Rp 12 ribu per liter,” kata Al-Hilal Hasbi, awak tim sukses pasangan Prabowo-Hatta di acara diskusi Bedah Gagasan Visi dan Misi Calon Presiden di Ruang Multimedia Perpustakaan Pusat ITB, Bandung, Rabu, 18 Juni 2014. Pernyataan itu dikeluarkan Hilal untuk menjawab pertanyaan mahasiswa ihwal kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) pasangan Prabowo-Hatta.

    Menurut Hilal, subsidi BBM tetap akan dilanjutkan, namun dengan cara berbeda. Kebijakan itu dikaitkan dengan upaya mencegah penyelundupan BBM ke luar Indonesia karena perbedaan harga jual. Juga agar subsidi tepat sasaran dan terasa adil. Dia mengatakan nilai subsidi BBM yang dirasakan pemilik sepeda motor lebih kecil dibanding pemilik mobil.

    Nantinya, semua pemilik kendaraan akan didaftar berikut penghasilan mereka. Pengendara penerima subsidi BBM harus membeli voucher di bank dengan data identitas yang sesuai dengan kartu tanda pengenal. “Orang yang bermobil banyak tidak dapat subsidi,” ujar Hilal.

    Adapun kendaraan umum mendapat subsidi seturut kemampuan negara. “Transportasi umum akan memakai energi murah, yaitu listrik,” kata Hilal. Sumber energi listrik akan didapat dari gas. Energi ini juga akan digunakan untuk industri dan kereta api. “Infrastruktur gas mudah sekali. Itu akan menurunkan penggunaan BBM secara drastis,” ujarnya.

    Hilal mengatakan jumlah subsidi BBM untuk kendaraan kini Rp 240 triliun, sementara untuk pembangkit listrik Rp 140 triliun.

    ANWAR SISWADI

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s