Kesadaran Sadulur Papat Limo Pancer

wayang-smrPenulis: Iful Sevenstar. ” Sedulur papat limo Pancer ” atau saudara empat dan yang ke lima adalah pancer, adalah bukan sekedar filosofi jawa yang bersifat mistis tetapi adalah watak sejati manusia untuk berjalan di alam nyata di muka bumi ini. Sedulur papat atau saudara empat diri manusia itu adalah Empat penjuru mata angin (Barat, Timur, Selatan, Utara), Empat anasir alam semesta (Air, angin, api, tanah),

Empat Diri Pribadi manusia (akal, hati, nafsu, budi), Empat perjalanan manusia (lahir, hidup,mati, lahir), dan yang ke lima sebagai pancer tak lain adalah diri kita sendiri. Berjalan di muka bumi akan menjadi aman, sentosa dan terkendalli bila dalam diri kita sudah melekat dan mempunyai watak sedulur papat limo pancer !

Pancer itu adalah central atau titik pusatnya segala sesuatu telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi di alam semesta ini. Apakah kita tidak mengetahui alias BUTA terhadap keistimewan yang sudah melekat dalam diri ini ? menggali ilmu mengenal diri dan menjelajah ke kedalaman diri, akan berakhir di diri kita sendiri yang menggenggam ‘amanah’ agung yaitu memegang kendali atau menjadi pancer/central di jagad raya ini.

Sedulur papat itu tak lain adalah alam itu sendiri baik abstrak maupun nyata sudah menjadi “pengawal pribadinya” sendiri yang bertugas untuk mendukung segala amal perbuatan kita yang dilakukan di dunia ini. Bagi manusia yang sudah menjadi Diri Sendiri maka alam mistis tentang saudara kembar yang gaib itu sudah ditransformasikan dengan sempurna merealita dalam tubuhnya sendiri. Namun alangkah sayangnya banyak manusia bahkan mayoritas mereka menjadikan dirinya sebagai manusia kelas dua, menjadi manusia penyembah Tuhan, padahal Tuhan sesembahan mereka itu kelasnya jauh dibawah dirinya sendiri.

Seharusnya statement atau ayat yang mewajibkan manusia hanya beribadah kepada Tuhan itu difahami lebih jauh lagi, disembah itu bukanlah menjadikan Tuhan sebagai objek sesembahan tetapi menyembah itu adalah perilaku manusia hidup selalu dalam kesadaran. Kesadaran yang dimaksud adalah kesadaran bahwa dirinya itu adalah ” tiupan Roh Tuhan” yang bisa berjalan di muka bumi.

Sebagai tiupan Roh Tuhan berarti watak sejatinya manusia itu bukanlah sebagai tukang sembah tetapi sebagai ” wakil Tuhan ” itu sendiri. Lebih jauh kalau berbicara kesadaran, maka akan sangat agung bila sudah memahami dan hidup dalam kesadaran sedulur papat limo pancer. Tuhan itu disebut Maha segala-galanya, bahkan sebagai titik central dari segala kejadian. Maha segala-galanya Tuhan itu tentu harus ditranformasikan ke sesuatu yang realita, meskipun itu menjadi terkesan kecil. Ya, dalam diri manusia sendirilah meskipun tampak kecil ke Maha Segala-galanya Tuhan itu tampak nyata !

Janganlah anda berpikir menerawang jauh bila saya menulis demikian menjudge bahwa saya adalah Firaun laknatullah, coba berpikirlah dengan akal sehat, berpikir bahwa kita terlahir ke dunia ini tentu bukanlah hanya sekedar hidup untuk mati kembali, tapi berpikirlah bahwa kita terlahir ke dunia sebenarnya untuk hidup kekal abadi. Untuk menuju ke kekal abadi itu tentu bukan bermodal amal soleh sesuai tuntunan agama, melainkan bermodal hidup konsisten dalam alam kesadaran semesta. Setiap nafas, detak jantung kita akan menjadi deposit energi yang luar biasa untuk menuju ke alam keabadian. Menjadi Pancer, berarti tak ada lagi dualitas dalam berketuhanan. Haram hukumnya bila masih berjiwa dan berpikiran dualitas !

Tuhan sudah ditransformasikan ke dalam namanya sendiri, Rasul sudah diidentifikasikan sebagai Guru dalam dirinya sendiri, Kitab suci sudah ditransformasikan sebagai hati nurani dan pikirannya sendiri, agama dan segala ritual sudah diracik sedemikian rupa menurut seleranya sendiri. Sudah tidak lagi memiliki rasa menjadi manusia pendosa dan berdosa. Semua tindakan, pemikirannya sudah diwakafkan bagi dirinya sendiri. Lalu untuk apa semua ini setelah diraih ? untuk Dirinya sendiri yang Maha Besar, berarti untuk kemaslahatan sesama manusia, dan kelangsungan hidup alam semesta itu sendiri.

By Iful Sevenstar on Sunday, February 24, 2013 at 10:55pm

Sumber gambar : Wikipedia


| Go to Top | HOME | Tulis Komentar |


7 thoughts on “Kesadaran Sadulur Papat Limo Pancer

  1. Salam sejahtera dan damai…..

    Seharusnya statement atau ayat yang mewajibkan manusia hanya beribadah kepada Tuhan itu difahami lebih jauh lagi, disembah itu bukanlah menjadikan Tuhan sebagai objek sesembahan tetapi menyembah itu adalah perilaku manusia hidup selalu dalam kesadaran. Kesadaran yang dimaksud adalah kesadaran bahwa dirinya itu adalah ” tiupan Roh Tuhan” yang bisa berjalan di muka bumi. Sebagai tiupan Roh Tuhan berarti watak sejatinya manusia itu bukanlah sebagai tukang sembah tetapi sebagai ” wakil Tuhan ” itu sendiri.

    ++++++++ ++++++++++++ ++++++++++ ++++++++ +++++++ +++++++

    Terima kasih , tulisan yang mencerahkan…

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s