Pencarian Tuhan Seorang PK

Penulis : Sdr Lesungpipiet, Katagori : Referensi Film

lesungppt1Jaggu : Kenapa kamu memakai helm itu (kuning) ?

PK : Aku telah belajar satu hal, warna kuning ini bisa terlihat dari jauh, seperti taxi yg bisa kamu lihat meski jalanan penuh sesak.

Jaggu : jadi ?

PK.: jadi Tuhan bisa melihatku dari sana (atas), jika tidak bagaimana dia bisa menemukanku didalam kerumunan.

( Wadefak ? Orang gila dan bodoh dari mana PK ini ? )

Eh, tunggu jangan berprasangka buruk terhadap PK ini. PK ini bukan manusia bumi, dia seorang alien, yang terjebak kegilaan manusia dunia ini. PK adalah seorang astronot yang dikirim dari planet lain untuk meneliti dan menyelidiki bumi. Didunia PK tidak memakai bahasa, mereka berhubungan satu sama lain menggunakan pikiran (telepati), tidak ada simbol, tidak ada baju tentu saja tidak ada yang namanya Agama. Dunia yang sangat menarik. Saat pendaratannya di bumi kalungnya yang berfungsi sebagai sinyal untuk menghubungi dunianya telah dicuri manusia bumi, alhasil PK tidak bisa pulang, dia sendirian dan tidak mengerti apa-apa tentang bumi beserta manusianya. Dari sinilah perjalanan menariknya di mulai. PK mulai beradaptasi dengan kehidupan bumi, belajar bahasa manusia, dan mulai mencari kalungnya tersebut.

Pada setiap orang yang di temui baik polisi, masyarakat biasa sampai pemuka agama ditanyainya bahwa kalungnya telah di curi, dan dimana dia bisa menemukan orang yang telah mencurinya. Terang saja jawabannya selalu “hanya Tuhan yang tau” “berdoalah terhadap Tuhan nak” “Peganglah kedua kaki

Tuhan, maka kau akan mendapatkan jawaban” . PK pun berpikir siapa Tuhan ini, orang hebat seperti apa dia. PK lalu mencari Tuhan.

Ternyata cara mencari Tuhan lebih rumit dan susah dari pada mencari orang yang mencuri kalungnya tersebut. PK telah menyadari hal baru..

“Aku memahami bahwa dunia ini tak hanya memiliki satu Tuhan, tapi ada begitu banyak Tuhan.

Dan masing-masing Tuhan tersebut memiliki aturan yang berbeda, dan setiap Tuhan membuka rombongan mereka sendiri. Orang beragama untuk mereka. Dan masing-masing agama tersebut memiliki Tokoh agama yang berbeda. Di dunia ini, setiap orang hanya memiliki satu agama. Artinya mereka hanya milik satu kaum. Dan Tuhan kaum mereka yang mereka sembah, tak menyembah yang lain. Jadi, aku anggota dari kaum mana? Tuhan mana yang harus aku mintakan doa?”

lesungppt2

“Apa yang kamu lakukan di sini?!”

“Di mana labelnya?” PK bertanya balik sambil tetap memeriksa setiap bayi.

“Label apa?”

“Label agama. Jika tidak ada tandanya bagaimana saya bisa tau milik kaum mana bayi ini ?

Ditengah kebingungannya akhirnya PK memutuskan untuk mengikuti seluruh Agama, didalam benaknya mungkin ada salah satu yang benar untuk menuntunnya menuju Tuhan. Semuanya telah PK laksanakan sesuai tuntunan yang seharusnya (seperti yang tokoh agama ajarkan) tapi tak jua menemukan Tuhan. PK mulai gelisah, kalut, panik, perasaannya mulai goyah.

“Aku sudah sangat kebingungan sekali, Tuhan. Aku pasti melakukan sesuatu yang salah, yang membuat-Mu tak mendengarku. Tolong beritahu aku. Tunjukkanku jalannya.

Kumohon…Aku meminta pada-Mu, memohon pada-Mu..Aku akan berlutut dan bersujud.

Aku telah membunyikan bel untuk-Mu. Aku telah berbicara melalui pengeras suara juga. Aku telah membaca kitab Gita. Al-Quran. Dan ayat-ayat Injil. Tokoh agama-Mu yang berbeda. Mengatakan hal yang berbeda dari yang satu dengan yang lain. Yang satu bilang berkorban pada hari Senin, Yang lain bilang berkorban pada hari Selasa, yang satu bilang berdoa sebelum matahari terbit, yang lain bilang berdoa setelah matahari terbenam. Yang satu bilang ternak itu ibadah.Yang lain bilang berkorban itu ibadah.Yang satu bilang pergi ke kuil tanpa sepatu,Yang lain bilang ke gereja memakai sepatu. Siapa yang benar dan siapa yang salah. Aku tak mengerti apa-apa. Dengan kesalahan datang ke sini. Aku ingin pulang. Apapun yang Engkau katakan akan kulakukan. Kirim aku pulang saja. Kumohon! Katakan sesuatu. Di mana Kau bersembunyi? Tolong beri aku jawaban.”

Akhirnya PK membuat suatu kesimpulan dengan istilah “wrong number” / salah sambung Bahwa ada orang-orang/pihak-pihak yang telah mempermainkannya sehingga panggilannya tidak dijawab Tuhan. Pasti ada yang salah dengan ini semua (pikirnya).

Puncaknya adalah ketika PK melawan/berdialog dengan Tapaswi (tokoh agama yang sangat berpengaruh) yang mempunyai pengikut yang fanatik. Semua yang telah didapatkannya didunia ini berkumpul menjadi satu, dengan penuh perasaan PK berkata

“Ada 2 Tuhan. Pertama yang menciptakan kita semua. Kedua yang diciptakan oleh orang sepertimu. Kita tak tahu tentang Tuhan yang menciptakan kita semua. Tapi, Tuhan yang kau ciptakan itu Sama sepertimu. Pembohong, berpura-pura. Memberi harapan palsu. Menghormati orang kaya. Mengabaikan orang miskin. Bahagia saat dipuji. Orang-orang bahkan takut bersuara. Pesanku sangat sederhana. Tuhan yang menciptakan kita semua. Percayalah pada-Nya. Dan Tuhan yang kau ciptakan. Duplikat Tuhan itu. Musnahkanlah. Karena itu adalah salah sambung yang paling berbahaya”

Begitulah sekelumit kisah PK (Pee-kay: orang mabuk dalam bahasa Hindi) PK sendiri adalah nama yang diperoleh karena ia terus mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan tak bersalah seperti anak kecil yang baru mengalami hal baru, sebuah film garapan Rajkumar Hirani yang bergenre komedi, film ini mencoba masuk ke ranah filosofis dan hal yang sangat sensitif bagi masyarakat India (dan Indonesia tentunya): agama. Sebuah film yang luar biasa menurut saya. Masih banyak hal-hal detil yang menarik dalam film tersebut, untuk lebih jelasnya bisa ditonton langsung 😀 sekian.

Lesungpipi3t

Advertisements

16 thoughts on “Pencarian Tuhan Seorang PK

  1. Ulasan yang menarik dari Kang Lesungpipiet. Barusan mencoba cari info tentang film ini ternyata cukup banyak yang mengulas dan rata-rata positif. Salut untuk Kang Lesungpipiet sekaligus juga terima kasih untuk artikelnya.

    Dongbud adalah tempat untuk berbagi. Apapun bisa dibagi, tulisan, pengalaman, komentar, foto, cerita tentang keluarga, pacar, istri dll.

    1. iya mbah sama-sama, semoga ada manfaatnya untuk mengusir jenuh..
      sebenernya ini film india ke 2 yang berkesan, sebelumnya ada life of pi, pada film itu kepasrahan total dan keikhlasan menghadapi hidup/kematian benar-benar menyentuh hati.

  2. Salam Mas Lesung Pipiet….

    Dan Tuhan yang kau ciptakan. Duplikat Tuhan itu. Musnahkanlah. Karena itu adalah salah sambung yang paling berbahaya”…….

    Ajakan dan saran yang sangat berharga dan benar…..

  3. You have call ‘wrong number’ :mrgreen:

    Masih banyak sindiran-sindiran PK yang memaksa “makhluk bumi” untuk introspeksi karena menempatkan kepentingan dirinya, di atas Tuhan dan sesama. PK yang lugu, naif dan lurus-lurus saja, pantas menjadi common enemy, dan beberapa kali nyaris dihakimi masa.

    Untung, film yang bernada cynical ini dikemas dengan selimut humor yang tinggi. “The communication system of this planet for talking to God, has become totally useless”. PK melihat usahanya menghubungi Tuhan, selalu gagal. Dengan menggunakan istilah “sistem komunikasi” yang katanya semakin canggih, PK menyindir bahwa “Kehebatanmu tak ada apa-apanya”. PK melihat dengan kacamata lain, karena justru “sistem” ini tidak jalan saat dibutuhkan. Kalungnya tak juga diketemukan…

    Terima kasih @ mas Lespi3et, referensi filmnya sangat bagus dan bermutu, langsung menohok ulu hati umat beragama di seluruh bumi (dunia), 4 thumb up!! 😀 …

    1. Hehe nampol bgt ya mbak dew.. Saya sangat geli melihat karakter Tapaswi, ada banyak di negeri ini..

      Sama-sama mbak dewi, semoga hari anda menyenangkan..

    2. trimakasih @ mas Lespi3t,

      saya belum menonton pilemnya, hanya cerita2 referensing di dunya (dunia maya). cari2 di youtube juga belom keluar, kalau ada kesempatan, suatu saat nanti saya pasti melihatnya 🙂 …

      @ Simbah,

      andai sang pembuat cerita/ skenario ini orang nusantara, pasti si PK nggak akan jadi bulan2an masa guyonannya, lha kalau hanya untuk mencari ‘remote control’ kan bisa melalui ‘telepathi’ atau rogosukmo plus plus yang lebih canggih daripada alat ‘agama’ yang sekarang, apalagi mencoba telepon ke tuhan dengan nomor yang salah :mrgreen: ….

  4. Gara-gara tulisan Kang Lesung, belakangan ini saya getol mencari info review tentang film PK. Berhubung banyakan review yang ada, maka saya membatasi pencarian hanya pada kompasiana, blognya warga kompas.

    Berikut adalah salah satu review yang paling singkat dan menarik

    PK Movie : Film yang Mentertawakan “Tuhan”
    Penulis : Choir

    06 January 2015

    Film PK yang dibintangi oleh Aamir Khan, dinobatkan sebagai film terlaris sepanjang masa yang langsung menggeser perolehan Dhoom 3.

    Sebelum mengupas terlalu jauh, saya mencoba mengutip kalimat dari film itu. Dimana saat itu menampilkan seorang pemuka agama yang merasa perlu berjuang membela agama dan Tuhan dari gangguan gangguan penganut agama lain. Kutipan kalimat nya adalah :

    “Apakah Tuhan itu lemah sehingga perlu untuk dibela?. Tuhan itu Maha Besar dan Maha Kuasa, yang menguasai seluruh jaga semesta ini, mulai dari bumi dan seluruh antariksanya, dan kamu cuma ibarat sebutir pasir di atas permukaan bumi, dan kamu mau membela Tuhan? Tuhan yang mana yg kau bela itu?”

    Film ini mengisahkan tentang seorang lelaki bernama PK, Alien yang diturunkan ke bumi untuk mempelajari bumi dan seluruh isinya. Alien tersebut mempunyai alat komunikasi dengan dunia asalnya melalui sebuah transmitter yang di dalam ceritanya transmitter tersebut dicuri oleh orang lain.

    Cerita bergulir dengan pencarian terhadap transmitternya itu dan dia bertanya ke semua orang, dan banyak orang yg mengatakan bhw “Hanya Tuhan yang tahu dimana transimitternya”. Mulailah PK mencari dimana tuhan tersebut berada. Sehingga dia bertemu dengan “Tuhan – Tuhan” yang diciptakan oleh manusia itu sendiri.

    Film ini sangat kocak, penuh dengan aksi aksi konyol karena kebodohan si Aamir Khan itu sendiri. Sindiran demi sindiran diluncurkan satu persatu penuh dengan lelucon.

    Beberapa sindiran yang paling mengena selain dari kutipan diatas adalah ketika PK menyadari bhw dibumi orang telanjang itu sangat sangat dilarang, sehingga dia mencoba mencari baju. Dia menemukan baju di dalam mobil yang bergoyang, sehingga ketika dia butuh baju maka dia mencari mobil yang bergoyang, sampai – sampai baju polisi pun dia dapatkan.

    Sindiran yang lain adalah, untuk bertemu dengan tuhan, harus mengeluarkan Uang, sehingga dia merasa Tuhan itu butuh duit dan sogokan.

    Tak banyak ceritalah, silahkan di tonton.

    Link sumber : klik disini

  5. Dari ulasan di atas, sepertinya film ini patut dtonton….namun dengan plot yg bgitu berani sepertinya film ini tidak akan tayang di negeriku Endonesia.

    Di negeriku mbicarakan Tuhan walau tidak dilarang namun agak tabu, karena salah2 anda bisa dianggap sesat atau dkriminalisasi…walaupun Tuhan sendiri tidak pernah melaporkan pencemaran nama baikNya atau membuat BAP.

    Walau hal2 yg bkaitan dengan Tuhan dianggap sangat sakral…namun kerap kali nama nama Tuhan ini dibuat produk: dari sumbangan, pembenaran diri sendiri/golongan, provokasi, anarkis, pmbunuhan, pmbantaian, pemerkosaan, zinah, dll hingga menjadikan substansi dari Tuhan itu hilang. “Mohon maaf bila ada yg tidak bkenan, namun nilailah dengan hati nurani bukan dengan fanatik yg mbabi buta”.

    “Apakah Tuhan itu lemah sehingga perlu untuk dibela?. kata itu pun yg selalu saya pegang!!!!
    Miris bila melihat kaum2 yg mgatakan ajarannya yg tbaik yg lain kafir/sesat/atau apalah….. Namun saat ada yg tidak sjalan maka jalan2 kekerasan sering dtempuh, pertumbahan darah pun sering terjadi. Lalu pertanyaannya Tuhan mana yg mgijinkan umatnya saling mbunuh???

    Tuhan itu Maha Besar, Ia bisa bbuat apapun, bekerja seperti apapun dan dapat bwujud apapun.

    Jangan pernah ragukan Tuhan hanya karena Ia tak pernah datang kepada anda, atau myapa anda. Tuhan yg kita puja a/ Tuhan yg hidup, bukan Tuhan yg ktnya hanya ada ddlm barisan2 kitab. Mengenal Tuhan dapat melihat dari segala karuniaNYa, jangan datang kepadaNya dengan kesombongan…datanglah dengan segala kerendahan hati, undanglah dia dalam setiap perkara hidup anda.

    Semoga negeriku kembali kpd fitrahnya yg selalu mhargai dan menerima setiap perbedaan, menjadikan ragam budaya kebanggaan bangsa bukan aib. Keanekaragaman itu indah.

    Selamet malam u/ semua, Gbu all

  6. Salam mbegedes

    Kang KRISHNA
    Sangat setuju dengan pemaparan panjenengan, memang miris melihat kondisi bangsa kita ini yang sering rebut bener atau nggolek benere dewe atas nama TUHAN.
    Layaknya sebuah system komputer yang sudah terinfeksi beberapa virus yang mana setiap virus akan berusaha menguasai system sehingga system jadi hang.
    Yang diserang adalah file file vital yang tidak bisa di repair oleh antivirus maka salah satu jalan ya di FORMAT ulang.
    Kita memang berharap seperti yang anda tulis di paragraph terakhir semoga dapat terwujud.

    @mbah wager
    @lesungpipiet
    @jeng Dewi
    dan semuanya salam mbegedes
    Maaf kalau ngaco mbah

    1. makasih mas cahyo, salam kenal juga.

      mas Krishna, lembaga sensor Indonesia memang ‘payah’… tapi jangan berkecil hati, Indonesia gitcu lho, beli DVD nya aja… he he he…

    1. mbah Wage,

      saya masih menunggu kemunculan DVD nya di sini, PK atau pee-kay itu dlm bhs india artinya bingung, linglung dan bodoh. kebetulan saja kode PK itu kalau dalam bhs jawa sini itu PEKOK artinya bodoh juga :mrgreen:

  7. selamat siang simbah, mas Lespi3t and All,

    saya sudah melihat film ‘pekay’ di youtube.

    iya memang betul mas Lespi3t, sosok Tapaswi adalah sosok manusiawi yg selalu berusaha sekaligus mengeruk keuntungan dengan manjadi manager Tuhan di dunia ini… he he he…

    cerita lainnya yg mengharukan ketika menyentil kinerja kepolisian yg sekali lagi juga manusiawi sekali, suka main sogok/ suap… juga euforia mobil yg bergoyang dsb…

    andai film indonesia ada yg bikin begitu, pasti di sensor atau di terror tanpa henti hanya karena mengkritik atau memperlihatkan realitas yg ada.. whahahaha…

    lewat film ternyata juga bisa menunjukkan kedewasaan masyarakatnya 🙂

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s