Menunggu “Keajaiban Lebih” Dari Situs Gunung Padang

gunung-padang-kompas-image
Sumber foto : kompas image

DONGBUD, Wage Rahardjo. Situs Gunung Padang? Siapa yang tidak tahu? Situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum yang sangat mengagumkan. Siapapun pasti akan terkesima melihat balok-balok batu batu yang terhampar luas di puncak gunung. Kepepuleran situs ini menjadi semakin lengkap ketika muncul berita menghebohkan bahwa situs ini adalah merupakan reruntuhan dari pirmaida berusia ribuan tahun, bahkan jauh lebih tua dibandingkan piramid dari Mesir ataupun piramid suku Maya. Luar biasa ! 

Menurut berita, dari penggalian lebih lanjut, telah ditemukan sejumlah peralatan logam seperti alat pertanian serta sejenis senjata  seperti kujang. Hati saya semakin bergemuruh ketika membaca berita terbaru yang lebih menggemparkan yaitu ditemukan sejumlah koin kuno yang usianya diperkirakan sekitar 5.200 tahun !!! Sebagai seorang penggemar dan pengumpul koin atau bahasa keren-nya, kolektor koin, tentu saja saya menyambut beritu tersebut dengan sangat antusias.

Koin tersebut, seperti yang disebutkan di media, berwarna hijau kecokelatan. berdiameter 1,7 sentimeter dan tebal 1,5 milimeter. Memiliki garis melingkar berbentuk untaian lingkaran yang sangat kecil berjumlah 84 (lingkaran) dengan diameter sekitar 0,3 milimeter.

Kalau berita itu benar, sepertinya ini akan menjadi titik awal penemuan lain yang jauh lebih besar.  Kalau berita ini benar maka kiblat peradaban akan berpindah ke Nusantara. Bayangkan, semua penemuan tersebut diduga berusia puluhan ribu tahun, jadi jauh lebih tua dari peradaban negara manapun. Kalau berita ini benar maka sebentar lagi dunia akan gempar, par…par dan buku sejarah dunia bisa berubah total tal… tal.

= Duh, Mbah, kalau berita ini benar …. kalau berita ini benar …. Lha, Ini berita benaran Mbah !

Duh, maaf Nak. Mbah juga percaya lho kalau berita tersebut benar, wong sudah masuk tivi segala. Nah, sekarang masalahnya adalah bukti yang lebih jelas. Berita di media sih banyak berseliweran tapi untuk mendapatkan selembar foto koin misalnya, susahnya minta ampun. Akhirnya seorang teman yang sama-sama kolektor koin mengirimkan gambarnya pada saya. Dengan melihat ukuran, ketebalan dan bentuk motifnya gambarnya, selera saya menjadi menguap entah kemana. Lho koq mirip dengan koin Nederland Indie pecahan 2, 5 gulden yang sudah karatan? Maaf, kalau bahasanya agak kasar.

Kontroversi Situs Gunung Padang

gunung-padang6
Sumber image : Aktual.co

Situs Gunung Padang adalah situs yang masih diliputi misteri atau kontroversi. Ada dua kelompok ahli yang berbeda pendapat tentang situs tersebut.  Kelompok pertama, sejumlah ahli berpendapat bahwa situs Gunung Padang adalah situs peradaban masyarakat yang sudah maju (pada zamannya). Susunan batu yang ada di situs adalah buatan manusia, jadi batu dipotong dan disusun oleh sejumlah orang atau masyarakat yang memiliki peradaban tinggi.

Kemudian kelompok kedua adalah sejumlah ahli lain berpendapat bahwa situs Megalitik Gunung Padang adalah merupakan punden berudak yang disusun dari potongan batu yang terbentuk karena proses alam. Jadi balok-balok batu persegi tersebut bukan dibuat oleh manusia tapi dibuat oleh proses alam.

Proses alam? Ah, bagaimana mungkin? Bukankah potongan batu yang ada di situs tersebut sangat simetris dan rapi? Itu jelas buatan manusia dan mustahil kalau terbentuk dengan sendirinya atau proses alam?

Entahlah, mana yang benar, yang jelas alam adalah sesuatu hal yang luar biasa. Proses terpotongnya batu berbentuk persegi seperti yang ada di Situs Gunung Padang, relatif banyak ditemukan di wilayah atau negeri lain. Karya alam yang sangat menakjubkan ini, kalau tidak salah disebut dengan Columnar Jointing. Bagi orang awam seperti saya, potongan batu persegi tersebut memang tampak seperti bekas reruntuhan candi dan saya nyaris tidak percaya kalau semua itu terjadi karena proses alami, seperti yang tampak pada gambar berikut.

gunung-padang2
Credit image : appstate.edu

Image lebih lengkap silakan di cari lewat Google atau klik disini.

PENUTUP

Tanpa bermaksud mendahului atau mencampuri tugas para ahli, menurut saya, Situs Gunung Padang,(walaupun saya belum pernah kesana alias cuma lihat dari foto doang) adalah suatu situs yang indah dan ajaib. Apakah di tempat tersebut adalah reruntuhan piramida atau bukan, bagi saya tidaklah terlalu penting.

Sejarah memang harus dipelajari, ditelusuri dan digali. namun harus diingat semua itu memerlukan dana yang sangat besar. Penggalian situt Gunung Padang misalnya, dibiayai miliyaran rupiah dari dana abadi milik Depdikbud. Terkadang, otak usil saya berkata “Semua ini tampaknya cuma permainan media yang lihai memanfaatkan keluguan masyarakat yang sedang kehilangan rasa bangga terhadap kondisi negerinya”. Duh, jangan-jangan ini juga cuma proyek ngabisin diut daong. Mudah mudahan saya salah besar.

Tanpa memiliki piramida-pun negeri kita sudah hebat dan dikagumi dunia. Jangan lupa, kita telah memiliki banyak peninggalan masa lalu yang ajaib namun terbelangkai, kotor dan tidak terurus. Situs Manusia Purba Sangiran misalnya, keberadaannya nyaris kurang terdengar di masyarakat.

Memiliki piramid atau peradaban purba puluhan ribu tahun mungkin akan menumbuhkan rasa bangga, namun memiliki peradaban maju masa sekarang menurut saya jauh lebih penting dan membanggakan. Menggali atau menemukan itu susah, namun merawat yang telah ada kadang jauh lebih susah.

Sebagai penutup, saya tetap berharap semoga penggalian di situs Gunung Padang berhasil dan menemukan peradaban baru.

Wage Rahadjo

16 thoughts on “Menunggu “Keajaiban Lebih” Dari Situs Gunung Padang

  1. Salam mbelgedes
    Salut mbah kita berharap semoga bangsa ini mampu menguak misteri situs ini dan menjaganya menjadi warisan budaya dunia.
    Kesel juga mbah kalau denger ada peninggalan sejarah dihancurkan karena dianggap menyesatkan

    Salam

  2. Saya sih berharap dan nunggunya yang seperti ini. Mungkin masih perlu waktu. Tetap berharap.

    Arkeolog menemukan koin emas dalam jumlah besar !

    An unprecedented discovery of more than 2,000 gold coins off the north-central coast of Israel might be part of the largest gold hoard ever found in the eastern Mediterranean, according to archaeologists.

    The coins are identified as dinars, the official currency of the Fatimid caliphate that ruled much of the Mediterranean from A.D. 909 to 1171.

    The find was made by accident in early February, when a team of six sport divers spotted what they initially thought were a few toy coins on the seabed near the ancient harbor of Caesarea. After realizing the significance of the find, they immediately notified the Israel Antiquities Authority (IAA). Divers from the IAA’s Marine Archaeology Unit accompanied the group back to the site and were stunned at what they found.

    Link : National geograpic

  3. FILE

    Ada Rongga-rongga Rahasia di Bawah Gunung Padang
    Gunung Padang diketahui berumur 5.200 SM.

    Rabu, 30 April 2014 | 20:07 WIBOleh : Umi Kalsum, Agus Tri Haryanto

    VIVAnews – Situs Megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, berpotensi menjadi situs tertua di Indonesia bahkan dunia. Uji laboratorium dari satu-dua karbon yang dilakukan Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) menunjukkan Gunung Padang berumur 5.200 SM.

    Bertempat di Hotel Ambhara, Jakarta, Rabu 30 April 2014, Center Information and Development Studies memaparkan hasil penelitian yang dilakukan TTRM mengenai Gunung Padang sejak 2011 hingga Mei 2013.

    Rohmad Hadiwijoyo, Direktur Eksekutif CIDES, mengatakan, peradaban dari Situs Gunung Padang, hasil temuannya menjadi sebuah terobosan bagi ilmu pengetahuan sebagai jati diri bangsa.

    Betapa tidak, umur Gunung Padang ini jelas mengungguli situs-situs prasejarah lainnya. Di Indonesia saja, Candi Borobudur baru berusia 800 Masehi.

    Merujuk ke luar negeri, Situs seluas 3.000 meter persegi ini mengalahkan Machu Picchu di Peru yang berumur 1.500 SM. Bahkan, situs yang berada dekat dengan Gunung Gede Pangrango ini melampaui yang dikatakan awal mula peradaban manusia di dunia, Piramida Giza yang berusia 2.500 SM.

    “Jelas ini merupakan suatu kebanggaan bagi Indonesia. Peradaban paling tua di dunia ada di sekitar kita,” kata Rohmad.

    Selain itu, beberapa hasil riset lainnya ditemukan serakan batu-batu kolom yang tersusun rapi dari kaki dan badan di teras-teras Gunung Padang. Di bawah lapisan 1 masih ada lapisan 2 yang jauh tertata lebih apik dibandingkan permukaannya, serta berdasarkan lintasan Georadar dan Geolistri 2D menghasilkan adanya rongga-rongga besar di bawah permukaan teras Gunung Padang yang masih misterius.

    Gunung Padang yang berciri pundai berundak ini terdiri atas lima teras. Teras pertama ada di paling atas, disusul teras-teras berikutnya yang ada di bawahnya.

    “Harapan kami, penelitian terpadu di Situs Gunung Padang ini diteruskan dan dituntaskan,” ungkap Ketua TTRM Ali Akbar.

    Saat ini, kawasan gunung sedang dalam tahap pemugaran untuk menjadi kawasan pariwisata yang dapat menarik minat publik untuk berkunjung.

    Ali menuturkan, ia bersama timnya akan segera terjun kembali ke lapangan dalam dua-tiga pekan lagi. “Kami (TTRM) seperti rumah tunggu, jadi bila ada para ahli displin ilmu lainnya, dengan senang hati silakan bergabung,” ungkapnya.

    Diskusi ini dipaparkan oleh Dr. Ali Akbar (Arkeolog UI dan Ketua TTRM), Prof Suharja D Wiramihardja (astronomi ITB), Ir Pon Purajatnika (Ahli Arsitektur), dan Dr Danny Hilman (Geologi UI), serta dihadiri oleh sekitar lebih dari 50 orang. (art)

    http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/500981-ada-rongga-rongga-rahasia-di-bawah-gunung-padang

  4. FILE

    “Bila Dipugar, Gunung Padang Lebih Indah Ketimbang Borobudur”

    Gunung Padang akan menjadi situs yang menarik di dunia, kata peneliti
    Kamis, 1 Mei 2014 | 07:24 WIB

    VIVAnews – Wajah situs Gunung Padang masih terbenam dalam tanah. Namun diyakini para ahli, beberapa tahun kemudian tempat tersebut akan cantik melebihi Candi Borobudur.

    Situs zaman prasejarah yang berada di Cianjur itu kini baru terlihat bebatuannya saja. Menurut para ahli yang tergabung dalam Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM), dengan pemugaran, Gunung Padang akan menjadi situs yang menarik di dunia.

    TTRM sedari tahun 2011 hingga Mei 2013 berusaha mengungkap misteri yang berada di dalam Gunung Padang.

    “Situs Gunung Padang menjadi ajang pembuktian hipotesis bahwa bencana (katastrofi) mampu mengubah muka bumi beradaban dan populasi manusia,” kata Ali Akbar, Ketua TTRM sekaligus pengajar di Departemen Arkeologi UI saat diskusi Restorasi Gunung Padang di Hotel Ambhara, Rabu 30 April 2014.

    Ali menambahkan, dalam penelitian ini yang paling penting adalah tahap pemugaran dan pengembangan kawasan. “Memugar dan mengembangkan kawasan situs akan berdampak langsung pada kehidupan warga di sekitarnya,” katanya.

    Situs megalitikum ini baru dipugar pertama kali di puncaknya saja itu tahun 1985. Situs ini tak jauh berbeda dengan Borobudur saat ditemukan.

    Bila candi termegah tersebut ditemukan tahun 1918, maka Gunung Padang lebih tua empat tahun. Dan awalnya, kondisi Borobudur hampir sama dengan Gunung Padang saat ini. Menurut Ali, yang membedakan saat ditemukan para ahli candi di Jawa Tengah ini dipugar dan Gunung Padang dibiarkan sampai 1979.
    Dana Pribadi
    Belajar dari Borobudur, TTRM ingin segera memugarkan situs yang berada di Cianjur tersebut. “Gunung Padang bila dipugar berpotensi lebih indah dari Borobudur,” kata Ali.

    Mengenai dana untuk pemugaran, TTRM tidak bisa memperkirakannya, namun berpatok dari pemugaran Borobudur yang menghabiskan sekitar US$25 juta.

    Sampai saat ini, penelitian tersebut belum ada tercampur dana pemerintah, hanya dukungan ahli dari Kemendikbud. “Tim Terpadu Riset Mandiri masih menggunakan dana pribadi,” kata Ali.

    TTRM merupakan gabungan orang-orang yang mempunyai keahlian dari berbagai disiplin ilmu seperti Arkeologi, Astronimi, Arsitektur, Geologi, dan lainnya. (ren)

    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/501029–bila-dipugar–gunung-padang-lebih-indah-ketimbang-borobudur-

  5. FILE

    Situs Gunung Padang Lebih Tua 2.000 Tahun dari Machu Picchu
    Struktur bangunan berusia sekitar 5.200 SM.

    Selasa, 2 Desember 2014 | 14:54 WIB

    VIVAnews – Penelitian bertahun-tahun telah dilakukan di Gunung Padang. Situs ini diyakini memiliki usia yang lebih tua dibanding Machu Picchu di Peru.

    Situs Gunung Padang telah dicatat oleh N.J. Krom sejak 1914. Penelitian mulai dilakukan oleh berbagai instansi sejak 1979, misalnya oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Balai Arkeologi Bandung. Dan kemudian, pada 1998, pemerintah menetapkan situs ini sebagai benda cagar budaya.

    “Dari hasil penelusuran kami, Situs Gunung Padang lebih tua 2000 tahun dari Situs Machu Pichu di Peru. Penemuan penting kedua, ditemukan struktur bangunan berusia sekitar 5.200 SM, dia ada di bawah,” kata pengajar Departemen Arkeologi FIB UI, Dr. Ali Akbar saat menjadi pembicara dalam seminar, Selasa 2 Desember 2014.

    Status itu menunjukan bahwa situs ini penting bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan pada umumnya. Pada tahun-tahun berikutnya, sejumlah instansi maupun perorangan terus melakukan penelitian di situs ini. Masyarakat pun dapat berkunjung ke sana sebagai wisatawan.

    Dia juga menjelaskan, selain ada struktur, juga ditemukan sisa bekas pembakaran logam, limbahnya.

    “Ditemukan koin pada kedalaman 11 meter. Ini koin tahun 1855, ada tulisan Arab. Tapi, bagaimana bisa ada koin tahun 1855 pada kedalaman 11 meter?. Intinya ada bagian-bagian dari situs yang sudah terbongkar,” ujarnya.

    Di sini juga ditemukan ada semen purba, atau adonan perekat. Ada rolling stone, dan ada semacam kujang. Itu batu alami, tiga sisi di kedalaman dua meter.

    “Kalau dilihat dari utara, dia seperti segitiga. Penelitian itu sudah ada dari tahun 1973, di belakang perbukitan, ada sungai. Ada tangga naik di utara, ada teras 1-5,” kata dia.
    “Sudah dicatat sejak 1891. Yang ke sana itu Corte. Sudah dicatat, tapi belum banyak pengetahuan yang diperoleh. Permasalahan penelitian ini, belum pernah ada uji pertanggalan absolut di sini,” ujarnya.

    Metodenya, lanjut Ali, ketika arkeolog melakukan ekskavasi, dia melakukan pertimbangan, lalu melakukan pengupasan atau penggalian. Sebelumnya, dia harus mencari data yang banyak. Jadi, pengumpulan data pra ekskavasi dan setelah ekskavasi.
    Penafsiran data menggunakan konsep dan teori geologi, arsitektur, geografi, teknik sipil, fitologi, astronomi, dan lain-lain.

    “Kami lakukan survei sampai 2 km. Kami punya sampel batu-batu yang ada di bawah. Penemuan penting pertama, ditemukan struktur bangunan di luar teras,” tuturnya.
    Menurut dia, ada struktur yang mengelilingi bukit. Tinggi terasering Gunung Padang lebih dari 115 m. “Saya sadar, saat melakukan riset pada 2012 harus melalui persetujuan sampai ke tingkat menteri. Oleh karena itu, cara yang saya lakukan adalah meminta dengan hormat tim dari Balai Pelestarian Budaya dan Permuseuman untuk terlibat di Gunung Padang,” pungkasnya.

    Sementara itu, di tempat yang sama, Bagyo Prasetyo dari Pusat Arkeologi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengatakan, Situs Gunung Padang adalah peninggalan megalitikum.

    “Megalitikum ada di seluruh Indonesia kecuali di Australia. Kami akan terus lanjut penelitian situs Gunung Padang, karena masih ada misteri-misteri lain yang belum terpecahkan,” ujar Bagyo.

    Lutfi Yondri dari Balai Arkeologi Bandung menambahkan bahwa Situs Gunung Padang adalah punden berundak-undak. “Berbagai penelitian yang dilakukan, dikerjakan dengan hati-hati dan terjamin keamanan serta keselamatan situs tanpa merusak situs tersebut,” ucapnya.

    Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) Depok, menggelar seminar arkeologi situs Gunung Padang. Berlangsung di Gedung IX FIB UI, seminar ini secara khusus menyoroti titik-titik perbedaan sekaligus persinggungan terkait dengan berbagai isu yang selama ini sudah diketahui secara luas oleh masyarakat.

    Untuk diketahui, pada 2011, tim Katastropik Purba yang diinisiasi Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana melakukan riset kebencanaan di situs ini dan menyatakan terdapat kemungkinan lapisan buatan manusia (man-made) di bawah permukaan.

    Selanjutnya, pada 2012, Staf Khusus Presiden menginisiasi terbentuknya Tim Terpadu Riset Mandiri dan pada 2014, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membentuk Tim Nasional Pelestarian dan Pengelolaan Situs Gunung Padang. Hasil penelitian tim-tim ini pun menarik perhatian para pejabat negara sampai Presiden RI. (art)

    http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/564407-situs-gunung-padang-lebih-tua-2-000-tahun-dari-machu-picchu

  6. salam rahayu
    kalau menurutku pribadi,,buat apa menghabiskan dana untuk gunung padang yang mana sama sekali gak jelas silsilahnya,,dibangun masa megalitikum?..oke boleh saja tapi ada gak penjelasan yang masuk akal selain uji karbon,masalahnya kalau yang diuji karbon si batu jelas tua sama kayak batu koral yang di depan rumahku kalau di uji karbon mungkin usianya 10.000tahun.
    coba tu para arkeolog menguak misteri relief dan arca di candi cetha dan panataran,kenapa bisa candi itu ber-relief dan berpatung kayak gitu apa yang tejadi pada jaman itu..saya jamin justru ini yang malah bakal jadi kebanggaan bangsa sebagai negara maritim.

    salam rahayu

  7. Salam Rahayu

    Salam Kang RANTO
    Saya setuju dengan pemikiran akang dana untuk penelitiannya memang besar.
    Mudah-mudahan aja siapa tahu didaerah itu ditemukan Tambang Emas Terbesar, jadi bisa digunakan untuk Nyaur Utang negara,
    he…..he..he…..

    Namanya Juga Blog abal-abal

  8. salam rahayu
    salam juga kang cahyo..
    biar abal-abal tapi isinya menggugah dan kritis..salut dan jempol untuk blog abal-abal yang gak ngegombal

  9. Menurut brita dr ketua TTRM pk andi arief,wkt gunung padang sdh selesai pemindaian,di dlm ya ada ruang mirip camber,stlh pnggalian d dlm ruang itu ada batu yg bs berputar sendiri,mnrt pnelitian itu ada hubgn dg bekas perhitungn zmn dlu trhdp ilmu perbintangn,krn trhubungn dg camber sbagai parabola,berdasar hipotesis manusia zmn dl sdh mngetahui tata perhitungn ilmu perbintangn,mnentukn musim kemarau/hjn,mnntukn msa cck tanam,yg mmbuat peneliti kagum,bangunn piramida gng padang d lengkapi dg material anti gempa,jd meskipn gempa besar tdk akn hancur,tp yg lbh aneh lg mnrt para peneliti gng padang ada kesengajaan tlh d urug olh tanah,krn yg mnutupi ya trbilang baru,tanah itu umur ya tdk sejaman dg bangunn,mnrt hipotesis lalu siap yg sengaja mngurug situs ini yg bgtu luas,dg alat apa,pertanyaan blm trjwb,,mnrt para pngurus situs gng padang,org2 tua zmn dlu bercerita bhw d atas gunung padang ada trdpt meja2 dan kursi dr batu jg artefak2 lain,tp sejak kolonial belanda zmn dlu mneliti ya,artefak2 itu jd hilang,,,wkt sy berkunjung ksana,byk org bule trmasuk dr israel,mrka pd bersemedi mnghdpi ke selatan,ntah apa mksd org2 bule itu,klo semedi d situs itu mnghdp ya ke arah selatan,,mngkn ada yg tau jwbn ke anehn ini.rahayu

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s