Negara Islam Indonesia, Tinggal Tunggu Waktu?

sistem-kalifahDONGBUD. Wage Rahadjo. Indonesia sudah merdeka, penjajahan asing sudah diusir, proklamasi sudah dibacakan serta dasar negara serta seperangkat UUnya sudah disepakati. Nah sekarang tinggal “meng-isi-nya” dengan pembangunan bukan? Namun hmmm….. tunggu dulu. Sudah merupakan hukum bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini. Kesepakatan bisa demo, digugat, dilanggar, dibatalkan atau bahkan dikudeta. Sistem bernegara juga tidak bisa lepas dari hukum alam tersebut.

“Ganti sistem negara dengan sistem Islam”. Demikianlah kira kira gugatan yang sedang diperjuangkan oleh sejumlah kelompok atau bahkan partai politik. Akankah perjuangan ini berhasil? Entahlah. Kalau menurut saya pribadi, ya seperti judul : Cepat atau lambat Indonesia akan menjadi negara Islam !

Sebagian pembaca mungkin tertawa dengan pendapat saya di atas. Namun apa yang saya lihat atau saya baca dari media, aktivitas sejumlah ormas, tokoh politik dan tokoh agama, serta telah terbitnya peraturan UU syariah di sejumlah daerah saya anggap sebagai kecendrungan untuk mendukung opini saya. Maaf, ini pendapat saya yang besar kemungkinan adalah salah.

Saya mencoba untuk tidak antipati dengan sistem baru (Islam), karena siapa tahu ternyata sistem ini lebih baik dibandingkan dengan sistem yang ada sekarang. Untuk memahaminya, pertama tentu kita harus mencari info sebanyak banyaknya tentang sistem negara Islam. Kemudian kedua, membuat perbandingan atau contoh dari sistem negara Islam yang sudah berjalan saat ini.

Kebetulan saya sudah menyempatkan diri membaca sejumlah info dari berbagai tempat tentang sistem Islam. Sepertinya sangat menjanjikan dan bahkan nyaris tanpa cela. Namun benarkah? Bukankah kalau di atas kertas, sistem komunis, sosialis atau bahkan sistem kapitalispun bagus, negerinya secara umum makmur. Kebetulan saya pernah belasan tahun tinggal di negara sekuler, libral dan kafir, situasinya baik baik saja.

Sistem bernegara akan optimal kalau didukung oleh perangkat alat negara serta masyarakat yang juga berkualitas. Sedangkan kalau melihat dari aksi sejumlah kelompok pengusung negara Islam yang terkadang “brutal” maka tak ayal membuat saya ngeri juga. Saya sadar bahwa itu hanyalah oknum dan jumlahnya tidaklah banyak, namun bukankah untuk menciptakan kekacauan kadang tidak diperlukan banyak orang? Untuk merobohkan atau membakar rumah, tidak memerlukan banyak orang, sedangkan untuk membangunya memerlukan orang dan waktu yang lama, itupun kalau punya duit.

Sistem berorganisasi, bermasyarakat atau bernegara, kalau sepenuhnya dilandasi dengan dasar agama, menurut saya haruslah lebih alim dan humanis dibandingkan sistem duniawi seperti komunisme atau kapitalisme. Kalau malah brutal atau anarkis, walaupun dalam sekali kecil sekalipun, ya sebaiknya malu memakai nama agama.

  • Terus maksudnya apa? Apakah ini artinya sama dengan penolakan terhadap sistem negara Islam atau mungkin ketakutan?

Sama sekali TIDAK. Motto hidup saya dalam bernegara sederhana saja, dimana bumi dipijak disana langit dijunjung. “Kalau memang harus terjadi ya terjadilah“. Semua adalah merupakan tanda-tanda zaman. Jujur, saya tidak peduli tentang urusan sistem atau dasar negara. Bahkan saya juga tidak peduli dengan urusan agama. Sistem negara apapun tidak masalah, asal bisa membuat negeri makmur dari sisi sandang, pangan dan papan alias makmur dari sisi ekonomi.

  • Kemakmuran bukan cuma urusan dunia Mbah, tapi juga urusan akhirat dan itu harus diatur oleh negara.

Maaf, saya tidak menganggap penting urusan makmur akhirat, karena ini urusan pribadi. Lagipula saya khan penganut animisme, jadi akhirat apaan? Asal perayaan hari kasih sayang, pesta panen dan bakar jagung sambil menari jingkrak-jingkrak sebagai rasa syukur tidak dilarang ya sudah cukup senang.

Kembali ke pertanyaan awal, benarkah sistem baru tersebut bagus dan CESPLENG? Duh, bagian ini saya tidak mampu untuk menuliskannya. Kepala bisa kena pentung. Sebagai gantinya, saya coba tampilkan tulisan menarik dari rekan Islam di bawah ini.

…………… …………….. …………….

Sistem Islam

Penulis : Kang Hasan

Ada posting berupa poster, bunyinya begini. “KPK vs Polri, bukti amburadulnya tata negara dan sistem hukum. Bongkar, ganti dengan sistem Islam.” Tulisan seperti ini banyak kita temui di setiap waktu. Ada masalah korupsi, baliknya ya ke situ. Masalah pendidikan, ya ke situ juga. Pokoknya sistem Islam adalah solusi untuk semua masalah. Lama-lama terdengar seperti iklan teh botolan.

Tapi apa itu sistem Islam? Oh, tentu saja sistem yang diajarkan oleh nabi. Seperti apa? Bagaimana tata negara di zaman nabi? Adakah parlemennya? Siapa yang mengontrol kekuasaan nabi? Tuhan. Waduh. Pemerintah sekarang tentu tidak bisa kita beri kekuasaan dan menyerahkan kontrolnya pada Tuhan, kan?

Kalau begitu, mari kita cari contoh yang lebih manusiawi, yaitu zaman khulafaur rasyidin. Ada khalifah. Lalu ada semacam lembaga musyawarah. Siapa anggotanya? Siapa yang memilih mereka? Secara sederhana bisa saya katakan bahwa perwakilannya bersifat elit.

Coba perhatikan bagaimana para khalifah dipilih pada zaman itu. Tidak ada pola yang pasti. Abu Bakar dipilih oleh sejumlah orang yang berkumpul pasca wafatnya nabi. Umar dipilih oleh Abu Bakar sebelum ia wafat. Ustman dipilih melalui sebuah tim. Ali dipilih oleh warga kota Madinah. Jadi, mana proses yang baku? Tidak ada.

Masa setelah itu adalah masa kerajaan. Muawiyah digantikan oleh anaknya sendiri. Kemudian begitulah selanjutnya, khalifah adalah keturunan khalifah sebelumnya. Lho, kok bisa?

Ada beberapa penggemar khilafah yang pernah berdiskusi dengan saya. Ketika saya sebut bahwa sistem setelah Muawiyah itu adalah sistem kerajaan, mereka membantah. “Kalau sistem itu disebut kerajaan berarti Indonesia juga kerajaan dong. Kan dulu Soekarno jadi presiden, kemudian Megawati jadi presiden. Keturunan kan?” Saya cuma bisa tertawa mendengar dalih itu.

Kenapa bisa? Salah satu argumen mereka adalah yang penting rakyat berbaiat, atau mendukung. Ulama juga tidak keberatan. Ehm. Rakyat bisa diarahkan untuk mendukung dengan berbagai cara. Kalau ukurannya itu, Korea Utara itu juga terlihat didukung oleh rakyat. Jadi, itu bisa disebut sistem tata negara islami? Tentu tidak.

Ini baru soal tata negara. Bagaimana dengan sistem ekonomi? Ekonominya bebas riba. Lalu, bagaimana sistem moneter, fiskal, pajak, dan lain-lain? Lalu mereka menjabarkannya. Eh, tapi ini sistem diterapkan di mana? Oh, belum. Belum diterapkan. Ini adalah sistem yang dirancang kalau nanti khilafah berdiri (kembali).

Jadi begitulah. Yang disebut sistem Islam itu adalah sistem teoretik. Ini bukan sistem yang dulu dijalankan oleh nabi maupun khulafaur rasyidin, karena sistem teoretik ini lebih rumit. Rumit karena mencoba mencari solusi untuk situasi zaman modern yang memang rumit ini.

Lalu, bagaimana sistem ini dirumuskan? Sistem ini dirumuskan dengan mencoba “memindahkan” apa yang terjadi saat ini ke situasi abad ke 7, lalu mencoba mencari persamaannya. Proses berpikirnya adalah proses analogi, atau dalam bahasa fiqh disebut qiyash. Sambungan atau interface antara masa lalu dengan masa kini adalah logika. Lhooooo, logika siapa? Logika pemikirnya. Manusiakah? Iyaaaaaaa. Manusia. Sama seperti saya dan Anda.

Ooooo, jadi ini sistem buatan manusia to? Betooooool!!

Tapi kan ini sistem bagus sekali. Rakyat akan makmur terlindungi kalau sistem ini diterapkan. Adil. Bebas korupsi. Tidak zalim. Baiiiiiik semua deh. Ya, karena ini sistem di atas kertas. Di atas kertas kita bisa menulis yang baik-baik semua. Tapi, seperti kata orang, hidup itu tidak semudah cocotnya para penganjur khilafah.

Bagi saya sederhana saja. Orang-orang yang merumuskan konsep ini tidak pernah mewujudkan konsepnya dalam dunia nyata. Bahkan untuk sekedar menjawab pertanyaan sederhana, kapan khilafah berdiri, mereka tidak bisa. Mereka adalah orang-orang yang merancang sistem yang mereka sendiri tidak bisa membuatnya wujud menjadi nyata.

Jadi, kalau mereka mengatakan, mari tegakkan sistem Islam, mereka sebenarnya sedang berkata, “Mari bermimpi dengan mimpi yang skenarionya saya buatkan.”

Mau?

Link sumber  :  https://www.facebook.com/h.abdurakhman

…………… …………….. …………….

Sumber foto : detik.com

Refrensi :

Advertisements

60 thoughts on “Negara Islam Indonesia, Tinggal Tunggu Waktu?

  1. Salam simbah@
    haha..sebuah ulasan yg hebat,.bagi mereka yg mau berpikir secara universal..
    Indonesia adalah satu utk semua,dan semua utk satu..
    #Ruh Indonesia baru mau datang,.unsurnya bersifat “feminim.”

    1. Salam kang NUR.
      Tulisan Kang Hasan memang luar biasa. Cara menerangkannya enak dan mudah dipahami oleh orang seperti saya. Maklum, beliau khan seorang guru.

  2. Iya mbah,.mantab itu,.realitasnya memang seperi itu..
    Asas pancasila tdk akan pernah bs di ganggu-gugat..karna hanya itu yg bisa menghidupkan negara ini..
    #satu golongan,gak akan bisa brkata,bahwa golonganyalah yg paling benar..kcuali,dgn mengamalkan pancasila scara nyata.

  3. Oom Wager,

    Negara Islam : Kita butuh model… Nah, negara Islam yang ada sekarang : Pakistan, Arab Saudi, Iran, Malaysia , dll , tidak bisa dijadikan model. Bapak2 pendiri RI dulu, meskipun saat itu masih …muda2, ternyata terbukti …arif dalam pemilihan (dasar) negara . Bhinneka Tunggal Ika – ini absen dalam negara Islam.

  4. Salam Kang Wager. Jempol buat akang yang masih terus produktif tulisannya.
    Salam Kang Bala, Cak JS, Kang Nur, Kang Lesung, Ning Dewi dan para saudara, pengunjung dan pengintip DongBud.
    Cukup lama tidak bersua dan ngupi sambil ngobrol dengan komunitas DongBud…. maklum lagi kena penyakit “males” dan “letoy”.
    Topik ini mulai memicu semangat saya untuk kembali oret-oret tulisan, Suwun Kang Wager.

    1. Salam bahagia Mas ABR , selamat hadir absen kembali….

      Saya juga malas dan jengkel dengan keadaan Negeri ini , hampir tiap malam saya berdoa aneh aneh demi dan untuk Negeri tumpah darah , berharap negeri ini adalah Negeri damai , makmur sentosa dipimpin oleh manusia yang adil dan jujur.

  5. salam….
    hehhehe…..saya mendengar ini seperti mendengar seorang satria yg lagi ketakutan saat ajal akan menjemput, terjebak atau tertembak gaib pemukul agar seorang satria tertekan oleh ilusi yg dibikin untuknya……..hehehehe hahahaha…tiada yg takut berubah islam atau budha atau hindu bahkan dibawah china sekalipun bila itu kehendak alam takut dan tidak itu relatif dan pasti perang saudara akan sebentar lagi bersambut bila itu terjadi kawan dan TNI lah yg paling depan dihadapi…..hahahhahaha, bolehlah saya bercerita sedikit ttg politik bernegara…….Islam itu agama di Indonesia, negara adalah elite nya..seperti roma dengan vatikannya mungkin saja……..bila Indonesia mengambil paham ini artinya mengambil sisi yg berbeda, nah dari ini Indonesia akan punya musuh dari sisi yg seberang! peperangan demi peperangan akan mulai berkobar karena adu domba tadi, kecuali domba alias raja yg diangkat nanti mau dicocok hidungnya oleh sang lawan……….bisa panjenengan baca dari indonesianreview.com

    http://indonesianreview.com/gigin-praginanto/islam-lawan-islam

    Bung Karno bukanlah manusia yg melek kemarin sore dan memilih ditengah tanpa ikut kanan dan kiri tanpa sebab kawan…….Pancasila itu berketuhanan yg satu Tuhan yg Maha esa.
    kemanusiaan, persatuan, musyawarat dan keadilan semesta raya….satu saja mencuat kemanusiaan dan persatuan akan pecah kawan…….mau dia rubah kek, mau dia hancurkan kek dia akan berhadapan dengan TNI dan itu sangat jelas sekali……dan semua komponen negara seberang yg akan ikut interfensi dan akan melepas maluku, kalimantan tengah, bali dan papua akan lepas! kita bersaudara bukan karena agama kawan kita bersaudara karena darah kita darah majapahit…..agama dari luar negeri leluhur anda bukan dari sana dan seluruh orang indonesia yg beragama islam itu mualaf karena darah dia adalah majapahit hehehehehe………dah panjenengan jangan lebay, kalo capek tidur….bila perang saya akan ikut juga bila tidak ya cukup diam saja! siap dipanggil dan siap membangun…..itulah darah seorang kesatria kawan….darah majapahit! hehehehe label tidak akan bisa menggantikan jiwa kawan……merah putih Indonesia raya nusantara nagari, nikmatilah bila kami kalah toh hanya sebuah ilusi kehidupan hahahhahahahahahahahahahahahhahhahahahahhahahahahhahaha…………

    1. @ Terima kasih Kang Blackbird,
      Komentarnya sangat heroik, menyentak dan menggigit sehingga membuat simbah tersadar. Simbah memang orang lemah, pesimis, galau dan lebay. Sifat yang tidak seharusnya dipelihara. Terima kasih telah mengingatkan Saudaraku. salam.

  6. Salam sejahtera , ikut nyimak….ingin ikut komentar tapi takut salah… hati sedih bila Negeri ini berganti dengan faham dari tanah seberang.

    Salam Nusantara , Indonesia Raya Jaya..

  7. Banyak omong banyak salahnya. Pepatah jadul yang tidak bisa dibantah kebenarannya.

    NAMUN sebagai dalang, simbah terpaksa banyak omong. Kalau puasa omong, karena alasan takut salah, nanti blog abal-abal mati suri dong? Jadi mohon maaf kalau banyak omong dan banyak salah.

    Kalau KANG JS puasa omong, kemudian menular ke yang lain, itu tandanya blog abal-abal sudah harus ditutup permanen.

    1. Salam Mbah , mohon jangan ditutup , nanti saya kehilangan teman dalam hidup , hidup dan mengisi waktu dengan bekerja dan menulis dengan ikhlas meskipun tulisan kami amburadul tidak karuan bahkan bisa menyakiti banyak orang…

  8. Berilmu sundul langit , atau bahkan mengaku sebagai utusan dewa atau Tuhan ,setampan apapun , secantik seperti bidadari bila ide gagasan/ teori dan perilakunya tanpa dasar keadilan dan tanpa hati nurani , tidak berperi kemanusiaan maka semua itu tidak ada manfaat untuk kehidupan diatas bumi ini , akibat yang akan ditimbulkan hanyalah hiruk pikuk dan tidak terwujud kedamaian diatas bumi ini….

  9. Setelah diancam blog akan ditutup permanen, Kang JS langsung kumat dan mengigau. Wakakakk….. Horeee pancingan saya kena.

    #maaf, telah berlaku kurang ajar sama orang tua.

  10. Lhoooh…. judulnya diganti sama simbah neh 🙂 jadi berbau seperti timur tengah, eropa timur.

    Salam Kang Wager, Cak JS, Kang Bala, Kang Nur, Ning Dewi, Kang BBG dan poro rawuh.

    Dasar negara di dunia ini banyak macam… ada yg berdasarkan keagamaan misal negara Islam (tapi kok tak ada negara Kristen, negara Protestan, negara Hindu atau Budha 🙂 )…. berdasar sistem ekonomi (negara kapitalis, sosialis, komunis) dan berdasarkan sistem pemerintahannya (demokratis, monarki, diktator).
    Sebenarnya yang paling lengkap ya negara kita yaitu berdasarkan Pancasila….. berdasar keagamaan (KeTuhanan YME), berdasar humanisme dan keadilan nurani dan hukum (Kemanusiaan yg adil dan beradab), berdasarkan kerukunan (Persatuan Indonesia), berdasarkan sistem pemerintahan demokratis dan menghargai pendapat minoritas dan tidak mengandalkan kebesaran atau kekuatan (Hikmah dan kebijakan melalui permusyawaratan), berdasarkan sosialis (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat).
    Hhhh…. kita sudah punya yg paling lengkap tapi masih kurang puas….. seperti melihat rumput tetangga lebih hijau dibandingkan dg rumput dirumah sendiri.

    1. kebalikannya di negri kita kemendan : gurun pasir tetangga yang tandus bin gersang ternyata lebih merangsang, maklum ganjarannya PAHA-la 😆 ….

    2. Weee… Ada Komandan,
      Ya nih, judul diganti agar lebih unik. Data mbah google khan utk judul di atas khan masih jarang jadi saingan sedikit.

      Tambahan dari Akang sangat menarik, Sistem bernegara ada banyak dan Pancasila sepertinya paling pas untuk negeri ini. Kalau dibongkar-bongkar nanti khawatirnya malah jadi pasang bongkar tdk ada habisnya.

      Kalau mau diuji coba ya pakai sekala kecil spt di Aceh. Itu sepertinya sudah cukup adil.

    3. Dewiiii…… wakakkkk…. betis Ken Dedes aja bisa bikin kliyengan Ken Arok… apalagi paha 🙂
      eeh…gak nyambung neh 🙂 …. sstt niru gayane simbah.

      Hehe…kayaknya bangsa kita disuruh belajar lagi dengan sistem tatanegara secara langsung melalui kenyataan seperti Aceh yg masih berdasar Pancasila tapi menitik-beratkan pada keagamaan yaitu KeTuhanan YME berdasarkan Syariah Islam serta mempelajari sistem yg ada di DI Yogyakarta yg juga masih berdasar Pancasila tapi lebih dititik-beratkan pada sistem Kerajaan (monarki) karena Sultan merangkap sebagai Gubernur…jadi tidak belajar melalui buku lagi.

  11. hmmmm……..judulnya buat saya sedih………

    kebenaran itu ….cukup di khabarkan saja …..tak perlu dipaksakan ….itulah ….islam …….jika …dipaksakan ……itui artinya ……bukan islam ……kasihan saudara2 kita yang bukan islam …kaum minoritas……..itulah prinsip islam ……

    kalau kebenaran sudah dikhabarkan …ngak mau mikir isi kebenarannya….yaaaah ….salahmu dewe………masak hidup dinegeri yang damai ….bebas berfikir …..banyak waktu berfikir …..bukan jaman perang ….yang mau mikir aja susah ……khok ngak mau mikir …..terlalu…..

    agama ….itu perlu……karena kita harus adil pada diri kita sendiri …….didalam diri kita ….ada yang hak kita sepenuhnya ….ada yg separoh hak kita …..ada yang sama sekali bukan hak kita ……ruhh….mencari kenarannya dari mana dia berasal ……..makanya dia harus bisa menemukan tuhan yang sejadi ….yang menciptakannya……

    …….perhatikan PILBUP Kab Malng ………Tahun 2015 ……klu takdir ……

  12. @ KANG PNL !!!

    Komentar Akang selalu saya tunggu dan saya rindukan. Komentar yang bijak dan sebagai penyeimbang atau mungkin juga rem/tali kekang utk blog abal-abal ini agar tdk kebablasan.

    Komentar orang tua bijak berambut putih yang sudah banyak makan asam garam kehidupan serta mungkin juga paham ilmu tipu-tipu para pejabat dan pengusaha.

    Saya mencoba selalu terbuka atas kritik dan perbedaan. Selamat pagi Kang, tubuh boleh sakit tapi hati semoga tetap sehat.

    1. Salam damai dan selamat pagi…..

      Kadang seseorang yang cerdik dan cerdas , culas dan ambisius bisa berbuat merugikan orang lain…

      Kadang orang yang bodoh dan lugu bisa mengingatkan dan membuat orang sadar atas kesalahan yang sudah dilakukan. …

      Tidaklah mudah bila seseorang menyampaikan yang diyakini sebagai kebenaran kepada hal yang sudah dianggap sebagai kebenaran yang tidak boleh dibantah….

      Adakah dan apa bisa terjadi , kebenaran versus kebenaran lalu kebenaran siapa yang ternyata lebih benar….

      Dulu ada manusia yang dianggap atau menganggap dirinya berkedudukan tinggi dan mengaku sebagai utusan Tuhan mengatakan bahwa bumi itu datar dan matahari mengelilingi bumi ,ternyata apa yang dikatakan salah besar…

      Kebenaran ilmu atau teknologi diatas bumi ini adalah selaras dan sejalan dengan hukum alam yag sudah berlaku dan berjalan , teknologi manusia tidak mungkin mampu mengalahkan atau merubah hukum alam yang berlaku…

      Kebenaran nurani tidak akan musnah dan pasti akan hidup langgeng meskipun sedikit sekali manusia yang menjalankan dan percaya dengan hal itu…

      Nurani mungkin telah menjadi barang rongsokan dilingkungan kita atau dipermukaan bumi , nurani yang sepertinya telah ditumbangkan dikudeta oleh pola pikir dan keyakinan hasil karya kecerdasan kecerdikan manusia yang ambisius , nurani talah mati gerak dan sabdanya akibat dari itu kehidupan diatas bumi ini sudah hilang kedamaian dan tidak ada lagi keharmonisan antar mahluk / manusia…

      Apakah bisa bila ada agama dan kepercayaan mengajarkan hal hal yang keras atau sangat keras dan ajaran dan perintah itu tidak sesuai dan berlawanan dengan hati nurani…

      Apakah masih bisa dikatakan sebagai manusia wakil Tuhan bila apa apa yang diyakinkan dan yang dijalankan kepada banyak orang tidak selaras dan tidak senafas dengan Nurani….

  13. Ada suatu kepercayaan dan faham yang mengatakan bahwa diri kita bukan milik kita sepenuhnya , ada sesuatu yang maha ajaib yang bersemayam didalam diri , kita tidak ada hak penuh terhadap diri sendiri , kita tidak akan mampu melawan kekuatan dan kehendak itu sendiri…melawan sesuatu yang selalu hidup dan berkeinginan dalam tubuh kita..

    Kita tak bisa untuk sak karepe dewe terhadap diri sendiri , ada sisitim maha canggih dalam diri yang tidak bisa kita lawan , contoh yang paling gampang adalah kita semua tidak bisa menahan kantuk bila sel dan otak kita ingin istirahat dan bila kita sudah terlelap tidur maka semua hal yang indah dan menyakitkan akan sirna dan hilang , kita seakan sudah musnah,kesadaran kita untuk sementara waktu telah di non aktifkan sementara oleh sesuatu yang maha ajaib itu…kita seakan hilang entah dimana , kita seakan seperti gula atau garam yang terlarut dilautan

    Kalau keyakinan dan pemahaman itu dianggap sebagai suatu kebenaran maka dan kenapa kita dipaksa dan diperintahkan manusia lain untuk meyakini dan menjalankan hal hal yang berlawanan dengan pemahaman tersebut diatas…artinya kita meyakini bahwa kita tidak ada hak penuh terhadap diri sendiri lalu kenapa ada manusia berbuat memaksa dan mengambil hak kita untuk percaya dengan banyak hal yang diyakini sebagai kebenaran yang berdasarkan hati nurani , sifat alami dan kodrat yang sudah tertanam dalam hidup kita….

  14. Sebagai contoh yang paling gampang….

    Bila kita sebagai orang tua , maka kita pasti kasih dan sayang kepada anak anak dan cucu kita..rasa cinta itu timbul secara otomatis dan sangat alamiah, tidak ada hal lain atau pelajaran diluar tubuh yang mengajarkan itu dan kalaupun ada nasehat dan perintah untuk itu maka apa yang ditulis dan dikitabkan sebagai hukum hanyalah sebagai pembenaran rasa hati itu….rasa kasih dan sayang manusia kepada manusia lain , manusia yangberujud dan berstatus sebagai anak kandung , anak asuh , anak angkat dll…..

  15. Pemimpin atau penguasa suatu bangsa atau negeri maka dia adalah ibu atau bapak rakyatnya…..

    Pemimpin yang mengaku sebagai wakil Tuhan maka dia adalah ibu dan bapak dari semua mahluk manusia diatas bumi , maka apakah mungkin pemimpin itu berbuat memerangi , membunuh , memperbudak manusia , berbuat jahat kepada anak anaknya sendiri….

    Apakah cara itu bisa diibenarkan , dengan mengatakan bahwa Tuhan murka dan menciptakan neraka kepada mahluk Nya sendiri hanya soal beda faham menyembah Tuhan…..

  16. Banyak orang yang gagal memahami sekular, seolah-olah sekular itu seluruhnya mencampakan agama, membuang aturan agama dan menafikan standar moral agama. Sekular itu sesungguhnya memisahkan aturan agama di dalam negara, khususnya hukum publik. Begitu juga dengan moral agama, yang diterima hanyalah nilai moral agama yang universal, bukan nilai agama yang partikular. Mayoritas orang beragama khususnya islam memandang, jika sekularisasi terjadi maka akan terjadi kekosongan hukum dan moral. Seolah-olah hanya islam yang memiliki aturan hukum dan moral paling ideal. Sistem sekular banyak sekali variannya, dan masih mengakomodir hukum agama tapi sifatnya privat, misalnya aturan tentang zakat, wakaf, sedekah, waris, juga tidak melarang warga negara untuk beragama dan beribadah. Jadi tak bisa menggunakan logika, hanya karena negara ini mayoritas beragama (muslim), berarti bisa seenaknya memberlakukan hukum agama tanpa melalui persetujuan publik yang lebih luas…

  17. Jempol utk Kang Hime,
    Jempol juga untuk Kang Jarisakti,

    Menurut saya sih Pancasila adalah yang terbaik, jalan tengah untuk semua kelompok. Kalau diibenahi dan jalankan dengan benar sepertinya makmur, dibanding mencoba sistem lain.

    Kalau saya sih, pendukung sekuler. Rada aneh kalau lihat tokoh agama berpolitik atau jadi pejabat. Kalau jaman dulu sih ok, tapi zaman material dan ekonomi yg komplek seperti sekarang?

    Apa itu negara Islam? Sampai sekarang sepertinya belum terjawab dengan tuntas. Apakah Iran adalah sistem Islam? Apakah Arab Saudi, Pakistan, Taliban, HTI atau ISIS?

    Yang paling menarik menurut saya adalah urusan pajaknya. Apakah nantinya non muslim harus bayar pajak ekstra? Apakah nanti wanita boleh nyetir mobil? Apakah uang pajak nantinya akan digunakan untuk bayar petugas yg tiap hari harus patroli ngawasi orang nyetir, celana ketat, bagi2 coklat valentine atau orang pacaran?

    Apakah blog abal-abal ini nantinya akan digolongkan sesat 100%, para admin dan moderator diburu, dicambuk dan dikandangkan? Apakah nantinya ada petugas khusus yg tiap hari keliling didunia maya khusus memburu blog sesat? Weleh uang pajak habis untuk ngurus ginian doang….. Masih mending kalau punya banyak ladang minyak.

    *Weleh, keasikan ngetik, tak terasa kereta udah sampai stasiun terakhir…..

    1. Bung Karno , Bapak proklamator bangsa Indonesia / Nusantara terlihat sendiri dan menangis , terlihat sangat jelas dallam gambaran dunia gaib., apa sebabnya dan kenapa , maka dan semoga kita bisa mengira ira atau menduga….

      Salam Nusantara Jaya…

    2. Waaooooww….. sangat menarik infonya Cak JS.
      Salam Cak JS, Kang Wager dan saudara semuanya.
      Menurut analisa Cak JS….. kenapa beliau menangis?
      Suwun.

    3. Salam Mas ABR , sesdoyo sederek yang terhormat ….

      Peristiwa itu sudah cukup lama dan yang masih saya ingat adalah Beliau tidak rela , tidak ikhlas bila Nusantara telah menjadi seperti sekarang….

      Benarkah disuatu saat nanti ketika terjadi hal atau peristiwa besar maka Ibu Kota Indonesia pindah ke Palangka Raya Kalimantan Tengah ??…..Hanya Tuhan yang Maha Tahu….

      Salam Cinta Tanah Air

    4. Salam Cak JS.
      Tiap orang memang beda sikap emosinya terhadap sesuatu keadaan/kondisi situasi yang sama. Seandainya saya menemukan cara membuat pondasi dan kerangka rumah yg kokoh buat bernaungnya anak-anak…. suatu ketika anak-anak membongkar atau merubahnya maka sikap saya bukannya bersedih tapi marah. Yang bisa membuat saya sedih hanyalah rasa penyesalan…. yaitu kenapa itu bangunan rumah tidak saya selesaikan agar terlihat bagus dan nyaman sehingga bisa dinikmati oleh anak-anak sehingga mereka tidak perlu merubahnya disana-sini karena ketidak-tahuan mereka.
      Tentang ibukota, sebaiknya memang ibukota harus khusus tersendiri dan terpisah dari kota pusat bisnis… tentang lokasi tak jadi masalah tapi sebaiknya jauh dari kota yg telah ada saat ini…. bikin kota baru.
      Suwun infonya Cak.

    5. Salam Mas ABR ,

      Ia , saya mencoba memahami apa yang Njenengan sampaikan tentang Orang Tua dan hal hal yang telah atau akan diwariskan…..Nuwun

    6. Salam Mas ABR ,

      Iya terima kasih , saya mencoba memahami apa yang Njenengan sampaikandiatas tentang Orang Tua dan hal hal yang telah atau akan diwariskan…..

      Saya buta tentang politik, hukum , tata negara , sejarah dll tapi kami sebagai rakyat kecil hanya bisa tahu karena merasakan di kehidupan sehari hari apakah negeri ini sedang berjalan normal atau tidak beres……Nuwun

  18. Jadi, kalau mereka mengatakan, mari tegakkan sistem Islam, mereka sebenarnya sedang berkata, “Mari bermimpi dengan mimpi yang skenarionya saya buatkan.” (Kang Hasan)

  19. Di negara ,di tanah suci sana, perempuan TIDAK BOLEH membawa mobil sendiri, tidak boleh mengemudikan mobil. Perempuan juga tidak boleh pakai …(celana) jeans …Di Indonesia perempuan bebas membawa mobil, bahkan naik SEPEDA MOTOR. Pakai celana pendek boleh, jeans juga boleh … Mungkin ini bedanya negara agama dengan negara sekuler tapi berketuhanan … Terima Kasih Bung Karno. Terima kasih Bung Hatta. Terima kasih …Gus Dur …

    Saya bisa mengerti mengapa Bandara Jakarta namanya Soekarno – Hatta . Ndak terbayang nanti ada Bandara Suharto, Bandara Prabowo, apalagi …Bandara …Wage Rahadjo *) ! hehehehe …..

    ) tukang bikin onar dengan blog mbelnya

    1. Bandara Wage Rahadjo, bandara JS dll bukanlah suatu kemustahilan. Cuma bikinnya ya di blog abal-abal. Pesawatnya juga pesawat abal-abal atau pinjam pesawat mainan dari anak-anak.

  20. Salam mbelgedez
    semua sesepuh@mbah wager
    Saya sangat setuju pendapat sesepuh semua, PANCASILA harus dipertahankan. Negara harus diatas Agama. Bila perlu hilangkan partai politik yang berbau agama, mungkin ini salah satu penyebab pengkotak-kotakan masa di negri ini.
    Jadi negara islam? Negeri ini akan mundur beberapa abad.
    gak akan ada kartini2 atau srikandi2
    Perenang putri, pebalet dan sejenisnya.

    Salam

    1. Agama itu kedok Kang dan partai politik itu pekerjaan. Cuap cuap kepalkan tangan dapat duit. Jadi kalau dihilangkan pasti akan ditentang sampai titik darah penghabisan. Maha besar tuhan fulus.

  21. Mungkin yg membuat sistem Islam gak mikir ada agama lain di Indonesia ini, Sistem Negara Indonesia ini kok jadi Sistem Agama. Konyol

  22. Mungkin yg mendukung sistem Islam gak mikir ada agama lain di Indonesia ini, Sistem Negara Indonesia ini kok jadi Sistem Agama. Konyol

  23. Mungkin yg mendukung sistem Islam gak mikir ada agama lain di Indonesia ini, Sistem Negara Indonesia ini kok jadi Sistem Agama. Konyol

  24. Mungkin yg mendukung sistem Islam gak mikir ada agama lain di Indonesia ini, Sistem Negara Indonesia ini kok jadi Sistem Agama. Konyol, pikir dong

  25. Mungkin yg mendukung sistem Islam gak mikir ada agama lain di Indonesia ini, Sistem Negara Indonesia ini kok jadi Sistem Agama. Konyol, pikir dong

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s