Becik Ketitik Olo KetoLOL

Katagori Sastra, karya : Dharani Kharana

ng-alam4

Di Setiap Jaman Di Sepanjang Generasi Kehidupan Manusia Selalu Saja Ada Orang-Orang Yang Mejalani Jalan Kelepasan,

Bukan Satu Dua Tiga Yang Mampu Mencapai Pada Tingkatan Bahkan Sangat Tinggi,
Hingga Semesta Pun Dapat Di Saksikan Di Dalam Tubuh Sendiri

Bahkan Para Pertapa Dan Para Yogin Yang Menjaga Laku Disiplin Ala Malaikat Di Jalani Agar Mencapai Kesadaran Yang Di Maksud,

Ada Banyak Pencapaian-Pencapaian Luar Biasa Bahkan Tidak Jarang Di Antaranya Di Kenal Sebagai Tuhan Yang Sedang Menyibukan Diri Jalan-Jalan Di Bumi

Namun Di Dalam Kenyataan Tidaklah Di Setiap Jaman Ini-Itu Dapat Terjadi Revolusi Pengetahuan Kebenaran Sejati,
Yang Paling Nyata Justru Pengetahuan Kebenaran Sejati Semakin Lama
Semakin Luntur,
Samar Tercampur Lumpur Kehidupan Lalu Ditenggelamkan Oleh Kepalsuan

Kebenaran Hampir Punah Oleh Semakin Pekatnya Kegelapan Membuat Kehidupan Manusia Berada Tanpa Kemakmuran,
Yang Memiliki Pengetahuan Benar Mendapati Jalan Menjadi Sekaya-Kayanya,
Yang Hidup Sederhana Merasa Hidup Dengan Rasa Ketertindasan Harus Berlaku Separsah-Parsahnya,
Bahkan Yang Merasa Kenal Tuhan Malah Jualan Cocot Untuk Makan Anak-Istri

Senyatanya Keadaan Semakin Lama Merekam Kesan Kental Orang Yang Menjalani Jalan Kelepasan Dan Ketuhanan Harus Hidup Dalam Keterbatasan Matery,Sehari-Hari Terpaksa Sibuk Menjaga Kedamaian Hati Demi Kelepasan Pribadi,
Sehingga Tanpa Sadar Manusia Semakin Menjauh Dari Jalan Kesejatian Oleh Tidak Ingin Berada Dalam Keterbatasan Matery

Keadaan Seperti ini Semakin Lama Menimbulkan Kesan Miring,Seakan Orang Yang Menjalani Ketuhanan Di Anggap Sebagai Orang Yang Sedang Kalah Oleh Kehidupan Sendiri,
Di Anggap Sedang Prustasi Kemudian Berbulat Tekad Melarikan Diri Dari Hiruk-Pikuk Keramaian Hidup Menjalani Spiritual,
Kemudian Kenyataan Itu Di Gunakan Agen Kegelapan Dengan Memberi Label Pelaku Spiritual Sebagai Praktek Sihir Dukun Mistik,
Sejati Bukan

Saya Tidak Sedang Menyatakan Laku-Laku Mulia Mereka Yang Berjuang Hidup Di Jalan Kemuliaan Kelepasan Tidak Ada Guna,
Bukan Itu Maksud Sejati Yang Hendak Saya Kemukakan,
Maksud Sejati Lebih Kepada Mencoba Mengurai Sumber Keadaan Seperti ini-Itu Tetap Berlangsung Hingga Detik Saat Ini

“TANPA KEINGINAN BUKANLAH YANG TERTINGGI”

Kosong-penuh
Penuh-kosong

Ini Semata Sebab-Akibat,
Seluruh Akibat Ada Oleh Sebab Kehidupan,
Bukan Salah-Benar,
Adalah Pilihan Berdiri Menentu Arah Sebagai

Tuhan Dalam Pengetahuan/Wed Di Sebut Brahman,
Pelaku Jalan Kelepasan Di Sebut Brahmin, Brahmana,
Sehingga Dapat Dikatakan Ketuhanan Adalah Jalan Kelepasan Melebur,ESA,Brahman,
Menyatu Kesadaran Brahman

Pula Di Dalam Wed/Pengetahuan Disebut Seorang Brahmin Adalah IA Yang Dapat Menjalani Dua Kali Kehidupan Dalam Satu Kehidupan

Dalam Hal Ini Dapat Di Urai Sbb :

Manusia Lahir Dalam Bentuk,Penuh,
Sehingga Yang Menjadi Maksud Menjalani Kehidupan Utama Adalah Dari “Penuh” Menjadi “Kosong”
Melebur Keberadaan

Menjadi Kosong Adalah Berada Di Alam Tiada Bentuk,Atau Menjalani Kematian Selagi Hidup,
Disinilah Kedamaian Selalu Menemani Keseharian Para Yogin Brahmin Atau Pertapa,
Dan Extasi Kenikmatan Luar Biasa Yang Di Jalani Pencapaiannya Tidak Dapat Di Tukar Dengan Janji-Janji Kehidupan Matery Berupa Apapun

(Di Ketahui Satu Kehidupan)

Namun Sesungguhnya Tidak Berhenti Di Situ Saja Oleh Sebab Dua Kehidupan Harus Dijalaninya Dalam Satu Kehidupan,
Dan Hanya Jika IA Berkehendaklah Baru Dapat Kembali Lagi Melebur Ke Dalam Keramaian Hiruk-Pikik Kehidupan,

Yang Berarti Pula Harus Melepas Lagi Kedamaian Diri Sejati Itu Oleh Panggilan Kemuliaan,
Sehingga Keputusan Turun Kembali Dipastikan Terlaksana Guna Melebur Diri Kembali Di Keramaian,
Namun Tetap Pada Kukuh Menjaga Kedamaian Sang Diri

Begitulah Oleh Teramat Sulit Keputusan Melepas Kedamaian Diri Yang Harus Di Tanggalkan Kecuali Oleh Hentakan Spiritual Tertinggi

Oleh Maha Sempurnanya Alur Kebijaksanaan Semesta Sedemikian Di Sisi Inilah Penguasa Alam Makro Menjalankan Fungsi Utama Menanam Karma Kegelapan Jaman Ke Tubuh Sang Diri Untuk MemaksaNya Kembali Turun Ke Alam Keberadaan Guna Menjalani Kehidupan Yang Kedua

(Diketahui Kehidupan Kedua)

Inilah Yang Dimaksud Panggilan Alam Memegang Peran Utamanya,
Untuk Menyeret Sang Diri Yang Sudah Asik Menikmati Rasa Kedamaian Kelepasan,

Kesempurnaan Kebijaksanaan Semesta Bekerja Sangat Teliti Bahwa Hanya Dengan Panggilan Alam (Epos Makrokosmos Guna Kepastian Di Belahan Bumi Mana Tempat Lahir Sang Diri) Inilah Dapat Menyeret Kembali Sang Diri Yang Sisa-Sisa Hidupnya Hanya Menunggu Waktu Pulang Ke Rumah Asal

Sedemikian Mau Tak Suka Harus Mau Turun Kembali Ke Dalam Hiruk Pikuk Kehidupan,
Dengan Ke’Welas Asihan (Sedikit Terpaksa) Meninggalkan NikmatNya Kedamaian Tiada-Tara Hasil Susah Payah Sang Diri Menggapai Alam Kelepasan Penderitaan Rasa-Pikiran

Dan Keputusan Ini Tidaklah Mudah,
Butuh Waktu Panjang Dan Negosiasi Intensif Hingga Sang Diri Menyatakan Persetujuan,
Bahwasanya Melepas Keterikatan Di Kehidupan Pertama
Saja Menjalani Banyak Pengorbanan,
Mengorbankan Waktu,
Tenaga Bahkan Matery Hingga Menemukan Seseorang Yang Mau Mewarisi Keterikatan Pengetahuan Alam Dewa Maupun Sakti Yang Pernah Dimiliki Sang Diri

Mulai Efect Scziso Alam Tiada Bertuan Pun Kekuatan Dewa Bahkan Keinginan Terkecil Sekalipun Harus Tiada,
Jadilah IA Orang Bodoh Seakan Papah Tanpa Apa-Apa Dan Hanya Bisa Senyam-Senyum Menghadapi Bahaya Kematian Dan Atau Serangan Yang Setiap Saat Mengintai,
Oleh Itulah Kelir Yang Berkesan Di Diri Kehidupannya Hanya Kesan Lugu,Culun Dan Sedikit Tidak Cerdas Oleh Tiada Keinginan

Di Kehidupan Kedua
Semua Keadaan Yang Dijalani Timbul Oleh Bersikukuh Mempertahankan Kedamaian Di Hati,
Senyum Di Bibir Sejati Ungkapan Lips Service Dari Menahan Kesakitan Bertubi-Tubi Oleh Kasarnya Gesekan Energy Alam Kehidupan Yang Sedang Di Jajalnya Kembali,
Begitulah Sejati Bila Berkehendak Peleburan Yang Di Maksud Dapat Menjadi

Sedemikian Sejatinya Amat-Teramat Sulit Menurunkan Seseorang Dari Alam Kedamaian,
Oleh Harus Melepas Kedamaian Microcosmos Kembali Menjalani Peleburan Hiruk Pikuk Alam Macrosmos Hingga Mencapai Kedamaian Sama Selaras Yang Di JalaniNya Di Microcosmos

Jika Gagal Maka Gagal Pulalah Seluruh Yang Sudah Dilakukan Dan Mengulang Berulang-Ulang Menjalani Kelahiran-Kematian di Alam Kehidupan Hingga Waktu TerbukaNya Kembali Kesempatan Ke “JALAN-KELEPASAN”
Dan Kesempatan Seperti Itu Tidaklah Mudah Oleh Sebab Terlahir Ke Alam Kegelapan Menjalani Lupa

“Itulah Kebenaran Sejatinya”

Dan Sadari Eling Bahwa Tidaklah Patut Bersorak Sorai,Mengejek,
Menghina Bahkan Membenci Mencaci-Maki JALAN Seseorang Kecuali Dalam GUNA,
Sebab-Akibat IA Yang Memusuhi Akan Dimusuhi,IA Yang Menghujat Akan Dihujat,
Semua Itu Hukum Keberadaan

Tidak Apa-Apa Juga Bila Itu Oleh Sebab-Berakibat Sebegitulah Jalan Pemenuhan Ada Di Diri Sendiri-Sendiri,
Dan Selalunya Pada Eling Terbaik Menjadi

Ketahuilah Bahwa ada Tiga Sakti Alam Kelepasan,
Seumpama Tiga Jalan Pencerahan,
Tri Suluh Atman

Pencapaian Kelepasan Di Alam Bhur Adalah Lepas Dari Lupa,
Ada Dalam Kecerahan Kesadaran Badan Mencapai Kedamaian Oleh Kelepasan Di Swaha Level Ketiga Tertinggi Alam Bhur,
Melepas Ikatan Bhuta Namun Masih Di Bawah Pengaruh Kekuasaan Alam Para Dewa

Pencapaian Kelepasan Di Alam Bwah Menjalani Kedamaian Lepas Dari Ikatan Alam Para Dewa Mencapai Alam Swaha Level Ketiga Tertinggi Alam Bwah Dengan Memotong Akar Pohon Kalpa Berdiri Di Alam SwarRga

Sedemikian SwahaDiri Di SwahaRga Berada Dalam Getaran Energy Alam SwahAng,Alam Tidak-Bertuan,Alam Tak Berujung Bertepi Penuh Jebakan Rasa-Pikiran

Kelepasan Di Alam Cahaya Swaha Menjalani Kedamaian Nirwana,
Namun Masih Tetap Mengendarai Kehidupan Berada Di Atas Kereta Kencana Badan,
Sambil Santai Menunggu Ketentuan Waktu Penyelesaian Kehidupan Di Badan Wadag,
Pulang Ke Rumah Asal

Begitulah Disebut Alam Nirwana Tiada Alam Namun Masih Tersebut Alam Oleh Ikatan Badan WadagH

Di Atas Nirwana Adalah Tempatnya Mesin Genset Kehidupan,
Suara Mesin Ini Tidak Senyaman Di Alam Nirwana

Di Atasnya Lagi….!!!
Sudahlah Cukup Sekian Saja hehheeee…

-> Swaha/Alam Kehidupan Brahman Hidup Melebur Esa Cahaya Kehidupan
-> Bwaha/Alam Kehidupan Para Ksatria Pejuang Kemakmuran Hidup Melebur Menyatu Alam Para Dewa-Dewi
-> Bhur/Alam Kegelapan Tanpa Pengetahuan Kemakmuran Bergantung Welas-Asih Setitik-Sinar Pencerahan Sang Matahari

Jika Di Bagi Dalam Tingkatan Akan Menjadi Lima Alam + Dua

Tri Sakti Terdiri Dari :

1) Bhur/Bhuta/Gelap
2) Bwah/Dewa
3) Swaha

0) Alam Keempat Adalah Alam Tak Bertuan Pikiran (Ki Dalang Kehidupan)

3) Nirwana Alam Kelima
2) Alam Keenam Adalah Genset Penghidup Badan
1) HYang Ketujuh Mengetahui Seluruhnya

(Yang Satu Lagi Pembaca)

Kesemua Proses Itu Berawal Mula Dalam Pergulatan Alam Micro
Hyang Keseluruhan ITU Sebagai Tujuh-An,
Sedemikianlah Pemenuhan Jaman Dapat Di Ketahui

Oleh Kehendak Kebijaksnaan Semesta Alam Kehidupan Yang Sejati Di Maksud Berkehidupan Guna Terbaik,
Disinilah Panggilan Alam Berlaku Dari Kosong Kembali Menjalani Kula-Dharma,Kosong-Penuh,

“Melayani Dharma Dalam Swadharma”

Di Fase Inilah Pertualangan Melayani Seluruh Ini-Itu Pergulatan Melepas Segala Ikatan Wujud Kehidupan “KEDUA” Di Mulai Di Alam Macro Sedemikian Terlantun Dalam Canting Nyanyian Cahaya Kehidupan Dari Kosong-Penuh

Panggilan Alam (Kehendak Bebas alam Makro) Menjadi Sebab Seseorang Yang Sudah Mencapai Kekosongan Harus Turun Kembali Melepas Kedamaian Yang Susah Payah Di RaihNya Di Kehidupan Terdahulu,

Maka Segenap Kekuatan Dan Kekukuhan Hati Mempertahankan Kedamaian Di Diri Sang Diri Inilah Kesejatian Memiliki Pengaruh (Langsung) Pemenuhan Kedamaian Kehidupan Makrocosmos,
Dengan Patrun Brahma Cantih,
Kemakmuran Membawa Kedamaian

Nahhhhh….Sampai Disini Berdoalah Siang Malam 24 Jam Tiada Henti Tak Boleh Tidur,Jangan Lupa Bawa Bekal Tiker Bantal Selimut kopi,Pisang Goreng,Ubi-Bakar, Kembang Sebelas Macem Dan Air Minum,
Qeeeqeeeeqeeee
(*Joke)

Berdoalah Agar Sang Diri Ini Tetap Kuat Bertahan Menjaga Kedamaian Hati Guna Selaras Pada Cita-Cita Kemuliaan Makro Cosmos,Jika Gagal Maka Gagal Pulalah Seluruh Bangunan
Causa-Prima Cita-Cita Mulia Kehidupan

Di Fase Inilah Becik Ketitik Sang Olo Menunjuk Diri Ketoro Bukan Pada Sejati
Qeeqeeeqeeee

Begitulah Kebenaran Sejati Bekerja,
Dan Sang Tuan ITU Hanya Melayani GELORA Nyanyian Canting Atman Ghita,
Ini Ya Begini – Itu Ya Begitu,ini – Itu Ya Bgini Bgitu
Qeeeqeeeqeeeeqqeee

Ketahuilah Bahwa Bila Hanya Pengetahuan Terbaik Pada AKU Bersisa Di Dalam Akasic-Record Rekaman-Ingatan Kemuliaan Kebenaran Sejati,
Selebihnya Hanyalah Residu Kegelapan Seumpama Debu Cosmosich
Heh

Damai Di Hati,
Damai Di Dunia

By : Ray in Maya

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s