Burung Hantu Dan Mitos Sesat

burung-hantu3422DONGBUD. Burung hantu adalah nama yang cukup menyeramkan. Kenapa namanya burung hantu? Entahlah, mungkin karena kepalanya yang bisa diputar kebelakang sehingga terlihat menakutkan seperti hantu? Entahlah, padahal ayam juga kepalanya bisa diputar kebelakang khan? Atau mungkin karena selalu keluar malam hari? Entahlah, padahal jangkrik juga binatang malam namun namanya tetap jangkrik. Kemudian manusia juga suka keluyuran di malam hari tapi tidak digolongkan sebagai hantu. Entahlah, yang jelas, suka-sukanya manusia yang memberi nama.

Kembali ke topik, menurut wikipedia, burung hantu memiliki sekitar 222 spesies, tersebar di hampir semua negara. Merupakan hewan malam (nokturnal) namun ada juga spices yang aktif dan berburu makanan di siang hari.  Namun walaupun keluar siang hari, namanya tetap saja hantu. Mungkin tidak semua hantu suka gelap-gelapan kali ya? Entahlah…..

Di waktu kecil saya dulu, saya dibesarkan di daerah sentra penghasil kerajinan patung burung hantu. Kemudian di depan pintu masuk rumah kakek saya, memiliki sepasang patung burung hantu terbuat dari batu cadas berukuran besar dan mungkin sudah berusia ratusan tahun. Siapa pembuatnya tidak ada yang tahu. Di meja belajar sayapun duduk manis dua pasang burung hantu kayu berwarna hitam yang berfungsi sebagai penyangga buku. Jadi dari kecil saya sudah akrab dengan image burung hantu. Namun walau akrab, tetap saja tidak bisa menghilangkan ketakutan saya pada burung “sialan” ini.

burung-hantu

Credit image : owl-wan.com

Di zaman saya anak-anak dulu, di rumah kakek saya tidak memiliki toilet, jadi untuk buang hajat harus ke semak-semak di belakang rumah. Nah, terkadang tepat di atas kepala, si burung sialan ini berbunyi dengan suaranya yang nyaring tanpa kelihatan wujudnya yang tidak ayal membuat saya lari terbirit-birit ketakutan. Kemudian di kala ada tetangga yang mendapat kematian,  si burung sialan inipun tetap saja berbunyi dan malah terdengar lebih nyaring. Asem !!!!

Burung hantu dalam berbagai budaya

Di sebagian besar masyarakat Indonesia, burung hantu adalah simbol kematian, simbol maut, illuminati dan beragam simbol “tidak baik” lainnya. Mungkin karena image yang menakutkan inilah maka burung ini kurang populer untuk dipelihara, ditangkarkan atau dilindungi, padahal populasinya semakin menyusut. “Enak aja, siapa yang sudi menangkarkan hantu?”.

Di daerah Bali, barang kerajinan patung kayu berbentuk burung hantu berukuran kecil, sangat populer sebagai cendra mata (oleh-oleh). Namun pembelinya hampir semuanya orang asing. Tentu saja kerena di budaya kita, burung hantu memiliki image yang kurang bagus atau bahkan menyeramkan.

burung-hantu4930Lain padang lain belalang, di hampir semua negeri barat serta di banyak negara timur lainnya seperti China dan Jepang, burung hantu adalah sumbul kebijaksanaan, kemakmuran dan hal baik lainnya yang sama sekali jauh dari image hantu. Logo, boneka dan pernak pernik burung hantu yang cantik dan imut bisa ditemukan atau dijual di hampir banyak tempat. [Keterangan gambar : patung burung hantu dari Yunani, 640 BC]. Di budaya India, burung hantu dianggap sebagai kendaraan dewi Laksmi, simbol kemakmuran material dan spiritual.

Di negeri Jepang bahkan memiliki cukup banyak, “kafe burung hantu“. Di  kafe tersebut, kita bisa makan atau minum sambil bermain, mengelus-elus atau foto selfie dengan beraneka ragam burung hantu. Burung benaran lho bukan burung palsu. Kadang saya kasihan pada burungnya, mungkin stress karena selalu dielus elus oleh pengunjung.

PREDATOR ALAMI (sumber text : wikipedia)

burung-hantu1Burung hantu merupakan salah satu jenis burung hantu yang kerap digunakan sebagai hewan pembasmi hama tikus di sektor pertanian. Burung hantu merupakan musuh bebuyutan dari tikus. Karena itu mulai banyak petani maupun perusahaan pertanian yang menggunakan burung hantu untuk menanggulangi serangan tikus. Burung hantu lebih efektif dibandingkan pengendalian tikus menggunakan racun tikus, gropyokan (perburuan tikus melibatkan banyak orang secara bersama-sama dan serempak) dan lain-lain.

Sebagai predator alam, burung hantu jenis Serak Jawa merupakan pemburu tikus yang paling populer dan andal, baik di perkebunan kelapa sawit maupun di pertanianpadi. Dalam pertanian, sepasang burung hantu bisa melindungi 25 hektare tanaman padi. Dalam waktu satu tahun, satu ekor burung hantu dapat memangsa 1300 ekor tikus.

Burung hantu juga merupakan predator tikus yang efektif di perkebunan kelapa sawit. Penggunaan burung hantu bisa menurunkan serangan tikus pada tanaman kelapa sawit muda hingga di bawah 5 persen. Dari segi biaya, pengendalian serangan tikus menggunakan burung hantu lebih rendah 50 persen dibandingkan penanggulangan tikus secara kimiawi. (sumber : wikipedia) 

Burung hantu dalam berbagai bahasa daerah

Terkadang saya berpikir, penamaan dalam bahasa Indonesia berpengharuh terhadap image buruk dari burung imut ini. Di bahasa negeri lain, burung hantu memiliki nama tersendiri yang sama sekali tidak ada tambahan”hantu”-nya, seperti OWL untuk bahasa Inggris. Di beragam bahasa daerah di nusantarapun, nama burung ini tidak ada nama hantunya. Di Jawa misalnya, nama burung ini adalah darès atau manuk darès di Sulawesi Utara, burung hantu dikenal dengan nama Manguni. Di Bali, namanya adalah celepuk.

Demikianlah tulisan acak-adul tentang burung hantu, simbol atau maskotnya blog abal-abal. Jadi dimohon pembaca tidak kaget kalau melihat gambar burung hantu bertebaran di blog ini. Lha, khan blog sesat.

Wage Rahadjo

Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Burung_hantu

Credit image (top) : junglewalk.
Thank you for all photographer / image owner

8 thoughts on “Burung Hantu Dan Mitos Sesat

  1. Salam mbah wager
    Cerita burung hantu memang kadang dihubungkan dengan kematian, didesaku ada keluarga yang takut kalau ada burung hantu dilingkungannya dan berusaha mengusir dengan jalan apapun kalau burung nya hinggap di pohon yang tinggi dia cabut rambutnya terus dibakar entah kebetulan atau gak tak lana itu burung pergi. Kalau aku gak vegitu perduli.
    Terdengar burung hantu suaranya merdu kuk…kuk…kuk…kuk 2x

    1. Kang CAHYO,
      Tambahan yang menarik dari Akang. Kalau tdk keberatan, bisa disebutkan nama daerahnya atau desanya Kang? Mau ditambahkan sebagai referensi budaya, jadinya mitos ini bisa dibaca oleh anak cucu.

      Itu cabut rambut dan dibakar itu maksudnya rambutnya siapa? Rambut burung atau rambut orang? salam abal2

  2. Slam abaL2…
    Wahh la densus 88 juga simbul corp_nya burung hantu… Tapi koq nggak sesat…
    Heheheee
    Klo kata alm.bapakku dulu itu burung namanya khokok belok…
    Ά̲ρ̥̥å krna suaranya yg bunyinya seperti itu yaa … Entahlah juga mbah…
    Namun memang mbah itu burung pnya pesona kelam,laa nyatanya d daerah banjarnegara (desa manta istri) klo itu burung bersuara… Wahh… Satu kampung Ԍᵃᴷ brani kluar mbah…
    Kecuali saya… Hehehee

    1. Terima kang atas tambahannya. Nantinya kepercayaan di daerah banjarnegara ini akan saya tambahkan sebagai referensi. Wah, Akang ternyata pemberani, otot kawat tulang wesi, ndak takut sama burung.

      Emang logo densus 88 itu benaran burung hantu? saya cek wikpedia, kalau bahasa inggris logonya burung hantu tapi kalau edisi bhs indonesia logonya dua borgol. entah mana yang benar.

      salam abal2

  3. @ Simbah,

    burung hantu is cute kok mbah, saya juga punya, beli di pasar tradisional, tas dari kain perca (tambal sulam) yang bentuknya burung hantu, murah hanya Rp 15 rb, walau tak pernah saya pakai, tapi saya sudah puas memandanginya sebagai hiasan yang unik untuk cuci mata.

    menarik sekali menyimak cerita masa kecil simbah yang mendapatkan souvenir dua pasang burung hantu dari Ayahanda tercinta, siapa sangka patung burung eksotis itu ternyata bisa menjadikan kenangan terindah simbah sepanjang kaki melangkah, walau jauh hingga ke negri sebrang 🙂 …

    1. Nuwun Dewi,
      Cerita tentang burung hantu memang menarik, termasuk juga cendramata dan pernak perniknya. Tapi…. entahlah, masyarakat kita sepertinya lebih tertarik dengan cerita hantu tanpa …….. burung.

  4. @salam mbah
    Wah ya rambutnya sendiri dong mbah yang dibakar cuma ambil sehelai, itu bukan tradisi desa cuma kepercayaan dia yang entah asalnya dari mana gak tau. Kalau aku yang penting nyanyi ajaTerdengar burung hantu suaranya merdu. Kuk…kuk…kuk…kuk 2x
    He…he…he…
    salam mbelgedez

  5. @ Salam Kang Cahyo dan terima kasih atas infonya. Burungnya ternyata peka dan tahu diri sehingga terpaksa pergi demi membuat manusia bahagia.

    Waduh topik burung-ku sepi peminat.

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s