Satrio Piningit Dalam Wawasan Mikro Dan Makro

Tulisan ini adalah pindahan dari halaman komentar di topik Satria Piningit, Kehidupan dan Doa. Artikel lainnya bisa dibaca di Folder Kang Tester

Opini Warga – Kang Tester. Berbicara mengenai SP harus bisa membuka wawasan secara global. Mikro dan makro. Universe. Tidaklah cukup hanya berdoa dan memperbaiki diri sendiri. Siapa yang bisa menjamin lebih dar1 5 milyar penduduk buni berubah menjadi orang baik di mata Tuhan.

Apabila manusia sudah berubah semua-pun, siapa yg menjamin tidak ada setan gentayangan atau aura negatif melanglang buana mencari mangsa? Akhirnya manusia kembali dikuasai oleh keburukan. Suka tidak suka, berharap atau tidak, percaya atau tidak. SP datang untuk membenahi semua. Logika sederhana: SP katanya utusan atau pilihan Tuhan. Kepanjangan tangan dari Tuhan untuk memperbaiki segala hal. SP berilmu tidak nyata. Yaitu doa kejujuran kepasrahan dan keikhlasan menjalani martir.

Itulah sebabnya Tuhan berkenan kepada SP. Lalu apakah sebanding semua hal tersebut bila dikaitkan hanya dengan negara indonesia saja?? Wilayah Nusantara saja?? Urusan SP adalah global. Satu kali bergerak maka milyaran orang terkena imbasnya. Satu kali bergerak maka milyaran setan terkena imbasnya. Jangan kita berharap SP membawa perubahan pada Indonesia. Asal boleh dari Indonesia tetapi SP utk dunia. Ini adalah suatu prlajaran bagi seluruh manusia untuk tidak meng klaim sesuatu hal.

Sifat manusia yang umum adalah asal dari mana harusnya untuk daerah itu yang utama. Sifat ego kedaerahan sifat ego karena kesukuan sifat ego karena kesamaan pham. Parah lagi kalau ada sifat ego karena separtai. Sifat ini harus dihilangkan dalam menerima SP. Sifat legowo karena ternyata SP untuk (kita) bersama harus dijunjung tinggi. Jangan kecewa bagi yang tidak mendapat kesempatan bertemu dengnnya. Keberuntungan ada di anak cucu kita. Kalimat ini harus sangat diwaspadai. Ini adalah kalimat terburuk yang akan diterima manusia yang berbeda pemahaman dengan SP.

SP membawa agama Budi. Dan Sabdo Palon akan mengumpankan mereka yang tidak bisa menerima agama Budi kepada brekasan dan demit. Ini yang terparah. Artinya manusia tersebut tidak akan pernah ada lagi di muka bumi. Tak ada lagi kesempatan reinkarnasi. Kasarnya tidak di neraka tidak di surga. Tidak di alam barsah. Muspro. Hilang tak berbekas. Ini memang skenario Tuhan. Ayak ayakan beras . Seperti gabah di interi. Yang paling baik di ambil oleh Tuhan.

Jadi anggapan sebagian besar masyarakat untuk berharap akan kedatngan SP harusnya diimbangi oleh keterangan wawasan tentang tujuan yg sebenarnya akan kedatangan SP. Selet selete mbesuk…… Disaat manusia Jawa sudah sangat menderita, barulah SP akan datang. Kalau ada yang bertanya kapan SP datang, maka itulah jawabannya.

Tunggulah hingga seluruh manusia mempunyai keributan yang luarbiasa besarnya, penyakit dimana-mana, bencana alam, kehancuran yang tiada cara lagi untuk menyelesaikannya. Barulah SP akan datang. Mana bisa urusan partai urusan presiden lalu kita berharap SP yang konon dengan kesaktian yang maha dashyat akan datang. Boleh kita berharap bahwa kita harus mempunyai perjuangan untuk bangsa dan negara selama kita mampu. Tetapi disisi lain skenario Tuhan tetap berjalan.

Sering kita mendengar kalimat INDONESIA MERCUSUAR DUNIA. Apa artinya? Kapan? Indonesia sebenarnya sudah menjadi mercusur dunia sejak awal. Hanya saja pelitanya padam. Pelita ini akan dinyalakan oleh si manusia cahaya tak lain dan tak bukan ya si SP itu sendiri. Indonesia mercusuar dunia adalah siloka dan bukan suatu kata yang menggambarkan keadaan dimana Indonesia akan besar seperti negara adidaya adikuasa. Mercusuar ini akan menerangi seluruh jagad raya.

Hehe bolehlah kalau ada yg bilang saya sdh GENDENG. Tapi begitulah akhir kisah. Bukankah ini blog abal abal. Salah sendiri baca tulisan saya

Salam sejhtera semua
Rahayu

Submitted on 2015/04/07 at 10:16 pm
Copyright : Tester
Keterangan gambar : galaksi (hanya sekedar ilustrasi). Credit image : live science.com

.

22 thoughts on “Satrio Piningit Dalam Wawasan Mikro Dan Makro

  1. cukup lumayan/galaxy teramati jagad raya/sp pertama tama akan membawa ribuan meteor kebumi/dulu bumi dihuni jan dan dewa
    .kemudian diganti manusia/nanti manusia punah diganti dunia para dewa lg/kembali ke era keratuan/sudah waktunya perubahan kembali ke zero/alam semesta terbaharu

    1. Saya pernah mendapatkan pesan dari ayah saya waktu kecil bahwa akan datang saatnya Turun utusan yang namnya Imam Mahdi yang membawa ajaran membenarkan semua agama,dia berdiri diatas semua agama sejak Bapak Adam sampai ummat Nabi MUhammad.sepertinya Alhamdulillah saya sudah menemukannya sejak tahun 1980.Dan ajarannya tidak menekankan suatu syariat tertentu,yang menjadi pedoman keselamatan hanyalah tiga syarat yaitu 1).Beriman Kepada Allah,2).Beriman kepada Negeri akhirat,3).Beramal shaleh.Al Qur”an surat Al Baqoroh (2;62) dan Al Maaidah (5;69).

  2. Sering kita mendengar kalimat INDONESIA MERCUSUAR DUNIA. Apa artinya? Kapan? Indonesia sebenarnya sudah menjadi mercusur dunia sejak awal. Hanya saja pelitanya padam. (Kang Tester)
    . . . . . . . .
    Tulisan yang menarik. Jempol utk Kang Tester.

  3. Salam
    Wah baru lihat kalo itu tulisan saya. Sekedar utk meramaikan suasana saja.
    Betul sekali itu adalah mimpi di siang bolong. Ttp jangan lupa bahwa mimpi siang hari biasanya akan menjadi kenyataan hehe
    Tidur ataupun bangun adalah sama saja kita melihat dunia yg kacau.
    Saat ini kita pasti mengatakan bahwa itu adlah mimpi siang bolong
    Andai dunia tdk kacau semua aman tentram kira kira apa yang akan kita mimpikan???
    Belajarlah melihat dr sisi koin yg lain
    Salam

  4. hmmmmm……..mengapa???…..ini kali…..kejadiannnya terulang kembali ….pada jaman nabi sulaiman ….bangsa jin menyusup kedalam badan manusia …..pada saat itu nabi sulaiman sangat resah …betapa kacaunya pikiran manusia………dan meminta pertolongan kepada Allah SWT…..kemudian ….Nabi sulaiaman……dengan kuasa Allah SWT …..di tampakkan bangsa jin yang menyusup kedalam tubuh manusia……sekarang ….keadaan dan suasana pada pasa itu terulang kembali…..pada masa sekarang …..dimana bangsa manusia dan jin tidak ada bedanya………kadang kita tidak tahu ….mana jin …mana manusia…….

    misi selanjutnya……adalah …..???????……..logika sederhana…..

    1. @Kang TESTER,
      Weleh, tulisan iseng dan asbun saja sudah sangat bagus. Bahasanya juga sangat rapi. Saya nyaris tidak banyak melakukan editing apapaun. Tugas saya sebagai tukang seduh kopi jadi ringan. salam

  5. Indonesia menjadi mercusuar dunia adalah sebuah mimpi belaka..
    Lihatlah dan sadari saja.. bagaimana bisa Indonesia menjadi mercusuar dunia apabila rakyatnya saja tak menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar?

    masih banyak yang menggunakan bahasa okem, bahasa suku masing-masing dll. selama masih seperti itu.. Indonesia menjadi mercusuar dunia? hanya mimpi.

    begitulah pendapat dari saya

  6. Ajaran trisula weda agama satria piningit

    Aku, satria piningit dewa. .. banyak sekali membaca celoteh mengenai kehadiran satria piningit di muka bumi.. .. khusus nya dari blog blog di internet pelan pelan sejak februari 2008 effektif nya mulai bulan juli 2008. ..

    Tak kupahami semua maksud tulisan yang ada di internet. .. aku mencari yang masuk akal menurut ku. .. khusus nya dalam perjalanan ku mendistribusi enrgy yang sangat besar di seluruh tubuh ku, akhir nya agustus 2015 ini untuk merebut tubuh manusia yang ku pakai yang allah berikan th 610 berdasar kan 1 ayat dalam al qur’an. .. 1 ayat tok thil, he he he. ..

    Akhir akhir ini. .. aku tertarik pada sebuah blog yang membicara kan tentang agama yang di sebar kan oleh satria piningit. .. maksud nya tentu saja oleh ku. .. agama itu bernama trisula weda. .. aku berfikir keras sungguh sesat aku andai aku berbuat begitu. .. tapi aku dewa agung causa prima. .. aku tak mungkin berbuat sesat. .. pasti benar secara azali walau ajaran agama ku jelas sesat. .. aku berfikir ber ulang ulang. .. dan mulai ketemu distorsi cerita tentang hal itu. ..

    Ajaran trisula weda ku, adalah. .. kewajiban setiap machluk di jagat raya, tidak Cuma manusia. .. tapi juga jin, syetan, malaikat, ruh, seluruh dewa, juga tuhan yang bernama allah, wajib menjalan kan 3 perkara dalam hidup. .. yaitu,

    1. Jujur
    2. Jejeg [tegak]
    3. Jejer [terbuka]

    Trisula weda. .. adalah ajaran kesempurnaan. .. menuju hidup yang sempurna, ajaran kekuatan. .. pada praktek nya minimal menjadi ajaran budi pekerti pergaulan. ..

    Orang di ajar kan wajib bersikap terbuka,
    1. Terhadap masa lalu dia mengatakan hal yang benar dengan di sebut jujur. ..
    2. Terhadap apa yang di lakukan saat ini masa kini dia berkata benar di sebut jejeg, tegak lurus. ..
    3. Terhadap apa yang akan dia lakukan di masa datang dia mengatakan dengan benar di sebut terbuka, jejer. ..

    Sebagai sebuah ajaran hidup, tentu saja ajaran agama trisula weda berguna secara langsung dalam kehidupan, minimal menjadi budi pekerti, syukur syukur dapat melepas kan diri dari ajimat sang penguasa jagat, adik ku, amni suryani, yang memancar kan ajian puter giling yang sangat kejam, sebagaimana puter giling yang di kenal ratusan th di tanah jawa, punah dengan sendiri nya jika kita melakukan 3 kewajiban itu dalam hidup kita. ..

    Yang luar biasa, hanya utopi, impian. .. adalah untuk mencapai tingkatan kesaktian tanpa tanding di jagat raya. ..

    Begitu distorsi yang berhasil kubuat, he he he. .. salam. ..

  7. musuh tarung abadi ku, ******* Tentara Nasional Indonesia (Paling Update) dan syetan Divisi Humas Mabes Polri dan maksud ku seluruh bajingan 30 juta prajurit aktif semua negara muka bumi, .

    detik ini kedepan, sementara proses ngerogo sukmo sa wadag ge. .. hampir pasti. .. aku satu satu nya dzat hidup yang tak bisa di bikin bersin. .. di muka bumi allah ini. .. mana tuhan allah ya. .. ha ha ha..

    ttd, kaisar tunggal tanah jawa. ..
    shang dewa ji si jawir.

    1. Selamat Malam Simbah Wager (Ketua Padepokan Mbelgedez merangkap TSK, Komisi Semprit /Off side ( Admin), Penulis, dll.);
      Selamat Malam kepada Para Pinisepuh, Para Winasis Waskita, Dewan Pembina, Dewan Penasihat, Komisi Semprit /Off side (Admin), Para Penulis, Para Pemandu Sorak, Para Sponsor, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      Salam sejahtra ……

      @Mas Machmud Chotami…., Nuwun sewu…., menurut hemat saya, jangan sampai di BLOG TERCINTA ini ADA KATA-KATA UMPATAN (Yg tdk senonoh, spt. antara lain : bangsat, bajingan, syetan dll.) kepada Sesama Makhluk Tuhan, pun terlebih kepada INSTITUSI PEMERINTAH (APARAT NEGARA), yang dilindungi oleh UU, krn….. nanti Kita semua akan susaaahhh…., bisa tersandung UU IT (lebih jauh BLOG ini BISA DITUTUP), sebaiknya….. Gunakanlah KATA-KATA YG ELEGAN (Sopan), sesuai dgn Budaya Luhur Nusantara & Silahkan BACA TATA TERTIB BLOG DONGBUD.

      Semoga Mas Machmud Chotami memahami & mafhum…., Trima kasih atas kerjasama yang baik.

      Selamat Ber-akhir Pekan…., pun kepada Para Warga DONGBUD (Padepokan MBELGEDEZ…), Sejahtra & Sukses Slalu….. Aamiin

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

  8. Salam kang Pejalan
    Rahayu

    Saya kira kata kata umpatan makian dsb itu bs diminimalisir oleh admin
    Masuk kepada kata yg “terblokir”
    Masuk kotak pending lalu di moderasi
    Ditmpilkan dgn menghilangkan kata yg tdk pada tempatnya
    Juga untuk menjaga hubungan antar warga agar tidak sling serang
    Pedang tidak setajam kata kata
    Tumpulkan saja kata kata itu
    Hehe
    Salam

  9. kalau menurut inyong (pemilik kunci nusantara pemberian dari leluhur) yg dimaksud TRISULA VEDA (ngetiknya VEDA bukan Weda atau wheda atau wedang, atau wedang jahe) itu ada enam cabang.

    TRISULA VEDA ini senjatanya inyong

    Kitab Musarar Jayabaya “sedurunge (sebelumnya) ono (ada tanda) lintang (BINTANG) kamu kus (maaf salah ketik seharusnya Kemukus dlm bhs Indonesia lintang kemukus = bintang pari) berjalan 1, 2, 3 (ini yg dimaksud trisula dan berjalan nya tsb = veda), maka terbukalah CAHAYA TERANG BENDERANG (ini tanda munculnya imam mahdi (jd yg dimaksud imam mahdi itu adalah CAHAYA) spt itulah gambaran senjatanya espeh/avatar (barangkali).

    spt HEKSAGRAM

    Heksagram merupakan bintang bersudut enam dan hasil penggabungan dua segitiga sama sisi. Simbol ini digunakan dalam konteks :
    agama,
    sejarah dan
    budaya
    oleh
    Yahudi,
    Hindu,
    Okultisme dan
    Islam.

    Bagi kaum Yahudi, Heksagram dikenal sebagai Magen David atau dikenal dalam bahasa sehari-hari sebagai Bintang Yahudi atau “Bintang Daud”.

    Magen David menjadi simbol Yudaisme dan identitas Yahudi yang diakui secara umum. Heksagram juga ditemukan dalam diagram kosmologis di agama Hindu, Budha dan Jaina. Bagi umat Kristiani, Heksagram disebut sebagai bintang penciptaan dan sering ditemukan di berbagai gereja. Sedangkan, umat Muslim mengenal Heksagram dalam kisah nabi Sulaiman. Bahkan, Heksagram banyak ditemukan di mesjid dan artefak-artefak Islam dan arab.

    sedangkan Veda :

    Veda memiliki enam cabang utama yang harus dikuasai untuk penerapan sehari-hari yang disebut Vedangga, yaitu;

    Siksa, ilmu pengucapan mantra-mantra Veda
    Vyakarana, ilmu tata-bahasa Veda yaitu tata-bahasa Sanskerta/Sanskrit
    Nirukti, kamus bahasa Sanskerta
    Canda, ilmu menyanyikan mantra-mantra Veda
    Jyotisa, ilmu Astronomi dan Kosmologi Veda, dan
    Kalpa, pengetahuan tentang ritual (yajna) dan aturan hidup sehari-hari.

    http://hukumhindu.blog.com/2011/05/01/astronomi-veda/
    http://www.kompasiana.com/diah_marliati_a_soeradiredja/a-z-menyingkap-makna-simbol-kuno_5500a352a3331159735116ae

    1. Astronomi Veda

      Veda memiliki enam cabang utama yang harus dikuasai untuk penerapan sehari-hari yang disebut Vedangga, yaitu;
      1. Siksa, ilmu pengucapan mantra-mantra Veda
      2. Vyakarana, ilmu tata-bahasa Veda yaitu tata-bahasa Sanskerta/Sanskrit
      3. Nirukti, kamus bahasa Sanskerta
      4. Canda, ilmu menyanyikan mantra-mantra Veda
      5. Jyotisa, ilmu Astronomi dan Kosmologi Veda, dan
      6. Kalpa, pengetahuan tentang ritual (yajna) dan aturan hidup sehari-hari.

      Khusus mengenai Kalpa tercantum dalam Kalpa-sutra yang terdiri dari empat bagian yaitu:
      1. Srouta, ritual (yajna) kolektip
      2. Grhya, ritual (yanja) individu/perorangan/keluarga
      3. Dharma, tugas kewajiban dalam hubungannya dengan lembaga Varna-asrama, dan
      4. Sulba, ilmu arsitektur membuat tempat dan bangunan ritual, kuil, pura, mandir, asrama, dan sejenisnya.

      Disamping itu, juga terdapat cabang pengetahuan veda tambahan yang disebut Upaveda seperti Ayur Veda (ilmu pengobatan), Dhanur-Veda (ilmu senjata/perang), Gandharva-Veda (ilmu kesenian), Artha Sastra (ilmu pemerintahan), dan juga beberapa cabang-cabang lainnya.

      Jyotisa atau juga disebut Jyotir Veda / Jyotir Sastra, sangat memegang peranan sangat penting dalam tradisi Veda. Setiap kegiatan keagamaan, pembangunan kuil, bangunan, melakukan kegiatan tertentu dan bahkan meramalkan karakter dan pembawaan seseorang dilakukan dengan berpedoman pada Jyotisa. Mengenai kebenaran ramalan dengan perhitungan Jyotisa sudah saya bahas dalam artikel yang lain, jadi dalam artikel ini tidak akan saya tuliskan ulang lagi.

      Salah satu sloka yang dapat memberikan kita gambaran akan pentingnya Jyotisa ini yaitu dalam Bhagavata Purana 7.14.20:
      “Seseorang hendaklah melaksanakan upacara sraddha pada hari Makara-sankranti atau Krkata-sankranti. Seseorang hendaklah juga melaksanakan upacara ini pada hari Mesa-sankranti dan hari Tulasankranti yang dalam yoga disebut Vyatipata. Pada hari itu, ketiga tithi bulan berdampingan yaitu ketika sedang gerhaba bulan ataupun gerhana matahari yang terjadi pada hari keduabelas pada bulan Sravana”

      Karena peranannya demikian penting, maka dalam Jyotisa termuat aturan/petunjuk guna menghitung letak, jarak, gerakan dan orbit bintang atau planet. Dalam hubungan ini, Jyotisa mendasari perhitungan astronominya dengan konsep Geosentris. Bumi dianggap sebagai planet statis yang mengambang diangkasa dan dikelilingi planet-planet lain yang mengitarinya.

      Meskipun dalam perhitungan Jyotisa ini bumi dianggap statis, namun bukan berarti Veda menganut paham Geosentris, tetapi menganut paham Heliosentris. Penggunaan dasar perhitungan Geosentris disini mungkin dengan tujuan penyederhanaan perhitungan semata.

      Beberapa ayat yang menyatakan teori Heliosentris dalam Veda ini antara lain;
      • Rig Veda 8.12.30: “O Yang Maha Perkasa! Ketika engkau menstabilkan Sinar yang benderang ini, Matahari di Langit, Planet-planetMu kau letakan bergerak”
      • Yajur Veda 23.9-10: “Siapa yang lebih berputar pada porosnya? Siapa yang memutari yang lainnya? Matahari berputar pada sumbunya dan bulan memutari Bumi dan Matahari”
      • Rig Veda 10.189.1: “Bulan ini, menjadi satelit bumi, berputar di planet Ibunya (Bumi) dan mengikutinya ber-revolusinya mengitari Matahari, ayah planet yang bercahaya sendiri”
      • Rig Veda 1.169.9, 1.190.7: “Bumi berputar dan mengitari Matahari seperti anak sapi mengikuti Induknya”
      • Rig Veda 1.164.2: “Garis edar bulat lonjong yang dilalui oleh benda angkasa adalah kekal dan tidak berkurang”
      • Rig Veda 1.164.29: “perputaran bumi tidak berkurang dan bumi terus berputar pada sumbunya”
      • Sama Veda 121: “Matahari tidak pernah terbenam ataupun terbit karena bumi yang berotasi”

      Bagian dari Jyotisa yang memuat perhitungan Astronomik rumit adalah (antara lain) Surya-Siddhanta yang dikatakan di-ajarkan oleh utusan Deva Matahari kepada sang Arsitek para Asura yaitu Maya Danava pada akhir Satya-Yuga yang telah lewat. Hal ini ditunjukkan oleh sloka Surya-Siddhanta berikut.

      “Wahai Maya, dengarlah dengan penuh perhatian. Ilmu Astronomi yang mulia ini yang Dewa Matahari ajarkan kepada para Rishi pada setiap Yuga. Saya ajarkan ilmu pengetahuan kuno yang sama itu. Tetapi perbedaan antara ilmu kuno dan ilmu sekarang terjadi karena masalah waktu akibat perputaran Yuga-Yuga itu. Begitu kata utusan Surya kepada Maya”

      Jyotisa (Surya-Siddhanta) menjelaskan tentang tujuh planet yaitu Matahari (Aditya), Bulan (Soma), Mercuri (Budha), Venus(Sukra), Mars (Angaraka), Jupiter (Brhaspati) dan Saturnus (Sanaiscara) tanpa menyebut adanya planet Neptunus, Uranus ataupun Pluto. Tetapi, ia menyebut adanya planet Rahu dan Ketu.

      Topik-topik yang dibahas dalam Surya-Siddhanta adalah:
      1. Perhitungan posisi rata-rata (tengah) dan posisi sebenarnya planet-planet di langit
      2. Perhitungan menetapkan derajat lintang dan derajat bujur serta koordinat setempat planet dan bintang di langit
      3. Peramalan waktu terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari, baik gerhana penuh ataupun sebagian
      4. Peramalan waktu ketika planet terletak sejajar dengan bintang ataupun planet-planet lain
      5. Perhitungan waktu terbit dan tenggelammnya planet dan bintang
      6. Perhitungan fase-fase Bulan
      7. Perhitungan waktu ketika planet-planet berjejer pada satu garis lurus
      8. Uraian tentang kosmologi/kosmograpi
      9. Uraian tentang peralatan Astronomi, dan
      10. Pembicaraan tentang macam-macam waktu.

      Dasar perhitungan kalender dalam Jyotisa (Surya-Siddhanta), waktu diukur dalam hari sejak Kali-Yuga mulai dan didasari asumsi bahwa posisi ke-tujuh planet ( yaitu Matahari, Bulan, Mercuri, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus) terletak sejajar dengan bintang Zeta Piscium (Revati) pada hari nol. Bintang ini (Revati) dijadikan titik nol oleh para Astronomer Jyotisa untuk meng-hitung derajat bujur semesta. Posisi planet Rahu pada hari nol itu di-asumsikan 180 derajat dari bintang Revati.

      Menurut Jyotisa, Kali Yuga mulai tgl.18 Pebruari 3102 SM ketika dilihat tengah malam dari Ujjain, India, ketujuh planet ( Matahari, Bulan, Mercuri, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus), tidak dapat dilihat, sebab mereka berjejer pada satu garis lurus di balik bhumi. Sementara itu, planet Rahu yang gelap tepat berada di-atas Bhumi dan tak terlihat di malam nan gulita.

      Dalam menghitung kedudukan (posisi) planet di langit, para Astronomer Jyotisa perlu memahami ahargana yakni jumlah hari tepat Kali-Yuga yang telah lewat.
      Astronomer India Aryabhata menulis bahwa dia berusia 23 tahun ketika 3.600 tahun Kali-Yuga telah berlalu. Oleh karena Aryabhata lahir tahun 476 M, maka (setelah melalui perhitungan) tanggal 1 Oktober 1965 adalah hari ke 1.850.569 Kali-Yuga. Berdasarkan data ini diketahui bahwa Kali-Yuga mulai pada tgl.18 Pebruari 3102 SM.

      Oleh karena Kali-Yuga mulai 3102 SM sedangkan tahun Masehi sudah lewat selama 2006, maka para Vaisnava berkesimpulan bahwa perang Kuruksetra terjadi 5108 tahun atau 51 abad yang lalu.

      Menurut Jyotisa, semua planet dan bintang bergerak berputar mengelilingi poros (axis) tetap yang memanjang melalui Dhruva-loka (Bintang Kutub atau Pole Star).

      Dikatakan, “Semua planet dan bintang berputar mengelilingi Dhruva-loka menurut orbitnya masing-masing. Mereka di-ikat seperti itu oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam susunan alam material sesuai dengan karmanya, dan me-ngelilingi Dhruva-loka. Mereka akan terus bergerak demikian sampai dengan akhir masa ciptaan” (Bhagavata Puana 5.23.2-3).

      Dalam hubungan ini, dalam Bhagavad Gita 15.13 Sri Krishna bersabda, “Gam avisya ca bhutani dharayamy aham ojasa”, Aku masuk kesetiap planet dan karena tenaga-Ku, mereka mengambang dan dan berputar pada orbitnya.
      Dalam Bhagavata Purana 5.22.11 disebutkan adanya dua puluh delapan naksatra, rasi bintang utama yang terletak 200.000 yojana diatas Bulan. Dari jumlah ini, 27 berada sepanjang Ecliptic dan dipakai sebagai dasar menghitung Bulan menyelesaikan satu kali orbitnya yaitu 27,3 hari.

      Sesuai dengan Bhagavata Purana 5.23.7, ke duapuluh delapan naksatra tersebut berada dalam Sisumara-Cakra , yaitu suatu wujud imaginer berupa binatang yang dibentuk oleh konstelasi bintang-bintang itu. Dikatakan bahwa setiap naksatra (rasi bintang) itu berada di bagian tertentu pada badan Sisumara-Cakra.

      Veda selanjutnya menjelaskan bahwa dalam masa dua belas bulan beredar, Matahari bersinggungan dengan 12 (dua-belas) naksatra (rasi-bintang atau zodiak) yang diberi nama sesuai dengan bentuknya yaitu: Karkata (kepiting), Simha (singa), Kanya (gadis), Tula (timbangan), Vrscika (kalajengking), Dhanur (pemanah), Makara (ikan hiu), Kumbha (orang menuang air), Mina (ikan), Mesa (kambing), Vrsabha (lembu) dan Mithuna (dua manusia).

      Gambar tanda rasi bintang dalam astrologi Veda

      Jyotisa juga menjelaskan tentang gerhana serupa dengan pandangan Astronomi modern. Tetapi Jyotisa juga menyebut peranan planet Rahu dalam proses terjadinya gerhana Bulan dan Matahari. Sebab menurut perhitungan Jyotisa, planet Rahu selalu berada posisi garis lurus dengan Bulan ketika terjadi gerhana Bulan, dan pada posisi garis lurus dengan Matahari ketika terjadi gerhana Matahari. Dengan kata lain, ketika terjadi gerhana Matahari, planet Rahu tepat berada pada orbit Matahari dalam garis lurus dengan Bulan dan Bumi. Dan ketika terjadi gerhana Bulan, planet Rahu tepat melewati bayangan Bumi dalam garis lurus dengan Matahari.

      Penjelasan Veda bahwa Bulan ataupun Matahari mengalami gerhana karena terhalangi/tertutupi (= dimakan) oleh Rahu ataupun Ketu, adalah karena Rahu dan Ketu memegang peranan amat penting dalam Astrologi Veda. Posisi keduanya di langit pada suatu saat tertentu, sangat berpengaruh pada peristiwa-pristiwa yang terjadi di Bhumi. Karena itu, para Astronomer Jyotisa harus tahu dimana Rahu dan Ketu berada pada setiap saat di langit.

      Dalam memandang alam semesta dan untuk menggambarkan kedudukan alam manusia, Veda memaparkan dua jenis analogi untuk bumi, yaitu sebagai;
      1. Bhu-Gola, atau planet kecil dengan diameter 1000 Yojana. Pemahaman sebagai Bhu-Gola ini terutama digunakan untuk memandang satu tata surya dan memandang rasi bintang yang dapat diamati dari bumi.
      2. Bhu-Mandala, yaitu memandang posisi bumi di alam semesta ini pada suatu bidang datar. Dengan padangan inilah posisi alam-alam yang lebih tinggi dan yang lebih rendah dapat ditentukan. Hal ini dijelaskan dalam Bhagavata Purana 5.20.43-46 ;

      “Matahari kita berada di pertengahan alam semesta, yaitu di wilayah ruang (antariksha) antara Bhurloka dan Bhuvarloka. Matahari ini membagi segala arah alam semesta. Karena kehadiran mataharilah kita dapat mengerti apa itu angkasa, apa itu planet-planet yang lebih tinggi, dan apa itu dunia ini”.

      Antara kedua pandangan ini satu sama lain saling berkaitan. Dalam konsep Bhu-Mandala, kedudukan bumi sebagai Bhu-Gola digambarkan terletak di tengah-tengah Bhu-Mandala dan disebut sebagai Jambu-dvipa.
      Setiap dvipa diperintah oleh seorang putra Maharaja Priyavrata. Penduduk dibagi dalam empat golongan sosial, dan nama setiap dvipa berasal dari nama pohon, tanaman dan gunung yang tumbuh dan ada disana.

      http://hukumhindu.blog.com/2011/05/01/astronomi-veda/

    2. Antara kitab musarar jayabaya dgn hadist nabi saw, ttg tanda2 munculnya mahdi, ada kemiripan maksud : Munculnya imam mahdi ditandai dengan bintang pari (bintang daud) yg akan memancarkan cahaya yg terang benderang (dlm bhs sanepa cahaya terang benderang tsb menggunakan gaya bahasa Batara SURYA), sedangkan kata/kalimat “bintang”, juga bukan dimaksudkan sbg bintang (atau meteor) dlm arti yg sesungguhnya.
      Pujangga menggunakan gaya bahasa sastra yg nilainya sangat tinggi, yg sulit dipahami dan hanya dipahami oleh yg bisa memahami saja.

      160.
      sadurunge ana tetenger lintang kemukus lawa
      ngalu-ngalu tumanja ana kidul wetan bener
      lawase pitung bengi,
      parak esuk bener ilange
      bethara surya njumedhul
      bebarengan sing wis mungkur prihatine manungsa kelantur-lantur
      iku tandane putra Bethara Indra wus katon
      tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa

      sebelumnya ada pertanda bintang pari
      panjang sekali tepat di arah Selatan menuju Timur
      lamanya tujuh malam
      hilangnya menjelang pagi sekali
      bersama munculnya Batara Surya
      bebarengan dengan hilangnya kesengsaraan manusia yang berlarut-larut
      itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak
      datang di bumi untuk membantu orang Jawa

      coba perhatikan hadist nabi saw :

      Khalifah Saidina Ali karamallahu wajha menerangkan didalam catatan (Jufriy Ammar),
      ”Kehadirannya Imam al Mahdi akan di dahuluinya oleh kemunculan bintang berekor yang ekornya sangat indah takjub jika kita lihat, tak seperti bintang yang kamu lihat munculnya tiap dua pertiga pada satu dekadenya (sepuluh tahun), dan tak pula bintang yang munculnya pada dua pertiga abadnya, dan tidak pula bintang yang muncul tiap abad itu. Namun ianya adalah bintang yang berabad, yang meliputinya : api, saljinya (air), angin serta tanah. Ekornya panjang, dan lajunya bagaikan lajunya cahaya matahari pada waktu hampir fajarnya. diujung depan berjumpa dengan ujung belakang bagaikan lingkar raksasa besar, dan ia pancarkan cahaya terang di langit yang gelap bagai matahari yang terbit. Lalu bintang tersebut akan kembali lagi beredar pada putaran orbitnya. Dan sesudah itu akan hadir banyak bala malapetaka dan banyak orang meninggal, dan itu adalah keuntungannya bagi orang-orang yang beriman yang sholeh, dan ianya menjadikan kerugian besar bagi orang-orang yang kafir dan jahat”.

      Wallahu A’lam Bishawab

  10. Salam semua..
    Kadang apa yang kita tahu bukan berarti orang lain boleh tahu..
    Setiap manusia menpunyai rahasia sendiri sendiri dengan yang Khalid.

    Mohon petunjuknya mbah mbah, akang akang..

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s