Sabda Raja Yogya, Kemajuan Atau Kemunduran? Tepuk Tangan Atau Kebakaran Jenggot?

credit img; wikipedia
credit img; wikipedia

Dongbud-Wage Rahardjo. Yogyakarta merupakan daerah otonomi setingkat provinsi yang sangat unik. Satu-satunya provinsi di Indonesia yang pemerintahann menggunakan pola ala “Kesultanan” dan jabatan gubenur otomatis dipegang oleh raja. Provinsi yang juga termasyur sebagai salah satu destinasi wisata, yang selama ini relatif aman dari gonjang-ganjing politik, mendadak menjadi sorotan media nasional. Penyebabnya adalah turunnya Sabda Raja yang salah satu isinya adalah penghapusan gelar Khalifatullah. 

Tak ayal, berita ini memunculkan kontroversi dan komentar banyak pihak, bukan  hanya sebatas di lingkungan keluarga keraton atau masyarakat Yogya semata. Opini-pun menjadi semakin menarik karena mengulas beragam sisi dan sudut pandang seperti  tradisi, kekuasan, modernisasi, sekularisme dan juga fanatisme agama.

Omong-omong, apa sih artinya Kalifatullah dan apa pengaruh penghapusan gelar tersebut terhadap masyarakat luas? Duh, membahas tentang definisi apalagi menyangkut definisi agama, mendadak saya menjadi bego. Sebatas yang saya tahu Kalifatullah artinya adalah pemimpin agama. Agama apa? Ya tentu saja agama Islam. Jadi penghapusan gelar Kalifatullah berarti juga hilangnya status Sultan sebagai pemimpin Islam. Lha, terus apanya yang salah?

Entahlah, selama ini image tentang pemimpin Islam cendrung tertuju ke pemimpin organisasi seperti NU, Muhammadiah, MUI, FPI, HTI dll. Dari sisi opini saya yang notabene bukan orang Yogya, Sultan Yogya lebih cocok disebut sebagai pemimpin budaya Jawa dibandingkan pemimpin agama. Kemudian keraton sebagai “rumah raja” dengan  kebaya, batik, tarian tradisionalnya lebih tepat disebut sebagai pusat pelersatrian atau benteng terakhir budaya/adat Jawa ketimbang disebut rumah pemimpin agama Islam. Jadi gelar pemimpin agama Islam (Kalifatullah) pada Sultan selama ini nyaris mubazir pada masa sekarang. Kalau dulu,  beberapa abad lalu mungkin kondisinya berbeda.

Jaman sudah berubah dan sekarang adalah “era kebangkitan atau pemurnian Islam” di Indonesia. Semua hal yang dianggap bertentangan dengan nilai Islam seperti adat, budaya, tradisi, cara berpakaian dll  dikritisi atau berusaha dihilangkan. Kebaya dan adat istiadat keraton, oleh sebagian kalangan sepertinya dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam. Perusakan makam raja Imogiri oleh kelompok (Islam) radikal mungkin bisa menjadi contoh kecil. Jadi penghapusan gelar Kalifatullah menurut saya cukup realistis ketimbang cuma jadi pajangan doang.

Tentu saja, opini saya kemungkinan besar karena ditulis oleh “orang luar”. Kalau merujuk pada pernyataan dari organisasi ketua Muhamadiyah Yogyakarta menyatakan bahwa “Penghapusan gelar pemimpin agama itu praktis mengubah pakem Keraton Yogya yang selama ini beridentitas sebagai Kerajaan Mataram Islam……….. Jabatan khalifatullah, secara harafiah tak merujuk bahwa Sultan hanya sebagai pemuka untuk umat Islam semata. Khalifatullah memiliki arti pemimpin yang mengatur bumi, bukan pemimpin agama tertentu saja……..”.

Jadi kalau berdasarkan opini dari organisasi keagamaan NU dan Muhamadiyah di atas, yang secara resmi sudah menyatakan protes penolakan, gelar Kalifatullah pada Sultan dianggap sangat vital dan “tidak boleh” dihilangkan.

Opini Penutup

Di masyarakat Nusantara, gelar sangatlah penting. Terlepas dari berfungsi atau tidaknya gelar tersebut, bagi kebanyakan orang bukanlah masalah. Khusus untuk gelar keagamaan, memiliki arti yang jauh lebih komplek. Gelar Haji, Kyai, Pastor dan sejenisnya dianggap vital dan jaminan moralitas atau keimanan. Apakah gelar keagamaan itu berfungsi dengan baik, misalnya tutur kata dan prilaku yang baik, tidak korupsi dll sekali lagi bukanlah hal penting. Kondisi yang saya lihat selama ini, gelar keagamaan terkadang tidak lebih sebagai pajangan dalam meraih dukungan atau simpati kekuasaan belaka.

Hilang atau berpindahnya gelar keagamaan, misalnya seseorang yang awalnya “bergelar” Pastor menjadi “bergelar” Haji atau sebaliknya akan menimbulkan gejolak reaksi penolakan karena dianggap sebagai “kekalahan relegi”.  Kasus dilepaskannya gelar Kalifatullah pada Sultan Yogya mungkin adalah merupakan salah satu contoh menarik tentang kompleknya arti sebuah gelar keagamaan. Tanggapan orang akan sangat beragam tergantung sudut pandang dan mungkin juga kepentingannya.

Wage Rahadjo

Referensi:

Advertisements

55 thoughts on “Sabda Raja Yogya, Kemajuan Atau Kemunduran? Tepuk Tangan Atau Kebakaran Jenggot?

    1. Udah, terima aja dulu walau cuma jadi ratu abal2, daripada ndak dapat gelar apa2. Simbah saja dari dulu cuma kebagian jabatan jadi ketua padepokan abal2.

  1. Selamat malam Mbah……, ikut meramaikan komentar Artikel tsb di atas (secara tersurat), ada 2 bagian, Bagian ke 1 : Uraian / materi / bla bla bla, dan Bagian ke 2 : Kesimpulan.
    Ttp saya akan di balik, Kesimpulan dulu, baru Uraian (American style).

    Sabda Raja Yogya, Kemajuan Atau Kemunduran? Tepuk Tangan Atau Kebakaran Jenggot ?
    =========================================================================

    Kesimpulannya : Tergantung dari sudut mana memandang…..

    1.a. Sabda Raja adalah Kemajuan (dari sudut pandang A).
    1.b. Sabda Raja adalah Kemunduran (dari sudut pandang B).
    1.c. Sabda Raja adalah Atau / Jalan di tempat (dari sudut pandang C).

    Pun…….
    2,a. Tepuk tangan (dari sudut pandang X).
    2.b. Kebakaran Jenggot (dari sudut pandang Y).
    2.c. Atau / Tepuk sebelah tangan (dari sudut pandang Z)

    Uraian / Materi / Bla bla bla……. to be continue….. heheeheeeee……….

    *Mimpi malam…….

    1. Salam Kang PEJALAN,
      Tepat sekali Kang. Itulah point dari tulisan di atas.Setiap orang menilai dari sudut pandang yang berbeda. Saya nunggu komentar sambungannya dari Akang……

  2. @Salam mbelgedez Lover’s
    @mbah Wager
    @Kang Bala(ne)dewa, Kang Pejalan, Kang Lesung Pipi3t, Kang Nurkahuripan, Kang JS, Kang BB, Jeng Dewi dan Para Sedulur semua

    Wakakakakakak……..Rupanya Simbah ikut dongkol dengan Kasus Ini ya?, tulisan bagus mbah jeng dewi juga udah nulis lho mbah.
    Saya setuju dengan kang pejalan penilaian orang tergantung dari sudut pandang, mungkin dari A-Z kurang tuh sudut pandang.
    Mungkin Sudut Pandang Di Metro TV vivi aleyda yahya yang Cantik lebih menarik he….he…he…
    Sudut Pandang dari:
    1. Agama =
    Udah dijabarkan Simbah, emang ruginya apa sih kalau Sultan bukan pemimpin agama maaf ( Islam ) ? apa takut kalau Sultan memihak Kaum abal-abal kayak Simbah?
    2. Budaya atau Tradisi Kraton =
    Terkait dengan perjanjian antara Ki Ageng Mataram dan Ki Ageng Giring ada surat Perjajiannya gak? dengan meterai Rp. 6000 wakakakak
    dan ini sebenarnya sudah ada perjanjian Giyanti yang membagi Mataram menjadi Dua, dengan dua keraton dan dua kadipaten. apalagi setelah republik, mataram bukan lagi pusat pemerintahan, jadi harusnya ada perubahan
    3. Kekuasaan =
    Jabatan dan Harta memang sering jadi rebutan apalagi Warisan….he…he…he
    “Anak Polah Bapa Kepradah” ini adalah sifat/sikap orang Jawa yang tidak ingin anaknya mengalami hal yang kurang baik, berusaha Agar anaknya bisa hidup Bahagia, kalau bisa punya jabatan yang tinggi dari bapaknya.
    4. ,,,,,,,,,,? dst

    wakakakkaka malah ngigau maaf mbah ….. untuk yang kebakar bukan Jengot Uban…..

    Nunggu wedaran dari Kang JS, Kang Balane, Kang Pejalan

    Rahayu….Rahayu….Rahayu

    1. Salam rahayu Mas cahyo dan sedoyo warga Dong Bud….

      Saya ikutan nyimak…..

      Berita yang terdengar dan terlihat…sedang seru di media

      Berita kasat mata / tidak terlihat juga ada dan rasa rasanya ini ada hubungan dengan dunia per SP an….sudah ditengarahi semenjak Kraton Jogya dan Solo berseteru….

      Negeri ini sudah semakin ditampakan tentang kalimat dan doa sakti leluhur bahwa becik ketitek olo ketoro “….bisa diartikan sangat luas , dengan logika atau tidak nalar

      Mekaten Mas cahyo…..Matur nuwun…….Nuwun…

    2. Salam Kang Cahyo,
      Sekali kali jadi penulis entertement, nulis topik yg lagi ngetop di media. Sekaligus juga agar ndak kalah sama blog bidadari bertanduk.

      *emang sedang adu lari, pakai kalah menang segala?

    3. bukan adu lari mbah, tapi adu jari-jari… xi xi xi…

      simbah, emoticon bidadari bertanduknya kok di hapus??…

      kepala terasa gundul plontos jika tak memakai mahkota kebesaran…

      *) emoticonnya taruh di sebelahnya monkey ya mbah, thanks.

    4. Emotian bidadari bertanduk yg lama sengaja dihapus. Tanduknya terlalu runcing sehingga berbahaya. Sekarang sudah diganti dgn yg lebih seksi.

    5. cliiiingg….

      makasih mbah… hmmuuaahh…

      *) apalagi kalau komplit : ada bidadari sexy, bidadari bete, bidadari galau, bidadari lebay dsb 😛 …

  3. @salam mbelgedez lover’s
    Kang JS Matur nuwun Wedarannya
    Cerita masyarakat di jogja bahwa raja yang bertahta secara otomatis nrnjadi garwa Kanjeng Ratu Kidul ini gimana kang JS ?

    @mbah wage
    Kalau yang jadi Ratunya Bidadari bertanduk emangnya mau sesama jenis?
    Wakakakakak

    Salam Rahayu

    1. Sesama jenis malah itu yang bagus Kang. Kalau beda jenis malah ndak waras. Misalnya manusia sama kambing.
      Mbueeeekkk

    2. Salam Mas Cahyo…..

      Mohon maaf bila kami tidak bisa cerita tentang itu….

      Kanjeng Ratu Kidul atau Roro Kidul…..??

      Apakah Kanjeng Ratu seperti itu…..hobby kawin…??

      Mungkinkah Beliau yang anggun ke ibuan dan berwibawa seperti yang kami lihat selalu menjadi suami Raja Jogya ??….

      Kami hanya tahu , Beliau selalu duduk sendiri ketika anak kami berkunjung atau dikunjungi..( maaf lupa ceritanya )…..

      Seperti mitos dan kepercayaan banyak orang bahwa SP sangat dekat dengan Kanjeng Ratu , dekat intim maksud kami, seperti suami istri…….he he…Kanjeng Ratu yang mana , asli apa KW….???…

      Mohon maaf bila tulisan saya salah dan tidak berkenan….

  4. Banyak orang menduga bahwa KRK atau NRK buruk dan bla bla bla….cerita pesugihan dll….

    Memang benar yang terjadi seperti itu , ini adalah sebagai cara , penguji iman manusia , yang terjungkal , tidak kuat iman ,yo bablas angine , yang tabah dan kuat ya jalan terus…sebagai seorang Satria Jawa…

    1. Selamat sore… Para sedulur semua@
      Salam sejahtra & salam mbelgedez …….

      Nuwun sewu….. Ikut menyimak Kang JS lagi me-wedar…., monggo Mas dilanjut…….
      (Heheeheee…….,I alway read ‘n listen…)

      Sukses slalu, rahayu…..

    2. Salam rahayu Mas Pejalan ….

      Bukan mewedar , tapi keprucut cerita tentang KRK …..lupa tahun berapa ya terjadinya ??….he he….

  5. Assalam-o-Alykum, my name is Muhammad Qasim I am from Pakistan. Sorry my English is not good.

    Its happened with me, from last 26+ years Allah and Muhammad s.a.w keep coming into my dreams, over 460+ times Allah comes in my dreams and 250+ times Mohammad s.a.w comes in my dreams, when I was about 12 years old I saw first time Allah and Mohammad s.a.w both in dream, after that in 93 when I was 17 years old Allah and Mohammad s.a.w starts coming continuously in my dreams and still Allah and Muhammad s.a.w coming into my dreams.

    Muhammad s.a.w is the last Messenger of Allah and its my Imaan Mohammad s.a.w is the last Prophet of Allah and I am the Ummati of Muhammad s.a.w

    In 2007 Allah and Mohammad s.a.w starts teaching me in dreams what u have to do and what u have not to do, Mostly Allah and Muhammad s.a.w told me to avoid from all type of form of shirk and in april-2014 Allah and Mohammad s.a.w start to telling me in dreams qasim share your dreams to everyone than I started to share my dreams to my family members, friends and some other people, I also share my dreams through email to Pak Army official sites, Pak Govt sites, Pakistan’s big name people, and many Islamic Countries official websites but seems like no one was believing on me and my dreams they all ignore me, after that I stopped sharing my dreams.

    Dec-2014 Mohammad s.a.w comes twice time in dream in a night and told me “qasim you should have to share ur dreams to everyone to save Pakistan to save Islam” I got confused I talked my self I share my dreams to many people and they are not believing on it what should I do more? and then Peshawar school got attacked and then I think and decided to share my dreams on Internet forums, but still people not believing on me and my dreams.

    Let me clear I am a simple person I am not a religious person, clean shaved, did not praying regularly, no tahajjud I just tell the truth to everyone and I didnot lie, I dont know why Allah and Mohammad s.a.w keeps coming into my dreams.

    I didnot look at Allah I just feel in my dreams Allah is on Arsh and voice coming from there or I saw Noor(light) and voice coming from Noor(light) or Allah talk to me from the sky. I did not look at Mohammad s.a.w face I can see Mohammad s.a.w Body, in one dream I hug with Muhammad s.a.w and my whole body witness me that u r hugging with Mohammad s.a.w I shake hands many times with Mohammad s.a.w in dreams and my hand witness me that u r shaking hand with Mohammad s.a.w.

    In 1994 Allah talked to me in dream from the sky I still remember those words I try to translate it in English “qasim which promises I make with you one day I will full fill my promises and if I cant full fill my promises I will not the Lord of the whole universe”

    From that day I start waiting for the Allah and I didnot lose my hope but whenever I about to lose my hope Allah or Mohammad s.a.w comes into my dreams and told me like that “Sabbrun Jameel qasim” , “qasim only Non-Muslim loses their hope” , “qasim Muslim cant be lose his hope”.

    I saw many other Nabi and Rasool in dreams but I only look at Suleiman A.S face. I saw Esa A.S in my dreams many times.

    In many dreams Allah and Mohammad s.a.w guided me which is the right path.

    In many dreams Allah told me qasim go and turns the world into light as the world in the darkness.

    Many dreams related to my personal life many dreams related to Pakistan/Muslim world and the whole world but its start from Pakistan and many dreams related to Qiammah(the judgment day).

    Allah and Muhammad s.a.w told me many times in dreams qasim one day you will get out the Whole Muslim Ummah from the darkness and then even the whole world and one day the whole world will become peaceful. but its starts from Pakistan.

    In few dreams i saw when whole world will become peaceful a man coming from somewhere else and try to destroy the world peace.

    In few dreams I saw Esa A.S(Jesus a.s) coming from the sky and Yajooj Majooj (gog magog) come out and spread the whole world and I with very few people join the Esa A.S(Jesus a.s) and then we live with Esa A.S …..

    In Feb 2015 Allah told me in dream qasim u will be the last Ummati of Muhammad s.a.w who will die on this earth. means after my death there will b no Muslim left on the earth but only bad people, and Qiyamah will establish on them.

    In another dream Allah told me qasim I(Allah) will full fill my all promises within next 13 years which I (Allah) make with you.

    In Feb 2015 Muhammad s.a.w told me in dream “qasim My son dont lose ur hope u r very close to ur destiny Allah is helping u, my son just wait a little more.

    1993 when dreams starts I make a note book and I note my dreams on that note book how much time Allah comes in dreams and how much time Mohammad s.a.w comes in my dreams but few years back I lost that note book during the shifting. total drams are more than 800+ I still remember many many dreams.

    Many people told me you are mentally ill or its shaitan, that is why u are seeing these dreams. I confirmed it to many people I am not mentally ill and its not shaitaan. I believe Allah and Mohammad s.a.w and They are coming in my dreams, I am still unable to understand why Allah wanted it from me to share my dreams to others? maybe there is a big message in my dreams.

    Many years back in one dream Allah told me qasim before sleep read last 3 Qull and then sleep so shaitaan stay away from you, and I am doing this from last many years.

    Allah told me in many dreams like that “qasim one day I will help u and will give u the success and I will full fill my all promises even if the only one day left from Qiyammah (the judgment day) and the whole world will see your success” , but Allah didnot told me when that day will come, and I am waiting for Allah from last 20 years.

    Its a long long journey for me and still I am waiting for Allah I didnot losses my hope from last 20 years and dont know when and how I will reach to my destiny, I dont even know what is my destiny, only Allah knows better.

    my fb page https://www.facebook.com/pages/Allah-and-Muhammad-SAW-in-my-Dreams/324568321070386

    my blog https://allahandmuhammadsawinmydreams.wordpress.com

    Regards,

    Qasim

    1. Trus gue harus bilang subhanallah gtu
      Bari koprol….
      Bisa di lihat darimananye ntu nyang dateng mohamad. Kan ente ga prnah liat wajahnye

      Astagfirrullah

    1. Salam sejahtra & salam mbelgedez …….

      ABAIKAN saja Kang…., selain beritanya/artikelnya sampah.., pun datangnya dari negeri penuh kekerasan (berdarah-darah), tdk sesuai dgn way of life (dasar negara) kita, Pancasila.
      Mendingan ngintip tetangga si Marni….. lebih seruuu……… heheeheee……….

    2. Oom,

      Orang itu,Muhammad Qasim dari Pakistan, dengan bahasa lingris yang ndak bagus bilang dia mimpi ketemu nabi Muhamad ,Allah,Yesus . Mimpi ketemu nabi2 yang lain. Dan dia , dalam mimpi, dibisiki Allah untuk selalu di jalan yang benar. Oom Qasim bilang dia sehat jiwa raga, tidak gila. Dia masih menunggu Allah, dan tidak putus asa. Dia yakin akan sampai ke tujuannya, meskipun dia sendiri tahu tujuan apa. Hanya Alah yang tahu, katanya.

      Menurut saya, ini curhat Oom Qasim saja. Bagus lho, Dongbud dijadikan curhat orang Pakistan yang ndak paham bahasa Indonesia ! (-:

    3. Ralat : meskipun dia sendiri tahu tujuan apa. Hanya Alah yang tahu, katanya. Seharusnya : meskipun dia sendiri tidak tahu tujuan apa.

      Meskipun sdr MuhammadQasim dari Pakistan, TIDAK ada pesan kekerasan disana. Di Indonesia yang ber Pancasila, masih ada kekerasan pada kaum minoritas – Bahai Ahmadiyah, Syiah, atheis, waria,dll.

    4. Terima kasih kang Bala(ne)dewa,
      Sepertinya Akang benar, tdk ada pesan kekerasan di komentar tsb. Salut atas kejernihannya melihat masalah.

      Jujur, saya sudah gelap mata gelap hati duluan karena komentar di banyak topik dan juga di banyak blog dgn isi yg sama.

      Kalau ternyata tulisannya bagus dan menyampaikan pesan perdamaian ya baguslah. Tapi masalahnya apakah rekan muslim juga menganggapnya bagus dan damai?

      Entahlah, yg jelas kalau ada yg berbaik hati menerjemahkan, ya lebih bagus lagi.

      salam

    5. Terjemahan : weh tiwas – cuma – capek / kesel .(-: Oom Gogle apa ndak bisa dimintai bantuan ? Tapi, intinya cuma begitu; Oom Qasim mimpi ketemu nabi2 Muhamad,Yesus,Allah,akan datang hari kiamat, dan dia di suruh berjalan di jalan yang terang / benar.

      Re apakah rekan muslim mengangapnya benar dan damai : Di dunia ini,termasuk di Indonesia ada banyak bermacam-macam muslim. Umumnya mereka baik hati dan suka damai, seperti teman2 dan saudara2 saya (-: Tapi ada juga yang ,katanya muslim, tapi sering merugikan orang . FPI di indonesia ,misalnya. Ada lagi yang suka meledakkan mesjid2 orang Syiah di Pakistan dan Irak. ISIS : ini juga bukan contoh muslim yang baik.

      Buah apel yang busuk : tidak berarti semua apel busuk .

      slumanslumunslametslumanslumunslamet .

  6. Salam mBelgedez Lover’s
    @mbah Wager
    @Kang Bala(ne)dewa, Kang Pejalan, Kang Lesung Pipi3t, Kang Nurkahuripan, Kang JS, Kang BB, Jeng Dewi
    dan Para Sedulur semua

    @mbah Wager
    Wakakakak simbah pusing ya?itu maksudnya mau nawarin kerja yang dicari warga abal-abal yang bener-bener gendeng.

    @kang Pejalan
    Wah ternyata kang pejalan ini justru Si Marni yang lebih Oye…..eh awas dilempar sendal ama simbah.
    he…..he… he….

    @kang JS
    Maaf kang Mitos yang ada memang seperti itu, tapi mungkin itu KRK KW kali

    Salam Rahayu

  7. begini mbah mnrt saya penghapusan gelar itu cma efek samping saja
    efek samping apa ?
    karena sri sultan akan menobatkan anak nya menjadi ratu dlm islam pemimpin agama wajib pria
    karena itu mau tidak mau apabila kerajaan di pimpin ratu maka tidak bisa memakai gelar kahalifatulah tsb

    1. Salam kang Agung,
      Ye, bisa jadi seperti itu. Namun siapapun raja atau ratunya, tetap saja masih dari kerabat keraton. Lha ya, wong kerajaan.

      Apapun gelarnya, yg berkuasa di penerbitan label hallal tetap MUI, yg berkuasa di jalanan tetap FPI, yg berkuasa di kemacetan tetap pak ogah, yg berkuasa di stasiun tetap calo tiket, yg berkuasa di pengadilan tetap maklar hukum dll.

      *komentar ndak nyambung mabuk pagi

    1. Kalau cowok telat kagak masalah Kang. Beda dengan cewek. ….wakakakakkk

      Komentarnya tahun depan juga kagak masalah Kang. Tuh ada yang komentar artikel jadul.
      salam

  8. mohon maaf ikut nimbrung nih kita hormati sabda raja toh kita bisanya melihat dan mengomeni ntar saja kalau sampek protes berarti ada maunya ya khan?????? laki ama wani ta kahn sama derajadnya toh saling membutuhkan ……….ingat kita juga punya ratu……..

  9. Di Nusantara pernah ada Ratu Maharani Shima , abad 6 di Kerajaan Kalingga,Jawa Tengah, ratu yang adil dan dicintai rakyatnya. Ada juga Ratu Tribhuwana Tunggadewi, abad 13, Kerajaan Majapahit.

    Nah, ada lagi Kanjeng Ratu Kidul. Dua di atas ada dalam sejarah Indonesia, membuktikan bahwa perEMPUan Nusantara tidak kalah hebatnya dengan kaum laki2. Yang terakhir : cuma yang terpilih yang tahu dan bisa melihat beliau..

    Sebenarnya ada banyak lagi Ratu Shima dan Tribhuwana Tunggadewi di zaman modern ini. Salah satunya adalah Bu Irah , bude saya, yang buta huruf tapi berhasil menyekolahkan anak2nya, membeli beberapa rumah dari usahanya, nyaris sendirian karena suaminya keburu meningal dunia …

    Oh, yang hari nya barusan kita .peringati, Ibu Kita Kartini ! Pelopor pendidikan untuk kaum wanita ! Pendidikan : kunci super penting untuk kemajuan .Dan, salah satu wanita ampuh yang saya kagumi berasal dari Surabaya dan sering datang di blog mbel ini, Dewi Murni, berkembenkan sutra ungu ! (-: Saya pernah beruntung bisa berkopi darat dengan Jeng Dewi yang ini ! (-: , waktu itu tanpa kemben sutra ungu )-:

    Jayalah kaum wanita Nusantara !

    1. Kang Balane,
      Saya juga kadang herang, bingung, bangga, pusing campur aduk. Catatan peradaban kita mengenal relatif banyak pemimpin hebat wanita yang notabene tdk ditemukan di negara maju saat ini seperti Jepang, Australia atau negara barat lainnya.

      Namun yg membuat saya tdk habis pikir, masalah kesetaraan gender untuk kasus umum tetap menyedihkan di negeri kita.

      Misalhnya dalan kasus perceraian, beberapa tahun lalu sahabat saya bercerai karena suaminya kawin lagi. Alotnya minta ampun terlebih utk pembagian harta.

      Nah, kalau di negara maju, kasusnya sangat gampang yaitu istri berhak setengah dari harta suami plus biaya tanggungan utk anak sampai dewasa. Kemudian utk waris, anak laki atau perempuan memperoleh bagian yg sama. Semua itu sudah diatur lewat hukum formal.

      Bagiamana dgn negeri kita? Dalam satu sisi mungkin lebih maju, tapi dalam sisi lain sepertinya mungkin terbelakang.

      Jadi kalau balik ke topik di atas, sabda raja menurut saya adalah kemajuan dalam hal kesetaraan gender.

      Hanya sekedar opini.

  10. menurut saya , mungkin sultan hamengkubuwono bermimpi melihat seorang GADIS duduk di KURSI RAJA YOGYA, mungkin mimpi itu berulang-ulang, sehingga teerdorong hati Sultan untuk membuat sabda yg tidak umum,

    karena dulu KURSI RAJA telah diduduki perempuan-perempuan berjiwa KSATRIA, dan tahun 2015 pun sejarah aakan berulang

    selamat datang RATU MATARAM 2015

    semoga ramalan saya benar

  11. Bagiamana dgn negeri kita? Dalam satu sisi mungkin lebih maju, tapi dalam sisi lain sepertinya mungkin terbelakang.( Wager)
    ————————_—____————————_—_
    Ya …memang begitu , Oom !
    Yang saya tidak …paham : banyak orang Nusantara tidak percaya wanita bisa menjadi …ratu ?! Padahal sejarah sudah membuktikan ke ampuh an wanita …Kurang pede pada kemampuan wanita Nusantara ? !

  12. @ om Baldew,

    maturnuwun sudah bersedia menyempatkan waktu untuk kopi darat… _/\_….

    ‘dewimurniberkembenkansutraungu’ itu mungkin di kehidupan saya ribuan tahun lalu, dus di jaman sekarang saya cukup puas hanya menjadi bidadari abal2 saja 😉 …

    ok, saya pernah menulis bahwa ‘hindu dan islam itu beda tipis saja’… tak terkecuali masalah hak wanita, hanya kemasannya (pakaian) saja yang berbeda tapi isinya kurang lebih kurang adil terhadap kaum wanita .

    barangkali simbah yang sudah lama hidup di pulau dewata sudahlah sangat paham akan sistem paternalistik yang sudah terlembaga ini.

    beruntung masih ada hukum positive di Indonesia yang masih giat memperjuangkan hak wanita, walaupun masih saja ada yang kurang dan belum memenuhi standart di sana-sini.

    berkenaan dengan ‘sabda raja untuk mahkota putri’… memang tak sedikit pria yang mendukung, yang tidak mendukung itu sebenarnya hanya kaum agamis dan juga perebutan takhta (jabatan) oleh kalangan internal, namun yang lebih dominan adalah kaum agamis (kauman) yang tidak rela jika sistem keraton lepas dari budaya Turkey. padaha kalau di pikir2 secara logika, apa sih keuntungan kita menjadi ‘franchis’/cabang dari sistem Usmani?… seseorang atau bangsa yang tidak pernah berjasa dan berjuang di negri ini kok justru malah di hamba tuankan?…

    budaya Jawa itu santun, penuh hati2 bla bla bla… mungkin sesekali harus bisa ‘asertif’ katakan dengan tegas : tidak jika tidak, dan memang harus berani menyuarakan hati nurani, minimal harus punya kepercayaan diri, supaya mentalnya tidak mengekor melulu…

    seperti Ken Ahok yang tak pernah gentar walau berhadapan dengan mafia kelas kakap, dengan lantang ia berkata… ‘EGP, emang gue pikirin, itu kan pemahaman nenek loe’ 😛 …

    1. Dewi,
      Kalau di Bali, pendeta atau pemimpin upacara agama atau pemangku yang dijabat oleh perempuan adalah hal lumrah. Sedangkan di India, kalau tidak salah hanaya dijabat oleh kaum pria saja.

      Itulah salah satu keunikan sistem relegi di Bali yaitu kesetaraan gender cukup modern.

      Kemudian untuk bahasa ekpresi keterkejutan seperti Oh My God, dalam bahasa bali menggunakan menempatkan posisi perempuan dalam posisi lebih tinggi yaitu menggunakan kalimat O Meme Ratu.

      Meme artinya ibu dan ratu ya ratu. Demikian komentar tdk nyambung tentang gender.

  13. Sabda Raja Sultan HB X dari Kasultanan Ngayogyakarta itu jelas memberikan makna dan isyarat / pertanda yang cukup dalam al sbb:

    1. Dalam penjelasan yg disampaikan di sdiaran TV berkenaan Sabda Raja< Sultan menyampaikan bahwa Sabda Raja ini merupakan pesdan para leluhurnya yg harus disampaikan. Jika tdk didampaikan siksa kepada Raja (kepada Sultan HB X) akan jauh lebih berat daripada siksa kepada rakyat Yogya. Bagi rakyat Yogya yg tidak patuh kepada Sabda Raja juga akan mendapat siksa. Karena sama-sama beresiko antara kepada Raja dan rakyat Yogya, maka Sultan HB X mengambil pilihan menyampaikannya. Adapun siksa yang akan terjadi itu jelas akan datang dalam Goro-goro.
    2. Gelar Khalifatullah diganti Langgenging Noto Panotogomo, jadi t5idak dihilangkan. Hal ini karena gelar Khalifatullah yg artinya Khalifah Allah SWT akan dipakai orang lain yaitu Khalifah al Mahdi / Satrio Piningit yang tdk lama lagi akan akan muncul bersdamaan dengan datangnya Goro-goro tsdb.
    3. Gelar Buwono (jagad alit) diganti Bawono (jagad ageng) menunjukkan Kasultanan Yogyakarta akan bertransformasi menjadi Kerajaan yg sebelumnya bernuansa lokal (Jagad Alit) menjadi Kerajaan yang bernuansa Jagad Raya (Jagad Ageng / Alam Semesta) karena Zaman sudah berganti Zaman Baru.
    4. Tranformasi Kasultanan Yogya (Mataram Baru / Islam ) digabung dengan Mataram Lama (Hindu) ini nanti akan jadi Pajajaran Anyar : Daulah Khilafah Islam (Mataram Zaman Baru)
    5. Karena semua anak Sultan HB X perempuan, maka Pajajaran Anyar: Daulah Khilafah Islam akan dipimpin oleh Satrio Piningit / Khalifah al Mahdi.
    6. Karena peristiwa ini memenuhi nubuwat Nabi Muhammad SAW dan jg Nabi Daniel as, mk jg akan dipimpin oleh Imam Mahdi dan Yesus / Nabi Isa as pada level kelas dunia / jagad raya / meng-galaksi.
    7. Sultan HB X dan kerabatnya akan berhak menjalankan Pajajaran Anyar: Daulah Khilafah Islam (Mataram Zaman Baru) pada level tanah Jawa.
  14. Demikian penjelasan dari Aku atas nama Satrio Piningit / Khalifah al Mahdi / 666 / Budak Angon yang biasanya memakai nama Ratu Adil – 666 di blog abal-abal ini. Matur nuwun dhumateng kawigatosannipun. Matur nuwun ugi kagem Mas Wage Rahardjo he he he….

    1. Salam utk Kang RATU ADIL 666

      Mendadak menjelang makan, saya kepingin buka blog dan ketemu postingan Akang. Senang berjumpa lagi dan senang melihat Akang sehat.

      salam

      *catatan : mana akun asli mana palsu, mbah tidak tahu. Asal rukun, kumpul penuh gelak tawa ya diterima. Namun sepertinya ini akun asli.

    2. ini baru raja tanpo mahkota..padjadjaran anyar adalah penggabungan antara mataram kuna,pajajaran hyang dan kutai bersatu..kutai dgn sabda phandita maka sang kumara dgn shabda phandita ratunya. gak aneh kalau turunan raja jd raja. tapi jika rakyat jelanta jadi raja? ? jangan sampe diobok obok yogya.kasihan rahayat.padahal SAMA MANUNGSANE. KANG DIDELENG GUSTI DUDU HARTA LAN JABATANE TAPI BUDI PEKERTINE. wis wayae belgia belgia ..

  15. Sengkalan tahun ini adalah Ngesthi Budi Rahayu, menyongsong mekaring jagad anyar. Jogja ilang ratune malih tatanan kang anyar.
    Feodalisme di indonesia mati ngorak bukan karena revolusi seperti di Rusia maupun Prancis

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s