Bangsa Tahu Mental Tempe

tempe-wiki
credit image : wikipedia

Dongbud – Wage Rahadjo. Tempe dan Tahu adalah makanan yang sangat populer. Kedua makanan ini merupakan hidangan wajib yang pasti tersedia pada menu masakan Indonesia. Sedikit berbeda dengan tahu yang keberadaannya bisa dijumpai di banyak negara lain, tempe 100% adalah makanan asli Indonesia.

Sedangkan tahu, menurut catatan situs Wikipedia disebutkan berasal dari China. Di negeri asalnya, tahu memiliki banyak variasi yaitu dari padat dan keras sampai yang super lembut, sedangkan tahu Indonesia hampir semuanya adalah tahu aliran garis keras. Perbedaan lainnya mungkin adalah kadar kandungan formalin-nya (Hah?!).

Kembali ke topik, mungkin karena termasuk produk lokal dan berharga murah akhirnya tempe identik dengan makanan kelas bawah yang tidak mampu beli daging dan akhirnya identik dengan mental tempel? Istilah ini sangat poluler pada era pemeritahan presiden Sukarno dan dalam pedatonya, Beliau berulangkali menyebut kata mental atau bangsa tempe.  Kenapa bukan mental tahu? Entahlah, yang jelas baik tempe ataupun tahu berbahan baku kedelai yang sebagian besar adalah impor. Menyedihkan bukan?

= Yang lebih menyedihkan lagi Mbah, tempe malah sudah dipatenkan di Jepang dan negara lain. Nanti jangan-jangan nanti perajin tempe harus harus bayar royalty ke negeri orang. Asem khan Mbah? Dasar kapitalis spilis !

Sabar Nak. Jangan mudah terprovokasi oleh media yang kadang juga kapitalis. Mbah juga dulu sangat bangga ketika mendengar bahwa tempe sangat populer di Jepang, Amerika dan negara Eropa. Bangga yang kemudian berubah menjadi marah tidak ketulungan ketika membaca berita tempe yang telah dipatenkan. Namun ketika berkesempatan berkunjung ke negara bersangkutan, tenyata tidaklah seheboh yang diberitakan.

Tempe memang “sangat populer” di negeri lain, namun kepopulerannya adalah masih dalam tanda petik. Tempe populer hanya dikalangan vegetarian, namun untuk masyarakat umum tetap saja makanan berbahan daging adalah nomor satu. Apalagi harga daging di luar negeri jauh lebih murah dibandingkan harga sayur atau kacang-kacangan. Khusus untuk negara Jepang yang kebetulan relatif saya sedikit tahu, tempe hanya bisa ditemukan terbatas pada supermarket tertentu saja dan jumlahnya-pun sangat terbatas. Jadi sampai saat ini, tempe masih “relatif asing” bagi kebanyakan orang Jepang.

Kemudian tentang patent tempe, seperti berita yang pernah saya baca untuk kasus di Jepang ternyata tidaklah benar. Tempe yang dimaksud ternyata adalah Natto yaitu makanan berbahan kedelai namun beda bentuk, bau dan pengolahan sangat berbeda dengan tempe. Belakangan mungkin ada perusahaan tertentu di negara tersebut ataupun di negara lain yang mempatenkan tempe, namun patentnya hanya untuk spesifikasi tertentu misalnya merek, pengolahan dll, bukan untuk produknya tempe secara umum.

Jadi lewat blog ini saya mengajak para rekan untuk menyikapi suatu berita dengan lebih bijak. Patent terhadap tempe bisa jadi telah dilakukan tapi sama sekali tidak akan berpengaruh ke larangan produksi tempe. Yang membuat produksi tempe tutup atau berhenti berproduksi bukan patent tapi langkanya pasokan keledai dari importir.

Menurut data dari situs Tempo tahun 2013, hampir 90% dari kedelai diimpor dari Amerika. Jadi tempe ataupun tahu yang selama ini kita bangga-banggakan pada dasarnya adalah “produk import”. Satu satunya yang membanggakan bahan pengawet tahu alias formalin adalah produk lokal 100%.

Patent memang penting, tapi tidak cukup hanya diteriakkan apalagi oleh masyarakat awam seperti saya : “Cepat dipatent-kan nanti didahului negara lain”, “Pemerintah harus bergerak” dll. Lha, apa hubungannya dengan pemeerintah? Patent sepentuhnya adalah urusan untung rugi bisnis suatu perusahaan. Patent tempe, menurut saya sama saja dengan patent pizza, ayam goreng dll, siapapun bisa membuat atau mempatentkan, tapi kalau menggunakan label atau resipi seperti KFC atau Pizza Hut, nah itu baru bermasalah. Jadi heboh tentang tempe yang dipatenkan menurut saya adalah berlebihan. Apakah nanti nasi goreng, sayur ijo, sambal jengkol juga harus dipatentkan oleh negara agar tidak colong negara lain?

Demikianlah sekilas tulisan tentang tahu, tempe dan mentel tempe.  Kesimpulan atau poin-nya apa? Tidak ada, cuma tulisan iseng menjelang malam Jumat.

Wage Rahadjo

Referensi :

Advertisements

26 thoughts on “Bangsa Tahu Mental Tempe

  1. pilih mana mbah, tahu apa tempe?…

    kalau di rasakan semuanya enak, lezat and bergizi.

    iya sedih juga sih mengetahui realita tempe made in indonesia tapi kedelai import dari amerika. apa salahnya sih kita tanam kedelai sendiri??… tapi petani kita dimiskinkan dengan harga pupuk yang tinggi dan harga jual yang tidka berimbang 😦 …

    tapi apapun itu…

    iya, kita harus bangga menjadi bangsa penghasil tahu dan tempe, jika perlu kita harus segera daftarkan hak patennya supaya tidak di klaim malaysia and jepang or lainnya.

    hidup bangsa tahu dan tempe!!

    *feeling excite 😀

    1. ==Kita harus segera daftarkan hak patennya supaya tidak di klaim malaysia and jepang or lainnya.==Dewi==

      Kalau cuma tempe aja mah kurang lengkap. Sekalian juga daftarkan paten utk nasi putih, nasi goreng dan sayur ijo. Mbah dukung dari belakang aja.

    2. Selamat malam para sedulur semua@
      Salam sejahtra & salam mbelgedez …….

      Nuwun sewu Mbah…., jangan lupa… DI-PRIORITASKAN juga HAK PATEN : NASI GORENG ABAL-ABAL dan NASI CAMPUR MBELGEDEZ….. plus JUICE JENGGOT UBAN….. heheeheeeee………

      Jayadanjayalahpadepokanmbelgedez…….
      Sukses slalu, rahayu…….

    3. Selamat malam para sedulur semua@
      Salam sejahtra & salam mbelgedez …….

      Betul Kang….. ATRAKTIF & SEXY… menggoda iman… UPS… MAAF SALAH… Nama Menunya ATRAKTIF & BIKIN PENASARAN….. Menggoda MENGGOYANG LIDAH…….

      Btw…….
      Kang Bala(ne)dewa kemana yaa….. (kangen juga) sudah hampir seminggu lebih tidak kelihatan……, coba Mbah… BANGUNIN TAPA BRATAnya….. heheeheeeee……..
      Jangan2 Kang Cahyo DC juga ikut-ikutan Tapabrata nie….. heheeheee……….

      Jayadanjayalahpadepokanmbelgedez…….
      Sukses slalu, rahayu…….

    4. Maaf Kang, komputer tidak bisa membedakan kata sex dan sexy sehingga komentar Akang dianggap porno dan kena moderasi.

      Kang Bala, harus bakar kemenyan agar muncul. Tapi jam segini, dipanggil juga percuma, udah bobok orangnya. Sedangkan kang Cahyo mungkin sedang sibuk main sama si Marni. wakakakakkk….

      Omong2, avatar di menu komentar koq semuanya warna hijau ya?

  2. Pesan tempe gorengnya 4 Mbah , untuk angsel angsel , dari pada kelaparan , tapi jangan dicampur formalin lho ??…he he..

    Salam tahu tempe …enak rasane…

  3. Selamat malam para sedulur semua@
    Salam sejahtra & salam mbelgedez …….

    Selamat Malam Mbah Wager@…., ikut meramaikan komentar…….
    Dari Artikel MENTAL TEMPE, BANGSA TAHU, yang tsb di atas, saya menarik kesimpulan sbb.:

    TERSURATnya ;
    • TEMPE & TAHU adalah makanan khas yg familiar (se-hari2) Rakyat Indonesia, mulai dari Kelas Bawah, Kelas Menengah s/d. Kelas Atas (pada awalnya, ada gengsi dari Kelas Atas, akan ttp berhubung GIZInya tinggi, maka skrng Kelas Atas-pun sdh tdk gengsi lagi).
    • Sayangnya dinodai oleh beberapa Pengrajin Tempe maupun Tahu, yg tdk bertanggung jawab (ingin cepat kaya), dgn memakai bahan kimia (formalin,borax, dll).
    • Sayangnya, bahan bakunya (kedelai) masih import (Amerika, dsb), pun kualitasnya sebagian bagus, sebagian lagi di bawah standar (u/campuran makanan sapi).
    • Sayangnya Pemerintah sbg Fasilitator & Regulator tdk serius (setengah hati) membimbingnya (dari segi “kualitas”, dsb) & memproteknya (dari sisi yuridisnya, dsb).
    • Dan lain lain.

    TERSIRATnya ;
    • Import bahan baku kedelai dari dulu s/d. skrng terus berjalan, (sepertinya ada kesengajaan/kong kalikong), krn ADA KOMISI (MENTAL TEMPE / PENGKHIANAT), tdk berusaha optimal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, dgn swasembada kedelai, bahkan surplus (ekspor).
    • Nasib Para Pengrajin Tempe & Tahu (di luar cukong), dari dahulu s/d. skrng, KUALITAS HIDUPNYA JALAN DI TEMPAT, kalaupun ada peningkatan, tdk signifikan, krn aksesibilitas yg terbatas, permodalan yg terbatas, bimbingan yg formalitas dan proteksi yg setengah hati, dll.
    • TIDAK ADA ANAK BUAH (RAKYAT) YG MENTAL TEMPE, YG ADA ADALAH PIMPINAN YG MENTAL TEMPE (JUTIFIKATOR), krn Para Pengrajin Tempe tdk dianggap utuh (holistik) sbg SUBYEK (STAKEHOLDER).
    • Dimana & kemana… Para Birokrat yg mencintai Ibu Pertiwi..? Dimana & kemana… Para Pengusaha yg mencintai Ibu Pertiwi..? Dimana & kemana… Para Alumni Fakultas Pertanian, khususnya IPB..?

    Monggo “di lihat” secara empiris…….

    Jayadanjayalahpadepokanmbelgedez…….
    Sukses slalu, rahayu…….

    1. Nah, itu dia Kang ….
      Masalah apapun dinegeri ini selalu nyelimet dan dibuat nyelimet serta ujung2nya duit. Mungkin sampai kiamatpun kita masih akan tetap impor keledai eh kedelai?

      *impor mbahmu

  4. @salam mbelgedez lover’s
    Salam sesepuh semua

    Waduh baru asyik ama si Marni, simbah sama kang pejalan gedor-gedor pintu. Wah………
    Nyimak komentar diatas bikin ngakak masak sih ada juice jenggot uban ? Kemarin kan udah kebakar jenggotnya simbah……
    Saya setuju kang pejalan memang harus ada inovasi dan kreasi dari olahan menu tempe dan tahu.
    Usul jika berkenan ada
    Tahu Goreng WAGER (wareg dan sefer)
    Tempe kripik pedas bidadari bertanduk.
    Tahu Bakso mbelgedez.
    Dan sebagainya…. He…. He.. He

    Banggalah jadi bangsa yang bermental Tempe. Sebab tempe memang bergizi tinggi
    Wakakak
    Rahayu…. Rahayu

    1. pedas sampai ngos2 an dan bikin ketagihan ya mas cahyo… ha ha ha…

      usul mbah, ada emoticon kripik tempe pedas beranduk nggak?… wakakaakkk…

  5. Banggalah jadi bangsa yang bermental Tempe. Sebab tempe memang bergizi tinggi (Cahyo Dc)
    –=-
    Setuju, Mas Cahyo ! Salah satu lagi makanan yang sehat adalah ubi : ada yang kuning, putih, dan ungu. Lebih sehat daripada .nasi putih .

    Oom Wager,

    Re natto : saya pernah mencoba. Beli di toko khusus. Lengket, seperti lem ! )-: Makanan populer orang .Jepang (?). Tapi, saya ini tetap .fanatik tempe dan tahu ! (-: Mental saya ? Mental coba-coba .(-:

    1. Natto memang salah satu makanan populer di jepang. Bau aneh, menyengat dan berlendir seperti …. lem. Orang Indonesia dan asia lainnya dijamin muntah makannya.

      Seperti halnya tempe, natto juga terbbentuk dari proses permentasi. Bedanya, natto langsung dimakan tanpa perlu diolah. Tahu ala Jepangpun umumnya adalah jenis yang bisa dimakan mentah.

      Wah, salut, Kang Balane suka tantangan, berani mencoba mencicipi makanan aneh. Bagi orang jepang sendiri, khususnya utk daerah Osaka atau Jepang tengah, banyak orang yg tidak bisa makan natto.

      salam

  6. @salam mbelgedez lover’s
    Salam semuanya
    @kang bala(ne)dewa
    Maturnuwun kang, sama kang balane saya juga suka ubi, banyak juga sekarang kreasi makanan dari ubi, dan lagi dari daun sampai akar semua berguna dan gak perlu impor, dengan makan ubi ternyata juga bisa jadi orang sukses contohnya simbsh wager, he… ..he…. he

    @jeng dewi
    Perlu kiranya produksi Tempe Keripik pedas cap bidadari bertanduk, Simbah pasti ketagihan
    Susu kedelai cap SabdaDewi
    Wakakakak

    @mbah wager
    Ampun jangan dilempar sandal ya

    Rahayu… rahayu… rahayu

    1. hmmm, rupanya masih penasaran to? 😀 …

      iya apapun produk kedelei bisa untuk tahu, tempe, susu kedelai hingga kecap.

      tapi hati2 bagi yg bergolongan darah B, produk dari kedelai adalah pantangan, bisa menyebabkan kolesterol dan asam urat, walau hanya mencicipi kecap, tetap saja itu juga olahan dari bahan kedelai.

      salam koperasi kedelai ala padepokan abal2 😛 …

    2. Duh, please, jangan makan ubi,
      Tidak bagus !!!
      Nanti bisa jadi manusia abal2, mbelgedez dan setengah gosong seperti siMbah.

      Nah, masih nekat mau makan ubi ?

  7. Salam….

    Banyak ramalan para mata indigo tidak terjadi…..

    Mungkin skenario berganti arah dan tujuan….

    Kalo memang SP itu ada , kira kira apa yang sedang dikerjakan??

    1. SP menolong orang jawa ,bagaimana caranya, menolong NKRI ,menolong dari apa atau ancaman siapa ??

      Negeri ini memang sudah hancur , dirusak orang sendiri…mungkin juga orang diluar sana…

    2. Karma dan perbuatan buruk mereka pasti menjemput , menghampiri dirinya sendiri.

      Apa yang sudah ditanam telah tumbuh dan mereka harus mengambil hasil panen..

  8. Salam Sejahtra Simbah dan Para Warga Dongbud@

    @Simbah Wager, sepengetahuan Saya…., dan berdasarkan Survei , Statistik & Empiris-nya, ternyata….. TAHU & TEMPE itu, enak-nya DI-TUMIS (pake Cabai Hijau + Ebi), bukan (enak-nya) untuk DIBACA…!!??
    Heheeheeeee…………, SALAM TAHU-TEMPE…!!

  9. Mental Tempe adalah mental bangsa yang diinjak-injak, persis seperti proses pembuatan tempe ketika mlocoti dele dengan diinjak-injak di kali, tapi itu cerita jaman dulu
    sekarang membuat tempe tidak lagi diinjak-injak, sudah memakai teknologi pengolahan yang sesuai Good Manufacturing Process.
    Tempe bahkan dijadikan Miracle Food karena kandungan isoflavonnya mampu mengatasi kanker.
    Aku bangga jadi Bangsa Tempe, apalagi kalo delenya ditanam sendiri pakai dele ireng.

    Tahu-tahu tempe
    asale mung saka dele
    nadyan barang sepele
    nanging nyata enak rasane
    kabeh-kebeh mbutuhake
    jalaran murah regane
    blanja sithik bisa sampe
    tahu-tahu tempe

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s