Uang Emas VS Uang Kertas (Bagian 1)

Mungkinkah Kita Kembali Menggunakan Uang Emas?

credit image : behance net
credit image : behance net

DONGDUD – Wage Rahadjo. Hidup di negeri yang makmur, murah sandang pangan, gaji besar, tabungan melimpah dan berkecukupan sampai hari tua adalah impian banyak orang. Impian yang tentu saja sangat wajar dan sederhana namun sialnya tampaknya susah terpenuhi. Biaya hidup semakin mahal, harga terus membubung tinggi dan gaji atau upah yang kita sisihkan dengan susah payah akhirnya menjadi nyaris tidak berarti karena tergerus inflasi. Apakah penyebanya? Sejumlah orang berpendapat bahwa sistem uang kertas adalah setan penyebabnya. Jadi solusi  hanya satu yaitu  “Kembali ke uang emas dan perak””.

Duh, mendengar kata uang emas, mendadak mata saya menjadi berbinar kuning. Uang emas, siapa yang tidak mau? Jujur, saya bosan tiap hari megang uang kertas melulu. Udah licek, sobek dan dekil lagi. Nah, dengan memegang uang emas akan terasa beda. Kemana mana bawa sekantung uang emas. Keren khan? Namun apakah mungkin? Apakah pemerintah mau? Apakah pihak bank, apalagi negara Amerika rela dan akan membiarkannya begitu saja?

Apa Itu Uang Emas ?

Sebelum mulai membahasnya, maka ada baiknya saya mulai dengan pertanyaan yang lebih mudah dan sederhana. Apa itu uang emas?

“Lha, uang emas ya uang terbuat dari emas. Uang asli sejak dulu kala yang tidak bisa dipalsukan. Nilai nominal sama dengan nilai intrinsik dst dst”.  Jadi ganti sistem uang kertas ke sistem uang emas berarti ya uang kertas ganti ke uang emas. Sederhana bukan? Sepertinya keanyakan orang akan memberikan jawaban yang sama. Namun mungkin  banyak orang yang belum tahu bahwa sistem uang emas bukan melulu berarti uang yang terbuat dari emas tapi bisa juga berupa uang kertas tapi nilainya diback up dengan cadangan emas. Jadi ganti ke sistem uang emas manakah yang dimaksud maksud ? Tanpa memahami perbedaannya maka pembahasan uang emas akan menjadi tidak nyambung.

Namun siapa peduli dengan sistem? Sebagain orang hanya ingin beralih ke uang emas. Kebanyakan orang, saya dan mungkin juga Anda mungkin  sudah jenuh dan putus asa dengan biaya hidup yang semakin tinggi, kebutuhan semakin banyak, harga barang yang terus naik dan tidak terbeli sedangkan dilain pihak upah nyaris tetap. Jadi gerakan menggunakan uang emas, anti inflasi, anti penipuan adalah ibarat gayung bersambut, apalagi kalau ditambah dengan embel-embel agama. “Dasar pemeritah bodoh, kenapa tidak segera beralih ke uang emas?”, Ucapan seperti itupun bisa jadi dengan mudah akan terlontar.

Sebatas yang saya tuhu, Isue mengganti uang kertas dengan uang emas adalah merupakan topik lama. Isue ini populer di awal tahun 60an kemudian sempat mereda dan populer kembali di setelah krisis ekonomi hebat tahun 1998. Di tahun-tahun mendatang, topik ini sepertinya akan tetap hidup dan memiliki “penggemar” tersendiri, sehingga sayapun berniat untuk membuatkan artikelnya. Beberapa poin menarik yang menjadi diskusi sentralnya kurang lebih sebagai berikut :

  • Uang kertas adalah penipuan ! Ganti dengan uang emas !

Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa uang kertas hanyalah akal-akalan negara barat atau Yahudi untuk mengeruk kekayaan alam negara miskin. Pendapat yang sepertinya sangat masuk akal bukan? Sungguh teramat susah untuk dipahami, bagaimana mungkin selembar kertas bisa memiliki nilai? Masak sih kerja keras sebulan penuh tapi dibayar pakai uang kertas? Masuk akal ndak hasil tambang kita dibayar pakai dolar yang notabene adalah kertas yang bisa dicetak sesuka hati? Mungkinkah semua ini adalah akal-akalan orang Yahudi untuk menyedot kekayaan dan emas dari negeri miskin?

  • Uang emas adalah terbaik, nilainya stabil sepanjang masa. Ganti uang kertas ke uang emas !

Puluhan tahun lalu, dengan uang RP 10.000 bisa hidup untuk satu bulan, sekarang dengan nilai yang sama nyaris tidak cukup untuk biaya hidup sehari. Uang kertas menjadi semakin tidak berharga. Entah apa yang akan terjadi puluhan tahun kedepan. Bandingkanlah dengan uang emas. Harga kambing, kuda atau ternak puluhan tahun lalu atau bahkan beberapa abad lalu, harganya adalah tetap sama kalau dinilai dengan uang emas. Bukankah semua ini adalah merupakan bukti yang lebih dari cukup untuk menunjukkan betapa stabilnya nilai uang emas. Lha, koq kita masih saja menggunakan uang kertas?

  • Uang emas anti inflasi.

Nilainya ttetap sepanjang masa, dipotong dengan pedang, nilainya akan sama, tidak mungkin untuk dipalsukan dan segudang keunggulan lainnya yang sepertinya terlalu banyak untuk disebutkan.

Kalau dipikir secara sekilas, tentu saja apa yang tertulis di atas sangat masuk akal bukan? Namun benarkah sistem uang emas sehebat dan sesempurna itu? Benarkah dengan mengganti atau beralih dari sistem uang kertas ke uang emas maka semua permasalahan ekonomi baik nasional maupun glogal akan selesai dengan sendirinya? Mungkinkah dengan beralih ke uang emas maka semua orang akan makmur dan menggenggam sekantung uang emas?

Pertanyaan lain yang sepertinya jauh lebih menarik, kalau sistem uang emas sedemikan unggulnya, mengapa hampir semua negara saat ini masih menggunakan sistem uang kertas?

Bagaimana menerut pendapat Anda? Silakan tuliskan opini Anda di bawah ini.
Bersambung ke bagian II.

Referensi :

23 thoughts on “Uang Emas VS Uang Kertas (Bagian 1)

  1. Salam Mbelgedez Lover’s
    @Salam para sesepuh
    @Mbah Wager
    Kang Pejalan, Kang O-O, Kang Bala(ne)dewa, Kang Krishna, Kang JariSakti,Kang Lesungpipi3t, Kang Tester, Kang Nurkahuripan, Kang JS, kang Pengamat,Jeng Dewi
    dan para sedulur semua

    @simbah Wage
    Salam Rahayu
    Selamat Pagi Semoga semua diberkati dan diberi kesehatan serta keselamatan.
    Wah mbah kalau saya sih gak dong masalah uang emas ini, bagi saya yang penting cari uang agar bisa beli barang kebutuhan hidup.
    Namun setahu saya uang adalah sesuatu nilai tukar yang disepakati semua Orang.

    —– Tidak Ada Uang Kafir
    —– Uang Haram pun hanya sekedar istilah he…he..he..

    Pada dasarnya manusia pengin selalu tetap HIDUP. untuk tetap hidup PERUT harus selalu terisi. dari perut inilah masalah-masalah dunia muncul dan berkembang, karena Akal dari manusia. hidup manusia selalu Ngakali ( menipu secara halus ) kepada orang lain, namun hal ini bukan dianggap sebagai penipuan.
    Dari Perut ini sifat Rakus manusia timbul. Perang dan Penjajahan adalah alasan agar manusia tetap Hidup.
    Dengan Uang berlimpah kita bisa berkuasa, sifat rakus dan tamak bisa terpenuhi.
    Otak manusia memang tiada Batas namun semua itu hanya demi kebutuhan Perut.

    Maaf Mbah saya cari uang dulu ……….

    Rahayu..rahayu…rahayu

    1. Salam sejahterah Mas CAHYO ….

      Saya juga meniru Mas Cahyo…bagaimana bisa berhasil ketika mencari uang ..uang kertas , logam atau uang dari kain , plastik , ora opo opo,,,yang penting uang sah dan berlaku….he he…

      Tapi sialnya di jaman edan sekarang ini ,Uangnya susah banget di tangkap , selalu loncat sana loncat sini , badan sampai pegel bungkuk bungkuk…bahkan sampai jatuh ndlosor….. he he he…

    2. Salam hormat , salam Abal Abal Mbel….

      Semoga mereka yg rakus bin jahat penipu dll , slalu dan sering ngantuk ato tidur pules , kalo tidur pasti rakus&jahatnya hilang….sukur sukur tidur panjang , supaya jumlah orang jahat bin rakus berkurang sedikit…

  2. Salam Si Mbah yang Guanteeeng ( kalau masih muda)….he he he , bukan bentuk uangnya Mbah , tapi piye carane dapat duit??,,lha wong jaman saiki , cari uang haram aja susah, pa lagi yg halal , wuuih susah amat ,,si amatpun juga kelimpungan …..hi hi hi…

  3. —– Tidak Ada Uang Kafir
    —– Uang Haram pun hanya sekedar istilah he…he..he..(Cahyo Dc)
    ————————————————————————————————–

    Ada cerita lama di satu negara Barat. Sementara orang tidak mau makan di resto yang tidak …halal. Mereka juga tidak membeli daging yang tidak halal di pasar . Tapi, orang2 yang sama tidak pernah menolak bantuan keuangan dari pemerintah, padahal uang dari pemerintah itu adalah a.l hasil dari pajak penjualan daging yang haram – babi ,pajak dari minuman beralkohol : bir ,anggur, whisky,dan semacamnya. Sumber cerita : (alm) Gus Dur.

    1. Salam Kang ONTOREJO ….

      Uang Pemerintah yang jumlahnya berjilbun, uwel uwelan , uang jantan , uang betina , uang haram halal saling tindih dan gelut ,,,,wakakakak

      Salam negeri Kurawa dan pandawa…

  4. @salam Rahayu Kang JS
    @salam Rahayu Kang Ontorejo

    Bicara tentang uang ini ada penggalan lagu-lagu

    Aku Cinta Rupiah
    Penyanyi: Cindy Cenora

    Aku cinta rupiah Biar dolar dimana-mana
    Aku suka rupiah, karena aku anak Indonesia
    Mau beli baju, pakai rupiah
    —–
    —–
    Lihat tabunganku isinya rupiah
    Karena mamaku kasihnya rupiah
    Buat beli buku,buku sekolah
    Pakai rupiah ya bayarnya

    Aku cinta rupiah Biar dolar dimana-mana
    Aku suka rupiah, karena aku anak Indonesia

    Uang
    Penyanyi Nicky Astria
    —-
    —–
    Memang uang bisa bikin
    orang senang bukan kepalang uh…
    Namun uang bisa juga
    bikin orang mabuk kepayang uh…
    Lupa sahabat, lupa kerabat
    lupa saudara,
    mungkin juga lupa ingatan
    oh…uang…oh…lagi-lagi uang
    ==========
    Jangan Biarkan Perut mu Kosong karena Tak punya Uang,
    Tapi Jangan Isi Perut mu dengan Uang.
    Wakakakak…..

  5. Salam abal-abal
    Mungkin itu bisa membuat efisien mbah….
    Lah kan banyak orang cari duit buat beli emas,nah jika uangnya sdah dri emas maka gak perlu lgi beli emas.
    Tapi….
    Kasihan yg jualan dompet mbah,bakalan gak laku…
    lahh klo uang emas pasti berbentuk koin.
    Dan pastinya susah klo d bawa kemana2.
    Juga kerusakkan lingkungan bertambah.
    Hihihiiii pendapatku koq umum bgt yaa mbah….

    1. enggak juga sih kang,

      uang kertas di taruh di dompet itu bagus biar rapi dan tidak kusut. ada peribahasa :

      “kalau kita memperlakukan uang dengan baik, maka uang juga akan memperlakukan kita dengan baik”.

      bagaimana dengan uang logam?… kan ada dompet kantong, special untuk yg koin emas, perak dan unik2… yg biasanya jaman dahulu ibu2 selalu membawanya ke pasar dan menylempitkannya di sekwilda… daerah sekitar wilayah dada… kata mas didi nini thowok… hitung2 buat melestarikan dompet traditional…

  6. Salam utk semua tanggapan dan opini dari para sahabat saya di atas. Salam khusus juga utk Kang Ontorojo. (Beliau sahabat baru jadi salamnya spesial).

    Tulisan ini masih ada sambungannya yaitu bagian 2.
    Bagian 1 ini sebetulnya hanya sekedar test untuk menguji opini para warga. Namun sepertinya tanggapannya lumayan datar.

    Mungkin bukan topik favorit kali ya? Adu judul perlu diganti agar lebih mengguncang ?

    Tapi komentar sudah sesuai target.
    Target simbah, setiap tulisan ada 2-3 orang yang berkomentar/ Tiap orang menulis komentar 2 kali, jadi 3×2 = 6. Kemudian ditambah dengan reply simbah maka total jadi 12 komentar. Terus 12 komentar ditukar ke bank akan jadi 12 keping uang emas. Horeeee…

    Nyambung ndak nyambung ya disambung2kan agar cocok dengan topik.

    Lagi stresss nih, kerja keras seharian banting3 tulang tapi ndak jadi duit. Yang ada malah sakit tulang.

  7. ikut nimbrung…bkn kh sblm ada istilh uang.zmn dhulu mnggunakn sistim barter.(sesuatu barang yg pas utk d tukar).lantas beralih ke tambang emas.perak.perunggu dll…zmn skrg mnggunakn uang kertas mngkn utk lbh fleksible dlm barter.tp kabar ya d dunia barat.lg d promosikan ya sistim chip yg d tanamkn ke bagian tubuh seseorang.jd uang ya ckup d simpan d bank.tdk prlu repot bwa uang..salam rahayu.

    1. Salam Kenal, Selamat Datang dan Bergabung Kang Anggoro.
      Salam Kang Wager, Kang Tapaa, Cak JS, Kang Nur, Kang BB, Kang Pejalan, Kang GP, dan semua saudara sekomunitas DongBud.
      Saya sudah baca dan lihat video ditautan tsb… kalimat dari wawancara M1 di Breaking News: setiap orang tidak punya hutang dan jadi milyuner.
      Waooo…. alangkah indah dan nikmatnya.
      Pertanyaan saya adalah bila semua orang jadi milyuner kaya raya… lalu yang mau bertani menanam padi, berternak, berkebun, jadi sopir taxi, masinis, pilot, tentara, polisi, guru, pegawai negri, tukang bersih-bersih (cleaning service) dll siapa kang?
      Ini tanggapan saya tentang “harta amanah” tsb.
      https://leadershipprincipal.wordpress.com/2013/05/10/dana-amanah/
      Nuwun.

    2. Semua orang jadi kaya itu jelas tidak mungkin Kang. Ibarat semua jadi bos, siapa yang jadi anak buah?

      Kalau semua orang kaya monyet ya mungkin masih masuk akal Kang…..

  8. Terima kasih kang dan salam pesederekan buat semuanya.
    Mungkin kalau New Earth sudah terwujud secara global kang semua bisa terjadi kalau sekarang saya juga pesimis kok kang , dewasa ini dengan batu akik aja gimana kang apa lagi emas ? seperti halnya ketika Tangan Buddha sekali ‘goyang” semua penyakit manusia di Bumi ini sembuh semua dan kenapa gak dilakukan ya kang,mari saling bahu membahu aja kang.
    Salam sadayana.
    http://www.thenewearth.org/Andromeda%20Council.html

    1. Salam utk Kang Anggoro,
      Tiap dengar kata batu akik, entah kenapa saya jadi pingin ketawa. Weleh, blog abal2 belum punya tulisan tentang batu akik nih.

  9. Salam Ya Salam.

    Lebih efisien uang plastik atau uang kain. Bisa di daur ulang dan mengurangi problem sampah. Soalnya pohon banyak di tebang, cuma buat uang. Pantas orang miskin cuma buat gubuk.

  10. Penting untuk dipahami bahwa emas merupakan fondasi bagi peradaban. Emas mewujud melalui pengaruh substansi ini. ingatlah, bahwa catatan kuno rasmu dari Sumeria, cerita-cerita tentang para dewa yang dalam puluhan atau ratusan ribu tahun sebelumnya, datang ke sini untuk mencari emas.
    Mari saling membantu perjuangannya Indigo Children dan ma’af ya kang kalau hasil “begalan” saya seperti keluar dari topik.
    Monggo kang dilanjut. RA – Hayu
    http://birrusadhu2.blogspot.com/2010/03/bumi-bag-19.html

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s