Komunitas Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu

Artikel Copy Paste
Kearifan Lokal Komunitas Dayak Indramayu. 
Berdikari Online.  Rabu, 14 September 2011 | 18:18 WIB

dayak-indramayu
Credit image / fotografer : Sdr Turidi

Ketika membaca judul tulisan ini, mungkin anda akan merasakan adanya suatu kerancuan. Kerancuan itu terutama pada korelasi antara kata keempat dan kelima dari judul tulisan, “Dayak Indramayu”. Adakah suku dayak di Indramayu? Bukankah dayak merupakan etnis yang berdomisili di pulau Kalimantan?

Ternyata di Kabupaten Indramayu, tepatnya di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, terdapat komunitas yang menamakan dirinya sebagai komunitas Dayak atau lebih lengkapnya komunitas Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. Mendengar nama lengkap komunitas ini pun pasti akan menimbulkan tanda tanya besar pula dibenak kita, terutama bila dicermati adanya dua kata yang merujuk pada nama dua agama besar yang berasal dari India, Hindu dan Budha. Ada makna apa dibalik nama-nama ini? Komunitas macam apakah mereka sebenarnya?

Makna dibalik Nama

Suku Dayak Indramayu sama sekali tidak ada hubungannya dengan suku Dayak yang ada di Kalimantan meski mereka menggunakan nama dan berpenampilan layaknya suku Dayak Kalimantan. Mereka merupakan bagian dari wong dermayu atau penduduk Indramayu yang pada umumnya menggunakan bahasa dengan dialek Jawa-Cirebon. Dalam aspek bahasa dan ras (ciri khas biologis), mereka tidak banyak berbeda dengan wong dermayu lainnya. Perbedaan mereka dengan kebanyakan orang Indramayu lainnya terletak pada  adat istiadat, kepercayaan serta penampilan yang mereka jalankan serta perlihatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, nama lengkap komunitas ini adalah Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. Tidak seperti yang kita pikirkan ketika mendengar nama tersebut pertama kali, nama komunitas yang kini beranggotakan sekitar 400 jiwa itu mengandung makna filosofis yang dalam. Ki Takmad Diningrat, yang merupakan tokoh sentral komunitas ini, mengungkapkan bahwa nama Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu menyimpan suatu falsafah hidup yang dijadikan pedoman oleh anggota komunitas ini. Kata ‘suku’ artinya ‘kaki’ yang memiliki makna bahwa setiap individu memiliki tujuan masing-masing dalam kehidupannya di alam ini. Sementara kata ‘Dayak’ berarti ‘ngayak’ atau menyaring berbagai pilihan yang ada dihadapan  manusia dalam menjalani hidupnya, yang seringkali terjebak dalam “opisisi binner”, benar atau salah.

Sedangkan kata ‘Hindu’ bermakna awal atau embrio dari kehidupan manusia ketika berada dalam kandungan ibu. Hal ini juga berfungsi mengingatkan setiap individu akan besarnya peranan ibu atau wanita dalam mempersiapkan seseorang untuk lahir dan memulai kehidupan di dunia ini. Kata ‘Budha’  artinya ‘wuda’ atau telanjang. ‘Ketelanjangan’ ini merupakan suatu refleksi atas hakikat hidup manusia yang sejatinya haruslah penuh dengan kejujuran dan kemurnian serta menyatu dengan alam. Hal inilah yang menjelaskan sebab dari penampilan Suku Dayak Indramayu yang memang tidak mengenakan pakaian (hanya mengenakan celana sebatas lutut) dalam kehidupan sehari-hari. Sementara kata “Bumi Segandu” berarti puser bumi atau alam, merefleksikan kecintaan terhadap alam. Kata Indramayu pun memiliki makna dalam filosofi mereka, yakni ‘darma’ atau bakti pada orang tua serta ‘ayu’ yang berarti perempuan. Jadi bakti yang wajib ditunaikan oleh setiap individu adalah pengabdian pada orang tua, terutama orang tua perempuan. Dalam hal ini terlihat suatu penghormatan  yang besar terhadap kaum wanita dalam komunitas ini.

Posisi kaum wanita yang terhormat dalam komunitas ini juga terlihat dari konsep kepercayaan yang dianut oleh suku Dayak Indramayu, “Sejarah Alam Ngaji Rasa”. Dalam kepercayaan tersebut, sosok Tuhan atau zat yang memberi kehidupan bagi manusia dipersonifikasikan dengan figur wanita. Mereka menamakannya Nyi Dewi Ratu.  Aplikasi keberagamaan komunitas pimpinan ki Takmad ini diwujudkan dengan memperlakukan istri atau kaum wanita dengan penuh kasih. Pengkhianatan, kekerasan serta kebohongan yang ditujukan pada istri (wanita) dilarang keras dan merupakan dosa besar.

Dalam konsepsi ajaran Sejarah Alam Ngaji Rasa, Nyi Dewi Ratu adalah sumber kebenaran hidup. Oleh karenanya, sang dewi harus dipuja dengan cara  “ngajirasa” atau  melakukan berbagai lelaku atau amalan. Amalan yang paling utama adalah kasih sayang dan kesetiaan kepada istri.

Selain penghormatan yang tinggi pada kaum wanita, suku Dayak Indramayu juga menjalankan beberapa ritual yang menggambarkan kecintaan mereka terhadap Tuhan dan alam. Ritual untuk menyembah sang penguasa alam dilakukan dengan 2 cara, yang biasa disebut laku pepe dan laku kungkum. Laku pepe dilakukan dengan berjemur diri dibawah sinar matahari. Sementara laku kungkum dilaksanakan dengan cara merendam tubuh di dalam air hingga sebatas leher. Ritual ini dilakukan dari pukul 24.00 hingga pukul 06.00 WIB.

Stigmatisasi “Sesat”

dayakindramayu2
credit image : Bayusuci Channel youtube

Awal mula dari suku Dayak Indramayu adalah suatu perkumpulan yang bernama Jaka Utama yang terbentuk diawal dekade 1970-an. Perkumpulan ini merupakan sebuah pergerakan masyarakat yang dipimpin oleh ki Takmad dengan tujuan memperbaiki moral masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan. Selama memimpin pergerakan tersebut, ki Takmad terus melakukan kontemplasi serta pengkajian terhadap berbagai problema yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Hal ini menyebabkan ki Takmad dipandang sebagai seorang spiritualis baik oleh pengikutnya maupun masyarakat luas. Bahkan ada yang mencibir ki Takmad sebagai dukun.

Buah dari berbagai permenungan yang dilakukannya, ki Takmad pun berniat membentuk suatu komunitas yang bertujuan mengajarkan kebenaran hakiki kepada masyarakat. Namun metode pengajarannya bukanlah dengan doktrinasi, melainkan konkretisasi melalui perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Maka, Takmad beserta para pengikutnya dalam Jaka Utama pun meleburkan diri dalam komunitas yang kini dikenal dengan nama Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu dengan ajaran “Sejarah Alam Ngaji Rasa”  sebagai pedoman hidup para pengikutnya. Bila ditinjau lebih jauh, ajaran Sejarah Alam merupakan kombinasi dari kearifan lokal Jawa (Kejawen) serta hasil kontemplasi ki Takmad sebagai seorang spiritualis.

Oleh karena kepercayaan dan laku hidup yang berbeda itulah, komunitas ini difatwakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat pada tahun 2007. Fatwa yang teramat keliru, karena sesungguhnya para elit politik dan agama dinegeri inilah yang perlu belajar dari mereka mengenai keberagamaan yang substansial, bukan hanya sebatas formalitas belaka. Bukan rahasia lagi, banyak petinggi negeri dan pemuka agama yang memamerkan kesalehan mereka untuk menutupi mentalitas mereka yang sesungguhnya, mentalitas korup, penindas dan komprador.

*) Penulis adalah kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumedang dan alumni Antropologi Unpad.

Foto-foto menakjubkan dan eksotik dari komunitas unik ini bisa dilihat di link berikut : google image
Advertisements

15 thoughts on “Komunitas Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu

  1. Salam Mbelgedez Lover’s
    @Salam para sesepuh
    @Mbah Wager Kang Pejalan, Kang O-O, Kang Bala(ne)dewa, Kang JS, Jeng Dewi, dan para sedulur semua

    @mbah Wager
    Saya kayaknya juga pernah baca dari suatu tabloid tapi lupa mbah, Ajaran serta Lelaku yang ada pada komunitas ini memang agak mirip-mirip dengan ajaran aliran kepercayaan yang ada di jawa tengah. Laku Kungkum dan Laku Pepe
    “Sejarah Alam Ngaji Rasa” ajaran yang bagus sekali.
    Kaum Laki-lakinya gak pakai penutup dada wah hebat sekali kalau Simbah dan saya Pasti udah Masuk Angin tiap hari, he..hehehe.

    Pertanyaan:
    Lha kenapa mereka dianggap “Sesat” ya ?
    Sesat menurut siapa ? Menurut Tuhan?
    **** Mungkin ada para sesepuh yang mau medar mangga

    Kalau Dongbud Sih udah memproklaimirkan diri jadi Blog Sesat
    he….he…he…
    Untuk KTP dikolom agamanya diisi apa ya mbah? jangan-jangan dibuat seragam…………. wakakakakak ( Gak jadi tak tulis mbah)

    Salam Rahayu

    1. Wakakakkkk……
      Benar Kang, kalau saya dan Kang Cahyo ndak pakai baju seharian, pasti udah masuk angin. Nyamuk-pun bisa berpesta kegirangan…..

      Salam juga utk masBB dan kang PNL.

  2. Salam,

    Jadi inget komentar soal penyesatan Ahmadiah oleh MUI oleh sesepuh NU yaitu “MUI kurang kerjaan”.

    saya sudah eneg dengan agama yang penuh dogma, minim implementasi.

    Ha ha ha ha …

    Selamat malam dan mohon maaf. 🙂

  3. hmmm………salam rahayu buat rekan2 semuaa………dan salam damai…

    saya harus mulai dari mana…yaaa……begini …siapapun yang tinggal di jepanng…..kalau me lihat dilangit…..pasti kelihatan benda yang tertinggi adalah bintang dan bulan jika cuaca lagi cerah…tinggal di amerikapun juga sama….tinggal di nepal pun juga sama …tinggal di indo pun juga sama……..inilah dasar pemikiran yang awal …..maksud nya…..agama apapun orang itu…. ..kalau mau melepaskan egonya ……ujung2nya …yang tertinggi adalah bertemu tuhan yang sejati ……ehhhh tp tunggu dulu …..maksud saya ini kalau berani ……..dan mau mengenal diri kita sendiri………..mau melepas semua atributnya yang melekat dulu.

    ada yang sudah pada jalan yang benar ….tp tak memiliki keberanian untuk maju terus…..akibat keinginan2 yang tak bisa dikendalikan oleh dirinya….akibat terlalu cepat puas dengan atribu2 atau sanjungan2 atau julukan2 yang melekat atau predikat yang dimilikinya……….akibatnya yaaaachhh….ngak dapet apa2…..artinya tidak luluss……termasuk diri sayaa…..kwkwkkw

    ada yang berada di jalan kurang tepat ….yach… perlu kekuatan dan ketangguhan ekstra untuk…untuk menemukan kebenaran sejati….tp kadar pemahamannya akan beda …akan memiliki kadar yang lebih tangguh …..karena tuhan akan menilai dari kekuatan niatnya…..hasilnya kan beda……gituuu..,..itulah keadilan tuhan ….bukan berarti tuhan sangat jahat membiarkan orang tersesat atau terlahir pada keluarga …yang kurang tepat ….yang penting keberanian….dan kemauan yang dinilai oleh tuhan

    ” ngaji rasa “…….kalu udah lulus ….pasti dia tahu tuhan sejati ……kalau ngak tau berarti dia ….sudah terlalu cepat puas ,….dan sangat puas dengan predikat dan julukan yang diterimanaya…sebelum mengenal dirinya atau menyelesaikan sesion tersebut…….pada intinya semua ada didalam diri kita sendiri …..barang siapa yang bisa mengalahkan hawa nafsunya sendiri dialah orang paling kuat…..jgn kayak saya …wkwkwkwk

    dgn kata lain tidak perlu orang lain membuat diri kita percaya …akan tetapi cukuplah diri kita sendiri ….apakah diri kita akan kita bantah …..itu terserah dari keputusan diri kita sendiri……

    inilah dasar saya mengapa seharusnya ……kita tak perlu membenci orang yang beda paham ……sebenernya semua kita sama …yang membedakan ….bagaimana kita mengambil keputusan untuk menjalani hidup ini…..pemahaman kuat melahirkan prinsip yang kuat ….bukan abal2 lho…..

    kalau ” ngaji rasa ” …..udah lulus …minimal …dia pasti tahu ….rasa itu apa……gunanya apa …..ujudnya seperti apa…..harus bisa membuktikan …ini batu separoh jalan …kalau saya sampai sekarangpun belum lulus2 nich …kwkwkkwkw…

    ngaji roso …sebenernya ngak usah terlalu bertele2….pakai jemur diri atau rendam diri ……ngak perlu….ngak perlu puasa ..memberatkan muridnya aja……cukup merenung …mendekat kepada yang maha kuasa ….pasti akan tahu dgn sendirinya…..

    demikian dulu lain waktu sambung lagi …..maksih

    wasallam….

    1. sok tahu

      tidak usah disambung

      yang tahu tentang Tuhan,pandita yg tinggal di pura, semedi di candi, di gua hira, yg hidup suci,

      kalau tidak hidup suci,tidak usah nulis tentang Tuhan

  4. Salam mbelgedez lover’s
    Salam @Simbah Wager
    Salam @kang PNL , MasBB

    @kang PNL
    Bagus sekali kang wedarannya “agama apapun orang itu…. ..kalau mau melepaskan egonya ……ujung2nya …yang tertinggi adalah bertemu tuhan yang sejati ”
    Setuju sekali memang semua tergantung dari kita sendiri dalam menyikapi semua.
    “Ngaji roso” toh “ketemune ono ing lali” yang mana atribut-atributnya sudah tidak terpakai lagi.

    Salam Rahayu….salam Damai

  5. BERITA TAHUN 2007

    Aliran Bumi Segandu Indramayu Resmi Dibekukan

    Selasa, 06/11/2007 08:28

    Indramayu, NU Online
    Setelah beberapa minggu melakukan serangkaian penggalian data dan pengkajian akhirnya Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Kabupaten Indramayu secara resmi membekukan aliran kepercayaan Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu yang berada di Losarang, Kabupaten Indramayu.

    Pembekuan komunitas aliran kepercayaan pimpinan Takmad Diningrat ini didukung oleh fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu yang beberapa waktu lalu menegaskan bahwa aliran kepercayaan tersebut sesat.

    Ketua Pakem Kab Indramayu, Udjijono SH mengungkapkan, dari hasil telaah terhadap data yang dikumpulkan dari masing-masing anggota Pakem yang terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Polres, Kodim, Dinas Pendidikan, Dinas Trantib, Dinas Kebudayaan, dan Kejakasaan Negeri Indramayu, semuanya menegaskan bahwa aliran tersebut sesat.

    “Melalui telaah ini, kami baru dapat membuat surat rekomedasi yang akan disampaikan kepada bupati,” jelas Udjiono, Senin (5/11) sambil mengatakan bahwa Suku Dayak Losarang dinyatakan sesat, karena yang diajarkannya telah melanggar ajaran agama yang dianut.

    Misalnya, mereka mengkultuskan alam dan matahari menjadi penyembahannya. Karena itu pihaknya mengingatkan kepada para pengikut Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu di Indramayu agar mulai saat ini tidak lagi menyebarkan ajaran-ajarannya.

    Ketua MUI Kab Indramayu, KH Sulhin H menyambut baik dibekukannya aliran Suku Dayak Losarang yang selama ini dianggap meresahkan warga Losarang dan Indramayu pada umumnya. Pasalnya, yang diajarkannya benar menyimpang dari ajaran Islam.

    Komunitas Dayak Hindu Budha Bumi Segandu yang dikenal dengan Dayak Indramayu seluruh anggotanya adalah suku Jawa yang bermukim di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Indramayu. Di antara ajarannya, pada malam-malam tertentu seperti Jumat Kliwon para anggotanya berkumpul di pendopo. Mereka menyanyikan kidung pujian kepada alam dan Sang Pencipta. Seluruh kidung bersumber dari ajaran kitab suci mereka yang ditulis oleh pimpinannya Takmat Dinigrat, pendiri sekaligus ketua adat.

    Ritual yang disebut kungkung ini dilakukan sepanjang malam. Selama berendam mereka dianjurkan untuk merenungi kebesaran Sang Pencipta. Ritual ini bertujuan untuk menciptakan kesabaran kendati dalam keadaan yang sulit.

    Ritual tersebut dilakukan selama 30 malam secara berturut-turut. Tidak seluruh pengikut Dayak Indramayu mampu menjalankannya. Bagi yang status sosialnya mampu maka dianggap lebih tinggi. Dalam kesehariannya para anggota Dayak Indramayu yang berjumlah lebih dari 400 memilih menjadi vegetarian dan bekerja sebagai petani.

    Namun dalam sejumlah tatacaranya, seperti pernikahan menggunakan cara Islam yakni oleh petugas KUA dan membaca kalimat syahadat.(ksd)

  6. BERITA TAHUN 2008

    Suara Komunitas Online

    Dimintai Perlindungan Suku Dayak Indramayu, DPRD Diam Saja
    6 Agustus 08 | 00:40

    Suku Dayak Hindu-Budha Bumi Segandu Losarang, demikianlah nama komunitas kecil itu. Lokasi mereka berada di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Sepintas aktivitas aliran kepercayaan tersebut mirip dengan Suku Dayak di Kalimantan, terutama kebiasaan hanya mengenakan celana dan tak berbaju bagi anggota laki-laki. Bedanya, Suku Dayak di Kalimantan adalah nama suku yang berdiam di daerah tertentu, tapi Suku Dayak di Indramayu hanyalah sebuah komunitas aliran kepercayaan yang anggotanya tersebar di berbagai tempat yang berbeda.

    Suku Dayak merupakan komunitas yang telah berkembang sejak lama. Tidak ada sumber yang memastikan kapan komunitas itu ada di Losarang. Ada yang mempercayai Suku Dayak merupakan kepercayaan nenek moyang orang Indramayu, seperti aliran kejawen di daerah Jawa Tengah. Suku Dayak berasal dari dua kata Suku dan Dayak. Suku yang dalam bahasa Indramayu berarti kaki. Dayak berasal dari kata diayak yang artinya disaring. Jadi, Suku Dayak adalah aliran kepercayaan yang mengutamakan atau mengharuskan anggotanya selalu berhati-hati saat melangkah dalam kehidupan. Para penganut Suku Dayak meyakini setiap langkah yang diambil mesti disaring dahulu sehingga mereka tidak terjerumus dan salah langkah.

    Sayang, keberadaan Suku Dayak terusik oleh kelompok penguasa. Suku Dayak dianggap telah mencampuradukan agama. Kelompok ini juga dituduh sebagai aliran sesat dan mencoreng nama baik Kabupaten Indramayu dengan sengaja menghambat visi Kabupaten Indramayu REMAJA (Religius, Maju, Mandiri, Sejahtera). Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Indramayu mendesak diterbitkannya surat keputusan bersama (SKB) tiga lembaga (institusi) yakni Kepolisian (Polres Indramayu), Kejaksaan Negeri Indramayu, serta Komando Distrik Militer (KODIM) Indramayu segera diterbitkan.

    “Suku Dayak harus dibubarkan, baik secara damai maupun perang. Suku Dayak adalah aliran sesat yang tidak layak ada di Indramayu,” begitulah teriakan dan tuntutan orang-orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai penjaga dan pembela agama.

    Besarnya desakan pembubaran atas komunitas ini menyebabkan para penganut Suku Dayak merasa terancam. Lalu, mereka meminta perlidungan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu. Namun, para wakil rakyat itu tidak mengambil sikap yang jelas meski para Suku Dayak datang dengan menghiba. DPRD ibarat sekumpulan sapi ompong yang hanya bisa duduk bengong di rumah gedong.

    Perbuatan DPRD banyak menuai kritik. Desakan pembubaran Suku dayak sangat bertentangan dengan semangat bangsa Indonesia menghargai keragaman. Terlebih, Undang-undang Dasar 1945 memberikan kebebasan bagi setiap warga negara untuk menganut kepercayaan dan keyakinan mereka. Karena itu, tindakan mengusik apalagi membubarkan Suku Dayak baik dilakukan oleh sekelompok orang ataupun kelembagaan seperti MUI, Kejaksaaan, atau Kodim Indramayu merupakan perbuatan melawan hukum dan bertentangan dengan Undang-undang Dasar.

    “Bahaya, tuh. Perbuatan apapun yang mencoba memupuk kebencian dan hujatan serta menganggap suatu kelompok sebagai aliran sesat adalah perbuatan meresahkan masyarakat. Dalam KUHP itu bisa dijerat sebagai perbuatan kriminal sehingga bisa dijerat dengan jerat pidana. Lebih dari itu, perbuatan tersebut dapat dianggap sebagai perbuatan merongrong negara (subversif) karena menodai prinsip berbangsa kita, yaitu Bhineka Tunggal Ika,” Hadi, warga Indramayu.

    Hingga kini masalah itu masih terkatung-katung. Nasib Suku Dayak cemas dengan ancaman akan diterbitkannya SKB. Suku Dayak patut dibela sebagai kaum minoritas yang terpinggirkan. Terlebih, apabila kekuatan penguasa sengaja meminggirkan mereka untuk memuaskan kepentingan segilintir orang yang haus klaim kebenaran.

    (Hero Gunawan) Suara Kemayu

  7. BERITA LAMA TAHUN 2007

    Source: Radar Cirebon, 21/11/2007

    Tegang, Ratusan Suku Dayak Luruk Kantor Kejaksaan

    INDRAMAYU – Sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Kabupaten Indramayu, ratusan pengikut aliran Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Losarang meluruk Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu, Selasa (20/11) sekitar pukul 10.00. Mereka memprotes keras sekaligus menolak hasil telaah anggota Pakem yang menyatakan bahwa aliran Suku Dayak sesat dan harus dibubarkan.

    Pantauan Radar, ratusan pengikut aliran Suku Dayak Losarang pimpinan Pangeran Takmad Diningrat Gusti Alam diangkut menggunakan truk mendatangi kantor Kejari. Ikut mengawal rombongan Suku Dayak di antaranya Ahmad Baso (Komnas HAM), Wakiran dan Sarma, angota perwakilan Suku Baduy, Ketua Patrio Sunda Pajajaran, Kamaludin dan Ketua Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika, Elen.

    Kedatangan mereka ditemui Ketua Pakem Indramayu Udjijono SH didampingi sejumlah anggota yakni Kapolres AKBP Syamsudin Djanieb, Ketua MUI KH Ahmad Jamali, serta Dndim 0616 yang diwakili Pasi Intel Kapten (Inf) Andar.

    Sekitar pukul 11.00, perwakilan Komnas HAM Ahmad Baso dan Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika, Elen mengadakan pertemuan secara tertutup dengan anggota Pakem. Sementara yang lainnya terpaksa menunggu di luar sambil menunggu hasil keputusan. Situasi berubah memanas, menyusul perang mulut antara ketua dan anggota Suku Dayak Losarang, Pangeran Takmad Diningrat Gusti Alam dan Tarka dengan Kapolres AKBP Syamsudin Djanieb.

    Takmad dan Tarka sepertinya tidak terima pernyataan Kapolres Djanieb yang memberikan batas waktu selama enam bulan agar Suku Dayak segera menghentikan aktivitasnya. Bahkan, mereka sempat saling dorong dengan Kapolres Djanieb. Karena situasinya terus memanas, Djanieb berusaha menahan emosi dan langsung masuk ke mobil dinasnya.

    Ahmab Baso, perwakilan Komnas HAM menjelaskan, saat ini pihaknya tetap akan melakukan kajian terhadap keputusan anggota Pakem yang menyatakan bahwa aliran Suku Dayak Sesat. Dijelaskannya, Komnas HAM sebatas melakukan kajian, memantau, melakukan mediasi dan penyuluhan terhadap persoalan tersebut. ”Jadi, tidak serta merta anggota Pakem bisa langsung begitu saja membubarkan, akan tetapi perlu dikaji ulang sejauhmana keputusan tersebut,” tandasnya, seraya meminta kepada semua pihak agar arif dalam membuat keputusan, sehingga tidak menimbulkan gejolak.

    Sementara Kapolres AKBP Syamsudin Djanieb bersama anggota Pakem lainnya tetap konsisten dengan hasil telaah yang menyatakan bahwa Suku Dayak Losarang sesat dan harus dibekukan. Dijelaskan Djanieb, pihaknya memberikan batas waktu selama enam bulan sejak Pakem menyatakan aliran tersebut sesat. ”Kami tinggal menunggu hasil akhir keputusan dari bupati Indramayu. Setelah itu baru kami akan melakukan tindakan tegas,” tegasnya.

    Siap Pertahankan Keyakinan

    Ketua Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Losarang, Pangeran Takmad Diningrat Gusti Alam secara tegas menolak hasil telaah dari anggota Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) yang menyatakan suku yang dipimpinnya sesat. Bahkan, Takmad cs mengancam akan melakukan perlawanan dengan siapa pun yang menghalang-halangi kepercayaannya.

    Hal itu disampaikan Takmad usai menggelar pertemuan dengan anggota Pakem. Dia menjelaskan, para pengikut Suku Dayak Losarang telah sepakat untuk mempertahankan kepercayaan yang selama ini diyakininya. “Selama ini apa yang kami lakukan dalam kehidupan sehari-hari tidak pernah merugikan orang lain, apalagi membuat resah masyarakat,” kata pria kelahiran Desa Malang Semirang ini.

    Menurut Takmad, keyakinan yang digelutinya bersama ribuan pengikut yang tersebar di pelosok desa itu didirikan sejak tahun 1972. Sedangkan komunitas yang mendewakan istri dan anak itu berpusat di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.

    “Suku Dayak bukan agama, melainkan adat atau budaya yang selama ini diyakini oleh komunitas yang jauh dari makanan yang bernyawa. Pemerintah juga harus adil dalam bertindak, dan jangan seenaknya sendiri. Kami bersama ribuan pengikut Suku Dayak tidak akan membubarkan diri, meski Pakem telah menyatakan sesat,” tegas mantan guru silat ini. (dun)

    1. Selamat Malam Simbah Wager (Ketua Padepokan Mbelgedez merangkap TSK, Moderator / Admin, Penulis, dll.);
      Selamat Malam kepada Para Pinisepuh, Para Winasis Waskita, Para Moderator (Admin), Para Penulis, Para Pemandu Sorak, Para Sponsor, Para Warga & Alumni Padepokan Mbelgedez, serta Para Sedulur Semua @ …

      Salam Sejahtra…….

      @Simbah Wager……, Berita Aktual sbgmn tsb di bawah ini :

      • Sebelumnya, kebijakan pemerintah terkait kolom agama pada KTP, di luar enam agama yang diakui oleh pemerintah BOLEH DIKOSONGKAN (Pasal 64 Ayat 2), sebagaimana Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 sebagai perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan disebutkan bahwa agama yang dicantumkan dalam e-KTP adalah agama resmi yang diakui pemerintah (Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu)

      • Penganut NON-AGAMA boleh cantumkan KEPERCAYAAN di KTP (Dengan demikian, artinya WNI pemeluk keyakinan seperti Kejawen, Sunda Wiwitan, Kaharingan, dan Malim – Sumber ANTARA), Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) penganut kepercayaan yang belum diakui secara resmi oleh pemerintah harus tetap mengisi kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan kepercayaan yang dianut. (Sumber : VIVA.co.id, Bayu Adi Wicaksono, Moh. Nadlir, Rabu, 20 Mei 2015)

      Ini salah satu Link-nya :

      Penganut Non-Agama Boleh Cantumkan Kepercayaan di KTP
      May 20, 2015

      Tinggal masalah Administrasi aja (Permohonan Pencabutan Larangan, sekaligus Pendaftaran ke Instansi Yang Berwenang).
      Semoga bermanfaat.

      Sukses slalu, rahayu…..
      Jayadanjayalahpadepokanmbelgedez…..

  8. Lha kenapa mereka dianggap “Sesat” ya ?
    Sesat menurut siapa ? Menurut Tuhan?
    **** Mungkin ada para sesepuh yang mau medar mangga (Cahyo Dc)
    —————————————————————————————-
    Mas Cahyo, saudara sekalian,

    Nampaknya Oom Wager dan saya berjalan ke tujuan yang ..sama. Cuma, jalannya agak beda. Apa itu? Itu lho, penghapusan kolom AGAMA di KTP !

    Ber agama/kepercayaan atau tidak itu kan hak asasi manusia, yang dijamin UUD 1945. Deklarasi Universil Hak Asasi Manusia (PBB) yg ditandatangani oleh Indonesia juga mengatakan begitu. Ndak bisa di …ganggu gugat. Mau beragama A,B,C,D, terserah orang ybs. Mau gonta ganti agama,Tuhan akan bilang ,sambil tersenyum ,EGP ??

    Indonesia ini memang …kompleks. Negara yang di abad 6 mempunyai seorang ratu perempuan,Shima, mempunyai Tribhuwana Tunggadewi (Majapahit),membangun candi Borobudur, Prambanan,dll, dan mempunyai presiden wanita, kadang bisa …. terbelakang. Lho ? Lha wong agama yang di ijinkan eksis can cuma …segelintir saja. Tao, Jain,Hare Krishna,Bahai, kejawen Maneges, Jedi (Star Wars),Lia Edenisme,bikinan sendiri, apa boleh dicantumkan di kolom KTP ??

    Mas Sabdalangit di blog beliau pernah mengatakan, ‘Setiap manusia berhak menjadi utusan bagi dirinya sendiri.’ Tapi , ini kadang dilarang di Indonesia. Resminya, orang dianggap …sesat kalau tidak mengikuti satu dari segelintir agama resmi yang diakui pemerintah.Lia Eden, kita tahu,pernah dibui karena keyakinan beliau.

    Nabi2 zaman dulu kan sebenarnya juga seperti Lia Eden Lha, wong …saksi mereka ndak ada ! Waktu nabi A,B,C dapat wahyu, kan ya karena cuma sang nabi yang bilang … Tuhan yang maha bisa kan ya terbatas powernya .Lho ? Lha , mana bisa Allah menjatuhkan sabda2 / kitab2Nya dari langit ? Mana bisa Allah mewahyukan wahyuNya dari radio / tv ?? Semua yang dari Allah harus melalui …manusia. Lha, wong bahasa yang dipakai malaikat dan Allah juga baha-hahahaha-sa manusia je …

    Otak , menurut saya, adalah alat yang super ampuh. Karunia Tuhan, karunia alam. Siapa sih Tuhan itu ??

    Saya ,terus terang, ndak paham. Wong belum pernah ketemu …

    Agama Buddha adalah salah satu agama yang …tidak pernah memusingkan Tuhan.Ini sebenarnya agama …eng ing eng …atheis ! .. Orang mau selamat, ke nirwana, atau mau lahir berkali-kali ya terserah orang ybs. Bukan karena malaikat atau dewa2. Agama ini …sesat menurut sementara orang yang …katanya waras, tapi sebenarnya koplak,gendeng. Ya, seperti agama2 lain, yang jumlahnya …ribuan.

    slumanslumunslametslumanslumunslamet-slametsegaliwet,ommanipemehung….

  9. @salam Kang Bala(ne)Dewa
    Terimakasih atas wedarannya
    =======
    Otak , menurut saya, adalah alat yang super ampuh. Karunia Tuhan, karunia alam. Siapa sih Tuhan itu ??

    Saya ,terus terang, ndak paham. Wong belum pernah ketemu … @Bala(ne)Dewa
    ====
    Pertanyaan yang gak mungkin bisa dijawab. soalnya saya juga belum pernah ketemu he…he…he

    Diluar itu saya kira kedepan mungkin aliran-aliran kepercayaan lokal ini akan menggeliat lagi dan berkembang.

    Salam Rahayu

  10. Menurut saya, satu2n ya cara agar mendapat legalitas dan perlindungan kepercayaan ya masuk salah satu agama teologi (kong hu chu, Hindu, atau Budha ) dari sana kepercayaan apapun yg membumi dan melangit dijamin kebebasannya. kalo mau ribet dikit ya gitu, org2 spiritualis ini harus masuk wilayah politik keparat supaya bisa tetep eksis. tapi untunglah presiden kita sekarang Islam Nusantara, jadi lebih merakyat dan membumi.

    salam ajeg.

    1. Salam utk Sdr KLOPAKA,
      Ternyata kita punya pemikiran yang sama. Sayaapun beranggapan bahwa cara paling praktis untuk jangka pendek saat ini adalah dengan bergabung sementara ke agama bumi. Tentu saja bukan pilihan ideal tapi setidaknya ada perlindungan dan pemerintah dan tidak dituduh sesat oleh “sekelompok masyarakat” lain.

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s