Catatan Kaki No 4 : “Minat Membaca” (sebagai habit & lifestyle) dan “Kualitas Pendidikan” (sebagai kultur) adalah pondasi dan jembatan kemajuan suatu bangsa dan negara (berdaulat, maju dan modern)

Artikel dalam rangka menyambut hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. 

buku
Ilustrasi. Credit image : Coffeeusa.org

Penulis  : Kang Pejalan

PROLOG

Saya terasa masih punya hutang, jika tidak menulis ARTIKEL seperti Judul di atas, karena terusik (dan sebagai TAMPARAN YG POSITIF & KONSTRUKTIF) sebagai Anak Bangsa, khusus-nya sebagai ANAK CUCU LELUHUR NUSANTARA, atas Postingan dari Pinisepuh Kang Bala(ne)dewa Tgl. 19 June 2015 at 8:16 pm, sbb :

  • ……… Indonesia dari dulu terkenal punya banyak orang sakti mandraguna. Mereka bisa minta bantuan jin2. Tapi, orang2 sakti itu tidak bisa …menyetop penjajah Belanda, Jepang, dan Inggris. Pada hal para penjajah itu cuma mengandalkan tenaga ORANG BIASA. Dan mereka juga ndak punya ilmu2, ndak punya pusaka2 sakti … Orang2 yang sakti mandraguna itu kalah oleh …ilmu positif … dst…….

Oh, satu lagi. PENDIDIKAN merupakan kunci kemajuan bangsa. Umumnya pendidikan didapat di sekolah, dari SD – Perguruan Tinggi.Yang biasanya dipelajari adalah ilmu2 : matematika, fisika,kimia, bahasa, sejarah, antropologi, ekonomi,dll. Nah, yang ini saja susah,ndak banyak yang bisa sampai ke perguruan tinggi … dst…….

Dan kini terasa plonk & lepas……. atas selesai-nya Artikel yg Saya tulis ini, agar….. paling tidak untuk DIKETAHUI oleh Anak Bangsa, khusus-nya Anak Cucu Leluhur Nusantara, pun….. smoga dapat dipahami & bermanfaat.

Kemajuan suatu Negara (Bangsa) tercermin dari STRUKTUR PENDUDUK-nya dan/atau Warga Negara-nya, (Baca Postingan Saya,

  • “PEJALAN” Friday, 11 September 2015 at 2:25 pm. di Artikel : Catatan Kaki : Renungan (Intropeksi & Evaluasi) Sebagai Anak Bangsa Terhadap Ibu Pertiwi-Nusantara-NKRI Dalam Rangka HUT Kemerdekaan yang ke 70), dimana Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di pelbagai bidang, khusus-nya: Ekonomi, Sains, Teknologi & Rekayasa Engineering, Militer, dll, dsb.

Bagaimana Faktual & Aktualnya NKRI (Bangsa Indonesia) jika dibandingkan dengan Negara2 lain-nya di Asia, pun Negara2 di Dunia…??

Parameter apa saja persyaratan suatu Negara (Bangsa) dianggap Maju dan Modern, atau lebih dahsyat lagi menjadi Mercu Suar Dunia ??

Seringkali Kita melihat (membaca) baik di BLOG, Media Sosial, pun Media lainnya, tulisan Menuju Indonesia Mercu Suar Dunia…….Apakah ini suatu MIMPI DI SIANG HARIKAH…!!!???

Apapun nama-nya….. apapun alasan-nya…., semuanya harus melalui PROSES, dimana OUTPUT & OUTCOME-nya dari PROSES tsb harus JELAS, TERUKUR & TERUJI (secara Akademis), dan IMPLEMENTASI-nya dirasakan oleh Segenap Anak Bangsa dari Sabang s/d. Merauke, baik di Urban, pun di Rural paling tidak secara Proporsional & Kualitas.

  • Tulisan ini dalam rangka menyambut Hari SUMPAH PEMUDA, Tgl. 28 Oktober 1928 sebagai Peletak Dasar BER-ORGANISASI (Kesadaran akan Persatuan & Kesatuan Bangsa Indonesia yang Solid, Ber-Strategi & Ber-makna), pun Dasar Kebangkitan Bangsa Indonesia dalam menggapai KEMERDEKAAN.

SAMBUNGAN – 1

JADIKANLAH “MINAT MEMBACA” SEBAGAI HABIT & LIFE STYLE BANGSA INDONESIA

MEMBACA merupakan sebuah proses Kognitif kompleks dalam mengkodekan simbol- simbol DENGAN TUJUAN MEMAHAMI MAKSUD SEBUAH BACAAN (Reading Comprehension). Hal ini juga berarti bahwa DALAM PROSES MEMBACA DIBUTUHKAN SKILL (KEAHLIAN) untuk memahami Informasi dari sumber- sumber media baca yang tersedia.

Membaca merupakan aktivitas penting dalam sebuah proses pemerolehan bahasa atau Language acquisition maupun kaitannya dalam proses menganalisa dan memahami ilmu pengetahuan. Orang Bijak (Pepatah) mengatakan “MEMBACA ADALAH JENDELA DUNIA.”

Buku merupakan salah satu media baca yang menyediakan banyak sumber informasi bagi pembaca. Media baca dapat dibagi ke dalam beberapa jenis seperti buku, majalah, dan koran. Pada awalnya, media baca banyak terbentuk dari sejumlah informasi yang dicetak pada kertas, hal ini yang sering kita sebut sebagai media baca cetak atau dikenal dengan istilah printed media, meskipun media baca cetak hingga saat ini masih eksis, namun tren menunjukan adanya pergeseran ke arah media baca elektronik.

Perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat merupakan salah satu faktornya. Kini masyarakat mulai beralih menggunakan media baca Elektronik yang dapat diakses dari alat elektronik yang mereka miliki seperti Ponsel cerdas, Komputer tablet,Komputer dan IPad.

DIBANYAK NEGARA NEGARA MAJU, MEMBACA SUDAH MENJADI HABIT (KEBIASAAN/TRADISI) & LIFE STYLE (GAYA HIDUP) YANG TIDAK DAPAT DIPISAHKAN DARI HIDUP & KEHIDUPAN MASYARAKAT-NYA, dimana aktivitas membaca bukan hanya dapat dijumpai di sekolah, pun perpustakaan, melainkan aktivias ini biasa mereka lakukan di taman, kereta, dan tempat- tempat umum lainnya, dsb. Buku- buku cerita anak, novel remaja, dan berbagai jurnal ilmiah yang berkualitas baik, menjadikan minat membaca semakin besar.

SAMBUNGAN – 2

INDONESIA merupakan salah satu negara berkembang dengan “MINAT MEMBACA” MASYARAKAT-NYA YANG MASIH RENDAH, hal ini TERBUKTI (dapat dilihat) dari Hasil Survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2006, dipublikasikan sbb.:

“MEMBACA BAGI MASYARAKAT INDONESIA BELUM MENJADI KEGIATAN SEBAGAI SUMBER UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI.”

  • Masyarakat Indonesia lebih memilih MENONTON TV (85,90%);
  • MENDENGARKAN RADIO (40,30%),
  • Ketimbang MEMBACA (23,50%)

Dari Hasil Survei tsb di atas, artinya, membaca untuk mendapatkan informasi baru dilakukan oleh 23,5% dari Total Penduduk Indonesia. Masyarakat lebih suka mendapatkan informasi dari TV dan Radio ketimbang “Membaca,”.

Data Statistik Sosial Budaya BPS tahun 2012 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Sebanyak 91,68 persen penduduk yang berusia 10 tahun ke atas lebih menyukai menonton televisi, dan hanya sekitar 17,66 persen yang menyukai membaca surat kabar, buku atau majalah.

Dengan data tsb, menunjukkan bahwa “MEMBACA” BELUM MENJADI PRIORITAS UTAMA MASYARAKAT INDONESIA, atau dengan kata lain “MEMBACA” BELUM MENJADI HABIT (KEBIASAAN/TRADISI) & LIFE STYLE (GAYA HIDUP) BANGSA INDONESIA.

SAMBUNGAN – 3

Oleh karena itu PEMERINTAH INDONESIA senantiasa berupaya untuk meningkatkan Minat Membaca Masyarakat Indonesia, salah satunya adalah dengan penetapan Tanggal 14 SEPTEMBER 1995 oleh Presiden Soeharto sebagai HARI KUNJUNG PERPUSTAKAAN dan BULAN GEMAR MEMBACA, dengan TUJUAN UNTUK MENUMBUHKAN “MINAT MEMBACA” MASYARAKAT INDONESIA YANG MASIH TERGOLONG RENDAH, dimana diharapkan ‘MINAT MEMBACA MENJADI HABIT (KEBIASAAN/TRADISI) & LIFE STYLE (GAYA HIDUP) MASYARAKAT INDONESIA.

Kenapa PROGRAM ini tidak berhasil…??

Padahal UUD 1945, Pasal 31, Ayat 4 (Amandemen ke 4) mengamanatkan : Bahwa Negara memprioritaskan Anggaran Pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN serta APBD untuk memenuhi kebutuhan Penyelenggaraan Pendidikan Nasional jo. UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang : Sistem Pendidikan Nasional, mengamanatkan sbb.: Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya Pendidikan yang bermutu bagi setiap Warga Negara tanpa diskriminasi. Serta dikuatkan oleh Putusan Mahkamah Konstitusi No.013/PUU-VI/2008.

Dan REALITAS-nya berdasarkan DATA APBN Tahun 2010 s/d. Tahun 2015, ALOKASI ANGGARAN PENDIDIKAN telah MEMENUHI AMANAT UUD 1945, yaitu MINIMAL 20% dari BELANJA NEGARA.

Permasalahan-nya secara INTERN, karena tidak terencana dengan matang, sungguh2 & terpadu, holistik (peran serta semua stake holder), berkesinambungan, serta kontrol & evaluasi yang terus-menerus (periodik), transparan & akuntabilitas.

Dan ketidak-mampuan Para “Orang Tua” dalam mendidik & menjadi suri tauladan bagi Putra-Putri-nya di Rumah-nya masing2 (Lingkungan Keluarga), di samping ketidak-mampuan Para “Guru” (Lingkungan Sekolah) dalam membentuk Kepribadian Anak/Siswa & membangun MINAT MEMBACA kepada Anak/Siswa yang berarti Para “Orang Tua” (Lingkungan Keluarga) dan Para “Guru” (Lingkungan Sekolah) MEMBIARKAN OTAK Putra-Putri-nya & Anak Didik-nya KELAPARAN (kosong/stagnasi).

Sedangkan secara EKSTERN Kualitas (FRAME of REFERENCES) yang rendah (minimal) dari Para Penyelenggara & Pengelola Pendidikan, termasuk Para Guru sebagai Garda Terdepan dalam Dunia Pendidikan, dan adanya PIHAK LUAR yang KONTRA PRODUKTIF bahkan DESTRUKTIF menghancurkan Sistem Pendidikan di indonesia (Penghancuran Peradaban Sebuah Bangsa).

SAMBUNGAN – 4

HABIT & LIFE STYLE “MEMBACA” DI NEGARA MAJU & MODERN, DIBANDING INDONESIA

Dunia Anak identik dengan dunia dongeng, berdasarkan bebagai sumber, Anak Kecil membaca setengah jam hingga satu jam per hari, Remaja berusia 8-18 tahun membaca rata- rata 38 menit, sedangkan setengah dari Orang Tua yang memiliki anak dibawah usia 12 tahun, membaca bersama dengan Anak mereka setiap hari.

Membaca tetap mengambil porsi yang besar dalam dunia anak. Habit & Life Style membaca menjadi sangat penting dilakukan untuk menumbuhkan minat baca anak sejak dini.

“MEMBACA” merupakan KUNCI UNTUK MEMBUKA JENDELA DUNIA, banyak manfaat yang bisa diambil dari gemar membaca, dan “MEMBACA” juga disebut sebagai GERBANG PERADABAN, oleh karena itu, NEGARA YANG DENGAN KEGEMARAN “MEMBACA” YANG TINGGI (Sebagai HABIT & LIFE STYLE), MEMILIKI PERADABAN YANG LEBIH MAJU.

JEPANG merupakan salah satu contoh negara yang memiliki penduduk dengan minat membaca yang luar biasa, dimanapun mereka berada, membaca selalu menjadi alternatif cara menyenangkan untuk menghilangkan kejenuhan saat di kereta, taman, maupun tempat umum lainnya.

Habit & Life Style Minat Membaca Penduduk Jepang, tidak dengan tiba2 saja mendapatkan-nya, akan tetapi melalui PROSES, yang TERENCANA, HOLISTIK DAN BERKESINAMBUNGAN, dimana salah satu-nya adalah Gerakan 20 Minutes Reading of Mother and Child, dimana seorang ibu harus mengajak anaknya membaca, minimal dua puluh menit sebelum si anak tidur. (Jepang sebagai Negara Maju, menyadari betul hal ini, sehingga negara yang pernah hancur lebur dibom oleh Amerika dan sekutunya ini melakukan gerakan 20 Minutes Reading of Mother and Child, dimana seorang ibu harus mengajak anaknya membaca, minimal dua puluh menit sebelum si anak tidur).

SAMBUNGAN – 5

Selain itu ada FINLANDIA yang merupakan NEGARA DENGAN SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA. Para orang tua Finlandia jelas memiliki andil atas prestasi sekolah yang mengesankan. Ada budaya membaca di kalangan anak-anak di rumah dan keluarga harus mengadakan kontak berkala dengan guru anak mereka. Budaya membaca memang selayaknya terus menjadi perhatian bukan hanya oleh guru atau tenaga pendidik tetapi para orang tua sehingga para generasi muda bangsa ini terus maju dan dapat bersaing dengan negara lain dalam berkontribusi dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia.

Organization for Economic Cooperation and Development(OECD) pada tahun 2009 menempatkan MINAT MEMBACA INDONESIA PADA POSISI TERENDAH DARI 52 NEGARA ASIA TIMUR.

Sementara itu, pada tahun 2011, United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) merilis data bahwa indeks MINAT MEMBACA DI INDONESIA HANYA 0,001. Artinya, DARI SERIBU (1.000) PENDUDUK, HANYA 1 (SATU) ORANG YANG MEMILIKI MINAT MEMBACA. Data di atas menunjukkan RENDAHNYA MINAT MEMBACA MASYARAKAT INDONESIA.

Oleh karena itu PEMERINTAH INDONESIA senantiasa berupaya untuk meningkatkan Minat Membaca Masyarakat Indonesia, salah satunya adalah dengan penetapan Tanggal 14 SEPTEMBER 1995 oleh Presiden Soeharto sebagai HARI KUNJUNG PERPUSTAKAAN dan BULAN GEMAR MEMBACA, dengan TUJUAN UNTUK MENUMBUHKAN “MINAT MEMBACA” MASYARAKAT INDONESIA YANG MASIH TERGOLONG RENDAH, dimana diharapkan “MINAT MEMBACA” MENJADI HABIT (KEBIASAAN/TRADISI) & LIFE STYLE (GAYA HIDUP) MASYARAKAT INDONESIA.

SAMBUNGAN – 6

JADIKANLAH “PENDIDIKAN” YANG BER-KUALITAS SEBAGAI KULTUR (BUDAYA) BANGSA INDONESIA

IMPLIKASI dari rendahnya minat baca masyarakat terlihat dari KUALITAS PENDIDIKAN. (kurang KREATIF, INOVATIF, dsb).

Kualitas PENDIDIKAN INDONESIA belakangan ini jauh tertinggal dari negara2 tetangga. Data dari Survei TIMES HIGHER EDUCATION SUPPLEMENT (THES) 2006 Perguruan Tinggi Indonesia baru bisa menjebol deretan 250 yg di wakili oleh UI, kualitas ini berada di bawah prestasi Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) yg menempati urutan 185.

Kemudian pd th. 2007 menurut Survei THES dari 3.000 Universitas di dunia, ITB baru berhasil berada pada urutan 927, dan sekaligus menjadi Perguruan Tinggi TOP di Indonesia.

KOMENTAR MENTERI KOORDINATOR KEMARITIMAN RIZAL RAMLI Tentang DUNIA PENDiDIKAN di INDONESIA:

  • Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengkritik peringkat perguruan tinggi Indonesia di dunia yang tidak masuk 600 dunia. “Perguruan tinggi di Indonesia harus menggenjot lagi, pasalnya tahun ini tidak ada satu pun yang masuk peringkat 600 dunia. Ini jelas harus menjadi perhatian dunia pendidikan,” kata Rizal pada Seminar Inovasi TIK untuk Indonesia Cerdas di Kampus Institut Teknologi Bandung,

Rizal menginginkan para dosen semua jenjang pendidikan perlu menggenjot lagi kapasitas dan kemampuan dalam mendorong kualitas pendidikan tinggi nasional. Ia mengkritik peningkatan jumlah doktor di perguruan tinggi belum sesuai dengan harapan menjadikan perguruan tinggi Indonesia masuk peringkat dunia.

“Semasa saya kuliah dulu, perguruan tinggi Indonesia ada yang masuk peringkat 200 dunia, bahkan 150-an. Dan itu harus menjadi perbandingan saat ini,” kata Rizal. Menurut Rizal, perguruan tinggi Indonesia perlu mencari terobosan agar meraih peringkat dunia sekaligus menjadikan tenaga pengajarnya bereputasi tingkat dunia.

Rizal juga menelanjangi birokrasi di sejumlah perguruan tinggi nasional yang masih feodal sehingga menciptakan budaya dan suasana kurang kondusif untuk mendorong kemajuan. “Masa zaman seperti ini masih ada rektor yang tasnya dibawain oleh orang lain, itu sudah tidak boleh ada lagi,” kata Rizal (Antara News, Kamis, 15 Oktober 2015).

• TEMPO.CO, Bandung – Alumnus ITB yang kini menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli, merasa sedih karena peringkat almamaternya juga kampus negeri lain di Indonesia tak masuk urutan 600 besar. “Ini tragedi nasional. Jangan ngomong macem-macem, aneh-aneh, universitasnya saja nggak masuk 600 terbaik,” kata sarjana Teknik Fisika ITB tersebut di Aula Barat ITB, Kamis, 15 Oktober 2015.

Rizal heran dengan kondisi merosotnya peringkat ITB dibanding ketika zaman dulu ia mula kuliah pada 1978. “Kok bisa, bujet makin tinggi, yang pintar, doktor, master makin banyak, reputasi makin hancur,” ujarnya saat hadir sebagai salah seorang pembicara utama pada seminar tentang Inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia Cerdas.

Ia memohon kepada Rektor ITB Kadarsah dan alumni untuk mencari terobosan baru agar peringkat ITB bisa masuk ke daftar 200 universitas di dunia. “Kalau nggak (bisa) jangan ngomong deh. Orang juga nggak nganggap kita. Apa ITB? UI? (Peringkat) 600 aja nggak masuk. Di dalam negeri merasa hebat, di luar negeri tidak ada apa-apanya,” ujar Rizal.

Tak hanya kesal, Rizal menyodorkan cara untuk memperbaiki reputasi kampus negeri di Indonesia. Pertama, ia minta perguruan tinggi meninggalkan cara-cara birokratis dan feodal. ITB juga diminta mendatangkan 10 dosen universitas kampus mitra di luar negeri untuk mengajar, begitu pula sebaliknya agar rating peringkatnya naik.

Dosen dari luar negeri itu, kata Rizal, perlu dibayar lebih dari gaji di negaranya untuk mengajar di sini. Ia menyatakan siap membantu pencarian dananya untuk pertukaran dosen tersebut. “Kalau ada kesulitan cari duitnya, kasih tahu saya, kita cari uang di luar bujet,” katanya.

Ketika berpidato dan ditanya, Rizal tidak secara jelas menyebutkan peringkat 600 kampus dunia yang dimaksud. Adapun data yang dikeluarkan lembaga pemeringkat perguruan tinggi Webometrics edisi Januari 2015 lalu, pada daftar peringkat 1.000 universitas terbaik dunia, UGM menempati peringkat 518, Universitas Indonesia di posisi 660, ITB di urutan 704, dan Universitas Brawijaya 738.

Peringkat Universitas Dunia Webometrics didasarkan pada gabungan indikator yang memperhitungkan volume maupun isi website, visibilitas, dan dampak dari publikasi website.

SAMBUNGAN – 7

RENDAH-NYA KUALITAS PENDIDIKAN INDONESIA berarti menunjukkan pula RENDAH-NYA KEMAMPUAN SUMBER DAYA MANUSIA,. itu terbukti dari MINIM-NYA BANGSA INDONESIA DALAM MELAHIRKAN PELAKU-PELAKU EKONOMI YANG BER-DAYA SAING.(Tangguh). Foreign Direct Investment (FDI) INDONESIA BERADA DI-URUTAN 138 dari 140 NEGARA.

INDONESIA HANYA BARU MEMPUNYAI 0,18% PENGUSAHA dari JUMLAH TOTAL PENDUDUK-nya, sedangkan SYARAT UNTUK MENJADI NEGARA MAJU, MINIMAL 2% dari JUMLAH TOTAL PENDUDUK-nya HARUS ADA YANG MENJADI PENGUSAHA, tentu saja PENGUSAHA YANG NASIONALIS, bukan PENGUSAHA yang DESTRUKTIF, KAKI TANGAN ANTEK ASING atau pun KUDA TROYA-nya.

Jika kita bandingkan dengan negara tetangga, Singapura sekarang ini sudah mempunyai 5%, Amerika Serikat 7% dari jumlah total penduduk. Berdasarkan kondisi sekarang ini, maka Indonesia membutuhkan minimal 400 ribu Pengusaha.

Data ini menunjukkan bahwa PENDIDIKAN yang BERKUALITAS SANGAT BERPERAN dalam MELAHIRKAN PARA PENGUSAHA. Usaha untuk MENINGKATKAN PENDIDIKAN yang BERKUALITAS, BERAWAL dari SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) yang MEMPUNYAI ILMU dan MAMPU MENYERAP SETIAP INFORMASI yang BERKEMBANG,
kesemua-nya Itu DIPEROLEH MELALUI “MEMBACA.”.

Padahal (menurut Orang Bijak) PENDIDIKAN itu adalah PINTU DUNIA, dalam arti PONDASI & JEMBATAN MENUJU BANGSA & NEGARA YANG BERDAULAT, MAJU & MODERN.

SAMBUNGAN – 8

DAMPAK DARI MINIM-NYA (RENDAH-NYA) “MINAT MEMBACA” DAN “KUALITAS PENDIDIKAN” DI INDONESIA

Minim-nya (rendah-nya) “Minat Membaca” dan “Kualitas Pendidikan di Indonesia, berdampak kepada KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA, dimana Bangsa Indonesia (sebagai Negara Berkembang) JAUH TERTINGGAL DARI SEGI PENGUASAAN SAINS, TEKNOLOGI & REKAYASA ENGINEERING, serta EKONOMI & POLITIK, sehingga cenderung akan MENAMBAH ANGKA KEMISKINAN DI INDONESIA.

Menurut data BPS tahun 2007, di Indonesia Orang Miskin berjumlah 37,17 juta orang atau 16,58%. Dari Jumlah Total Penduduk Indonesia. Namun…., jika mengikuti STANDAR yang ditetapkan oleh BANK DUNIA, maka Jumlah Orang Miskin di Indonesia hampir 50% dari Jumlah Total Penduduk, dan dampak lainnya, RENDAH-NYA SUMBER DAYA MANUSIA, terlihat dari ANGKA PENGANGGURAN yang berjumlah 10,854,254 (tahun 2006).


  • SEJARAH MENCATAT, Bahwa Bangsa Indonesia pernah DI JAJAH oleh Bangsa PORTUGIS, BELANDA, INGGRIS & JEPANG SELAMA (sekitar) 350 Tahun. Suatu KURUN WAKTU yang teramat Puanjaaaang…., sangat  enyedihkan…., sangat menyengsarakan…., sangat merendahkan & menistakan (bagi yg berjiwa Ksatrya, Protagonis & Pahlawan), tetapi… tidak bagi yang berjiwa Pecundang, Antagonis & Pengkhianat.
  • Dan SEJARAH MENGUKIR DENGAN TINTA EMAS, bahwa Para Leluhur Kita (NUSANTARA) PERNAH BERJAYA & DISEGANI, oleh Bangsa Bangsa lain di Dunia, yakni : Kerajaan Kutai; Taruma Nagara; Galuh Pakuan; Mataram (Kuno); Sriwijaya, Pajajaran & Majapahit, dll. Pun mencapai PERADABAN YANG TINGGI, bukti SKALA; Candi Borobudur, Prambanan, Mendut, Loro Jograng dsb, pun bukti NISKALA; AJARAN LUHUNG ILMU KERAHAYUAN, ILMU KEWEDUKAN & ILMU KEDUNIAWIAN.
  • Oleh BANGSA PENJAJAH digunakanlah STRATEGI DEVIDE ET IMPERA, STRATEGI ASIMETRIS, DAN…..Menyembunyikan & Mengaburkan SEJARAH Leluhur Bangsa-nya (Nusantara). Menyembunyikan & Mengaburkan Bukti-bukti (Skala & Niskala)) KEBESARAN/KEJAYAAN Sejarah Bangsa-nya (Nusantara). MEMUTUSKAN HUBUNGAN ANAK BANGSA dengan LELUHUR-NYA, dengan mengatakan bahwa Leluhur-mu itu Bodoh & Primitif, bahkan di cap Bid’ah & Musyrik.
  • Peristiwa Sumpah Pemuda Tgl. 28 Oktober 1928 adalah Awal dari KESADARAN MEMBACA & BER-PENDIDIKAN NASIONALIME (sebagai Peletak Dasar BER-ORGANISASI, Kesadaran akan Persatuan & Kesatuan Ber-Bahasa, Ber-Bangsa & Ber-Negara yang Solid, Ber-Strategi & Ber-makna), pun Dasar Kebangkitan Bangsa Indonesia dalam menggapai KEMERDEKAAN, sebagai BANGSA YANG MERDEKA, dan NEGARA YANG BERDAULAT PENUH.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Di Kalangan Akar Rumput (Rakyat) tidak dapat dipungkiri pula, bahwa RENDAH-NYA “MINAT MEMBACA” dan “KUALITAS PENDIDIKAN” di negeri ini ikut MEMICU FANATISME, TAWURAN (antar Sekolah/Universitas/Kampung), KEKERASAN DAN ANARKISME yang MEMENTINGKAN KINERJA OTOT (KEDANGKALAN, KEBODOHAN & KEMALASAN) daripada KINERJA OTAK (LOGIKA, KREATIF & INOVATIF), karena OTAK YANG TIDAK TER-ASAH cenderung akan MELAHIRKAN TINDAKAN YANG KURANG PERTIMBANGAN, DANGKAL ANALISIS, KONTRA PRODUKTIF dan DESTRUKTIF, serta MUDAH DI ADU DOMBA.(STRATEGI ASIMETRIS).

Dan selanjut-nya MUDAH TERTIPU & DITIPU oleh Oknum Para Pemimpin & Oknum Para Wakil Rakyat, dengan JANJI2 MANIS, PENCITRAAN, ATRIBUT, ARTIFICIAL, dsb, dll.

Sedangkan di Kalangan Menengah ke atas (Para Pemimpin / Para Wakil Rakyat / Para Yudikatif / Para Pengusaha / Para Intelektualitas / Para Agamawan / Para Spiritualitas, dll) SEBAGIAN LEBIH TIDAK LINIER & BERBANDING LURUS Antara STATUS & PERAN-NYA Dengan NILAI-NILAI UNIVERSAL, yaitu ; KEJUJURAN, KEBENARAN, KEADILAN (MENTALITAS & MORALITAS), INDEPENDENSI, TOLERANSI, POSITIF, KONSTRUKTIF & NASIONALIS (INTEGRITAS) .

Beberapa indikator penyebab-nya, antara lain EGO, SUPER EGO & NAFSUnya untuk meraih “3 M”; M yg Pertama adalah MAHKOTA (Jabatan), M yang Kedua yakni MATERI (Harta), dan M yang Ketiga/terakhir yaitu MEMEM (Wanita).

SAMBUNGAN – 9

EPILOG

Konstitusi (UUD 1945) Pasal 31, Ayat 2, 3 dan 4 ; Sudah MENJAMIN HAK ATAS SETIAP WARGA NEGARA UNTUK MENDAPATKAN PENDIDIKAN, dan UU Pelaksanaan-nya sudah ada yaitu : UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang : Sistem Pendidikan Nasional, mengamanatkan sbb.: PEMERINTAH dan PEMERINTAH DAERAH WAJIB MEMBERIKAN LAYANAN DAN KEMUDAHAN, serta MENJAMIN TERSELENGGARANYA PENDIDIKAN yang BERMUTU bagi SETIAP WARGA NEGARA TANPA DISKRIMINASI,. serta dikuatkan oleh Putusan Mahkamah Konstitusi No.013/PUU-VI/2008.

Dan REALITAS-nya berdasarkan DATA APBN Tahun 2010 s/d. Tahun 2015, ALOKASI ANGGARAN PENDIDIKAN telah MEMENUHI AMANAT UUD 1945, yaitu MINIMAL 20% dari BELANJA NEGARA.

Tetapi KENAPA… KENAPA….. KENAPA (secara umum) KUALITAS PENDIDIKAN dan MINAT MEMBACA RENDAH…..??? (Disamping KONON……. ada-nya iuran/pungutan dll, dsb yg tidak krusial/penting kepada Anak Didik dengan JUSTIFIKASI yang ber-aneka ragam, baik di SD, SLTP, pun di SLA, termasuk untuk ber PIKNIK RIA setiap Kenaikan Kelas & Perpisahan dengan GURU-nya…??)

Pun Mahal-nya Biaya & Ongkos Pendidikan di Tingkat SLA, khusus-nya PENDIDIKAN DI TINGKAT UNIVERSITAS yang semakin MAHAL, coba bandingkan dengan di Negara Jerman yang SERBA GRATIS.

Jika di uraikan beberapa INDIKASI Penyebab-nya (berdasarkan pengamatan Penulis), antara lain :

  • Minim-nya (Rendah-nya) INTEGRITAS, MENTALITAS & MORALITAS Para Pengambil Kebijakan, Para Penyelenggara & Pengelola, Para Pengawas Dunia Pendidikan, termasuk Para Guru di berbagai Tingkatan Sekolah.
  • Minim-nya (Rendah-nya) KOMPETENSI, WAWASAN, PENGALAMAN, KEPEMIMPINAN, TALENTA, KARAKTER & KREATIVITAS Para Pengambil Kebijakan, para Penyelenggara & Pengelola, Para Pengawas & Evaluator Dunia Pendidikan, termasuk Para Guru di berbagai Tingkatan Sekolah.
  • Master Plan (Blue Print) tentang Dunia Pendidkan di Indonesia belum tuntas, kurang visioner dengan tuntutan & kemajuan zaman, kurang kompetitif & komprehensif khususnya dengan Negara2 yang sudah maju & modern, tidak holistik (multi sektor), kurang harmonisasi & berkelanjutan khususnya antara dunia pendidikan & dunia usaha, termasuk dunia lain-nya serta dunia realitas, kurangnya harmonisasi & berkelanjutan antara Rencana Jangka Panjang, Jangka Menengah dan Jangka Pendek;
  • Perlunya Kualitas (Frame of References) SDM yang di atas rata2 Para Pengambil Kebijakan, Para Penyelenggara & Pengelola, serta Para Pengawas Dunia Pendidikan, termasuk Para Guru di berbagai Tingkatan Sekolah.
  • Minim-nya (Rendah-nya) KECERDASAN INTELEKTUALITAS & KECERDASAN SPIRITUALITAS Para Pengambil Kebijakan, Para Penyelenggara & Pengelola, serta Para Pengawas & Evaluator Dunia Pendidikan, termasuk Para Guru di berbagai Tingkatan Sekolah, SEHINGGA MISKIN SURI TAULADAN, dan Para Murid-nya MISKIN MENTALITAS & MORALITAS, serta MISKIN KREATIVITAS & INOVATIVITAS.
  • Dan lain-lain, Dan sebagai-nya.

Itulah CATATAN KAKI tentang “MINAT MEMBACA” & “KUALITAS PENDIDIKAN” REALITAS-NYA di INDONESIA, yang memperpanjang CATATAN BURAM Dunia Pendidikan sehingga BANGSA INI SULIT (KESULITAN) UNTUK BANGKIT MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL YANG SEMAKIN KOMPLEKS, UNTUK BANGKIT MENJADI BANGSA & NEGARA YANG BERDAULAT, MAJU & MODERN, UNTUK BANGKIT MENJADI MERCU SUAR DUNIA…..???

Padahal “MINAT MEMBACA” adalah JENDELA DUNIA, sedangkan “KUALITAS PENDIDIKAN” adalah PINTU/GERBANG DUNIA, dimana artinya “MINAT MEMBACA” dan “KUALITAS PENDIDIKAN” adalah PONDASI & JEMBATAN MENUJU BANGSA & NEGARA YANG BERDAULAT, MAJU & MODERN.
Juga merupakan PARAMETER, CERMIN & IDENTITAS KEMAJUAN SUATU BANGSA & NEGARA.

Sebagai Manusia Biasa, yang tak luput dari Hukum Alam (Terbatas & Dibatasi), Penulis menyadari….. TULISAN (ARTIKEL) ini jauh dari sempurna, dan……. pada saat ini sebelum KLIK PUBLISH KOMENTAR, hrs cek dulu POSISI KAMAR……., #$*&^!>?>+SH#@T%#?……, Hiiiiiks……, ala Mak….. tepok Jidat.com, ternyata……. MASIH BERADA DI KAMAR….. HALAMAN KHUSUS : ORANG “GILA…..” Heheeheeeee……………..

“DIRGAHAYU DAN SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA YANG KE 87 (1928 – 2015)”
“MAJULAH DAN JAYALAH NUSANTARA – MERAH PUTIH – IBU PERTIWI – NKRI.”

Trima kasih, smoga bermanfaat

Sukses slalu, rahayu…
Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

Kang Pejalan

28 Oktober 2015

REFERENSI :
• Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas.
• Mudazine.Com.
• Antara News.
• Tempo.Com.
• Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Kementrian Keuangan.

37 thoughts on “Catatan Kaki No 4 : “Minat Membaca” (sebagai habit & lifestyle) dan “Kualitas Pendidikan” (sebagai kultur) adalah pondasi dan jembatan kemajuan suatu bangsa dan negara (berdaulat, maju dan modern)

  1. Ada cerita menarik tentang pentingnya membaca dan hubungannya dengan bela negara. Entah benar atau tidak (mudah2an cerita ini salah besar), yang jelas ambil hikmahnya saja:

    Menteri Pertahanan Israel Moshe Dayan ditanya dalam sebuah wawancara: “Apakah Anda tidak takut orang-orang Arab akan membaca rencana Anda dan mempersiapkan diri mereka?” Tanggapannya,”Yakinlah, orang-orang Arab adalah bangsa yang tidak membaca, dan jika mereka membaca mereka tidak mengerti, dan jika mereka memahami mereka tidak bertindak.”

    Sekali lagi ambil hikmahnya. Yang jelas cerita ini merupakan saran dan juga peringatan, betapa pentingnya budaya membaca bagi bangsa agar tidak mudah dikibuli orang atau bangsa lain.

    Di negara maju, membaca satu judul buku pertahun adalah hal biasa. Untuk golongan pelajar atau mahasiswa tentu jauh lebih banyak. Misalnya, Perancis dan Belanda 22-23 buku per tahun, Jepang 15 buku per tahun, Malaysia 6 buku per tahun, Thailand 6 buku per tahun.

    Anyway, tulisan Kang Pejalan di atas sangat super dan berkualitas tinggi. Topik bahasan yang sangat fundamental dan merupakan salah satu kunci utama menuju kemajuan bangsa. Tapi ya itu, kalau ibarat dagangan, kurang laku untuk dijual. Tidak akan banyak orang yang tertarik untuk mengkklik, menshare atau mendiskusikannya, selain warga dongbud doang.

    Menurut file di dongbud library yang saya miliki, Waktu membaca per hari di USA dan Jepang, rata – rata jumlahnya 8 jam. Kemudian untuk di tanah air, Indeks kegemaran membaca orang pribumi hanya 0.001. Artinya, dari seribu penduduk Indonesia hanya satu orang yang gemar membaca. Daripada baca buku, tampakanya main facebook, gasip atau nonton sinetron jauh lebih menarik. salam

    * berkomentar panjang, agar kelihatan pintar

    1. Selamat Pagi kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      Salam Sejahtra Simbah WAGER….
      Matur nuwun atas Postingan Saya dibuat ARTIKEL, wuaduuuh….. jadi ngerepotin nie….. heheeheee……….

      + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

      Menteri Pertahanan Israel Moshe Dayan ditanya dalam sebuah wawancara: “Apakah Anda tidak takut orang-orang Arab akan membaca rencana Anda dan mempersiapkan diri mereka?” Tanggapannya,”Yakinlah, orang-orang Arab adalah bangsa yang tidak membaca, dan jika mereka membaca mereka tidak mengerti, dan jika mereka memahami mereka tidak bertindak.”

      + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

      Wakakaakaaakkk…… JANGAN2 MEMBACA-nya salah/keliru, bukan-nya dari KIRI ke KANAN, ttp dari KANAN ke KIRI…??? (Padahal tulisan-nya huruf latin),

      + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

      “Anyway, tulisan Kang Pejalan…… dst……. Tapi ya itu, kalau ibarat dagangan, kurang laku untuk dijual. Tidak akan banyak orang yang tertarik untuk mengkklik, menshare atau mendiskusikannya, selain warga dongbud doang.”

      + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

      Sejujur-nya Saya tdk heran & kaget dgn Opini (Realitas) Simbah Wager, justru……. kalau laku & banyak dI-share, saya AKAN TER-KAGET2, mungkin KEJANG-KEJANG (Istilah Simbah wager) berarti ….. STATISTIK NGIBUL atau paling tidak DI-REKAYASA (untuk men-diskreditkan NKRI).

      Suka… tidak suka…., sedih… tidak sedih…., Inilah FAKTUAL-nya & REALITAS-nya, yg harus Saya terima, KUALITAS ANAK BANGSA (secara umum) termasuk Mindset, Paradigma, Mentalitas & Integritas, Sikap & Tindakan, dll,
      pun sesuai juga dgn postingan saya (“PEJALAN” Friday, 11 September 2015 at 2:25 pm) tentang STRUKTUR PENDUDUK NKRI.

      + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

      * berkomentar panjang, agar kelihatan pintar

      + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

      Wakakaakaaakkk……. ILMU BARU yg di dapat dari Reply ARTIKEL HEBOOOHHH…….

    2. Saya jadi TERINGAT POSTINGAN Kang Bala(ne)dewa
      Tgl. 19 June 2015 at 8:16 pm, sbb.:

      ……. Indonesia dari dulu terkenal punya banyak orang sakti mandraguna. Mereka bisa minta bantuan jin2. Tapi, orang2 sakti itu tidak bisa …menyetop penjajah Belanda, Jepang, dan Inggris. Pada hal para penjajah itu cuma mengandalkan tenaga ORANG BIASA. Dan mereka juga ndak punya ilmu2, ndak punya pusaka2 sakti … Orang2 yang sakti mandraguna itu kalah oleh …ilmu positif … dst…….

      Oh, satu lagi. PENDIDIKAN merupakan kunci kemajuan bangsa. Umumnya pendidikan didapat di sekolah, dari SD – PerguruanTinggi.Yang biasanya dipelajari adalah ilmu2 : matematika, fisika,kimia, bahasa, sejarah, antropologi, ekonomi,dll. Nah, yang ini saja susah,ndak banyak yang bisa sampai ke perguruan tinggi … dst…….

      Dan Rabu, Tgl. 28 October 2015 at 7:19 am, sbb.:

      ……. dst……. Membaca membuat si pembaca …(lebih) pinter , tidak mudah …ditipu …Membaca mengurangi …kebodohan, kepicikan, dan kefanatikan.

      + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

      Dan Postingan Kang Nur Kahuripan, Rabu, 28 October 2015 at 1:01 am, sbb. :

      salam kang pejalan@ pada bait awal gimana kang? hmm.. tepat kang, minat baca yg masih rendah merupakan salah satu faktor lamanya waktu utk tercapainya harapan semua orang…
      untuk saat ini harus ada sesuatu yg bisa dilakukan, untuk menyebarluaskan “kesadaran..”
      bisa dikatakanlah, orang2 saat ini ndableg(tp gak mau dibilang ndableg), bodoh(sama.. gak mau dibilang bodoh)
      tapi yah gak mau jg berupaya merubah diri.. ckckck..
      itulah Pr kita bersama….

      + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

      Duuuh….. kenapa “KITA SEBAGAI ANAK BANGSA, TIDAK MAU BELAJAR & AMBIL HIKMAH-NYA…??”
      Entahlah… entahlah… entahlah……. Mari Kita tanyakan kpd “Rumput yg bergoyang…….”

      ANOTHER….. Nuwun sewu Simbah… tlng direvisi, sbb.:

      Judul Asli : CATATAN KAKI : ……… DAN PENDIDKAN (SEBAGAI KULTUR) ……… dst ………

      Menjadi :

      Judul Asli : CATATAN KAKI : ……… DAN “KUALITAS PENDIDKAN” (SEBAGAI KULTUR) ……… dst ………

      Matur nuwun.

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

    3. Ini dia contohnya, orang yang berkomentar tapi tidak membaca. Baca tapi ndak ngerti….
      Pentung kepala sendiri
      Maaf sejuta maaf Kang Pejalan, artikel sudah diedit sesuai pesanan.

    4. Selamat Siang kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      Salam Sejahtra ……

      Heheeheee……… Simbah lagi ke-asyikan ngobrol sama Si Marni (tetangga sebelah)…., jadi-nya kurang fokus deh…….
      Be careful….. jangan senyam-senyum sendirian (nanti orang2 pada bingung)……. heheeheee…….

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

  2. ok, yg pertama mengapa artikelnya harus di kasih judul ‘kaki’? no 3 lagi.

    maturnuwun simbah and kang Pejalan,

    aslinya kultur kita itu memang lebih ke ‘story telling’ than ‘story reading’… coba kita tengok kalau pas ada antrian di rs, stasiun, dsb alih2 menghabiskan waktu dgn membaca, yg mereka lakukan adalah ‘ngobrol’ atau gadgetan bagi yg punya android dan sejenisnya.

    nah kalau menurut kang Pejalan and all, gimana caranya supaya bisa menggalakkan minat baca di berbagai kalangan masyarakat kita? tidak hanya koran dan majalah atau kitab tapi juga buku2 yg lainnya 🙂

    1. Ndak tahu juga ya, mungkin karena Kang Pejalan suka ama kaki? krupuk kaki ayam, sop kaki, kaki mulus jalan2 dll. DIkasih nomor 3 ya karena kakinya Kang Pejalan memang benaran ada 3. Begitulan kira2 jawaban abal2nya.

    2. Selamat Pagi kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      Salam Rahayu Jeng DEWI@
      Wuaduuuhhh……. mimpi apa semalam Aku…??
      Hal yg surprise….. Panjenengan mau mampir (ber-comment) di Artikel-ku (setelah yg ke 4)…., Matur Nuwun Jeng….. Heheeheee……… Semoga Padepokan (Blog) Jeng Dewi ramai & cemerlang, pun Panjenengan sukses slalu & sejahtra adanya….. Aamiin

      + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

      ok, yg pertama mengapa artikelnya harus di kasih judul ‘kaki’? no 3 lagi.

      + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

      Sejujurnya tidak pernah terpikirkan, pun… direncanakan.., MENGALIR begitu saja (tanpa tendensi)….. terlintas di benak….. mungkin (seringkali dlm hidup) ada TARIKAN (positif & pre-emtif) YG TANPA DI SADARI…….

      Jawaban dari Panjenengan pun… langsung (otomatis) terjawab (terlintas), yaitu : KAKI identik dgn PEJALAN.

      Sedangkan Penulisan NOMOR (No. 3) itu adalah KREATIVITAS Simbah Wager…., untuk MEMBEDAKAN (pun Memudahkan Pembaca) dgn ARTIKEL yg lainnya, krn ada 3 Artikel yg pake Judul CATATAN KAKI (Lihat Folder Pejalan).

      + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +
      aslinya kultur kita itu memang lebih ke ‘story telling’ than ‘story reading’… dst……. nah kalau menurut kang Pejalan and all, gimana caranya supaya bisa menggalakkan minat baca di berbagai kalangan masyarakat kita? tidak hanya koran dan majalah atau kitab tapi juga buku2 yg lainnya
      + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

      Duh duh duuuh….. knapa Jeng Dewi begitu repot2 & susah2 mikirin Bangsa & Negara …? Heheeheee……….
      Padahal yang di Gaji & yang di Sumpah aja….. ehm…ehm…ehm…..(yaaah itulah mentalitas, integritas, moralitas & kapasitas-nya).

      Faktual & Realitas-nya, dengan MEMILIKI BLOG (Jeng Dewi, Simbah Wager, Kang ABR, dll.) sudah BERKONTRIBUSI kepada NUSA & BANGSA (dgn langsung, pun tdk langsung) atas Gerakan MINAT MEMBACA & MENCERDASKAN Anak Bangsa.

      Saya punya OPINI, Gerakan MINAT MEMBACA & Kualitas Pendidikan AKAN BERJALAN BERBANDING LURUS & LINIER pada PEMERINTAHAN yang TRANSPARAN (Terbuka), AKUNTABILITAS (Terukur & Teruji secara Ilmu), JUJUR, BERTANGGUNG-JAWAB & ADIL.

      Dengan begitu (korelasitas & kausalitas) kepada STRUKTUR PENDUDUK pun… akan berubah, dan… bergeser dari yang MAYORITAS/DOMINAN Kelas BAWAH (Grassroot), menjadi Kelas MENENGAH (Intelektualitas) yang MAYORITAS/DOMINAN.

      Coba pelajari & analisis (break-down) NEGARA2 YANG MINAT MEMBACA & Kualitas Pendidikan-nya Tinggi (di atas rata2), dgn STRUKTUR PENDUDUK-nya, serta SISTEM & IMPLEMENTASI PEMERINTAHAN-NYA, ada HUBUNGAN KORELASITAS & KAUSALITAS (paling tidak secara umum).

      Btw….. teringat ucapan Sahabat (Kang Wager) :
      * berkomentar panjang, agar kelihatan pintar….. Heheeheee……….

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

    3. Selamat Siang kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      Salam Sejahtra ……

      Wakakakaaakkk……. Simbah Wager tau aja SELERA-ku, diantara-nya SOP KAKI khususnya Kaki Sapi, plus Llidah & Telinga, kalau Masak Sendiri RIBEEET….. Mbah…., lebih sering Beli (Makan di luar), dan lazim-nya Para Pedagang-nya pake embel2 KUMIS, dan ternyata….. Para Pedagang-nya punya KAKI 5….. Heheeheee……….

      Perihal “Pejalan” punya Kaki 3, psssttt……. Jangan di expose Simbah, krn….. Kaki yg 1-nya sementara tdk dipake (cuti), belum punya Garasi….. Heheeheeeee……………..

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

  3. inyong membaca tulisan ini, marah2 sampai kejang2, tapi ketika hendak menuangkan tulisan, lalu tiba2 di atas kotak untuk menulis ada tulisan ini “Komentar / diskusilah dengan senyum-senyum bukan dengan marah-marah apalagi sampai kejang-kejang. Bacalah dengan tenang bila perlu sambil minum kopi”, inyong jadi senyum2 ,,,, masalahnya Indonesia itu baru berumur 70 tahun, tapi bangsa ini (Indonesia) mengatakan dijajah BELANDA selama 350 tahun ,,, memang bangsa pembohong itu gampang berbicara

    1. dijajah bangsa asing 350th mas
      dirgahayu merdeka ne 70th
      rika keselek wedus ndean mikire xixixi
      nyruput wedang kopi ah, ben ora step alias kejang kejang gkgkgkgkgk

    2. Selamat Siang kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      @Kang Raden AJS 101….. Selamat Datang di Blog Dongbud, khususnya di Artikel Catatan Kaki No.3.
      NIKMATILAH selagi bisa DINIKMATI….., TERSENYUMLAH selagi masih bisa TERSENYUM…., karena HARI ESOK belum tentu bisa Kita nikmati, dan….. SENYUM (TERSENYUM) itu IBADAH, serta MEMBAWA KEDAMAIAN…….

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

    3. Selamat Siang kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      @MAS BLANGKON……. Selamat Datang di Blog Dongbud, PADEPOKAN MBELGEDEZ, khusus-nya di Artikel Catatan Kaki No.3.
      Monggo….. REST & RELAX, pilih tempat yg nyaman ….. agar nyruput KOPI-nya mantap… sambil senyam-senyum (TERHINDAR dari kejang-kejang alias step) karena PERJALANAN masih jauh….. dan belum usai……. Heheeheee……….

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

  4. Tulisan2 di atas, menganjurkan untuk membaca “MEMBACA ADALAH JENDELA DUNIA”. Lalu dimulailah BUKU sbg bacaan, untuk menyenangkan mata, perilakunya para sarjana2 juga gk menjamin adanya perubahan akhlak yang lebih baik, di akhir jaman ini lebih utama digiatkan agar bisa belajar ILMU RASA

    Syair dari SEMAR :
    “belajar ilmu buku hanya sampai di kerongkongan, belajar ILMU RASA maka kelezatan meresap di dalam hati (qolbu)”.

    1. Selamat Malam kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      Salam Sejahtra ……

      Syair dari SEMAR :
      “belajar ilmu buku hanya sampai di kerongkongan, belajar ILMU RASA maka kelezatan meresap di dalam hati (qolbu)”.
      + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

      @Kang RADEN AJS 101…., dengan senang hati, MONGGO….. dI WEDAR tentang ILMU RASA (Ilmu Cipta Rasa) berikut Afirmasi-nya & Empiris-nya (menurut Versi Kang Raden AJS 101), dan di Break-down dengan Ilmu Buku (Kecerdasan Intelektualitas)….. Monggo….. please…….
      (karena Saya juga sedikiiit….. termasuk Orang Cipta Rasa…….)
      Matur nuwun…….

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

  5. @inyong : apakah anda sudah yakin comment2 anda sudah memakai ” ILMU RASA “.
    *Menumpuk buku lebih baik daripada enggak punya buku sama sekali.
    *Membaca buku lebih baik daripada tidak membaca sama sekali.
    *Semakin bertambah nya wawasan seseorang dia akan semakin bijak dalam bersikap.
    * ” ILMU RASA ” yang sedang anda jelaskan itu punya tingkat relatifitas tergantung si perasa tersebut.
    * Semar ( lek mesem nyamar ). Saya sangat setuju dgan statement Semar. Padahal Semar itu tokoh fiktif tapi memang cerita makhluk yg berwatak seperti Semar memang ada.

    Ini diskusi bukan debat.
    Semuga bingung.

    1. mohon ma’af, SEMAR memang ada mas, bukan fiktif.
      Begitupun dengan raja raja terdahulu dan candi candi.
      Alam Semesta ini begitu luas dan indah.

    2. Selamat Siang kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      @Kang DANIEL AWWALIN….. sebagai WARGA PADEPOKAN MBELGEDEZ monggo….. pilih tempat yang nyaman dan….. ngapunten KOPI atau SOFT DRINK-nya self servis……. Heheeheee…………….

      Waktu begtu cepat berlalu…., dan Seleksi Alam pun terus berlanjut……, TETAP-lah di GARIS LINIER KECERDASAN, KEHATI-HATIAN, Kemajuan, Kebaikan, Kedamaian, Persatuan & Kesatuan yang Solid….

      Semoga Engkau pahami ARTI & MAKNA Gunung Raung telah memberi TANDA-TANDA…..!!
      Good Luck ‘n God bless u………

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

  6. @ Kang Pejalan,

    Maaf kalau judul Artikelnya Akang saya potong sehingga yang muncul cuma kaki-nya saja plus nomor. Walaupun saya yakin Akang tidak perlu, tapi tetap saya jelaskan alasannya:

    PERTAMA, Tujuannya adalah agar judul terlihat rapi tepi kanan dan kiri. Kalau judul saya taruh di atas, otomatis text tidak bisa dirapikan sehingga mengurangi keindahan design.

    KEDUA, Sengaja saya tambahkan Nomor, agar pembaca mendapatkan info yang lebih jelas bahwa artikel tersebut ada sambungannya, ada kembarannya dan merekapun mungkin akan mencoba mencari-cari sambungannya “Seperti apa sih tulisan bagian 1 atau bagian 2nya?”.

    Pencarian bisa dilakukan dengan scroll kebawah, artikel dicek satu-satu atau bisa juga dengan menggunakan menu search. Bagi pembaca yang jeli, sebetulnya semuanya sudah disediakan, yaitu tinggal klik TAG di bagian bawah setiap artikel. Ada 2 pilihan tag, yaitu ; Catatan Kaki dan Folder Kang Pejalan.

    KETIGA, nah ini yang paling penting. Artikel2 di blog ini juga dipantau oleh beberapa blog lain dengan menggunakan fasilatas RSS. Jadi setiap artikel baru di blog ini juga muncul di menu blog lain. Menu tersebut sangat kurus, seperti kurang makan (maaf Kang JS), ramping panjang ke bawah. Nah, kalau seandainya judul artikelnya dibuat panjang maka saya jadi ndak enak sama mereka karena RSS dongbud akan menyita hampir 1/4 dari halaman menu blog mereka.

    Nah itulah sebabnya judul artikel Akang terpaksa saya potong dan ditaruh di bagian dibawah.

    * Cara curang dan beragam alasan konyol untuk merebut gelar “Artikel dengan judul tulisan terpanjang”. wakakakakkk….

  7. terima kasih untuk semuanya.

    @ kang Pejalan,

    walah njenengan itu bisa aja, wong ilmu saya cuman copasan aja kok. masih harus banyak belajar, belajar dan belajar, terlebih etika dalam berkomentar… lha maklum kadang kalau kumat ketusnya, mulut saya bisa sejudes betari durga 😛

    well, somehow saya setuju dengan njenengan tentang gerakan membaca ini, barangkali ini adalah proses berkesinambungan sesudah gerakan memberantas buta huruf.

    tapi percaya nggak percaya kultur ‘telling story’ tak akan bisa sirna, (memang bagusnya sih di kolaborasikan dengan kultur ‘reading story’ biaar lebih afdol, tapi bukan afdolf hitler – itu lho yg punya kumis mirip pelawak pak Timbul)… leluhur kita jaman dulu itu kalau menyampaikan sesuatu ya cuman lewat lesan, wejangan, pitedah, pitutur dll. dan itu di turunkan secara turun temurun, mungkin karena itulah ajaran sang hyang moyang tak pernah menunjuk buku/kitab tapi ya langsung di utarakan, dan anehnya bin ajaib selalu manjur, kalau nggak mengindahkan ya kojur. karena lidah mereka bisa seperti sabda yg manjur, beda dengan tulisan kitab yg kadang berisi iklan kecap No.1

    ok, ini bukan jaman baheula dan informasi dari segala penjuru deras mengalir di depan mata kita, kita harus sambut dengan membuka jendela (buku) dan juga pintu (internet) lebar2.

    @ RP,

    khabar sae2 wae, semoga bang RP juga sae 🙂

    @ Raden Anom Jaka Surya,

    lha kepriben, sejarah itu memang kejam, tapi lebih kejam lagi ketika sejarah itu di bengkokkan oleh penguasa… hiks.

    Indonesia di jajah belanda 350 th, lha yg menciptakan kata Indonesia itu siapa?… coba kalau namanya nusantara, mana berani ada yg menjajah??…

    tapi nusantarapun juga pasang surut karena bangsanya sendiri, orang2nya sendiri yg saling sikut berebut dan lalu tanpa berpikir panjang menggadaikannya??…

    @ Mas Blangkon,

    blangkonnya indah banget (y)

    @ Wager,

    maturnuwun atas spacenya mbah. (this is I always forget where were me now sometimes).

    1. ratusan raja-raja kecil berikut kerajaannya telah dimusnahkan oleh bangsa Indonesia termasuk kekuasaannya dan aset2nya direbut (inyong lagi mencoba mengekspresikan menjadi seorang raja Majapahit/Wilwatikta, inkarnasi lagi ke alam kehidupan dunia ini, ketika sadar atau tingkat kesadarannya pd masa lalu, kini ia hidup pd jaman edan dan kehilangan segalanya, lagi sedih xi3).
      Konon katanya dongeng org arab dan juga sebagian masyarakat kita, dijaman akhir jaman akan ada pemerintahan khalifah lagi (sekarang ini kan pemerintahan di kuasai oleh rakyat).
      Kira2 menurut mbak Dewi, gemana

    2. Selamat Sore kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      @Jeng Dewi….. Matur nuwun for everything…., kadang-kadang….. Hati yang selembut kaca tertutupi oleh rutinitas, bahkan keras-nya seleksi alam , mungkin….. mungkin itu bagian dari Proteksi Alamiah, pun… Genotype yang tak kuasa bisa Kita tolak….. Heheeheeeee……………..

      Wahai SRIKANDI Ibu Pertiwi….. teruslah ber – cipta rasa, karsa & karya menebarkan virus-virus kebaikan, kemajuan & kedamaian, agar IBU PERTIWI (IBU BUMI) dan “BAPAK LANGIT” Bangga……, Good luck ‘n Gbu…….

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

    3. maturnuwun @ kang Pejalan,

      hmmm… nice shot! i`m speakless. maybe you`re right, but I do have a fragile heart… it`s mbeleri… he he he…

      @ Raden Anom JakSur,

      tidak mengapa menjadi romantic kadang, tapi ya harus reality saja.

      dan kita juga harus mahfum, bahwa kehancuran majapahit itu juga sudah di ramalkan oleh para pendahulunya (ilang kerthaning bumi?)… saya rasa anda lebih tahu soal itu 🙂

      @ Simbah,

      iya mbah aku juga suka berkunjung ke perpus yg tempatnya indah dan nyaman, nggak perlu mewah yg penting kolekasi bukunya berbobot dan berkualitas.

      ini yg masih jarang, kebanyakan (maaf) proyek perpus2 yg di kerjakan sekarang hanya sekelas kampung, itupun kadang tak lengkap, di tambah juga hanya berupa ruangan sepetak dengan fasilitas seadanya saja, jadi hanya terkesan basa-basi saja, pengelolahannya belum professional/ maximal.

      fyi, mercusuar dunia itu justru di dengungkan oleh para pujangga, pemikir dan budayawan jaman keemasan nusantara. tak terasa hingga kini aura mercusuar masih menyelimuti jiwa generasi bangsanya yg hangat. tinggal di mana kebijakan negaranya saja mbah, atau how to manage a govern country.

      ( ❓ … hmmmm, bener nggak sih??… ah nggak tahulah, tanganku ini mengalir saja ketika ketak-ketik 😀 )

  8. @Kang Pejalan : Gunung Raung sdah 2 bulan yang lalu saya mendapat isyaratnya.. memang semacam ada ikatan Batin saya di sana tapi jelas itu apa.. trima kasih peringatannya Kang Pejalan..

    *tadi saya mendapat isyarat “75000” setelah itu HP saya blank sbntar muncul gambar bintang2 dilangit dan di tengahnya muncul code2 di tengah nya sprti code bahasa pem program an computer. Memang Tuhan Maha Teliti dijelaskan di al qur’an perhitungannya Maha Tepat.

  9. +++ Seringkali Kita melihat (membaca) baik di BLOG, Media Sosial, pun Media lainnya, tulisan Menuju Indonesia Mercu Suar Dunia…….Apakah ini suatu MIMPI DI SIANG HARIKAH…!!!???+++++++Kang Pejalan+++++

    Dari apa yang saya lihat di negara lain yang udah maju, mempelajari sedikit sejarahnya dan juga melihat kondisinya saat ini, sepertinya mercu suar yang kita idamkan masih sangat jauh. Mimpi bolong di siang hari? Yeah, bahasa kasarnya kurang lebih seperti itu.

    Kemajuan bangsa atau masyarakat tidak bisa dicapai dengan sekejap. Ada dasar2 atau fondasi penting yang harus dimiliki. Salah satunya ya budaya MEMBACA seperti judul di atas.

    Di negeri yang saya tempati sekarang, perpustakaan dan toko umum jumlahnya berjibum. Walaupun semua rumah sudah memiliki internet, namun perpusakaan dan toko buku tetap penuh. Tiap pagi selalu ada antrean untuk memasuki perpustakaan. Antre dilakukan untuk mendapatkan tempat duduk yang strategis, tempat duduk privat, kursi meja dan lampu sendiri.

    Disaat liburan anak sekolah, antrean bisa mencapai puluhan meter. Sebagian besar memang datang untuk belajar, walau sebagian kecil ada juga yang datang untuk tidur, melarikan diri dari rumah atau sekedar mencari tempat hangat di saat musim dingin yang menusuk tulang. Kalau tinggal atau belajar di rumah khan boros biaya untuk penghangat, listrik dll.

    Jadi perpustakaan atau budaya membaca adalah salah satu kunci atau gudang ilmu menuju kemajuan.

    1. Selamat Malam kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      Salam Sejahtra ……

      Di negeri yang saya tempati sekarang, perpustakaan dan toko umum jumlahnya berjibum.
      Walaupun semua rumah sudah memiliki internet ……… dst. ………

      + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

      Wuaduuuhhh keren……, Simbah tinggal di luar negeri (kah…??)
      Kapan pulang ke Indonesia….??

      Btw….. kalau Saya berhubung waktu-nya yg terbatas (dan efisiensi anggaran), jadi lebih sering via Internet baik berita OR, Ekonomi, Sosbudpol dan Peristiwa Nasional & Internasional, pun membaca Buku2 Ekonomi, Sosbudpol, Sain, Teknologi /Rekayasa Engineering, bahkan Saya paling tidak setiap 3 bulan sekali dikirim (via email) 3 Judul Buku (krn member), termasuk Masak-memasak (krn hobi memasak jika ada waktu luang & persiapan ada rencana buka Warnas).

      Dalam “membaca” pun tidak hanya TULISAN2 (diantaranya Buku, Majalah, dll), tetapi juga Visual di DISCOVERY, Dunia FAUNA (Visual di NatGeoWild), pun Alam Semesta (Visual & Vibrasi2 yg ada & tertangkap), itulah kenapa kata Membaca PAKE TANDA KUTIP.

      Nanti jika Buku2 sudah Saya pahami, terutama Manajemen jika Simbah berminat..? Saya emailkan…….

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

    2. Tentu saja berminat Kang. Tolong dikirimkan kalau sempat. Sekalian dengan uang rokok dan kopinya. Baca buku sambil ngopi enak soalnya.

      * enak aja minta duit. emang uang metik di pohon?

  10. Selamat Malam kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

    Salam Sejahtra ……

    Wakakakaaakkk………. Simbah Wager@ Aamiin (3X)…….

    SUATU HARI KELAK…. Saya lebih cenderung Dana-nya hand carried (dan memang terbersit Kado Kadeudeuh), INTUISI Saya……. smoga sang waktu mempertemukan Kita sebelum maut menjemput…….

    Berjumpa dgn Kang Wager….. itu adalah salah satu mimpi Saya….. (sambil bawa Putri Saya yg cantik, cerdas, ber-chemistry & ber-nyali…..).

    Sukses slalu, rahayu…
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
    Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

  11. Budaya membaca

    Sambil menunggu sambungan terusan tulisan Kang Pejalan, ini catatan kecil saya mengenai membaca.

    Membaca membuka cakrawala. Membaca itu juga …membebaskan orang dari …perbudakan dan dari penjajahan. Para pemilik budak2 di Amerika dulu MELARANG budak2 mereka (belajar) membaca. Kalau budak2 bisa membaca, mereka akan …sadar akan posisi mereka, dus akan susah ditangani…Budak2 yang ketahuan (belajar ) membaca dipukuli sampai babak belur supaya ..kapok…Tidak jarang mereka …digantung !

    Diktator2 juga tidak …suka kalau orang2 terlalu …pinter dengan membaca buku2. Tidak jarang kita baca mereka …membakar buku2 yang bisa …menyebabkan revolusi ! Contohnya : Hitler. Kaisar China Huang Ti (213 SM) yang terkenal itu juga membakar buku2 yang ada di wilayah kekuasaannya…Suharto dimasanya juga …membreidel sejumlah koran dan majalah yang …kritis terhadap pemerintahnya …Dia takut revolusi kalau rakyat …tahu ‘ cerita sebenarnya ‘ mengenai pemerintahan waktu itu …

    Membaca membuat si pembaca …(lebih) pinter , tidak mudah …ditipu …Membaca mengurangi …kebodohan, kepicikan, dan kefanatikan.


    ++++ Catatan : Pindahan dari halaman orang gila, by wager ++++

  12. Weh, trims ,Oom Wager, ternyata setan kober ndak suka …makan postingan …(-:

    Di rumah teman saya Kang Koplo ada banyak buku. Saya lihat ada a.l : Kitab suci perjanjian lama dan baru, analek (konghucu) , Tao Te ching, I ching, Qur’an, Bhagawad Gita, Weda, Gatoloco, Musashi, haiku dari Basho, novel2 Yasunari Kawabata, puisi2 WS Rendra Taufiq Ismail Sapardi Djoko Damono, Don Kissot (Cervantes) ,Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa (Pramoedya A Toer ), Dialog Plato,Amba (novel,Laksmi Pamuntjak), dll.Ndak heran kalau dia ndak sembuh2 …gilanya …(-: (-;

    slumanslumunslametslumanslumunslamet-slametslametsegaliwet …(-:

  13. artikelnya sangat menarik becak, dibanding kamar sebelah, bau wedus semua, kelamaan mencari SP
    bacaan dewasa anyarrow
    bacaan belum dewasa majalah bobo mulu ga wangun wangun hi hi hi hi

  14. Selamat Sore kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

    Salam Sejahtra ……

    Matur nuwun Kang Masnyangaceng@ monggo dinikmati (sambil minum Kopi)……. Heheeheee………

    Sukses slalu, rahayu…
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
    Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

  15. Selamat PAGI kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

    Salam Sejahtra ……

    Beberapa KEUNGGULAN dari Mereka yg rajin “membaca” diantaranya adalah :
    • Mereka memiliki WAWASAN yg luas, cukup menguasai MATERI pembicaraan, serta dpt mengikuti perkembangan ZAMAN;
    • Mereka memiliki banyak IDE yg bisa dikerjakan dlm memunculkan sikap & tindakan yg KREATIF & INOVATIF;
    • JUSTIFIKASI-nya cenderung sportif, positif, konstruktik & edukatif krn berdasarkan REFERENSI dari sumber yg dibaca-nya, pun EMPIRIS-nya;
    • Mereka akan TERLIHAT dari STYLE berbicara, mengajukan pendapat, ber-argumentasi, pun penulisan-nya, lazimnya ber-BRANDED & BERKUALITAS, bahkan (bisa jadi) STEP A HEAD;
    • Mereka yang rajin “membaca” akan slalu BERDIALOG dgn apa yg dibaca-nya, dan menarik “benang merah-nya” (menghubungkan-nya) dengan REALITAS HIDUP & KEHIDUPAN SEHARI-HARI, bahkan (bisa jadi) The Future & The Past;
    • Lazim-nya Hidup & Kehidupan-nya BERDISIPLIN, BERKEPRIBADIAN, mandiri,waspada & cermat, positif, konstruktif, edukatif, energik & optimistis.

    Itulah KENAPA “Minat/Rajin Membaca” merupakan JENDELA DUNIA, dan merupakan salah satu PONDASI & JEMBATAN menuju kepada Bangsa (Negara) yg BERDAULAT, MAJU & MODERN.
    Oleh karena itu….. Jadikanlah “Minat Membaca sebagai HABIT & LIFESTYLE Bangsa Indonesia.”
    Smoga bermanfaat…….

    Sukses slalu, rahayu…
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
    Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s