Penyesalan Seorang Pemburu, Penyiksa dan Pemakan Capung

capung-dongbud
Capung berukuran jumbo. Foto koleksi pribadi. Lokasi : negeri Kurawa

DONGBUD. Wager Rahardjo. Anda tahu capung? Pertanyaan konyol !!! Hampir semua orang juga tahu, terlebih bagi rekan yang tinggal di desa atau berumur cukup tua, sepertinya pasti akrab dengan serangga ini.

Di masa saya kecil dulu, serangga ini bisa ditemukan dalam jumlah banyak di hampir semua tempat. Ketika saya pindah rumah tinggal di daerah perkotaan dan kemudian pindah lagi ke negeri Kurawa, keberadaan capungpun nyaris tidak terlihat lagi. Yang banyak ditemukan cuma burung gagak, burung dara, burung gereja dan manusia berbulu doang. Beruntung, saya menggemari kegiatan hikking dan camping sehingga kerinduan pada serangga kecil ini sedikit terobati. Capung kembali saya temukan dalam jumlah relatif banyak. Di acara camping terakhir yang saya lakukan, beberapa capung bahkan masuk ke tenda seakan memohon agar keberadaaanya ditulis juga di blog abal-abal (*ngibul.com).

Tulisan ini bukan cuma sebatas obat rindu tentang masa kecil tapi juga ungkapan penyesalan saya pada sang capung. Cerita kelam tentang masa kecil yang konyol sekaligus menyedihkan untuk diceritakan. Seperti apa masa kecil saya dulu? Berikut adalah cerita lengkapnya.

Masa Kecil Yang Kelam : Penyiksa Capung

Capung adalah “binatang mainan” saya sehari-hari di masa itu. Dengan berjalan mengendap saya tangkap dengan memegang ekornya menggunakan dua jari untuk capung besar atau kibasan tangan untuk capung kecil. Si Capung keget, menggigit, membrontak berusaha melepaskan diri tapi percuma. Kemudian saya potong “sedikit” bagian ekornya, mengeluarkan isinya dan menggantinya dengan bunga rumput !!! Si Capung yang malang terbang tak tahu arah dan sayapun tersenyum menyeringai puas. SADIS !!!

Ibu yang kebetulan melihat perbuatan saya marah besar. “Kalau kau lahir jadi capung terus ekormu dipotong diganti dengan bunga rumput, apa tidak kesakitan? Nanti engkau bisa kena karma, lahir tanpa kaki”. Tak ayal, sayapun ketakutan setengah mati dan menghentikan kebiasaan biadab itu. Sebetulnya alasanya bukan karena kasihan pada si capung tapi hanya karena kasihan pada diri sendiri andai nanti lahir tanpa kaki. ASEM KOPLAK !!!

Masa Kecil Yang Rakus : Pemakan Capung

Kebiasaan sadis saya menyiksa capung-pun otomatis berhenti dan berganti menjadi pemburu dan pemakan…. capung. Weleh, sama saja. Capung sebetulnya adalah makanan favorit dari beberapa jenis burung dan ayam. Namun di lingkungan saya, para unggas tersebut sepertinya harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan makanan favoritnya karena harus bersaing dengan si koplak wage.

Cara menangkapnya adalah dengan menggunakan getah nangka, karet gelang atau dipancing dengan menggunakan lidi yang ujungnya diikat dengan capung kecil sebagai umpan. Ya, capung adalah hewan predator yang memakan serangga apa saja termasuk capung “ethnis lain” yang lebih kecil. Namun predator yang paling ganas tentu saja manusia alias saya karena sekali berburu saya bisa mendapatkan 200 atau 300 ekor capung.

Sebetulnya ada berapa jenis capung sih? Entahlah, berikut adalah beberapa jenis capung yang saya tahu atau saya ingat (bhs Bali).

  • Capung Lekitik yaitu capung berukuran paling kecil dengan tubuh berwarna ungu. Biasanya terbang rendah dan hinggap di rumput dan rentan menjadi makanan ayam atau disantap oleh capung yang lebih besar.
  • Capung Macan, ukurannya sedikit besar. Ciri khasnya adalah warna tubuhnya yang belang paduan warna hitam dan hijau muda. Capung ini adalah merupakan predator yang ganas dan tidak jaran memangsa capung lain yang lebih kecil.
  • Capung Gancan, capung dengan ukuran tubuh paling besar diantara jenis capung lainnya. Hinggap dengan tubuh menggelantung ke bawah. Capung jenis ini di masa saya adalah termasuk jenis langka alias relatif jarang dijumpai
  • Capung Glandok, capung ini umumnya terbang tinggi dan kalau hinggap tubuhnya menggelantung ke bawah dan terkadang hinggap berkelompok. Ukuran panjang tubuh normal, sama dengan jenis capung lainnya, cuma sedikit gemuk.
  • Capung merak (?),  tubuh dan sayapunya berwarna merah dan biasanya ditemukan di semak-semak atau tempat yang sedikit teduh.
  • Capung memedi, capung super kurus seperti kurang makan. Hidup di semak-semak yang lebih gelap dan jarang kena sinar matahari. Untuk bahasa Indonesia capung ini disebut capung jarum.
  • Ada beberapa 3 jenis capung lainnya yang saya tidak tahu namanya yaitu. capung bertubuh kuning, kuning emas dan merah, tubuh merah sayap transparan (capung merak?). Ketiga jenis capung jenis ini umum ditemukan atau hinggap di pohon merak.

Dari semua jenis capung di atas, capung memedi atau capung jarum adalah satu-satunya yang tidak umum untuk dimakan. Hah?! Siapa juga orang sinting yang mau makan capung selain si Koplak Wage?

Dalam bahasa daerah, capung dikenal dengan nama  papatong (Sd.), kinjeng (Jw.), coblang (Jw.), kasasiur (bjn), tjapung (Bali) dll. Berikut adalah beberapa image yang saya ambil dari beberapa sumber wikipedia.

capung-Army_dragonfly
Gambar 1 . Capung macan

KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA
Gambar 2, Capung Gancan. Berukuran besar

capung-1280px-Damselfly_October_2007_Osaka_Japan
Gambar 3 Capung Memedi atau capung jarum

PantalaFlavescensTalakaveri
Gambar 4, Capung Glandok

Capung_kuning
Gambar 5

Capung_merah2
Gambar 6

Sekilas Info Tentang Capung

Menurut wikipedia, capung adalah species serangga yang sudah sangat tua. Dari bukti fosil, keberadaannya sudah eksis sekitar 325 milyar tahun lalu. Saat ini diperkirakan ada sekitar 3000 jenis capung. Seekor capung memiliki masa hidup sekitar 4 bulanan namun kalau dihitung dari siklus hidup semenjak dari larva maka masa hidupnya menjadi jauh lebih panjang, enam bulan atau sampai 7 tahun.

Sebagian besar hidup capung ternyata dihabiskan saat belum menjadi capung atau masih berupa Nimfa dan hidup di dalam air. Setelah puas bermain air maka Nimfa akan metamorfosis menjadi capung, punya sayap, terbang, simabh tangkap dan simbah makan. ASEM KOPLAK !!!

fosil capung-Meganeura_monyi-Museum_Toulouse
Gambar 6. Fosil Capung . Credit image wikipedia

800px-Libellula_quadrimaculata_Ecdysis4
Gambar 7. Perubahan wujud dari Nimfa menjadi capung

Mungkinkah capung akan punah?

Entahlah, apakah capung-capung tersebut masih ada dan masih bisa dijumpai di sekitar kita atau sudah langka? Atau kalau masih ada, sampai berapa lama lagi masih akan bisa ditemukan?

Penggunaan pestisida pada ladang pertanian, berkurangnya ruang hijau dan padang rumput sepertinya punya pengaruh besar pada menyusutnya populasi capung. Sepertinya tidak lama lagi, capung akan menghilang di sekitar kita dan anak-anakpun mungkin akan menjadi asing dengan keberadaan binatang dragon fly, naga terbang ini. Namun siapa yang peduli?

Apakah di zaman game dan  gadget sekarang ini, masih ada orang atau anak masih yang peduli dengan capung? Di zaman modern sekarang, berburu dan panggang capung sudah dianggap ketinggalan zaman dan berganti dengan berburu, menangkap dan memanggang orang atau tempat ibadah…

=Asem Koplak Mbah. Blog kagak bermutu !!!

Ya, biarin, namanya juga blog abal-abal. Demikianlah sekilas tulisan tidak penting bin abal-abal tentang capung….

Wage Rahardjo
Mantan penyiksa, pemburu dan pemakan capung

Refrensi :

Blog ini ditulis di wordpress gratisan (bikinnya gratis). Karena gratisan maka akan selalu muncul iklan di bagian bawah dan ditampilkan secara acak (kadang muncul kadang tidak). Iklan tersebut adalah milik wordpress, BUKAN milik si penulis blog. Jadi BIAR BANYAK YANG LIHAT ATAU KLIK TETAP NDAK JADI DUIT. Info lebih jelas, silakan tanya pengguna wordpress lainnya.

25 thoughts on “Penyesalan Seorang Pemburu, Penyiksa dan Pemakan Capung

  1. Biasanya saya nyari capung macan(di tempat saya biasanya di sebut capung bangkal) di pinggir sungai, kalo udah dapat minimal 10, ambil lidi trus dibakar.. #Kejamkah?

    1. Hahahahahaha…

      Oh ya mbah, mbah tau serangga(Klau ditempat saya di Singaraja-Bali di sebut”Kebembeng” Itupin kalau gak salah) yang biasanya ditusuk dibagian ekor/pantat terus didengerin deket kuping, trus ngeluarin suara “Beeeeeng…..”. Kata ibu saya kalau tusuk kebembeng nanti bisa masuk neraka, trus nanti dineraka ditusuk kaya kebembeng tersebut… #Ngeri.. Itu Cerita Saya! Mana Ceritamu? Hehehe..

    2. Wakakak……
      @ BUJIER. Cerita masa kecil kita memang pada Koplak semua. Binatang dijadikan mainan dan penyaluran hasrat kebrutalan demi mendapakan kesenangan. Sepertinya masih dalam batas wajar. Lha, namanya juga anak2, apalagi anak desa. Video game mahal.

      Bukan masalah salah benar tapi karena ketidaktahuan. Anak kecil belum bisa menggunakan logika yang lebih komplek. Lagipula pelajaran agama (sepertinya) lebih fokus ke hafalan, cara sembahyang, dogma dll. Bagian spiritual praktisnya kadang terabaikan. Kalau guru agama mengajar muridnya dengan datang ke sawah, mungkin ceritanya menjadi sedikit lain.

      Sekarang ini menyiksa binatang kecil mungkin sudah tidak zamannya lagi (binatang juga sudah ogah dekat2 manusia?) dan berganti menjadi menyiksa teman, bullying dll. Ketika dewasa obyek bullying diarahkan ke kelompok lain.

      Begitulah kira benang merahnya versi abal2. Benang kuning, benang belang dll akan dilanjutkan oleh rekan lain…..

  2. Selamat Malam kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

    Salam Sejahtra ……

    Sambil menonton Bigmach antara Chelsea vs Liverpool , berkomentar ria di Rumah Besar Simbah…..

    Wuaduuuh….. di bulan Oktober ini, Blog Dongbud begitu PRODUKTIF & KREATIF krn merilis Artikel sampe 7 Judul Artikel (Mudah-mudahan tdk seperti Sopir Taxi yg nguber Setoran……. Heheeheee…….).

    Tulisan (Artikel) yg bagus & jujur (terutama kejujuran-nya) …., Acungan Jempol buat Simbah…., jarang Orang Kita yg mau bercerita seperti ini, dgn Judul : PENYESALAN SEORANG PENYIKSA, PEMBURU DAN PEMAKAN CAPUNG.

    Namun Simbah….. kalau “dibaca” dgn Pendekatan TEKSTUAL & CLOSE READING, Simbah Wager ini termasuk MANUSIA SAKTI MANDRAGUNA….. (kenapa bisa Sakti Mandraguna….?)
    NUWUN SEWU Simbah……, krn Disiksa dulu, baru di tangkap. selanjut-nya (dan) di makan (masak)……. Heheeheee……………. (maklum Malming Mbah…. USIL sedikit boleh kan….?).

    Sukses slalu, rahayu…
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
    Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

    1. Kang Pejalan emang jempolan. Sangat teliti dalam membaca. Judul sudah diedit Kang, mudah2an menjadi sedikit lebih baik dan waras, walau cuma judulnya doang. Mudah2an dengan editan baru maka Liverpool menang.

      Eh…maksudnya pelatih baru.

  3. Oooh yaaa… ada yg lupa…., Burung GEREJA di Kota Kami, terutama di Lingkungan Kami, (dan bahkan juga di Bali) sudah hampir tidak ada (sangat minimal)……, yang ada (banyak-nya), kalau di Kota/Lingkungan Kami adanya Burung MESJID (krn sdh masuk Islam), pun….. di Bali, adanya (banyak-nya) Burung PURA (krn sdh masuk Hindu)….. Asem Koplak……. Heheeheeeee………………..

    Sukses slalu, rahayu…
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
    Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

    1. Kalau burung mesjid tapi diam2 masih datang ke gereja dan kost di pura?!! Duh tambah bingung….. Burungnya sih asik2 saja, tapi manusianya yang biasanya bingung.

  4. somplak nih wager ngingetin gue, tapi syukur deh kalo masuk neraka bareng wager masalah capung, gue nerakanya gak panas2 amat alias dikecilin dikit kompornya sama raja diraja capung! Ampun ya capung, wager lebih jahat tuh 200 biji men gue paling banter 3 biji karena manual……tapi capung memedi ini nah lo wager anak Bali nih hahahaha kamu ketahuan!!!! by the way lanjut deh tentang dosa2 kita……….eh GUE !!!! kebanyakan kalo gabung ke wager, pernah suatu waktu karena ibu beritahukan membunuh itu kalo kamu makan tidak dosa { ngibul atau gak ngak ngerti } nah ada pemburu burung di sela2 pemburuan capung ku, si pemburu mungkin lagi beruntung dapat banyak buruan burung, burung2 itu mati mengenaskan kena bedil angin si pemburu dengan diikat satu persatu badan si burung dengan kejam dan dilemparnya begitu saja…..saya melihatnya sedih sekali sangat sedih sambil jongkok saya ambil burung itu karena teringat pesan ibu, kalo dimakan tidak dosa…dasar somplak…..aku cari kayu2 untuk bakar itu burung2…satu satu dasar banyak lama juga terus aku makan satu2 ada yang pahit ada yang perutnya belum dibersihin ada yg belum matang….aku tahan bukan lapar tetapi karena ingin meringankan siksaan burung itu karena karena kita makan tidak berakibat dosa……baik memang tapi entahlah itu bodoh atau sifat anak2 baik hahahahahaha………yah satu dan lain mungkin juga blog ini sebagai penebus dosa2 kita……eh saya ! terhadap semut2 juga saya mau mengakui kesalahan, saya memang tidak sesadis seni aluminium cair yang dituang pada rumah semut yang nantinya jadi karya seni yang bagus….tapi itu memusnahkan semua semut yang ada……..nah saya suka memborbadir semut2 itu dengan cairan lilin yang panas seperti saya itu dewa somplak yg menghukum semut2 yang kerjanya cari makan saja tanpa pernah sembahyang hahaha itu yg versi sudah dewasa versi masih kecil gak gitu sih!!!!! nah bom2 napalm ini membakar habis rombongan2 semut kafir hehehehe [itu juga karangan] dulu gak ada kafir2an yang ada vampir……….nah saya menyesal sekarang membom2 semut yang malang itu, lalat juga dengan bom2 napalm yang tercipta dari lelehan lilin yang membuat mummi2 lalat dan semut……..dan juga isi tinta pulpen yang dibakar itu menciptakan bom2 napalm skala besar buat semut2 malang tersebut dan berbahaya bila terkena tangan akan langsung membakar tangan kita……kejam!!!! sangat kejam!!!!
    Ampunilah hamba ini Tuhan semut, capung, lalat karena kesenangan yg iseng pencipta napalm2 yg menyenangkan itu…eh yang sangat kejam itu….semoga Beliau mengampunilah!!!!! PLEEEEEAAAASSEEEE…………………….anakku tidak akan aku ijinkan! tidakaku ijinkan!!!!! PLEEEEAAAAASSSSSEEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!! GOD .

    salam kertha bhumi

  5. @BlackBG
    +++ Kamu ketahuan anak Bali ! ++++ Ah, ndak penting2 amat Kang. Jus enjoi de stori. Mbah lahir dan besar di Bali, mendapat pendidikan, bahasa dan budaya ala Bali, jadinya ya wajar kalau relatif fasih membahas tentang Bali. Beberapa kali pernah ditulis atau disebutkan koq di blog ini….

    Berulang kali juga mbah menulis tentang budaya Jepang, masyarakatnya, filosfi releginya bahkan relatif fasih menjelaskan tentang numismatik atau mata uang kuno-nya mereka yang orang Jepang kebanyakan juga nyaris tidak tahu sehingga mereka geleng2 kepala. Ohh, anak Jepang? Ah, tentu bukan. Udah ubanan disebut anak…

    Kalau mbah lahir dan besar di Arab, mungkin juga akan bercerita masa kecil tentang tentang dunia Arab, ya binatang, ya relegi dll. Kita tidak bisa memilih keluarga atau tempat lahir.

    Dalam konteks spiritual, asal usul, keturunan, bibit bobot tidaklah penting untuk dituliskan. Di blog abal-abal ini, kita berusaha menulis apa yang kita rasakan, apa yang kita alami. Menulis topik agama dengan lebih menyenangkan. Bahasa abal-abalnya : Spiritual Praktis. Sekali lagi just enjoi de stori, enjoi kibulan simbah.

    salam

  6. Salam kenal Mbah Wager,
    Saya sangat terkesan dengan tulisan2nya mbah. Sederhana, tapi benar2 nendang. Selalu melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda. Sangat suka. Apabila mbah punya materi mengenai ” KERAUHAN” tolong dibahas ya mbah. Karena selama ini sy sedikit geli melihat orang “KERAUHAN”(biasanya terjadi kalo ada ucara piodalan di PURA, ada yg marah2, minta ini minta itu, ngaku dirinya Tuhan).Apakah itu benar2 terjadi? (Tuhan, maafkan sy kalo salah menilai)
    Sebetulnya tidak percaya, tapi takut kena AZAB, he…he….
    Salam Rahayu Mbah.

    1. Salam kenal juga Bli Wayan,

      Nanti akan saya coba buatkan tulisannya, cuma tidak bisa janji kapan selesainya. Sedikit gambaran, sepertinya pendapat saya dan Bli Wayan tidak beda jauh.

      Seperti tulisan lainnya, saya tidak akan membahas percaya atau tidak percaya-nya tapi membahas dari sudut pandang lain yaitu asas kegunaan atau manfaatnya dalam kehidupan sehari hari. Rahayu

    2. Selamat Malam kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      Salam Sejahtra ……

      Wouw Ide yg bagus tuh….., Simbah Wager membahas (Artikel) tentang KERAUHAN…….
      Apakah KERAUHAN itu identik dgn kesurupan…??

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

    3. Kurang lebih seperti itu Kang. Namun kadang diplesetkan juga dengan orang yang teriak2 tidak jelas juga disebut kerauhan. Di dunia blog, orang yang nulis tidak jelas seperti saya juga layak disebut kerauhan atau kesurupan. wakakakk….

    4. Selamat Malam kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      Salam Sejahtra ……

      Nanti jika Simbah membahas (buat Artikel) “KERAUHAN” hrs hati2, karena…….
      Kejadian Kerauhan itu ada yang DI DALAM Ritual/Upacara Religi, dan yang DI LUAR Ritual/Upacara Religi.
      Nah….. yg di dalam Ritual/Upacara Religi ini kan hal cenderung sifatnya yang Sakral, Suci bahkan Tabu…..

      Sedangkan jika di pandang dari sudut KEJADIAN-nya, paling tidak ada 3 sebab, kesatu krn TIDAK DI UNDANG (Datang sendiri), ke 2 DI UNDANG (Sesuai request),, dan yg ke 3 ATAS SURUHAN MANUSIA (Lazim-nya negative, destruktif, bahkan mencelakakan).

      Empiris-nya Saya pernah mengobati yg ke 1 dan ke 3, seru juga cerita-nya….. (ttp….. maaf Saya tdk akan cerita di Blog krn terlalu TENDENSIUS), Saya buat (u/dikirimkan) ke Media Komersil….. Heheeheee………

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

    5. Nuwun Kang Pejalan atas sarannya yang sangat2 berharga.

      Sesuai saran beberapa teman, mulai sekarang ada baiknya saya lebih hati2 menulis topik2 agama, adat apalagi ada kritik melinjonya. Tidak semua orang suka dikritik, walau yang dikritik adalah sisi humanisme-nya dan juga tidak semua orang paham Bahasa Indonesia gaya bahasa saya.

      Untuk menghindari orang kesurupan di blog ini maka topik bahasan akan saya geser ke contoh di negeri lain atau contoh yang lebih umum.

      Untuk bahasan tentang budaya atau adat di Indonesia, saya akan menulis ala agen perjalanan wisata saja, nulis yang bagus-bagus saja. Tentu saja keluar jalur dari motto menertawakan diri, tapi mau apa lagi…. ibarat sinetron, kadang harus ikut selera pasar juga.

      salam

    1. Kang PNL yang baik hati,
      Awalnya password akan saya bagikan pada semua warga disini tanpa kecuali, kemudian pikiran saya berubah, saya batasi hanya pada beberapa orang, namun berubah lagi menjadi, 99% privat, hanya untuk saya sendiri. Mohon pengertiannya.

  7. Kisah seorg guru (Soleh ) berawal dari mimpi, spt biasa ia selalu memegang prinsip sbg org yg ber ilmu, spt ilmu padi “makin berisi makin merunduk” (mungkin beda dgn padi yg tdk berisi, makin keatas (sombong) pdhl bodoh (tak berilmu).

    Maka setiap hari pak Soleh memandang ikat padi di atas tempat bilik tempat tidurnya, ikatan padi yg sampirkan di dinding bilik kamar tidurnya sbg pengingat agar bergaul bermasyarakat tidak krn ilmu nya segudang dan merendah spt padi tsb.

    Terlelap tidurnya, ia bermimpi ada anak kecil yg gemar menangkap capung dan lebah dgn cara di tulup/slempet (terbuat dari bambu) mk binatang itu pun jatuh tersungkur kena tulup/slepet tsb, lalu kepala binatang tsb dipotes dan otaknya dimakan.

    Soleh pun berkata dlm hati “betapa sadisnya anak tsb, otak binatang tsb di hirupnya”, tiap malam mimpinya spt itu. Hingga akhirnya ia mendapat jawaban dari suara yg membimbingnya “hai Soleh, anak tsb mengidap penyakit otak, maka segeralah kamu beri otak mu pd anak tsb, segera hijrah dari ilmu padi (banyak isi) memberi otak mu ke anak 2 tsb”.

    Dan sejak mendapat saran dari mimpi tsb Soleh hijrah menjadi seorang guru, otaknya diberikan kpd anak2 yg menderita kebodohan.

  8. Weh, saya baru tahu capung dimakan ! Masa kecil saya juga sering berburu capung dengan teman2 sepermainan. Capung2 kami tangkap dengan getah nangka. Kebetulan ada ibu teman yang jual gudeg jadi getah nangka selalu tersedia.

    Karena saya tidak pernah makan capung, jadi ndak ada rasa bersalah sedikitpun ! Apalagi merasa berdosa !

    Sekarang ? Saya sering berbincang-bincang dengan , teman baik saya, ibunya anak2 ..(-: Ya a.l nanti kalau sudah mampus . Ibunya anak2 bilang kalau dia ‘pergi’ duluan dia minta …dikremasi. Biayanya lebih murah daripada dikubur. Saya tidak keberatan. Cuma, saya sering bilang kalau dikubur kan ada …makamnya yang bisa di kunjungi …Siapa, tanyanya. Ya anak2 dan saya, saya bilang.

    Oh ya, belum lama ini saya mudik lagi. Ada saudara yang meninggal. Saudara saya ini jasadnya dikremasi dan abunya kemudian di ‘larung’ – dibuang dengan hormat – di laut…Ada beberapa saudara dan sanak kadang saya yang juga dikremasi ketika meninggal.

    Lho, apa hubungan capung dengan …mati dan kremasi ??

    Saya – yang suatu hari akan mampus – ini kadang merasa …tidak enak, agak berdosa . Karena apa ? Karena saya ini …pemakan daging ! Ya daging ayam,bebek, sapi,kambing,babi, ikan,dll. Saya tahu hewan2 itu harus dibunuh dulu sebelum sampai sampai di piring saya. Apa mereka dengan sukarela menyediakan diri mereka untuk menjadi …santapan saya ?? Ya jelas tidak !

    Hewan2 itu juga punya anak2. Apa anak2 mereka tidak sedih bapak dan ibu mereka dijagal manusia ? Apakah hewan2 itu tidak takut mati dijagal ?

    Sudah lama sekali saya memutuskan untuk jadi vegetarian. Tapi, ternyata tidak mudah … Solusi saya adalah …menjadi vegetarian sementara… Jadi, sudah sekitar dua puluh tahunan saya dan ibunya anak2 menjadi vegetarian hari Senin dan Kamis.

    Dan ,saya sering, dalam hati, minta maaf kepada ayam ,bebek,babi,sapi, kambing,dll ,yang saya makan. Saya bilang pada mereka, dalam hati, sekarang saya makan sampean, saya tahu gantian …saya yang akan dimakan nanti pada suatu hari… Entah oleh buaya,harimau, atau mahluk lain, mungkin yang ndak kelihatan. Saya rela.

    Dan, saya masih mikir mungkin saya akan minta ibunya anak2 saya, atau anak2 saya, supaya nanti kalau saya mampus, saya dikubur saja… Kenapa ? Supaya tubuh saya bisa jadi santapan …cacing2 …bukan supaya malaikat tidak bingung mencari dimana jasad saya .

    slumanslumunslametslumanslumunslamet,slametslametsegaliwet (-:

    1. +++ Weh, saya baru tahu capung dimakan ! ++++

      Nah, itulah salah satu fungsi dari blog abal2 Kang, mencoba menulis sesuatu yang tidak ditulis oleh orang lain. Prilaku, pola pikir, budaya ataupun kepercayaan lain yang mungkin berbeda atau ….. sesat. “Ternyata selain blog waras, ada blog sesat juga ada lho” Nah, begitulah kira2 ceritanya

      Sepertinya pendapat akang tentang cacing itu koq keliru ya? Saya dulu sering gali mayat eh…maksudnya lihat orang gali mayat dan tidak ada cacingnya koq. Yang makan mayat itu bukan cacing tapi …. mahluk halus.

      Kita saudaraan Kang. Akang vegetarian Senin Kemis, saya juga vegetarian tapi Sabtu Minggu. Beda hari doang.

      Note : Dulu pernah digugat oleh Kang Balane karena menggunakan istilah vegetarian Senin-Kemis. Kata Beliau kata itu sudah ada hak patennya, jadi tidak bisa dipakai, maka terpaksa saya ganti ke kata lain. Vegetarian Sabtu Minggu, not bad lah….

  9. Wakakak…..
    Walaupun cuma tulisan koplak, ternyata ada juga rekan baik hati yang mensharenya di FB. Mungkin karena kasihan pada simbah yang kagak mampu beli daging hingga harus berburu dan makan capung? Nuwun….

  10. Wah beda nama ya, kalo di kampung saya
    Yg blog ini —– di tempat saya
    Macan —- bangkok/kok
    Gancan —- gobogan
    Glandok —- gantung
    Gambar5 —- ning
    Gambar 6 —- rak
    Yg full sampe sayapnya merah capung pis
    Kalo capung macan belangnya kuning, sedikit lebih kecil dari capung ygblain, tapi kekar, kepalanya agak memanjang kesamping

    Kalo saya waktu kecil sukanya dijadiin ‘loteng’
    Bukan loteng sih sebenernya, mirip perkedel

    1. Nuwun Kang OLDMAN,
      Ini adalah cerita lama saat masa kecil. Bisa jadi Sampean-lah benar. Maklum udah pikun nih, tidak ingat persis nama-nama capungnya. Duh, ternyata capung bisa dibikin mirip perkedel ya.

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s