Untuk Apa Berbuat Baik ? Untuk Apa Menolong Orang?

berbuat-baik
Credit image : –

DONGBUD. WageR. Apakah Anda pernah berbuat baik? Pertanyaan yang sangat konyol. Saya yakin, setiap orang cendrung menganggap dirinya sebagai orang baik, jadi berbuat baik, jawabannya bukan lagi pernah tapi sering.

Apa itu berbuat baik? Berhubung ini bukan blog filsafat atau blog religius tapi blog abal-abal, jadi tidak ada definisi atau dalil yang nyelimet. Berbuat baik ya berbuat baik, menolong sahabat yang sedang kesusahan, menyumbang korban bencana, melayat tetangga yang ditimpa kemalangan dll. Silakan ditambah atau dikurangi menurut versi Anda sendiri. Yang jelas, topik bahasan kali ini adalah pertanyaan konyol tentang maksud atau tujuan berbuat baik. Ya, untuk apa kita berbuat baik?

=Untuk apa? Ya tentu demi pahala Mbah, perintah Tuhan, untuk bekal di dunia akhirat. Emang ada jawaban lain?

Sampean benar. Demi surga. Itulah mungkin jawaban yang paling umum dan mudah digunakan. Agama mengajarkan kita untuk berpkir jauh kedepan, bukan hanya untuk kehidupan saat ini saja tapi juga untuk kehidupan dunia akhirat, salah satunya adalah ya itu tadi, dengan jalan berbuat baik.

Ajaran yang mulia dan sangat praktis sehingga anak kecilpun dengan mudah mengerti atau mematuhinya. Emang siapa yang mau masuk neraka? Tentu saja, terkadang ada juga orang koplak bin sinting yang “surga oriented” yang justru “berbuat baik” dengan cara menciptakan kekacauan. Duh, kalau ini sih sudah keluar jalur.

Kembali ke topik, berbuat baik sebetulnya bukan monopoly milik golongan beragama saja. Di negeri yang masyarakat yang tidak mengenal agama sekalipun, tetap mengajarkan generasinya untuk berbuat. Ajaran itu diwujudkan dalam bentuk pelajaran budi pekerti, norma ataupun etika. Semua pelajaran dasar ini merupakan pondasi penting dalam kehidupan masyarakat mereka. Tanpa tahu etika atau norma dasar maka sepertinya akan susah hidup di tengah masyarakat mereka.

Kalau kita menjumpai seorang nenek, yang sedang membawa keranjang penuh buah, jatuh tersungkur diserempet sorang pengendara motor. sepertinya akan selalu ada orang yang secara spontan datang membantu. Di negeri manapun kejadiannya, sepertinya reaksi orang sekeliling kurang lebih adalah sama. Tidak perlu dalil agama untuk memahaminya.

Omong-omong tentang menolong orang, terlebih disaat kejadian mendadak, saya percaya nyaris tidak akan terlintas dipikiran kita tentang pahala, untung rugi, surga neraka atau beragam dalil. Apakah disaat menolong korban tenggelam, kita bertanya tentang agama si korban terlebih dahulu? Jawabannya sepertinya nyaris : tidak.

Berbuat baik adalah adalah perintah Tuhan dan demi pahala atau surga. Ini hanyalah salah satu ajaran saja. Nah, ditopik ini saya ingin menuliskan alasan yang sedikit berbeda dan abal-abal  versi seorang penganut animisme. “Untuk apa sih kita berbuat baik?”

Berbuat baik adalah sifat naluriah

Saya percaya, berbuat kita lakukan karena dorongan sifat naluriah, muncul begitu saja secara alamiah. Sifat naluriah berbuat baik ini menurut saya tidak hanya ada pada manusia tapi juga ada pada semua mahluk hidup, binatang atau bahkan hewan buas sekalipun. Terlebih lagi untuk binatang yang hidup berkelompok atau memiliki society seperti bangsa monyet, gajah, anjing hutan dll, berbuat baik, tolong menolong antar kelompoknya terlihat dengan sangat jelas.

Di video ini dan ini tampak prilaku tolong menolong antar bangsa kura-kura. Kalau di kehidupan manusia, kasus ini mungkin bisa dianalogikan dengan membantu sesama suku atau sesama saudara seiman. Berikut adalah contoh lain video yang lebih komplek yaitu seekor beruang menolong hewan jenis lain yaitu burung gagak yang nyaris tenggelam. Kesemua ini adalah merupakan contoh naluriah yang ada pada semua mahluk hidup.

Berbuat baik  atas dasar humanisme

Mengapa kita berbuat baik, menolong sesama? Ya karena kita adalah manusia. Jadi berbuat baik, menolong sesama adalah bagian dari humanisme atau kemanusiaan. Binatang saja memiliki prilaku saling tolong apalagi kita yang mengaku sebagai manusia.

Berbuat baik, menolong sesama bisa jadi dilakukan karena motif persamaan agama, persamaan sekte atau mazhab. Contohnya relatif banyak dan mudah ditemukan. Namun disaat terjadi bencana alam, gempa bumi atau tsunami maka semua orang nyaris membantu atau menyumbang karena disatukan oleh persamaan rasa kemanusiaan atau humanisme.

Humanisme, inilah salah satu kelebihan dari manusia dibandingkan mahluk lain. Manusia memiliki kecerdasan lebih, mampu berpikir jauh kedepan dan menciptakan alat atau pengetahuan baru. Tentu saja semua kelebihan yang dimiliki manusia tersebut terkadang bisa menjadi tidak berguna karena alih alih berbuat baik, manusia justru mampu menciptakan kerusakan dan tragedy kemanusiaan.

berbuat baik tanpa sambal
Credit image : –

Menolong anjing yang nyaris tenggelam adalah salah satu contoh dari sifat humanisme. Dengan menggunakan acuan untung rugi, pahala ataupun mungkin agama, bisa jadi “berbuat baik” seperti gambar di atas tidak akan terjadi. Ego, derajat, keturunan, pakaian juga kadang menghalangi kita untuk berbuat baik. Merasa diri berderajat lebih tinggi atau disaat berpakaian mahal akan menghalangi kita berkotor ria menolong seekor anjing. Anak-anak terkadang lebih alamiah saat menolong binatang.

Berbuat baik untuk menolong diri sendiri

Saya pribadi selalu mencoba menanamkan pemahaman pada diri sendiri bahwa menolong orang tujuannya bukan untuk membantu orang lain tapi untuk membantu diri sendiri.

Disaat saya punya waktu, punya waktu, kesempatan dan potensi untuk menolong orang namun mengabaikannya, maka yang muncul kemudian adalah penyesalan yang tiada tara.  Jadi berbuat baik menurut saya adalah sepenuhnya untuk diri menolong sendiri, menghindari penyesalan atau penderitaan di kemudian hari, “Wage, kenapa kamu tidak turun sejenak dari motor dan membantunya atau minimal menelphone ambulan?”. Demikianlah kira-kira hukumannya disaat saya tidak menolong korban kecelakaan di jalan raya.

Berbuat baik mendatangkan kepuasan, itulah surga. Kalaupun nantinya dikhianati, air susu dibalas tuba atau sejenisnya, bukan masalah. Khan tujuan dari awal untuk menolong diri sendiri.

PENUTUP

Berbuat baik memiliki banyak tujuan. Untuk tujuan pahala, surga, mengamalkan ajaran agama, mematuhi pesan leluhur, humanisme ataupun tujuan lainnya. Apapun tujuannya, sepanjang mendatangkan kebaikan, manfaat atau kebahagian bagi orang lain atau minimal bagi dirinya sendiri maka tidak perlu dipermasalahkan.

Jadi pertanyaan seperti “Untuk apa kita berbuat baik?”, tampaknya sedikit janggal untuk ditanyakan. Berbuat baik ya berbuat baik. Terkadang kita lakukan dengan spontan tanpa pernah menghitung untung rugi.

Apapun motif dan dasar alasannya, atas dasar agama atau non agama tidak perlu diperdebatkan. Berbuat baik, tolong menolong antar sesama adalah merupakan pondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat atau bernegara. 

Berbuat baik tidak sama dengan sikap usil mencampuri urusan orang lain atau bahkan pemaksaan kehendak. “Kamu salah, kamu harus gini, kamu harus gitu dst”. Prilaku “merasa benar” ini mudah muncul, terlebih lagi di negari yang masyarakatnya memiliki ikatan agama yang kuat. Maksudnya mungkin baik tapi gagal dalam memahami batasan privasi sehingga rentan memunculkan sikap anarkis. Prilaku yang terkadang susah dihentikan tentu saja, bahkan saya sendiri tanpa sadar sering melakukannya. “Emang Elo Bapak gua?” Wakakakkk…..

Berbuat baik adalah tindakan terpuji, namun untuk beberapa kasus, kadang diperlukan sedikit pengetahuan. Misalanya menolong teman tenggelam tidak jarang membuat sang penolongnya juga ikut tenggelam. Di negeri orang, pernah ada kasus seorang gadis berhenti di jalur bebas hambatan untuk menolong sekelompok bebek yang menyebrang yang akhirnya malah mengakibatkan tabrakan berantai dengan korban besar.

Demikian tulisan abal-abal di awal tahun ini tentang topik konyol : Untuk apa berbuat baik?

Copyright@dongengbudaya

WAGER

Artikel terkait : Acuan Berbuat Baik (Berbuat Baik Tanpa sambal agama)

40 thoughts on “Untuk Apa Berbuat Baik ? Untuk Apa Menolong Orang?

  1. Dalam perjalanan kehidupan ini ada banyak sekali jenis dan kesempatan yang kita miliki untuk melaksanakan kebaikan-kebaikan,tapi kadang banyak yg hanya ‘berusaha berbuat baik’…
    Alias ‘terpaksa’ berbuat baik wakakakakk

  2. Selamat MALAM kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

    Di Awal Tahun 2016 ini ARTIKEL2 yg dibuat Simbah Wager ada PEMDEDA (Warna Lain), dimana ARTIKEL2 tsb disesuaikan dgn SITUASI & KONDISI yg aktual terjadi di NKRI,
    seperti Mengenang Tragedi Bom Borobudur, 21 Januari 1985, pun Untuk Apa Saya Berbuat Baik ? Untuk Apa Menolong Orang?

    MAKNA & TUJUANnya, di satu sisi tindakan DESTRUKTIF itu perbuatan yg merendahkan diri sendiri, dan merugikan orang lain, terlarang oleh Religi serta NORMA2 yang berlaku, dimana dampaknya merusak ketentraman berbangsa & bernegara, pun merusak sistem yg sudah terbangun & terpelihara dgn baik.

    Sedangkan di sisi lain, mengingatkan & mendorong sesama Anak Bangsa (sbg makhluk ciptaan Tuhan) untuk berbuat positif, konstruktif, toleran, welas asih, bergotong-royong, saling asuh-asah-asih…..
    Sungguh perbuatan yang terpuji dan mulia….
    Keep on bloging ‘n writing Simbah….. Rahayu…..

    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
    Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

    1. Lha namanya juga blog abal-abal Kang. Tulisannya tidak jelas, ditarik kesana kemari tanpa ujung pangkal.

      Yeah, artikelnya ndak penting2 amat karena tujuannya adalah sekedar ada tempat untuk ngumpul.

    2. Kang Pejalan,

      Kopi susu, teh manis atau jus jeruk agar enak atau layak disebut hidangan ya harus diaduk-aduk atau diperas.

      Dalam cerita wayang, untuk mendapatkan AIR KEHIDUPAN maka para dewa harus berjuang keras dengan mangaduk aduk lautan serta memutar gunung. Jadi TIDAK disajikan dengan mudah dan gamblang begitu saja.

      Memutar gunung? Wakakakkk….. gunung apaan?

      Nah, itulah blog abal2. kagak jelas arahnya kemana.

      Banyak orang tertawa membaca blog abal2, namun disisi lain, banyak juga yang kejang2. Artiel yang sama bisa diterjemahkan berbeda.

  3. Berbuat baik tak semudah yang dibayangkan.

    Sering kita berniat menolong tapi tak jarang kita dihujat.
    Sering kita menolong tapi tak jarang kita di remehkan.
    Sering kita harus memaksa agar orang lain mau kita tolong sampai harus melalui acara berdebat yang melelahkan.
    Hanya sekedar mengurusi urusan orang lain, tak jarang kita sering kehabisan energy untuk hal yg lebih berarti.
    Air susu di balas air tuba pun sudah sedemikian terasa biasa.
    Ada yang berterima kasih sekedar ucapan.
    Ada yang berterima kasih dengan balas budi.
    Tak jarang pula rasa terima kasihnya berupa UANG.

    Kenyataannya di dunia ini memang UANG hampir seperti Dewa.
    Tak perlu kita pungkiri tak jarang kita berbuat baik hanya sekedar untuk memancing datang UANG kekantong kita.

    UANG itu adalah penggerak roda kehidupan.
    Di dalam UANG ada kisah sedih kisah pilu kisah saling serang saling bunuh kisah saling bantu membantu.
    UANG sering di anggap Tuhan.
    UANG adalah berhala yang paling tersamarkan.
    Setelah mendapat UANG banyak kita persembahkan UANG itu kepada wanita.
    Wanita selalu paling mulia tetapi tetap saja lelaki yang berkuasa.
    Dari berbuat baik melebar membahas masalah UANG.

    Sallam Kang Jari Sakti. Kang Pejalan. Mbah Wage & untuk seluruh Warga.

  4. Mungkin krn doktrin dr masa kanak2, sehingga brbuat baik mnjadi sikap spontan/reflek manusia. Bila tdk spontan, maka beralasan spesifik spt: surga, perintah, perhatian dr lawan jenis, tidak melanggar hukum, hingga pencitraan. Terlepas dari kedua sikap tsb, tujuan berbuat baik menurut sy adalah tidak ada, sebab secara tidak sadar, berbuat baik adalah suatu panggilan. Trgantung qta sj, menoleh atau tidak.
    Nah, berbuat baik atau buruk, hanya dpt dinilai pd satu sisi sj. Misalnya skrng, sy lg ngopi + asap, trus d’sbelah sy memadamkan apinya (prbuatan baik khan, demi kesehatan), tp d’sisi lain, itu perbuatan jahat, mengganggu kenikmatan duniaku.. Hehee…
    Kenapa brbuat baik? Jawabnya knp hrs berbuat jahat? Harusnya berbuat baik atau jahat? Hehee…

    1. +++Kenapa brbuat baik? Jawabnya knp hrs berbuat jahat? Harusnya berbuat baik atau jahat? Hehee…+++VID


      Ini dia, komentar khas warga abal-abal. Salam untuk Sdr VID


      catatan: garis pembatas spt di atas bisa dibat dengan mengetik tanda 3 tanda bintang (***) pada satu baris (alinea) tersendiri.

    2. Salam.. ^_^

      Gara2 pke hape abal-abal, komentarnya ikutan abal-abal.. Harap maklum sdr2 smuanya.. Mdah2an berhasil bikin garis pembatasnya biar lbh jelas batas2nya.. :))

      Boleh tau fan page d’fb gak ya? Sy lbh aktiv buka2 fb.. Misalnya ktika ada post baru, sy bs langsung baca d’wall fb sy..

  5. Permisi… Aku datang lagi ke blog abal-abal… Salam buat kang wage Raharjo, kang jarisakti212,kang pejalan, kang dosomuko,kang mumpung sepi… Dan seluruh warga dongbud…salam persahabatan…!!! Bagaimana kabar kalian semua….

    Selama aku absen berkomentar disini, aku sgt sibuk memerangi isis melalui FB, mereka banyak berbuat kekacauan dan kerusakan di mana-mana…target mereka sekarang adalah indonesia… Anggota mereka semakin banyak…dan mereka sgt jahat… Mereka akan melakukan bom bunuh diri ditempat tempat keramaian, dimasjid2,dan membunuh dengan sadis dan keji semua orang yang tdk sefaham dan menolak mereka…
    Aku bisa bertanya kepada yang terhormat kang wage Raharjo, kang mumpung sepi, kang pejalan, kang dosomuko, kang jarisakti212 dan kepada seluruh warga dongbud… Apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan nusantara ini dari mereka….??? Bisakah kita kerja sama untuk menghentikan dan membubarkan kelompok jihadis iblis mereka….???
    Mari kita bersatu untuk menyelamatkan nusantara ini dan rakyatnya dr kezhaliman mereka… Mari kita bersahabat untuk mencari jalan keluar yang terbaik…
    Hatur nuhun…. 🙏🙇

    1. Salam Kang Avatar, alias…

      Saya senang sekali Akang datang kembali ke blog abal-abal. Kehadiaran Akang salalu saya rindukan dan sambut dengan tangan terbuka. Kalau ada salah kata dari saya atau warga disini mohon dimaafkan atau tidak diperbesar.

      Di blog abal-abal ini warga bebas menulis opini ataupun khotbah agama, ajaran ketuhanan dll. Namun karena warganya beragam, maka ada baiknya disesuaikan dengan halamannya masing2.

      Kita dilahirkan dari latar belakang keluarga ataupun agama yang berbeda jadi wajar kalau berbeda pendapat. Tapi kita tetap bisa berkumpul di blog abal-abal karena persamaan tujuan, salah satunya yaitu persaudaraan dan persatuan.

      Saya menulis dengan cara dan style saya sendiri. Rekan lain juga menuliskannya berdasarkan gaya bahasa masing-masing.

      Kalau tentang ISIS, duh, saya tidak tahu harus berkomentar apa. Mereka, kelompok ISIS dan pendukungnya merasa diri benar dan sedang BERBUAT BAIK. Berbuat baik untuk apa? Entahlah….

      Tampaknya kang Pejalan atau Kang TAPAA jauh lebih paham atau mampu untuk menjelaskannya dengan lebih mudah.

      rahayu

  6. Terima kasih atas sambutannya Kang Wage Raharjo… Aku senang bisa kembali disini, insyaAlloh kehadiranku disini bisa di terima dengan senang hati oleh warga lainnya…. Aku sarankan Bagaimana kalau kita bisa berkumpul disini kembali untuk satu visi dan misi yang lebih berguna dan bermanfaat yang kita bisa persembahkan untuk bumi Nusantara ini….???
    Mari kita bersatu untuk menjadikan Nusantara ini bebas dari isis dan syiah… Mari kita melanjutkan perjuangan bung Karno dari penjajahan ekonomi barat yang telah membuat rakyat hidup susah dan sengsara…

    Salam hormat dan salam persahabatan lagi buat Kang Wage Raharjo, buat Kang Tapa,buat Kang JS,buat Kang RP,buat Raja, Phandita,buat Daniel awwalin, buat Kang Mumpung sepi, buat Kang tukang gorengan, buat Kang jarisakti212,buat Kang Ninipelet,buat Kang Nurkahuripan dan buat seluruh warga dongbud lainnya termasuk makhluk halus …. InsyaAlloh kedatanganku kembali kali ini blog abal-abal ini bisa kembali rame dan lebih seru….

    Kembaliku kali ini bukan lagi untuk meneror, tapi untuk bersahabat dengan kalian dengan satu tujuan yang jelas dan berpahala untuk membebaskan Nusantara dari kezhaliman isis dan syiah dan membebaskan Nusantara dari perbudakan ekonomi barat yang telah membuat banyaknya kemiskinan dan kesesangraan,dan menjadikan Nusantara Mercusuar dunia.. ..dan melanjutkan perjuangan bung Karno dengan niat yang benar benar ikhlas tanpa mengharapkan menjadi terkenal apalagi mendapatkan imbalan dari yang namanya makhluk baik manusia dan jin…kita hanya mengharapkan kebaikan dan balasan yang baik dari Alloh Azzawajalla, agar usaha kita bisa memberikan keberkahan untuk diri kita sendiri,keluarga kita maupun bumi nusantara ini…InsyaAlloh, amin.

    Selain yang terhormat Kang Wage Raharjo, siapakah lagi yang mau dan bersedia menerima persahabatanku ini…???hatur Nuhun… 🙏🙇

    1. Salam hormat juga Kang Avatar….

      Sudah seharusnya kita berikap baik dan bersahabat demi terciptanya kedamaian dan Negeri ini bisa kuat dan berdiri tegak berdaulat tentunya dengan persatuan kuat antar Warga Negara / Rakyat …

      Sudah sangat jelas darah kita adalah Merah Putih , sedia setiap saat membela Negeri dari ancaman dari dalam atau luar…..

      Kita , kami , saya ,selalu berdoa dan bermohon kepada Gusti Kang Akaryo Jagat semoga negeri dan rakyat Bumi Pertiwi terjaga dan di lindungi oleh NYA….AMIN

      Rahayu

    2. Salam hormat dan sejahtera untuk si Mbah Wage dan sedoyo sedulur…

      Maaf , tidak disebut satu satu…karena warganya si Mbah buaanyaak….he he he…

      Semoga semuanya sehat , adem ayem dan blog tidak panas lagi….

    3. Salam selalu untuk Kang JS.

      Blog panas memang menyebalkan. Tapi mau apa lagi, kalau orangnya dilas atau disolder kasihan juga.

      Biasanya saya cuma elus dada dan berharap mudah-mudahan mereka cepat matang, semakin dewasa dan tidak gosong.

  7. salam semua,
    persahabatan tanpa di embel-embeli untuk misi dan tujuan tertentu lebih indah, bukan persahabatan abal-abal.

    monggo kopi tubruk di sore hari ada camilan keripik gadung juga 😀

    1. Persahabatan untuk misi dan tujuan yang jelas menjadikan Nusantara aman dan sejahtera tanpa isis dan syiah itu lbh memberikan keberkahan dan kebaikan, menolong orang orang yang telah dizholimi dan dibantai, dari kelompok jihadis dajjal ini, insyaAlloh Alloh Azzawajalla akan menolong kita juga… Jika kita semua tutup mata dan diam saja dengan perbuatan biadab dan keji isis dan syiah kepada orang orang yang tdk bersalah, suatu saat Alloh Azzawajalla pun akan menimpakan kepada kita suatu cobaan spt apa yang telah ditimpa oleh orang orang yang tdk bersalah itu,dan yang lainnyapun diam tdk peduli… Itulah kehidupan yang pasti selalu ada hukum karmanya….
      Indahnya ayat ini tentang kebaikan dan menolong orang lain, sesuai artikel mbah wage diatas…
      “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 1-8)

      Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menjadikan Nusantara Mercusuar dunia… InsyaAlloh bisa bermanfaat… Hatur nuhun kang jS…🙅

  8. Salam kang Avatar,
    Insya Allah semua itu ada tugasnya sendiri-sendiri.. semua yang terjadi tidak terlepas dari kehendak Allah. Dari setitik debu ataupun sebesar lubang supernova, semua terjadi atas kehendakNya. Begitupun apa yang terjadi sekarang ini adalah suatu proses. Proses penataan alam untuk menjadi lebih baik. Insya Allah.

    1. Salam blusea99…
      Benar sekali apa yang akang katakan… Tapi kita berharap kelompok syetan yang mengatasnamakan islam ini,bisa dihentikan… Karena perbuatan biadab dan keji mereka melebihi dari binatang buas… Mereka tidak peduli dengan pemerintah kita yang sah…mereka bebas melakukan apa saja tanpa perikemanusiaan… Sungguh ironis nasib Nusantara yang beliau berakhir penjajahan sejak kematian bung karno…insyaAlloh semua akan Nusantara akan menjadi lbh baik setelah kezhaliman ini…
      “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5).

  9. Terus BELAJAR dan BERKARYA.

    Belajar apapun itu dari ilmunya makhluk kafir keparat dan makhluk alim keparat sampai makhluk kafir mulia dan makhluk alim mulia. Belajar nya umat manusia hanya di batasi liang lahat.

    Berkarya yang manfaat buat diri sendiri minimal buat orang lain itu bonus nya. Menciptakan energy gratis, menciptakan alat sederhana tapi yang banyak fungsi. Jadi jika suatu saat nanti kita tinggalkan bumi nama kita harum. Tetap banyak yang mendoakan buat kita.

    Jangan sampai jasad kita tak di terima warga ataupun bumi. Itu pasti menyakitkan bukan. Tapi sudah sepantasnya jika tewas karena ingin menyakiti orang dan akhirnya jasad nya juga tak di trima warga. NAUDZUBILLAH

    Berbuatlah kebaikan agar pahala menolongmu.

    sesimple itu sebenarnya.
    Semuga bermanfaat.

    Sallamun alaikum sallam pada semua warga.

  10. Sifat dasar masyarakat pedesaan adlh suka tolong menolong dan gotong royong, sifat masyarakat kota adlh materialistik, cuek dan kurang peduli kpd tetangga.
    Ketika sifat materalistik telah merasuk ke dalam jiwa-jiwa spritual maka ini yg berbahaya, melunturkan sifat2 kejujuran, sebagai ciri2 kehancuran peradaban moral, perubahan akhlak, menyebabkan kerusakan alam.
    Dengan alasan uang (materialistik) org2 merusak alam (ekploitasi besar2an) shg hutan2 menjadi gundul, perusakan lahan, berdagang pun selalu berlaku curang spt aspal pun dimakan dsb… sbgmn yg diceritakan pada musarar jayabaya era jaman edan, yg tidak edan tidak kebagian, sifat kejujuran pun spt barang langka.

    Kondisi spt itu sbg penyebab datangnya kiamat, akan musnahnya peradaban manusia krn bumi yg dipijak sudah tidak subur lagi, sbg contoh musnahnya kejayaan peradaban atlantis, akibat rusaknya moral.

    Yang dibutuhkan pd jaman edan ini, adlh pemimpin dan org2 yg berjiwa spritual yg mampu membawa perubahan kpd rakyatnya. Pemimpin Spiritual mengapresiasikan nilai-nilai kehidupan ke dalam kepemimpinannya, memberikan teladan dalam perilakunya dan mendorong perubahan positif kepada orang lain.

  11. Hidup yang tak pernah diperiksa – baik buruknya ,tak layak dijalani. (Sokrates,400 SM)

    ISIS nampaknya ndak banyak …teman di dunia ini. Ini , mungkin, karena …ke…ngawuran tindakan mereka . Psikolog Sarlito pernah menulis ISIS mau mendirikan negara Islam Irak dan Suriah yang berlaku untuk …SEMUA Muslim.Kartosuwiryo dulu juga mau mendirikan negara Islam. Bedanya, negara Islam versi Kartosuwiryo adalah Negara Islam INDONESIA .

    Ada dua ‘aliran’ Islam yang umum :Sunni dan …Syiah. ISIS itu kelompok …Islam Sunni. Syiah sesat ? Ndak ,lah…Sesatnya …dimana ?? Sunni sesat ? Ndak ,lah …Sesatnya dimana ?

    Dalam agama Kristen ada dua, atau lebih, aliran juga . Katholik , Ortodok, dan Protestan. Versi Katholik yang dipimpin Sri Paus, hanya Katholik lah Kristen yang …benar …Yang lain2 : Protestan ,Baptis, Mormon, dll, tidak benar binti …sesat …

    Dongeng Budaya adalah blog …sesat juga ! Hati2,lho …

    Ahmadiyah dan Syiah adalah dua nama yang muncul di benak saya. Dua nama yang sering di …jadikan bulan2 an oknum2 yang …mau menang sendiri … Tak ada paksaan dalam beragama, kata satu ayat di Quran. Beragama atau tidak , sesat atau tidak , sebenarnya kan …hak asasi setiap orang . Selama tidak …melanggar hukum, mau bikin agama / kepercayaan sendiri kan …sah2 saja.

    Itu pendapat saya. Mungkin nanti Kang TAPAA bisa melengkapi.

    slumanslumunslametslumanslumunslamet …

  12. Eee lhadalah..! Saya baru saja tersesat dan terperosok ke dalam blog Dongeng Budaya ini… yang ternyata sudah sejak 2011 eksis dan sukses menyesatkan banyak orang. Tapi apa mau dikata orang kalau yang tersesat merasa bahagia? Yo wislah ! Yang penting bisa memberi manfaat bagi perdamaian saudara2 setanah air apapun sistem keyakinan yang dianutnya.

    Sejatinya, menurut Prof. Arysio Santos, fiusikawan nuklir asal Brasil yang menulis buku Atlantis itu, Indonesia lah sebenarnya, yang merupakan lokasi cika-bakal peradaban dunia sejak puluhan ribu tahun yang lewat ! Jadi, ayo banggalah sebagai bangsa Indonesia/Nusantara ini.
    Peradaban Indonesia sudah “terang benderang” ketika bangsa asing yang gemar berdakwah di sini masih dalam kegelapan masa jahiliyahnya.

    Mari kita gali warisan leluhur bangsa yang luhur dan membanggakan itu. Jangan mudah “dibungloni” oleh bangsa lain.

    Salam abal-abal.

    1. Salam untuk Kang BAMBANG,
      Selamat datang dan bergabung bersama orang orang sesat bin koplak. Benar Kang, blog sudah eksis sejak lama dan sukses menyesatkan banyak orang. Dulu simbah ketawa dan senyum2 sendirian namun sekarang senyum ramai2 karena banyak teman.
      rahayu

  13. Ratu Adil 28 April 2013 21:09:20 Diperbarui : 24 Juni 2015 14:27:39 Dibaca: 8,499 Komentar: 6 Nilai: 1 Siapakah ratu adil yang dinanti-nanti? Setelah sekian lama berjalan di jalur spiritual akhirnya terkuak sudah siapa ratu adil. Ratu adil bukanlah seorang pemimpin. Tetapi ratu adil adalah orang yang mempersiapkan dan membuka jalan bagi ksatria yang akan memimpin negeri ini. Ratu adil adalah ratu bagi para mahluk ghaib di jagad semesta. Ratu adillah yang membuka perubahan bagi negeri ini. Perubahan dimulai dari perubahan pada dunia roh, dunia ghaib. Prosesi dilakukan dengan mengubah roh-roh angkara murka dan roh jahat yang berwarna hitam dan diwakili oleh para dhemit ireng dan sejenisnya. Dari dunia bekasakan diwakili oleh bekasakan yang berwarna hitam dengan bentuk seperti rambut gimbal. Prosesi berikutnya adalah mengurangi para drubikso. Drubikso adalah mahluk yang membuat negeri ini senantiasa terpecah belah dan mudah diadu domba. Karena memang demikian watak drubikso yang suka sekali memancing di air keruh. Menjaga semuanya tetap seimbang. Sedikit demi sedikit, melalui proses yang panjang dan tidak mudah. Peperangan bathin, laku prehaten dan dengan jeli setiti ngati-ngati akhirnya terbukalah tabir penutup perjalanan negeri ini. Ketika dunia ghaib, dunia bathin yang melingkupi negeri ini sudah terkuak dan ditandai dengan kembalinya para dhemit ireng ke negeri asalnya. Dengan memporak porandanya para bekasakan dan akhirnya sebagian besar telah pergi dari negeri ini. Bekasakan yang tumpuk undung, ireng thuntheng, mbulak-mbulak memenuhi jagad nusantara telah pergi ke negeri-negeri lain. Dimensi bekasakan berada pada dimensi yang sama dengan manusia. Persamaan dimensi membuat mereka harus pergi dari negeri ini, tidak ada pilihan lain buat mereka, daripada hancur lebur, tidak selamat terkena pukulan ghaib Sang Ratu Adil. Ratu mempunyai bandhul kencono yang mampu membuat keseimbangan di semua bagian kehidupan. Menimbang dengan adil, memandang dengan jernih setiap persoalan, bisa melihat pada prosporsinya, objektif tanpa memihak satu dengan yang lainnya. Bandhul kencono yang mampu memukul habis angkara murka, membasmi roh-roh kejahatan. Kotak hitam dan permadani hitam adalah piranti seleksi manusia, sama dengan yang dimiliki romo BK. alat-alat ini mampu melihat sisi manusia secara utuh lahir dan bathin. Sehingga ratu adil bisa membedakan dengan jelas mana yang berintegritas dan mana yang penjilat. Berikutnya adalah cakra manggilingan. Cakra manggilingan yang disimbolisasi dengan tugu monas oleh BK. Sebenarnya cakra manggilingan di dunia ghaib adalah alat yangs elalu berputar. demikian juga Panembahan Senopati juga memiliki alat yang sama. Yang membedakan cakra manggilingan Romo BK adalah pada ujungnya berwarna kuning kemerah-merahan dengan sinar keemasan. Perlambang kekuatan api, simbol dari keperkasaan para lelaki. Sedangkan Romo Panembahan Senopati menggunakan cakra manggilingan dengan batu langitan berwarna biru langit. Sedang simbolnya adalah kubah masjid dengan lubang angin yang selalu berputar seperti yang tampak di negeri Arab Saudi. Warna biru langit atau biru laut adalah simbol air dan udara. Simbol penguasaan lautan dengan ditandai takluknya Gusti Ratu Kidul kepada Romo Panembahan Senopati. Cakra manggilingan yang ketiga dimiliki oleh Gusti ratu Tri Buana Tunggadewi dengan simbol cahaya berwana putih, melambangkan kesucian, kelembutan dan kebeningan hati. Cakra manggilingan adalah simbol mesin perubahan jagad atau negeri. Ratu adil adalah manusia yang mampu melihat ke segala arah. Melihat jauh ke depan, kemana arah perjalanan bangsa ini. Maka dalam niatnya negeri ini dibawa dalam laju perubahan. perubahan dari neegri koruptor dan sedang ebrjalan ke arah antikorupsi, dari negeri dengan dominasi produk barat dirubah kembali ke produk lokal. Negeri mulai ditata dengan tatanan kembali segala yang berbau tradisional, kembali kepada nilai-nilai luhur bangsa. Ratu adil juga mampu melihat ke belakang secara utuh. Kemampuannya berkomunikasi dengan para leluhur dan pendiri negara-negara besar di nusantara ini membuat ratu adil mampu memahami bahasa dan makna filosofi yang terkandung di dalam simbol-simbol lambang negara ini. Simbol Bendera Merah Putih dan makna Bhineka Tunggal Ika. Makna sejahtera lahir dan bathin, Simbol-simbol ghaib dalam setiap peristiwa. Ratu adil mampu menguasai semua energi yang terkandung di dalam empat unsur alam, yaitu air, api, tanah dan udara. Kemampuan yang jarang dimiliki adalah kemampuan energi cahaya. Maka bersiaplah negeri ini memasuki masa cahaya, menjadikan negeri ini negeri cahaya. Negeri yang akan bersinar bagai mercusuar yang akan menjadi kiblat tatatan, kedamaian, ketentraman dan kebahagiaan. negeri gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo. Ratu adil, hanya kata ratu yang bisa menunjuk kepada seseorang bahwa pemegang jabatan ini adalah seorang kesatria.. Seorang yang sudah genep dan jangkep. Yang sudah mengalami proses laku lahir dan bathin. Kemampuan intelektualitas nyata dan kemampuan oleh spiritual. Penggabungan keduanya mampu membuka simpul-simpul antara dunia ghaib dan dunia nyata yang bisa membuka jalan bagi sebagian besar masalah negeri ini. Jika ratu adil menghendaki bisa mengangkat seorang pemimpin secara spiritual, memenangkan pilkada, bahkan Pilpres. Ratu adil dengan segenap kemampuannya tetap diam dan tersembunyi di lorong negeri. menjadi pemangku dan dhamparing jagad nusantara. Senantiasa belajar dan berdoa untuk kebesaran bangsa. Dalam diam dan selalu tetap bekerja secara bathin, senantiasa mengikuti proses negeri yang sedang ditata, diwolak walik untuk sebuah kebangkitan bangsa. Ibarat matahari saat ini negeri ini sedang fajar, persiapan memasuki subuh, bersiap untuk memendarkan cahaya remang-remang. Ikut dalam proses politik tetapi tetap tersembunyi, hingga nanti tiba saatnya menjadi pamomong agung, mendampingi calon pemimpin negeri. Arsitek dan desainer negeri yang sesungguhnya.

    Selengkapnya : http://m.kompasiana.com/metik/terkuak-sudah-misteri-ratu-adil_5529aebbf17e61bc17d623ab

  14. Untuk Apa Berbuat Baik?

    Oleh : Metode

    Hi All…! Salam Damai… 😀

    Berbuat baik untuk menolong diri sendiri

    Itulah jawaban saya atas pertanyaan “untuk apa berbuat baik?”. Ya, sebuah jawaban dapat hasil nyontek dari si Mbah. 😀
    Seperti halnya tubuh manusia… ketika bagian tubuh seorang perokok terkena bara api, maka buru-buru si perokok berusaha menolong/menyelamatkan dirinya. Rasa sakit yang dirasakannya itulah yang menjadi trigger upaya penyelamatan diri. Pun dalam kehidupan di alam semesta ini, yang mana satu dengan lainnya jelas terhubung. Jika pada tubuh kita triggernya rasa sakit, maka pada alam semesta adalah vibrasi. Yang kemudian diterjemahkan sebagai naluri, atau adanya rasa empati.

    Nah… pada kasus seorang perokok di atas, seandainya ia mengabaikan pesan rasa sakit tersebut, tentu ia akan merasakan sakit yang terus berkepanjangan. Pun ketika kita mengabaikan naluri, atau rasa empati kita. Akan terjadi seperti yang si Mbah alami, yaitu merasa bersalah/berdosa. Dan pada lingkup yang lebih luas tentu akan terjadi yang namanya “butterfly effect” .

    Jika kita mau mendalami, pertanyaan si Mbah pada tulisannya adalah dampak dari “butterfly effect”, pun jawaban saya dengan menulis ini. Sebenarnya bisa saja saya tidak peduli, atau masa bodo dengan pertanyaan tersebut. Namun… ada rasa yang begitu kuat sehingga mendorong saya untuk menulis ini. Yang jika saya abaikan, saya khawatir akan merugikan diri saya sendiri. Mungkin saya terkesan egois, namun apa mau dikata, memang begitulah kenyataannya. Manusia itu memang makhluk yang egois. Intinya adalah… menolong orang karena naluri atau pun karena ingin mendapat pahala, bagi saya adalah sama saja. Sesungguhnya… setiap orang mendambakan/menginginkan kebahagiaan, dan saling tolong menolong adalah suatu cara untuk saling membahagiakan. Dan tidak ada satupun manusia yang menginginkan kesusahan/penderitaan, dan karena itu pula, Tuhan memberikan petunjuk kepada manusia agar bisa hidup bahagia dengan tanpa menyusahkan/merugikan bagian dirinya yang lain.

    Namun… apa yang terjadi… banyak sekali manusia yang tidak mau mengikuti petunjuk Tuhan. Hingga akhirnya perbuatan baik dan buruk pun menjadi rancu. Yang baik dianggap buruk, dan yang buruk malah dianggap baik. Seperti halnya jawaban saya atas pertanyaan si Mbah yang ingin mengetahui saya cowok atau cewek, dan saya pun menjawabnya dengan jawaban berikut. “Kata orang… Ce atau Co itu gak penting… Yang penting itu kasih sayang… Betul gak… sih Mbah?” Dan si Mbah pun langsung member i jempol buat saya. Mungkin saat itu si Mbah paham maksud saya, yaitu kasih sayang yang saya maksudkan adalah kasih sayang kepada sesama. Namun bagi orang lain bisa saja menilainya berbeda, jika ternyata saya seorang cowok, maka apa yang saya katakan itu menjadi sangat menjijikkan lantaran dihubungkan dengan LGBT. Dan perkataan saya itu bisa menjadi perkataan yang baik dan juga buruk, tergantung dari pemahaman seseorang dan juga prasangkanya.

    Begitupun yang pernah saya tanyakan pada si Mbah, ketika beliau menginginkan bunga bank (Mungkin sekedar bercanda). Dan saya pun meresponnya dengan memberi pertanyaan “Mbah… Apakah Mbah senang jika ternyata aku malah memberimu sekuntum bunga bangkai?” Sayangnya pertanyaan saya tidak dijawab. Mungkin saja ada yang menilai kalau pertanyaan saya itu jahat, sebab telah melukai hati si Mbah (mohon maaf Mbah kalau Mbah merasa demikian). Namun bagi yang memahami maksud saya tentu akan berbeda. Saat itu saya berharap jawaban dari si Mbah akan merasa senang, sebab bunga bangkai adalah bunga yang langka, bahkan orang berduyun duyun sekedar untuk melihatnya. Kalau dipekarangan si Mbah ada sekuntum bunga bangkai, bisa jadi banyak yang berduyun-duyun main ke rumahnya. Dan bisa jadi pula banyak cewek yang kecantol sama si Mbah. Saking senangnya si Mbah tidak menyadari kehadiran Sang Nyai yang sudah berdiri dibelakangnya sambil memegang panci. 😀 Sedangkan bunga bank adalah sesuatu yang merugikan, dan akibat dari pemberian bunga bank inilah yang menjadi pemicu rusaknya perekonomian dunia. Nah… pertanyaan saya tersebut bisa saja diartikan sebagai perbuatan yang buruk, namun tidak demikian bagi yang bisa memahaminya.

    Kalau boleh menambahkan, sebenarnya ada pertanyaan yang lebih penting dari pertanyaan “untuk apa berbuat baik?” Yaitu pertanyaan, “sebenarnya mana yang termasuk perbuatan baik dan mana pula yang termasuk buruk?” Dan jawabannya tentu akan selalu menjadi benturan diantara kita. Kenapa bisa demikian….? Jawabnya karena kita ini makhluk yang egois. Dan karena itu pula, Tuhan pun menurunkan kitab suci sebagai petunjuk untuk bisa membedakan. Dan akhirnya, terciptalah dua kelompok yang saling bertolang belakang, kelompok pertama yang percaya dan menerima kalau itu petunjuk dari Tuhan, kelompok ini disebut kelompok orang beriman, dan kelompok yang kedua adalah yang menolak petunjuk tersebut berasal dari Tuhan, atau yang tidak percaya adanya Tuhan, dan kelompok ini disebut kelompok orang kafir. Untuk kelompok orang beriman pun terbagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang benar dalam memahami petunjuk (mengikuti nurani) dan yang satunya lagi salah dalam memahami petunjuk (condong menuruti ego). Kelompok orang kafir pun terbagi menjadi dua, yaitu yang masih mau menggunakan nurani dan yang condong menuruti ego. Dan karena adanya empat kelompok inilah akhirnya terjadi benturan di sana-sini. Hingga akhirnya ke empat kelompok besar ini terbagi lagi menjadi banyak kelompok kecil-kecil. Dan tak ayal… kacau balaulah semuanya. Bingung mana yang benar, dan mana yang salah… mana yang baik dan mana yang buruk. Semuanya mengaku baik dan benar, tidak mau dianggap buruk dan salah.

    Pertanyaan saya lagi “sebenarnya mana yang termasuk perbuatan baik dan mana pula yang termasuk buruk?” jawabnya tentu akan berbeda-beda tergantung ego masing-masing kelompok. Dan mungkin ada yang menyarankan untuk menggunakan nurani. Ya… menggunakan nurani itu bagus… tapi, apa semua orang bisa menbedakan. Mana yang bisikan nurani, dan mana yang bisikan ego, atau jangan-jangan malah mengikuti bisikan syetan. Dan mungkin juga ada yang menjawab asal dan sangat egois… gak usah dipikirin… biarkan saja… yang mau berbuat baik silakan berbuat baik menurut keyakinannya… dan yang mau berbuat jahat juga silakan dan tanggung sendiri akibatnya. Dasar… kita ini memang makhluk yang sangat egois. Sampai-sampai kita tidak peduli lagi dengan bagian diri kita lainnya. Padahal sejatinya, ketidakkepedulian itu akan berdampak pada diri kita sendiri. Ingat dampak dari “butterfly effect”.

    Saya ulangi lagi pertanyaan saya “sebenarnya mana yang termasuk perbuatan baik dan mana pula yang termasuk buruk?” Dan pertanyaan saya ini sebenarnya adalah kunci dari semua pertikaian yang terjadi. Jika kita mau sepakat dengan mengikuti petunjukTuhan yang dilandasi dengan hati nurani, niscaya tidak akan ada lagi benturan diantara kita. Mungkin ada yang merasa ragu. Masalahnya petunjuk dari kitab mana yang akan dijadikan rujukan? Tidak ada cara lain… kita harus membersihkan hati terlebih dahulu… caranya usahakan jangan pernah berkata berdusta, walau sekecil apapun… usahakan untuk berkata benar walau akan menyakitkan. Berbuatlah kebaikan menurut norma yang berlaku ditempat kita tinggal. Dan terakhir kita harus membaca dan mempelajari kitab suci masing-masing dengan sungguh-sungguh, tak lupa berdoa minta petunjuk Tuhan dengan dilandasi hati nurani yang bersih. Kebenaran tetaplah kebenaran walau dari manapun sumbernya, hati nurani yang bersih dengan sendirinya akan menolak jika itu bukanlah kebenaran. Hingga akhirnya kita bisa membedakan mana petunjuk yang benar benar dari Tuhan dan yang bukan. Dan karena itulah Tuhan menurunkan kitab, sebab kita bisa menjadikannya sebagai rujukan bersama. Karena pada kitab ada bukti-bukti yang sangat kuat dan dapat menyakinkan kita kalau itu adalah perkataan Tuhan (mempunyai segel khusus yang mustahil dibuat oleh manusia). Kita dapat mengenali segel itu jika kita mau mempelajarinya sungguh-sungguh dan berusaha membuktikannya sendiri. Setiap orang bisa saja mengaku mendapat wahyu dari Tuhan, tapi apakah wahyu tersebut menang benar-benar berasal dari Tuhan? Dan hanya wahyu itu sendiri yang dapat membuktikannya. Jika kita sudah mempunyai rujukan yang kita yakini berasal dari Tuhan, maka saat itulah kehidupan kita akan menjadi mudah. Kita bisa membedakan mana perbuatan yang diridhai Tuhan, dan mana yang tidak diridhai-Nya. Sebab, baik menurut kita, belum tentu baik menurut Tuhan. Begitupun sebaliknya. Jadi… baik dan buruk itu haruslah menurut Tuhan, sebab kita adalah makhluk yang egois.

    Akhir kata… Sudahkah kita berusaha membersihkan nurani?
    Jika belum… Yuk kita sama-sama berjuang membersihkan nurani… semoga kita bisa selamat ketika Tuhan mengobati semesta yang sakit ini karena sebab kita mampu mengendalikan ego negatif dengan cara memberdayakan ego positif, yaitu dengan berlandaskan petunjuk Tuhan yang nyata (kitab suci) yang sudah sejalan dengan nurani, alias tidak ada ganjalan. Jika ada kata hati yang bertentangan dengan kitab suci… waspadalah… kata hati itu dari nurani atau bukan? Jika ada kitab suci yang mengganjal dihati, intropeksi diri… sudahkah nurani ini kita bersihkan.

    1. Salam Kang METODE,

      Luar biasa ! Mbah terkesima bacanya.

      Maaf, dulu mbah lupa jawab tentang bunga bangkai-nya. Tentu saja mau. Lebih senang lagi kalau dapat bibitnya. Mau ditanam di kebun belakang. Asik kalau bisa tumbuh dan berbunga seperti ini.

    2. KISAH BUNGA BANGKAI

      Suatu hari di salah satu sudut Nirwana yang namanya Bumi terjadilah keributan. Di tengah semerbak persaingan para bunga mengeluarkan aroma wanginya yang memenuhi seluruh Bumi, tiba-tiba muncullah setangkai bunga raksasa yang sangat busuk baunya.
      Begitu busuknya sampai seluruh bunga terkejut dan menjadi marah karenanya. Dalam sekejap kemarahan itu mengkristal menjadi protes yang sangat hebat kepada para Dewa. Mereka menuntut agar Bunga Bangkai yang sangat kurang ajar itu segera dienyahkan dari muka Bumi karena telah sangat menodai eksistensi bunga yang senantiasa dikaitkan dengan keharuman dan simbol cinta!
      Mereka mengikrarkan mogok mekar sampai si Bunga Bangkai lenyap dari muka Bumi.
      Para Dewa juga sangat terkejut dengan munculnya Bunga Bangkai, dan dapat memaklumi protes hebat para bunga.
      Mereka sendiri tak habis pikir bagaimana hal itu bisa terjadi.
      Dalam sidang dadakan para Dewa segera diputuskanlah untuk memenjarakan Bunga Bangkai sementara waktu sampai persoalan sebenarnya menjadi jelas.

      Maka, “Bumm …..!”, dipenjarakanlah Bunga Bangkai tersebut ke dalam Bumi.

      Mendapati dirinya yang tidak bersalah tiba-tiba dipenjarakan oleh para Dewa, marahlah si Bunga Bangkai, iapun berteriak-teriak dari dalam Bumi:

      “Wahai para Dewa! Kalian benar-benar tidak adil! Kalian yang mengutuk perang SARA sebagai perbuatan orang-orang tolol ternyata sekarang telah memperlakukan aku tidak lebih baik dari yang kalian tolol-tololkan sendiri! Apakah kalian tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, bahwa aku lahir seperti ini bukan aku yang memilih atau minta! Dari “sono”nya aku sudah diberi lahiriah seperti ini, bukan aku yang minta…., bukan aku yang minta ….., minta…., taaa….,taaa…,taaaa……!!!!!”

      Suara marah dan protesnya bergema jauh di dalam Bumi.
      Para Dewa mukanya merah mendengar protes si Bunga Bangkai. Eksistensinya sendiri yang terkenal bijaksana dan penuh welas asih telah sangat terpukul dengan umpatan si Bunga Bangkai.
      Dengan muka muram merekapun sepakat untuk menggelar rapat para Dewa secepatnya agar masalah ini cepat beres.
      Maka digelarlah rapat besar para Dewa. Tapi tak ada satu Dewapun yang bisa menerangkan, mengapa Sri Paduka Yang Mulia menciptakan bunga seperti itu, bahkan sebagian besar dari mereka menduga Sri Paduka telah melakukan kesalahan penciptaan yang sangat mendasar sehingga berakibat fatal seperti ini.
      Setelah capai berdebat dan bermeditasi tapi tak menemukan jalan keluar yang mereka anggap bijaksana untuk menyelesaikan masalah ini, maka mereka sepakat untuk membawa masalah ini ke pertemuan khusus dengan Sri Paduka Yang Mulia.
      Kesepakatan itupun mereka tuangkan melalui “t-mail (telepathy-mail)” pada Sri Paduka dengan subyek: “Mohon menghadap, ada persoalan yang sangat genting.”

      Rasanya lama sekali menunggu Sri Paduka memberi jawaban. Tiap saat teriakan keras si Bunga Bangkai makin menjadi-jadi dan terasa makin menyengat:

      “Wahai para Dewa!
      Apakah kalian sudah ketularan wataknya manusia yang berkuasa di Bumi?! Memenjarakan yang tak bersalah seenaknya.
      Mana kebijaksanaan kalian?
      Mana welas asih kalian?
      Apa tugas kalian selama ini?
      Hanya memelihara yang indah-indah dan harum baunya saja??!! Apakah kalian sudah keenakan menempati kapling di Nirwana ini sehingga lupa tugas utama kalian??!! Kalian sungguh-sungguh brengsek!!! brengsek!!! sekk… sekkkk….sekkkkkk…!!!!!!”

      Tarik napas sebentar lalu nyerocos lagi:
      “Aku juga menyumpahi siapa saja yang ikut-ikutan mendemo aku agar aku dipenjarakan. Aku doakan agar mereka tidak bisa berbau busuk alias tidak bisa kentut!
      Rasanya kalian semua mau membangun istana dari intan berlian di salah satu sudut Nirwana ini. Tetapi coba kalian lihat yang terjadi di Bumi: Hutan ditebang sampai gundul-ndul, longsor dan banjir menghantam anak-anak manusia yang terpinggirkan, bahkan rasanya keserakahan dan ketidak-pedulian manusia sudah sampai ke puncaknya: berhala uang telah diangkat tinggi-tinggi dan para kaum papa dijadikan korban di bawahnya. Wahai para Dewa, dimana kalian?? Aku bersumpah akan berteriak terus sampai kalian melepaskan aku!!!

      Para Dewa benar-benar dibuat malu oleh teriakan si Bunga Bangkai, ingin rasanya membekap mulutnya,
      tetapi dasar hatinya yang penuh welas asih tidak mengijinkannya.

      Jadilah mereka cuma bisa menunggu panggilan Sri Paduka untuk mengadakan pertemuan sambil berharap si Bunga Bangkai kecapaian sendiri.

      Tapi suaranya terdengar lagi:

      “Aku tahu kalian ingin membekap mulutku juga!!
      Tapi kalau itu kalian lakukan, maka genaplah kebrengsekan kalian!
      Aku akan bertapa sepanjang hidupku untuk memohon keadilan pada Sri Paduka! Di Bumi, manusia yang berkuasa juga melakukan tindakan seperti itu, bahkan manusia yang baru punya sedikit kuasa juga melakukan hal seperti itu kepada bawahannya, bahkan kadang lebih sadis lagi karena ternyata mereka memang lebih bebal!
      Kalian masih lumayanlah, masih mau membiarkan mulutku nyerocos terus, bahkan mungkin diam-diam kalian mendengarkan aku!
      Syukurlah kalau begitu!
      Kalau aku minta dibebaskan, itu bukan berarti aku mengemis padamu!
      Aku memang tidak bersalah dan kalianpun juga tidak bisa menemukan kesalahan dalam diriku.
      Tindakan kalian ini tidak lebih terhormat daripada tindakan hakim di Bumi: Maling ayam dihukum 3 bulan; koruptor kelas kakap malah bisa jalan-jalan ke luar negeri atau “open house” mengadakan silaturahmi lebaran, bahkan edannya: bisa jadi calon pejabat! Mereka nalarnya sudah kuwalik! (terbalik). Orang bejat banyak bertebaran di Bumi.
      Di sini aku masih bisa menghormati Perdana Menteri China yang ngomong: “Sediakan peti mati di kantor saya; satu untuk pejabat korup atau orang super bejat, satu untuk saya kalau saya korup atau bejat!” Terus terang, kalian para Dewa terasa lembek sekali disandingkan dengan perdana menteri China itu. Kalian harusnya punya malu…!!, malu…!!, luuu…luuu…luuu…!!!”

      Tiba-tiba cahaya terang benderang melingkupi kawasan Nirwana, para Dewa sontak bersujud dan menyembah : “Salam kepada Sri Paduka Yang Mulia”.

      Hening sejenak, bahkan suara Bunga Bangkaipun tak terdengar lagi. Terdengarlah suara bagai guntur menggelegar tapi tidak menyakitkan dari pusat cahaya itu: “Salam bagi kalian para Dewa yang bijaksana. Aku telah menerima “t-mail” kalian dan mengerti dengan baik persoalan yang kalian ajukan.
      Ketahuilah oleh kalian, bahwa tidak pernah Aku salah dalam menciptakan sesuatu yang telah tercipta selama ini. Bunga Bangkai itu memang sengaja Kuciptakan.”

      Sampai di sini para Dewa sudah merasa tak enak hatinya; kalau Sri Paduka tidak salah, pastilah ada alasan yang sangat mendasar, jangan-jangan ….. Mereka diam saja dan menunggu penjelasan selanjutnya.

      “Sudah lama aku mencium bau busuk yang menusuk-nusuk langit dan berasal dari tingkah polah para penguasa Bumi yang bejat, korup dan sangat menyengsarakan rakyat banyak.
      Aku menunggu tindakan yang akan kalian ambil, tetapi sampai Aku yang demikian sabar kehabisan kesabaran ternyata tidak ada tindakan berarti yang kalian ambil, bahkan bau busuk itu makin menusuk-nusuk langit saja!
      Apa boleh buat, maka Kuciptakanlah Bunga Bangkai dengan ukuran raksasa dengan tujuan untuk memberdayakan “hidung” kalian para Dewa yang bijaksana!, agar segera tanggap terhadap kebusukan yang jauh lebih busuk lagi dari sekedar bau Bunga Bangkai yang Kuciptakan itu.
      Sekarang biarlah Bunga Bangkai itu tetap ada dan menjadi tanda bagi kalian untuk segera mengetahui sumber kebusukan yang menusuk langit itu berasal.
      Aku berharap sekali ini kalian bisa cepat tanggap dan segera mengambil tindakan yang bijaksana untuk menyelamatkan anak-anakKu yang tidak berdosa tetapi selalu menjadi korban kebiadaban dan keserakahan mereka yang korup dan brutal.
      Apakah kalian mengerti maksudKu?

      Serempak para Dewa menjawab: “Kami mengerti dan siap melaksanakan titah Paduka Yang Mulia!”

      Suara guntur itupun menggelegar lagi: “Bagus kalau begitu. Dan untuk kamu Bunga Bangkai: Tidak sekali-kali kamu akan menjadi bunga terburuk dimanapun aku nanti menempatkan dirimu.
      Kamu akan kujadikan bak selebriti di tempatmu tumbuh dan mekar.
      Kehadiranmu akan diwartakan oleh para juru warta ke seluruh dunia dan gambarmu akan terpampang dimana-mana.
      Hanya satu yang Aku minta: tolong celotehanmu sedikit dijaga, agar raja-raja di Bumi tidak memenjarakan dirimu seperti yang kau alami sekarang ini.”

      Bunga bangkai itupun sujud berkali-kali sambil berkata: “Hamba merasa sangat bahagia bahwa Sri Paduka yang demikian Mulia dan bijaksana mau mengunjungi dan berbicara kepada hamba serta menaruh Kasih yang demikian besar kepada hamba. Tentu hamba akan selalu mengingat pesan Paduka. Selaksa hormat dan terima kasih hamba pada Paduka.”

      Tiba-tiba terdengarlah musik yang sangat agung memenuhi seluruh Nirwana.

      Bersama lenyapnya cahaya yang terang benderang, Sri Paduka telah pergi entah kemana.

      Di penghujung tahun 2000, mekarlah Bunga Bangkai dengan gagahnya di daerah kebun raya Bogor,
      disusul awal tahun 2004 di Bengkulu
      dan terakhir Bunga Bangkai raksasa dari Indonesia dinobatkan jadi juara dunia saking gedenya!

      Kontan mata para Dewa melotot ke arah Indonesia, negara nomor wahid dalam urusan korupsi gede-gedean. (Oh my God, it’s my country!)

      salam
      panci

  15. untuk apa berbuat baik, untuk apa menolong orang,
    sebuah judul yg sederhana
    intinya MEMBERI

    berbuat baik = memberi
    menolong = memberi

    Salah satu kunci utama untuk merengkuh kebahagiaan, sebetulnya cukup simpel dan sederhana, yaitu DENGAN MEMBERI

    Nabi dalam salah satu hadisnya pernah mengatakan,
    “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.
    Amar makruf dan nahi munkar yang kamu lakukan adalah sedekah.
    Petunjukmu kepada seseorang yang tersesat di sebuah daerah adalah sedekah.
    Pertolonganmu kepada seseorang yang penglihatannya kurang adalah sedekah.
    Kamu menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalanan adalah sedekah. Kamu memenuhi ember saudaramu dengan air dari embermu adalah sedekah.”
    (HR. At-Tirmidzi dari Abu Dzar Al-Ghifari)

    lalu bersyukurlah :
    “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim [14]: 7)

    Stephen Post dan Jill Neimark dalam bukunya, Why Good Things Happen to Good People (Kaifa, 2011), menyebutkan 10 CARA MEMBERI.

    Pertama, memberi dengan cara perayaan.
    Perayaan muncul dari keadaan bersyukur.
    Perayaan menciptakan lingkaran cinta. Perayaan menggerakkan kita dari ketakutan menuju keimanan. Perayaan menggerakkan kita dari lelah menjadi terinspirasi.
    Menurut ajaran Islam, bersyukur adalah suatu keharusan. Ini berkaitan dengan suatu nikmat atau anugerah yang didapatkan dari Allah. Alquran menyebutkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim [14]: 7)

    Kedua, membantu orang lain untuk tumbuh dan berkembang. memberikan makna bagi hidup orang lain.

    Ketiga, memberi maaf.
    memberi maaf/pengampunan menghadirkan kebebasan diri, ketenangan dan kedamaian yang menentukan suasana hati untuk seumur hidup, membebaskan kita dari beban rasa bersalah, tetapi sebaliknya juga membebaskan kita dari rasa sakit.
    secara pribadi melepaskan beban pikiran dan kepahitan kita serta melanjutkan hidup.

    Keempat, cara keberanian dan konfrontasi. Keberanian adalah cinta sebagai tindakan. Cinta yang memaksakan perubahan di dunia, menghadapi tantangan, mengatasi hidup dengan penuh ketangkasan, dan menghadapi orang lain dengan penuh perhatian dan kearifan. Keberanian adalah tanda setiap manusia yang telah mengubah dunia.

    Kelima, cara humor.
    Humor adalah satu bentuk bermain. humor membutuhkan kemampuan untuk bersikap fleksibel, untuk membingkai hidup ini menjadi lebih baru.

    Keenam, cara respek.
    Inti respek adalah penerimaan. Menganggap orang lain “berharga tanpa dikurangi lagi”.

    Ketujuh, cara welas asih.
    Welas asih membuat kita mampu memperoleh cerminan perasaan orang lain. Welas asih meningkatkan emosi-emosi positif. Welas asih terkait dengan spiritualitas, bagian dalam dari diri kita yang sifatnya non-material.

    Kedelapan, cara kesetiaan.
    Kesetiaan adalah cinta yang tak lekang oleh waktu, dan itulah yang kita semua inginkan.

    Kesembilan, cara mendengarkan.
    Mendengarkan orang lain adalah tindakan menghormati keberadaan mereka yang terdalam.
    Mendengarkan orang lain bisa juga menjadi obat yang kita perlukan dalam kehidupan pribadi, sosial, dan budaya, karena dapat membantu kita mengurangi kecenderungan spontan untuk berprasangka.

    Kesepuluh, cara kreativitas.
    Kreativitas memungkinkan manusia bertahan hidup. Kita tidak punya kekuatan atau kecepatan untuk meloloskan diri dari para pemangsa. Oleh karena itu, kita dapat bertahan hidup dengan jalan menjadi kreatif dan inovatif.
    Kreativitas memungkinkan kita dapat berkomunikasi tidak hanya melintasi jarak yang jauh, tapi juga melintasi jurang waktu, lewat puisi, seni, dan sejarah. Kita mampu berbagi harapan, impian, dan kelemahan kita dengan orang-orang yang hidup sebelum kita, dan berbagi diri kita dengan orang-orang yang muncul setelah kita.”

    itulah intinya MEMBERI

    Nabi dalam hadisnya mengatakan, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Artinya, memberi lebih baik daripada menerima. 10 cara memberi yang diajukan Stephen Post dan Jill Neimark di atas dapat menjadi pembuka penting bagi kita dalam menapaki jalan menuju hidup bahagia.

    Salam
    Panci

    1. Kang Raden,
      Sejak lama saya menjadi pengagum tersembunyi dari tulisan2 Akang, khususnya yang seri ceritanya. Unik dan punya ciri khas. Mohon izin untuk mengarsipkannya Kang.

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s