Menghijaukan Hutan Puluhan Tahun Seorang Diri

mbah-sadiman-kick-andy-heroes-2016-pejuang-lingkungan-hidup-dari-wonogiri
Sumber foto : kickandy twitter

Kisah heroik para pejuang lingkungan yang bertindak “gila”, menghabiskan bertahun tahun hidupnya untuk menanam pohon seorang diri, sudah berulang kali saya baca. Seperti contohnya kisah terakhir yang saya baca, seorang warga India yang menghabiskan hampir 30 tahun hidupnya untuk menghijaukan 1300 hektar hutan seorang diri (foto). Siapa sangka ternyata kisah hebat yang sama ternyata juga ada di negeri ini.

Sang pahlawan itu bernama Mbah Sadiman, seorang warga desa di wilayah Wonogiri yang menghabiskan hidupnya selama 20 tahun menghijaukan 100 hektar hutan Gendol. Yang lebih menakjubkan dan mengharukan lagi, semua ini dilakukan bukan hanya seorang diri namun juga dengan biaya sendiri. Luar biasa !!!

Saya dan juga Anda mungkin saat ini tidak atau belum mampu melakukan hal besar seperti mbah Sadiman, namun setidaknya saya dan juga Anda bisa melakukan hal kecil untuk alam dan lingkungan bukan? Saya sendiri saat ini mencoba untuk membagi berita, menyebarkan ataupun mendoakan para pahlawan-pahlawan tersebut. (dongbud)

Berikut adalah artikel lengkapnya yang saya copy dari sejumlah sumber. Maaf, copy paste. Terima kasih atas penulis aslinya.


Seorang diri, Sadiman memerdekakan desanya dari kekeringan

Penulis : Ari Susanto, Published 12:00 PM, August 23, 2015

Selama 20 tahun, Sadiman mengeluarkan uangnya sendiri dan tenaga untuk menanami Hutan Gendol. Hasilnya, dua desa terbebas dari kekeringan

WONOGIRI, Jawa Tengah – Semarak peringatan dan pesta rakyat begitu terasa di Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, sebuah desa di lereng Gunung Gendol, ujung timur Kabupaten Wonogiri. Di sepanjang jalan-jalan berbatu terpasang bendera Merah Putih, lampu hias, dan deretan boneka orang-orangan sawah yang dibuat mirip tentara pejuang. Di lapangan dan tanah kosong para warga terlihat riuh dalam aneka lomba. Sebagian lainnya sedang mengecat topi caping bambu di halaman rumah kepala desa untuk atribut karnaval budaya.

Di sudut lain, tempat paling tinggi dan paling ujung di desa itu, Sadiman (61) menapaki jalan sempit berbatu di tepi jurang menganga. Kakinya masih cukup kuat dan cekatan menyusuri jalur terjal naik-turun di antara rumput dan batuan. Sadiman tidak ikut bergabung dalam perayaan dengan warga lainnya. Ia memilih memaknai kemerdekaan dengan caranya sendiri.

Hampir setiap hari ia menjelajahi hutan, jika tidak sedang mengerjakan ladangnya. Ia bertani padi, tetapi lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengurus pohon-pohon beringin yang ia tanam di hutan atas.

“Kalau pohon yang masih kecil-kecil tidak dirawat bisa rusak dan mati,” ujarnya sembari menunjukkan beberapa pohon yang ia tanam di lereng bukit curam.

Sejak awal 1990-an, Sadiman terus menanam bibit pohon di Hutan Gendol yang adalah hutan negara. Sampai saat ini sedikitnya 11.000 pohon — 4.000 di antaranya beringin — sudah ia sedekahkan untuk alam. Karenanya, Sadiman menjadi satu-satunya orang yang mendapat izin menanami lahan yang dikelola oleh Perhutani itu.

“Niat saya dari awal hanya ingin menghidupkan sumber air di gunung yang sudah lama kering. Saya pertama kali menanami beringin karena pohon ini bisa menyimpan cadangan air tanah,” kata Sadiman.

Kebakaran yang pernah melanda dan penebangan pohon telah membuat hutan gundul dan mata air mati. Penduduk Desa Geneng dan Conto yang terletak di lereng selalu mengalami defisit air bersih pada musim kemarau. Sungai yang menjadi satu-satunya sumber air mengering.

Namun keadaan mulai membaik beberapa tahun lalu. Usaha Sadiman menuai hasil setelah beberapa mata air yang bersumber di Gunung Gendol kembali mengalir dan mampu menghidupi sedikitnya 3.000 jiwa.

Bahkan di saat musim kemarau panjang, ketika wilayah Wonogiri lainnya mengalami kekeringan dan mengandalkan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, desa tempat tinggal Sadiman bebas krisis air. Setidaknya, mata air masih mencukupi kebutuhan minum dan sanitasi.

Di bagian hulu, deretan pipa paralon mengalirkan air dari mata air dan meneruskannya ke bak-bak penampungan di setiap rumah. Penduduk saat ini bisa menikmati air segar pegunungan secara gratis. Mereka cukup menyediakan dana swadaya untuk membuat instalasi pipa.

Bagi Sadiman, kemerdekaan itu sederhana, yaitu hutan kembali hijau, mata air kembali deras dan mencukupi kebutuhan semua orang, termasuk untuk irigasi ladang.

………….. artikel lengkap bisa dibaca di link berikut :

http://www.rappler.com/indonesia/103441-menanami-hutan-sadirman-memerdekakan-desa-gendol-dari-kekeringan


Kisah Hebat Mbah Sadiman, Pahlawan Penghijauan dari Wonogiri

Muchus Budi R. – detikNews

Warga Dusun Dali, Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, ini menanami bukit yang gundul akibat kebakaran dan penebangan liar. Mbah Sadiman rela merogoh kocek sendiri demi membeli bibit yang hendak ditanamnya. Semua berawal tahun 1995 saat dia merasa suhu udara di desanya makin panas, padahal Desa Geneng berada di lereng gunung.

Debit air di sungai terus berkurang, sedangkan beberapa mata air mati. Akibat kekurangan air, warga terserang berbagai macam penyakit seperti gatal-gatal dan diare.

Naluri Mbah Sadiman terketuk. Di tengah cemooh orang-orang di sekitarnya, dia mulai dengan menanam pohon beringin serta bibit pohon penyerap air lainnya. Ia juga menanam pohon bulu dan aneka macam tanaman keras lainnya. Dengan uang sendiri, dia membeli bibit. Padahal harga bibit beringin saat itu cukup mahal, Rp50.000-Rp100.000 per buah.

Hingga kini, 11.000 pohon diantaranya 4.000 beringin sudah ditanam Sadiman di areal seluas 100 hektare milik Perhutani. Itu belum termasuk ribuan lamtoro yang tumbuh dari benih yang ia sebarkan di seluruh penjuru hutan.

Mbah Sadiman tidak hanya menamam, namun juga merawat dan menanami kembali jika ada pohon yang mati. Berkat usaha dan kegigihannya, keadaan mulai membaik beberapa tahun terakhir. Sejumlah mata air yang bersumber di bukit Gendol dan Ampyangan kembali mengalir. Desa Geneng pun bebas dari krisis air.

Sumber link :

http://www.solopos.com/2016/03/05/kick-andy-metro-tv-ini-kiprah-mbah-sadiman-selamatkan-lingkungan-wonogiri-697933

REFERENSI :

  • Akira Miyawaki (1928) : Soorang profesor ahli botani yang mendedikasikan hidupnya pada pengetahuan restorasi hutan. Teknik penanaman hutan tersebut dikenal dengan nama Miyawaki Method. Selengkapnya : link

12 thoughts on “Menghijaukan Hutan Puluhan Tahun Seorang Diri

  1. Selamat MALAM kepada Oom Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Terima kasih Oom Wager, telah dimuat-nya Perilaku & Sepak Terjang Eyang Sadiman, menjadi ARTIKEL di Blog DONGBUD (Padepokan MBELGEDEZ), sungguh perbuatan yg POSITIF & KONSTRUKTIF,
    bahkan…… smoga ARTIKEL tsb di atas menjadikan INSPIRASI, bahkan SURI TAULADAN bagi Kita sebagai ANAK BANGSA, untuk ber-KONTRIBUSI berbuat yg terbaik untuk IBU PERTIWI, sesuai KEMAMPUAN & PERAN-nya serta PANGGILAN JIWA-nya, tanpa Tendensi, tanpa ATRIBUT, tanpa RETORIKA dan ARTIFICIAL, pun tanpa DI GAJI dan DI SUMPAH, bahkan keluar BIAYA SENDIRI.

    Dan…….

    *****************************************
    Saya dan juga Anda mungkin saat ini tidak atau belum mampu melakukan hal besar seperti mbah Sadiman, namun setidaknya saya dan juga Anda bisa melakukan hal kecil untuk alam dan lingkungan bukan?
    Saya sendiri saat ini mencoba untuk membagi berita, menyebarkan ataupun mendoakan para pahlawan-pahlawan tersebut. (dongbud)
    *****************************************

    Saya Pribadi SUKA & Meng-APRESIASI QUOTE spt tsb di atas, Acungan Jempol buat Oom Wager

    Selama sktr 20 th, Beliau memulai (sktr) dr Th. 1995 s/d. sekarang (2016), dimana waktu tsb relatif panjang, identik dengan 1 Dekade.
    Beliau Eyang Sadiman (Seorang diri & Biaya sendiri) telah berhasil me-Reboisasi Hutan yg gundul & tdk terurus (sktr 100 Ha), menjadi HIJAU termasuk Cadangan Air yg tercukupi (melimpah), dan Ekosistem yg mulai Hidup kembali, serta terwujud-nya KESEIMBANGAN, SUSTAINABLE & HARMONISASI.

    DI SISI LAIN (walaupun MATERI Artikel ini POSITIF, KONSTRUKTIF, INSPIRATIF & EDUKATIF)……, sungguh SANGAT MEMPRIHATINKAN (bahkan menyedihkan), SEPIIII……. Dari KOMENTAR……. !!??

    Ooouuuwww……. Apakah ini Gambaran Faktual Anak Bangsa……?
    Smoga ini bukan Gambaran Faktual Anak Bangsa, tetapi……. Paling tidak GAMBARAN PARA WARGA Blog Dongbud……. Heheeeheeeee……….

    Dengan berkomentar, paling tidak……. ada rasa EMPATI & PENGHORMATAN kepada Beliau Eyang Sadiman…….
    Pun yang kata-nya mengharapkan/menunggu Ksatrya pilihan ILLAHI, tidak-kah Paradoksal..?
    Entahlah……. WHAT EVER… WILL BE WILL BE…….

    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
    Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

    1. Salam Kang Pejalan,

      Topik-topik informatif sepi komentar mah wajar Kang, apalagi topiknya tentang lingkungan. Ceritanya akan berbeda kalau beritanya seperti ini :

      “Luar Biasa !!! Selama 20 tahun, Mbah Sadiman berhasil menghijaukan meng-Islamkan 100 desa !!!!”. Tidak perlu sampai 100 desa, 100 orang saja sudah cukup heboh. Kalau kata Islam diganti dengan kata Kristen, malah beritanya akan lebih heboh lagi.

      Jadi kesimpulan abal-abalnya, topik pndah agama atau PERUBAHAN AGAMA lebih menarik perhatian dibandingkan topik PERUBAHAN IKLIM atau lingkungan dari hutan gersang menjadi hijau.

      * kesimpulan maksa bangeti

  2. Selamat SIANG kepada Oom Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Padahal Simbah……. klo Gambaran Saya (dari Vibrasi2 yg tertangkap di Alam Semesta)…., Manusia seperi Eyang SADIMAN dan lain2-nya, kelak nanti di HARI PERHITUNGAN (Yaumil Akhir) akan sangat MEMBERATKAN bagi Para Penguasa yang tidak Amanah & Para Pengusaha yg Destruktif thd Alam (Ibu Pertiwi)…….

    Kenapa begitu….?
    Karena Beliau2 seperti Eyang SADIMAN dan lain2-nya, akan di jadikan salah satu PARAMETER, bagi Para Penguasa & Para Pengusaha Oleh GUSTI Ingkang Akaryo Jagad…… pada saat apa2 yang “TELAH TERTITIPI,” dimintakan PERTANGGUNGAN-JAWAB (tidak ada makan siang yang gratis)…….
    Mari Kita SAKSIKAN & PERSAKSIKAN…….

    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
    Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

    1. Salam Kanf Jarisakti,
      Lha, namanya juga orang sibuk Kang, ya mudah lupa.
      Lagian untuk apa juga susah susah mencari Tuhan dengan tanam pohon atau menghijaukan alam kalau dengan berdoa, sembahyang dan berkunjung ketempat ibadah saja sudah cukup? Dengan pahala berlipat lagi?

      *mabuk tuwak aka temulawak

    2. Lain dgn panci, getol menganjurkan untuk menghirup udara dgn diisi misalnya diisi dgn subha (masuk) keluar (allahu nalloh) ditambah hu masuk, allah keluar, disebut dgn rasa dan rasa iklas,,,, mk udara yg keluar dari nafas yg bermuatan tsb akan diterima dan hirup oleh pohon shg udara segar kembali, ijo royo royo,,, islam di arab tdk demikian lg shg menjadi padang pasir gersamg,,, maka janji sabdo pslon “nanti jika manusia jawa sampun purun nedho (jika sdh mau makan) woh kawRUH maka jawa akan ijo royo2, murah sandang pangan” ,,, ngaten pesanipun sabdo palon, dari sekarang yuk pada purun nedho woh kawRUH … kalau gk mau nedho bakal dimakan batara kala xi3 saksikan waktunya akan tiba xi3 ngibul panci

    3. Nb (nambah)
      Jgn ditiru keris yg MAKANANNYA LOGAM EMAS misalnya KERIS NAGA RUNTING,,, dia dulu punya salah menghamba harta kpd firaun pd jaman firaun nb ibrahim, diagendakan pd srh AL-KAUTSAR yg artinya terputus, makanannya (bhs jawa nedho woh kawRuh nya AL (masuk) kautsar (keluar) ,,, itulah jadinya dan kejadiannya makanannya logam emas (mungkin bg yg blm paham ttg cerita keris bs makan logam emas, ya gk usah komentar, krn ini cerita gk masuk akal xi3)

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s