Kepala Boleh Panas, Dengkul Harus Tetap Dingin

Pentingnya menjaga dengkul agar tetap dingin

dengkul2
Thank your for image owner.

DONGBUD. Wager. Dengkul adalah salah satu organ penting dalam tubuh. Menurut pepatah Yunani kuno “Dalam dengkul yang sehat terdapat jiwa yang sehat”. Itulah sebabnya mengapa para wanita suka mengoleskan atau melulur dengkulnya dengan krim pelembab.

Idealnya, dengkul itu harus adem. Dengkul yang kelewat panas, selain tidak bagus untuk diri sendiri juga sangat merugikan orang lain, terlebih bagi mereka yang terbiasa menggunakan angkutan umum. Siapapun pasti akan merasa tidak nyaman, sebal atau kaget dikala berdesak-desakan di kendaraan umum, tiba-tiba tubuhnya ditempeli dengan dengkul yang panas membara. Apalagi kalau ditempel kemudian digesek-gesekan. Duh, bisa bikin orang muntah, diteriaki dan dihajar orang satu bis. 

Tentu saja, dengkul yang kelewat dingin juga tida bagus, namun setidaknya, untuk negeri tropis, dengkul yang dingin masih mendingan ketimbang dengkul panas bukan? Asem koplak !

Mengapa sih ada orang yang berdengkul panas, ada orang yang berdengkul dingin? Ada 1001 penyebabnya dan tiap orang cendrung berbeda penyebab atau alasannya, tergantung kondisi mental, pendidikan, latar belakang dll.

  • Ada orang yang dengkulnya sangat sensitif dan mudah panas disaat membaca tulisan, opini, blog atau komentar dengan opini yang berbeda
  • Ada orang yang dengkulnya mudah panas, meledak dan terbakar disaat mendengar berita tentang pendirian tempat ibadah umat lain di kampung atau kotanya, sensitif terhadap hampir semua topik atau berita tentang agama tanpa peduli berita tersebut benar atau hoax.
  • Ada orang dengkulnya mudah panas ketika menonton sinetron atau acara TV yang tidak sesuai dengan seleranya
  • Ada orang yang dengkulnya sangat sensitif, mudah panas terhadap suara berisik, suara radio, speaker yang keras atau bahkan suara jengkrik sekalipun  dll.

:: Ha… ha…. ha…. Postingan ini sama sekali tidak bermutu dan terasa maksa banget Mbah !

Wakakakkkk. Wong namanya juga blog abal-abal ya serba maksa. Tapi dipikir-pikir benar juga ya. Tulisan ini sama sekali tidak bermutu dan lagian ngapain juga ngurus dengkul orang lain ? Mau dengkul panas, dengkul dingin atau dengkul suam-suam kuku ya terserah si pemilik dengkul. “Dengkul dingin lebih baik dari dengkul panas.” Emang es krim?

CATATAN : Postingan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul “Budayakan berpikir pakai dengkul“. Beberapa postingan di blog abal-abal ini mungkin telah membuat beberapa dengkul pembaca panas. Yeah, itu adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Beberapa postingan kedepan, mungkin akan membuat dengkul pembaca kembali panas. Jadi tulisan ini mudah-mudahan bisa menjadi semacam penawar bagi pembaca yang membutuhkan agar tidak kepanasan atau kejang-kejang.

wager

copyright@dongengbudaya

10 thoughts on “Kepala Boleh Panas, Dengkul Harus Tetap Dingin

  1. Selamat SORE kepada
    @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
    @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
    Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Wakakakaaak……. Ini Artikel salah satu “branded”-nya Oom Wager, Padepokan….. MBELGEDEZ…….
    Tentang SKALA, Bahasa yg dipake tdk lumrah….. yakni “ironi verbal” (“sarkasme” versi Oom Wager)… heheheee…….

    Pertamax…… langsung dibungkus (ber-hari2 sepi dari Komentar), dampak dan faktualnya Para Warga (Blogger) tak berminatkah…?
    Ataukah menganggap tak begitu penting, lebih berminat (suka) kepada….. tentang NISKALA..? (yg rawan ‘deviasi’ & ‘opportunasi’ …….), serta….. bersifat khusus (bahkan… sangat khusus), hanya segelintir orang yg memahami-nya & mengalami-nya……. (dan… tak semua-nya Anak Manusia ‘diperjalankan’ & ‘dipengalamankan’ sama oleh GUSTI, kalaupun identik…., output & outcome-nya bisa berbeda, krn “frame of references” yg berbeda, serta Peran-nya, Peran Penciptaan-NYA.

    Padahal….. ARTIKEL tsb di atas, faktual (dan empiris-nya) ‘MEM-BUMI’ dan terjadi dlm kehidupan se-hari2, serta……. Kesempatan mengasah (melatih) “kecerdasan tulisan/verbal/intelektualitas/aktualisasi,” dll.
    Smoga ini bukan fenomena miskin inisiatif, kreatif & variatif, pun… kemalasan berfikir (sistemik)…….

    PESAN (Kesimpulan) yg Saya tangkap dari Artikel tsb di atas, bhw dalam mengarungi bahtera Hidup & Kehidupan ini (Ber-Keluarga. Ber-Masyarakat, Ber-Bangsa & Ber-Negara); bertindaklah PROPORSIONAL (Keseimbangan, Harmonisasi, Kebenaran & Keadilan), PROFESIONAL(cerdas, disiplin, efektif, efisien & akuntabilitas), “BERTANGGUNG JAWAB (Horizontal & Vertikal),” BERMANFAAT & WELAS ASIH bagi Sesama Makhluk Ciptaan-NYA..
    Anyway……. YNWA (You’ll Never Walk Alone)….., (teringat slogan-nya Liverpool FC).
    Keep on blogging, keep on shining ‘n always be grateful…….

    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
    Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

  2. Salam kang Pejalan,
    Akhirnya ada juga yang berkomentar atau tanggapan di halaman ini. Namun saya tidak (lagi) kaget kalau tanggapan datang dari Akang.

    Namun yang membuat saya kaget dan takjub (berulang kali) adalah kecerdasan Akang dalam “membaca” gaya bahasa serta kemampuan menerjemahkan isi otak saya.

    Benar sekali Kang. Tulisan di atas mencoba membahas topik sederhana dengan menggunakan gaya bahasa yang juga sederhana. Potret kehidupan sehari hari yang dengan susah payah saya coba tuangkan dalam sepenggal tulisan yang berlepotan dan tidak jelas juntrungnya, lengkap dengan solusinya.

    Solusi untuk siapa? Ya tentu saja solusi untuk diri saya sendiri. Saya tidak pernah berharap orang lain selalu harus setuju.

    Seperti biasa, di hampir setiap tulisan saya formatnya, alur, arah ataupun pesannya selalu sama, basi dan diulang-ulang mirip iklan teh botolan. Apa itu? Ya, Kang Pejalan dan banyak rekan lainnya sepertinya sudah pada tahu.

    salam

  3. Selamat siang kang Wager dan kang Pejalan
    dan semua warga DongBud..
    salam dengkul hehehe..

    lha sebenarnya saya sangat tertarik dengan topik ini akang akang..
    saya ingin belajar banyak bagaimana cara me-optimalkan dengkul saya :p
    artikel yang di tulis ama akang Wager ini sangat menarik buat saya, ditambah dengan ulasan yang diberikan ama kang Pejalan. menjadi tambah jelas dan gamblang :).
    soalnya saya sendiri dalam hidup ini masih kurang dalam me-sinkronkan jalannya bahtera hidup dan kehidupan..
    lebih cenderung suka me-optimalkan dengkul untuk mendaki gunung, backpackeran, mbolang, hang out (seperti anak muda aja hehe..) daripada duduk manis di rumah.
    mencoba berinteraksi dengan orang orang banyak, bersosial (ikut ibu ibu rumpi, mungkin) tetapi kok ya sulit ya?
    lebih suka ikut bapak bapak rumpi di artikel artikel DongBud.. upss..
    saya kalau tidak membaca artikel yang ada di DongBud ini, rasanya Dengkul saya masuk angin kang :D.

    anyway, by the way.. terima kasih Dengkul-storm nya kang Wager..

    rahayu,
    keep on shinning

    1. Salam Ning Bluesea,
      Saya percaya Ning punya ketertarikan dengan topik di atas. Cuma sepertinya masing enggan mengambil posisi pertama dalam menulis opini. Mungkin karena segan atau memberi kesempatan kepada bapak-bapak, embah2 atau yang lebih tua 🙂

      Mengoptimalkan dengkul. Wakakakk… istilah yang menarik. Lebih suka ngerumpi dengan bapak2 ketimbang ibu2? Weleh, ini lebih menarik lagi. Koq kebalik ya, simbah justru lebih suka ngerumpi dengan emak2 ketimbang dengan bapak2.

      salam

  4. mungkin cerita tulalit agak berbeda ttg lutut

    coba perhatikan

    Rasulullah saat hendak melakukan sujud,
    meletakkan kedua dengkul nya terlebih dahulu sebelum ke 2 tangannya.
    Setelah meletakkan ke 2 dengkul, beliau kemudian meletakkan ke 2 tangan, lalu kening, lalu hidung.
    Dan ketika beliau bangkit, maka beliau mengangkat kedua tangan sebelum mengangkat kedua lututnya.

    tulalit suka perhatikan gerakan2 org ktk shalat,
    ada juga yg spt UNTA, yaitu ketika sujud meletakan ke 2 telapak tangan dulu, baru dengkul

    Sbg rukun shalat, sujud merupakan ibadah istimewa dalam Islam,
    karena dilakukan dgn cara meletakkan 7 anggota badan di atas hamparan :

    muka,
    2 telapak tangan,
    2 lutut,
    2 ujung kaki

    dengan tumpuan secara seimbang dan merata.
    Jadi, tidak ada satu anggota sujud yang mendapat beban lebih dari yang lain.

    dalilnya : sabda Rasulullah, “Aku diperintah untuk sujud di atas 7 tulang”

    Tanda ahli shalat tidak bisa diidentifikasi secara ragawi pada jidat yang hitam atau dengkul kapalan. Nampak pd air muka yg memancarkan keimanan dan kesucian hati.
    Akhlak ahli shalat bisa dirasakan pd perilakunya.
    Misal pd tutur kata, karena ucapan merupakan resultan dari pemikiran dan perasaan, cerminan hati, bahkan kecerdasan, pengetahuan, kedewasaan seseorang dapat diukur dari ucapannya.

    Tanda hitam di dahi Muslim adalah salah satu ciri bahwa dia sering melakukan shalat.
    Namun, bekas sujud yang dikehendaki Allah adalah sikap tawadhu, kelembutan, kepedulian, dan kasih sayang yang dipancarkan wajah setiap Muslim.

  5. “Tak ada kepala dengkulpun jadi”.

    Gue suka gaya loe sensei Wagerrr… kwkwkwkwk…

    (sambil mengangkat salam trisula eh salam tigajari eh salam metal 😀 )

  6. Selamat pagi Kang WageR ! Sebetulnya saya tidak ingin berkomentar. Tapi dengkul saya ini terasa nyut2an. Mulainya kok ya pas Kang Wage nulis soal dengkul ini. Waah.. jangan2.. ini pertanda.. (pertanda sudah lansia..haha)
    Terus keanehan juga terjadi ketika saya sedang merenungkan apa sesungguhnya Tujuan Hidup ini…eeee..lhadalah..ketika ngintip warung Simbah ini kok ya pas ada tulisan soal Tujuan Hidup…
    Waahhh…saya curiga..jangan2 Simbah ini memantau pikiran saya..:)
    ..atau menurut penjelasan yang rada ilmiah, kita ini satu frekuensi ya?
    Wah gawat ! Apa kalau yang saya intip Simbah langsung tahu..

    Omong2 soal dengkul, bagaimana sejarahnya ya kok “dengkul” sering jadi sasaran umpatan ( dengkulmu mlocot, kalo mikir jangan pake dengkul..dsb ).
    Mohon pencerahan !

    1. Salam Kang Bambang,
      Iya kang, sepertinya kita satu frekuensi nih. Omong2 tentang dengkul yang sering jadi sasaran umpatan, itu sudah nasibnya Kang. Sama halnya dengan setan dan kambing hitam. Walaupun yang bersangkutan sedang tidur2an dirumah, tetap saja jadi tertuduh. wakakakk….

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s