Mengapa Saya Tidak Memilih Islam ?

DONGBUD. WAGER – Kawan, masih ingatkah engkau, kala aku dulu sering merepotkanmu dengan meminjam berbagai buku agama Islam-mu? Sampai kamu kewalahan karena saking banyaknya buku yang ingin aku baca. Aku tahu, buku tesebut tidak semuanya adalah milikmu. Sebagian kamu pinjam dari temanmu bukan? Kamu tidak pernah mengeluh bahkan sangat berbaik hati mengantarkannya ke tempat kosku malam malam dikala hujan.

Kamu ingat, disuatu saat kamu meminta waktu yang sangat khusus untuk bicara. Dengan mimik serius, suara mengecil hampir tidak terdengar kamu berkata pelan : “Theo, kalau kamu mau masuk…. Islam, tolong segera disampaikan ya, biar kami bisa menyiapkannya “. Lanjutkan membaca “Mengapa Saya Tidak Memilih Islam ?”

Mari Mengenal MUSUH Agama

An ultra-Orthodox Jew holds a Palestinian flag during a protest against Israel's air strikes in Gaza in LondonDONGBUD. Wager. Mengenal musuh agama sangatlah penting. Ya tentu saja. Beragama adalah ibarat memasuki ladang pertempuran, jadi beragama tanpa tahu musuh sama dengan setor nyawa mati konyol. Namun salah mengenali musuh agama juga tidak kalah konyolnya. Berabe khan kalau sampai salah pentung.

::Hah?! Semprul ah Mbah? Jangan ngajari yang kagak benar dong! Agama khan mengajarkan kebaikan, koq bisa punya musuh?

Duh, parah dan lugu amat nih anak. Ketahuan tidak pernah ikut demo atau menyimak khotbah ketua ormas. Gini lho Nak, justru karena agama mengajarkan kebaikanlah maka memiliki banyak musuh. Kebalikannya dengan ajaran sesat, yang cendrung banyak teman. Wakakakkk…. Benaran kagak tahu nih? Baiklah,  agar tidak panjang, siMbah coba tuliskan saja di bawah ini dan silahkan dipilih musuh agamamu dengan tenang sambil ngopi. Lanjutkan membaca “Mari Mengenal MUSUH Agama”