Muhammad Zazuli : Belajar Dari Umat Hindu


BELAJAR DARI UMAT HINDU
Tulisan Muhammad Zazuli

penghinaan-agama2

Saya pernah posting tulisan “Belajar Dari Umat Kristen” yang dishare hingga 8.000 kali. Dalam tulisan tersebut saya menghargai sikap umat Kristen Indonesia yang dewasa dan tidak mudah terprovokasi meski ada gerejanya yang dibakar, disegel, ibadahnya dibubarkan paksa, Injil dijadikan bungkus tempe, gambar Yesus dan Bunda Maria dijadikan sandal jepit dan sebagainya.

Saya juga pernah menulis tulisan berjudul “Belajar Dari Umat Buddha” yang juga telah mampu bersikap dewasa dalam cara beragamanya dan tidak mudah terprovokasi meski pernah ada 10 vihara yang dibakar, Vihara dan Candi Borobudur pernah dibom, dilarang melakukan hari raya di tempat ibadahnya sendiri dan sebagainya.

Agar adil dan mewakili agama2 yang ada di Indonesia kini saya menulis “Belajar Dari Umat Hindu”. Meski Bali pernah dibom oleh teroris yang menewaskan ratusan orang dan membuat wisata Bali mati suri selama hampir setahun tapi mereka juga tidak mudah terprovokasi. Bahkan Ade Rai, seorang atlet dan publik figur pernah ditanya komentarnya sesaat setelah kejadian tersebut dan jawabannya sungguh mengejutkan. Dia berkata : “Kita sebagai orang Hindu percaya pada karma. Apapun yang terjadi adalah karena kesalahan kita sendiri. Kejadian ini justru menjadi sarana instropeksi bagi kita.”

Luar biasa…. Ini adalah jawaban dari seorang selebritis, bukan tokoh agama. Meski daerahnya dibom oleh orang dari luar yang tidak seagama dengannya tapi dia tidak menyalahkan mereka bahkan justru menyalahkan dirinya sendiri. Bandingkan dengan seorang tokoh agama yang koar-koar di TV “Bunuh, salib, potong kaki tangannya dan usir !!”.

Foto-foto di bawah ini juga menunjukkan pelecehan dan penistaan terhadap simbol2 suci orang Hindu tapi mereka tidak marah, tidak ngamuk, tidak terprovokasi, tidak bikin demo besar-besaran, tidak serukan “Bunuh…. Bakar… Lengserkan !!” dan sebagainya. Bukannya saya mendukung adanya pelecehan agama tapi saya kira ada cara2 yang lebih cerdas, sopan dan beradab dalam menyampaikan ketidaksetujuan kita terhadap suatu hal.

Tentunya tidak adil jika saya tidak menuliskan tentang “Belajar Dari Umat Islam”. Ulama2 NU sangat patut kita hargai dan kita teladani karena ahlak, humanisme, kesabaran, sikap tawadlu / rendah hati dan toleransinya. Umat Islam sedunia perlu banyak belajar dari tokoh2 NU. Kita juga bisa belajar dari umat Islam FPI dan Bibib Brizik. Tapi pelajaran yang bisa kita ambil dari mereka cuma satu yaitu “Janganlah menjadi seperti mereka.” Jangan ditiru ya, jangan ditiru ya hiks, hiks….

Maaf jika ada yang tersinggung, Tapi apa yang saya sampaikan hanyalah fakta apa adanya. Dan seringkali ternyata kebenaran itu menyakitkan karena kita telah terbiasa dengan ilusi dan mimpi-mimpi indah yang tidak sesuai dengan kenyataan,

Salam Bhinneka Tunggal Ika

Advertisements