Agama Tercermin dari Pemeluknya (Jose Teveira)

Penulis : Jose Teveira
Tulisan ini dicopy dari halaman komentar di topik  Agama Hindu .

Salam kenal dari Bali.. Buat saya agama dan kepercayaan apapun (termasuk atheisme) tercermin dari pemeluknya. Agama dan kepercayaan apapun itu menjadi baik, bagus dan indah, apabila sikap, pemikiran serta perilaku individu yg bersangkutan baik, bagus dan indah. Sebaliknya agama serta kepercayaan menjadi sangat buruk, apabila individu bersangkutan memiliki sikap, pemikiran dan perilaku yang buruk. Jadi kitalah manusia yg wajib berperilaku sebagai org yg baik, memiliki sikap yg baik terhadap apapun. Dan berperilaku pula yang baik. Saya terlahir sebagai Kristen Katolik.

Sebelum saya bisa bicara, saya sudah dibaptis secara Katolik. (Berarti saya terjebak? Bisa iya bisa tidak. Tergantung persepsi masing2 orang yg bisa berbeda2) Tapi bagaimanapun juga saya menghargai doa dan harapan orang tua saya. Mereka berharap ketika saya dibaptis saya menjadi orang yang baik.

Saya tidak akan mengelak ketika gereja Katolik Roma memiliki beragam sejarah buruk dan kelam yang memalukan. Seperti korupsi oleh pejabat gereja ketika memperjual belikan sertifikat pengampunan dosa. Kasus pelecehan seksual terhadap anak anak oleh imam di berbagai negara di dunia. Dan memang itu fakta yg terjadi. Tapi dengan begitu apakah dapat digeneralisir bahwa agama saya jelek? Apakah dengan begitu saya jadi ikut2 tercoreng. Bukan saya yg berbuat. Dan saya tidak punya power yg cukup untuk mencegah hal itu terjadi di berbagai belahan dunia. Yang bisa saya lakukan hanya berbuat baik. Mungkin ketika kita melihat hal itu ya otomatis menjadi jelek. Tapi apabila kita melihat hidup dari Mother Theresa? Apa penilaian saudara tentang itu?

Seumur hidup saya, mayoritas kawan saya adalah teman teman muslim dan beragama Islam. Namun seluruh teman saya baik. Tidak pernah mengkotak kotakan, tidak pernah mengkafir kafirkan

Jujur saya juga tidak suka orang yang memeluk agama yang saya peluk menghujat pemeluk agama lain atau bahkan bukan hanya pemeluknya namun sampai agamanya yg dihujat. Ingat saudaraku, semua itu akan menjadi boomerang dan akan kembali menyerang balik kepada anda.

Dan bagi orang yang senang mengkafirkan kami. Ini pendapat saya : seandainya saya memang kafir karena sebatas tidak memeluk agama tertentu, saya bangga menjadi kafir. Kafir yang tidak mau menyusahkan orang lain. Kafir yang siap membantu apabila saudara sebangsa setanah air dan bahkan seplanet sedang membutuhkan. Saya kafir yg bisa memiliki empati. Saya kafir yang juga bisa marah dan menyerang apabila melihat saudara saya sebangsa dan setanah air saya mengalami penindasan. Jadi menurut persepsi saya, tidak apa saya menjadi kafir.

Kita hidup berdampingan, dengan latar belakang yang berbeda satu sama lain. Saling menghargai menjadi satu kunci yang wajib dipegang.
Kalau dalam Hindu ada karma, dalam Kristen ada tabur dan tuai. Saya akan memakai prinsip cermin. Ketika anda bercermin apa yg anda lihat, itulah anda. Ketika anda berdandan dengan rapi dan baik, anda akan terlihat rapi dan baik. Ketika anda menyinari cermin dengan cahaya lampu senter, siapa yg akan diterangi, anda dan bahkan bisa juga sangat menyilaukan mata. Ketika anda memukul cermin hingga pecah, siapa yg akan terluka, ya anda sendiri juga.

Ketika kita berbuat baik terhadap orang lain, kebaikan itu akan kembali pada anda. Jika anda menghujat orang lain, suatu saat anda juga akan dihujat. Konsep hidup sesederhana itu bagi saya.

Mohon saudara2ku terkasih sebangsa dan setanah air, jangan saling hujat, jangan saling serang apapun latar belakang anda. Ini Indonesiaku Indonesiamu. Yang wajib kita kawal bagi anak cucu kelak.

Terima kasih

Advertisements

3 thoughts on “Agama Tercermin dari Pemeluknya (Jose Teveira)

  1. Salam sejahtera…

    Salam kenal Sdr Jose….

    Semoga Anda selalu sehat dan Tuhan selalu memberi berkah dan hidayah kepada Anda dan tentunya juga untuk kita ,…..

    AMIN

  2. dari satu cahaya sumber yang sama..
    keluarlah berjuta cahaya kecil..
    mereka bertebaran keseluruh pesona pojok dunia
    lalu ada yang menggantung
    ada yang tenggelam
    ada yang merana
    ada yang sengsara
    ada yang berdiri
    ada yang terbelenggu
    ada yang tersenyum
    ada yang melayang

    jutaan cahaya tersebut ada yang sendiri
    ada yang berkelompok
    ada yang berebut tempat
    berebut lahan

    llau cahaya jutaan itu memisahkan diri sendiri sendiri dan berkelompok
    ada yang terpaksa, ada yang tertarik ada yang ditarik..
    kemudian mereka satu persatu .. dihilangkan..
    merekapun dikembalikan..
    dengan membawa warna kehidupannya

    sinarnya sudah tidak murni seperti dahulu ia di keluarkan dari sumbernya..
    maka
    oleh sang sumber dicucilah mereka semua,….
    semua
    tanpa kecuali
    lalu dengan senyum
    sang sumber tersenyum
    welcome me…
    welcome my light
    come to me
    kemarilah..
    menyatulah lagi denganKU

    tanpa bekas apapun yang tersisa dalam dirimu

    yang putih kembali putih…

    semua akan kembali ke sang sumber

    lalu ada cahaya sinar yang menari menari….

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s