Elegi Indigo (plus) – Pejalan

(Episode : “on going”)
Penulis: Kang “Pejalan” 

  • PROLOG.  Negeri ini seakan tidak bisa lepas dari kesemerawutan, saling hujat, demo, perebutan kekuasaan, korupsi ataupun kemiskinan.  Disaat negeri lain sudah mulai berbenah seperti China atau Philipina yang fenomenal dengan aksi pemberatasan korupsi dan narkotika, negeri ini masih berkutat dengan polemik ras dan sektarian.
  • Kapan negeri ini memiliki kekuatan menakjubkan seperti Rusia mampu mendobrak hegomini & kezaliman di Timur Tengah? Bukankah Indonesia adalah negeri berpeduduk mayoritas muslim terbesar di dunia yang artinya secara teoritis memiliki nilai tawar dan kelebihan lebih dibandingkan Rusia, Amerika apalagi Israel?
  • Kapan negeri ini akan maju dan makmur? Padahal sumber daya alam dan tenaga kerja melimpah. Semua orang menanti dalam ketidakpastian. Sebagian orang bahkan menjadi tidak sabaran. Para intelektual, ormas dan bahkan golongan alim ulama sudah berteriak menyuarakan aspirasi dan keperihatinannya yang terkadang malah justru mengundang keperihatianan. Bagaimana dengan tanggapan atau opini kelompok INDIGO? Nah, inilah mungkin sisi unik dan nyeleneh dari blog abal-abal. Selamat membaca. (Prolog ditulis oleh wager atas permintaan Kang Pejalan)

separator

Elegi Indigo (plus)

(Episode : “on going”)
Penulis: Kang “Pejalan”

Sebenarnya kami adalah MANUSIA BIASA
sama seperti kalian
sebenarnya kami tidaklah hebat
karena memiliki kekurangan dan kelebihan
bisa menangis dan menangisi
bisa tertawa serta mentertawakan diri

Jika kami merasa “berbeda”
perbedaan itu tidaklah membuat diri kami merasa lebih hebat dari kalian
justru….. kami “bermimpi” MENJADI SEPERTI KALIAN
bisa tersenyum manis, tertawa lepas, bermain riang dan bersenda gurau apa adanya

Ujian datang silih berganti, seperti tidak pernah habis-habisnya
itulah cara GUSTI memperjalankan dan mempengalamankan kami-kami (“para sesama”) ….?
membentuk jiwa yang kokoh, kecerdasan yang prima, kepiawaian,
dan kearifan nusantara yg membumi (horizontal) dan melangit (vertikal)
kami terkoneksi dan linier diantara semesta, alam dimensi lain dan lingkungan hidup
bukan bentuk pelarian ataukah keinginan kami….?
bagaikan menginjakan ke dua kaki di tempat yang berbeda

Jiwa kami tidak lepas…..
terkungkung oleh raga yang terbatas
terikat erat oleh JANJI SUCI
dan terkunci oleh TAQDIR
sehingga….. kami harus belajar dan belajar untuk TUNDUK dan PATUH kepada ILLAHI
menggapai dan menjaga sinkronisasi, disiplinitas, keseimbangan, harmonisasi, linier dan integral

Bagaimanakah kalian bisa berkata bahwa menjadi seperti kami enak..?
beban yang kami tanggung tidaklah gampang dan ringan
peran dan tugas kami tidaklah semudah membalikkan telapak tangan
dan….. kami tak dapat membagikan semua-nya kepada kalian
karena….. kalian akan MENTERTAWAKANNYA dan berkata bahwa….. kami-kami “GILA”

Kami-kami (“para sesama”) adalah Putra-Putri “Ibu Pertiwi” dan “Bapak Langit”
Indra ke 6 (dan Indra ke 7) kami adalah ANUGRAH ILLAHI
kami tidak pernah meng-impikannya dan memohonnya
tetapi….. kami yang TELAH TERTITIPI dan DITITIPI oleh SANG MAHA DI ATAS MAHA,
oleh SANG CAHAYA DI ATAS CAHAYA
bukan untuk mengintimidasi
bukan untuk kesaktian
bukan untuk kesenangan
bukan pula untuk adigang-adigung-adiguna
tetapi….. untuk bermanfaat dan kemanfaatan bersama
untuk persatuan dan kesatuan yang solid
untuk disiplinitas dan keseimbangan yang proporsional
untuk kebenaran dan keadilan yang membumi (horizontal) dan melangit (vertikal)
untuk ketentraman dan kedamaian sesama anak bangsa
untuk kemakmuran dan kejayaan ibu pertiwi
untuk harmonisasi dan keindahan sesama makhluk ciptaan-NYA

SEMESTA-lah yang mengajari kami
tentang SANG MAHA SUTRADARA
tentang sejarah dan peradaban manusia
tentang para leluhur kami dan para pahlawan ibu pertiwi
tentang makhluk astral dimensi lain serta lingkungan hidup
tentang kepatuhan, kecermatan, kepiawaian, menganalisis, strategis dan taktis
serta….. tentang SKENARIO, KETETAPAN dan PERLINDUNGAN-NYA

Begitu juga dengan hati kami yang “WELAS ASIH”
bukan kami rapuh dan lemah
bukan kami mudah dibujuk dan terbujuk oleh 3 TA (harTA, tahTA & waniTA)
tetapi….. kami memahami dan merasakan kesulitan serta penderitaan SESAMA ANAK BANGSA
yang terpinggirkan, yang tergilas bahkan… yang tertindas dan ditindas
dan….. KEGUNDAHAN PARA LELUHUR KAMI NUSANTARA, IBU PERTIWI serta LINGKUNGAN HIDUP

Jika kalian merasa kami “jarang hadir…….”
bisa jadi saat itu ada yang harus kami selesaikan sendiri
kami belajar untuk lebih terkoneksi, linier dan integral dengan semesta (dan “para sesama”)
kami belajar untuk membaca pesan dan perintah ILLAHI (via kecerdasan kalbu dan vibrasi-vibrasi yang ada di semesta)
kami belajar memahami dan mensyukuri karunia dan anugrah ILLAHI
kami belajar memahami arti dan makna hidup dan kehidupan
kami belajar memahami arti dan makna berbangsa dan bernegara

dimana kami belajar menjadi diri kami seutuhnya, linier dan integral
dimana kami belajar meng-aktualisasi KELUHURAN BUDI PEKERTI
dimana kami belajar menunaikan DHARMA KESUMA
dimana kami belajar memahami TOLERANSITAS kepada sesama makhluk ciptaan-NYA
dimana kami belajar BERMANFAAT dan KEMANFAATAN dalam aktualisasi dan faktualisasi
bagi sesama manusia, sesama makhluk ciptaan-NYA, lingkungan hidup dan semesta

TRIMA KASIH kepada (“para sesama”), para sedulur dan para sahabat kami
kehadiran kalian adalah guru yang terbaik bagi kami
“pelukan” kalian menginspirasi dan spirit yang menguatkan kami
agar kami dapat lebih optimal meng-intropeksi dan meng-evaluasi diri
agar kami dapat lebih optimal integral dan linier dalam mengaktualisasikannya

Nusantara (Ibu Pertiwi), 17 November 2016
(by “pejalan”)

Semoga bermanfaat
Rahayu…….

Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

7 thoughts on “Elegi Indigo (plus) – Pejalan

    1. Weaduh, maaf Pak Made,
      Saya benar2 lupa menambahkannya. Sebagai gantinya dan permohonan mohon maaf atas keteledorannya, link saya pasang paling atas. Blognya Bapak bagus dan lumayan ramai juga. Terakhir saya berkunjung, hitnya masih di kisaran 750ribuan, sekarang sudah hampir sejuta. salam selalu, semoga jualan mesin bubutnya laris. Sepertinya nanti saya juga akan order salah satu karya produksinya. salam

  1. Selamat MALAM dan SALAM kepada
    @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
    @Para Pinisepuh;
    @Para Winasis-Waskita;
    @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
    Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    @Oom Wager, matur nuwun atas di Realese-nya Coretan Saya (Ngapunten telat…)
    Smoga Panjenengan Sehat-sejahtra, Usaha-nya on the track & on the schedule, serta Profitable….. Aamiin

    Wouw Prolog-nya keren….. selain berarti, pun bermakna, jadi Saya harus BERGURU lagi kpd Panjenengan nie….. heheheee…….

    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
    Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

  2. kalian sendiri yang menganggap kalian beda dengan manusia yg lain
    kalian merasa memiliki SESUATU..
    kalian seperti orang tidak normal…
    dan ANGKUH…padahal KEBANGALAN KALIAN kalian tutupi dengan kesombongan MERASA BEDA
    hahaha
    indigo..
    manusia alien….ketemu INDIGI
    NYINGNYING

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s