Mengenal dan Memahami Seputar Gelombang Otak Manusia (Pejalan)

Penulis : Kang Pejalan

Dicopy dari komentar di topik Seputar Otak Manusia

Otak terdiri dari milyaran sel yang disebut neuron saling berkomunikasi (menjalin hubungan) dengan memancarkan GELOMBANG LISTRIK, yang dikeluarkan neuron dalam otak disebut GELOMBANG OTAK (BRAINWAVE). Dalam jaringan otak manusia dihasilkan Gelombang Listrik yang beraneka ragam, Gelombang Otak Manusia setiap waktu bisa berubah-ubah, dan gelombang otak inilah yang mempengaruhi POLA PIKIR/MINDSET (dan TINDAKAN RIEL SESEORANG UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN). 

Gelombang Otak bisa diukur dengan Electro Encephalo Graph (EEG), frekuensi gelombang otak yang dihasilkan oleh neuron bervariasi, dengan standar ukuran Hz, dimana setiap gelombang memiliki karakteristik yang berbeda-beda, dan menandakan KONDISI MENTAL SESEORANG.

Secara keseluruhan Gelombang Otak Manusia dikelompokkan menjadi 10 jenis, yaitu Gelombang ALPHA; Gelombang BETA; Gelombang THETA, Gelombang DELTA; Gelombang GAMMA; Gelombang HYPERGAMMA; Gelobang LAMBDA; Gelombang SENSORI MOTOR RHYTM; Gelombang SCHUMANN RESONANCE dan Gelombang EPSILON.

Dari 10 Jenis Gelombang Otak yang ada pada diri manusia, hanya 5 Jenis Gelombang Otak yang secara umum ada (muncul) pada setiap orang, yakni point 1 s/d. point 5, point 8 (dan Point 10), sedangkan point 6, 7, 9 dan point 10, lazimnya hanya terdapat (dimiliki) pada orang2 tertentu yang telah diberi Karunia & Anugrah ILLAHI, berikut di bawah ini adalah uraian singkat mengenai karakteristik ke 10 Jenis Gelombang Otak Manusia, sbb,:

1. Gelombang ALPHA (RELAKSASI, KONTEMPLASI, VISUALISASI & KREATIVITAS).
Gelombang Otak Alpha berada di kisaran Frekuensi 8-13 Hz, kondisi Relaks mendorong aliran energi Kreativitas dan Perasaan segar, nyaman & sehat.
Kondisi Gelombang Otak Alpha cenderung (ideal) untuk melakukan aktivitas KONTEMPLASI, memecahkan masalah (SOLUSI), VISUALISASI, dan bertindak sebagai gerbang KREATIVITAS kita.

2. Gelombang BETA (Konsentrasi & Waspada).
Kondisi Gelombang Otak Beta berada pada Frekuensi sekitar 13-30 Hz, akan menjaga pikiran tetap tajam dan terfokus. Dalam kondisi Beta, otak akan mudah melakukan analisis dan penyusunan informasi, membuat koneksi, dan menghasilkan solusi-solusi serta ide-ide baru.
Beta sangat bermanfaat untuk produktivitas kerja, belajar untuk ujian, persiapan presentasi, atau aktivitas lain yang membutuhkan KONSENTRASI dan KEWASPADAAN.

3. Gelombang THETA (MEDITASI, PENINGKATAN MEMORI & INTROPEKSI).
Kondisi Gelombang Otak Theta lebih lambat dari Gelombang Otak Alpha, pun Gelombang Otak Beta, berada di kisaran Frekuensi 4-8 Hz, dimana lazimnya muncul saat kita sedang bermimpi saat tidur ringan atau juga sering dinamakan sebagai mengalami mimpi secara sadar. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan PENGINGATAN KEMBALI MEMORI yang telah lama. “Kondisi Senja (Twilight),” dan dapat digunakan untuk menuju MEDITASI (yang mendalam), menghasilkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur, meningkatkan kreativitas dan pembelajaran/INTROPEKSI.

4. Gelombang DELTA (PENYEMBUHAN, TIDUR SANGAT NYENYAK, EMPATI & INTUISI).
Gelombang Otak Delta berada di kisaran Frekuensi 0.5-4 Hz, saat gelombang otak semakin melambat, sering dihubungkan dengan KONDISI TIDUR YANG SANGAT DALAM. Beberapa frekuensi dalam jangkauan Delta ini diiringi dengan pelepasan hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone), yang bermanfaat dalam PENYEMBUHAN.
Kondisi Delta, jika dihasilkan dalam kondisi terjaga, akan menyediakan peluang untuk mengakses aktivitas bawah sadar, mendorong alirannya ke pikiran sadar, dan juga sering dihubungkan dengan individu-individu yang memiliki perasaan kuat terhadap EMPATI dan INTUISI.

5. Gelombang GAMMA (AKTIVITAS MENTAL YANG SANGAT TINGGI).
Kondisi Gelombang Otak Gamma terjadi pada Frekuensi 40-99 Hz, dimana kondisi tsb terjadi ketika seseorang mengalami AKTIVITAS MENTAL YANG SAANGAT TINGGI, misalnya; berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan (yang berlebihan), pekerjaan yang terburu-buru karena dikejar deadline.

6. Gelombang HYPERGAMMA (KEMAMPUAN SUPRANATURAL & METAFISIKA).
Gelombang Otak HyperGamma ini menembus Frekuensi di kisaran (tepat) 100 Hz, menurut Dr. Jeffrey. D. Thompson, dari Center for Acoustic Research, Gelombang HyperGamma berhubungan dengan kemampuan SUPRANATURAL & METAFISIKA Seseorang.

7. Gelombang LAMBDA (KEMAMPUAN SUPRANATURAL & METAFISIKA).
Gelombang Otak tertinggi adalah Gelombang Otak Lambda yang mencapai Frekuensi di kisaran (tepat) 200 Hz. Gelombang Lambda, sama seperti Gelombang HyperGamma, dimana berhubungan dengan kemampuan SUPRANATURAL & METAFISIKA Seseorang.

8. Gelombang SENSORI MOTOR RHYTM (KONSENTRASI/FOKUS).
SMR sebenarnya masih masuk kelompok Getaran LOWBETA, berada di kisaran Frekuensi 12 – 16 Hz, namun mendapatkan perhatian khusus dan dipelajari secara mendalam akhir-akhir ini oleh para ahli, karena penderita Epilepsy, ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder) dan Autism ternyata tidak menghasilkan gelombang jenis ini.
Para penderita gangguan tsb di atas tidak mampu BERKONSENTRASI (FOKUS) pada suatu hal yang dianggap penting. Sehingga setiap pengobatan yang tepat adalah cara agar otaknya bisa menghasilkan getaran SMR tersebut. Dan hal ini bisa dilakukan dengan TeHnik Neurofeedback.

9. Gelombang SCHUMANN RESONANCE (SUPRANATURAL & METAFISIKA)
Gelombang Schumann Resonance adalah GETARAN ALAM SEMESTA dimana berkisar pada Frekuensi 7,83 Hz yang juga termasuk dalam Kelompok Gelombang Theta.
Seseorang yang otaknya mampu menghasilkan dan mempertahan Frekuensi ini memiliki kemampuan SUPERNATURAL, seperti ESP, Telepati, Clayrvoyance, dan Fenomena psikis lainnya.
Anak Indigo/Indigo Plus/Generasi Kristal, pun Para WINASIS-WASKITA dan Pinisepuh lazimnya memiliki potensi (dan sudah) berkemampuan ESP atau Extra Sensory Perception, juga bisa memasuki gelombang ini dengan mudah dan konstan.

10.Gelombang EPSILON (SUPRANATURAL, METAFISIKA, WELAS ASIH, SEJATINYA MANUSIA)
Penemuan baru dibidang Frekuensi dan Gelombang Otak (Brainwave) Manusia oleh Dr. Jeffrey D. Thompson dari Neuroacoustic Research, ternyata masih ada Gelombang dan Frekwensi lain dibawah Delta (dibawah 0.5 hz), yakni Gelombang Epsilon, dimana sangat mempengaruhi AKTIVITAS MENTAL Seseorang dalam kemampuan SUPRANATURAL, seperti pada Gelombang Theta tsb. di atas.

Gelombang Epsilon merupakan Gelombang yang terakhir ditemukan, dimana mempunyai Frekuensi sangat rendah dan lebih rendah dari gelombang Delta, yakni di kisaran Frekuensi ½ Hz dan/atau < ½ Hz.

Menurut hasil penelitian tersebut, pengaruh Gelombang Epsilon pada otak mempunyai korelasi dengan:
*Kondisi yang meningkatkan koordinasi aktivitas otak kiri dan otak kanan;
*Kondisi meditasi yang sangat hening;
*Kondisi kesadaran yang bahagia;
*Kondisi inspirasi tingkat tinggi.

Dari URAIAN tsb di atas dapat ditarik KESIMPULAN;
Bahwa Semakin Rendah Frekuensi Otak Seseorang, maka akan membuat pikiran menjadi semakin TENANG, semakin JERNIH, semakin HENING, semakin INSPIRATIF dan semakin BAHAGIA.

Frekuensi Sehat yang Ideal untuk otak adalah di kisaran 1/5 Hz, 1/6 Hz, dan 1/7 Hz, karena OTAK berada pada Elemen ke 5 ETHER dan Elemen ke 6 KESADARAN, dimana sesuai dengan Hasil Penelitian Gelombang EPSILON dari Dr. Jeffrey D. Thompson.

Setiap Individu (Manusia) memiliki Pola Gelombang Otak yang unik dan selalu konsisten.
Keunikan itu tampak pada komposisi jenis gelombang pada saat tertentu yang menentukan tingkat kesadaran seseorang.

Untuk mengontrolnya, MEDITASI menjadi salah satu Metode (cara kuno) yang seringkali digunakan, (termasuk Dzikir/Wiridan/Tadarus yang khusu, bagi mereka yg beragama Islam), sedangkan bagi Masyarakat Modern/Metropolitan yang sibuk, TEKNOLOGI BRAINWAVE ENTRAINMENT menjadi salah satu cara favorit untuk mengatur pola gelombang otak agar sesuai dengan kebutuhan.
(KOMPILASI dari berbagai SUMBER)

********************
Monggo kepada Para WINASIS-WASKITA; Para OLD SOUL / Para INDIGO / Para INDIGO PLUS / Para GENERASI KRISTAL dan Para PINISEPUH untuk berbagi (berkisah) secara EMPIRIS (Pengalaman Pribadi masing-masing), jika bisa di hubungkan dengan KONDISI GELOMBANG OTAK, apakah SESUAI TEORI ataukah ANTI TEORI (ANOMALI)…..?
Matur nuwun, semoga bermanfaat…..
********************

Rahayu Sagung Dumadi,
Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwinkri

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s