Agama Tolotang

Artikel Copy Paste
tolotang-2205333Oleh : Nasaruddin Umar | Rabu, 20 Mei 2015 | 02:04 WIB

INILAH.COM – Suku Tolotang terletak di bagian selatan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Tolotang dari akar kata To artinya orang dan Lotang artinya selatan. Disebut Tolotang karena komunitas ini tinggal di Sidenreng di wilayah Amparita dan menyebut diri sebagai To Lotang. Lanjutkan membaca “Agama Tolotang”

Iklan

Membangkitkan Kesadaran, Kebangkitan Aku

Judul asli : Pebangkitan Kesadaran, Kebangkitan Aku
Penulis : Iful Sevenstar

Membangkitkan kesadaran diri itu adalah membangkitkan Aku, Aku itulah diri kedua anda yang maya. Banyak pelatihan spiritual dan supranatural yang bertebaran banyak di masyarakat, semua pelatihan itu menawarkan berbagai macam metoda dan cara untuk menyingkap kebenaran. Ada yang berbentuk pelatihan ESQ, pendidikan tasawuf, training Makrifatullah, meditasi kundalini, tarekat, kursus kebatinan dll. Lanjutkan membaca “Membangkitkan Kesadaran, Kebangkitan Aku”

HENING (Titik Nol) : Meludahi Buddha

Ajaran tentang kebaikan, kebijaksanaan, kesabaran dll bisa didapatkan dari mana saja. Apakah cerita atau kisah itu benar, karangan, fiksi, dilebih-lebihkan tidaklah penting menurut saya. Apakah kisah itu diambil dari komik, cerita wayang, doraemon dst juga tidaklah penting, karena yang utama adalah pesan, isi atau pelajaran yang bisa dipetik pada cerita tersebut.

Sebelumnya blog ini pernah memuat penggalan kisah tentang Nabinya orang Islam yang merawat orang buta yang selalu menghinanya. Jadi sepertinya cukup adil kalau di kesempatan ini saya juga menampilkan kisah dari agama yang lain. Semoga bermanfaat [dongbud] .

Lanjutkan membaca “HENING (Titik Nol) : Meludahi Buddha”

Komunitas Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu

Artikel Copy Paste
Kearifan Lokal Komunitas Dayak Indramayu. 
Berdikari Online.  Rabu, 14 September 2011 | 18:18 WIB

dayak-indramayu

Credit image / fotografer : Sdr Turidi

Ketika membaca judul tulisan ini, mungkin anda akan merasakan adanya suatu kerancuan. Kerancuan itu terutama pada korelasi antara kata keempat dan kelima dari judul tulisan, “Dayak Indramayu”. Adakah suku dayak di Indramayu? Bukankah dayak merupakan etnis yang berdomisili di pulau Kalimantan?

Ternyata di Kabupaten Indramayu, tepatnya di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, terdapat komunitas yang menamakan dirinya sebagai komunitas Dayak atau lebih lengkapnya komunitas Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. Mendengar nama lengkap komunitas ini pun pasti akan menimbulkan tanda tanya besar pula dibenak kita, terutama bila dicermati adanya dua kata yang merujuk pada nama dua agama besar yang berasal dari India, Hindu dan Budha. Ada makna apa dibalik nama-nama ini? Komunitas macam apakah mereka sebenarnya? Lanjutkan membaca “Komunitas Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu”

Jangan Mencoba Menemukan Tuhan

250px-jkOleh: J. Krishnamurti

Melihatkah Anda bagaimana batin mengecoh dirinya sendiri? Bisakah Anda membawa apa yang tak dikenal, apa yang tak bisa dialami, ke dalam apa yang terkondisi, ke dalam alam yang dikenal?

Tentu saja tidak. Jadi jangan mencobanya. Jangan mencoba untuk menemukan Tuhan, kebenaran, oleh karena hal itu tidak punya arti. Yang bisa Anda lakukan hanyalah mengamati kerja batin Anda sendiri, yang adalah wilayah konflik, kesengsaraan, derita, ambisi, pemenuhan, frustrasi. Itu bisa Anda pahami, dan batas-batasnya yang sempit bisa diruntuhkan.

Namun Anda tidak berminat dengan itu. Anda ingin menangkap Tuhan dan menaruh dia di dalam sangkar apa yang Anda ketahui, sangkar yang Anda namakan tempat ibadah, kitab, guru, sistem. Dan Anda merasa puas dengan itu. Dengan berbuat demikian Anda mengira, Anda menjadi sangat religius. Bukan!

Lanjutkan membaca “Jangan Mencoba Menemukan Tuhan”

Sebelum Wafat, Nenek Ini Minta Dicium Kuda

Sheila Marsh is reunited with her horse Bronwen before dying hours laterDONGBUD FILE : Folder Copy Paste. Sheila Marsh, seorang nenek 77 tahun, meninggal dengan tenang setelah Rumah Sakit Wigan Royal mewujudkan permintaan terakhirnya untuk bertemu dengan kuda peliharaannya.

Marsh di bawa keluar rumah sakit oleh petugas menggunakan ranjang pasien untuk menemui kuda kesayangannya tersebut. Dalam foto tersebut nampak suami sang nenek mengantarkan kuda mendekat ke ranjang istrinya tengah sekarat akibat kanker yang dideritanya.

Si kuda pun mendekatkan moncongnya ke arah si pemiliknya yang sedang terbaring lemah di atas ranjang pasien. Lanjutkan membaca “Sebelum Wafat, Nenek Ini Minta Dicium Kuda”

Kesadaran Sadulur Papat Limo Pancer

wayang-smrPenulis: Iful Sevenstar. ” Sedulur papat limo Pancer ” atau saudara empat dan yang ke lima adalah pancer, adalah bukan sekedar filosofi jawa yang bersifat mistis tetapi adalah watak sejati manusia untuk berjalan di alam nyata di muka bumi ini. Sedulur papat atau saudara empat diri manusia itu adalah Empat penjuru mata angin (Barat, Timur, Selatan, Utara), Empat anasir alam semesta (Air, angin, api, tanah), Lanjutkan membaca “Kesadaran Sadulur Papat Limo Pancer”

Seren Taun, Upacara Adat Agama Sunda Wiwitan

sunda-wiwitan-335130_620

Masyarakat penganut kepercayaan Sunda Wiwitan yang berada di kaki gunung cermai membawa hasil bumi dalam upacara Seren Taun 22 Rayagung 1947 di Kuningan, Jawa Barat, 17 Oktober 2014. Acara tersebut merupakan ungkapan syukur atas suka duka dalam bidang pertanian. TEMPO/Nurdiansah. Sumber image dan keterangan gambar : Tempo.co Lanjutkan membaca “Seren Taun, Upacara Adat Agama Sunda Wiwitan”

Sunda Wiwitan, Ketika Mereka Dipaksa Jadi “Bunglon”

DONGBUD FILE : Folder Copy Paste

sunda-wiwitan2BANDUNG, KOMPAS.com — Dari selembar kertas, Ira Indrawardana kebingungan. Bocah berusia 9 tahun itu tak mampu mencerna kalimat pertanyaan yang tertulis di atas kertas tersebut. Pertanyaan itu berisi lima kolom agama: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

Ira diminta oleh gurunya untuk memilih salah satu. Bukannya menjawab, ia malah bingung dan tak mampu mengisi. Karena ia sadar tak ada agamanya tertera di kelima kolom tersebut, ia pun memutuskan untuk meminta bantuan sang ayah. Lanjutkan membaca “Sunda Wiwitan, Ketika Mereka Dipaksa Jadi “Bunglon””

ISIS : Opini Seorang Asu Kirik

Asu Kirik adalah nama orang. Beliau adalah sahabat lama saya di dunia maya. Hmmm……. nama yang walaupun cuma alias tetap saja terdengar aneh. Namun entah kenapa dari awal saya merasa “cocok”. Apa salahnya menjadi anjing dan apalah artinya sebuah nama, terlebih lagi untuk blog abal-abal? Apalah artinya nama indah tapi kelakuan sentoloyo? Nah, di topik kali ini saya mencoba menampilkan opini seorang Asu Kirik tentang topik yang lumayan berat dan panas yaitu tentang gerakan negara Islam Irak dan Suriah,  ISIS.  Seperti apa sih opini seorang Asu? Lanjutkan membaca “ISIS : Opini Seorang Asu Kirik”

Agama Itu Adalah Diri Kita Sendiri

wanita3342Penulis: Iful Sevenstar.  November 10, 2011 at 9:51am

Tak bisa disanggah perdebatan disana-sini di grup-grup FB adalah perdebatan tentang agama lahiriyah, masing-masing pemeluknya unjuk gigi dengan memegang supporting pendukung kebenaran agamanya seperti kitab-kitab sucinya. Inikah dinamakan agama sebagai pemersatu ummat ? Apakah bukan sebaliknya karena perbedaan persepsi justru agama malah  menjadi pemecah belah ummat ?  Dan sangat tidak bisa kita mengklaim agama kami yang paling benar, dikarenakan suatu alasan hanya satu-satunya dari Tuhan dan bisa menyatukan ummatnya dalam agama tertentu, yang benar itu bila agamanya  bisa mempersatukan seluruh ummat manusia tanpa kecuali dengan fakta yang terlihat nyata.  Lanjutkan membaca “Agama Itu Adalah Diri Kita Sendiri”

Ken Angrok – Ken Dedes : Ramuan Cinta Dan Politik

img250px-kendedesPenulis: Kuntoro Tsuwung. Ken Angrok terkejut. Tubuhnya gemetar. Secara tidak sengaja dia melihat kain yang dikenakan Ken Dedes tersibak ketika turun dari tandu yang membawa istri akuwu Tumapel tersebut. Seleret sinar kebiru biruan memancar diantara paha Ken Dedes. Secepat kilat Ken Angrok pulang, menemui gurunya, Danghyang Lohgawe.

Penjelasan Danghyang Lohgawe membuat jantung Ken Angrok berdebar debar seperti genderang perang. Sinar kebiru biruan adalah simbol baboning ratu, yang akan menurunkan raja raja di tanah jawa. Inilah yang membuat Ken Angrok jadi lemas, karena beberapa waktu yang lalu, sang mahaguru Danghyang Lohgawe menerangkan bahwa dirinya mempunyai ciri ciri titisan Wisnu, yang juga akan menurunkan raja raja besar dikemudian hari.  Lanjutkan membaca “Ken Angrok – Ken Dedes : Ramuan Cinta Dan Politik”

Gudeg Pawon : Spiritualitas Dalam Sepiring Nasi

img-250px-fb-pawonPenulis: Janget Kinatelon. Seorang warga Jogja berjualan nasi gudeg. Gudeg ini sangat disukai orang orang, sehingga ketika jam 5 pagi digelar, hanya dalam 1 atau 2 jam langsung ludes dibeli pelanggan.

Tetapi, ini juga berarti musibah. Musibah bagi pedagang nasi gudeg lainnya yang jadi tidak laku dan tidak mendapatkan uang. Penjual gudeg yang laris itu ternyata menyadari keluhan keluhan penjual gudeg tetangganya. Sehingga dia mengalah dengan tidak menjual nasi gudeg pada pagi hari, dan hanya berjualan pada malam hari mulai jama 22.30 (setengah sebelas malam). Pun begitu, dia tidak kehilangan pelanggan, sehingga jualannya tetap laris seperti biasanya.  Lanjutkan membaca “Gudeg Pawon : Spiritualitas Dalam Sepiring Nasi”

Ahimsa – Menghukum Tanpa Kekerasan

250px-gandhiDongbud File. Artikel menarik tentang seni menghukum atau mendidik anak. Diceritakakan oleh seorang cucu Mahatma Gandhi, tokoh besar bangsa India. Walaupun Anda mungkin bukan penggemar Gandhi ataupun alergi dengan segala hal yang berbau India, namun sepertinya cerita ini terlalu sayang untuk dilewatkan. Ada satu pelajaran dan pesan moral penting yang ada baiknya direnungkan. Catatan: Ahimsa = tanpa kekerasan.
Lanjutkan membaca “Ahimsa – Menghukum Tanpa Kekerasan”

Mati Sajroning Urip (Mati Dalam Kehidupan)

img-250px3shellPenulis: Sdr Iful Sevenstar

Mati Sajroning Urip atau mati dalam kehidupan adalah pembuktian secara lahir batin diri kita sendiri yang disebut manusia seutuhnya. Ternyata praktek mati sajroning urip tersebut bukanlah suatu ritual khusus/ inisiasi/ fanasisasi dalam perilaku meditatif melainkan perbuatan/ etika kita sehari-hari dalam menjalankan kehidupan ini. Sungguh suatu hal yang amat sangat berat ketika manusia memasuki maqamat ini, karena tidak dapat diperoleh dari ilmu budi pekerti, ilmu fikih, ilmu agama, ilmu syariat, ilmu tarekat, ilmu makrifat maupun filsafat. Maqamat ini sudah masuk dalam koridor DIRI PRIBADI yang paling dalam, oleh orang lain sering disebut dalam wilayah ROH. Lanjutkan membaca “Mati Sajroning Urip (Mati Dalam Kehidupan)”

Ibadah Buta Pahala

250px-bungaPenulis: Eri Purnomo Sidik. Sering kali dijumpai orang-orang yang sangat rajin dalam beribadah. Mereka sangat sungguh-sungguh dalam pelaksaanaannya, sehingga tak heran membuat kagum orang-orang yang melihatnya. Ada yang lebih membuatku heran dan kagum lagi adalah ketika muncul perbincangan yang seru, yang intinya adalah dia beribadah dengan sungguh-sungguh agar mendapakan pahala yang nantiinya akan masuk surga. Lanjutkan membaca “Ibadah Buta Pahala”

Tuhan Maha Liberal

warna-warniPenulis: Iful Sevenstar – Tuhan adalah Maha Liberal, sangat terbukti dan nyata tanpa harus menganalisa dan explorasi yang mendalam tinggal lihat saja dan perhatikan di sekeliling kita. Kita saksikan manusia dibiarkan begitu saja, dari segi keyakinan dibiarkanlah manusia itu mau beragama ataupun tidak, terserah! Dibiarkannya mau percaya sama Tuhan atau tidak, terserah! Dibiarkannya manusia mau berbuat baik   maupun buruk, terserah! Dibiarkannya alam mau menimbulkan bencana dan tidak, terserah! Dibiarkannya suatu negara mau maju atau terbelakang, terserah !. Dan banyak lagi contoh TERSERAH lainnya.

Lanjutkan membaca “Tuhan Maha Liberal”

Rhoma Irama Sosok Presiden RI Paling Ideal 2014

image-satria-piningit

Penulis: Traktor Lubis. Rhoma Irama, sosok kharismatik yang sejak saya kecil sudah menghibur saya dengan lagunya Begadang. Yang lagunya selalu penuh dengan pesan moral, sangat inspiratif dan benar-benar abadi.  Beberapa bulan terakhir ini santer bahwa Rhoma Irama dikabarkan akan nyapres di ajang Pemilu eksekutif tahun 2014 nanti. Lanjutkan membaca “Rhoma Irama Sosok Presiden RI Paling Ideal 2014”

Orang Indonesia Bermental Feodal ?

pakaian235Penulis  : Wence Sitara
Judul Asli   :  Feodal

Kadang aku bertanya sendiri, apakah teman-temanku mengerti kalau aku bilang mereka bermental feodal? Kayaknya tidak. Mereka tidak mengerti. Untuk mengerti, mereka perlu perbandingan, perlu pengalaman, kata Martin, temanku orang Jerman yang pernah bertahun-tahun tinggal di indonesia. Perlu pengalaman apa, kongkritnya? tanyaku.

Begini, kata Martin, orang indonesia feodal, angkuh. Apa-apanya tinggal suruh pembantu. Tuan rumah gengsi membersihkan sampah, itu urusan pembantu. Kalau ada apa-apa, tinggal panggil pembantu. Untuk angkat barang belanjaan dari mobil saja panggil pembantu. Lanjutkan membaca “Orang Indonesia Bermental Feodal ?”

Merobohkan Doktrin

doktrn9987Penulis: Iful Sevenstar – “Syariat tanpa hakikat KAFIR, hakikat tanpa syariat SESAT” demikianlah doktrin yang dikeluarkan oleh para pendahulu kita, tanpa terasa doktrin yang sudah berumur ratusan tahun itu sudah mematerai di alam bawah sadar kita, seolah-olah adalah suatu yang mutlak tidak bisa diganggu gugat. Padahal, kalau lah belajar mengenal diri maka sebenarnya diri kita benar-benar mutlak terkonsen pada diri sejati kita sendiri, dengan kata lain sudah PERCAYA DIRI. Tidak ada lagi pendapat dari luar dirinya, termasuk dari segala jenis kitab suci yang ada. Sebenarnya doktrin di atas secara tidak langsung sudah menjadi BARRIER/ Tembok penghalang yang luar biasa terhadap laju kesadaran diri kita.

Lanjutkan membaca “Merobohkan Doktrin”

Menyelusuri Jejak Tuhan

ng-0399ui5Penulis: Iful Sevenstar – Seorang ateis mengatakan pada saya Tuhan saya adalah alam semesta, terus dia bertanya sama saya Tuhan kamu siapa? Saya menjawab “sesuatu yang mengasihi dan yang menyayangi”. Terus dia bertanya penasaran, siapakah itu ? Apakah suatu wujud yang nyata atau abstrak ? Saya jawab, yang nyata dan abstrak.  Seorang agamis mengatakan pada saya Tuhan saya adalah Allah yang gaib, terus dia bertanya sama saya, Tuhan kamu siapa ? Saya menjawab percis apa yang saya katakan kepada teman saya yang ateis.

Lanjutkan membaca “Menyelusuri Jejak Tuhan”

Sang Penolong itu Adalah Diri Sendiri

berpikirPenulis: Iful Sevenstar – Yang menolong manusia keluar dari kesulitan hidup adalah dirinya sendiri, banyak contoh yang kita semua pasti alami masing-masing seperti ketika kesulitan keuangan untuk membayar uang SPP anak, maka ada gerakan dalam diri kita untuk berusaha entah meminjam kepada orang lain, bekerja lembur atau secara tiba-tiba mendapatkan hibah dari orang lain. Contoh lain ketika ada problematika keluarga, akan ada gerakan dari dalam diri entah itu mengajak berdamai, menunjuk mediator dll. Contoh lain ketika diri kita terserang sakit, akan ada gerakan dari dalam diri seperti pergi berobat ke dokter, ke tabib dll.

Lanjutkan membaca “Sang Penolong itu Adalah Diri Sendiri”

Mewarisi Spirit Syech Siti Jenar

wiki-rumi2Penulis : Sdr Iful SevenstarKetika kita sudah mulai berani melakukan pemberontakan terhadap diri sendiri, dengan tujuan merubah paradigma lama tentang kebenaran. Ini sama spirit  jiwa Syech Siti Jenar sudah ada dalam diri kita. Merubah paradigma lama adalah mengkritisi sampi ke akar-akarnya tentang ilmu-ilmu dan hukum kebenaran yang bersumber dari agama, kitab suci, dan filsafat.

Lanjutkan membaca “Mewarisi Spirit Syech Siti Jenar”

Setiap Diri Manusia adalah Tuhan bagi Dirinya Sendiri

planetary-lineup_1149_600x450Penulis : Iful Sevenstar. Setiap diri manusia adalah Tuhan bagi dirinya sendiri, sekilas kata itu mirip Firaun yang mengatakan ” Aku tidak percaya Tuhan Musa, Aku lebih percaya pada Tuhan saya sendiri “. Nah, adakah kesalahan harfiah dalam statement saya dan Firaun tersebut ? Tentu, statement itu bukanlah kajian secara harfiah/ kulit belaka, statement itu lebih mengacu kepada kajian diri. Kajian diri adalah kita selalu mengkaji/ membaca ke diri kita sendiri sebelum menengok ke luar. Masalah ketuhanan adalah masalah ‘personal’ masalah yang very very personality.

Lanjutkan membaca “Setiap Diri Manusia adalah Tuhan bagi Dirinya Sendiri”

Apakah Agama Mencerahkan Ruhani?

ilus-xg42Penulis : Iful Sevenstar – Agama itu untuk mencerahkan ruhani? Demikianlah sering kita dengar pepatah dari para ustadz dan guru agama. lalu saya pun bertanya pada diri sendiri, Benarkah?? karena saya melihat kenyataan yang faktual, ummat beragama hanya sibuk dengan segala pernak-pernik upacara yang dinamakan syariat dan tarekat. Sibuk melaksanakan perintah agama yang berbasis kitab suci dn perkataan para nabi, TETAPI apakah yang didapat?

Lanjutkan membaca “Apakah Agama Mencerahkan Ruhani?”

MENDEWAKAN AKAL, Kenapa Tidak ?

Penulis:  Iful SevenstarMengapa harus menaklukan akal ? kenapa kita memvonis akal sebagai sang terdakwa, sebagai suara syetan yang katanya menghalangi laju spiritual kita ke Tuhan. Juga mensudutkan sang akal sebagai ‘geng’ hawa nafsu yang harus di singkirkan. Akal atau otak untuk berpikir itu sering menjadi bulan-bulanan para spiritualis tanggung sebagai ‘agen dunia’ yang harus dilenyapkan supaya manusia bisa ‘ fana’ bisa bersatu dengan Tuhan. Betul kah ?. Di lain sisi kita mengagungkan hati/ kalbu yang harus dimulyakan/ dibersihkan karena di dalam hati atau kalbu itu disebut rumah Tuhan atau Bait Allah. Betulkah ? Kalau hati atau kalbu disebut rumah Tuhan, dan akal disebut rumah syetan berarti pemahaman ini melanggar dogma agamanya sendiri yang menyebutkan ‘ Tuhan meliputi segala sesuatu ‘.

Tingkatan Keilmuan Bidang Kepemimpinan

Penulis  : Kang Simpang SmP
Alamat blog  : http://leadershipprincipal.wordpress.com

Syari’at dalam perspektif keilmuan (dalam tingkatan spiritual Islam) yang digambarkan dalam bagan Empat Tingkatan Spiritual Umum (tingkat pertama) adalah syariat, tingkatan kedua adalah tariqah atau tarekat dan tingkat ketiga adalah hakikat yang merupakan kebenaran terdalam serta tingkatan keempat adalah ma’rifat yang merupakan wilayah ‘tak terlihat’ yang sebenarnya adalah inti dari wilayah hakikat sehingga mampu mengenali Sang Sumber Keilmuan. Lanjutkan membaca “Tingkatan Keilmuan Bidang Kepemimpinan”

Melumpuhkan Syariat

Penulis : Iful Sevenstar

teratai-wikiSyariat agama dengan berbagai metoda dan hukum-hukum nya benarkah semua itu diciptakan Tuhan untuk sebagai cara kembali manusia kepada Nya ? Jikalau benar, maka betapa Tuhan berlaku tidak adil dan diskriminatif terhadap ummat manusia. Bagaimana bisa orang Kristen menerima syariat Islam ? Begitu pun sebaliknya. Bagaimana orang Hindu bisa menerima syariat Kong Hucu ? begitu pun sebaliknya. Jadi sebenarnya untuk apa syariat itu dibangun dan diluaskan ? Disinilah sebenarnya UJIAN kepintaran dan kebodohan kita di uji, kalau pikiran kita pintar, kita akan pasti akan meragukan hal ini, dengan pertanyaan WHY ? WHY ? tetapi kalau pikiran kita bodoh , kita akan menerima semua hal ini dengan pernyataan AMIN ! AMIN ! tanpa reverse (perlawanan) sedikitpun.

Lanjutkan membaca “Melumpuhkan Syariat”