Sekala Niskala, Dunia Nyata dan Dunia Gaib

sekala-niskala2

DONBUD – Wager Mahardika. Sekala dan Niskala, yang selanjutnya saya sebut Sekala Niskala, terjemahan bebasnya adalah dunia nyata dan dunia gaib. Kepercayaan Sekala Niskala kurang lebih menjelasakan bahawa dunia tidak hanya dihuni oleh manusia dan mahluk hidup yang bisa dilihat lihat secara kasat mata saja, namun juga dihuni oleh mahluk halus yang tidak terlihat. Adapun mahluk halus itu juga termasuk roh leluhur, mahluk rendahan setingkat buta kala ataupun mahluk dengan tingkatan yang lebih tinggi yang hidup di alam dewa. Continue reading “Sekala Niskala, Dunia Nyata dan Dunia Gaib”

Hindu, Agama Sesat dan Tidak Jelas ???

Peringatan : Blog sesat. Bukan bacaan untuk anak-anak. Pembaca type Facebook, baca judul doang lalu berkomentar atau baca satu paragraf sudah kelelahan, SEBAIKANYA tidak membaca atau mengakses blog ini.

mahabarata
Ilustrasi Mababerata

Banyak orang alergi, marah guling-guling atau bahkan langsung terkapar pingsan dikala mendengar atau membaca kata sesat, terlebih kalau bersinggungan dengan agama. Kenapa ? Semua agama pada dasarnya adalah sesat kalau dilihat dari sudut arah yang berbeda.

DONGBUD – Wage Rahardjo. “Hindu agama sesat”, entah sudah berapa ratusan kali kata tersebut nongol di daftar kata kunci ke blog abal-abal. Saya sih senyum-senyum saja membacanya. Sayang, artikel yang dicarinya tidak ada di blog ini. Namun selang beberapa hari, kata kunci tersebut muncul kembali. Nah, daripada pembaca kecewa bolak balik seperti strika atau membaca dari sumber yang “tidak jelas”, akhirnya saya memutuskan untuk membuatkannya, persis seperti apa yang mereka cari. Continue reading “Hindu, Agama Sesat dan Tidak Jelas ???”

Dewa Siwa, Agama Siwa dan Shaivism

Penulis: Wage Rahadjo.  Tulisan berikut mencoba mengulas tentang sejarah, legenda, mitologi Dewa dan agama Siwa. Sekali lagi tulisan ini bukanlah membahas tentang dogma tapi lebih menekankan pada sisi mitologi dan pengetahuan umum semata.

Etymology : Apa itu Dewa ?

Dewa (Sansekerta: deva) berasal dari akar kata “dev” yang artinya bersinar. Dalam bahasa Latin “deus” berarti dewa” dan divus berarti bersifat ketuhanan. Bahasa lainnya relatif mirip yaitu Deity (Inggris), Dieu (Perancis), Dio (Italia), Dievas (Lithuania), Dievs (Latvia), Deiwas (Prussia) dll. Kata-kata tersebut dianggap memiliki makna sama. Sedangkan Devi (atau Dewi) adalah sebutan untuk Dewa berjenis kelamin wanita. Para Dewa (jamak) disebut dengan istilah Devatā (dewata). (Wikipedia).  Continue reading “Dewa Siwa, Agama Siwa dan Shaivism”

SAD RIPU, Enam Musuh Dalam Diri

wayang1Penulis: Wage Rahardjo. Mendengar kata MUSUH umumnya kebanyakan orang akan menerjemahkan sebagai suatu ancaman  yang berasal dari luar. Kamus KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pun memberikan penjelasan yang kurang lebih sama, yaitu musuh selalu berhubungan dengan pihak luar, entah orang, kelompok, organisasi, ideologi dst. Bagi sebagian umat beragama bahkan tidak jarang menempatkan agama lain sebagai musuh. DUh !!

Continue reading “SAD RIPU, Enam Musuh Dalam Diri”

Kitab Bhagavad Gita

gita(Warning: large file)

Anda tahu Mahaberata atau cerita wayang? Yeah, walaupun tidak menggemarinya, minimal Anda pasti pernah mendengarnya bukan? Anda tahu kitab Bhagawad Gita? Kalau Anda menjawab tidak tahu, ya wajar. Penggemar wayang atau bahkan para dalang sekalipun mungkin banyak yang tidak tahu, padahal kitab ini adalah merupakan bagian terpenting dari cerita Mahaberatha.  Continue reading “Kitab Bhagavad Gita”

Kitab Sarasamuscaya

sarasamuscaya
Ilustrasi gambar, dongbud

Nama Kitab : Sarasamuscaya
Penyusun : Bagawan Wararuci
Tahun pembuatan : sekitar abad ke 9
Jumlah ayat/sloka : 511 sloka
Bahasa : Sansekerta dan Jawa Kuno

Untuk menghemat tempat, maka sebagian besar hanya menampilkan terjemahan bahasa Indonesianya dan hanya sebagian kecil yang ditampilkan lengkap 3 bahasa, bahasa utama, Sansekerta, terjemahan bahasa Jawa dan terjemahan lagi ke bahasa Indonesia.

Versi  PDF bisa di DOWNLOAD DISINI

Continue reading “Kitab Sarasamuscaya”

Agama Yang Berkembang Pesat dan Sesat !

agama-berkembang-sesat
Credit image ; Commons.Wikipedia.org


Penulis: Wage Rahardjo.
Agama apakah yang  berkembang paling pesat di dunia saat ini? Jawabannya tentu saja Islam. Ah, mana sih ada orang yang sampai tidak tahu? Namun di tulisan kali ini simbah sama sekali tidak menulis tentang Islam. Lagian khan judulnya tentang agama yang berkembang sesat, nanti kepala saya bisa bonyok kalau nyebut Islam sesat. Di topik kali ini saya akan menulis agama merek lain yang juga tidak kalah pesatnya dan tidak diduga oleh banyak orang.  Agama yang dimaksud adalah Hindu.

Continue reading “Agama Yang Berkembang Pesat dan Sesat !”

Hukum Karma (1) Konsep dan Filosofinya

220px-Red_Apple

Hukum Karma (selanjutnya ditulis Karma) adalah ajaran moral tentang perbuatan, yang umumnya dianalogikan dengan buah (fruit). Karma adalah buah dari perbuatan. Apa yang kita tanam maka buah itulah yang akan kita petik nanti. Istilah lain dari Karma adalah Kamma (bhs Pali) atau Karma Phala (bhs Jawa/Bali kuno).

Continue reading “Hukum Karma (1) Konsep dan Filosofinya”

Terciptanya Alam dan Kehidupan versi Hindu

Membaca dan belajar cerita atau hikayat tentang terciptanya bumi,alam atau semesta sangatlah menarik.  Hampir setiap budaya atau negara memiliki cerita versinya masing masing. Dari beragam cerita yang ada versi agama atau tepatnya agama Abraham adalah yang paling umum dipelajari.

Di tulisan kali ini saya mencoba menuliskan cerita terciptanya semesta menurut versi Hindu.  Tulisan ini tidak bermaksud untuk mencari atau membandingkan versi agama mana yang benar atau versi agama mana yang lebih baik, namun hanya sekedar menuliskan keberagamannya saja.

Continue reading “Terciptanya Alam dan Kehidupan versi Hindu”

Takdir dan Nasib

Penulis : Wage Rahadjo

Takdir atau nasib adalah topik yang mungkin menarik bagi banyak orang. Benarkah Takdir itu ada? Jawabannya sepertinya sudah sangat jelas yaitu tergantung pada siapa orang yang kita tanyakan. Orang yang percaya tentu saja menjawabnya ada dan sebaliknya bagi yang tidak percaya.

Berikut saya mencoba menuliskan kedua perbedaan ini. Dalam banyak kasus terlebih lagi kalau menyangkut agama, PERCAYA tentu saja jauh lebih mudah dibandingkan dengan TIDAK PERCAYA. Percaya konsepnya sangat sederhana dan  nyaris (dianggap) tidak memerlukan penjelasan apapun.

Sedangakan tidak percaya sedikit lebih rumit karena umumnya sering dituntut harus menyertakan alasannya. Inilah yang  membuat bagian Tidak Percaya  ini jauh lebih panjang  untuk ditulis.

Saya percaya Takdir

Hampir kebanyakan penduduk Indonesia adalah beragama Semantik, yaitu Islam atau Kristen jadi (sepertinya) pasti percaya dengan takdir. Takdir yang merupakan bagian dari kekuasaan Tuhan yang harus diimani, dipercaya dan tidak boleh diperdebatakan.  Mendebat takdir artinya sama saja dengan mendebat keberadaan Tuhan. Mungkin begitualh kira-kira penjelasannya. Maaf kalau salah tulis. Continue reading “Takdir dan Nasib”

Manusia Pertama Versi Hindu

Menurut kepercayaan agama Abrahamik dikatakan manusia berasal atau dibuat dari tanah dan manusia pertama adalah Adam dan Hawa (Eva). Nah, bagiamana dengan manusia pertama versi Hindu? Cukup menarik untuk ditulis kerena ternyata disebutkan bahwa manusia ternyata juga berasal dari tanah walaupun dengan penjelasan yang sedikit lain.

Continue reading “Manusia Pertama Versi Hindu”

Memahami Tuhan ala Buddha

Membingungkan dan kagak jelas!  Ya, itulah kesan awal banyak orang termasuk saya saat mencoba mengenal konsep Tuhan ala Buddha.  Wajar kalau akhirnya agama Buddha sering digolongkan sebagai atheis, tidak percaya pada Tuhan. Benarkah agama Buddha adalah atheis atau tidak berTuhan? Berikut saya mencoba membuat ringkasannya.

Tips: Untuk memahami konsep Tuhan versi Buddha maka ada baiknya kita melepaskan sebentar konsep umum kita tentang Tuhan.

Continue reading “Memahami Tuhan ala Buddha”

Jangan Percaya ajaran Buddha !

Beredarnya film 2012, yang bercerita tentang hari kiamat disambut dengan cukup heboh di masyarakat.  Berbagai tokoh agama dan orang penting ikut berkoentar dan masyarakatpun menanggapinya tidak kalah “panasnya”.

Saya sema sekali tidak tahu apakah situasi ini merupakan refleksi masyarakat yang sangat religius dan peka terhadap segala sesuatu yang berbau akhirat atau pola pikir kurang dewasa yang tidak bisa membedakan antara fiksi, hiburan, sains dan agama?

Continue reading “Jangan Percaya ajaran Buddha !”

TANYA JAWAB DODOL ALA ZEN : Anda Bertanya, Aku menjawab

Falsafah ZEN yang dirangkai dalam suatu cerita pendek selalu menarik untuk dibaca. Ceritanya sangat sederhana namun dibalik kesederhanaanya tersimpan makna yang luas.

Berikut adalah salah satu contoh menarik tentang falsafah ZEN tersebut yang dituangkan dalam bentuk percakapan antara Raja Milinda dan Nagasena. Cerita saya modifikasi dan mudah mudahan tidak mengurangi maknanya. Continue reading “TANYA JAWAB DODOL ALA ZEN : Anda Bertanya, Aku menjawab”

Terciptanya Kehidupan Versi Buddha

Catatan : Tulisan ini adalah termasuk katagori DOGMA AGAMA alias Didebat kagak guna.

Buddha menjelaskan terciptanya mahluk hidup melalui suatu proses yang panjang, perlahan lahan dan bertahap. Dari mahluk kecil yang bercahaya kemudian mulai membentuk tubuh dan akhirnya membentuk jenis kelamin juga melalui tahapan yang lama.  Teori evolusi ? Mungkin saja, Tapi saya koq malah melihatnya seperti ada kemiripan dengan cerita Adam dan Hawa, cuma lain penyampain saja.

Continue reading “Terciptanya Kehidupan Versi Buddha”

Kasta, Agama dan Kebodohan

Sistem kasta atau pembagian kelas atau derajat di masyarakat. Sistem ini hampir bisa ditemukan di negara manapun. Di negara yang menganut sistem pemerintahan monarki atau feodal maka sistem kasta biasanya akan tumbuh subur dan lestari. Raja dan keluarganya memiliki kedudukan istimewa dan menurun ke keturunannya. Semua posisi penting di pemerintahan didominasi oleh golongan berkasta tinggi.

Namun seiring dengan lenyapnya sistem monarki maka sistem kastapun secara perlahan mulai kehilangan fungsinya. Disamping itu, agama juga memberikan andil besar dalam mengikis sistem kasta. Semua orang memiliki kedudukan yang sama di mata Tuhannya. Namun dari beragam agama yang ada, ternyata ada juga satu agama yang justru masih melestarikan sistem kasta. Continue reading “Kasta, Agama dan Kebodohan”

Kremasi atau Dikubur ?

800px-Helsinki-cemetery-mini-gravestones-1841

Dongbud – Wage Rahardjo. Kubur jenazah adalah tradisi umum yang telah dilakukan berabad abad oleh hampir semua budaya masyarakat negeri manapun. Namun beberapa dasawarsa belakangan ini mucul tradisi aneh dan rada menyimpang yaitu kremasi.

Kremasi artinya  di-abu-kan, jadi jenazah tidak ditanam dalam tanah tapi dibakar alias dipanggang dengan bara api sampai menjadi abu. Duh, amit amit, membayangkan saja sudah sadis dan ngeri bukan?  Tidak ayal fenomena sesat yang menjadi “trend” ini menjadi perdebatan sengit sejumlah orang, antara yang pro dan kontra dan berikut ini saya juga mencoba untuk mengangkatnya menjadi topik tulisan untuk bulan ini. Continue reading “Kremasi atau Dikubur ?”

Mengapa Saya Tidak Memilih Islam ?

DONGBUD. WAGER – Kawan, masih ingatkah engkau, kala aku dulu sering merepotkanmu dengan meminjam berbagai buku agama Islam-mu? Sampai kamu kewalahan karena saking banyaknya buku yang ingin aku baca. Aku tahu, buku tesebut tidak semuanya adalah milikmu. Sebagian kamu pinjam dari temanmu bukan? Kamu tidak pernah mengeluh bahkan sangat berbaik hati mengantarkannya ke tempat kosku malam malam dikala hujan.

Kamu ingat, disuatu saat kamu meminta waktu yang sangat khusus untuk bicara. Dengan mimik serius, suara mengecil hampir tidak terdengar kamu berkata pelan : “Theo, kalau kamu mau masuk…. Islam, tolong segera disampaikan ya, biar kami bisa menyiapkannya “. Continue reading “Mengapa Saya Tidak Memilih Islam ?”

Mari Mengenal MUSUH Agama

An ultra-Orthodox Jew holds a Palestinian flag during a protest against Israel's air strikes in Gaza in LondonDONGBUD. Wager. Mengenal musuh agama sangatlah penting. Ya tentu saja. Beragama adalah ibarat memasuki ladang pertempuran, jadi beragama tanpa tahu musuh sama dengan setor nyawa mati konyol. Namun salah mengenali musuh agama juga tidak kalah konyolnya. Berabe khan kalau sampai salah pentung.

::Hah?! Semprul ah Mbah? Jangan ngajari yang kagak benar dong! Agama khan mengajarkan kebaikan, koq bisa punya musuh?

Duh, parah dan lugu amat nih anak. Ketahuan tidak pernah ikut demo atau menyimak khotbah ketua ormas. Gini lho Nak, justru karena agama mengajarkan kebaikanlah maka memiliki banyak musuh. Kebalikannya dengan ajaran sesat, yang cendrung banyak teman. Wakakakkk…. Benaran kagak tahu nih? Baiklah,  agar tidak panjang, siMbah coba tuliskan saja di bawah ini dan silahkan dipilih musuh agamamu dengan tenang sambil ngopi. Continue reading “Mari Mengenal MUSUH Agama”

7 Jurus Mabuk versi Hindu

250px-mabukMabuk adalah merupakan prilaku yang tidak terpuji! Ya benar, Selain merugikan masyarakat umum dan lingkungan sekitar juga merugikan diri sendiri. Dalam beberapa kasus belakangan ini korban yang tewas karena menegak minuman setan ini semakin  sering ditemukan.

:mrgreen: Stop dan musnahkan peredaran minuman keras ! Mbah sih setuju setuju saja. Lagian Mbah bukan penggemar miras, juga bukan pedagang, penyalur ataupun preman pelindung jadi tidak akan rugi kalau miras dilarang. Continue reading “7 Jurus Mabuk versi Hindu”

Catur Marga: Banyak Jalan Menuju “Tuhan”

600px-img25

“Banyak Jalan Menuju Roma”, pepatah tua yang sudah sering kita dengar atau bahkan mungkin juga sering kita gunakan.  Pepatah sederhana tapi mengandung filosofi yang sangat dalam, fleksiel dan bisa digunakan untuk menjelaskan, menasehati, memotivasi ataupun menganalogikan beragam hal.

Nah, sekarang bagaimana dengan relegi atau ketuhanan? Situasinya menjadi sedikit berbeda, pepatah banyak jalan menuju roma nyaris tidak bisa digunakan, terlebih lagi untuk golongan fanatik atau radikal.  Sembahyang contohnya, adalah harga mati dan begitu juga dengan tata caranya. Tanpa sembahyang, jalan menuju ketuhanan nyaris tidak mungkin.

Nah, kali ini saya mencoba menuliskan ajaran Catur Marga (kadang juga disebut Catur Yoga), yang cukup unik dan rada liberal yang intinya : Ada banyak jalan menuju Tuhan dan sembahyang adalah salah satunya. Tidak sembahyang  bukan orang jahat yang  tidak berTuhan dan  rajin sembahyang bukan berarti orang baik yang berTuhan.  Berikut uraiannya lebih lengkap :

Catatan : tulisan ini tidak perlu dipercaya bagi yang tidak percaya daj juga tidak perlu diimani bagi yang sudah beriman. Tulisan ini tidak mengajak Anda untuk percaya atau mengimani tapi sekedar tulisan penambah wawasan yang mencoba menjelasakan tentang keragaman kepercayaan. wage

Continue reading “Catur Marga: Banyak Jalan Menuju “Tuhan””