HENING (Titik Nol) : Meludahi Buddha

Ajaran tentang kebaikan, kebijaksanaan, kesabaran dll bisa didapatkan dari mana saja. Apakah cerita atau kisah itu benar, karangan, fiksi, dilebih-lebihkan tidaklah penting menurut saya. Apakah kisah itu diambil dari komik, cerita wayang, doraemon dst juga tidaklah penting, karena yang utama adalah pesan, isi atau pelajaran yang bisa dipetik pada cerita tersebut.

Sebelumnya blog ini pernah memuat penggalan kisah tentang Nabinya orang Islam yang merawat orang buta yang selalu menghinanya. Jadi sepertinya cukup adil kalau di kesempatan ini saya juga menampilkan kisah dari agama yang lain. Semoga bermanfaat [dongbud] .

Lanjutkan membaca “HENING (Titik Nol) : Meludahi Buddha”

SAD RIPU, Enam Musuh Dalam Diri

wayang1Penulis: Wage Rahardjo. Mendengar kata MUSUH umumnya kebanyakan orang akan menerjemahkan sebagai suatu ancaman  yang berasal dari luar. Kamus KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pun memberikan penjelasan yang kurang lebih sama, yaitu musuh selalu berhubungan dengan pihak luar, entah orang, kelompok, organisasi, ideologi dst. Bagi sebagian umat beragama bahkan tidak jarang menempatkan agama lain sebagai musuh. DUh !!

Lanjutkan membaca “SAD RIPU, Enam Musuh Dalam Diri”

Terciptanya Alam dan Kehidupan versi Hindu

Membaca dan belajar cerita atau hikayat tentang terciptanya bumi,alam atau semesta sangatlah menarik.  Hampir setiap budaya atau negara memiliki cerita versinya masing masing. Dari beragam cerita yang ada versi agama atau tepatnya agama Abraham adalah yang paling umum dipelajari.

Di tulisan kali ini saya mencoba menuliskan cerita terciptanya semesta menurut versi Hindu.  Tulisan ini tidak bermaksud untuk mencari atau membandingkan versi agama mana yang benar atau versi agama mana yang lebih baik, namun hanya sekedar menuliskan keberagamannya saja.

Lanjutkan membaca “Terciptanya Alam dan Kehidupan versi Hindu”

REINKARNASI : Mengapa Manuisa Bertambah Banyak?

Penulis: Wage Rahadjo. Reinkarnasi adalah kepercayaan terhadap kelahiran kembali, kelahiran berulang atau tumibal lahir. Istilah lain adalah Samsara dan Punarbawa. Bagi kebanyakan pembaca yang (sepertinya) sudah akrab dengan konsep Sorga dan Neraka, kepercayaan  tentang reinkarnasi ini sering menjadi bahan olok olak dan tertawaan.

Catatan: artikel ini hanyalah sekedar dogma atau kepercayaan. Jadi artikel ini tidak mengajak Anda untuk percaya tapi mencoba menuliskan keberagaman kepercayaan terhadap akhirat. Intinya menurut saya adalah sama yaitu mencoba mengajak orang untuk berbuat baik attaupun mungkin juga menakut-nakuti orang agar mau berbuat baik.

Lanjutkan membaca “REINKARNASI : Mengapa Manuisa Bertambah Banyak?”

Terciptanya Kehidupan Versi Buddha

Catatan : Tulisan ini adalah termasuk katagori DOGMA AGAMA alias Didebat kagak guna.

Buddha menjelaskan terciptanya mahluk hidup melalui suatu proses yang panjang, perlahan lahan dan bertahap. Dari mahluk kecil yang bercahaya kemudian mulai membentuk tubuh dan akhirnya membentuk jenis kelamin juga melalui tahapan yang lama.  Teori evolusi ? Mungkin saja, Tapi saya koq malah melihatnya seperti ada kemiripan dengan cerita Adam dan Hawa, cuma lain penyampain saja.

Lanjutkan membaca “Terciptanya Kehidupan Versi Buddha”

Catur Marga: Banyak Jalan Menuju “Tuhan”

600px-img25

“Banyak Jalan Menuju Roma”, pepatah tua yang sudah sering kita dengar atau bahkan mungkin juga sering kita gunakan.  Pepatah sederhana tapi mengandung filosofi yang sangat dalam, fleksiel dan bisa digunakan untuk menjelaskan, menasehati, memotivasi ataupun menganalogikan beragam hal.

Nah, sekarang bagaimana dengan relegi atau ketuhanan? Situasinya menjadi sedikit berbeda, pepatah banyak jalan menuju roma nyaris tidak bisa digunakan, terlebih lagi untuk golongan fanatik atau radikal.  Sembahyang contohnya, adalah harga mati dan begitu juga dengan tata caranya. Tanpa sembahyang, jalan menuju ketuhanan nyaris tidak mungkin.

Nah, kali ini saya mencoba menuliskan ajaran Catur Marga (kadang juga disebut Catur Yoga), yang cukup unik dan rada liberal yang intinya : Ada banyak jalan menuju Tuhan dan sembahyang adalah salah satunya. Tidak sembahyang  bukan orang jahat yang  tidak berTuhan dan  rajin sembahyang bukan berarti orang baik yang berTuhan.  Berikut uraiannya lebih lengkap :

Catatan : tulisan ini tidak perlu dipercaya bagi yang tidak percaya daj juga tidak perlu diimani bagi yang sudah beriman. Tulisan ini tidak mengajak Anda untuk percaya atau mengimani tapi sekedar tulisan penambah wawasan yang mencoba menjelasakan tentang keragaman kepercayaan. wage

Lanjutkan membaca “Catur Marga: Banyak Jalan Menuju “Tuhan””