Mabuk Agama, Tai Kucing Rasa Coklat

kucingPenulis: Wage Rahadjo – Anda tahu arti kata mabuk? Ya tentu saja. Siapa sih orang yang bego yang tidak tahu? Kenapa orang bisa mabuk dan apa sih setan penyebabnya?

Duh, lagi lagi pertanyaan bego. Penyebnya tentu saja karena minuman setan yang benama miras, beer, tuak dan sejenisnya. Masak sih ada orang mabuk gara-gara minum kecap? Makanya ajaran agama melarang keras umatnya minum tuak namun tidak untuk kecap atau temulawak. Jangankan meminumnya, menyentuh, mencium atau sekedar mengoleskannya ke tubuh walau untuk tujuan pengobatanpun dilarang rang rang.

Continue reading “Mabuk Agama, Tai Kucing Rasa Coklat”

Advertisements

Hahaha, Agamaku Tidak Sempurna !

Dongbud. Wager. “Agamaku paling bagus, agamaku no:1, agamaku paling sempurna!” Ah, itu ungkapan biasa dan sudah sering kita dengar bukan? Namun kalau ada orang yang berkata atau menulis sebaliknya “Agamaku tidak sempurna !” Nah, ini baru aneh bin konyol dan yang jelas hanya akan ditemukan di blog abal-abal dongeng budaya…ya…ya….ya….

 Tidak bisa dibantah bahwa “Semua orang memimpikan hal yang sempurna”, bukan cuma untuk urusan agama saja tapi juga untuk hampir semua urusan. Ya rumah, motor, pakaian, pekerjaan, pacar, istri ataupun selingkuhan.  Bagaimana dengan agama? Ah, itu tidak perlu disebutkan lagi. Emang siapa yang mau milih agama abal-abal kecuali orang sinting? Emang mau masuk neraka dan hidup kekal di alam baka bercengkrama dengan bidadari bertanduk?   Continue reading “Hahaha, Agamaku Tidak Sempurna !”

Memuji Agama Sendiri, Tai Kucing Rasa Coklat

kucingBagi penggemar olahraga sepakbola sepertinya pasti tahu nama Jose Mourinho. Beliau adalah pelatih sepak bola hebat dan jenius yang sukses menangani berbagai klub besar. Pelatih ini mendapat julukan “The Special One”, gara-gara pada suatu wawancara, sang pelatih tanpa sungkan memuji dirinya sendiri setinggi langit dengan berkata “I’m a special one”. Tidak ayal komentarnya dianggap arogant sehingga mendapat kecaman dan tanggapan negatif oleh banyak kalangan.

Hal yang seepertinya cukup menarik karena kasusnya terjadi di negeri barat yang sering disebut-sebut berbudaya barbar, arogan dan individual. Namun etika dan logika  ternyata sama saja, yaitu memuji diri sendiri tetap dianggap tidak ethis dan harus dihindari, terlepas dari apakah ucaapan Anda benar atau salah. Continue reading “Memuji Agama Sendiri, Tai Kucing Rasa Coklat”