Belajar mengenai Jiwa dan Ruh Manusia (oleh Cermin Diri)

Dicopy dari halaman khusus orang gila. 2016/8/8. Penulis : Kang Cerimin Diri

Fenomena Old Soul memang menarik dan tidak pernah habis dibahas.
Fenomena Old Soul dapat disebut Indigo, jika memiliki Spektrum warna Aura Indigo.

Belajar mengenai Jiwa dan Ruh Manusia….
Jiwa adalah bagian daripada Alam Sadar Manusia, Bagian daripada Alam Ruh, Bagian daripada Alam Swargo atau Surga atau Nirwana.
Ketika manusia ditetapkan untuk lahir di dunia, yg ditetapkan pertama kali adalah Jiwanya.

Dalam dunia modern Jiwa itu ibaratkan Software Sistem Komputer yaitu Windows ataupun Linux ataupun Apple Mac.
Sebelum suatu komputer dirakit, sudah ditentukan memakai Software Sistem yg mana.
Kita tahu bahwa Sistem Software juga ada Upgradenya.

Nah seperti itulah fenomena Jiwa.

Jika kang HyaiDosoMuko pernah bertandang ke Alam Ruh dan Alam Nirwana, maka Kang HyaiDosoMuko tentu pernah melihat, untaian sinar pelangi melayang2 di udara di kawal malaikat2, ketika Sang Hyang Esa, hendak menetapkan seorang manusia dilahirkan.
Jumlahnya bukan hanya satu, ada berpuluh2 ribu untaian sinar pelangi…..
Untaian sinar pelangi tersebut menyatu secara bersamaan dengan sinar putih yaitu Ruh Manusia yg berasal dari Titah-Nya.
Melesat laksana kilat, ketika manusia hendak dilahirkan.

Jiwa adalah Memori, Akal Pikiran, Pengetahuan, Sejarah, Nasib, Karakter, Sifat, Rejeki, Perbuatan dan Takdir.
Dalam penetapan penciptaan Jiwa, Ketetapan-Nya utk menetapkan Hal2 yg berkaitan yg sudah disebutkan di atas, baik yang baru, yang sudah ada dan yang akan ada.
Jiwa itu Statis dan Dinamis…..

Satu manusia satu Jiwa, satu Ruh dan satu Tubuh.
Ketika manusia meninggal, Jiwa dan Ruhnya menyerupai Tubuhnya.
Jiwa tidak terpisahkan dari Ruh.

Jika kang HyaiDosoMuko merasakan Old Soul, bukan berarti dapat dikatakan memiliki Soul Dewa.

Dalam kisah mitologi Hindu ataupun Cina, Dewa yg berinkarnasi jadi manusia, terkadang
tidak sadar bahwa dirinya adalah Dewa.
Hingga pada saat yg ditentukan, yaitu jika Misinya sudah dimulai, maka Manusia Dewa tsb sadar dan diingatkan bahwa sebelumnya dirinya adalah Dewa yg sedang mengemban misi di dunia.

Kecuali Dewa tersebut adalah Trimurti, yaitu Shiwa, Brahma dan Wisnu.

Sekali lagi tiada maksud menghina ataupun merendahkan, melainkan inilah pemahaman dan pengetahuan saya….

Cermin adalah Cermin…..

Adalah lebih indah menjadi manusia seutuhnya…. Yang suatu saat Jiwa dan Ruh akan kembali menghadap Sang Ilahi, Pemilik sekaligus Pencipta…..