Obrolan di Warung TUAK


Tempat bebas untuk menulis topik apa saja, bincang bebas, ngerumpi, komentar umum, saran, keluhan  dll

Olah gambar : karya Kang O-O

Black asian teapot with mint tea

Credit Image : howtotreatacidreflux.info

365 thoughts on “Obrolan di Warung TUAK

  1. Salam persahabatan, blognya bagus dan menarik

    :lol: Reply: Mbak Rini, terima kasih atas kunjungannya. Saya justru kagum dengan blognya Mbak. Topiknya unik tentang Puisi dan sastra.

  2. :mrgreen: Komentar ini adalah pindahan (copy paste) dari halaman depan
    ………………………………………………………………………………
    asukirik says: October 25, 2011 at 06:00
    Wah ketipu, sudah berharap belajar mengenai Shinto ternyata isinya bukan mengenai itu, hehehe.
    ………………………………………………………………………………
    asukirik says: November 16, 2011 at 06:00
    Sekarang saya nunggu Hachiko….anjing setia.
    ………………………………………………………………………………
    Dina says: December 7, 2011 at 06:00
    Blog yang sangat menarik, enak dibaca, nambah ilmu, gak memojokkan sapa2..
    Saya mo mengikuti terus tulisan2 mbah..
    Salam kenal ^^
    ………………………………………………………………………………
    eka says: December 7, 2011 at 06:00
    Disini senang di sana senang.. dimn2 hatiku senang.. :)
    ………………………………………………………………………………
    kampret says:February 3, 2012 at 06:00
    KALO MENULIS WEB, BERSIHKAN HATIMU DULU DENGAN WUDHU DAN DZIKIR. BAGAIMANA BISA MENCINTAI ALLAH SEPERTI JALALUDDIN RUMI, KALO HATIMU DIPENUHI DENGAN KEBENCIAN TERHADAP BERBAGAI AGAMA LAIN YANG DIKEHENDAKI ALLAH UNTUK HADIR DI MUKA BUMI. SALAM PASADULURAN
    ………………………………………………………………………………
    Horee, mbah dimarahi

  3. Saya mengapresiasi muatan blog ini. Saya kagum kepada setiap penulis yang pesan-pesan dalam tulisannya mendorong dan menginspirasi para pembacanya untuk meruntuhkan batas-batas ketidahtahuan yang mendatangkan sakwa-sangka. Bukankah ketidaktahuan mendatangkan ketakutan, kebencian, stereotip dan stigma terhadap objek ketidaktahuan itu?

    Ada kalanya agama yang membangun dinding ketidaktahuan itu sehingga kerap kali ketidaktahuan menjadi beban ideologis dalam kehidupan manusia. Ada kalanya pula nilai-nilai ideologis ditempakan pada agama sehingga dia mengurung agama menjadi sumber dan catatan ketidaktahuan.

    Dinding-dinding itu bahkan, tanpa disadari atau malah disengaja, membuat kita berjarak dengan kemanusiaan kita, tidak kenal diri kita dan asing dengan segala hal yang berlainan dengan ke-kita-an lantaran di dalam dinding itu, kita hanya kenal kata ganti orang pertama tunggal; “Aku”, orang pertama jamak; “Kami”, orang kedua tunggal; “kamu”, orang kedua jamak; “kalian”. Kita ragu untuk mengajak “kita” dalam setiap persoalan manusia. Kita senang mempertentangkan aku dengan dia, kami dengan mereka.

    Tapi, ada di mana “kita”? Dengan siapa “kita” hidup?
    Ah, males, mending mikir “aku” yang esok harus tetap makan, harus mempertahankan kuota ISP untuk internetan, beli baju baru biar selalu baru, merapikan stok topeng untuk bergaul…
    Peduli amat “dia” dan “mereka”….

    :mrgreen: Reply Wage: Ada ada saja Nak Olsy ini. Inspirasi apaan dan juga apanya yang mau diapresiasi,wong cuma blog abal-abal. ha…ha… Justru saya kagum dengan komentarnya pembaca seperti Olsy. yang saya rasa malah lebih berbobot dibanding topik tulisan yang dikomentari.

  4. Aduh…saya malu, ada kesalahan fatal. Saya koreksi:
    Orang pertama tunggal, Aku.
    orang pertama jamak, Kami.

    Orang kedua tunggal, kamu
    orang kedua jamak; kalian

    orang ketiga jamak; mereka.

    Maaf.

    Koreksi sepenuhnya menjadi:

    Catatan Admin : Kesalahan kata sudah direvisi.

  5. @ :: Wage Rahardjo,

    Sugeng siang mbah Wage, terima kasih dan salam kenal, saya Dewi dari blog sebelah, ‘ blog diskothik kahyangan’, saya surprised dan senang sekali dengan gaya penuturan anda: spontanius, sangat alami, tidak di buat2 namun mengalir apa adanya. Sangat mencerdaskan dan membebaskan jiwa2 para pencari kebenaran sejati, terkadang justru dari kesederhanaan berpikir muncullah arti dan makna yang sebenar-benarnya, karena kebenaran sejati tidaklah melulu lewat teori2 yang rumit, melainkan dari kesederhanaan dalam menyikapi hidup yang sudah dan telah di bikin manusia menjadi rumit, serumit akal pikiran manusianya yang komplex.

    Simple life: dalam berpikir, berkata dan bertindak hendaknya selalu berlandaskan rasa kasih sayang kepada sesamanya dan seluruh makhluk hidup tanpa mengurangi rasa kekritisan dan sense of humour kita… Bravo mbah!

    By the way, ada photonya Nyimas Dae Jang Geum dari korea, perjalanan hidupnya sejak kecil sudah menderita namun beliau tak pernah patah semangat dan selalu berpikiran untuk tetap terus maju, Jang Geum adalah idola saya, selain cantik dan memiliki inner beauty, beliau adalah sosok wanita yang tegar, tangguh, welas asih dan penuh dedikasi pada diri, keluarga, masyarakat dan bangsanya.

    Kesan saya, Blog Dongeng Budaya ini sangat fenomenal dan inspirasional sekali, Semoga blog mbah Wage semakin hari semakin berwarna-warni topic dan sajiannya, semakin berjaya dan semakin banyak pengunjungnya … Hmuuuaahh!!…

    Salam katresnan,

    Dewi

    • Mbak Dewi.

      Matur nuwun atas kunjungan dan kesediaannya menulis komentar.

      Bagus atau jelek sepertinya relatif. Disebut bagus karena kebetulan isi dan gaya bahasa saya cocok saja dengan Mbak Dewi. Sedangkan yang tidak cocok, ngamuk dan marah marah juga tidak kalah banyaknya. Tuh, komen di atas salah satu contohnya.

      Neng Jang Geum emang cantik makanya saya culik jadi model tetap di blog ini.

      wage

    • Wage Rahardjo,

      We lha da la, saya baru mendapat info mengenai blog anda belum lama ini dari blog tetangga. Menarik ! Re bagus/jelek : Memang … relatif. Tapi apa seh di dunia ini yg tidak relatif ?! Dan mengenai hati senang : Weh, kok seperti lagu lama Koes Plus dulu,’Hati senang walaupun tak punya uang ..’ (Bujangan) Ngomong2, kalau Jeng Dewi dan Mas js ada disini, eh hem, ini pertanda baik …,wong mereka itu orang2 yg pinter dan …ampuh !

    • @ Bala (ne) dewa,

      Terima kasih dan selamat datang. Duh, rasanya seperti mimpi kalau blog abal abal ini dikunjungi para sesepuh dan para dewa. he..he… Mudah mudahan ini pertanda baik. Duh, padahal sudah berencana untuk pensiun nulis.

    • Mbah Wage.

      Pensiun nulis, menurut penerawangan saya, adalah hal yg akan mbah sesali seumur hidup ! Mbah bisa menularkan kepinteran mbah, termasuk hal menertawakan diri sendiri, pada orang lain. Hitung2 beramal … Mungkin juga bisa membuat mbah masuk … surga..

      :mrgreen: Ogah ah masuk surga. Enakan di neraka, bisa guyonan.

  6. @ Mbah Wage,

    Sugeng siang sore mbah, Maturnuwun atas attensinya, betul sekali mbah, neng jaeng-Geum emang cantik dan luar biasa, walau hanya seorang juru masak di dapur istana tapi ia adalah ‘mutiara bangsa’ yang sebenarnya di istana. Terima kasih kepada stasiun swasta di bumi yang telah menayangkan drama seri ‘Dae jang Geum, A jewel in the palace’…

    Wee lha da lah ada Paklek Bala(ne)dewa, jauh2 dari negri kurawa nyempetin mampir kesini, juga ada Pakpo JS, Paman Dalbo dan kangmas Wisnu, dan mungkin nanti juga banyak yang akan menyusul, surprised banget rasanya, ya karena semua temen2 dan poro pinisepuh yang berkumpul di sini besar kemungkinan idenya sama dengan mbah Wage yang *sersan: serius tapi santai, selalu berpikir namun tetep bisa enjoy di manapun dan kapanpun. Sekalian saya juga ingin menyapa mbak Rini Intama dan Olsyvinoliarnof, salam kenal buat semuanya.

    Ok mbah, semoga hari2 mbah selalu menyenangkan… cheeeeerrrss!!…

    Salam persahabatan,

    Dewi

    :mrgreen: Reply dari wage: Baru tahu kalau Paman Dalbo juga satu perguruan dengan Jeng Dewi. Dulu sering singgah dan nginap disini. Entah dimana sang Paman sekarang.

    • Ya, salam juga buat Jeng Dewi. Mbah Wage ini adalah salah satu dari sedikit pelaku hidup selo, yang sudah langka saat ini. Beliau tidak kemrungsung sehingga tulisan-tilisannya mak tratab sekali.

      Salam.

    • Jeng Dewi,

      Mbah Wage memang … sersan ! (-: Ibarat makanan : kalau itu2 saja; gudeg terus,rawon terus, soto terus ,dll, ya rasanya jadi cemplang – hambar. Mbah Wage menyediakan … menu yg berbeda : enak dan bergizi … Eh hem, mana yg lebih enak, gudeg atau rawon, soto atau rujak cingur ? (-: ( Ini pertanyaan orang yg kurang kerjaan, karena makanan2 itu … berbeda, tidak bisa dibanding-bandingkan …)

      Jeng Jang Geum : Saya dulu juga sempat nonton. Dapat pinjaman dari teman. Ruarr biasa ! Tapi. sekarang nafsu menonton fillem saya sudah menurun drastis …sejalan dengan menurunnya IQ saya …)-: Atau mungkin karena keawetan tua saya saja …)-:

      Setuju dengan mas/mbak Olsy tulisan2 mbah Wage memang … mak tratab, membikin saya mak jegagik . Itu Mas Mahatma juga mengiyakan,

      Mbah Wage,

      Sekedar masukan : Komentarlah dengan hati senang, bukan dengan hati gamang atau meradang,karena kita disini mau berbagi sambil bersenang-senang, bukan untuk membuat hidup ini cemplang *)…

      Salam katresnan

      *) hambar (bhs Jawa)

      :mrgreen: Sip and matur nuwun. Langsung dipasang. Ngomong ngomong sepertinya helm yang baru dibeli kemarin koq kekecilan ya?

    • Mas MAHATMA (namanya bagus ya?) Selamat datang di blog abal-abal ini. Anggap rumah sendiri. Jangan sungkan nulis komentar, kalau siMbah salah langsung ditendang.

  7. Salam Kang Wage.
    Mohon ijin kang….kalau berkenan saya mau kirim tulisan yang agak serius tentang pemahaman tingkatan ilmu kepemimpinan (syariat-tarekat-hakekat-makrifat dibidang kepemimpinan) dan cara pengenalannya. Rencananya saya kirim ke blog sebelah (aki gendeng banget) cuma disitu sering ketumpuk dg komen lain saking banyaknya komen masuk… dan mohon ijin untuk mengundang kawan-kawan kesini.
    Terima kasih Kang Wage.

    • Wahhh….terima kasih kang…sebentar saya selesaikan….tinggal finishing.

    • SEGERA TERBIT, Artikel bermutu, ilmu langka dan penuh berkah dari Kang Smp. Terbit tanggal 10, pukul 06:00 wib bulan ini, Jangan lupa berkunjung pada hari tersebut.. Demikian sekilas info.

    • Salam hormat Mbah Wage dan Mas ABR………..

      Terima kasih bila artikel segera diterbitkan….saya juga ingin ikut menyimak dan belajar…….belajar gratis…membaca sambil ndlosor di atas lantai…….salam rahayu…..

      Reply wage : Gratis? ndak juga Kang JS. Mbah aja bayar pakai ongkos wartel. Akang bayar pakai komentar, rekan lain bayar pakai korban waktu. Dan bayaran yang paling mahal adalah mengajarkannya kembali pada anak cucu/generasi baru. *)ngomong apa sih siMabah?

  8. Salam Cak JS.
    Wah….cacak JS hadir, lho…cak…bagusnya selain belajar juga mengajar cak…kan ini juga termasuk mengajari diri sendiri. Monggo lho cak…ikutan menuangkan ilmunya disini dikirim lewat emailnya kang Wage biar tidak ketumpuk komen yg lain yang akhirnya susah dicari dimana tempatnya.

    Salam Kang Wage.
    Saya sedang menyiapkan tulisan lanjutan dari Tingkatan Ilmu Kepemimpinan yaitu Tingkat Kedalaman/Kemahiran Ilmu Kepemimpinan. Semoga bermanfaat bagi bangsa kita sehingga lebih mudah menilai calon pemimpin bangsa.

    Salam Hormat buat Akang berdua.
    ABR

    Reply wage:
    Asikkk, banyak tulisan masuk. Tapi siMbah jadi nganggur dong? Sepertinya sudah harus siap siap pensiun dan mewariskan padepokan ini pada kang ABR, Kang JS, Mas Bala, WIsnu atau siapa saja. Pokoknya ABM (asal bukan Mbah)

  9. Salam Mbah Wage….Mas ABR…..semua rekan yang terhormat……….

    Suatu tulisan dari seseorang tentunya ada maksud yang sedang dituju…..seperti sebuah tangan yang bergerak maju…menggenggam meremas dan lain lain karena diperintah otak….bahkan membelai sayang atau meninju sesuatu…he he he…..

    Menulis mungkin berkias sebagai hasil panen dari sebidang lahan tanaman….ladang yang mungkin luas dan bermacam tanaman yang sedang matang dan setiap saat bisa diunduh untuk keperluan pribadi atau orang lain………

    Sosok Mbah Wage atau Mas ABR…JDD…Mas Balanedewa dan porosepuh yang lain adalah sosok yang saya kiaskan sebagai Guru yang energik sangat giat penuh semangat dan sudah sangat jelas bahwa apa yang dikerjakan Njenengan semua adalah niat memberi dan selalu memberi……mencari ilmu untuk dibagikan kepada orang lain…..ibarat petani yang berladang luas dan hasil tanaman yang sedang dipanen sebagian besar untuk keperluan manusia lain……

    Guru memang berkias sebagai pawongan yang layak disebut sebagai teladan….di ” gugu ” dan ” di ” tiru “…..juga sebagai pemimpin yang bukan meminta disejahterahkan oleh para rakyatnya tetapi adalah sebaliknya…..ha ha ha jangan seperti pemimpin di negeri penuh korup …para pemimpinnya berkias seperti manusia lumpuh terkena stroke….duduk seperti patung hidup…matanya kelop kelop kelap kelip seperti lampu disco ….meminta selalu dilayani dan diberi….sangat kasihan sejatinya pemimpin ini……kalau Neraka tidak dihapus Tuhan….pasti mereka akan mewek mewek menangis minta ampun………….

    Saya hanya didapuk orang tua yang mbelgedes saja….bukan sebagai petani atau guru….hanya sebagai tukang parkir……tanpa pensiun dan tanpa tunjangan……
    Ha ha ha mungkin enak juga menjadi pegawai negeri yang sedang korup dan tidak ketahuan…..sudah kaya masih dapat tunjangan pensiun ………salam gregeten gemes….

    • Kang JS yth.

      Andrenalin siMbah melonjak girang membaca untaian kata indah dari tulisan Akang. Natural dan berkarakter kuat. Jujur, anu… eh..hmm… siMbah juga berniat untuk mendapatkan versi artikelnya. Bisa ndak ya (please!).

      Topiknya mungkin tentang guru, pendidikan, guru kencing berdiri, guru cabul…entahlah, pokoknya suka-sukanya Akang. Jujur lagi, siMbah sangat suka dengan sisipan kata eh… anu…(malu ah).. hmm … membelai, menggenggam, meremas… . Yuihhh, terasa muda lagi.

  10. Salam Cak JS.
    Senyampang ada waktu sebelum saya rapat pkl 12 s/d selesai (bisa nyampe malam) saya sempatkan nengok Padhepokan Mbah Wage….eee ada cacak JS..met pagi cak.
    Ahhh..cacak memujinya ketinggian, ini sekedar berbagi ilmu manfaat saja kok. Cacak juga merendahnya terlalu rendah…maap cak.
    Para pemimpin kita saat ini memang tingkatan ilmu kepemimpinannya belum sampai tingkat hakekat kepemimpinan…maklum…level ini tak ada di perkuliahan manapun…jadi harap maklum. Masalahnya apakah kita harus menunggu sampai ada pemimpin yg sudah berlevel hakikat? wah…..bisa gawat karena kevacuman kepemimpinan.
    Sang Maha Pencipta pun juga tanpa membekali kita kemampuan memimpin saat kita dilahirkan dan kita berusaha untuk belajar terus meningkatkan kemampuan sampai ajal menjemput.
    ( ada dibahas sedikit dalam tulisan yg akan terbit tentang Tingkatan Ilmu Kepemimpinan dan serial lanjutannya tentang Tingkat Kedalaman/Kemahiran Kepemimpinan)
    Salah satu maksud penulisan artikel saya adalah sekedar membantu agar para pemimpin kita saat ini bisa meningkatkan ilmu kepemimpinannya sampai taraf Hakekat bahkan Makrifat.
    Sasaran utama penulisan saya agar bangsa kita semakin pintar saat memilih pemimpin dimasa mendatang. Mohon maap bila ada tulisan yg kurang berkenan.
    Salam Terus Belajar.
    ABR

  11. Salam Kang Wage.
    Ahh….kalau akang mundur…. wah…namanya bukan Padhepokan Mbah Wage lagi dong.
    Orang sebijak akang sangat-sangat diperlukan lho kang.
    Tulisan saya hanya yg berkaitan dg kepemimpinan saja kok kang dengan tujuan agar kita-kita semakin pintar menilai mana yg tepat untuk kita jadikan sebagai pemimpin tingkat daerah maupun nasional dan tidak terbuai kampanye yg melenakan.
    Terima kasih sekali lagi kang.

    Reply wage : Sepertinya emang harus ganti nama. Berhubung padepokannya kecil dan pengunjung tidak labih dari 7 orang saja maka gimana kalau kita ubah namanya menjadi “Padepokan 007″ ?

  12. Salam Mbah Wage yth……..Mas ABR yang pinter cerdas……..

    Dunia seperti terbalik arahnya….arah jalan maju menjadi mundur kalau orang bodoh seperti saya menulis artikel dirumah Mbah Wage yang sudah terlihat jelas berilmu kawicaksanaan……

    Kalau saya diharap bercerita atau menulis artikel maka akibat tulisan saya bukan membuat manusia senang atau berbahagia mungkin sebaliknya…..bikin gregetan…mangkel….saya dikeroyok…ditangkap dan dimasukkan keselokan…..he he he……

    Saya akan menulis awur awuran saja….entah apa nama jenis susunan kalimat saya ini……

    Dulu…ketika aku masih kecil…..
    Telah kuimpikan sesuatu dan aku berharap sesuatu itu bukan mimpinya manusia bodoh……….
    Ini dan itu ingin kumiliki …tapi aku bingung..kemana ini itu akan kutempatkan…..
    Misalkan ini itu sudah kumiliki…apakah aku sudah berubah……bisa saja aku lupa….
    Apakah ini itu yang aku dapat bernilai lebih dari harga diri dan hidupku sendiri……
    Misalkan ini itu sudah kumiliki dengan cara melacur dan menjual diriku maka aku ternyata sangatlah murah…..aah….malunya aku ……

    Kini……..Aku tidak mau tertarik ini itu…karena semua itu ternyata tidak berharga….
    Ini itu ternyata hanya sangat kecil….tidak lebih besar dari anuku yang didalam dan tersembunyi…
    Lebih baik aku memiliki kembali diriku sendiri…..diriku ternyata bernilai sangat besar…..
    Hanya karena ketidak tahuan dan tidak memperhatikan diri maka apa yang diluar diri seperti sangat berharga dan sangat mahal …menggiurkan…….
    Aaah…ternyata aku telah melakukan kebodohan selama ini…….lebih menghargai benda mati…..

    Berbahagialah tubuh jasadku…akupun berbahagia….. kembali mengingat engkau lagi….
    Tersenyumlah dan tertawalah …aku tidak lagi menumpuk kotoran lagi dirumahmu…..
    Maafkan aku…..aku telah sangat lupa…..tidak pernah berterima kasih kepadamu…….

    Mbah Wage….maaf …saya tidak bisa menulis baik…..tulisan diatas hanyalah kias dan cerita pengalaman hidup saya……ha ha ha…itulah pesanan Mbah Wage….tulisan apa saja dan terserah JS…………salam nulis ngawur…..

  13. Salam Cak JS.
    Nhah itu cak…… tubuh/raga ini adalah anak buah yg sangat penurut…ternyata selama ini banyak kita abaikan bahkan kita pacu untuk mengejar berbagai “sesuatu”….syukurlah cak…cacak sudah melewati Tingkat Hakekat Kepemimpinan malah kayaknya sudah mencapai Tingkat Makrifatnya.

    Salam Kang Wage.
    He..he..he… jadi Padhepokan 007…wah …kurang pas, mungkin halaman baru 007headquarters.

    Salam Hormat buat akang berdua.

    • Salam juga Mas ABR…….waaah….ilmu saya tidak setinggi itu…ilmu itu nemu mungut dipinggir jalan….he he
      Kata kata populer blog ini dari mbah Wage…..yaitu Abal abal….JS hanya berilmu AA ( abal abal )…..salam A….A…Aaaah……wkwkwkwk…

  14. Salam Cak JS.
    He..he…cacak kebanyakan nunduk sih…makanya sering nemu ilmu yang jatuh di pinggir jalan..kehidupan. Oh ya cak…ada info baru cak?

    • Salam Mas ABR…….belum ada info baru…masih macet….kalau mimpi kadang sering lupa…..maklum wis tuwo…mulai pikun………Nuwun….

  15. Cak JS…..mungkin jalannya lagi banyak yg lalu lalang…pada cari info. Oh…ya cak…ilmu Hakekat Suara Electroniknya dibawa kesini cak….biar nggak kesilep.
    Salam Abal-Abal.
    ABL (disini lagi ngetlen lho cak….selba L )

    • Mas ABR……iya as ….saya lagi mikir mau nulis apa…….selama menulis biasanya tanpa ada rencana…..saya tulis apa yang sedang kliweran di kepala…….sekarang pikiran lagi ruwet…….Salam L

  16. Cak….. didunia ini tak ada yg kekal…sebentar akan hilang…muncul lagi dan hilang lagi… lha kalau pikiran lagi ruwet…ya nggak lama ruwetnya..asal ya nggak dipikir bagian ruwetnya cak…he..he..sorry.

    :mrgreen: Reply wage : Saya tersenyum membaca Nik namenya Akang. Koq ketularan virus huruf L sih?

  17. Setelah diprotes oleh keponakan mbah yang super bahenol namun super cerewet, akhirnya kuota komentar ditambah menjadi menjadi 50. Settingan lama, komentar ke 11 otomatis akan diposting ke halaman baru.

    Di blog ini protes tidak dilarang, malah dianjurkan.
    Menerima jual beli/tukar tambah keluhan.

  18. Salam Kang Wage.
    He..he…nama menyesuaikan dg tempatnya kang… ngikuti pepatah.. Dimana bumi dipijak disitu langit dijinjung….ho..ho…ho..tul kan kang?

    Salam Cak JS.
    Sudah hadir cak? Ruwetnya pikiran…monggo di share disini.
    Salam hormat
    ABL

Mail, website dan/atau nama boleh dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s