Halaman Khusus : Catatan Kecil di Akhir Pekan

EMPIRIS-NYA, TIDAK SEMUA-NYA & SELAMANYA  “SILUMAN”, MAKHLUK DIMENSI LAIN CIPTAAN GUSTI ALLAH  (MASIH) DESTRUKTIF & TERKUTUK, BENARKAH….?

PROLOG.

  • Tulisan (Coretan) kali ini dibuat & ditulis berdasarkaan Empiris Penulis, dan jangan sampai salah meng-interpretasikan & memahami-nya, dan atau menggenalisir karena….. peristiwa tsb bersifat sangat dan sangat khusus, sangat jarang terjadi atau dgn kata lain 1001 individu yang mengalami-nya.
  • Dan sebagai bukti bahwa dalam hidup & kehidupan ini ada Hukum Semesta yg berlaku, yakni : “Impossible is nothing.” Ada Kuasa (Qudrat) dan Kehendak (Iradat) GUSTI, Sang Maha Cahaya di atas Cahaya, Gusti Ingkang Akaryo Jagad, Ingkang Murbeng Dumadi.
  • Teringat Quote Sesepuh Blog Dongbud, Kang Bala(ne)dewa, bahwa…….    Bona fide : asli, riil , valid. (kamus ‘Oxford’ ) Dongbud kan sejak dari sono nya tidak pernah …pura2 riil, asli.   Di blog ‘nyleneh’ ini diperlukan ke …ahlian khusus, keahlian untuk memahami yang abal2, yang mbelgedes………..

The last but not lease, “kelebihan-mu adalah kekurangan-ku, dan kelebihan-ku adalah kekurangan-mu”  serta……. tak terbantahkan, bahwa  kebenaran dan kesempurnaan itu hanyalah  milik GUSTI Ingkang Moho Suci & Moho Sampurno.

  • PROLOG DARI WAGER 1 ALINEA

Tuhan, Gusti Allah adalah awal dan akhir dari semesta kehidupan. Hampir semua orang (yan percaya) sepertinya sepakat dengan kalimat tersebut. Tuhan identik dengan kebaikan, kasih sayang, welas asih, pencipta, pemelihara dan segudang keMaha-aan sifat lainnya. Namun kalau Tuhan dipersonifikasikan dengan pencipta, pemelihara dan kasih sayang, dari manakah asalnya kerusakan, beragam mahluk siluman yang terkutuk dan destruktif tersebut tersebut lahir? Nah, lewat tulisan akhir pekan ini kita mungkin bisa menemukan setitik jawaban ataupun mendiskusikannya. Selamat akhir pekan.

EMPIRIS-NYA, TIDAK SEMUA-NYA & SELAMANYA  “SILUMAN”, MAKHLUK DIMENSI LAIN CIPTAAN GUSTI ALLAH  (MASIH) DESTRUKTIF & TERKUTUK, BENARKAH….?

Pengalaman ini terjadi sktr 15 tahun yg lalu, pada saat saya bersama Team  di Jakarta  mengikuti Tender (secara Internasional, berbahasa Inggris) IBRD untuk Pekerjaan Konsultan (Feasibility Study) Lingkungan Hidup, di salah satu Provinsi di NKRI, pun dgn diri saya yg belum mempelajari Spriritual dgn intens & mendalam, tetapi…..  saya seringkali melakukan puja dan puji kepada GUSTI  Ingkang Moho Suci.

Sungguh beruntung Saya dipertemukan Gusti Allah dgn manusia-manusia yg “berlevel,”  diantara-nya punya Sepuh berusia sktr 70 th (bukan sbg Guru, ttp lebih cenderung sbg Sepuh, tempat berkonsultasi & berdiskusi khusus-nya Religi dlm aktualisasi-nya) di Kota kecil di Central West Java, sedangkan Sepuh saya memiliki seorang Guru yg telah berusia sktr 120 th di Kota kecil Western Java, yg telah mencapai “marifat”  (sakti mandraguna, winasis  – waskita, welas asih),  dimana hidup & kehidupan Beliau amat sangat bersahaja, rumah-nya memakai penerangan konvensional, tdk ada listrik maupun Radio, apalagi TV & HP/Smart phone.  Salah satu kelebihan Beliau, diantara-nya adalah Televisual & Teleportasi  tanpa alat, Beliau seringkali Sholat Jum’at di Mesjid Nabawi, Medinah, pun Mesjid Haram di Mekah, dan pulang-nya suka membawa oleh2 (buah tangan) untuk Para Murid2nya.

minta petunjuk  tentang aktualisasi-nya  di dunia usaha (kurang lebih semacam SOP yg sesuai Religi yg saya anut), khusus-nya dunia konsultan engineering, karena kami (saya & rekan2) kesulitan dalam aktualisasi-nya mengikuti (melaksanakan) Tender (Pelelangan) Konsultan Engineering untuk menjadi Pemenang sesuai Norma Religi, terutama secara NON TEKNIS, karena walaupun secara Teknis bagus, lazim-nya dapat dikalahkan oleh NON TEKNIS jadi akan kalah melulu dalam mengikuti Tender dan kapan menangnya…..  (Para Pelaku Dunia Usaha, sudah tau & memahami-nya……. Heheheee…….), sedangkan untuk mengikuti Tender tsb s/d. keluar-nya keputusan Pemenang Tender perlu biaya puluhan juta, hanya untuk mengikuti  1X Tender.

Keluar-lah  PROTAP dari Eyang Sepuh via Sepuh saya, bahwa kami (saya& rekan) tdk boleh memberi uang satu rupiah pun,  dalam arti menyuap, karena dikategorikan termasuk di larang Religi & perbuatan tsb melanggar UU.  Yang diperbolehkan hanyalah Komitmen, jika telah menjadi Pemenang & melaksanakan pekerjaan, akan memberi sesuai Jumlah Keuntungan yg di dapat, dan intertaint termasuk memberi uang pengganti  Bensin.

Team Kami pun dgn cerdik menaruh orang kepercayaan di Instansi tsb, sebagai informan untuk mendapatkan informasi penting, aktual & akurat, untuk mengawal perjalanan tender tsb, termasuk mem-forcast, mem-break-down serta meng-create dgn seksama & akurat, siapa saja saingan berat kami diantara 7 peserta lelang,  dan probabilitas2 apa saja yg akan terjadi.

Perlu diketahui bahwa Nilai Kontrak ada di kisaran > 2 milyar, dan Penilaian (Jumlah Score) Tender Konsultan Dunia Engineering sktr 60% adalah Kebonafidan Daftar Tenaga Akhli (TA), sedangkan di Dunia Kontraktor sktr 60%, adalah Harga Termurah, sisanya adalah Penilaian tentang Pengalaman Perusahaan, Peralatan Kerja yg dimiliki, dsb.

Untuk mempermudah & memperlancar Komunikasi, serta mengawal Tender tsb, akhir-nya Eyang Sepuh menyetujui saya dipinjemin “Pengawal dari Makhluk Dimensi Lain, yaitu Dahulunya Raja Siluman Air yg telah ditaklukan”  selama aktivitas tsb (sktr  1 th), dimana ada persyaratan2 yg ketat, yg tdk boleh saya lakukan, diantara-nya yakni ; adigang-adigung-adiguna, mabuk, berjudi, berzina dan tdk boleh menyuruh Pengawal se-enaknya, harus proporsional, professional & sesuai dgn Norma Religi yg kami anut, komunikasi dgn Pengawal tsb dgn bahasa hati (kalbu), jadi Dia membaca hati (kalbu) saya, oleh karena itu saya haruslah bersabar & stabil, tdk boleh emosionalitas, karena apa yg ada di hati (kalbu) merupakan perintah, yg akan dilaksanakan.

Siapakah Pengawal Saya dari “Bangsa SILUMAN,”   makhluk dimensi lain Ciptaan GUSTI ALLAH tersebut….?

Dahulunya adalah seorang RAJA, yang mempunyai Wilayah, Pasukan & Rakyat (nya), sebangsa SILUMAN AIR (aromanya agak berbau amis/anyir) , yang letaknya (relatif) bertetanggaan dgn Pesantren & Paguron, dan sering dipake (perjanjian)  oleh manusia yg gelap mata & serakah untuk pesugihan.

Oleh karena itu atas perintah Eyang Sepuh kepada Putranya untuk menaklukan tidak saja Rajanya tetapi berikut seluruh Pasukan & Rakyatnya.  Setelah ditaklukan, maka Raja, Pasukan & Rakyatnya, seluruhnya  di tempatkan di suatu tempat tersendiri, dimana manusia dilarang masuk ke wilayah tsb, (semacam tanah larangan), karena jika ada manusia yg masuk ke wilayah tsb, maka dia tdk bisa keluar dari wilayah tsb (kecuali mereka yg telah winasis-waskita, dan atau dikeluarkan/ditolong oleh Kuncen Wilayah tsb, yg merupakan Murid-nya Eyang Sepuh), manusia yg tlah masuk ke  wilayah tsb (tanah larangan) bisa melihat dan mendengar teriakan orang di luar wilayah tsb (tanah larangan), tetapi…..  orang2 yg berada di luar wilayah tsb tdk bisa melihat mereka yg ada di dlm wilayah tsb (tanah larangan), serta tdk bisa mendengar pembicaran ataupun teriakan mereka yg ada di dlm wilayah tsb (tanah larangan).

Raja, Pasukan & Rakyatnya yang telah takluk tsb, telah berikrar & berjanji untuk tdk melakukan aktivitas pesugihan dan yg dilarang oleh Religi (Islam), serta berikrar & berjanji untuk setia kepada Pesantren & Paguron.   Jika setiap Tahun diadakan Maulid Nabi, maka Raja & Pasukannya itu  mendengarkan Tausyiah di Mesjid yg sakral di Wilayah tsb, mereka2 menyimak Tausyiah tsb, dimana posisi-nya tdk di dlm Mesjid, tetapi di Halaman Mesjid, kenapa bisa begitu ?

Karena mereka2  tsb KODRAT-nya belum Islam, jadi….. belum memeluk Agama Islam, tetapi SUDAH CONDONG  kepada Agama Islam, sedangkan KODRAT adalah OTORITAS GUSTI ALLAH,  Gusti Allah-lah yang mengilhamkan (jalan kepada makhluk ciptaan-NYA) kefasikan dan ketaqwaan (QS. 91 – 8  )

Kenapa Saya bisa tau ?

Karena memang Saya diberi tau,  bahwa Pengawal Saya setiap setahun 1X, jika  diadakan Maulid, akan pulang ke Paguron / Pesantren untuk mendengarkan Tausyiah, dan sebulan 1X,  pulang ke Paguron / Pesantren untuk menerima Gaji/Upah (berupa Makanan-nya)  yg disiapkan oleh Paguron / Pesantren (sedangkan biaya-nya yg relatif murah dari Saya), dgn kata lain, kerja dulu, baru menerima Gaji / Upah, layaknya spt seorang Karyawan.

Kembali ke Topik partisipasi ikut TENDER IBRD untuk Pekerjaan Konsultan (Feasibility Study) Lingkungan Hidup, di salah satu Provinsi di NKRI.  Pada ke-esokan harinya setelah penutupan penawaran Tender, dapat informasi (akurat) bahwa Pucuk Pimpinan Instansi tsb bermain mata dgn salah satu peserta tender (memberi –nya di muka cash sktr angka 3 digit, dlm jt), maka Team Kami pun lemas, karena probalitas-nya akan kalah Tender, kecuali jika Harga Penawaran diturunkan, sktr (menjadi) 79% dari Pagu, tetapi itu hal yg sangat sulit, bahkan mustahil.

Saya melaporkan & mohon jalan keluar kepada Sepuh Saya untuk disampaikan ke Eyang Sepuh, tdk brp lama, esoknya dpt keputusan, bahwa Eyang Sepuh akan membantu Kami, karena Kami DICURANGI, dan bantuan ini, hanya 1X saja, untuk selanjutnya Kami agar lebih eling lan waspada, cerdas, cermat & taktis.

Kenapa Jawaban (Respon-nya) begitu cepat, hanya dalam 1 hr, sedangkan Jarak antara Sepuh Saya (Murid ke 17) dgn Eyang Sepuh (Guru-nya) sktr 300 km. yaa… krn Sepuh Saya tsb bisa Teleportasi (pakai alat).   Teknisnya Eyang Sepuh minta Denah & Gambar Gedung, serta Alamat, dimana Dokumen Tender tsb disimpan, krn Eyang Sepuh & Pengawal saya pada hari H, malamnya akan terbang (Teleportasi) dan merubah (dgn ilmu) Harga Penawaran sesuai yg diinginkan.

Pada hari H, dimana Tender dibuka & dihadiri/disaksikan oleh Para Peserta Tender, aneh bin ajaib (impossible is nothing), bahwa Nilai Penawaran Saya sudah berubah sesuai skenario, sehingga Perusahaan/Team Kami-lah yg  (kelak, setelah di breakdown dgn salah satunya metodologi  Aritmatika) menjadi Pemenang.

Peristiwa  lain-nya selama menjadi  PENGAWAL Saya adalah sbb.:

* Mobil Kijang Saya ditabrak dari Belakang dgn keras (berdentum)  duaaarrr……,  tetapi  aneh bin ajaib, Mobilku  tdk apa2, sedangkan yg menabrak sesama mobil kijang rusak,  bagian depan kanan penyok, lampu depan kanan pecah dan bember depan kanan penyok dan turun ke bawah (ngampleh).

Kejadian-nya, dimana  Saya pulang ke rumah mingguan dari Jkt, bertiga, bersama Istri & Anak saya yg bungsu (sktr 18 bln), di daerah Padalarang yg berbelok-belok, tatkala akan & sedang menyalip Bus, tiba2 dari arah berlawan masuk-lah  motor, jika Mobil Saya dilanjut, maka motor akan ketabrak, dan minimal pengendara Motor luka parah, maka dlm hitungan detik, Mobil Saya rem, berbarengan  stir Saya banting ke kiri pas (tepat) posisi Bus telah lewat, kembali ke Jalur-nya di sebelah Kiri, tetapi….. apa daya, mobil yg Saya tumpangi, ditabrak dgn keras (berdentum) duaaarrr…….  dari belakang oleh mobil (kijang) yg mengikuti terlalu rapat & tdk siap mengerem (mendadak) dan membanting stir ke kiri ke jalur awal.

Mobil  segera  Saya tepikan  & berhenti, diikuti oleh Mobil yg menabrak Saya, Saya keluar dari Mobil sendirian (Istri-ku tetap tinggal di dlm Mobil & mengingatkan Saya, bahwa kita membawa Balita. Istri-ku tau & paham bahwa Saya seorang  “petarung”), di ikuti oleh 3 orang keluar dari Mobil Kijang (yg menabrak mobil Saya) berperawakan tegap & rambut (agak) cepak, dgn (sedikit) kasar akan menarik baju saya, mungkin untuk dipukuli……, entahlah….., kenyataan-nya Saya sigap & waspada, sambil berkata dgn lantang  berbicaralah dgn sopan, kalau perlu ditambah 10 orang lagi, Saya tdk akan pernah GENTAR….!

Saya orang kampung dari Daerah / Kota X & Y (Kota yg memang diakui & terkenal dgn Spritualitas-nya), jika Saya kalah atau mati, Guru2 Saya akan meluluh-lantakan kalian termasuk anak-istri kalian, selama kalian masih menginjak bumi, kalian tdk akan pernah bisa sembunyi & selamat.

Mereka ber 3 terperanjat…., tdk menyangka aka ada perlawanan, bahkan ancaman (first strike), mereka menyalahkan Saya & minta ganti rugi karena Mobil-nya rusak.

Saya menjawab bahwa Saya salah dan andapun salah, karena mengikuti terlalu rapat (tdk menjaga jarak) & kesiagaan, dan saya setujui untuk mengganti kerusakan, tetapi dgn catatan seikhlas-nya Saya (perhitungan Saya pada waktu itu sktr 2 jt, dan Saya rencana-nya hanya akan memberi 300 rb.)

Manakala (saya berstrategi mengambil / minta uang ke Istri, padahal di Dompet Saya pun ada & tersedia, dan memberikan waktu kepada mereka ber 3 untuk melihat kondisi Mobil Saya yg di tabrak tdk apa-apa) Saya ke Mobil untuk ngambil uang.

Mereka ber 3 terperanjat & kecut…..  melihat Mobil Saya tdk mengalami kerusakan, karena secara logika, Mobil Saya seharusnya, kerusakannya lebih parah karena ditabrak dari belakang, ttp….. faktanya tdk mengalami kerusakan.

Di saat Saya kembali menemui mereka ber 3, mereka berkata, sudahlah Pak, kami mohon maaf & minta izin, akan melanjutkan perjalanan dan ke Bengkel terdekat memperbaiki Bemper yg rusak dan melendut ke bawah), mereka ketakutan akan ancaman Saya, sehingga tdk mau menerima Uang (300 rb) sbg Tanda ikut menyumbang untuk perbaikan Mobil-nya dan sesuai Janji saya.

Saya izinkan dgn catatan, Mereka  mau menerima Uang yg tlah Saya janjikan seikhlas-nya (pantangan buat Saya untuk tdk memenuhi janji membantu seikhlas-nya untuk perbaikan), mereka ber 3 akhirnya mau menerima uang dari Saya, dgn catatan, Saya berjanji tdk akan mengerjainnya (mencelakakan-nya).

*   Memindahkan / menggeser Jembatan Entrance (keluar-masuk) Pesantren yg terbuat dari Batang Pohon Kelapa yg bisa di lalui Mobil.

Suatu hari Sepuh Saya memberi tahukan, bahwa Pengawal saya mau dipinjam dulu selama 1 hari 1 mlm, untuk pekerjaan memindahkan / menggeser Jembatan di Pesantren di Sumatra (Bagian Selatan).

Kronologisnya sbb, Jembatan Entrance (keluar-masuk) menuju Pesantren (yg di Ketua oleh Murid ke 5 Eyang Sepuh) diprotes (agak keras) oleh Pemilik Tanah & Warga Penduduk Asli, karena sebagian Jembatan tsb bukan Tanah Pesantren, tetapi termasuk ke Tanah Warga Pemilik Tanah.

Sehubungan memang ada sifat tak suka kpd Pesantren, mereka tdk menerima-nya dan memprotes (relatif) agak keras, dgn membawa Warga.  Maka Ketua Pesantren pun bertemu & berunding, dgn hasil perundingan tsb, bahwa jika Jembatan tsb sebagian berada di Tanah Warga, maka akan diperbaiki (digeser).

Sebetulnya Jembatan entrance (keluar-masuk) tsb termasuk Fasilitas Umum, tetapi berhubung ada sifat tak suka kpd Pesantren maka dipermasalahkan.

Setelah Ketua Pesantren (Teleportasi) melapor kepada Guru-nya , Eyang Sepuh, maka dibuatlah Skenario (untuk memperlihatkan EKSISTENSI & PRE-EMTIF) :

Untuk diadakan Pertemuan (lagi), di pagi hari dan selanjutnya (on the spot) ke Lapangan untuk memeriksa apakah benar bahwa JEMBATAN Entrance (keluar-masuk) tsb sebagian berada di Tanah Warga ?

Tetapi malam hari-nya Jembatan tsb telah digeser (dipindahkan) oleh Pengawal Saya beserta Pasukan-nya, tanpa ada bekas pekerjaan.

Pada waktu Para Pihak on the spot ke Lapangan, Pihak yg memprotes pun terbengong-bengong,  tak berkutik & merasa malu, ternyata…..  setelah di cek, dan bahkan diukur, maka  JEMBATAN ENTRANCE (KAYU DARI POHON KELAPA YG BISA DILALUI MOBIL , sebagai Fasilitas Umum) tsb, posisi-nya secara keseluruhan berada di Tanah Pesantren.

Siapakah Eyang Sepuh itu….?

Eyang Sepuh  itu adalah manusia yang telah mencapai “marifat”  (sakti mandraguna, winasis-waskita, welas asih), Beliau sudah tidak memegang Posisi apapun, baik di Pesantren, pun di Paguron, tetapi Sabda-nya didengar, ditaati & dilaksanakan oleh baik Ketua Pesantren, pun Ketua Paguron, Posisi Eyang Guru (seperti Semar jika di Pewayangan) di atas-nya Ketua Pesantren & Ketua Paguron, termasuk turun tangan secara teknis jika ada kejadian penting / besar, contoh-nya, pernah ada Murid-nya yg ke 17 (semua murid-nya ada sktr 41 terpantau & terkoordinir), ketika pulang secara Teleportasi dari sebuah Pulau (saya tdk etis menyebutkan nama pulau-nya),  kena serangan tak terduga di alam dimensi lain, sehingga muka-nya bengkak, maka Eyang Sepuh-lah yang menyembuhkan-nya, dgn usapan tangan-nya, maka murid-nya sembuh.

Usia Eyang Sepuh ini sktr 120 th, dan rata-rata Para Pinisepuh  di Pesantren/Paguron  usianya  > 80 th.

Kenapa Usia-nya rata-rata berumur panjang ?

Karena ada (basic) wiridan ( dzikir) yg setiap hari (di waktu Subuh & Isya) selalu dibacakan,  dimana wiridan (dzikir) tersebut seperti minyak yg menyalakan dian (lampu), jadi jika kita sudah tdk berminat lagi di dunia fana ini, maka wiridan (dzikir) tsb tdk dibacakan lagi.

Eyang Sepuh & Para Murid-nya (Para Pinisepuh)  merupakan Bagian dari Aset Nusantara, yg belum terkontaminasi (dan menjaga) dari  hiruk-pikuknya dunia fana ini (politik, kekuasaan, harta & wanita), dan……. ada benang merah-nya dgn (kelak) keberadaan Manusia Fenomenal  “Putra Ibu Pertiwi dan Bapak Langit” (Sang Protagonis – Ksatrya Piningit).

Banyak keistimewaan yg dimiliki oleh Eyang Sepuh, pun oleh Para Murid-nya (Para Pinisepuh), tetapi….. cukuplah yang tlah Saya uraikan, biarlah yang masih tertutupi dan misteri tak perlu menyibak-nya, dan biarlah……. Sang waktu yg akan menyibak-nya  (dan membuktikan-nya).

Kenapa Eyang Sepuh percaya & mempercayakan kepada Saya….?

Karena Beliau telah menelisik saya secara pribadi (sifat, watak, karakter & sepak terjang saya secara realitas), pun secara keturunan, disamping saya telah menjadi Murid-nya Beliau (secara tdk langsung dan tdk melalui baik jalur Pesantren, pun jalur Paguron, tetapi via Murid ke 17 & Leluhur),  peletak dasar (pondasi) dlm beragama (marifat, s/d. skrng di tingkat dasar).

Kenapa Eyang Sepuh tdk menaikan Level  (Marifat) Saya….?

Karena menurut Beliau, peran & tugas Saya berada di “dunia ramai” (lebih dominan), jika dinaik-kan level, maka (cenderung) akan melepas dan atau meninggalkan “dunia ramai.”

Memang jika sudah keasyikan puja & puji kepada Gusti Allah, maka kecenderungan  akan melepas (meninggalkan ) “dunia ramai” ini, karena “dunia ramai”  ini penuh dgn ego, muslihat, keserakahan, kemunafikan, keingkaran, angkara-murka dll, dsb, yang pada akhir-nya akan menjerumuskan ke jurang kehinaan & kenistaan di dunia, bahkan…..  di akhirat.

Kenapa Saya oleh Eyang Sepuh diberi Pengawal dari “Bangsa SILUMAN,”  makhluk dimensi lain Ciptaan GUSTI ALLAH….?

Karena empiris-nya menurut  Beliau, jika saya diberi Pengawal dari Bangsa Jin pengikut (taklukan) Beliau, maka nanti realitas-nya akan menyusahkan saya, karena Bangsa Jin pengikut (dan taklukan) Beliau saklek, contoh-nya, jika saya ada intertaint dgn Para Pihak di suatu tempat kita katakan  Hotel Berbintang dan atau Cafetaria / Karaoke (yg diindikasikan dipake maksiat oleh Oknum), walaupun saya tdk melakukan maksiasbt t, bahkan tdk tahu tempat tsb bisa dipake maksiat, maka saya akan dibawa pulang ke rumah oleh Pengawal dari Bangsa Jin tsb, sedangkan Mobil yg dipake & diparkir saya masih di sana…., jadi saya harus balik lagi untuk mengambil Mobil yg diparkir, oleh karena itu saya diberi Pengawal dari Bangsa Siluman pengikut (taklukan) Beliau, yg sudah baik dan cenderung ke Agama Islam, tetapi Kodrat-nya belum Islam, karena itu adalah Otoritas GUSTI ALLAH.

Bagi yang TIDAK PERCAYA, abaikan, dan anggap dongeng fiksi ilmiah, pengantar sebelum tidur,  dan bagi yang PERCAYA, anggaplah ini sebagai PANGELING (ELING LAN WASPODO), agar snantiasa kita berbuat kebajikan & dharma kesuma  kepada sesama makhluk ciptaan Gusti Allah & Ibu Pertiwi/Nusantara/NKRI (Horizontal) , dan mensyukuri nik’mat & karunia ILLAHI, serta beribadah dengan sungguh-sungguh dan tegak lurus (total).

Matur nuwun, smoga bermanfaat dan SELAMAT BER-AKHIR PEKAN…….

Rahayu Sagung Dumadi,

Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,

Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

 

 

 

DRAFF TULISAN AKHIR PEKAN

  • “Empirisnya, tidak semua siluman tekutuk dan (masih) destruktif, serta mahluk dimentsi lain adalah ciptaan Gusti Allah”. Hah?! Benarkah ?
  • Disenting opinion : “Sisi lain misteri Satria Piningit dan Imam Mahdi, benarkah keduanya berbeda?

Catatan moderator wager : Masih dalam benrtuk draff, jadi tidak tahu entah kapan akan mulai ditulis lengkap, kapan selesai dan kapan diterbitkan. Maklum, sang penulisnya, Kang Pejalan tidak muncul, para moderator, editor, admin 2 dan 3 menghilang. Cuma masih tersisa si mbah peyot yang juga kadang muncul kadang pergi lagi. Semoga semua rekan, warga dongbud, tukang intip dll sehat dan tetap senyum. Silakan menyenangkan diri sendiri.

KOLOM  “Pejalan,” No. 6, Tgl. 13 January 2017

sembah

PROLOG : Untuk Coretan (Tulisan) di Akhir Pekan (No. 6, Tgl 13 Januari 2017), nuwun sewu…….  Saya keluar dulu dari (draft) rencana, ingin rasa-nya barang sejenak jeda &  merenung  (kontemplasi) untuk introspeksi & evaluasi diri, karena dalam empiris-nya  di tengah masyarakat baik urban, pun rural  (pun  mereka yang Saya bantu dari kesulitan-nya),  di Wolak Walik Zaman (Zaman Kalabendu) ini, hal-hal seperti hedonisme, artifisialisasi, transaksional, manipulatif, hipokritisasi, antagonisme, homo homini lupus, dll, dsb, adalah hal yang biasa terjadi, sehingga membuat diri bertanya-tanya, dan……. sedikit linglung (jadi teringat SULUK LINGLUNG-nya Eyang Sunan Kalijaga), takut kesasar (bukan sbg amal yg mengalir, ttp… sbg dosa yg mengalir), berpijak di dunia manakah saya berada….?

Seperti berada di dunia entah-berentah, padahal masih berpijak di dunia realitas, di bumi yang sama yakni Ibu Pertiwi – Nusantara – Merah Putih – NKRI.

Prolog tambahan dari wager.  Zaman Kalabendu, Ketika intropeksi dan evaluasi diri sudah dianggap tidak berharga maka yang tinggal menunggu malapetaka.  Selamat akhir pekan.

SALAM TAKZIM & DO’A

Salam Takzim
dan do’a kepada Gusti Ingkang Moho Pencipta
untukmu wahai rijalul ghaib
untukmu wahai para arwah suci

Aku berdecak terkagum-kagum…..
akan sepak terjang-mu (pengabdian-mu) tatkala di dunia fana hingga purna peran, tugas dan kewajiban-mu
akan kasih sayang-mu kepada sesama makhluk Ciptaan-Nya
aku tak-kan pernah sanggup mengikuti jejak langkah-mu wahai para arwah suci….?

Aku tersipu dan tertunduk malu…..
akan ketidak-melekatan-mu kepada dunia (harTA, tahTA dan waniTA)
aku diam terpana…..
akan kepatuhan dan ketulusan-mu atas Ketetetapan-Nya akan garis hidup-mu

Aku ingin menangisi-nya
tetapi….. aku tak boleh keluar air mata
aku  “merasakan-nya”
tetapi….. aku tak elok “menyangsikan-nya”

Aku luluh dan menikmati
aroma cendana-mu atau minyak kasturi yang tiada bandingan-nya
aku tercengang memandang cahaya-mu yang luar biasa
cahaya-mu adalah bukti kedekatan-mu kepada ILLAHI

Salam takzim
dan do’a kepada Gusti Ingkang Moho Suci
untuk-mu wahai para kekasih Gusti
untuk-mu wahai para arwah suci

separator

Nusantara, 13 Januari 2017

By “Pejalan”

KOLOM  “Pejalan,” No. 5, Tgl. 7 January 2017

sembahGULA, GILA & BLOG DONGBUD (PADEPOKAN MBELGEDEZ)

Sebuah Judul Artikel, terinspirasi tatkala bertemu dengan kerabat berbicara tentang GILA & GULA yang ada di dalam tubuh Manusia.  Setiap manusia, sudah pasti memiliki Kadar GULA Darah & Kadar GILA,  yang menjadi pertanyaan apakah Kadar GULA Darah & Kadar GILA anda normal?

Sudah pernahkah anda melakukan pemeriksaan Kadar GULA Darah & Kadar GILA anda ?

Akan menjadi bencana jika kadar GULA darah & Kadar GILA kita tidak normal. Kadar GULA Darah yang tidak normal disebut Diabetes Melitus merupakan penyakit kelainan metabolik akibat gangguan pada hormon insulin yang mengakibatkan meningkatnya kadar gula dalam darah.

Gejala awal yang sering muncul berupa mudah lapar, mudah haus, sering kencing, hingga keluhan gatal – gatal.

Diabetes Melitus merupakan pintu masuk bagi penyakit penyakit lain-nya, karena gula darah tidak mampu dikontrol oleh tubuh para penderita gula darah ini, sehingga gula berlebihan tsb, menjadi racun (toksin) di dalam tubuh.  Racun tsb bisa menyerang berbagai organ tubuh kita, dan kemudian menyebabkan apa yang disebut komplikasi.

Jika Diabetes Melitus sudah sudah mencapai tingkat parah, bisa menyerang beberapa organ tubuh kita, antara lain; alat vital, jantung, liver, ginjal, dsb

Komplikasi ini menimbulkan penyakit seperti; kejantanan usai, stroke, hipertensi, penyakit jantung, ginjal, bahkan kebutaan (buta permanen).

Begitupun kadar GILA anda, sudah pernahkah  anda melakukan tes ataupun pemeriksaan, seberapa jauh kadar gila anda ?

Yang akan Saya bahas di sini adalah Definisi GILA yang berarti :

  1. Tidak biasa; tidak sebagaimana mestinya; berbuat yg bukan-bukan (tidak masuk akal).
  2. Terlanda perasaan sangat suka (gemar, asyik, cinta, kasih sayang).
  3. Tidak masuk akal: menurut pendapat mereka, ide itu adalah ide yang gila.

Adapun yang sedang ngetrend dewasa ini adalah

  • Gila harta;  terlalu mengejar-ngejar kekayaan, mata duitan.
  • Gila hormat;  terlalu ingin dihormati orang lain.
  • Gila pangkat/kedudukan;  selalu mencari (mengejar) pangkat;  berubah sikapnya setelah menduduki jabatan tinggi.

Kesemua-nya itu dianggap biasa-biasa saja karena….. UU tidak melarang-nya.

GILA PANGKAT / KEDUDUKAN yang sedang ngetrend dewasa ini, di Era Reformasi.

Karena setiap Warga Negara berhak untuk mencalonkan diri menjadi Anggota Legislatif Daerah, pun Legislatif Pusat & DPD, serta menjadi Bupati / Walikota / Gubernur, bahkan Presiden, asalkan memenuhi persyaratan yg telah ditetapkan oleh UU.

Sebagai contoh, Persyaratan Pencalonan anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota, sbb.:

  1. Warga negara Republik Indonesia yang berumur 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih.
  2. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  4. Cakap berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia
  5. Berpendidikan serendah-rendahnya SLTA atau sederajat. 6) Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945
  6. Bukan bekas anggota organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia, termasuk organisasi massanya, atau bukan orang yang terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam G 30 S/PKI, atau organisasi terlarang lainnya.
  7. Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap
  8. Tidak sedang menjalani pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.
  9. Sehat jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dari dokter yang berkompeten.
  10. Terdaftar sebagai pemilih.
  11. Persyaratan yang Melekat adalah Harus terdaftar sebagai anggota partai politik peserta pemilu yang dibuktikan dengan kartu tanda anggota.

Calon anggota DPD selain harus memenuhi syarat calon anggota DPR dan DPRD, juga harus memenuhi syarat antara lain :

  1. Berdomisili di provinsi yang bersangkutan sekurang-kurangnya 3 tahun secara berturut-turut yang dihitung sampai dengan tanggal pengajuan calon atau pernah berdomisili selama 10 tahun sejak berusia 17 tahun di provinsi yang bersangkutan
  2. Tidak menjadi pengurus partai politik sekurang-kurangnya 4 tahun yang dihitung sampai dengan tanggal pengajuan calon.

Dengan adanya Putusan Mahkamah Konstitusi terkait pokok perkara pengujian Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerbitkan Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

Dokumen yang harus disiapkan oleh Calon Gubernur / Bupati / Walikota & Wakil Jalur PARPOL untuk pendaftaran ke KPUD menurut Peraturan KPU No. 12 Tahun 2015, termasuk Calon Gubernur/Bupati/Walikota & Wakil Jalur INDEPENDEN (PERSEORANGAN).

Pemilihan Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah (Pilkada) serentak di bagi atas 3 GELOMBANG, yakni :

Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) serentak, GELOMBANG KE SATU telah berlangsung tgl. 9 Desember 2015, di 269 Daerah, terdiri dari, 9 Provinsi, 224 Kabupaten dan 36 Kota se-Indonesia.

Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) serentak GELOMBANG KE DUA akan berlangsung pada 15 Februari 2017 di 101 daerah, terdiri dari 7 provinsi, 76 kabupaten dan 18 kota se-Indonesia.

Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (pilkada) serentak GELOMBANG KE TIGA akan dilaksanakan Juni 2018 untuk yang Akhir Masa Jabatan (AMJ) tahun 2018 dan 2019.

Pemilihan Kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) SERENTAK secara NASIONAL baru akan digelar mulai Tahun 2027.

Untuk lebih jelas & detail-nya silahkan baca UU No.1/2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang, termasuk Peraturan turunan-nya yg diterbitkan oleh Instansi yang kompeten & berwenang.

Sebagaimana yg kita ketahui, persyaratan tsb di atas, lazim-nya disebut Persyaratan Administratif, sedangkan Persyaratan TEKNIS, seperti Uji kelayakan & kepatutan / kompetensitas / integritas / Mentalitas / Moralitas, bahkan Spiritualitas, tidak ada tolok ukur-nya,  pun Persyaratan (Hasil) Kinerja (Output & Outcome) tidak ada tolok ukur-nya, karena memang UU belum & tidak mengatur-nya.

Jadi KESIMPULAN-nya, jangan terlalu berharap akan terjadi Perubahan yang SIGNIFIKAN & MENDASAR dari seorang Pemimpim, dimana output & outcome-nya ada & terasa, terukur & teruji, serta didedikasikan dan bisa dinikmati oleh siapapun segenap anak bangsa (segenap lapisan masyarakat), pun semua permasalahan yang ada & terjadi akan dijelaskan dengan gamblang, terang-benderang, baik, benar & lurus serta tuntas.

Karena memang inilah Episode (paling berat) dari WOLAK WALIK  Zaman (Zaman KALABENDU), menuju ke Zaman KALASUBA (Zaman KEBAIKAN / KEEMASAN), mari kita menjadi saksi & dipersaksikan, dimana atas izin GUSTI ALLAH,  KEBENARAN ILLAHI akan ditampakkan, terbukti & Berjaya, “SURO DIRO JOYO DININGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI.

Hilang kutukan bumi dan angkara murka pun mereda diganti dengan Dharma Kesuma dan Keluhuran Budi.

Muncul manusia pilihan-NYA, kedatangan Pemimpin Baru yang tidak terduga (spt muncul secara gaib) yg orang menyebut-nya, Manusia Fenomenal, Sang Protagonis, Satrya Piningit (SP berbeda dgn Imam Mahdi).

Kadar gila anda dalam hubungan-nya dgn Blog Dongbud (Padepokan Mblegedez), adalah spt apa yg dimaksud item b, yakni terlanda perasaan sangat suka (gemar, asyik, cinta, kasih sayang).

Dimana tercermin dari seberapa sering & banyaknya postingan yang anda lakukan, apakah seperti peluru yang dimuntahkan oleh senapan otomatis ?

Pun materi-nya Postingan anda, seberapa nyeleneh-nya dan out of control-nya

GULA, GILA dan Blog Dongbud (Padepokan Mbelgedez) memang mengasyikan, tetapi….. jangan lupa & melupakan seberapa Normal-kah Anda memiliki-nya, dan….. karena masih banyak orang Waras disekeliling Anda…….

Berfikir positif, hidup teratur & bahagia, olah raga yang teratur serta menjaga asupan makanan yang “bersih” & bergizi merupakan tindakan pencegahan yang terbaik (Horizontal),  serta mensyukuri karunia & anugrah ILLAHI (Vertikal),  karena……. tindakan pencegahan adalah lebih baik daripada pengobatan.

Matur nuwun, smoga bermanfaat dan SELAMAT BER-AKHIR PEKAN…….

Rahayu Sagung Dumadi,

Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,

Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

 

akhirpekan

Halaman Khusus :  CATATAN KECIL DI AKHIR PEKAN (Kolom: “Pejalan”), sengaja di buat  untuk menampung CORETAN (tulisan) dibuat oleh Kang “Pejalan” di akhir pekan. Diusahakan terbit secara berkala setiap Jum’at sore, dan atau paling lambat Minggu pagi.

Tulisan akan di beri nomor dan tanggal, bermaterikan Aktivitas & Peristiwa sehari-hari Para Warga Anak Bangsa (Nusantara) baik Urban (Perkotaan), pun Rural (Pedesaan), Akulturasi & Kemajuan Zaman, sesuai dengan (pengetahuan) Empiris Penulisnya, dgn tetap berbasis (tidak meninggalkan & menanggalkan) BUDAYA & PERADABAN NUSANTARA  sebagai JATI DIRI BANGSA, sehingga diharapkan bangkitnya & terjaga-nya SEMANGAT KEBANGSAAN NUSANTARA (Persatuan & Kesatuan yg solid, PERBEDAAN-lah yg mempersatukan, dan PERSAMAAN-lah yg MERAWAT & MENJAGA-nya), yang akan mampu membawa Kita sebagai Anak Bangsa pada KEJAYAAN & KEMAKMURAN NUSANTARA – IBU PERTIWI – MERAH PUTIH – NKRI YANG LEBIH BESAR  & FENOMENAL  dibandingkan dengan  ERA MAJAPAHIT  DI MASA LALU.

Salah satu CIRI KHAS lainnya dari Halaman Khusus ini, Coretan (Tulisan) Kang Pejalan akan di susun MEMANJANG KE BAWAH, yg paling bawah adalah yg paling awal terbit, sedangkan yg terbaru (aktual) yg paling atas.

Dan Pengasuh Halsus ini (Kang “Pejalan”) hanya akan menyapa & menjawab Para Warga-nya  hanya di waktu Akhir Pekan saja, yakni Jum’at sore s/d. Senin pagi, sedangkan untuk Para Warga dan Para Alumni-nya  BEBAS di sembarang waktu untuk berkomentar ria.

Catatan Kecil di Akhir Pekan tsb, tidak menutup TULISAN dari Para Warga Blog Dongbud (Padepokan Mbelgedez), diambil dari Kolom Komentar-nya, yg menarik, bermanfaat dan memenuhi kriteria lain-nya (mencerdaskan, inspiratif, dsb.),  untuk juga di terbitkan baik di Kamar/Ruang lain Blog Dongbud (Otoritas Empu-nya Blog), maupun di Halsus :  Catatan Kecil di Akhir Pekan (Persetujuan Kang Pejalan).

Selamat membaca (dan berkomentar), serta berakhir Pekan.

Draft atau rencana topik tulisan “Catatan Kecil Akhir Pekan” untuk minggu depan (kurang-lebih)  :

  • Bermimpi(kah) Jika Memiliki Pemimpin Sekaliber Bung Karno, ataukah Oom Putin, ataupun Mas Jurgen Klopp.
  • Malas & Kemalasan Sebuah Tantangan dan Ujian ?
  • Sisi Lain (Disenting Opinion) Misteri Ksatrya Piningit dan Imam Mahdi Benarkah Kedua-nya Berbeda….?
  • Sisi lain Gelombang & Frekuensi Otak Manusia Teori & Empiris-nya.
  • Jangan Pernah Lupa & Melupakan Kerikil dan Kata Hati / Intuisi / Firasat….!

separator

Baca tulisan akhir pekan edisi lama

Advertisements

147 thoughts on “Halaman Khusus : Catatan Kecil di Akhir Pekan

  1. Selamat PAGI dan SALAM kepada
    @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
    @Para Pinisepuh;
    @Para Winasis-Waskita;
    @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
    Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Salam Sejahtra Oom WAGER@
    Ternyata Jum’at – Sabtu – Minggu DAN Senin – Selasa – rabu – Kamis BUKAN SAJA PEAK DAY (dlm berusaha / berbisnis), tetapi pula ITULAH NAMA-NAMA HARI……. Heheheee…….
    Keep on blogging, keep on shining ‘n always be grateful…….

    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
    Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

  2. Selamat PAGI dan SALAM kepada
    @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
    @Para Pinisepuh;
    @Para Winasis-Waskita;
    @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
    Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Salam Sejahtra kepada Oom WAGER@, pun Kang Beibe@

    Sebetulnya, bermimpi (bukan draft) Saya ingin menulis, jika ada waktu (takuuut di tagih Simbah Wager….. wakakaaakkk…….), diantara-nya :
    • Kompilasi & Resensi Catatan (Bermakna) Kang Beibe tentang Satrya Piningit (TOR Jangka Jayabaya, dll, dsb);
    • Elegi Nusantara, Episode : Majapahit – Galuh – Demak – Pajang – Mataram – Cirebon – Banten – Pajajaran dan Solo;
    • Sisi Lain Sultan Agung, Sunan Amangkurat I dan Pangeran Salingsingan.
    Smoga mimpi-nya menjadi kenyataan (sehingga bisa di publish).

    Tentang Kompilasi Wedaran SP oleh Kang BEIBE itu juga, jika mendpt IZIN dari-nya.
    Menurut OPINI Saya, Wedaran-nya MANTAP & STEAP AHEAD (di Blog Aki Gendeng, berbicara episode Pra-kemunculan-nya), sangat disayangkan BERLALU BEGITU SAJA, tdk ada komentar & lawan diskusi, apakah Wedaran-nya terlalu step ahead, sehingga stakeholder-nya ter-engah2..?
    Entahlah……, faktanya berlalu begitu saja (tak berbekas)…….

    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
    Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

  3. Selamat PAGI dan SALAM kepada
    @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
    @Para Pinisepuh;
    @Para Winasis-Waskita;
    @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
    Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Salam kepada Kang Sarang@
    Matur nuwun tlah mampir di Bilik Halsus : Catatan Kecil di Akhir Pekan.
    Smoga Panjenengan sehat-sejahtra, mulus-rahayu dan berkah-selamat….. Aamiin

    Monggo dicoba, Minuman Pagi Khas Padepokan, pun kepada Para Warga (dan Stakeholder) yg lain-nya :

    @Kang Sarang
    Smoga Saja ARTIKEL tsb bisa ter-realisasi, karena……. smoga dpt menambah wawasan, mawas diri & pre-emtif ke depan-nya (serta bermanfaat), agar dalam perjalanan (sejarah panjang) anak bangsa ini, tidak akan pernah terulang lagi ELEGI tsb (Prahara / Hukum Kausalitas / Tragedi Cakra Manggilingan), pun dlm bentuk kekinian di Zaman-nya.

    Dan tetap slalu COOL ‘N SMART (Eling lan Waspodo, cerdas, taktis & “piawai”), di ZAMAN KALABENDU ini, atau WOLAK-WALIK ZAMAN, dan atau ZAMAN YG PENUH “KEKACAUAN”, dan atau ZAMAN KEMUNAFIKAN (spt yg diuraikan di Nubuwat Jayabaya) sedang terjadi…….
    Jangan sampai ikut2an gila, atau tergilas, bahkan….. digilas….?
    Karena HUKUM SEMESTA (HUKUM ILLAHI) sedang berlangsung (REPOSISI).

    Saya sebetulnya sdh mengirim ke Meja Kerja-nya Simbah Wager Artikel untuk Catatan Keci di Akhir Pekan :

    ** Tgl. 7 April 2017 dgn Judul : TAK SELAMANYA MENDUNG ITU KELABU, DAN CERAH ITU CEMERLANG, TATKALA MENULIS ARTIKEL (HARUS) “TERHENTI.”

    ** Tgl. 17 April 2017 dgn Judul : EMPIRIS-NYA, TIDAK SEMUA-NYA & SELAMANYA “SILUMAN”, MAKHLUK DIMENSI LAIN CIPTAAN GUSTI ALLAH (MASIH) DESTRUKTIF & TERKUTUK, BENARKAH….?

    ** Dan Minggu ini akan Saya kirim Artikel dgn Judul “REPOSISI”

    Sukses slalu, dan Selamat BERAKTIVITAS…….

    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
    Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

    1. Selamat PAGI dan SALAM kepada
      @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
      @Para Pinisepuh;
      @Para Winasis-Waskita;
      @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
      Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

      Salam Rahayu juga Kang WARGA DONGBUD@
      Monggo pilih tempat yg nyaman di Padepokan, plus dinikmati Sajian Minuman Khas dari Padepokan (sepertinya Panjenengan tdk datang sendirian….. heheheee…..)

      Déjà vu Kang….?

      Rahayu Sagung Dumadi,
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
      Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

    2. Sugeng Enjang Kang Pejalan,..sedoyo sedulur..

      Dejavu sebagai peristiwa aneh dalam ingatan karena banyak sebab , sebagai kenyataan dan mistis sulit dinalar atau fungsi otak yang sedang terganggu…he he he.

      Masih menunggu dan ndeprok artikel baru Kang Pejalan..

    3. Salam utk warga dongbud,

      Tulisan terbaru Kang Pejalan dipastikan akan terbit hari Jumat malam, minggu ini. Seperti biasa, tulisan dipastikan akan sintal, kenyal, padat berisi, persis seperti penampakan …… susu tetangga simbah. Upfs…….. keceplosan salah ketik….

    1. Selamat SORE dan SALAM kepada
      @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
      @Para Pinisepuh;
      @Para Winasis-Waskita;
      @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
      Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

      ========================================

      Salam utk warga dongbud,
      Tulisan terbaru Kang Pejalan dipastikan akan terbit hari Jumat malam, minggu ini. …………….

      ==========================================

      Hhhaaa benarkah… ??

      Jum’at malam telah usai…., sekarang menuju ke Sabtu malam
      Heheeheee…….

      Salam untuk Simbah WAGER@
      Smoga tetap SEHAT wal AFIAT
      Sajian sore hari menjelang Malam Minggu, Khas Padepokan, monggo dicoba agar lebih semangat & optimis…….

      Keep on blogging, keep on shining ‘n always be grateful…….
      Rahayu Sagung Dumadi,
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
      Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

  4. Selamat MALAM dan SALAM kepada
    @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
    @Para Pinisepuh;
    @Para Winasis-Waskita;
    @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
    Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Salam kepada Kang ONO@
    Matur nuwun telah menyempatkan diri mampir di Kamar (Bilik) Halsus : Catatan Kecil di Akhir Pekan.
    Saya apresiasi keaktifan & postingan Panjenengan di Blog Dongbud (Padepokan Mbelgedez) yg berwawasan, melangit tetapi menginjak bumi & bermanfaat.

    Kita sama-sama belajar Kang…., saling mengingatkan dlm kebenaran, saling mengingatkan dlm kesabaran, saling mengingatkan dlm kemanfaatan, persatuan yg solid & welas asih (saling asah, saling asuh & saling asih).
    Sajian Minuman Malam Khas Padepokan, monggo dinikmati…….

    Keep on blogging, keep on shining ‘n always be grateful…….
    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
    Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

  5. Selamat MALAM dan SALAM kepada
    @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
    @Para Pinisepuh;
    @Para Winasis-Waskita;
    @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
    Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Salam kepada Oom WAGER@
    Berhubung minggu ini adalah LONG WEEK END (dan Halsus : Catatan Kecil di Akhir Pekan pernah vakum sktr 11 minggu), sbg USULAN bgmn Jum’at malam ini, Tgl. 21-04-2017 di publish Artikel : TAK SELAMANYA MENDUNG ITU KELABU, DAN CERAH ITU CEMERLANG, TATKALA MENULIS ARTIKEL (HARUS) “TERHENTI.”

    Sedangkan, Minggu mlm, Tgl. 23-04-2017 di publish Artikel : EMPIRIS-NYA, TIDAK SEMUA-NYA & SELAMANYA “SILUMAN”, MAKHLUK DIMENSI LAIN CIPTAAN GUSTI ALLAH (MASIH) DESTRUKTIF & TERKUTUK, BENARKAH….?

    Sedangkan untuk Jum’at mlm, Tgl. 28-04-2017 di publish Artikel : “REPOSISI”
    Yg Naskahnya sedang dituntaskan, paling telat Rabu mlm, Tgl. 26-04-2017 Saya kirimkan ke Meja Kerja Oom WAGER.
    Itupun jika Oom WAGER ada waktu untuk meng-edit-nya & menyetujui-nya……. heheheee…….
    Matur nuwun

    Keep on blogging, keep on shining ‘n always be grateful…….
    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
    Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

    1. salam untuk kang pejalan dan semua warga dongbud
      dan mbah wager selaku empunya rumah

      Reposisi ini kayaknya topik yang luar biasa….. untuk dibahas saat ini….

      Hujan dan kemarau saling bertukar posisi
      menang dan kalah saling bertukar posisi
      senang dan sedih silih berganti
      kepala jadi kaki

      perubahan ini seperti angin pancaroba
      menyeleksi mana yang mampu bertahan
      bertahan dalam godaan dunia
      dunia yang makin menyilaukan

      semua orang jadi bingung
      beruntung orang yang paham
      lebih beruntung lagi orang yang baik
      yang paling beruntung orang baik yang paham

      yang tersembunyi akan muncul
      yang terlihat akan sembunyi
      yang tertindas akan bebas
      yang jujur akan mujur

      waktunya makin dekat
      dan semakin mendekat
      semoga masih bisa tobat
      sebelum maut menjemput

    2. Selamat PAGI dan SALAM kepada
      @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
      @Para Pinisepuh;
      @Para Winasis-Waskita;
      @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
      Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

      Salam Rahayu Kang MUMPUNG SEPI@
      Matur nuwun telah mampir (dan memposting) di Halsus : Catatan Kecil di Akhir Pekan.
      INTUISI (dan Kecerdasan INTELEKTUALITAS) Panjenengan huebat…., ber-komentar ( dan bahkan resensi) tentang Artikel the next, yakni “REPOSISI”

      Kata “REPOSISI” ini Saya dpt dari ILHAM, tatkala Saya Mandeg menulis Artikel serta……. Saya prihatin & bersedih karena melihat kondisi realitasnya dalam berkomunitas (bermasyarakat), berbangsa & bernegara, seolah-olah KEBAIKAN itu terhempas oleh KETIDAK-BAIKAN, seolah-olah KEBENARAN itu terkalahkan oleh KETIDAK-BENARAN, seolah-olah KEJUJURAN itu terlindas oleh KEBOHONGAN & HIPOKRITISASI, eksistensi PERSATUAN YG SOLID terkoyak oleh EGO, NAFSU, ARTIFICIAL, KEMUNAFIKAN, KESERAKAHAN & KEPENTINGAN GOLONGAN, PARTAI & KEPENTINGAN EKONOMI.

      Pada umumnya berebut….., berebut harta (materi), tahta (kekuasaan) dengan segala cara, dan merasa (golongan/rezim) paling benar, NILAI NILAI AJARAN LUHUR (Budi Pekerti & Dharma Kesuma) Warisan Leluhur Nusantara tak berdaya, bahkan….. luluh lantak, teringat Jangka Prabu Jayabaya akan ZAMAN KALABENDU – WOLAK-WALIK ZAMAN (ZAMAN KEKACAUAN – ZAMAN KEMUNAFIKAN) yang tengah berlangsung ini.

      Materi Artikel “REPOSISI” ini cukup luas, meliputi hidup & kehidupan KHUSUSNYA MANUSIA YG BERADA & TINGGAL DI PLANET BUMI INI, pun makhluk dimensi lain Ciptaan Gusti Allah yang berada & tinggal baik yg di bumi, di atas bumi (langit) serta di dalam air & di dalam bumi, termasuk bumi (tanah), air, api, angin & lingkungan hidup beserta semesta (yg posisi-nya berada di dlm trompet-nya Malaikat Israfil).

      Cukup sekian dulu BOCORAN MATERI Artikel “REPOSISI” di Halsus : Catatan Kecil di Akhir Pekan yg akan datang.
      THE LAST BUT NOT LEASE….., Saya hanyalah petugas (diantara banyak petugas) menyampaikan apa yg diperintahkan oleh LANGIT (Gusti ALLAH), pun dari LELUHUR NUSANTARA.

      Semoga (atas qudrat & iradat GUSTI ALLAH) KEBENARAN ILLAHI akan segera ditampakkan, terbukti & Berjaya, “SURO DIRO JOYO DININGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI.
      “MAJULAH, JAYALAH & MAKMURLAH NUSANTARA, IBU PERTIWI, MERAH-PUTIH, NKRI.”

      Matur nuwun,
      (Saya brangkat kerja dulu ke lapangan).

      Rahayu Sagung Dumadi,
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
      Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

  6. Salam hormat…

    Sugeng ndalu..

    Seperli bulatan ,bundar atau lonjong elip…dimana muatan negatif positif di ujungnya masing masing dan muatan netral di tengahnya dan berangkai menjadi bentuk keseimbangan dan terbentuknya sifat suatu benda atau energi….

    Tidak beda dengan tubuh jasad atau jiwa kita , dimana sifat sifat lengkap sudah ada didalamnya , seperti filosofii budaya jawa wayang kulit ,sifat mereka bila digulung mereka disimpan dalam kotak ,seperti mati dan bila digelar akan memenuhi layar/kehidupan, bila dijalankan dalang maka para wayang itu menjadi hidup…

    Kebenaran adalah nilai dari suatu hasil dalam perbuatan , ada aksi reaksi dan saksi , suatu nilai yang sudah dibuktikan dalam suatu peristiwa…
    Jiwa merdeka mungkin seperti burung yang lepas dari kurungan yang sempit dan jahat…jiwa yang tidak lagi terjerat dengan unsur unsur jasad,,jiwa yang merdeka dari belenggu keduniawian, jiwa yang sebenarnya berdiri sendiri meskipun bersatu dalam tubuh/kurungan….

    1. Ketika sifat sifat itu bangun maka akan tampak ,siapa dan apa mereka…jahat atau baik ??dan jiwanya entah bagaimana ,tersiksa atau damai??

      Ketika jasad telah tertidur pulas …entah bagaimana jiwa nya…entah kemana pergi dan tidurnya sifat sifat itu…

  7. Catatan kecil ku spt pejalan, berjalan ke yogyakarta ditemeni budak janggotan (biar spt cerita uws memakai nama bj), lagi mumpung kesana, mampir ziaroh ke leluhurku di Imogiri, apa yg diperoleh disana ya sy kumpulkan, sy gk gila harta, krn dpt cindra mata 5 lembar mata uang ringgit plus pusaka “suropati” yg ini justru dari pangeran diponegoro leluhurku (barang2 spt ini dijaman ini mungkin sdh dibuang, sebaliknya sy pungut, suatu sy perang dunia ketiga terjadi buat benteng NKRI hi3 lucu lah kok keris bs spt itu (alat membentengi dari krisis dan bencana) sptnya tak mungkin
    Lalu lanjut ke kota gede, ke leluhurku panembahan senopati, bukan gila harta ttp krn dikasih cindramata berupa uang babon 10 lembar gambar raja arab, plus pusaka, ya sy bawa aja, nanti untuk penelitian di rumah, harus bgmn langkah selanjutnya. Ini catatan kecil perjalanan kusimpan disini

    1. Iya kenapa?aya naon?itu kok kecelakaan terus?musibah ya? Terus Kim jong un kan si pemuda gendut yang mencari gara gara dan memimpin war di blok nya…hahaha…,itu gunung sinambung kok mau nya meledak aja?xixixixi

    2. Gunung sinabung, asalkata dari siapa yg nabung atau tabungan, entah itu tabungan uang (jaman sekarang tahunya ya tabungan yg ditabung itu uang) atau mungkin tabungan karma, yg segera akan diambil oleh orang2 sing nabung (gunung sinabung, dununge tabungan), bisa juga spr itu otak atik gathuk

    1. Pemuda gendut menurut uws itu org2 yg banyak duit shg bisa beli tanah berhektar2 (bisa juga org asing berduit yg bs menguasai lahan2 produktif krn diberi jalan oleh yg berkuasa (setiap presiden yg terus berganti) memberi utangnya tp tak mau pergi spt benalu, sehingga mengakibatkan harga tanah semakin mahal harganya shg org2 ekonomi kecil tidak punya tanah krn tanah telah dikuasai oleh pemuda gendut. Ributlah penguasa baru yg baru terpilih oleh rakyat krn semua tanah sdh diborekan (di agunkan) untuk jaminan ngutang oleh penguasa yg lalu, lalu kemudian yg baru berkuasa dan org2 ekonomi kecil yg sulit ekonominya mencari budak angon yg banyak duitnya (kok bisa budak angon banyak duitnya?) krn cerita uws ya spt itu spt mahdi yg akan membagikan harta perbendaharaan yg berlimpah ruah? mrk mencari budak angon, akan tetapi ba telah pergi ke lebak cawene bersama bj membuka lahan baru,, spt itu cerita uws

    2. Coba aja buka mata mu liat peta lokasi tambang2 minyak bumi dsb, sdh dibor oleh bendera asing tinggal ambles dan hilangnya aja pulau tempat tinggalmu, mrk bendera asing tak mau pergi dari lahan tsb, sementara pribumi tdk bs apa2, itu krn ulah penguasa yg lalu dan sekarang yg lg berfikir yg mana lg yg akan dijual,,, sementara di grup ini kita mendengar harapan warga untuk segera kiamat, krn makan pun susah atau berharap ada keajaiban untuk negri ini

  8. Negeri yang suka ngebor negeri ini , harus di bor dengan kekuatan alam…
    Penguasa terdahulu yang rakus /koruptor dan tidak lurus akhirnya di bor hidupnya…tidak damai,

    1. perasaan yg ngebor di kalimantan itu banyak yg pribumi. sampe bisa nyalon wagub, capres segala. apa beliau2 itu termasuk juga nul?

  9. Selamat pagi warga dongbud,
    Selamat pagi kang Pejalan,

    Tulisan akhir pekan “terbaru” diterbitkan hari ini. Sedikit menyimpang dari kebiasaan tentu saja karena terbitnya bukan di akhir pekan. Tapi mau apalagi, simbah takutnya kalau tidak diterbitkan sekarang, nanti delay alias kelupaan lagi. Maklum penyakit pikun sudah mulai kambuh.

    Yang jelas, topik bahasan akhir pekan kali ini sangat menarik dan sepertinya merangsang untuk dikomentari. Selamat membaca dan berdisikusi.

    wager

  10. Teringat Quote Sesepuh Blog Dongbud, Kang Bala(ne)dewa, bahwa……. Bona fide : asli, riil , valid. (kamus ‘Oxford’ ) Dongbud kan sejak dari sono nya tidak pernah …pura2 riil, asli. Di blog ‘nyleneh’ ini diperlukan ke …ahlian khusus, keahlian untuk memahami yang abal2, yang mbelgedes………..

    :::::::::::::::::::
    Salut dan nuwun untuk Akang atas kejelian dan jerih payah mengumpulkan quote2 menarik dan kreatif dari para rekan dan sesepuh.

  11. Selamat Sore
    Salam Mbah Wager
    Kang Pejalan
    Semua warga DongBud
    Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

    Saya ikut ndeprok mendengarkan dan membaca artikel dari Kang Pejalan
    yang selalu menarik :).
    entah mengapa saya selalu megalami dejavu dengan artikel artikel dari Kang Pejalan.
    juga mengenai isi dan pesan yang disampaikan akang tentang artikel EMPIRIS-NYA, TIDAK SEMUA-NYA & SELAMANYA “SILUMAN”, MAKHLUK DIMENSI LAIN CIPTAAN GUSTI ALLAH (MASIH) DESTRUKTIF & TERKUTUK, BENARKAH….?
    memang untuk “Cap” destruktif dan terkutuk itu menjadi wewenang dari Gusti Allah (maaf, mungkin tidak begitu luas pengetahuan saya). mungkin lebih sederhananya saya memberi label dengan warna, Merah, Kuning Hijau Putih dan Hitam. tetap saja semuanya adalah ciptaan Tuhan. dan apapun warna mereka tetap mempunyai manfaat dan dapat membantu untuk tujuan baik. karena saya juga pernah di hadapkan pada situasi yang berhadapan dengan mahluk yang berlabel merah. dari kasus ini, mahluk lain yang berlabel merahlah yang bisa membantu menyelesaikan urusan itu. dan (kebetulan atau tidak, karena saya tidak begitu paham hal seperti ini), saya dibantu dengan mahluk yang berlabel merah agar tidak di ganggu.

    sepertinya ga nyambung ya kang hehehe.. monggo dilanjut, saya ndeprok lagi kang :p

    Rahayu n keep on shinning

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s