Halaman Khusus : Catatan Kecil di Akhir Pekan

separator

KOLOM  “Pejalan,” No. 4, Tgl. 30 Desember 2016

sembah“BEKERJA CERDAS, PERFEKSIONIS & IDEALIS”  YANG MENTOK DI AKTIVITAS & KEHIDUPAN LAZIMNYA

Masih terngiang-ngiang di telinga saya, ucapan Sahabat, (yang mengingatkan bahwa orang lain berbeda & kamu tidak normal), bahwa di WOLAK WALIK Zaman (Zaman KALABENDU) sulit menemukan orang yg seperti-mu (maaf bukan-nya tendensius), karena “kamu terbiasa melaksanakan setiap aktivitas-mu baik sehari-hari, pun bekerja dgn standar tinggi  serta  memakai cipta-rasa,” , sedangkan orang lain (dan atau yang bekerja kepada-mu) memakai standar yg biasa-biasa saja, pada lazim-nya & formalitas, sedangkan kamu memakai standar yg excellent (bekerja cerdas, perfeksionis & idealis). 

Ucapan tsb saya akui & amini, tetapi….. sulit rasa-nya jika bekerja (beraktivitas) yang sudah terbiasa memberikan yang optimal, berkualitas & berestetika, diturunkan menjadi yang lazim-nya, karena seperti-nya sudah menjadi bagian dari hidup (way of life).   Dalam setiap ber-aktivitas & bekerja cenderung bekerja  cerdas,  perfeksionis & idealis, sedangkan realitas-nya di aktivitas kehidupan lazim-nya (cenderung)  formalitas & standar umum.

Bukan berarti tanpa kekurangan, kelemahan dan atau kesalahan, tetapi…..  slalu, dan slalu belajar setiap saat, serta segera memperbaiki-nya  jika ada & terjadi dari setiap kekurangan, kelemahan dan atau kesalahan, dengan meminimalisasi-nya serta terjaga dgn tindakan antisipatif (pre-emtive,  preventive &  repressive).

Terminologi (menurut opini saya) Bekerja Cerdas, Perfeksionis & Idealis adalah :  Bekerja dgn segenap pikiran-nya, hati-nya & jiwa-nya, dengan perencanaan (blueprint), strategi & skenario secara optimal, berkualitas & berestetika baik dlm proses (disiplinitas, berintegritas/berdedikasi, bermetodologi & pendekatan, obyektif, bervaliditas, transparan & akuntabilitas), pun dalam output & outcome-nya tdk saja dalam arti, fungsi & makna-nya serta estetika-nya tetapi pula efektif, efisien & tuntas (terukur & teruji).

Kenapa bisa begitu….?

Mungkin ini talenta, frame of references,  dan tempaan hidup, serta rasa tanggung Jawab (jika saya mampu berproses serta menghasilkan output & outcome yg optimal, berkualitas & berestetika, kenapa tidak dilaksanakan….?), oleh karena itu lazim-nya orang yg bekerja dgn saya seringkali ter-engah-engah dan atau kejang-kejang (menurut istilah Empunya Blog, Oom Wager), dan….. di Zaman Modern yang Serba Instan (dan Zaman Kalabendu)  ini,  faktualnya sulit & kesulitan menemukan Partner dan atau Staf yg bekerja seperti tsb di atas.

Sedangkan di “dunia lain-nya”, realitas-nya, ternyata lazim-nya (cenderung) bekerja formalitas & pada lazim-nya.

Saya tidak berkehendak memberi contoh-nya, karena jika nanti ada yang tersinggung & tidak terima, maka bisa dituntut secara hukum, dgn laporan (tuntutan) melakukan perbuatan pencemaran nama baik dan atau perbuatan tidak menyenangkan….?

Dan kenapa saya menulis Artikel seperti  Judul tsb di atas….?

Karena untuk menghindari  misunderstanding & misconception (serta sebagai bahan renungan, intropeksi & evaluasi), dimana saya tidak menyudutkan pribadi seseorang ataukah lain orang (jika merasa), tetapi KINERJA-nya (Output & Outcome-nya), dan aktualisasi JANJI-nya, serta SUMPAH-nya jika Dia & Mereka  seorang Pemimpin yang menerima AMANAH secara HORIZONTAL & VERTIKAL, baik itu di Tingkat Kelurahan, di Tingkat Kabupaten, di Tingkat Kota, di Tingkat Provinsi, bahkan di Tingkat Nasional, dimana TULISAN ini paling tidak sebagai INCEPTION ARTICLE, jika kelak nanti (rencananya minggu depan) menulis ARTIKEL tentang PEMIMPIN & KEPEMIMPINAN.

Dan DUKUNGLAH kepada Para PEMIMPIN yg bekerja dgn segenap pikiran-nya, hati-nya & jiwa-nya & kinerja-nya

(disiplinitas, berintegritas/berdedikasi, bermetodologi & pendekatan, obyektif, bervaliditas, transparan & akuntabilitas), pun dalam output & outcome-nya tdk saja dalam arti, fungsi & makna-nya serta estetika-nya tetapi pula efektif, efisien & tuntas (terukur & teruji).

Atau dgn kata lain DUKUNGLAH PEMIMPIN yang bekerja cerdas, perfeksionis & idealis (tanpa tendensi, tanpa artificial & tanpa transaksional, bahkan… outsmart, outwit & outfox), sehingga melahirkan (adanya) TRUST, slalu merawat & mengaktualisasikan KEBERSAMAAN & KESETARAAN, slalu menjaga & melaksanakan KEDAULATAN & FREEDOM FROM FEAR (KEAMANAN & KENYAMANAN), KEBENARAN & KEADILAN, yang menimbulkan DIGNITY, SENSE OF EXCITED, SENSE OF PROUD & SENSE OF BELONGING kepada yang dipimpin-nya, bahkan…….  SENSE OF LOVING, karena output & outcome-nya ada & terasa, terukur & teruji, serta di dedikasikan dan bisa dinikmati oleh siapapun (segenap lapisan masyarakat), serta (akan sedikit-banyak) meringankan kompleksitas & beban berat rakyat-nya di kehidupan sehari-hari di WOLAK WALIK Zaman (Zaman KALABENDU) ini.

Dan jangan lupa & melupakan Pesan Leluhur Nusantara, diantara-nya ELING LAN WAPODO;  NGUNDUH WOHING PAKERTI (Orang akan memetik hasil atas perbuatan-nya sendiri) serta HUKUM (SEMESTA) KAUSALITAS.

The last but not least :

“Tidak ada KESALAHAN yang benar-benar SALAH, dan tidak ada KEBENARAN yang benar-benar  BENAR, jika PERSPEKTIF-nya adalah MANUSIA ?   Karena PERSPEKTIF yang MENGETAHUI SEJATI-nya KESALAHAN dan KEBENARAN secara MUTLAK hanyalah GUSTI ALLAH, SANG MAHA PENCIPTA DAN SANG MAHA SEMPURNA”

Majulah dan Berjayalah Nusantara – Ibu Pertiwi – Merah Putih – NKRI.

Matur nuwun, smoga bermanfaat dan SELAMAT BER-AKHIR PEKAN…….

Let’s be smarter,
let’s be earlier,
let’s be faster ‘n
let’s be doing better…….

Rahayu Sagung Dumadi,

Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,

Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

separator

KOLOM  “Pejalan,” No. 3, Tgl. 23 Desember 2016

sembahTERJAGANYA KESEIMBANGAN YANG PROPORSIONAL & PROFESIONAL, SERTA TERWUJUDNYA SINERGITAS & HARMONISASI / KESERASIAN DIANTARA BERBAGAI KECERDASAN ANUGRAH ILLAHI.

Tulisan ini di buat untuk melengkapi Artikel Minggu kemarin No, 2 Tgl.  Desember 2016 tentang Kecerdasan Intelektualitas, untuk menghindari misunderstanding & misconception, bahwa tidak hanya mendewakan  kecerdasan intelektualitas, semua kecerdasan yg dimiliki manusia (anugrah ILLAHI) sama penting-nya, sebagai SATU KESATUAN YANG UTUH, TIDAK TERPISAHKAN dan SALING MELENGKAPI, yg membedakan-nya adalah FUNGSI & PROSENTASE-nya sesuai dgn PERAN-nya, PERAN PENCIPTAAN-NYA, atau dgn kata lain INTEGRAL. LINIER, TERJAGA KESEIMBANGAN YANG PROPORSIONAL & PROFESIONAL serta TERWUJUDNYA SINERGITAS & HARMONISASI (KESERASIAN).

Secara garis besar & singkatnya, berbagai Kecerdasan (mewakili) akan disinggung sekilas sebagaimana dimaksud di bawah ini :

  • Kecerdasan INTELEKTUALITAS.

Kecerdasan Intelektualitas, sering disebut Intelligence Quotient (IQ), merupakan ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika, dan rasio seseorang, dimana IQ berhubungan dgn penalaran (berfikir), yang merupakan kecerdasan otak untuk menerima, menyimpan, dan mengolah informasi menjadi fakta.

Intelligensi adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara logis, terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif (Marten Pali, 1993).

  • Kecerdasan EMOSIONALITAS.

Kecerdasan Emosionalitas, sering disebut Emotional Intelligence (EQ), merupakan kemampuan mengenali perasaan dirinya sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi dirinya  sendiri, serta kemampuan mengolah emosi dengan baik pada dirinya sendiri dan orang lain.

Berbagai Pendapat dari Para Akhli tentang Kecerdasan Emosionalitas (Emotional Intelligence / EQ) :

Kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri, perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik, dan berhubungan dengan orang lain (DANIEL GOLDMAN).

Kemampuan mengindra, memahami dan dengan efektif menerapkan kekuatan,ketajaman, emosi sebagai sumber energi, informasi, dan pengaruh (COOPER & SAWAF).

Bertanggung jawab atas harga diri, kesadaran diri, kepekaan sosial, dan adaptasi sosial (SEAGEL).

  • Kecerdasan SPIRITUALITAS.

Kecerdasan Spiritualitas, sering disebut Spiritual Quotient (SQ), merupakan kemampuan jiwa, sukma dan ruhaniah  yang dimiliki seorang individu untuk mengenal, memahami &  membangun diri-nya secara utuh, integral & linier baik secara horizontal, pun vertikal, melalui berbagai  aktivitas & aktualisasi-nya secara positif, konstruktif & bermanfaat, serta mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi-nya, baik secara arti, fungsi pun MAKNA-nya, serta memiliki FLEKSIBIITAS & KEARIFAN dalam menghadapi & menyelesaikan berbagai masalah secara baik, benar, lurus & bertanggung jawab dalam  hidup & kehidupan, berkomunitas, berbangsa pun bernegara.

Dengan melakukan kontemplasi, MEMUDAHKAN & bisa intropeksi diri, identifikasi diri & evaluasi diri, sehingga menemukan, mengenal & memahami jati diri-nya serta makna hidup & kehidupan yang sebenar-nya & sejati-nya.

Kecerdasan Spiritualitas (SQ) nampak pada aktivitas sehari-hari, seperti bagaimana cara bertindak, memaknai hidup & kehidupan, serta  menjadi orang yang lebih arif & welas asih dalam berbagai hal.

Memiliki Kecerdasan Spiritual (SQ) berarti memiliki kemampuan untuk bersikap fleksibel, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, lingkungan hidup, bahkan sesama makhluk astral dimensi lain & semesta. serta mampu mengambil pelajaran dari setiap kejadian dalam hidup & kehidupan-nya, pun berkomunitas, berbangsa & bernegara.

  • Kecerdasan RELIGI.

Kecerdasan Religi, merupakan kemampuan yang dimiliki seorang individu baik secara Kecerdasan Intelektualitas dan Kecerdasan Emosionalitas (Syariat), pun Kecerdasan Spiritualitas (Tarekat, Hakekat & Marifat), dimana ada kemiripan & kesamaan dgn Kecerdasan Spiritualitas.

  • Kecerdasan RAGA.

Kecerdasan Raga, merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seorang individu untuk memenej, merawat & menjaga raganya (tubuhnya), sehingga mengerti & memahami “bahasa tubuh” dalam diri-nya, yang berhubungan dgn KESEHATAN RAGA-nya (TUBUH-nya) & HIDUP SEHAT secara utuh & integral.

  • Kecerdasan PANCA INDRA.

Kecerdasan Panca Indra, merupakan kemampuan yang dimiliki seorang individu (lazim-nya talenta / bawaan lahir) untuk meng-optimalkan kemampuan Panca Indra-nya, lazim-nya Indra Penglihatan, Indra Pendengaran & Indra Penciuman yang Supranatural (di luar kelaziman), yang bisa mengetahui / berkomunikasi / berhubungan dgn sesama makhluk astral dimensi lain, dimana orang menyebut-nya sebagai Indra ke 6.

  • Kecerdasan VERBAL (BERKOMUNIKASI / BERBAHASA SECARA LISAN).

Kecerdasan Verbal (Berkomunikasi/Berbahasa Secara Lisan), merupakan kemampuan seorang individu yang berhubungan dengan membaca, berkomunikasi, berdiskusi, bercerita,  berbahasa secara lisan & mengekspresikan-nya, baik dengan kosa kata yang penuh makna / tersirat / sanepan / siloka, pun secara kosa kata yang singkat, padat, jelas, lugas  & efektif.

  • Kecerdasan TULISAN (BERBAHASA SECARA TERTULIS)

Kecerdasan Tulisan (Berbahasa Secara Tertulis), merupakan kemampuan seorang individu yang berhubungan dengan membaca, berkomunikasi, bercerita, berbahasa secara tertulis (tulisan) dan mengekpresikannya dalam tulisan secara baik & piawai, baik dengan kosa kata yang penuh makna / tersirat / sanepan / siloka, pun secara kosa kata yang singkat, dan….. bahkan bisa menghasilkan Karya Tulis, baik berupa Karya Sastra, pun Karya Ilmiah dll, dsb.

  • Kecerdasan BERTINDAK (dan BERKARYA).

Kecerdasan Bertindak (dan Berkarya), merupakan kemampuan seorang individu untuk berkreativitas memenej,  memimpin, dll, bahkan berkreativitas menghasilkan sesuatu penemuan – penemuan dalam bidang ilmu pengetahuan, sains & teknologi, serta semua bidang dalam usaha lain-nya.

Secara umum kita dituntut untuk berfikir & bertindak  secara logis  & faktual (Kecerdasan Intelektualitas), walaupun Kecerdasan Intelektualitas (Otak Manusia) yang menjadi Motor & Pusat Kendali Raga di Dunia Realitas ini (karena,   jika Otak tak berfungsi / mati, maka usai-lah hidup manusia di dunia fana ini), tetapi jangan pernah melupakan & meninggalkan kecerdasan2 lain-nya (anugrah ILLAHI), diantara-nya Kecerdasan Emosionalitas, Kecerdasan Spiritualitas, Kecerdasan Religi, Kecerdasan Raga, Kecerdasan Panca Indra, Kecerdasan Verbal, Kecerdasan Tulisan & Kecerdasan Bertindak (dan Berkarya),  karena……. di luar sana dlm hidup & kehidupan berkomunitas, pun berbangsa & bernegara di WOLAK WALIK ZAMAN (ZAMAN KALABENDU) ini terdapat jebakan, perangkap, hasutan, provokasi, infiltrasi, proxy war (asymmetric war) dimana KECERDASAN POLESAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCY) yg bertendensi, berpamrih, bahkan….. berstrategi & bertransaksional.

Kenali & pahamilah seutuh-nya & integral siapa diri-mu, siapa diri kita, siapa dia, dan siapa mereka (5W + 1H).

Siapa-pun dia dan mereka adalah MANUSIA (biasa) yg memiliki KEKURANGAN, pun KELEBIHAN, yang memiliki KELEMAHAN, pun KEKUATAN.

Apakah KEKURANGAN-nya tsb di EKSPOSE berbanding lurus dgn KELEBIHAN-nya..?

Bagaimankah PROSENTASI REALITAS-nya antara PRESTASI dan WANPRESTASI-nya..?

Apakah di urai (dan di breakdown) secara transparan, akuntabilitas, validitas dan komprehensif..?

Pelajari & Analisis REKAM JEJAK dia & mereka, (sebelum-nya & setelah-nya) agar kita tdk terjebak, tersesat & terperangkap atas dia & mereka,  yg gencar  Proxy war dgn memakai KECERDASAN POLESAN (Artificial Intellegency) yg bertendensi, berpamrih, bahkan….. berstrategi & bertransaksional.

Karena Proxy War (Asymmetric War) sedang terjadi di Negeri ini (pun dibelahan dunia/negeri lain), dan BRUTUS BRUTUS  ala Nusantara yg berkeliaran & sedang berpesta pora memakai KENDARAAN Reformasi, Demokrasi, bahkan atas nama HAM & Religi….?

Seperti halnya di Nubuat Jangka jayabaya, (diantara-nya) bahwa…….., sungguh mereka-mereka itu telah melampaui batas & sengaja mengingkarinya Hukum Semesta (Hukum ILLAHI), oleh karena itu satu-satunya KEBENARAN yang tidak bisa  DIBANTAH (dan dituntut secara Hukum Positif / buatan Manusia) & TIDAK TERBANTAHKAN adalah….. KEBENARAN / HUKUM  ILLAHI, yg di bawa oleh Malaikat Bumi & Malaikat Langit melalui punishment (on going….. dan datang-nya tdk terduga serta disaat-saat manusia lengah…..).

ELING LAN WASPODO itulah NASIHAT yg slalu di wanti2 (pepeling) oleh Para Leluhur Nusantara kepada Anak-Cucu-nya, termasuk pepeling APA YG TERLIHAT, ITULAH YG TERSEMBUNYI, sebagai “SASTRA JENDRA HAYUNINGRAT” (sastra tanpa wujud, papan tanpa tulis, tulis tanpa papan).

Teringat QUOTE  Sang EMPU-nya Blog (Simbah WAGER) : ……. SELAMAT DATANG di blog abal-abal dongeng budaya (dongbud). Satu-satunya rumah dimana malaikat, setan, orang waras dan orang gila bisa duduk, ngobrol, ngopi ataupun tidur bersama tanpa masalah.

Naahh….. kebebasan & pilihan  ada di Pihak ANDA, mau memilih seperti MALAIKAT-kah.., seperti setan-KAH.., menjadi ORANG WARAS-kah.., atau menjadi ORANG GILAKAH…??  Heheheee……….

Pun QUOTE (Kang JS, sesepuh blog dongbud / padepokan mbelgedez) :

Banyak hal aneh di blog ini ataupun di dunia luar sana. Suka atau tidak suka, paham atau tidak paham adalah wajar. Kalau ngerti ya manggut manggut (saja), kalau tidak paham yaa diabaikan dari pada ikut jadi ANEH  dan EDAN……. Heheheee……….

Pergunakanlah berbagai KECERDASAN KECERDASAN yg kita miliki (Anugrah ILLAHI) dengan PROPORSIONAL & PROFESIONAL serta Ber-SINERGITAS & Ber-HARMONISASI (secara HORIZONTAL), termasuk tidak melanggar Norma Hukum Positif / NKRI, dan (secara VERTIKAL) patuh & tunduk kepada HUKUM ILLAHI, serta memohonlah kapada GUSTI ALLAH dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya, karena……. hanya kepada GUSTI ALLAH-lah sebaik-baiknya tempat memohon PERTOLONGAN & PERLINDUNGAN-NYA, agar kita SELAMAT & TERSELAMATKAN di WOLAL WALIK Zaman (Zaman KALABENDU) ini.

Dan……. BERSYUKURLAH & BERBAHAGIALAH karena KELAK PADA SAATNYA TIBA, di mana kebenaran ILLAHI akan terbukti & berjaya: “SURO DIRO JOYODININGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI” dan atau dgn kata lain,  Semua angkara murka & tindak kejahatan akan kalah dengan dharma kesuma & keluhuran budi….. Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

Keep on blogging, keep on shining ‘n always be grateful…….

Matur nuwun, smoga bermanfaat dan SELAMAT BER-AKHIR PEKAN…….

Rahayu Sagung Dumadi,

Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,

Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

separator

 

KOLOM  “Pejalan,” No. 2, Tgl. 9 Desember 2016

sembahAKAL SEHAT/KECERDASAN INTELEKTUALITAS

(CERMAT, SEKSAMA, KRITIS, KREATIF, KONSTRUKTIF & REALISTIS)  

YG DIKALAHKAN OLEH KEDANGKALAN BERFIKIR, KECEROBOHAN, AMBISI & KESERAKAHAN

Waktu terasa begitu cepat berlalu, dan (dgn menguber deadline)….. sesuai komitmen Saya akan merelease 1 Artikel di setiap akhir pekan, sejujurnya coretan (tulisan) DI AKHIR PEKAN ini, Saya agak kesulitan memberi JUDUL…., sehingga (nuwun sewu) Judul-nya pun kepanjangan (atau menurut ISTILAH EMPU-nya Blog, SIMBAH WAGER membaca-nya ter-engah-engah alias sesak nafas……. Heheheee…..,), dan URAIAN-nya pun relatif panjang karena mengupas (sedikit banyak) tuntas, serta…..  tidak bermaksud MENGGURUI, dlm artian : MENGAJARKAN BERENANG KEPADA BEBEK, DAN MENGAJARKAN TERBANG KEPADA BURUNG, tetapi….. hanya sekedar share (empiris-nya) dlm hidup & kehidupan, disamping…..

KELEBIHAN-MU adalah KEKURANGAN-KU, dan KELEBIHAN-KU  adalah KEKURANGAN-MU, serta the last but not least….. MUMPUNG SAYA ADA & BERADA di Blog Tercinta ini, Blog Dongbud (Padepokan Mbelgedez), karena jika Simbah Wager RESIGN, Saya otomatis (tanpa kecuali) RESIGN juga, sesuai komitmen Saya.

Coretan (tulisan) DI AKHIR PEKAN ini akan berkisah (empiris-nya)  tentang “mereka” yang tersesat, terjebak, tergelincir, bahkan….. terjerembab  oleh “Para Spiritualis,” dimana Penulis tdk menganggap secara general, tetapi sebagian dari “Para Spiritualis”  yang mana (sering) terjadi di tengah kehidupan masyarakat bangsa Indonesia hingga kini.

Maksud dan tujuan Penulis adalah sebagai bahan renungan/intropeksi/evaluasi/warning,  agar kita senantiasa ELING LAN WASPODO di ZAMAN KALABENDU**)  ini, sehingga kita tidak tersesat, terjebak, tergelincir bahkan….. terjerembab serta SELAMAT & TERSELAMATKAN baik di dunia fana, pun di akhirat (di kehidupan lain alam/alam keabadian).

Yang sedang heboh dewasa ini yakni tentang Sepak terjang Kanjeng Dimaz Taat Pribadi dlm kaitan-nya dgn “penggandaan uang,” dan  yang lain-nya (di luar KD Taat Pribadi), yakni tentang “harta amanah,” bahkan….. penarikan harta karun.   Sebagian orang apakah itu rakyat jelata, kaum marginal, kelas menengah, bahkan orang intelektualitas (dan pejabat) bisa diperdaya oleh “Para Spiritualis” bersama kaki tangan-nya yg abal-abal alias geje ataukah yg menyimpang dari AKAL SEHAT, bahkan menggerus (dan merusak) akidah & keimanan  seseorang.

Kompleksitas-nya hidup & kehidupan dewasa ini, baik sbg individu, komunitas, pun berbangsa & bernegara, dimana di satu sisi keaneka ragaman tuntutan hidup,  mahalnya biaya hidup, kompetisitas Dunia Usaha semakin ketat, bahkan eksklusivitas, di sisi lain kondisi ekonomi & perekonomian yg liberal, yg tak memihak kaum rakyat jelata & kaum marginal, (cenderung) tak berkeadilan & ber-kesetaraan, Pemerintah yg (cenderung) asyik dgn diri-nya sendiri, golongan-nya dan partai-nya, mendorong individu yg kepepet krn hutang-piutang, dll, dsb,  untuk melakukan jalan pintas yg instant dan atau terobosan yg keliru & salah, (dan beresiko besar)  yg merugikan baik materil pun inmateril, menggerus (dan merusak) akidah & keimanan seseorang, bahkan….. mencelakakan mereka kelak jika sudah meninggal (di alam dimensi lain), serta….. ada yg berurusan dgn Pihak Berwajib.

Kondisi tsb semakin rumit, karena dimanfaatkan oleh “sekelompok orang” (Para Mafia Kaki-tangan “Spiritualis” penggandaan uang, harta amanah & harta karun), yg modus operandi-nya & target-nya memperoleh “proyek ongkos” bahkan….. menguras habis harta benda si pihak korban, dimana “sekelompok orang” tsb berlagak membantu, mengaku-ngaku punya akses, bahkan mengaku-ngaku mampu dgn demo, jika telah berhasil, maka si Pihak Korban akan ditelantarkan (dan ditinggalkan).

Jauh-jauh hari Leluhur kita  mewariskan Ajaran-nya (Nusantara), diantara-nya adalah agar anak-cucu-nya ELING LAN WASPODO, jika diterjemahkan dgn bahasa ke kinian dan JUDUL tsb. di atas adalah sbb.:

SECARA UMUM :  Tindakan Cermat, Seksama, Kritis, Kreatif dan Realistis.

  1. Memahami & melaksanakan Rumus 5 W + 1H.
  • WHO (Siapa), kita harus tau SIAPAKAH dia sebenarnya..?Selusuri, cermati & analisis rekam jejak dia, profesi sebelum-nya dan setelah-nya, informasi/data dimulai dari RT, RW, Tetangganya, Komunitas-nya, dst, dst. (jika perlu tanyakan rekam jejak dia kpd Pihak Berwajib).
  • WHAT (Apa), kita harus tau APAKAH Hasil Karya-nya (Produk-nya).Apakah Hasil Karya-nya (Produk-nya) spesifik….? Tidak bertentangan dgn AKAL SEHAT & Beresiko besar….? Tidak bertentangan dgn AKIDAH & KEIMANAN seseorang….? Tidak melanggar KAIDAH HUKUM (UU) khusus-nya KUH Tindak Pidana….? Pertanyaan tsb, bukan jawaban & penjelasan dari Pihak Nara Sumber, tetapi hasil dari ANALISIS kita, dan penjelasan dari beberapa (ideal-nya  3 orang) Para Pihak yg AKHLI-nya (Kompeten), jika kita tdk menguasai-nya, sbg check, cross-check & komprehensif.
  • WHY (Mengapa), kita harus tau MENGAPA (motif, maksud & tujuan) Nara Sumber berbuat/bertindak….? Kita harus tau secara AKAL SEHAT (Kecerdasan Intelektualitas), pun Kecerdasan Religi, Kecerdasan Spiritualitas, dll, dsb.
  • WHEN (Kapan), kita harus tau KAPAN hasil karya-nya (produk-nya) dibuat/dikerjakan/dilaksanakan….? Apakah di sembarang waktu, di setiap saat, ataukah  hanya di waktu-waktu tertentu….? Apakah bersama (di depan) kita….?Jika menyangkut Dunia Spiritualitas (MISTIK/GAIB/METAFISIKA), apakah bisa berlaku (terjadi) di hadapan Seseorang yg ILMU-nya telah MUMPUNI (di atas rata2), bahkan Artadaya….?
  • WHERE (Dimana), Kita harus tau DIMANA Tempat/Lokasi Praktek Teknis-nya (Pelaksanaan-nya) untuk menghasilkan karya-nya….? Apakah di sembarang tempat (lokasi), ataukah harus di tempat (lokasi) tertentu & khusus….?
  • HOW (Bagaimana), Kita harus tau SUMBER ILMU-nya dan TATA CARA-nya, semacam SOP, Juklak, Juknis, pun PERSYARATAN2-lainnya. Apakah Sumber Ilmu-nya putih, hitam ataukah merah, dan apakah bertentangan dgn Agama yg Kita anut, ataukah yg menggerus, bahkan merusak akidah & keimanan seseorang….? Jika Kita tdk tau, tdk mengerti, ataukah tdk menguasai-nya, tanyalah kpd Para Pihak (ideal-nya 3 orang) yg AKHLI-nya (Kompeten), sebagai check, cross-check & komprehensif.

2. Jika Kita mempunyai ISTRI yg sdh dianggap belahan jiwa (dan Sholeha), tanyalah Istri Kita, krn Seorang Istri yg sdh dianggap belahan jiwa, mempunyai INTUISI YG KUAT, terhadap AKTIVITAS / USAHA Suami-nya, terutama yg menyangkut Musibah/Kegagalan, dsb, minimal sebagai Tindakan Pre-emtive, pun sebalik-nya, Seorang Istri kpd Suami-nya.

Jika ada Pertanyaan koq nyelimet, rumit  dan tdk gampang….?

Lazimnya pertanyaan itu keluar dari Orang kebanyakan (Mereka yg tdk mengetahui & paham) tentang Dunia Spiritualitas, bahkan PENGETAHUAN yg minimal/mendasar ttg Spiritualitas, yakni PETA SPIRITUALITAS.

Di sisi lain…., Jawaban-nya, memang begitulah aktualisasi-nya jika ingin hidup & kehidupan kita selamat & terselamatkan  (baik di Dunia Realitas/Fana, pun di Dunia Keabadian), ELING LAN WAPODO,  tidak ada yg mudah, pun tidak ada yg sulit jika dikerjakan dgn sebaik-baik-nya & sungguh-sungguh, TIDAK ADA YG GRATIS, DLM HIDUP & KEHIDUPAN INI, ADA MAHAR YG HARUS DIBAYAR/DITEMPUH.

Saya meyakini, dgn diaktualisasikan uraian  spt tsb di atas (serta di BREAK DOWN, shg Kita mempunyai PETA SPIRITUALITAS), agar Kita tdk tersesat, terjebak, tergelincir bahkan….. terjerembab  (dan berurusan dgn Pihak Berwajib) hanya karena Kedangkalan Berfikir (meninggalkan Akal Sehat), Kecerobohan, Ambisi dan Keserakahan.

SECARA KHUSUS (dan atau SANGAT KHUSUS) :

1.. Tanyalah, Berdiskusilah, jika perlu minta Bantuan & Back up Para PIHAK YG AKHLI-nya (Kompeten), yg MUMPUNI (SUDAH DI ATAS RATA2), bahkan….. ARTADAYA yg sesuai, linier & integral dgn Agama yg Kita anut, sehingga jika Kita memaksakan diri & beresiko besar, RESIKONYA BISA DI MINIMALISASI, serta tdk menggerus (merusak) Akidah & Keimanan Seseorang.

2. Dunia GAIB / METAFISIKA / SPIRITUALITAS adalah DUNIA TIDAK BERTEPI, tanpa batas, tak terhingga, berbeda dgn DUNIA REALITAS yg ada PARAMETER-nya, jika di Dunia Realitas 1 + 2 = 3, tetapi di Dunia Gaib/Metafisika/Spiritualitas, 1 + 2 = Hanya Gusti Allah-lah Yang Maha Mengetahui, dalam artian BIIZNILLAH (atas seizing GUSTI) & BAROKALLOHU (keberkahan dari GUSTI).

Atau dgn KATA LAIN, di Dunia Realitas bisa di tarik SECARA GENERAL (secara umum), tetapi di Dunia Gaib / Metafisika / Spiritualitas, lazimnya KASUS PER KASUS, sangat jarang bisa ditarik secara general (secara umum), bukan berarti  tidak bisa, karena dlm hidup & kehidupan ini baik di Dunia Realitas, terlebih di Dunia Gaib/Metafisika/Alam Dimensi Lain, berlaku PAKEM :

  • a. Ada yg Umum;
  • b. ada yg Khusus, dan
  • c. ada yg Khusus & sangat khusus.

3. Di Dunia Gaib/Metafisika/Spiritualitas, Klasifikasi Golongan Spiritualis terbagi menjadi (Parameternya Agama Penulis, yakni Islam, jika ada OPINI di luar Agama Islam, monggo share……. Itulah TOLERANSITAS kami sbg Anak Bangsa), sbb.:

  • a. Golongan Putih;
  • b. Golongan Abu-abu;
  • c. Golongan Merah, dan
  • d. Golongan Hitam

Saya tdk akan mengurai ke 4 Klasifikasi Golongan tsb, demi Toleransitas serta Persatuan & Kesatuan, kecuali Klasifikasi Golongan Hitam (itu juga jika sangat urgent, ataukah sebaik-nya Pihak lain/Pinisepuh/Winasis-waskita yg mengurai).

4. Di Dunia Gaib/Metafisika/Spiritualitas, terdapat PENJARA bagi Para Pelaku Spiritualis “YANG MENYIMPANG,” pun mereka-mereka yg mengikuti-nya & menikmati-nya baik yg “terbawa-bawa”, pun yg memang “SENGAJA/PUNYA NIATAN.” Dari Golongan Putih pun tidak sedikit yg di penjara, karena “menyimpang” (ketidaktahuan, kecerobohan  & kedangkalan berfikir, bahkan…..  ambisi & keserakahan).

Jika tdk percaya…….  monggo… silahkan ROGO SUMO PLUS, dan atau TELEPORTASI ke Dunia Gaib/Metafisika yg tdk bertepi, tetapi….. awas hati-hati jika Anda tdk kembali lagi ke Dunia Realitas, karena di Dunia Gaib/Metafisika/Alam Dimensi Lain tersembunyi & disembunyikan, serta penjagaan-nya berlapis-lapis.

5. Di Dunia Makhluk Dimensi Lain tdk ada (tdk membuat / tdk produksi) MATA UANG, Uang hanya ada & dibuat / di produksi di Dunia Realitas, di Alam Manusia (krn iu adalah Otoritas Manusia dari GUSTI ALLAH).

Jika ada Makhluk Dimensi Lain mempunyai Uang ataukah memberikan Uang kepada Manusia, probalitas-nya, sbb. :

  • Alternatif 1, sejati-nya bukan Uang, bisa jadi itu kertas biasa, daun, dll, dsb.
  • Alternatif 2, Uang tsb Asli, tetapi….. bersifat SEMENTARA, hanya sebagai TONTONAN, krn hanya PINJAMAN SEMENTARA (dari kepunyaan Manusia, dari suatu lokasi tertentu via Mahluk Dimensi Lain),itu yg sering dipraktekan (demo) oleh Oknum Spiritualis untuk motif, maksud & tujuan tertentu (menipu).
  • Alternatif 3, Uang tsb memang asli, tetapi….. dapat MENCURI darisuatu Lokasi  tertentu & khusus, yg manusia amat sangat jarang mengetahui-nya/rahasia (shg tdk ada yg mengaku kehilangan, walaupun Orang/Sekelompok Orang tsb kehilangan), Kuantitas-nya relatif banyak, bahkan….. bisa spektakuler. BERBAHAYA, krn kelak jika meninggal baik, Ahli Spiritual-nya, pun Para Peserta yg terlibat baik langsung, pun tak langsung yang MENIKMATI-nya akan DIPENJARA di ALam Dimesi Lain oleh Makhluk Dimensi Lain tsb.   AWAS JANGAN TERKECOH….. Lazim-nya 99% Pihak Akhli Spiritual-nya mengatakan AMAN.
  • Alternatif 4, Uang tsb memang asli, tetapi….. dapat MENCURI dari suatu lokasi tertentu, dimana manusia yg memiliki-nya ada yg masih hidup (pun yg telah meninggal & ahli warisnya tdk mengetahui-nya, krn di simpan tersembunyi oleh Pemilik-nya), dan relatif jumlah-nya terbatas (shg lazimnya tdk ada yg mangaku kehilangan). BERBAHAYA, krn kelak jika meninggal baik, lazim-nya (sebagian besar) Ahli Spiritual-nya, pun Para Peserta yg terlibat baik langsung, pun tak langsung yang MENIKMATI-nya akan DIPENJARA di ALam Dimesi Lain oleh Makhluk Dimensi Lain tsb.  AWAS JANGAN TERKECOH….. Lazim-nya 99% Pihak Akhli Spiritual-nya mengatakan AMAN.
  • Alternatif 5, Uang tsb memang asli, tetapi….. dapar MENCURI, dimana kuantitas-nya relatif kecil & sebagian besar tdk baru (bekas terpakai), hasil MENCURI di sembarang tempat (jika yg terlewati, lazim-nya di sebut ngamen, dll, dsb.), di ambil/di curi dari orang-perorang yg pada saat itu memiliki uang dgn tdk melihat status Pemilik-nya apakah kaya, kelas menengah ataukah rakyat biasa.
  • Alternatif 6, Uang tsb memang asli, tetapi….. di dapat dari hasil…..?? Jumlah yg di dapat-nya, sesuai dgn kebutuhan yg mendesak & darurat, relatif kecil, lazim-nya kuantitas-nya PAS, tdk lebih, dan tdk kurang, sesuai kebutuhan yg mendesak & darurat tsb. Ada perbedaan OPINI, sebagian berpendapat Uang tsb diambil dari Mereka yg tdk bayar zakat (dan atau termasuk harta ghonimah), sebagian lagi berpendapat dapat MENCURI.
  • Alternatif 7, Uang tsb memang asli, tetapi….. di dapat dari hasil…..?? Lazim-nya berupa transaksi PINJAM-MEMINJAM (sbg PINJAMAN) dari Makhluk Dimensi Lain via seorang Pawang/Kuncen. BERBAHAYA, krn lazim-nya sebagian besar Mereka yg meminjam tdk dpt mengembalikan Utang-nya, shg jika meninggal akan dipekerjakan sbg budak di Alam Makhluk Dimensi Lain. AWAS JANGAN TERKECOH….. Lazim-nya 99% Pihak Akhli Spiritual-nya mengatakan AMAN.
  • Alternatif 8, Uang tsb SEJATI-nya bukan Uang, ttp hasil dari REKAYASA Makhluk Dimensi Lain yg beraliran HITAM PEKAT, dimana memang sengaja untuk MENGGELINCIRKAN & MENJERUMUSKAN Manusia-manusia yg GELAP MATA & SERAKAH.

Hasil dari TRANSAKSI/PERJANJIAN antara Seseorang dgn Makhluk Dimensi Lain (Kaki tangan IBLIS, diantara-nya Ifrit, Siluman dll, dsb.) via seorang Pawang/Kuncen.

AMAT SANGAT BERBAHAYA, selain memerlukan TUMBAL NYAWA (setiap tahun-nya), juga UMUR-nya dibatasi, dan jika kelak meninggal, orang tsb akan TERHINA & DIHINAKAN oleh Makhluk Dimensi Lain di Alamnya mereka, bahkan….. di jadikan Lantai, Tiang, Pagar, dsb, yg lebih parah adalah Kutukan GUSTI ALLAH,  tempat-nya kelak di Alam Keabadian/Akhirat adalah NERAKA JAHANAM.

6. Jika Kita TIDAK ADA BAGIAN ataukah BUKAN BAGIAN-nya (sesuai GARIS HIDUP), janganlah belajar & mempelajari Dunia Gaib/Dunia Metafisika/Spiritualitas TERLALU DALAM & DGN KEDALAMAN, krn UJIAN-nya begitu BERAT & DAHSYAT (tergantung Tingkat Level-nya), baik PRA, terlebih PASCA (justru banyak yg tergelincir pada periode PASCA) lazim-nya krn 3 TA, yakni waniTA, tahTA & harTA, termasuk ADIGANG-ADIGUNG-ADIGUNA.

Jika hanya untuk mengetahui, mengenal & memahami sebagai ANTISIPASI, malah Saya menganjurkan, sebagai bekal agar Kita tdk tersesat / tdk terjebak / tdk terjerembab, tetapi belajar kpd Seseorang yg tepat & terbukti (mewujud), serta bisa dipertanggung-jawabkan baik di Dunia Fana, pun Dunia Akhirat (Dunia Keabadian).

Pakem (Hukum) di Dunia Gaib/Metafisika/Spiritualis KETAT, penuh RAMBU2 & DISIPLINITAS, berbeda sekali dgn Hukum (Pakem) di Dunia Realitas, yg BISA DIKANGKANGI, DIKADALI & DIAKALI, pun kpd USER-nya, berlaku pakem (yg mendasar, diantara-nya), LAIN KOKI LAIN MASAKAN, termasuk DI ATAS-NYA LANGIT MASIH ADA LANGIT, serta TIDAK ADA ILMU PENUTUP, dll, dsb.

Sebagai Penutup Tulisan ELING LAN WASPODO di ZAMAN KALABENDU, ingatlah & PAHAMI Nasihat Leluhur Kita Nusantara JANGKA JAYABAYA (yg sebagian besar telah terbukti), AGAR KITA SELAMAT & TERSELAMATKAN, diantara-nya (sebagian) JANGKA JAYABAYA :

DI TULIS (COPY PASTE) dan DICANTUMKAN PALING BAWAH dari Artikel ini. dimuat di halaman terpisah. (Klik disini)

KESIMPULAN :

  • Dalam Hidup & Kehidupan ini (dgn optimalisasi INSTRUMEN Anugrah ILLAHI) selain mempunyai BASIC AGAMA YG KOKOH, haruslah memiliki (mengerti & paham) sebuah PETA (walaupun Kita tdk terjun ke dalam-nya), agar kita tdk terprovokasi, tdk tersesat, tdk terjebak, tdk terjerumus, tdk tergelincir, bahkan tdk terjerembab, karena di luar sana dlm hidup & kehidupan banyak perangkap, jebakan, agitasi, hipokritisasi, dll, dsb.

Jika dlm bidang Spiritualitas, namanya PETA SPIRITUALITAS, jika dalam bidang Politik, namanya PETA POLITIK, jika dalam bidang Ekonomi & BISNIS namanya PETA EKONOMI & BISNIS, jika dalam bidang Budaya, namanya PETA BUDAYA, jika dalam bidang Religi, namanya PETA RELIGI, dst, dll.  Agar Kita di Zaman KALABENDU ini SELAMAT & TERSELAMATKAN (baik di Dunia Fana, pun Dunia Keabadian/Akhirat), yakni tidak tersesat, terjebak, tergelincir & terjerembab, yg merugikan baik materi, pun immateri, melanggar Hukum Agama,  dan melanggar Hukum Positif Negara, diantara-nya KUH Tindak Pidana, UU IT & UU Keamanan Negara, dll, dsb.

  • Tetaplah tekun & gigih bekerja yang real (jangan sampai meninggalkan-nya), sbg mata pencaharian untuk keluarga, sesuai bidang, profesi & keahlian-nya, secara bertahap/sesuai prosesual, jujur-cerdas, baik dan benar, yg mendapat ridho & berkah dari Langit (Gusti Allah).

Teringat NASIHAT BIJAK Sang Psahabat yg HUMBLE & WISE : “……… Bacalah dengan tenang bila perlu sambil minum kopi atau air jeruk.”

Maha Suci, Maha Tinggi dan Maha Sempurna GUSTI ALLAH SWT….,  sudahkah Kita BERSYUKUR & MENSYUKURI Karunia & Anugrah-NYA dalam Hidup & Kehidupan ini….?

Yang diaktualisasikan secara Horizontal (membumi) kepada sesama Makhluk Ciptaan-NYA & IBU PERTIWI, serta  secara Vertikal (melangit) menyembah GUSTI ALLAH dengan sebaik-baik-nya & sungguh-sungguh.

Matur nuwun, smoga bermanfaat dan SELAMAT BER-AKHIR PEKAN…….

Rahayu Sagung Dumadi,

Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,

Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

separator

KOLOM  “Pejalan,” No. 1, Tgl. 3 Desember 2016

sembahKEJANG KEJANG  &  TERLECUT

Judul Artikel di Akhir Pekan ini yang tak begitu lumrah, di telinga di luar Komunitas Blog Dongbud (Padepokan Mbelgedez) yakni KEJANG KEJANG & TERLECUT, tetapi…  terasa begitu familiar di Sesama Warga Blog Dongbud (Padepokan Mbelgedez), berkisah tentang sebab-sebab terlahir Ruang (Kamar) HALAMAN KHUSUS :  CATATAN KECIL DI AKHIR PEKAN (Kolom “Pejalan” & Wager), dimana slama non aktif menulis/berkomentar di Blog, karena kesibukan di Dunia Realitas, kalaupun ada waktu luang di  malam hari, untuk menambah wawasan & pengetahuan, dipakai untuk berselancar di Dunia Maya (disamping terinspirasi oleh Sebuah Koran Nasional yang beromzet besar, ada Rubrik yg terbit di setiap hari Minggu, yang fokusnya cenderung kepada habit & lifestyle aktivitas Warga MEGAPOLITAN).

Tetapi….. ARTIKEL di Halsus :  Catatan Kecil di Akhir Pekan berkisah tentang Aktivitas & Peristiwa sehari-hari Para Warga baik Urban (Perkotaan), pun Rural (Pedesaan), Akulturasi & Kemajuan Zaman, terutama secara Empiris Penulis, dgn tetap berbasis (tidak meninggalkan & menanggalkan) Budaya & Peradaban Nusantara sebagai Jati Diri Bangsa.

Dalam berselancar tsb, Saya tertegun membaca di Etalase Depan Blog Tetangga, tertera Daftar Blog BONAFID, yang mana tidak ada nama Blog Dongbud, naahh….. di situlah Saya sepertinya kejang-kejang…..(heheheee…..) dan berakhir dengan terlecut……

Untuk menjadikan & membuktikan bahwa Blog Dongbud (Padepokan Mbelgedez) pun bisa berkualitas, kreatif, impresif,  inspiratif dan unik bahkan….. step ahead,  walaupun Saya tahu & paham bahwa Para Warga & Stakeholder Blog Dongbud (Padepokan Mbelgedez) banyak yang Winasis-Waskita, Intelektual, Kaya-raya, Pejabat, Top-markotop tetapi….. sebagian besar belum TURUN GUNUNG secara reguler, pun sebagian lagi masih sebagai SILENT READER.

Saya dan EMPU-nya Blog (Oom Wager) berkomunikasi serta mengidentifikasi Blog Dongbud (Padepokan Mbelgedez) ini secara Internal (Manajemen TOWS), serta secara eksternal (Manajemen SWOT), untuk di celah mana Saya & Oom Wager masuk, berdiri & berkibar.

Tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan,  Memenej Blog ini, karena Blog Dongbud (Padepokan Mbelgedez) BERATAP-kan seluas CAKRAWALA/SEMESTA, dan berlantai/berlandaskan seluas SAMUDRA, serta BHINNEKA TUNGGAL IKA dalam BINGKAI NKRI/NUSANTARA/IBU PERTIWI, yang berlandaskan Nasionalisme, Persatuan & Kesatuan yang Solid, Humanisme, Bertoleransitas, serta Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, dimana Para Warga-nya dgn KEANEKA RAGAMAN LATAR BELAKANG, baik keluarga, suku, habit, lifestyle, kultur, agama/kepercayaan, pendidikan, skill, profesi, pengalaman dll, dsb, pun Kategori dari Manusia-nya itu sendiri, ada yang Normal, Waras tetapi Gila, Gila tetapi Waras, “Gila,” Stress, dll, dsb. dan kesemuanya diharapkan bisa TERAKOMODIR sebagai ANAK BANGSA, khusus-nya di Blog Dongbud (Padepokan Mbelgedez) ini.

Tetapi……. jika ditelaah dgn cermat, detail & kedalaman,  jelas ada PEMBEDA, diantara Para Warga & Stakeholder-nya.

Para Warga dan Stakeholder-nya bebas BERKREASI tetapi tetap dalam BINGKAI seperti diuraikan tsb di atas, HUKUM POSITIF NKRI, dan KODE ETIK yg UNIVERSAL, yakni AD HOMINEM, yaitu TIDAK MENYERANG SECARA PERSONAL, tetapi kepada MATERI (Substansi-nya) Tulisan-nya/Postingan-nya.

Harapan Saya & EMPU-nya Blog (Oom WAGER), marilah Kita berlomba-lomba (belajar) MENULIS (memposting) dalam Kebaikan, Kebenaran, Keadilan yang Membumi (Horizontal) & Melangit (Vertikal), yang Proporsional & Profesional, serta Positif, Konstruktif, Inspiratif (Mencerdaskan) dan Bermanfaat, bahkan…..  Akuntabilitas, Valid & Teruji, sehingga Kita menjadi Bangsa & Negara yang Aman, Maju, Sejahtra, Makmur, Berjaya & Berdaulat.

 Matur nuwun, smoga bermanfaat, dan Selamat Berakhir Pekan…….

Advertisements

147 thoughts on “Halaman Khusus : Catatan Kecil di Akhir Pekan

  1. Selamat PAGI dan SALAM kepada
    @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
    @Para Pinisepuh;
    @Para Winasis-Waskita;
    @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
    Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Salam Sejahtra Oom WAGER@
    Ternyata Jum’at – Sabtu – Minggu DAN Senin – Selasa – rabu – Kamis BUKAN SAJA PEAK DAY (dlm berusaha / berbisnis), tetapi pula ITULAH NAMA-NAMA HARI……. Heheheee…….
    Keep on blogging, keep on shining ‘n always be grateful…….

    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
    Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

  2. Selamat PAGI dan SALAM kepada
    @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
    @Para Pinisepuh;
    @Para Winasis-Waskita;
    @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
    Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Salam Sejahtra kepada Oom WAGER@, pun Kang Beibe@

    Sebetulnya, bermimpi (bukan draft) Saya ingin menulis, jika ada waktu (takuuut di tagih Simbah Wager….. wakakaaakkk…….), diantara-nya :
    • Kompilasi & Resensi Catatan (Bermakna) Kang Beibe tentang Satrya Piningit (TOR Jangka Jayabaya, dll, dsb);
    • Elegi Nusantara, Episode : Majapahit – Galuh – Demak – Pajang – Mataram – Cirebon – Banten – Pajajaran dan Solo;
    • Sisi Lain Sultan Agung, Sunan Amangkurat I dan Pangeran Salingsingan.
    Smoga mimpi-nya menjadi kenyataan (sehingga bisa di publish).

    Tentang Kompilasi Wedaran SP oleh Kang BEIBE itu juga, jika mendpt IZIN dari-nya.
    Menurut OPINI Saya, Wedaran-nya MANTAP & STEAP AHEAD (di Blog Aki Gendeng, berbicara episode Pra-kemunculan-nya), sangat disayangkan BERLALU BEGITU SAJA, tdk ada komentar & lawan diskusi, apakah Wedaran-nya terlalu step ahead, sehingga stakeholder-nya ter-engah2..?
    Entahlah……, faktanya berlalu begitu saja (tak berbekas)…….

    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
    Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

  3. Selamat PAGI dan SALAM kepada
    @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
    @Para Pinisepuh;
    @Para Winasis-Waskita;
    @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
    Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Salam kepada Kang Sarang@
    Matur nuwun tlah mampir di Bilik Halsus : Catatan Kecil di Akhir Pekan.
    Smoga Panjenengan sehat-sejahtra, mulus-rahayu dan berkah-selamat….. Aamiin

    Monggo dicoba, Minuman Pagi Khas Padepokan, pun kepada Para Warga (dan Stakeholder) yg lain-nya :

    @Kang Sarang
    Smoga Saja ARTIKEL tsb bisa ter-realisasi, karena……. smoga dpt menambah wawasan, mawas diri & pre-emtif ke depan-nya (serta bermanfaat), agar dalam perjalanan (sejarah panjang) anak bangsa ini, tidak akan pernah terulang lagi ELEGI tsb (Prahara / Hukum Kausalitas / Tragedi Cakra Manggilingan), pun dlm bentuk kekinian di Zaman-nya.

    Dan tetap slalu COOL ‘N SMART (Eling lan Waspodo, cerdas, taktis & “piawai”), di ZAMAN KALABENDU ini, atau WOLAK-WALIK ZAMAN, dan atau ZAMAN YG PENUH “KEKACAUAN”, dan atau ZAMAN KEMUNAFIKAN (spt yg diuraikan di Nubuwat Jayabaya) sedang terjadi…….
    Jangan sampai ikut2an gila, atau tergilas, bahkan….. digilas….?
    Karena HUKUM SEMESTA (HUKUM ILLAHI) sedang berlangsung (REPOSISI).

    Saya sebetulnya sdh mengirim ke Meja Kerja-nya Simbah Wager Artikel untuk Catatan Keci di Akhir Pekan :

    ** Tgl. 7 April 2017 dgn Judul : TAK SELAMANYA MENDUNG ITU KELABU, DAN CERAH ITU CEMERLANG, TATKALA MENULIS ARTIKEL (HARUS) “TERHENTI.”

    ** Tgl. 17 April 2017 dgn Judul : EMPIRIS-NYA, TIDAK SEMUA-NYA & SELAMANYA “SILUMAN”, MAKHLUK DIMENSI LAIN CIPTAAN GUSTI ALLAH (MASIH) DESTRUKTIF & TERKUTUK, BENARKAH….?

    ** Dan Minggu ini akan Saya kirim Artikel dgn Judul “REPOSISI”

    Sukses slalu, dan Selamat BERAKTIVITAS…….

    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
    Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

    1. Selamat PAGI dan SALAM kepada
      @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
      @Para Pinisepuh;
      @Para Winasis-Waskita;
      @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
      Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

      Salam Rahayu juga Kang WARGA DONGBUD@
      Monggo pilih tempat yg nyaman di Padepokan, plus dinikmati Sajian Minuman Khas dari Padepokan (sepertinya Panjenengan tdk datang sendirian….. heheheee…..)

      Déjà vu Kang….?

      Rahayu Sagung Dumadi,
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
      Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

    2. Sugeng Enjang Kang Pejalan,..sedoyo sedulur..

      Dejavu sebagai peristiwa aneh dalam ingatan karena banyak sebab , sebagai kenyataan dan mistis sulit dinalar atau fungsi otak yang sedang terganggu…he he he.

      Masih menunggu dan ndeprok artikel baru Kang Pejalan..

    3. Salam utk warga dongbud,

      Tulisan terbaru Kang Pejalan dipastikan akan terbit hari Jumat malam, minggu ini. Seperti biasa, tulisan dipastikan akan sintal, kenyal, padat berisi, persis seperti penampakan …… susu tetangga simbah. Upfs…….. keceplosan salah ketik….

    1. Selamat SORE dan SALAM kepada
      @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
      @Para Pinisepuh;
      @Para Winasis-Waskita;
      @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
      Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

      ========================================

      Salam utk warga dongbud,
      Tulisan terbaru Kang Pejalan dipastikan akan terbit hari Jumat malam, minggu ini. …………….

      ==========================================

      Hhhaaa benarkah… ??

      Jum’at malam telah usai…., sekarang menuju ke Sabtu malam
      Heheeheee…….

      Salam untuk Simbah WAGER@
      Smoga tetap SEHAT wal AFIAT
      Sajian sore hari menjelang Malam Minggu, Khas Padepokan, monggo dicoba agar lebih semangat & optimis…….

      Keep on blogging, keep on shining ‘n always be grateful…….
      Rahayu Sagung Dumadi,
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
      Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

  4. Selamat MALAM dan SALAM kepada
    @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
    @Para Pinisepuh;
    @Para Winasis-Waskita;
    @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
    Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Salam kepada Kang ONO@
    Matur nuwun telah menyempatkan diri mampir di Kamar (Bilik) Halsus : Catatan Kecil di Akhir Pekan.
    Saya apresiasi keaktifan & postingan Panjenengan di Blog Dongbud (Padepokan Mbelgedez) yg berwawasan, melangit tetapi menginjak bumi & bermanfaat.

    Kita sama-sama belajar Kang…., saling mengingatkan dlm kebenaran, saling mengingatkan dlm kesabaran, saling mengingatkan dlm kemanfaatan, persatuan yg solid & welas asih (saling asah, saling asuh & saling asih).
    Sajian Minuman Malam Khas Padepokan, monggo dinikmati…….

    Keep on blogging, keep on shining ‘n always be grateful…….
    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
    Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

  5. Selamat MALAM dan SALAM kepada
    @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
    @Para Pinisepuh;
    @Para Winasis-Waskita;
    @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
    Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Salam kepada Oom WAGER@
    Berhubung minggu ini adalah LONG WEEK END (dan Halsus : Catatan Kecil di Akhir Pekan pernah vakum sktr 11 minggu), sbg USULAN bgmn Jum’at malam ini, Tgl. 21-04-2017 di publish Artikel : TAK SELAMANYA MENDUNG ITU KELABU, DAN CERAH ITU CEMERLANG, TATKALA MENULIS ARTIKEL (HARUS) “TERHENTI.”

    Sedangkan, Minggu mlm, Tgl. 23-04-2017 di publish Artikel : EMPIRIS-NYA, TIDAK SEMUA-NYA & SELAMANYA “SILUMAN”, MAKHLUK DIMENSI LAIN CIPTAAN GUSTI ALLAH (MASIH) DESTRUKTIF & TERKUTUK, BENARKAH….?

    Sedangkan untuk Jum’at mlm, Tgl. 28-04-2017 di publish Artikel : “REPOSISI”
    Yg Naskahnya sedang dituntaskan, paling telat Rabu mlm, Tgl. 26-04-2017 Saya kirimkan ke Meja Kerja Oom WAGER.
    Itupun jika Oom WAGER ada waktu untuk meng-edit-nya & menyetujui-nya……. heheheee…….
    Matur nuwun

    Keep on blogging, keep on shining ‘n always be grateful…….
    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
    Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

    1. salam untuk kang pejalan dan semua warga dongbud
      dan mbah wager selaku empunya rumah

      Reposisi ini kayaknya topik yang luar biasa….. untuk dibahas saat ini….

      Hujan dan kemarau saling bertukar posisi
      menang dan kalah saling bertukar posisi
      senang dan sedih silih berganti
      kepala jadi kaki

      perubahan ini seperti angin pancaroba
      menyeleksi mana yang mampu bertahan
      bertahan dalam godaan dunia
      dunia yang makin menyilaukan

      semua orang jadi bingung
      beruntung orang yang paham
      lebih beruntung lagi orang yang baik
      yang paling beruntung orang baik yang paham

      yang tersembunyi akan muncul
      yang terlihat akan sembunyi
      yang tertindas akan bebas
      yang jujur akan mujur

      waktunya makin dekat
      dan semakin mendekat
      semoga masih bisa tobat
      sebelum maut menjemput

    2. Selamat PAGI dan SALAM kepada
      @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
      @Para Pinisepuh;
      @Para Winasis-Waskita;
      @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
      Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

      Salam Rahayu Kang MUMPUNG SEPI@
      Matur nuwun telah mampir (dan memposting) di Halsus : Catatan Kecil di Akhir Pekan.
      INTUISI (dan Kecerdasan INTELEKTUALITAS) Panjenengan huebat…., ber-komentar ( dan bahkan resensi) tentang Artikel the next, yakni “REPOSISI”

      Kata “REPOSISI” ini Saya dpt dari ILHAM, tatkala Saya Mandeg menulis Artikel serta……. Saya prihatin & bersedih karena melihat kondisi realitasnya dalam berkomunitas (bermasyarakat), berbangsa & bernegara, seolah-olah KEBAIKAN itu terhempas oleh KETIDAK-BAIKAN, seolah-olah KEBENARAN itu terkalahkan oleh KETIDAK-BENARAN, seolah-olah KEJUJURAN itu terlindas oleh KEBOHONGAN & HIPOKRITISASI, eksistensi PERSATUAN YG SOLID terkoyak oleh EGO, NAFSU, ARTIFICIAL, KEMUNAFIKAN, KESERAKAHAN & KEPENTINGAN GOLONGAN, PARTAI & KEPENTINGAN EKONOMI.

      Pada umumnya berebut….., berebut harta (materi), tahta (kekuasaan) dengan segala cara, dan merasa (golongan/rezim) paling benar, NILAI NILAI AJARAN LUHUR (Budi Pekerti & Dharma Kesuma) Warisan Leluhur Nusantara tak berdaya, bahkan….. luluh lantak, teringat Jangka Prabu Jayabaya akan ZAMAN KALABENDU – WOLAK-WALIK ZAMAN (ZAMAN KEKACAUAN – ZAMAN KEMUNAFIKAN) yang tengah berlangsung ini.

      Materi Artikel “REPOSISI” ini cukup luas, meliputi hidup & kehidupan KHUSUSNYA MANUSIA YG BERADA & TINGGAL DI PLANET BUMI INI, pun makhluk dimensi lain Ciptaan Gusti Allah yang berada & tinggal baik yg di bumi, di atas bumi (langit) serta di dalam air & di dalam bumi, termasuk bumi (tanah), air, api, angin & lingkungan hidup beserta semesta (yg posisi-nya berada di dlm trompet-nya Malaikat Israfil).

      Cukup sekian dulu BOCORAN MATERI Artikel “REPOSISI” di Halsus : Catatan Kecil di Akhir Pekan yg akan datang.
      THE LAST BUT NOT LEASE….., Saya hanyalah petugas (diantara banyak petugas) menyampaikan apa yg diperintahkan oleh LANGIT (Gusti ALLAH), pun dari LELUHUR NUSANTARA.

      Semoga (atas qudrat & iradat GUSTI ALLAH) KEBENARAN ILLAHI akan segera ditampakkan, terbukti & Berjaya, “SURO DIRO JOYO DININGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI.
      “MAJULAH, JAYALAH & MAKMURLAH NUSANTARA, IBU PERTIWI, MERAH-PUTIH, NKRI.”

      Matur nuwun,
      (Saya brangkat kerja dulu ke lapangan).

      Rahayu Sagung Dumadi,
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
      Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

  6. Salam hormat…

    Sugeng ndalu..

    Seperli bulatan ,bundar atau lonjong elip…dimana muatan negatif positif di ujungnya masing masing dan muatan netral di tengahnya dan berangkai menjadi bentuk keseimbangan dan terbentuknya sifat suatu benda atau energi….

    Tidak beda dengan tubuh jasad atau jiwa kita , dimana sifat sifat lengkap sudah ada didalamnya , seperti filosofii budaya jawa wayang kulit ,sifat mereka bila digulung mereka disimpan dalam kotak ,seperti mati dan bila digelar akan memenuhi layar/kehidupan, bila dijalankan dalang maka para wayang itu menjadi hidup…

    Kebenaran adalah nilai dari suatu hasil dalam perbuatan , ada aksi reaksi dan saksi , suatu nilai yang sudah dibuktikan dalam suatu peristiwa…
    Jiwa merdeka mungkin seperti burung yang lepas dari kurungan yang sempit dan jahat…jiwa yang tidak lagi terjerat dengan unsur unsur jasad,,jiwa yang merdeka dari belenggu keduniawian, jiwa yang sebenarnya berdiri sendiri meskipun bersatu dalam tubuh/kurungan….

    1. Ketika sifat sifat itu bangun maka akan tampak ,siapa dan apa mereka…jahat atau baik ??dan jiwanya entah bagaimana ,tersiksa atau damai??

      Ketika jasad telah tertidur pulas …entah bagaimana jiwa nya…entah kemana pergi dan tidurnya sifat sifat itu…

  7. Catatan kecil ku spt pejalan, berjalan ke yogyakarta ditemeni budak janggotan (biar spt cerita uws memakai nama bj), lagi mumpung kesana, mampir ziaroh ke leluhurku di Imogiri, apa yg diperoleh disana ya sy kumpulkan, sy gk gila harta, krn dpt cindra mata 5 lembar mata uang ringgit plus pusaka “suropati” yg ini justru dari pangeran diponegoro leluhurku (barang2 spt ini dijaman ini mungkin sdh dibuang, sebaliknya sy pungut, suatu sy perang dunia ketiga terjadi buat benteng NKRI hi3 lucu lah kok keris bs spt itu (alat membentengi dari krisis dan bencana) sptnya tak mungkin
    Lalu lanjut ke kota gede, ke leluhurku panembahan senopati, bukan gila harta ttp krn dikasih cindramata berupa uang babon 10 lembar gambar raja arab, plus pusaka, ya sy bawa aja, nanti untuk penelitian di rumah, harus bgmn langkah selanjutnya. Ini catatan kecil perjalanan kusimpan disini

    1. Iya kenapa?aya naon?itu kok kecelakaan terus?musibah ya? Terus Kim jong un kan si pemuda gendut yang mencari gara gara dan memimpin war di blok nya…hahaha…,itu gunung sinambung kok mau nya meledak aja?xixixixi

    2. Gunung sinabung, asalkata dari siapa yg nabung atau tabungan, entah itu tabungan uang (jaman sekarang tahunya ya tabungan yg ditabung itu uang) atau mungkin tabungan karma, yg segera akan diambil oleh orang2 sing nabung (gunung sinabung, dununge tabungan), bisa juga spr itu otak atik gathuk

    1. Pemuda gendut menurut uws itu org2 yg banyak duit shg bisa beli tanah berhektar2 (bisa juga org asing berduit yg bs menguasai lahan2 produktif krn diberi jalan oleh yg berkuasa (setiap presiden yg terus berganti) memberi utangnya tp tak mau pergi spt benalu, sehingga mengakibatkan harga tanah semakin mahal harganya shg org2 ekonomi kecil tidak punya tanah krn tanah telah dikuasai oleh pemuda gendut. Ributlah penguasa baru yg baru terpilih oleh rakyat krn semua tanah sdh diborekan (di agunkan) untuk jaminan ngutang oleh penguasa yg lalu, lalu kemudian yg baru berkuasa dan org2 ekonomi kecil yg sulit ekonominya mencari budak angon yg banyak duitnya (kok bisa budak angon banyak duitnya?) krn cerita uws ya spt itu spt mahdi yg akan membagikan harta perbendaharaan yg berlimpah ruah? mrk mencari budak angon, akan tetapi ba telah pergi ke lebak cawene bersama bj membuka lahan baru,, spt itu cerita uws

    2. Coba aja buka mata mu liat peta lokasi tambang2 minyak bumi dsb, sdh dibor oleh bendera asing tinggal ambles dan hilangnya aja pulau tempat tinggalmu, mrk bendera asing tak mau pergi dari lahan tsb, sementara pribumi tdk bs apa2, itu krn ulah penguasa yg lalu dan sekarang yg lg berfikir yg mana lg yg akan dijual,,, sementara di grup ini kita mendengar harapan warga untuk segera kiamat, krn makan pun susah atau berharap ada keajaiban untuk negri ini

  8. Negeri yang suka ngebor negeri ini , harus di bor dengan kekuatan alam…
    Penguasa terdahulu yang rakus /koruptor dan tidak lurus akhirnya di bor hidupnya…tidak damai,

    1. perasaan yg ngebor di kalimantan itu banyak yg pribumi. sampe bisa nyalon wagub, capres segala. apa beliau2 itu termasuk juga nul?

  9. Selamat pagi warga dongbud,
    Selamat pagi kang Pejalan,

    Tulisan akhir pekan “terbaru” diterbitkan hari ini. Sedikit menyimpang dari kebiasaan tentu saja karena terbitnya bukan di akhir pekan. Tapi mau apalagi, simbah takutnya kalau tidak diterbitkan sekarang, nanti delay alias kelupaan lagi. Maklum penyakit pikun sudah mulai kambuh.

    Yang jelas, topik bahasan akhir pekan kali ini sangat menarik dan sepertinya merangsang untuk dikomentari. Selamat membaca dan berdisikusi.

    wager

  10. Teringat Quote Sesepuh Blog Dongbud, Kang Bala(ne)dewa, bahwa……. Bona fide : asli, riil , valid. (kamus ‘Oxford’ ) Dongbud kan sejak dari sono nya tidak pernah …pura2 riil, asli. Di blog ‘nyleneh’ ini diperlukan ke …ahlian khusus, keahlian untuk memahami yang abal2, yang mbelgedes………..

    :::::::::::::::::::
    Salut dan nuwun untuk Akang atas kejelian dan jerih payah mengumpulkan quote2 menarik dan kreatif dari para rekan dan sesepuh.

  11. Selamat Sore
    Salam Mbah Wager
    Kang Pejalan
    Semua warga DongBud
    Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

    Saya ikut ndeprok mendengarkan dan membaca artikel dari Kang Pejalan
    yang selalu menarik :).
    entah mengapa saya selalu megalami dejavu dengan artikel artikel dari Kang Pejalan.
    juga mengenai isi dan pesan yang disampaikan akang tentang artikel EMPIRIS-NYA, TIDAK SEMUA-NYA & SELAMANYA “SILUMAN”, MAKHLUK DIMENSI LAIN CIPTAAN GUSTI ALLAH (MASIH) DESTRUKTIF & TERKUTUK, BENARKAH….?
    memang untuk “Cap” destruktif dan terkutuk itu menjadi wewenang dari Gusti Allah (maaf, mungkin tidak begitu luas pengetahuan saya). mungkin lebih sederhananya saya memberi label dengan warna, Merah, Kuning Hijau Putih dan Hitam. tetap saja semuanya adalah ciptaan Tuhan. dan apapun warna mereka tetap mempunyai manfaat dan dapat membantu untuk tujuan baik. karena saya juga pernah di hadapkan pada situasi yang berhadapan dengan mahluk yang berlabel merah. dari kasus ini, mahluk lain yang berlabel merahlah yang bisa membantu menyelesaikan urusan itu. dan (kebetulan atau tidak, karena saya tidak begitu paham hal seperti ini), saya dibantu dengan mahluk yang berlabel merah agar tidak di ganggu.

    sepertinya ga nyambung ya kang hehehe.. monggo dilanjut, saya ndeprok lagi kang :p

    Rahayu n keep on shinning

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s