Kisah Kumara : Tunjung Putih Semune Pundak Kesungsang

Folder Pembaca. Penulis : Kang RP. Katagori Sastra. Tulisan ini dipindahkan dari komentar di halaman Satria Piningit, komentar no 12591, 19 April 2015 / 4:25 pm

Kumara menebus dosa. Tunjung putih semune pundak kesungsang. Kisah lengkapnya ada dalam weda jawa diblog abhimayunarendra. bllogspot.com sekarang blog itu tertutup untuk umum (google+) 2 hari setelah saya berkunjung dan membaca habis yang ada diblog itu (tahun lalu). Sejarah singkat kumara( versi bahasa saya sajah yah ). Izin mendongeng buat yg punya blog ini. 

Saat itu mahadewa indra raja dewa dikahyangan sangat bersenang hati karena istrinya sang tunjung emas sedang mengandung. Dilain sisi dilangit teratas kaisar langit murka karena bunga tanda kesucian para dewa yaitu bunga tunjung putih raib dari tempatnya… Hari terus berganti kandungan istri dewa indrapun semakin membesar dengan sangat cepat , namun terdengar rintihan kesakitan dari putri tunjungemas semakin hari semakin menjadi Tak kuasa menahan iba akhirnya sang dewa indra membelah perut istrinya dengan belati emasnya. Apa yang terjadi?

Dari perut istrinya bukan seorang bayi yg ada tetapi sebuah bunga ,yah bunga tunjungputih ..bingunglah indra mendapati kenyataan itu, akhirnya diketahui, demi memenuhi ambisinya siputri terpaksa memakan bunga itu dengan harapan jika bunga itu dimakannya maka kakaknyalah yang akan menjadi raja para dewa menggantikan dewa indra dikemudian hari!! Pengkhianatan istrinya membuat luka jiwa mahadewa indra..tak termaafkan. Sahdan setelah diketemukannya bunga tunjungputih maka kaisar langit mengutuk putri tunjung emas menjadi naga hijau,dibuanglah ia kealam manusia , dibelahan bumi nusantara sebelah selatan (pantai selatan). Kejadian itu memukul dewa indra indra ( sakitnya tuhh disiniii)

Berkumpulah para dewa juga dihadiri ramandaguru betaraguru sanghyang manikmaya..adik dan kaka2 dewa indra seperti brahma,shiwa, wisnu etc. Ayahandaguru apa yg harus hamba lakukan dan perbuat dengan bunga tunjungputih ini. Betara guru berkata , jika ananda ingin memiliki putra dari bunga itu maka turunlah kedunia kealam manusia, bunga itu akan menjadi seorang bayi asal dimakan oleh seorang manusia yang suci,dan dia harus rela berkorban hingga melahirkannya. Akhirnya sang mahadewa indra turunlah ia ke alam manusia dengan merubah wujud menjadi elang emas raksasa yg teramat indah gagah dan berwibawa.

Turunlah ia kegunung dha hyang ( dieng ) mengitari gunung lawu ,gunung merapi. Nampaklah disekitar gelangapi ( magelang ) ada puluhan bhiksu dan seorang bhiksuni yang sedang muja samedhi melantunkan doa puji kepada betara indra,mereka berharap dewa indra berkenan menurunkan hujan, karena sudah bertahun lamanya hujan tiada turun ditanah djawa. Terjadilah dialog singkat antara para bhiksu dan sang elang emas..disepakati. Indra siap menurunkan hujan asal sang bhiksuni sudi memakan bunga tunjungputih , sekaligus mengandung dan melahirkan putranya. Hari yg ditunggupun tiba

Bhiksuni akhirnya mengandung dan melahirkan putranya. Namun sang bhiksuni meninggal setelah melahirkan putra sang dewa indra..sungguh pengorbanan yang teramat besar dan agung dari sang bhiksuni. Mahadewa indra dengan suka cita kemudian memberikan hadiah hadiah kepada para bhiksu terutama untuk sang bhiksuni. Mahadewa indra dimalam yang purnama. Berdiri ditengah danau purba gelangapi(magelang). Dengan bersakti dia gurat tanah didanau itu dengan mustiaka belati emasnya,sekonyong2 surutlah danau itu seketika. Dewa indra akhirnya memecah diri menjadi 17 diri. Dalam semalam berdirilah candi borobudur. Stupa yg terbesar sengaja diskosongkan

Diapanggilah sang gajah tunggangan dewa indra yg ber kaki 8. Gajah membawa teratai tempat taopanya dewa indra dikahyangan, ditempatkanlah teratai itu distupa yg tertinggi dan terbesar. Lalu naiklah betara indra kekahyangan membawa putranya. Namun sungguh kaget sang indra ,wajah putranya mirip sekali dengan sang putri. Luka jiwanya terusik, indrapun tak kuat menatap putranya. Saudara saudaranya siwa brahma wisnu etc dan ayahanda mereka yaitu betaraguru senang sekaligus bimbang dengan apa yang terjadi pada indra dan putranya. Dibujuk dan rayu indra tetap tak mau dekat dengan putranya. Akhirnya difahami oleh betaraguru dan putra2nya yg lain alasan mengaopa indra begitu tega tak mau mengakui putranya sendiri. Keputusan terpahit dan terbaik disepakati

Kumara…. yah kumara sang putra indra itulah namanya dengan terpaksa akan diturunkan kedunia kealam manusia biar sang kumara diasuh oleh bangsa manusia karena walaupun dia berasal dari bunga kesucian paradewa ,namun raganya berasal dari gol manusia. Sebelum diturunkan kedunia sang kumara dibekali mustika oleh kakek ayah dan paman2nya. Dari betaraguru sang manikmaya diberkati cangkok wijaya kusuma dikening sang kumara, dari siwa tumbak halilintar dipunggungnya, dari wisnu cakra manggilingan didadanya, dari narayan wisnu sabuk bercincin mata satu dipinggang sang kumara beserta kutang ontokusumo dilengan bahu. Dari ayahandanya sang indra sijabang bayi kumara diberi trisula bintang 3 trisula di telapak tangan kanannya..

Dengan berat hati indra melepas putranya ( wahai putraku yang terkasih,bukanlah aku tega terhadap dirimu ,namun engkau harUslah faham , aku tak kuat menahan derita jiwaku ini , ,jadilah engkau cahaya dunia dengan bekal trisula wedhamu yang teramat terang bercahaya) Kumara putra sang indra akhirnya dibawa oleh pamannya sang wisnu turun kealam manusia. Tibalah ia disuatu pegunungan yang asri dimana didekatnya ada danau purba yang teramat besar dan luas dikelilingi gunung2 (Bandung). Sang wisnu membawa peti kumara ketempat raden purbaya seorang bangwasan sunda yang menjadi peternak sapi. Singkat kata kumara akhirnya diketemukan oleh raden purbaya, akhirnya diasuhlah dan dianggap anak oleh purbaya. Raden purbaya sang pemegang kujang kembar memberikan nama baru pada kumara yaitu raden angkawijaya. Kumara atau raden angkawijaya

Raden angkawijaya memiliki kekasih putri ambarketawang (aka ratu pantai utara dewi lanjar) diantara mereka berdua terjadi jalinan asmara namun tidak sampai kepelaminan karena sang kumara raden angkawijaya raja kerajaan emas pasundan raya lebih memilih bertapa…dimana? Kisah ini menurut wedja djawa terjadi sekitar 15000 SM

Kumara menebus dosa
Tunjungputih semune pundak kesungsang
Sangguriang nagih Janji bandung kelem sumedang jaya
Sima wiwaha

8 thoughts on “Kisah Kumara : Tunjung Putih Semune Pundak Kesungsang

  1. Selamat siang kagem sedoyo.
    Terima kasih kagem kang RP yang sudah kerso untuk mengulas panjang lebar tentang sosok beliau,sebelume saya belum pernah mendengar nama Dewa Kumara dan dari mimpi itu saya tahu nama Dewa Kumara. Setelah saya baca wedaran dari jenengan memang ada kesamaan tentang beliau.Sekali lagi terima kasih kang dan terima kasih juga kagem yang kagungan blog ini.Salam kagum kagem buat semuanya.
    Matur nuwun_/\_

    1. Kalau ndak salah, di daerah Bali, Kumara atau Shanghyang Kumara / Batara Kumara dan kadang juga disebut Rare Kumara adalah dewa penjaga dan pengasuh bayi. Jadi setiap orang tua yg memiliki bayi akan membuatkan pemujaan kecil yg ditujukan pada Shanghyang Kumara.

      Sekali lagi kalau tdk salah ya. Soalnya saya juga ingat2 lupa. Maklum penyakit tua.

  2. Terima kasih sudah mau menambahi seperti menjadi sebuah puzzle yang memberikan petunjuk untuk menelusuri lebih jauh dan mendalam.Minimal bagi saya pribadi untuk lebih memahami tentang Tantra.
    Semoga Semua Makhluk Berbahagia

  3. Sebelum saya membaca habis cerita kumara di blog abhimayu narendra saya mengalami peristiwa aneh tapi nyata dan membingungkan
    Kagetlah diri saya membaca kisah kumara
    1. Ada kalimat dalam kitab para leluhur sepasundan raya yang mengatakan jika nunanggeuy cahaya bandung adalah pangeran santri,nunanggeuy cahaya carubhan nagari adalah tunjung putih..
    2. Seluruh mustika yg diceritakan dikisah kumara ternyata sama persis baik nama maupun letaknya
    Yang nemplok didiri saya!!! Jangankan anda ..saya sendiri bingung?

    Boleh kianggoro atau siapapun berjumpa saya
    Kumara juga tersebut bukan anak indra tapi shiwa? Yang punya nama raden angkawijayapun dimiliki beberapa leluhur jawa seperti dipewayangan raden abhimayu nama lainnya angkawijaya, brawijaya ke 5 selain raden alit juga dikenal dengan angkawijaya,begitupun ada leluhur sumedang yg punya nama angkawijaya..

    Yang membingungkan adalah seluruh mustika itu ada pada diri saya? Itu kata mereka yg bisa lihat ghaib!katanya
    Hemmm piningit antara yang lalu dan kini
    Membingungkan..salam sejahtera

    1. Cerita yg sangat menarik tanda2nya SP menurut Rp adalah memiliki (1) kembang camgkok wijaya kusuma (2) ditelapak tangan kanan (coba kalian lihat, ada gk?) tdpt tanda TRISULA BINTANG TIGA

      Setahu sy pewaris borobudur adlh Raden Wijaya cucu batara guru darma siksa. Tulisan di atas ditulis “kumara” cowok tp mirip cewek?
      Polemik mirip org tuanya raden wijaya, mpu prapanca dlm negara kertagama DYAH LEMBU TAL = COWOK sdgkan naskah pangeran wangsa kerta DYAH LEMBU TAL adalah CEWEK dan Rahiyang Jayadarma adlh COWOK, tp mrk bukanlah Kumara, rumit mencari SP, tapi coba telapak tangan mu pd dilihat barang kali tanda alam tsb pada pd org yg telapak tangannya sama, jika sama ya dia juga, gk usah ngaku-aku sbg mahdi/sp/avatar sdh pasti tanda alam lebih akurat xi3 susah bener nyari rp eh sp

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s