Apa Yang Kurang Atau Salah Dari Negeri Ini?

proklamasi

Dongbud – Indonesia, negeri subur dan kaya raya. Lokasi negeri yang sangat strategis, persimpangan empat benua, Kekayaan alam melimpah, cuaca yang hangat sepanjang tahun sehingga tidak perlu pusing memikirkan musim dingin, musim badai dan topan. Kemudian ditopang lagi dengan sumber daya manusia yang luar biasa besar, keragaman budaya, suku, bahasa dan juga tentu saja agama. Luar biasa bukan? Namun dengan segudang kelebihan tersebut, kenapa negeri ini tidak bisa menjadi besar, maju atau menjadi mercusuar dunia?

Apa yang salah atau kurang dari negeri ini? Walau memiliki kekayaan alam melimpah, sebagian besar penduduknya masih tetap miskin dari sisi ekonomi. Walau memiliki panorama alam yang indah serta kekayaan budaya yang menakjubkan namun pelancong sepertinya enggan datang. Mereka lebih tertarik datang ke kecil seperti Singapura. Meski termasuk negeri religius tapi keamanan dan ketertiban, apalagi kebersihan serta korupsi tetap memperihatinkan. Dan terkahir, meski penduduknya membludak tapi untuk mencari 11 orang pemain bola susahnya minta ampun.

  • Ini ceritanya lagi pusing mikirin negeri mbah?

Ya nih, mbah ceritanya lagi pusing tujuh keliling disaat coba-coba ikut memikirkan kondisi negeri Pendawa ini. Sebetulnya apa sih yang kurang dari negeri ini?

Dulu di saat masih bernama Hindia Belanda, negeri ini mampu mengerimkan wakilnya ke Piala Dunia sepak bola. Kemudian masih di era yang sama, negeri ini menjadi yang pertama di kawasan Asia yang memiliki jalur kereta api. Jepang yang saat ini menjadi raksasa Asia saja saat itu belum memiliki kereta api.  Namun kondisi sekarang bagai bumi dengan langit. Transportasi kereta api mereka sudah sangat menakjubkan. Semua pulau utama bahkan tersambung lewat kereta bawah laut. Duh, boro-boro mikir kereta bawah laut, kereta bawah tanah saja kita baru mulai bikin itupun masih sebatas proyek di ibu kota.  Pembangunan dan jalur kereta api masih berkutat di seputar pulau Jawa saja.

Masih untuk cerita seputar perbandingan dengan Jepang, untuk mengejar ketertinggalan negerinya pemeritahnya mengirim ratusan pelajarnya ke negeri Eropa. Akhinrya, saat ini, negeri tersebut berkembang menjadi negara modern. Nah, beralih ke negeri kita, sebetulnya strateginya sama persis. Ratusan atau bahkan jutaaan pelajar sudah merampungkan pendidikannya di negeri orang. Bukan cuma sebatas belajar tekonolgi semata, kita juga memiliki ratusan ribu pelajar lulusan sekolah agama di luar negeri. Namun kenapa negeri ini masih saja jalan di tempat? Apa yang salah dengan negeri ini?

Terkadang saya menyerah, tidak lagi menuntut kemajuan ekonomi. Biarlah kita ini tidak kaya raya, biarlah hidup sederhana, asal negeri tertib, aman dan sentosa. Namun rasa amanpun kadang susah untuk didapatkan. Motor atau bahkan jemuran di beranda-pun bisa raib. Apapun yang ditaruh atauh terjatuh di jalanan akan hilang dalam beberapa menit, kecuali tai kuda.

Terkadang ada juga terbesit rasa bangga mendengar sekelompok anak negeri yang berprestasi memenangkan kontes ini itu di negeri orang atau atlet cilik yang berprestasi. “Nah, ternyata orang Indonesia bisa berpestasi dan tidak kalah dari peserta negara maju”. Namun terus gimana kelanjutannya? Tidak ada. Salah pemerintah? Mungkin saja. Tapi harap maklum saja, orang orang pemerintahan juga lagi sibuk dan akan terus sibuk dengan urusannya sendiri. Bagi-bagi komisi proyek, selingkuh, istri muda dsb.

Negeri salah urus ? Ya, mungkin saja benar. Namun siapakah orang yang akan mampu mengurus negeri ini? Siapaun yang menjadi pemimpin sepertinya tidak akan pernah bisa memerintah dengan nyaman. Sebagian mungkin karena ketidakmampuan dari sang pemimpin itu sendiri, tapi sebagian juga karena memang sifat dasar tidak pernah puas dari sebagian orang atau kelompok.

Apa sih susahnya mencari satu orang pemimpin berkualias di negeri yang berpenduduk padat ini? Ya memang susah. Sama halnya mencari 11 orang pemain bola, keduanya sama susahnya. Terlalu banyak tuntutan dan kepentingan kelompok di negeri ini dan semua minta didahulukan.

  • Jadi apa dong solusinya? Apa dong kurang atau salahnya dari negeri ini?

Apa ya? Duh ndak tahu juga. Mungkin anda bisa memberikan opini dan jawabannya, sekedar untuk latihan menulis opini?

Kalau jawaban saya sih simple saja. Pemimpin atau pemerintah mungkin salah, tapi membebankan kesalahan melulu pada pemerintah sepertinya mubazir. Pemimpin atau pemerintah bukanlah datang dari mahluk alien tapi datang dari rakyat atau kita-kita juga. Menurut saya, Kunci dari kemajuan negara adalah terletak pada Anggota Dewan, baik DPRD, DPR ataupun MPR. Mereka memiliki kekuasaan khusus seperti pengawasan, pembuat undang undang, anggaran dll. Nah, kalau jabatan ini diisi oleh orang-orang sentolyo ya negeripun menjadi sentoloyo. Dari mana datangnya orang-orang sentolyo tersebut? Ya dari masyarakat kebanyakan yang juga sentoloyo termasuk juga saya.

Di negeri maju seperti contohnya Jepang, yang kebetulan saya tahu persis (negara maju lainnya umumnya nyaris sama), anggaran rumah tangga harus dikontrol dengan sangat ketat dan hemat, karena harus bayar pajak ini itu yang lumayan banyak. Pendidikan adalah nomor satu. Para pelajar dilarang ke sekolah membawa motor apalagi mobil. Anak SD harus kesekolah jalan kaki dan berjalan berkolompok berdasarkan kedekatan rumah. Tidak boleh berjalan sendiri apalagi ke sekolah diantar naik mobil. Sifat mandiri dan hidup berkelompok harus diajar sejak dini.

Mobil atau motor hanya boleh digunakan setelah menjadi mahasiswa, namun kebanyakan mahasiswa juga umumnya mandiri dan masih menggunakan sepeda gayung. Hampir semua kampus-kampus di negeri maju umumnya memiliki tempat parkir sepeda (gayung) yang sangat luas. Kuliah sambil kerja paruh waktu adalah hal umum. Saya nyaris belum pernah mendengar mahasiswa yang kerjanya cuma sekolah doang, kecuali untuk semester awal. Nyaris kebanyakan pelayan restoran, penjual roti, kasir supermarket dilakukan oleh para mahasiswa.

Nah, ini adalah contoh kecil dan sangat sederhana bagaimana membentuk fondasi bangsa yang kuat dan berrkualitas. Mengendari motor atau mobil oleh pelajar di Indonesia adalah hal yang mencengangkan bagi orang asing. Kendala transportasi yang kurang mungkin menjadi alasan, tapi kenapa tidak membuatnya? Inilah tugas pemerintah dan orang tua dan inilah namanya prioritas.

Tambahlan lain yang mungkin tidak penting, pelajaran agama dilarang di ajarkan di sekolah umum di negeri sekuler. Sebagai gantinya mereka belajar pendidikan budi pekerti, antri, maner, bicara dengan orang lebih tua, menggunakan handphone, menggunakan fasiltas publik dll.

Tentu saja, mungkin kita sudah memiliki model pendidikan agama jadi tidak perlu ikut-ikutan meniru model pendidikn budi pekerti ala barat. Pendidkan agama boleh jadi atau mungkin juga harus dipertahankan. Namun model pendidikan agama seperti apa yang sebaiknya diajarkan? Menurut saya, selama ini pendidikan agama cendurng berkutat pada dalil dan dogma. Untuk sekolah privat tentu bagus dan wajib, tapi bukan untuk sekolah umum. Model pendidikan agama seperti ini hanya akan menghasilkan lulusan yang pintar debat doang. Negeri religus tapi korupsi jalan terus.  Ironis bukan?

Jadi solusi saya ya sederhana dan abal-abal. Hemat, tahu prioritas dan dedikasi. Kekurangan kita adalah tidak tahu prioritas, tidak memiliki kemampun mengelola uang publik serta kurangnya dedikasi atau pengabdian pada negara. Itulah sepenggal opini saya tentang kondisi negeri ini.

Wage  Rahadjo

32 thoughts on “Apa Yang Kurang Atau Salah Dari Negeri Ini?

  1. salam buat semua…..

    rakyat indonesia seperti di HIPNOTIS….dan menjadi semakin APATIS…..karena sepertinya sudah muakk dan putus asa…………

    kondisi seperti inilah yang sengaja diciptakan dan dikondisikan…oleh para” ELITE SONTOLOYO”

    semua ini adalah sebuah ” KOMPETISI” berdasarkan ..”EKONOMI” SECARA BERVARIASI MEMBUAT BERBAGAI STRATEGI KORUPSI UNTUK MENAMBAH KEKUATAN KEKAYAAN, MEMBUAT STRATA SOSIAL,.. MELUMPUHKAN SECARA TEKHNOLOGI. PELANGGARAN TERHADAP BURUH …….DAN AKHIRNYA MEMBENTUK PEMERINTAHAN ” DIKTATOR”….OLEH PARA ELITE ORANG KAYA….'” MEMANG SONTOLOYO”….

    MAU JADI PEMIMPIN HARUS ADA REKOM…..REKOM DIKUASAI OLEH …PARA PEMIMPIN PARTAI….DAN DIPERJUAL BELIKAN…..SEMAKIN SONTOLOYO DAN BANYAK DUITNYA PASTI DAPAT RECOM……

    JALUR INDEPENDEN……DIBUAT SEAMBREK PERATURANNYA….YANG MEMBUAT RAKYAT JELATAH YANG PENGEN IKUTAN PILKADA ….JADI KELENGER DULUAN SEBELUM IKUT…..SONTOLOYOOOO…….KKWKWKWKWK

    AKHIRNYA MAFIA GUBERNUR SWASTA …YANG BERMAIN…..MENAWARKAN DUIT BANTUAN ….JADI JGN HERAN KALAU GUBERNUR SWASTA …YANG PALING BANYAK MEMENANGKAN TENDER2 PEMDA………

    ARTINYA PADA AKHIRNYA ….SONTOLOYO .Vs SONTOLOYO YANG BERMAIN ….PEMIMPIN YANG MISKIN HANYALAH BONEKA SAJA…..

    lebih parah lagi kalau GUBERNUR SWASTA…..adalah orang NON PRIBUMI…..terus menawarkan berbagai… berger …ehhh salah bergening ….yang tidak masuk akal …tapi bisa jalan terussss……kwkwkwkwk…..

    wess emmboohhh…..negoro sontoloyo sudah nasib bangsa indonesia…….diberi kemerdekaan oleh para pejuang ………..tapi kemerdekaan yang dihancurkan maknanya olehSONTOLOYO…….

    kebanyakan mikir negoro sontoloyo ….jadi sontoloyo juga saya….kwkwkwkwkw

    wasallam

  2. salam simbah, kang pnl, dan.sedulur semua@

    “Semua orang jg tahu, Indonesia rusak karena faktor manusiannya..
    semua orang jg tahu, kalo orang yg bnyk masalah, adalah karena faktor manusianya..
    #Kesadaran.. Tak ternilai dgn harga..”

    tak bisa dipungkiri mbah.. semakin kesini, keadaan smakin tambah tdk menguntungkan.. terlebih bagi buruh pabrik macam saya…
    berusaha sedikit, langsung jatuh tanpa ada yg bs menolong..

    rahayu..

  3. Di Jakarta ada …gubernur yang …bersih, tidak korupsi, dan pro rakyat. Kelahiran …Indonesia… Seperti Obama di Amerika – yg bapaknya WN A – frika. Hmm, yang menembaki dan menculik mahasiswa sebelum Soeharto lengser itu sudah di …adili belum ?? Dan yang menculik orang2 yang lain, termasuk Widji Thukul ??

  4. salam @ para pinisepuh,

    suka tidak suka
    bisa beginilah citra manusia Indonesia…
    nuansa kemiskinan
    rendah-pendidikan
    rentan-kekerasan sosial
    dll

    dan kita selalu mengharu-birukan akan kemakmuran tanah-air yang indah, subur, kaya-raya dengan sumber alamnya.

    SDA kita melimpah ruah, tapi yang perlu diperhatikan memang SDM nya atau sumber daya manusianya, bukan SenDok Makan 😉 …

    dirgahayu RI yang ke-70, semoga lekas sejahtera.

  5. Salam untuk Kang PNL, Kang Bodong, Ontorojo, Dewi, Kang Nur dan juga semua rekan lainnya.

    70 tahun sudah kita merdeka.
    Lha, terus ngapain?
    Merdeka dari apa?
    Lepas dari tangan penjajah asing, jatuh ke penjajah lokal.

    Saat dijajah Belanda, rakyat harus bayar pajak,
    Setelah merdeka ya tetap saja bayar pajak,
    yang mirisnya kagak jelas larinya kemana
    Mungkin untuk membiayai bapak2 untuk tidur di Senayan atau pelesiran berkedok study banding ke negeri orang?

    70 tahun sudah kita merdeka,
    ya sudah, dijalani saja,
    Dirayakan dengan sedikit kegembiraan kecil seperti lari karung atau panjat pinang…..

    Merdeka !!!

    * sebelum publish komentar, iseng2, lihat kalender.
    Eh?!! sekarang tanggal 18.
    Ya udah, sekali merdeka ya tetap merdeka

    1. selamat pagi..selamat merayakan hari kemerdekaan.

      Renungan di hari kemerdekaan….dari tetangga sebelah…

      Berikut tulisan Sarlito Wirawan Sarwono di Koran TEMPO 15/8/2015

      MANUSIA INDONESIA
      Sarlito Wirawan Sarwono*

      Beberapa waktu yang lalu, ketika melintasi jalan Kapten Tendean, Jakarta, yang sedang direnovasi, saya terkejut ketika melihat salah satu backhoe (alat berat penggali tanah) bermerek “Samsung” (Korea), karena selama ini yang saya ketahui Samsung adalah produser HP, smart phone, gadget dan barang-barang elektronik, yang sudah jauh menggusur posisi Sonny dan Nokia (Jepang), tetapi bukan produsen alat-alat berat. Tetapi bukan itu saja, di Indonesia para Korea ini sudah mulai menggusur Jepang di bidang kuliner (Resto Korea versus Resto Jepang), budaya pop (K-pop, Gangnam style, Boys band, Sinetron Korea dll), dan otomotif (“H” dari Hyundai versus “H” dari Honda). Padahal Korea pernah “dijajah” Jepang (1876-1945) dan orang Korea punya dendam kesumat kepada orang Jepang. Tetapi dendam itu tidak dibalaskan dengan perang lagi atau agresi politik, melainkan dengan kerja keras yang menghasilkan prestasi di bidang teknologi, ekonomi dan budaya. Dalam waktu 70 tahun kita sama-sama melihat hasilnya.

      Indonesia juga pernah dijajah Jepang, tidak lama, hanya 3½ tahun, tetapi rakyat sangat menderita selama masa penjajahan yang singkat itu. Anehnya, walaupun akhirnya Jepang kalah Perang Dunia II dan Jepang diwajibkan membayar pampasan perang kepada Indonesia, setelah 70 tahun Indonesia tidak berhasil mengimbangi Jepang hampir di segala bidang. Malah di tahun 1974 terjadi peristiwa Malari (15 Januari), saat mahasiswa dan massa membakari mobil-mobil bermerk Jepang. Orang Indonesia bukannya bekerja lebih giat untuk menyaingi Jepang, tetapi menyalahkan dan menyerang si pesaing. Dalam psikologi mentalitas seperti ini disebut “ekstra-punitif” (menghakimi pihak lain) yang bersumber pada “pusat kendali eksternal” (external locus of control).

      Menurut teori Pusat Kendali (locus of control: J.B. Rotter, 1954), ada dua macam tipe manusia, yaitu yang Pusat Kendalinya Internal dan Eksternal. Orang dengan Pusat Kendali Internal (PKI) percaya bahwa dirinya sendirilah yang menentukan apa yang akan terjadi dengan dirinya, bahkan lingkungan di sekitarnya pun bisa dia kendalikan sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan orang dengan Pusat Kendali Eksternal (PKE) jika terjadi sesuatu, cenderung menyalahkan pihak lain, bukannya mengoreksi diri sendiri.

      Sebagian besar orang Indonesia, menurut hemat saya, tergolong PKE. Bukan hanya dalam kasus Malari, tetapi hampir pada setiap peristiwa sehari-hari. Kalau dalam Pilkada ada calon Bupati/Walikota yang dinyatakan gugur karena tidak memenuhi persyaratan maka kantor KPU-nya dibakar. Kalau kebanjiran menyalahkan pemerintah, kalau kekeringan minta bantuan pemerintah. Si pemerintah juga lebih senang menyalahkan alam yang tidak bersahabat. Bahkan ketika perekonomian nasional mengalami perlambatan seperti sekarang ini, para menteri di pemerintah pusat lebih senang menyalahkan faktor-faktor luar negeri (menggiatnya perekonomian dan kenaikan suku bunga di AS dll), ketimbang merekayasa perekonomian dalam negeri untuk mendongkrak laju perekonomian nasional. Pengendara motor yang melawan arus, ketika ditangkap polisi, akan membantah, “Loh, tiap hari saya liwat sini. Ada polisi, tetapi tidak pernah diapa-apakan. Kok sekarang saya mau ditilang?”

      Salah satu dampak dari sifat bangsa Indonesia yang KPE ini adalah mencari jalan pintas. Tidak punya ijasah, ya beli ijasah Aspal saja. Mau menang Pilkada, beli suara. Mau main di pengadilan beli hakimnya. Kalau tidak bisa dibeli, liwat kekerasan. Termasuk Tuhan pun dijadikan faktor yang dijadikan sarana untuk mencapai sesuatu. Ingin lulus Ujian Nasional, sholat Istigozah rame-rame. Demo anti kenaikan harga BBM, teriak “Allahu Akbar”. Tetapi karena Tuhan tidak bisa dibeli, maka yang menikmati (yang terima duit) adalah para pemain di balik agama, termasuk para da’i komersial (yang sering masuk TV dan honor tausyiahnya 10 kali lipat dari ceramah profesor), Biro perjalanan haji dan Umroh, dan para pemain politik yang menggunakan agama sebagai kendaraannya.

      Akhir-akhir ini bahkan makin kuat kecenderungan untuk lebih menuhankan agama ketimbang menuhankan Tuhan (Allah) itu sendiri. Agama sudah dianggap jauh lebih penting dari pada negara, pemerintah, bendera dan lagu kebangsaan, kewarganegaraan, dsb. Kalau Kartosuwiryo yang memproklamasikan NII (Negara Islam Indonesia) di tahun 1949 (isterinya tidak berjilbab), masih mencita-citakan sebuah negara yang bernama Indonesia, JI (Jamaah Islamiah) dan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) tidak lagi mempersoalkan wilayah, dia maunya seluruh dunia adalah daulah Islamiah, yang dipimpin oleh seorang Amir atau Khalifah saja. Berita mutakhir, ISIS telah mengeksekusi 19 perempuan yang menolak bersetubuh dengan para pejuangnya, atas nama agama, atas nama daullah Islamiah. Padahal Allah sendiri tidak pernah mengatakan begitu. Bukankah ini menuhankan agama lebih dari pada menuhankan Allah itu sendiri? Apa namanya kalau bukan musyrik?

      Dampak yang serius dari mentalitas PKE adalah orang jadi malas kerja. Orang PKE yang tidak berorientasi agama memilih hidup hedonis, mumpung muda hura-hura, tua foya-foya, mati masuk alam baka (surga atau neraka? Emang gue pikirin?). Mereka terlibat Narkoba, seks berisiko, kenakalan dan kriminal untuk memenuhi kebutuhuan hedonisnya. Sementara PKE yang orientasinya agama lebih rajin berdoa (rukun Islam tidak pernah terlambat, termasauk berumuroh berkali-kali), tetapi tetap enggan bekerja serius. Bahkan mereka pikir tidak apa-apa sedikit bermaksiat juga, karena mereka pasti sudah diberi pahala dan ampun oleh Allah yang Maha Pengampun, karena ibadah mereka sudah berpuasa yang pahalanya lebih dari seribu bulan dan sudah sholat Arbain di Medinah, yang pahalanya entah berapa juta kali lipat dibandingkan shalat di masjid lain. Itulah sebabnya Indonesia tidak pernah lepas dari korupsi dan maksiat, walaupun mayoritas penduduknya adalah muslim terbanyak di dunia. Itulah sebabnya Indonesia tidak pernah lepas dari STMJ (Sholat Terus, Maksiat Jalan).

      Padahal Indonesia sedang dalam era Bonus Demografi (2010-2045), yaitu saat penduduk usia produktif (15-64 tahun) berjumlah dua kali lipat dari penduduk non-produktif. Para pakar menamakannya peluang emas untuk menggenjot kemajuan di segala bidang, guna menyejahterakan dan memakmurkan bangsa, khususnya karena negara-negara lain sudah meliwati masa ini bertahun-tahun yang lalu (negara-negara maju seperti Kanada dan AS sudah mengimport imigran untuk mengisi kekurangan tenaga kerja mereka) dan Indonesia sendiri akan kehilangan peluang itu juga pasca 2045. Peluang emas inilah yang ingin direbut oleh Presiden Jokowi dengan seruannya “Kerja, kerja, kerja!!!”. Maka kabinetnya pun dinamakan Kabinet Kerja. Tetapi kalau bangsa Indonesia lebih suka berhura-hura atau hanya berdoa saja, jangan-jangan seliwat tahun 2045 (100 tahun setelah kemerdekaan), Indonesia bukannya menandingi Korea atau Tiongkok (Cina) melainkan makin terpuruk. Audhubillah min dzalik.

      * Guru Besar Psikolog[truncated by WhatsApp]

    2. Nuwun Kang Balanedewa, telah mempostingkan copasan artikel yang sangat menarik.

      Apa yang ditulis oleh Bpk Dosen tersebut menurut saya 100% sesuai kenyataan atau realitasnya di masyarakat. Tulisan tsb sangat bagus dijadikan renungan.

  6. Bukan revolusi..ada hal yg tdk pernah terbayangkan oleh seluruh warga ri bahkan sedunia bahkan setan yg gentanyangan sekalipun . Negara ini perlu …dan akan di…segera..!!

  7. Negeri yg tidak pernah salah tapi sial dapat pengelola negeri klas abal-abal.

    Kesalahan ada pada pengelola negeri dimulai dr suharto dg orde barunya (new order) yg mengikuti kemauan negeri lain si dajjal/illuminati amerika dg tatanan dunia barunya (new world order).

    Semoga dalam waktu dekat negeri ini dipenuhi dg kebaikan, amin.

  8. Armagedon..cuma satu hentakan…dia sudah nampak wajahnya disenja yg kelam..kpk dbubarkan tidak menjamin korup hilang..justru kpk wajib jd salah satu sistem dalam negara ini.seperti dpr..susah amat ngurus negara.hehe..perhatikan warga cina dan wna lain.pada ongkang2 rahayat kita jadi babu..itb.ugm.unisbraw.unpad.ui.trisakti.etc pada kemana pakar2 nya..membangun bangsa ini jangan mengandalkan presiden tok.kasian.dia msh malu kalau jumpa megawati.negara ini punya siapa sebenarnya?haha…apa harus digoyang gempa dulu 13 skala gram hahaha..kasiman leluhur sendiri di injak2 dibenci dikambinghtmkan,negara kualat.

    1. Satuhal yg pasti kepala negara semua dari jawa. Habibi aja yg nyelang. Sunda blum ada yg berani. Gmana kalau kepalanegara dari batak..saya suka. Dia pasti bilang.bah macam manapula kau menteri.kau kerja tak becus.sudah,berhenti saja dikau..sanah.asam aku melihat wajahmu bah bah. Hahaha..negara aneh.

  9. salam ….buat rekan2 semua…….@Kang Wage , @Kang NUR, @Kang TAPA, @Kang JS ….dan semuanya………dech ….

    klu menurut pendapat saya sich……kita harus memiliki flatform dulu …..sebelum nya……UUD’45 harus dibenerin dulu dan dibakukan….UUD’45 harus mencerminkan 5 sila dari Pancasila….karena ini adalah dasarnya………kemudian UU dan peraturan2 lain mengikuti …..tidak terkecuali KEPRES DAN KEPMEN apalagi PERGUB DAN PERATUAN BUPATI……

    semua peraturan tersebut diatas ….jika tidak mengacu atau bertentangan dengan UUD’45 harus diganti atau dibatalkan demi …kemanusiaan dan keadilan bagi seluruh rakyat indonesia……

    di dalam UUD’45 ….juga mengatur partai……dan membatasi wewenang partai …..sampai pada pembubaran partai sebagai sangsinya……jika melanggar aturan mainnya….

    bukan seperti sekarang carutttt …marut …..mana UUD’45 …..mana KUHP….mana UU mana PP…mana KEPMEN …tabrakan carut marut…ngak karuan …….kayak benang kusud

    SEMUA ITU HARUS TER STRUKTUR ……NGAK BISA COMOT DI TENGAH …TERUS DIBENERIN …. KAYAK TEMPEL BAN BOCOR ….KWKWKWKWK

    kenapa ngak pernah dibenerin ………oleh pemerintah ……hanya ada 2 hal….

    1…..pemerintah …tidak memiliki kapasitas dan kapabilitas …yang cukup …

    2. ….Biar rakyat tambah bingung puyeng DGN YANG NAMANYA HUKUM…akhirnya putus asa dan apatis…..

    BIAR ANAKNYA PAHLAWAN BESAR …KALAU KAPASITAS KURANG ……SINGKIRKAN AJA …NGAK USAH SEGAN2….KLU PERLU BUBARKAN …..PARTAINYA….KARENA AKAN MENGHAMBAT PROSES PERCEPATAN KEADILAN DAN KEMAKMURAN RAKYAT……KASIHAN RAKYAT UDAH KELAMAAN DALAM SENGSARA…..NGOMONG BUBARKAN KPK NGAK MIKIR KALI…….KALAU MAU DIMANFAATIN ORANG…….BELUM WAKTUNYA KPK DIBUBARKAN……KARENA UUD’45 BELUM DIBETULINNN.

    WASALLAM …..

  10. Salam Kang PNL ….Bapak Wage dan sedulur yang terhormat…

    Indonesia sepertinya terjadi krisis moral…..

    Hukum dan aturan telah dilanggar…..

    Bagaimana untuk mengawali Revolusi Mental ,,,bagaimana caranya dan siapa yang memimpin ??

  11. Kesalahan yg dilakukan presiden dulu sampai sekarang harusnya tidak dicontoh ato diulangi,
    Ada yg sok ngamrik, jual aset negara sampai yg sok merakyat tapi harga pada naik.

    Tapi kesalahan utama ada pada sistem pemerintahan kita, sistem presidensial, harusnya diganti dg sistem presidenuntung atau presidengooooood….!!!
    Huahaha

  12. @Salam Dongbud Lover’s
    @salam Sesepuh semua
    @Salam Mbah Wager

    Apa Yang Kurang Atau Salah Dari Negeri Ini?

    Menurut saya Dari Rakyat Kecil sampai Pimpinan Negeri ini mempunyai kesalahan yang sama, Yaitu “EGO” dimana tiap individu hanya memikirkan diri sendiri keluarga atau golongan atau kelompoknya saja,
    Kesadaran Bernegara yang mana bangsa kita terdiri dari bermacam-macam suku atau ras namun pada kenyataan Sukuisme dan Rasisme masih berlangsung dinegri ini ditambah lagi pengkotak-kotakan dari Kaum Agamis, yang semua itu menimbulkan kurangnya rasa persatuan kan kesatuan serta rasa memiliki negri ini secara bersama menjadi pudar.

    Bentrok antar Kampung , Perang antar Suku, Ribut Antar pemeluk Agama, dan lain sebagainya selalu mewarnai negri ini.
    Semboyan “KITA SEMUA ADALAH SAUDARA SATU BANGSA” pada kenyataannya hanya Pameo Mbelgedez belaka.
    Jika rasa persaudaraan dan persatuan serta Rasa memiliki negri ini belum tercapai maka negri ini akan tetap berjalan ditempat.

    @salam Rahayu

  13. Negoro iki le di bangun dudu koyo singapur utowo malaysia.
    Negoro iki di bangun seko jerih payahe rakyat.
    Negoro iki di bangun seko getihe lan keringete rakyat.
    Rakyat indonesia iki rakyat seng paling kuat sak ndonyo iki.
    Negoro iki rabakal kocar kacir goro goro dollar mundak terus
    98 seng ngancurke sementara iku dudu karono dollar tapi karono oknum2 seng sengojo pengen melu sugeh seko ngrampok negoro iki
    Rakyat iki kuwat…
    Rakyat iki penyabar…
    Di kei gunung mbledos iseh iso ngguyu karo foto selfie…
    Di kei banjiiir…
    Iseh iso ngguya ngguyu lan rebutan di shoting mlebu TV…
    Seng keweden nak negoro iki rusuh iku wong sugih…..
    Delokno seng paling sugih saiki mesti wong seng kerjo keras bar kejadian 98
    Nak memang negoro iki meh koyo 98 ayoooo
    Koe seng rumongso kereee siap siapp woconen peluang yen 15 tahun meneh koe iso sugih koyo seng sugih saiki.
    Negoro hancur lebur kui ojo kok bayangke koyo film film.
    Paling bedane mung seng biasane numpak mersi dadi numpak taksi
    Seng biasane sombong dadi prihatin
    Yen negoro iki hancur leee delokken wae sopo seng nangis geteh
    Lan sopo seng malah nggolek posisi apik kanggo foto selfie…..

    1. katanya sabdo (ucapan),
      Keinginan mu, rusake iku nunggu siklus/perputaran surya, setiap angka 7 (700 th) pd perputaran surya tsb disebut JANGKA.

      perputaran matahari/surya ini berhubungan dgn waktu atau usia, tulalit, udah bilang di grup ini, msh lamaaaa waktunya usia ke angka 7 tsb, jika dihitung pakai kalkulator mungkin sekitar th 2035 atau 19 th lg impian mu tercapai, hancur,
      Tp nanti untuk biaya pembangunan dari tulalit xi3 menghayal, jalan diperlebar, pajak tanah bangunan murah/gratis, utang luar negri nol, dsb spt itu kira2 khayalannya, namanya juga grup dongeng, sebaiknya jgn percaya omongan warga blegedes

  14. assalamualaikum penghuni blog Dongbud… terkhusus ke Tuan rumah bung Wage… artikel yg sangat menarik.. saya jadi ingat saat ngobrol dengan salah seorang pengacara Lbh.. mengAnalogikan secara sederhana ” pasca reformasi itu kayak seseorang sedang memegang sebakul priuk nasi km bagi kan untuk seluruh Ayam-ayam di kandang.. semua berebut… yg dapat banyak Ayam JAGO nya… nah kita… hanya anak ayam yg mengais sisa-sisa yg ada… walau getir dan tertelan hanyalah remah2 tanah yg tersisa” salam..

    1. Dari setiap perjalanan bangsa, pikiran manusia selalu bikin konsep dgn istilah2 baru spt demokrasi liberal nyungseb, dilanjut terpimpin lantas ada istilah orla, orba, terus reformasi, entah nanti nama apa lg,,, konsep manusia tak ada yg langgeng, muncul dan pergi sesuka manusianya. Maksudnya yg masa lalu adlh sejarah dan ms skrg sdg membuat sejarah.

      Tulalit “man, apa kabar? tulalit mau tanya “apa yg paling jauh, dan apa yg paling deket? ”
      Sukiman “tak tahu lah aku”
      Tulalit “yg paling jauh adlah MASA LALU, dan yg paling deket menghampiri kita adlh KEMATIAN”

  15. Hiks, ini lagi, ini lagi.
    Terbangun dari mimpi.
    Bisakah kalian bertiga tidak hadir dalam mimpiku, dan memberikan sesuatu yang aneh.
    Mohon beribu ribu ma’af buat alm.Bapak Ir.H.Soekarno, alm.Bapak H.M.Soeharto, dan juga alm.Bapak Gus Dur, khususon buat kalian bertiga, semoga tenang di alam sana, jangan hadir dalam mimpiku lagi, karena hal itu bukan ranah (urusan) saya, apalah arti saya ini.
    Bikin kopi dulu ah, sambil nyalakan gudang garam merah, hihihi …

  16. Yg salah dari NKRI sejak merdeka al sbb:
    1. Mengaku negara berPancasila, BerKeTuhanan Yg Maha Esa tapi tdk mau menerapkan hukum2 yg dibuat Tuhan. Hukum Tuhan paling up to date tdp dlm Qur’an&Sunnah.Akibatnya timbul dosa kemunafikan dr ratusan juta org Islam di NKRI.
    2. Sistem ekonomi & keuangan NKRI berbasis riba adalah kesalahan fatal sejak merdeka,akibatnya dosa2 NKRI ber-tumpuk2.
    3. Mnjlnkn Dajjalisme sejak Reformasi yaitu pembengkokkan jalan Allah SWT lewat demokrasi,kapitalisme, liberalisme, HAM, moderatisme dll yg mrpkn kemusyrikan2,akibatnya dosa2 NKRI jg ber-tumpuk2.
    4. Keadilan yg tumpul ke atas tapi menindas ke bawah. Garong2 Century yg melahap triliunan rupiah dibiarkan sj. Tdk lama lg dosa skandal besar Century yg diperam, tdk pernah diadili ini akan meledak, jadi mesin pembunuh & penghancur dunia / penyebab Goro2.
    Ket:
    Dosa adlh energi membenamkan/ menjatuhkan/merusak mknya peringatan agama@: yg berdosa akn jatuh ke dlm neraka. Selain dpt membinasakan org, dosa yg ternyata energi merusak ini jg dpt membinasakan suatu negeri. Dalil2 ini valid berdsrkn kitab2 suci. Jd ktk NKRI,Amerika Serikat&banyak negeri demokrasi sedunia nanti binasa dlm Goro2, mk itu adlh kebodohan pengelolanya yg tdk dpt memahami dosa:energi merusak he.3x!

    1. Ini cuma rumor ttg dajjal versi org2 arab “bahwa dajjal mengaku dirinya sbg tuhan”, jd mirip dgn cerita negri demokrasi “rakyat skrg jd tuhan” dasarnya mrk menggunakan aturan/perundangan “suara rakyat adlh suara tuhan”, beda dgn negara berbentuk kerajaan atau kesultanan.
      Ternyata negara2 demokrasi memang berlindung di ketiak dajjal dan diawasi oleh mata yg ngintip (kalau ngintip kata dokter ku pasti dgn mata satu, kalau mata dua namanya melotot dsb) yaitu paman sam atau US, benarkah
      Wallahualam bishowab

  17. Dlm pergaulan ada org baik, buruk, penjahat & bajingan.Begitu pula dlm pergaulan internasional berbangsa&bernegara,ada bangsa/negara yg baik, buruk, penjahat & bajingan. Menurut info Injil, Bani Israil itu penipu & penjahat. Menurut Qur’an: terkutuk, dimurkai Tuhan, kawan setan. Org yg berkawan dgn setan pasti disesatkan krn sejak awal setan sdh mendeklarasikan sebagai musuh manusia yg akn menggiring manusia ke neraka. Momentum akhir zaman, kedtgn siklus besar & berbahaya dimanfaatkn dengan baik sekali oleh setan2 dgn memanfaatkn momentum ini utk membuat org binasa dlm kezaliman. Caranya menipu & mengkadali bangsa yg dilebihkan atas segala umat: Bani Israil. Kmdn lewat Bani Israil dgn segala keunggulannya dipakai utk menjerumuskan umat manusia. Contoh; menguatkan pengaruh riba, demokrasi,kapitalisme, HAM dll sehingga setiap org di dunia ini skrg akn terjerat/terkena kegiatan2 berdosa tsb. Akibatnya dunia skrg diliputi dosa2 krn perbuatan2 zalim manusia tsb. Ktk dosa2 yg sngat banyak sekali dilepaskan jd energi merusak, maka terciptalah bencana2 yg dahsyat sprti kutukan kolosal/pengubahan rupa, penenggelaman bumi, pageblug dll

    1. Tulalit sungguh bingung, katanya bani usrail yg asli itu ya bani jawa
      Kata kabar burung (entah burung apa yg melontarkan tulalit ingin ngoleksi burung ntu) di israel sana (tulalit blm pernah ke sana) ada simbol rumah joglo dgn nama java til avi (maaf tulalit kurang pintar nulis).
      Dan bani israil disana adlh bani kutukan!!! konon katanya 3 bangsa lahir dari ras keturunan nb nuh, yg kulit bule dan yg hitam (mohon maaf ini cuma dongeng, kususnya bg yg punya pacar gelap (kulit item) itu bangsa kutukan ( tp ntar tulalit mudah2an diridhoi Allah melepaskan kutukan mrk, tulalit msh sibuk jd blm sempat meruwat mrk dan meruwat bumi)

  18. Harus diakui setan2 cukup hebat dlm memanfaatkan momentum kdtgn pelepasan energi yg menyelimuti dunia / Goro2 ini. Bahkan penyesatan Bani Israil pun sdh dimulai sejak 2000 thn lalu,ktk Yesus masih berdakwah kpd Bani Israil. Mk sesuai pesan Prabu Jayabaya utk eling & waspada menghdpi Goro2 ini yg sebenarnya manusia dpt memilih jadi bencana dahsyat / tdk ada bencana, tergantung dr banyaknya dosa yg menyelimuti bumi ini. Skrg nasi sdh menjadi bubur, maka ber-siap2lah menghadapi azab & bencana2 dahsyat dlm Goro2 krn pilihan manusia zaman skrg; suka mengerjakan hal2 yg menghasilkan dosa2. Utk mengurangi kedahsyatannya segera memohon ampun & bertaubat kpd Allah SWT / menjalankan prosedur penyelamatan 666 dgn menjadi muslim yg kafah al dgn mnjlnkn sholat, bg laki2 harus pernah mnjlnkn sholat berjamaah di masjid & bg wanita cukup di rumah sj.

  19. Hi All! Salam cinta…

    Maklumlah… Mayoritas orang islam di negeri ini masih belum mau bertakwa dengan sungguh-sungguh… terbukti orang kecil dan orang besar masih banyak yang malas, tidak disiplin, curang, dll… dan sistemnya pun sangat mendukung… Jika demikian, bagaiman mungkin bisa didapat pemimpin yang benar-benar bertakwa…
    Ketahuilah… Mayoritas orang kafir bisa maju karena memang ada pembiaran (berdasarkan sunatullah) dan mayoritas orang islam di negeri ini tidak akan bisa maju tanpa bertakwa… Namun, Jika mayoritas orang islam di negeri ini memang benar-benar mau bertakwa… Maka negeri ini akan jauh lebih maju dari negeri manapun. Kenapa bisa begitu? Sebab, orang islam sudah berikrar… dan begitulah sistem yang Tuhan tetapkan…

    Jika ingin negeri ini benar-benar menjadi rahmat untuk semesta alam, yang harus dilakukan adalah…Mencari pemimpin yang benar-benar bertakwa… siapa pun dia… (dan pencarian ini hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar bertakwa/orang-orang yang bertekad benar-benar mau bertakwa) kemudian mengusahakan agar pemimpin tersebut bisa berkuasa dan menerapkan sistem yang mempermudah orang untuk bisa menjernihkan hati… Sebab, tanpa hati yang bersih sangat sulit untuk bisa bertakwa…

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s