Hindu, Agama Sesat dan Tidak Jelas ???

Peringatan : Blog sesat. Bukan bacaan untuk anak-anak. Pembaca type Facebook, baca judul doang lalu berkomentar atau baca satu paragraf sudah kelelahan, SEBAIKANYA tidak membaca atau mengakses blog ini.

mahabarata
Ilustrasi Mababerata

Banyak orang alergi, marah guling-guling atau bahkan langsung terkapar pingsan dikala mendengar atau membaca kata sesat, terlebih kalau bersinggungan dengan agama. Kenapa ? Semua agama pada dasarnya adalah sesat kalau dilihat dari sudut arah yang berbeda.

DONGBUD – Wage Rahardjo. “Hindu agama sesat”, entah sudah berapa ratusan kali kata tersebut nongol di daftar kata kunci ke blog abal-abal. Saya sih senyum-senyum saja membacanya. Sayang, artikel yang dicarinya tidak ada di blog ini. Namun selang beberapa hari, kata kunci tersebut muncul kembali. Nah, daripada pembaca kecewa bolak balik seperti strika atau membaca dari sumber yang “tidak jelas”, akhirnya saya memutuskan untuk membuatkannya, persis seperti apa yang mereka cari.

Artikel ini lumayan panjang, jadi sebelum baca ada baiknya Anda menyiapkan secangkir kopi atau teh manis.. Blog ini target pembacanya adalah untuk mereka yang mau berpikir, bukan untuk orang fanatik. (baca artikel lainnya : Fanatik membunuh rasa simpatik, radikal membunuh akal). Baik, agar tidak panjang, kita langsung ke pembahasannya.

BAGIAN I, TIDAK JELAS ???

Sejarah kata Hindu, tidak jelas…

Apa itu Hindu? Sepertinya banyak orang yang tidak tahu bahkan mungkin juga oleh orang Hindu sendiri. Apakah pura adalah tempat ibadah agama Hindu? Apakah Om Swastiastu dan Om Santi 3x adalah salam Hindu? Atau pertanyaan yang lebih gampang, apakah Nyepi adalah hari raya agama Hindu?

Secara umum jawabannya adalah tidak. Semua itu lebih tepat disebut Hindu ala Bali alias hanya ada di Bali saja. Kalau Anda datang ke Nepal atau India maka Anda akan menemukan tempat ibadah, salam atau hari raya yang sangat berbeda. Tidak ada Om Swastiastu, yang ada adalah Namaste, Namaskar, atau Namaskaram.

Kemudian beralih ke penggunaan kata Hindu, sepertinya akan lebih “tidak jelas” lagi. Kata Hindu awalnya dipakai bukan dalam kontek nama agama tapi sebutan untuk penduduk yang menempati wilayah sekitar sungai Indus atau Shindu. Orang-orang Arab dan Persia pada masa pra-Islam menggunakan kata Hindu yang berarti orang / penduduk India dan negaranya disebut Hindustan [Hindu Etymology]. Jadi baik orang Buddha, Shikh dan Jains juga awalnya digolongkan sebagai Hindu. Kemudian pada masa pemerintahan Islam di India. kata Hindu mulai dipakai sebagai dalam konteks religius yaitu untuk menyebut ribuan agama yang ada di lembah sungai Indus. Adapun agama-agama tersebut adalah agama Shiwa (Shivaisme) agama Wisnu (Vaishnawa)  agama Brahma (Brahmaisme), Shaktiisem dll. Kata Hindu dalam arti agama kemudian dipakai secara resmi saat penjajahan Inggris di India.

Di Indonesia, kata Hindu juga belum dikenal pada masa kerajaan Majapahit atau sebelumnya. Agama yang ada saat itu adalah Siwa-Buddha (sumber Negarakertagama). Sebagian besar candi-candi Hindu pada masa itu adalah merupakan candi agama Siwa. Kemudian setelah era kemerdekaan, nama Hindu Dharma mulai resmi dipakai dan itupu setelah melewati beberapa kali usulan dan perubahan nama. Menurut catatan, nama yang pernah digunakan atau diusulkan adalah agama Tirta, Agama Siwa, Trimurti, Siwa-Budha, Hindu Bali dll. Kemudian kata agama juga pernah diusulkan untuk “tidak dipakai” diganti dengan kata Igama, karana kata “agama, igama dan ugama” dianggap berbeda. Jadi nama yang diusulkan adalah Igama Tirta, Igama Siwa-Budha dll. [Link Sumber dan referensi, Balipost : Sekolah Hindu, mungkinkah bisa terwujud?]

Jadi apa itu agama Hindu? Bagaimana sejarah pasti dari dari kata Hindu, tanggal lahir, bulan dan tahun yang pasti? Ya tidak jelas. Bagi sebagian orang Hindu yang lebih terpelajar, menganggap kata Hindu adalah istilah dari orang Persia. sehingga mereka  lebih suka menggunakan nama yang dianggap lebih pas dan universal yaitu Sanatha Dharma. Bingung? Ya, semoga semakin bingung….

Apa nama Tuhan dalam agama Hindu? …

Hindu tidak mengenal sebutan baku untuk nama Tuhan. Sebagian orang menyebut nama Paremeswara, Paramatman, Siwa, Vishnu, Brahma, Brahman, Krishna, Narayana dan jutaan nama lainnya.  Di Bali yang merupakan barometer atau acuan Hindu di Indonesia menggunakan kata Sang Hyang Widhi untuk nama Tuhan. Nama lainnya yang juga umum dipakai adalah Sang Hyang Tunggal, Kata ini diambil dari bahasa lokal jadi tidak akan ditemukan pada Hindu di negeri lain.

Monotheisme, Polytheimse atau Atheisme? …

Hinduisme selama ini sering dituduh miring sebagai agama polytheisme, Hal ini tidak lepas karena banyaknya nama dewa dalam agama tersebut. Benarkah Hindu agama polytehisme? Bagi orang Hindu, jawabannya jelas TIDAK. Mereka tidak akan pernah bingung atau dipusingkan oleh banyaknya nama, karena acuannya adalah jelas:

Hanya ada satu Tuhan tetapi para orang bijaksana menyebut-Nya dengan banyak nama. (Ekam Sat Wiprah Bahuda Wadanti) Rg Weda (Buku I, Gita CLXIV, Bait 46)

Ini adalah merupakan salah satu ayat penting selain puluhan ayat sejenis yang menjadi pegangan standar bagi umat Hindu. Bagi mereka yang tetap ngotot, bingung dan kukuh berpendapat bahwa Hindu adalah agama yang menyembah banyak Tuhan, hendaknya mencoba membaca literatur kajian Hindu versi dunia pendidikan yang lebih NETRAL.

Pada kajian akademik di dunia pendidikan, Hindu disebutkan memilikii konsep ketuhanan yang beragam, monotheism,polytheism, panentheism, pantheism, pandeism, monism, dan bahkan juga atheism.-pun ada. Nyaris semua aliaran dan konsep ketuhanan yang ada pada agama-agama di dunia dari dulu sampai sekarang ada pada Hindu. Jadi tidak berlebihan kalau dikatakan, Hindu memiliki konsep ketuhanan yang paling lengkap. Kanapa? Ya karena Hindu adalah agama yang dari awal memang beragam, memiliki banyak sekte dan juga memiliki sejarah yang sangat panjang.

Itulah sebabnya, tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa mereka “sedikit” lebih matang atau dewasa dalam menyikapi perbedaan tentang beragam sekte, aliran ataupun konsep ketuhanan. “Mengapa dari ribuan sekte dan aliran yang ada pada agama Hindu, mereka bisa hidup dengan selaras dan damai tanpa saling “mengkafirkan”. Jawabannya ya kembali ke ayat di atas. Itulah sebabnya orang Hindu umumnya dengan relatif  mudah akan berkata : “Semua agama pada dasarnya sama, mengajarkan kebaikan, hanya beda jalan. Tuhan hanya satu hanya beda nama ataau sebutan.”.

Bagaimana cara sembahyang agama Hindu? Tidak jelas…

Hinduisme sama sekali tidak memiliki aturan baku dan seragam dalam bersembahyang. Cara sembahyang Hindu di Bali dengan India berbeda. Di Indiapun memiliki banyak sekte dan masing masing memiliki perbedaan cara sembahyang. Mengapa? Apa boleh begitu? Jawabannya ada di ayat berikut yang dijadikan pedoman bagi semua sekte Hindu. Ayat-ayal lain yang sejenis sangat banyak.

Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku, Semuanya Aku terima. Semua orang mencari-Ku dengan berbagai jalan. (Bhagawadgita, 4:11)

Mencari Tuhan tidak melulu harus dilakukan dengan sembahyang karena ada banyak jalan menuju Tuhan (Catur Marga). Ada orang mencarinya dengan jalan sembahyang (Bhakti Marga) ada dengan jalan bekerja (Karma Marga) ada dengan jalan belajar pengetahuan (Jnana Marga) dan ada juga dengan jalan “meditasi” (Yoga Marga).

Apa kitab suci yang biasa digunakan atau dimiliki oleh orang Hindu? Tidak jelas…

Apa nama kitab suci agama Hindu? Kebanyakan orang tentu akan menyebut Weda atau Veda. Tidak salah tentu saja. Tapi kenyataan yang ada di masyarakatnya, kitab ini malah “tidak populer”.  Kebanyakan orang malah lebih akrab dengan Bhagavad Gita, Bhagavatam atau kitab Sarasamuscaya yang berbahasa Jawa. Sah sah saja karena semua kitab ini dianggap sebagai intisari dari kitab Weda.

Setahu saya, kebanyakan orang Hindu bahkan nyaris tidak memiliki kitab apapun di rumahnya. Boro-boro baca Weda, melihat ujud kitabnya saja mungkin tidak pernah. Mereka mungkin lebih akrab dan menimati cerita wayang seperti Mahabrata dan Ramayana. Nah, ini juga merupakan “bagian lain” dari Weda.

Ya kitab suci (mungkin) penting, untuk dimiliki, dibaca atau mungkin juga dihafalkan, tapi yang jauh lebih penting adalah prilaku.

Makan daging sapi, boleh atau tidak? Tidak jelas…

Secara umum penganut Hindu memuliakan sapi. Bahasa lain yang lebih kasar adalah menyembahnya. Sapi telah memberikan susu pada anak-anak jadi statusnya setara dengan seorang ibu.. Sapi juga adalah partner bagi petani, jadi membunuh dan memakan hewan yang telah memberikan jasa adalah perbuatan tidak baik. Jadi apakah apakah orang Hindu tidak makan daging sapi? Hmmmm…….

Di Bali sendiri daging sapi dijual bebas. Di tahun 70an, lawar godel (anak sapi) sangat populer dan penjualnya menjajakan dagangannya keluar masuk desa. Entah sekarang masih ada atau tidak, saya kurang tahu. Kemudian cerita lainnya masih seputar sapi, dalam upacara tertentu, sapi dikorbankan sebagai persembahan. Jadi sapi suci bagi orang Hindu? Hmmm…..

Himsa atau Ahimsa, Vegetarian atau Carnivora? Tidak jelas…

Hindu mengajarakan tentang AHIMSA artinya tidak membunuh. Membunuh apa? Manusia? Ya tentu saja. Hewan? Ada yang membolehkan ada yang tidak. Ada kelompok yang menerjemahkan “tidak menyakiti mahluk lain”. Bagi sekte tertentu menjadikan ahimsa sebagai salah satu dasar untuk berpola hidup vegetarian. Mereka berpantang makan daging atau bahkan telor sekalipun. Jadi orang Hindu tidak boleh makan daging? Tidak juga. Tidak ada aturan atau larangan yang tegas melarang apalagi menganjurkan.

Hindu di Bali memiliki upacara pengorbanan binatang. Jadi binatang dipotong sebagai persembahan, tidak terkecuali juga sapi. Ritual ini tentu saja aneh dan juga membingungkan karena kalau dilihat dari sejarahnya, umat Hindu di Bali adalah aliran Siwa Sidanta atau penganut Siwa dengan sapi sebagai kendaraanya.

Hindu ala Nepal juga memiliki upacara pengorbanan binatang bahkan jauh lebih “sadis”. Puluhan ribu sapi dibunuh sebagai persembahan. Walaupun dagingnya kemudian disantap atau dibagikan namun bagi kebanyak orang tetap saja dianggap sadis, aneh dan tidak sesuai zaman.

Apa nama nabi pada agama Hindu? …

Hindu tidak mengenal nabi yang bersifat absulut, tunggal dan mendominasi ayat kitab suci. Menurut ajaran Hindu, wahyu diturunkan secara bergelombang pada banyak orang dan diturunkan dalam kurun waktu yang berbeda.

Edited : Apa nama tempat ibadah agama Hindu? …

Jawabannya adalah tergantung orang yang ditanya. Kalau ditanya pada orang Bali, tentu akan menjawab Pura, kalau ditanya pada orang India akan menjawab Mandir, untuk umat Hindu Kaharingan akan menjawab Balai Basarah, untuk orang Jawa kuno, entahlah…. mungkin candi. Sedangkan nama Internasionalnya mungkin temple…..

Sistem Kasta. Tidak jelaas…

Menurut teori ala kitab Veda, kasta hanyalah penamaan saja, bukan gelar, tidak menunjukkan derajat dan juga tidak diwariskan. Namun kenyataan di lapangan sangat berbeda. Kasta adalah “gelar” yang diwariskan turun temurun. Pendeta adalah jabatan ekslusif yang sudah dijatah khusus hanya untuk Kasta Brahmana dan keturunannya. Seseorang yang baru memeluk agama Hindu hanya berhak mendapat jatah kasta Sudra dan berlaku seterusnya sampai dunia “kiamat”. Lha, dengan kondisi seperti ini siapa yang mau dengan sukarela mau masuk Hindu kecuali “orang sesat”?

Banyak orang INDIA percaya bahwa kasta adalah bikinan penjajah INGGRIS untuk memecah belah penduduk jajahannya. Tapi penjajah telah lama pergi namun kasta tetap lestari. Mengapa? Meluruskan atau menempatkan kembali kasta pada tempatnya, hampir tidak mungkin. Dibutuhkan keberanian dan juga kerelaan yang luar biasa besar. Tatanan masyarakat dan adat bisa hancur lebur kalau dilakukan. Jadi siapa juga orang sinting yang mau melakukan? Tidak ada kasta yang ada adalah Varna ! Ya, berarti tidak perlu di ubah dan akhirnya Kasta di India-pun berkibar lestari di negara tersebut.

Gelar, kekayaan, status, derajat ataupun kedudukan, yang sudah nyaman ditempati tidak akan mungkin dengan sukarela mau dilepas kecuali orang sinting yang mau melakukannya. Walaupun dengan menabrak kebenaran sekalipun, seseorang akan tetap berusaha mempertahankannya. Itu namanya human being nature. Hanya orang tertentu sekaliber Rabindranath Tagore yang berani melepas gelar kasta bangsawan-nya sebagai bentuk protes pada pemerintah Inggris.

Jadi apakah semua aliran Hindu menerapkan sistem kasta? Tidak juga. Ada beberapa sekte Hindu tertentu yang tidak menerapkan sistem kasta pada komunitasnya. Semua orang dianggap sama mulia dan jabatan pendeta ditentukan oleh kualitas bukan keturunan. dst … dst.

Contoh “tidak jelas” lainnya masih banyak namun untuk menghindari agar tulisan tidak semakin panjang atau pembaca fanatik semakin terbakar maka tulisan dilanjutkan ke bagian 2.

Khajuraho_Mahadewa-wikipedia
Kuil Mahadeva, Khajuraho

BAGIAN II : SESAT

Marah tanpa ilmu adalah sesat 

Banyak orang alergi, marah guling-guling atau bahkan langsung terkapar pingsan dikala mendengar atau membaca kata sesat, terlebih kalau bersinggungan dengan agama. Kenapa ? Semua agama pada dasarnya adalah sesat kalau dilihat dari sudut arah yang berbeda.

Hindu sesat bagi orang Kristen yang fanatik. Jadi apakah ini artinya agama Kristen adalah agama waras? Tentu saja tidak karena sesungguhnya agama Kristen-pun adalah sesat dimata orang Yahudi fanatik. Jadi Yahudi adalah agama yang waras? Tentu tidak karena bagi penganut agama yang lain, baik Yahudi, Kristen, Hindu atau agama apapun, diluar agamanya sendiri adalah sesat. Sedangkan yang terakhir, bagi seorang atheis fanatik, semua agama adalah sama saja, sama sesatnya. Nah lho? Jadi siapa yang sesat?

Beragama tidak akan pernah lepas dari tuduh-menuduh sesat. Walaupun semua orang memeluk satu agama yang sama sekalipun tuduhan sesat akan tetap muncul karena masih ada sekte atau aliran lain yang bisa dijadikan obyek tuduhan.

Perang atas nama agama adalah sesat, perang sesama saudara sendiri juga sesat

Seperti halnya agama lainnya, Hinduisme juga memiliki beragam sekte atau aliran yang jumlahnya mungkin ribuan. Masing masing sekte tersebut umumnya hidup relatif damai dan toleran nyaris tanpa konflik atau saling jual beli tuduhan sesat. Namun di era sekitar tahun 70 an di Bali terjadi fenomena ganjil yaitu tuduhan sesat pada sekte Hare Krisna yang akhirnya diikuti dengan pelarangan resmi yang diperkuat dengankeputusan dari departemen agama. Kalau tidak salah, putusan sesat ini masih berlaku dan tidak dicabut sampai sekarang.

Sedikit catatan, Hare Krisna (ISKON) adalah sekte baru lahir di Inggris dan dengan cepat menyebar ke berbagai negara termasuk ke Indonesia, khusunya daerah Bali, Lombok, sebagian kecil wilayah Jawa dan beberapa daerah transmigran lainnya. (Baca : Agama yang bekembang pesat dan sesat)

Nah, ini (mungkin) adalah merupakan kejadian pertama kalinya dalam sejarah agama Hindu yaitu tudingan sesat pada sekte agama Hindu lainnya. Kalau di agama lain mungkin umum terjadi tapi di Hindu (atau Buddha), ini adalah merupakan kejadian langka. Saya juga tidak cocok dengan relatif banyak ajaran Hare Krishna tapi bagian yang saya anggap positif juga banyak. Jadi mengapa setiap ketidakcocokan atau ketidaksetujuan harus diselesaikan dengan pelarangan, saling tuduh sesat atau bahkan perang?

Kaharingan dan metode pembinaan agama yang (mungkin) sesat

Beralih ke bahasan sesat yang lain adalah penggalan berita “Keinginan sejumlah umat Kaharingan yang keluar dari Hindu“. Mengapa, apakah penyebabnya? Menurut berita yang saya baca, penyebabnya mungkin adalah cara pembinaan yang salah. Yang dilakukan bukan pembinaan tapi malah penyeragaman atau penjajahan budaya yaitu budaya Bali. Nah, kalau berita ini benar berarti sangat disayangkan. Salam hormat untuk para penyuluh lapangan. Kesalahan tidak boleh ditimpakan pada satu pihak semata tapi pada banyak pihak.

Pembinaan umat di era modern seperti sekarang ini diperlukan pemimpin agama yang cerdas, berani dan berwawasan luas. Berani yang dimaksud adalah berani menulis ulang format pembinaan umat menjadi effisien, mudah dan menyenangkan. Bagaimana caranya dan apa contohnya ? Ya ini bisa dibicarakan dengan duduk bersama.

Agama yang hanya fokus pada ritual tanpa disertai dengan perbaikan prilaku dan mengabaikan perkembangan zaman akan tersesat

Hindu pada dasarnya sangatlah mudah dan sederhana. Bukan Hanya sebatas Hindu, agama lainpun sebetulnya mudah dan sederhana. Namun dalam perkembangan lebih lanjut agama cendrung menjadi semakin rumit dan tidak sederhana lagi. Terlebih lagi dengan adanya pengaruh politik dan rendahnya pemahaman tentang toleransi (baik antar agama lain ataupun antar agama sendiri) akan membuat agama bukan hanya menjadi rumit tapi malah berbahaya.

Agama atau tokoh agama yang tidak mampu mengajak umatnya untuk melakukan perbaikan prilaku, tidak mampu mampu menyelaraskan agama dengan perkembangan zaman namun hanya berkutat pada dogma dan ritual maka dipastikan akan tersesat.

Agama besar yang tidak mampu melindungi agama kecil adalah sesat

Banyak agama lokal yang sulit berkembang karena tidak mendapat pengakuan hukum dari pemerintah. Nah, dengan pendekatan yang baik dan manajemen yang lebih cerdas maka hendaknya kesulitan warga tersebut bisa difasilitasi dengan memberikan tempat bernaung yang lebih bebas dan mudah yaitu menawarkan “sementara” untuk bergabung dengan Hindu.

Tentu saja, sebelum “mengajak”, kondisi di dalam/intern harus bagus dulu, harus ada konsep yang “sedikti lebih jelas” lebih bagus, bagus, mudah, fleksibel dan universal. Kalau tidak, maka yang terjadi malah penjajahan budaya. Penggunaan nama Pura, beragam istilah, salam dll, semuanya bisa dibicarakan atau diformat ulang sehingga bisa lebih diterima oleh semua kalangan secara nasional.

Ini adalah salah satu dharma atau perbuatan baik versi saya. Selama seseorang berjuang mengusung humanisme, welas asih dan memiliki kepercayaan terhada Tuhan YME maka sudah selayaknya disebut sebagai saudara sedharma. Tahu dan menjalankan Panca Seradha sepertinya sudah merupakan awalan yang lebih dari cukup.

KESIMPULAN PENUTUP

Jangan pernah terjebak oleh permainan kata sesat, tidak jelas ataupun kata -kata manis, pujian dll. Kata manis bisa menyesatkan dan sebaliknya kata sesat ataupun pahit kadang menyehatkan.

Beragama tidak cukup hanya dipeluk-peluk dan dielus-elus tapi didayagunakan. Agama tidak akan otomatis membuat seseorang menjadi baik atau cerdas, tapi tapi terkadang bisa juga membuat seseorang menjadi fanatik dan bego, dan ….sayalah orangnya.

Belakangan saya menjumpai kecendrungan fanatisme agama yang semakin membludak di kalangan sebagian orang Hindu. Kalau di Islam mungkin saya bisa maklumi tapi fanatisme orang Hindu? Hmmmm rasanya rada aneh. Di Hindu setahu saya, ajaran-ajaran atau ayat-ayat tentang toleransi, mengendalikan rasa marah dan sejenisnya banyak dijumpai. Jadi kalau mereka menghayatinya, faham esensi agama dengan benar maka saya percaya fanatisme, caci maki apalagi sampai diiringi dengan kekerasan dan perusakan seharusnya tidak perlu terjadi.

Saya sengaja menggunakan judul yang bombastis karena tulisan ini selain dibaca oleh orang Hindu juga dibaca oleh rekan beragama lain, jadi saya harus menuliskannya dengan pendekatan yang berbeda. Coba kalau saya menulis dengan judul “Hindu agama waras, damai dan nomor 1” dijamin rekan yang beragama non Hindu akan muntah membacanya.

Sebagian orang beragama ada cuma senang dengan puja-puji, memuji agama sendiri secara berlebihan sehingga terlihat bodoh, tidak tahu kelebihan lawan, baca tulisan tanpa paham isinya dst.. Itu namanya sudah tersesat. Apalagi bagian point yang saya sebut terakhir, baca judul doang……

= Sesat, sesat, sesat, Sesat melulu. Yang sebetulnya sesat itu Sampean Mbah !

Nah, ini dia si jali-jali.  Mbah memang orang sesat. Super sesat. Semua orang penghuni tetap di blog ini juga sudah pada tahu. Sampean doang yang tidak tahu. Mbah dari dulu selalu menyebut diri sesat dan memang begitulah kenyataannya. Harap maklum.

@Copyright dongengbudaya

Baca tulisan sesat lainnya

Untuk membaca tulisan sesat lainnya tentang Hindu, silakan klik DISINI. Kunci jawaban untuk memahami “gaya bahasa sesat” dan tidak jelas pada tulisan di atas bisa dibaca penjelasannya DISINI

Referensi :

Blog ini ditulis di wordpress gratisan (bikinnya gratis). Karena gratisan maka akan muncul iklan di bagian bawah artikel. Iklan ditampilkan secara acak (kadang muncul kadang tidak). Iklan tersebut adalah milik wordpress, bukan milik si penulis blog. BIAR BANYAK YANG LIHAT / KLIK TETAP NDAK JADI DUIT. Info lebih jelas, silakan tanya pengguna wordpress lainnya.

439 thoughts on “Hindu, Agama Sesat dan Tidak Jelas ???

  1. Menarik sekali, saya sebagai seorang yg dilahirkan dlm keluarga hindu di bali, sependapat dgn anda. Tapi kayaknya bakal ada banyak yg kebakaran jenggot akibat judulnya yg antimainstream kakakakakakakakakaka. Rahayu

    1. Tepat seperti yg anda katakan kawan barusan dishare nih artikel, ehh ada yg kebakaran jenggot akibat judulnya tapi tak lihat isinya.. hahaaa

  2. Hmmm, saya tidak anya sekali baca tulisan ini. Saya baca bbrp kali. Saya sependapat kalau agama Hindu serba tak jelas. Ini kalau kita tak mau mendalaminya. Agama Hindu semakin didalami akan menjadi semakin jelas.

    Mendalami agama Hindu sederhana, hanya dengan laku kebaikan yg diyakini sesuai ajara Panca Crada.

  3. waw…mantap bro…aku lahir di keluarga muslim,tapi islam yg aq pelajari sangat bernuansa kejawen,jadi pada dasarnya semua agama itu memang simple,cm terlalu banyak terjadi pencemaran akhirnya ada ALLOHU AKBARRRR..!!!! SERAAAAANNNGGG!!!!! HAHAHAHAHA

  4. Tulisan lama yang lama tertidur ternyata menggeliat lagi.
    Salam untuk semua rekan yang telah berkunjung.

    Salam untuk Sdr Frommind, Sdr Suastika serta semua rekan yg telah berkenan menuliskan komentarnya.

  5. Mas wage R. Saya senang membaca tulisan anda ini menandakan anda berpengetahuan mendalam dan mengerti masalah yg saya hadapi trimakasih mas lanjutkan

  6. Saya orang hindu bali yang penting dari menjalankan agama adalah tri kaya parisuda,kalau ajaran ini di jalankan dengan benar dunia akan aman dan damai

  7. Sesat tidaknya dan jelas atau tidaknya Agama Hindu tdk masalah buat saya. menurut saya, Agama yang baik adalah Agama yang ajarangnya dapat menjadikan seseorang baik dihadapan orang lain.

  8. Apapun ajaran agama tidak masalah selama yang memeluknya merasa tenang, bisa menuntun kejalan yang benar dan tidak menyakiti orang lain sah2 saja kerna memilih keyikanan hak setiap orang tanpa ada paksaan. Karena agama adalah jalan untuk mencapai kedamaian.

    1. Wow luar biasa artikel ini…saya Hindu Bali tapi cukup lama jga ada di asram hare krishna…apa yg Anda tulis benar adanya

    2. Salam Bpk Nyoman Astika.
      Saya juga dulu cukup sering main ke ashrama HK, dan atas dasar serta pengalaman abal2 itulah tulisan tersebut dibuat. Terima kasih telah berkunjung.

  9. Hindu adalah agama yg penuh seni, hindu menyenbah banyak dewa tapi tuhan itu satu, hindu menganut ajaran tri kaya parisudha, semakin mendalami jika anda pemeluk hindu maka semua akan semakin indah, saya memang bukan hindu fanatik tapi saya merasa sangat damai memeluk hindu….
    Saya tidak butuh asal muasalnya hindu, saya tidak butuh nama tuhannya hindu, saya tidak butuh nama tempat sembahyangnya hindu…
    karena semua itu sudah ada dalam hati ku, dan sudah ada dalam pikirian ku…..Di mana pun kita masih bisa menyembahnya, dengan sebutan apapun kita masih bisa memanggilnya, karena beliau ada dimana mana, maha tau, maha tubggal dan maha yang ………lagi

    terimakasi tulisannya mantap.

  10. Mnurut saya iya emang ga jelas….
    Karena ga bsa dijelaskan… Tuhan dari Hindhu tidak terpikirkan…
    Bagaimana bisa jelas..terpikirkanpun kaga.
    Agama apapun… kitab2 Agama apapun semua dibuat oleh manusia.
    Tidak ada pemberian dari Tuhan.

    Blajar agama dari kitab atao buku itu adalah ilmu pengetahuan..arahan2 tentang bagaimana smestinya hidup sbagai umat ber’agama.

    Sedangkan yg tidak bisa dijelaskan dan memang tidak jelas adalah… keyakinan akan Agama itu sendiri.
    Karena itu adalah keyakinan dalam hati nurani.
    Tidak bisa dipaksakan…
    Mungkin boleh dikatakan Agama itu seperti angin.. tidak jelas dan tak bsa djelaskan bentuknya sperti apa.
    Hanya bsa dirasakan ke arah mana akan berhembus…

  11. Super ni tulisan, biar kata sesat namun kedamaian selalau di utamakan
    -tuhan adalah tujuan
    -agama adalah jalan
    -kitab suci adalah peta kehidupan
    -tempat suci adalah tempat persinggahan
    Kita berada di semesta yg luas jadi tidak cukup hanya dengan satu jalan, peta, ataupun tempat persinggahan
    SALAM RAHAYU UNTUK SEMUA UMAT

  12. tulisan yg KEREEEENNNNNNN ABIIISSSSS

    buat penulis, kalo ada tulisan2 macam begini (yg terkait agama atau fanatisme atau apalah itu sejenisnya) yg belum di share, mungkin bisa di share lagi, biar orang2 yg “berpikiran agak berlebihan tentang sesuatu” baca tulisan begini bisa sedikit berubah cara berpikirnya…

    salam damai..
    peace 😀

  13. Tulisan yg bagus. Baru sy temukan artikel yg dapat membuka wawasan berpikir yg lebih terbuka, lebih kreatif serta menjauhkan fanatisme tentang agama. Pada dasarnya semua agama yg ada menuntun umatnya menuju kedamaian lahir batin. Tapi karena berbagai kepentingan baik pribadi, kelompok atau politik akan menggeser tujuan mulia dari agama itu sendiri. Salam rahayu saya sampaikan kepada para pembaca semoga kita mampu memberikan suri tauladan melalui agama kita masing – masing.

  14. Andai pemikiran ini kita miliki bersama dan mau menerima keragaman tentunya akan indah dan damai indonesia. kekuasaan dan harta membuat orang buta dan menjadikan perbedaan untuk membantai kaum minoritas dan memperebutkan tahta yg tidak mungkin dapat dia jalankan dengan baik

  15. tulalit suka dgn ajaran/agama hindu, juga suka dgn ajaran lokal yaitu agama zhiang/sangyhang
    Ini kisah nyata buat tulalit (tp bukan buat warga dongbud), kisahnya adalah perjalanan kami ke danau cangkuang, untuk meminta buah pandan (awalnya tulalit ragu “apa ada pandan itu berbuah” krn ada perintah spt itu, lalu tulalit cari2 di Google apakah ada?
    manfaat buah tsb diantaranya untuk obat ini dan itu serta untuk mengatasi gangguan jin, gitu
    dan ternyata ada, tetapi leluhur tulalit meminta buah pandan yg berbentuk spt GADA, bukan bundar. dan yg dipilih adalah buah pandan (org di Leles, Garut menamakan CANGKUANG).

    Singkat cerita, tulalit mendapatkan apa yg tulalit, dilanjutkan sowan/silahturahmi ke eyg alit muhammad, ngobrol ttg maksud dan tujuan, selanjutnya tulalit diberi cindera mata berupa batu mustika yg ditaruh di dalam buah kelapa ijo.

    1. perjalanan kembali, pulang lewat danau jam 22.00 WIB dengan naik getek (perahu rakitan dari bambu), senang rasanya jalan2 spt ini ,,, di atas getek, teman kami spt melihat buaya putih, mengiringi perjalanan pulang kembali ke bekasih. Oleh2 udah hampir 1 bln, buah tsb sdh busuk, ada berita dari ghaib bahwa di dalam buah tsb ada oleh2 berupa pusaka kujang dan mirah delima serta mustika spt berlian, dari prabu DEWATA CENGKAR buat cucunya yaitu tulalit.
      Sibuk cari2 di google ttg tokoh prabu DEWATA CENGKAR (nama lainnya dirahasiakan), siapa sih dia dlm bentuk buaya putih, asalnya dari kerajaan MEDANG KAMULAN. Lalu kerajaan ini ada dimana lokasinya? apakah hanya sebuah legenda ataukah memang benar2 ada?
      BUAYA PUTIH krn ghaib maka disebut siluman (siluman adalah makhluk ghaib yg berwujud binatang), buaya ini dulunya adlh MANUSIA, yg ketika matinya krn sebab masalah sesuatu, menjadikan dirinya samsara berwujud BUAYA PUTIH, samsara adalah hukuman, perlu di tolong oleh tulalit nih xi3 dgn cara memutar roda darma xi3 cerita ini cerita hayalan

      Sekilas ttg pemahaman tsb di atas berdasarkan agama hindu.
      bahwa awal terjadinya dunia/ alam semesta ialah purusha dan prakrti.
      ‘Purusha’ ialah asas ruhani,
      dan ‘prakrti’ ialah asas kebendaan atau jasmani.
      Keduanya tanpa awal (anadi) dan tanpa akhir (ananta).
      Purusha adalah ruh yang jumlahnya banyak,
      sedangkan prakrti ialah materi yang kacau balau yang tidak berbentuk, jumlahnya tidak terkira banyaknya dan berputar dalam kegelapan.
      Prakrti mendapat bentuk tertentu setelah bercampur dengan purusha. Dalam kehidupan keduanya tidak dapat dibedakan dan dipisahkan. Jika purusha dan prakrti terpisah maka kehidupan akan berakhir dan kelahiran baru akan mulai.
      Tentang purusha dan prakrti dapat diuraikan seperti berikut.
      Purusha itu ‘nyata’ (sat) dan dapat dikatakan sebagai suatu kesadaran yang meresapi segala sesuatu dan abadi.
      Prakrti adalah pelaku kehidupan yang mengandung unsur ruhani dan benda.
      Arti prakrti ialah yang mula-mula dan yang mendahului semua kejadian.
      Pra= sebelum; kri= membuat sesuatu yang mirip, yaitu dengan alam maya yang digambarkan oleh Vedanta.
      Prakrti disebut pradhana, pokok asal segala sesuatu.
      Bergerak dan berkembangnya prakrti menjadi obyek-obyek hidup yang banyak di alam semesta, disebabkan adanya tiga guna atau sifat (triguna) yang melekat dalam dirinya dan ketiganya bersama-sama melakukan aktivitas tanpa henti. Tiga guna itu ialah Sattva, Rajas dan Tamas.

      jika berbentuk BINATANG, berarti ia meninggalnya masih membawa nafsu amarah, ini masuk kasta RAJAS.
      alhamdulillah dari bentuk binatang, kini berubah menjadi wujud manusia yg bersih dan bercahaya (istilah lainnya sampurna ning urip)
      Setelahnya beliau menangis dan mengucapkan terima kasih.

      mungkinkan cerita ttg berakhirnya masa samsara (masa hukuman) makhluk2 memang sudah dimulai dilakukan?

      http://www.isains.com/2016/02/perang-suci-mahdi-akan-invasi-shambhala.html

    2. kita kembali kepada CERITA kerajaan MEDANG KAMULAN dgn rajanya DEWATA CENGKAR dan dikalahkan org dari INDIA yaitu AJI SAKA.

      cari2 di google ttg cerita ini, hampir mirip sindiran atau cerita AGAMA SUNDA (mewakili DEWATA CENGKAR) yg tergusur oleh AGAMA HINDU (yg mewakili AJI SAKA). Sejak AKI TIREM wafat di gantikan menantunya dari INDIA, maka agama lokal pun disingkirkan/terbinggirkan spt buaya.
      Agama sunda adalah manembah Zhiang/Hyang sedangkan agama Hindu manembah Dewa, pdhal Dewa justru manembah Zhiang/hyang.

      http://tuturussangrakean.blogspot.co.id/2012/05/balik-ka-hyang.html

  16. We emang islam itu ajaran benar dan gak sesat? Kalo benar kenapa islam penganutnya banyak yang jadi teroris?kalo mau ngomong agama/kepercayaan lain sesat, intros agama yang lo anut dulu udah benar apa belum, main hina hina agama orang, gue udah laporin blog ini ke polisi , gue gak terima sama blog ini

    1. Wuaduh, blog abal2 dilaporkan ke polisi. Ini dilaporkan benaran atau cuma sebatas omongan ?

      Eniwei, ditunggu cerita lebih lanjut tetang laporan ke polisi-nya.

      Eniwei lagi, tulisan ini sama sekali tidak ada hubungan dengan Islam jadi mohon jangan mengarang kesimpulan bodoh yang justru membuat umat Hindu menjadi terlihat bodoh dan berakal pendek.

      Jadi apa agama si penulisnya ? Silakan klik disini : Annimisme agamaku

  17. dalam kitab kalian(veda) bahwa kita tidak boleh memakan yg haram,sebut saja babi(makanan pokok org hindu)jika kalian melanggar peraturan kalian akan di hukum oleh trimurti.sebut saja si(biru,angsa,dan****)tapi kenapa kalian melanggar,sesungguhnya kalian membangkang atas tuhanmu yg menciptakan mu dari abu(banyak di rumah saya.gratis kok).

  18. sesungguhnya agamaku lebih baik daripada agama mu.akhir zaman sudah dekat kalian akan binasa,sesungguhnya jin sekalipun lebih baik dari pada kalian org hindu,buddha,dll karena jin masih bisa menyembah allah swt.yaitu pencipta kita semua

    1. Hmmm jangan sombong mas
      Itu sunnatullah, beruntung aja masnya. Saya kira masnya agama juga cuma warisan orang tua coba masnya terlahir agama hindu hebat kalau masnya punya nyali pindah agama dengan konsekuensi di tolak keluarga

      Bagaimanapun hindu agama tua dulu juga agama benar pada zamanya

      Apabila suatu negara atau agama punggawa2nya menyimpang maka Tuhan akan menganti kejayaan dunia dengan bangsa lain atau agama yang Dia kehendaki

      Bani Jan menyimpang di ganti Jin
      Jin menyimpang puncak Iblis diganti manusia

      Negara
      Plato : membagi bentuk pemerintahan menjadi :
      Aristokrasi :
      Timokrasi :
      Oligarkhi :
      Demokrasi :
      Tyrani :

      Liat aja paling lama 10th
      NKRI bubar hahah

  19. Sepertinya anda islam tapi belum kaffah mau saya kasih tau anda biar anda terguncang iman mu,

    1/3 Nasrani akan masuk surga
    1/3 Yahudi akan masuk surga

    Umat islam akan terpecah menjadi 55 golongan dan hanya 1 golongan yang selamat
    Itu nabi mu sendiri lho yang bilang Bagianda rosul

    Udah yakin km termasuk yg 1 golongan masih sempet2 ngurusin agama orang

    Oooo goblok wkwkkw

    Secara matematis kamu murtad peluangnya lebih besar masuk surga hihihi

    Sana cari hadistnya biar terguncang hahah

    1. 72 golongan mas bro

      Ke 71 itu islam kejawen (campuran alias ga murni)

      sementara yg 1 itulah yg selamat yakni ajaran islam yg murni yg ajaran dan ibadahnya itiba dan mengacu pada as sunah dan al quran

  20. Gue ga ada urusan ama agama orang
    Masing masing aja dah
    Gue muslim en i♡islam tapi bukan berarti gue paling bener tapinya lagi kalo gue ga bener bukan islamnya yg ga bener tapi emang guenya kalo ajaran islamnya sih udah bener 100% komplex dan flexibel dan juga sesuai jaman
    Terus…..
    Terus…..
    Terus apa ya
    Uda lh segini aja

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s