Dongeng Budaya

Blog Abal-Abal | Menertawakan Diri

SATRIO PININGIT, Dipercaya, Ditunggu atau Ditertawakan?

581 Comments


satria-piningit-dongbudPenulis: Wage Rahardjo – Di kalangan masyarakat Jawa, Satrio Piningit (Satria Piningit atau Ratu Adil) adalah nama yang tentu saja tidak asing lagi atau tidak berlebihan kalau disebut  fenomenal, tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh zaman.  Tanda-tanda kemunculan Sang Ratu Adil yang digandang-gandangkan akan menjadikan negeri ini menjadi mercusuar dunia ini sudah sangtat dekat yaitu diawali dengan beragam bencana, kekacauan dan huru hara. 

Kita break sejenak untuk memberikan kesempatan pada sebagian pembaca yang linglung, bingung dan garuk garuk kepala kagak ngerti topik: “Ini lagi ngomongin apa sih? Siapa itu Satrio Piningit? Koq heboh sekali?”

Ramalan Jayabaya

Membahas tentang Satria Piningit, mau tidak mau harus diawali dari kisah tentang Jayabaya. Beliau adalah raja Kediri, Jawa Timur 1135-1157 AD, yang sangat terkenal dengan tepat mampu meramal atau memprediksi kedatangan dari balatentara Jepang.  Pada salah satu kitab karangannya yang berjudul “Pralembang Joyobhoyo”,  salah satu baitnya menyebutkan :

  • “Orang Jawa akan diperintah oleh orang kulit putih selama 3 abad dan oleh kerdil kuning untuk masa hidup tanaman jagung sebelum kembalinya Ratu Adil:…..”

Ramalan ini ternyata 99% benar yaitu dengan penjajahan Belanda (orang kulit putih) dan Jepang (orang kerdil berkulit kuning).  Jadi tidak bisa dibantah lagi bahwa Jayabaya adalah seorang raja sekaligus peramal ulung.

Sekarang kita memasuki topik utamanya. Jayabaya meramalkan bahwa Satrio Piningit akan menjadi Pemimpin Besar Nusantara. Sang Kesatria Tersembunyi (Piningit) ini adalah keturunan Raja Majapahit, ia adalah seorang raja cerdas, jujur dan berprilaku lurus atau benar.  Menurut Jayabaya, dalam perjalanan hidup Satrio Piningit, ia selalu mengalami kesengsaraan, selalu dipermalukan, sial, dan “kesapar” (miskin). Oleh karena itu, ia mendapat julukan “Satrio Wiragung” (The Ksatria Agung). Banyak orang Jawa percaya nubuat (ramalan) ini.

Ia akan menegakkan keadilan di Nusantara dan bergelar “Ratu Adil” (bahasa Indonesia: Raja Keadilan, dalam bahasa Jawa, “Ratu” berarti “Raja” atau “Ratu “). Satrio Piningit tidak akan menjabat sebagai Kepala Negara, tidak akan dipilih dari pemilihan tapi memimpin lewat sebuah revolusi besar-besaran. Satrio Piningit tidak hanya akan memerintah Jawa atau Nusantara tapi juga memerintah dunia. Dan yang paling menarik adalah ramalan tentang kedatanganya yang didahului oleh bencana (alam) yang besar.

Kutipan beberapa ayat tentang Satrio Piningit

  • Bait 140:  Polahe wong Jowo koyo gabah den interi, endi sing bener endi sing sejati, poro topo podho ora wani, podho wedi ngajarake piwulang adi, salah-salah anemahi pati.Terjemahan: Perilaku orang Jawa seperti butiran-butiran padi diatas nampan yang diputar (bulir-bulir padi yg berlarian kesana-kemari saling bertabrakan), mana yang benar mana yang sejati, para pertapa tidak ada yang berani, semua takut mengajarkan ajaran baik, salah-salah bisa mati.
  • Bait 141: Banjir bandang ono ngendi-endi, gunung njeblug tan anjarwani, tan angimpeni. Gehtinge kepathi-pati marang pandhita kang oleh pati geni, margo wedi kapiyak wadine sopo siro sing sayekti. Terjemahan: Banjir bandang terjadi dimana-mana, gunung meletus tak terduga, tanpa memberi isyarat sebelumnya. Bencinya sangat mendalam terhadap pendeta (orang pintar/waskita) yg menjalani tirakat tingkat tinggi, karena takut terbongkar rahasia siapa dirinya yang sejati(sebenarnya).
  • Bait 159: Selet-selete yen mbhesuk ngancik tutuping Tahun, sinungkalan dhewo wolu, angasto manggalaning ratu, Bakal ono dhewo ngejawantah, apengawak manungsa, apasuryo pindho Bethoro Kresno, awatak Bolodhewo, agegaman Trisulo wedho, jinejer wolak-waliking Zaman, wong nyilih ambhalekake, wong Utang ambhayar , Utang Nyawa bhayar nyowo, Utang wirang nyaur wirang. Terjemahan: Selambat-lambatnya nanti menginjak tutup tahun, (sinungkalan dhewo wolu, angasto manggalaning ratu = dipimpin 8 dewa, menjabat panglimanya raja = bisa berarti tahun sesuai condro sengkolo). Akan ada dewa menjelma kedunia, berbadan manusia, bermuka seperti Bethara Krisna, berwatak Baladewa, bersenjata Trisula Wedha, sejajar dg terbaliknya zaman, orang pinjam akan mengembalikan, orang hutang akan menyahur, Hutang nyawa bayar nyawa, hutang malu nyahur malu
  • Bait 161: Dunungane ono sikil redhi Lawu sisih wetan, wetane bengawan banyu, adhedukuh pindho Radhen Gatotkoco, Arupa pagupon DORO tundho Tigo, KOYO manungsa angleledho. Terjemahan: Tempatnya di kaki gunung Lawu sebelah timur, sebelah timurnya sungai (Bengawan) air, berumah seperti Raden Gatotkaca, berupa rumah merpati bertingkat tiga, seperti manusia yang menggoda.

[Catatan: Semua data diatas sumbernya diambil dan diringkas dari Wikipedia (Eng). Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan menggunakan google translate. Terjemahan direvisi dan dikoreksi oleh Kang Simpang SmP]

APAKAH ANDA PERCAYA ?

Setelah membaca penjelasan dan bait-bait ramalan di atas, pertanyaan menarik yang muncul kemudian adalah “Bagamana tanggapan Anda? Apakah Anda percaya terhadap ramalan tentang kehadiran Satrio Piningit?” Jawabannya tentu saja ada 2 yaitu antara kelompok yang percaya dan tidak percaya (maaf, kelompok tengah, ragu-ragu, antara percaya dan tidak, diabaikan dulu)

Bagi mereka yang tidak percaya sepertinya sudah sangat jelas. Tidak percaya ya tidak percaya. Wajar khan? Ngapain percaya pada mitos atau ramalan kagak jelas semacam itu?” Setiap orang bebas untuk percaya dan juga sebaliknya bebas untuk tidak percaya.

“Aku tidak percaya mitos semacam itu Mbah, tapi aku mutlak percaya pada Messiah”. Itu sih sama saja alias cuma “beda tongkrongan” doang.  Orang Buddha percaya pada ramalan kedatangan    Maitreya, orang Hindu percaya pada ramalan kedatangan Kalki Avatar dst adalah sama saja. Semua agama pada dasarnya memiliki kepercayaan atau ramalan tentang kehadirian “Super Hero atau Sang Penyelamat” di masa depan.

  • Percaya,  terus ngapa-in?

Nah, sekarang bagi kelompok yang percaya. Lalu apa? Apakah kepercayaan cukup hanya diteriakkan dengan kata “aku pecaya!!” .  Nah, itulah POINT terpenting dari tulisan yang hendak saya sampaikan. [iklan Dongengbudaya: Topik mudah dibuat susah, topik susah tambah susah]. 

Kepercayaan hendaknya disertai dengan tindakan positif bukan kepercayaan pasif yang hanya diteriakkan ataupun pasif menunggu pasrah (kedatangan sang tokoh). Menunggu? menunggu sampai kapan?  Bukan hal aneh sepertinya kalau dalam situasi menunggu tanpa kepastian ini sering dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang memanfaatkannya untuk kepentingan politik dan kekuasaan.

Menunggu sambil baca buku!  Benar ! Nah, inilah inti dan pesan utama dari tulisan ini yaitu kepercayaan itu haruslah bernilai positif. Menunggu sambil belajar atau baca buku, jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan bengong menunggu. Berikut adalah lanjutannya :

  1. Percaya dengan cara membersihkan pekarangan dan lingkungan, belajar tidak buang sampah sembarangan dll
    Hah?!?! Apa hubungannya? Ya, jelas ada. Pemimpin datang pasti disambut. Apa Sampean tidak malu saat Sang Tokoh pujaan kita datang, disambut dengan sampah berserakan? Kalaupun Satrio Piningit batal datang, setidaknya lingkungan jadi bersih bukan? Nah, inilah namanya kepercayaan yang positif versi dongbud.
  2. Percaya dengan cara belajar hidup tertib, antri, tertib administrasi, tertib berlalu lintas dll
    Ini mutlak diperlukan. Mungkinkah negara bisa maju apalagi jadi mercu suar dunia segala kalau rakyatnya tidak bisa hidup tertib? Hidup tertib harus dibiasakan sejak dini bukan datangnya mendadak begitu Satria Piningit muncul,
  3. Percaya dengan cara belajar beragam ilmu pengetahuan, ilmu sains, alamiah dasar, ekonomi, budaya, berkebun, ilmu masak atau ilmu apa saja yang bermanfaat.
    Tujuannya ya agar pikiran berkembang dan logika tetap waras sehingga tidak mudah ditipu dengan cerita hoax. Nah, bagian ini juga tidak kalah pentingnya. Negara tidak akan bisa maju dengan klenik atau ilmu kebal,  jalan aspal tidak bisa mulus dengan baca kitab. Tentu saja, pendidikan agama penting, namun ilmu sains jangan dilupakan. Landasan dasar dari kemajuan suatu negara adalah kuatnya pondasi pendidikan. Tidak ada satupun negara maju dengan sistem pendidikan yang amburadul.

Opini Penutup

Kesimpulannya sepertinya sama tidak jauh beda dengan kesimpulan di topik-topik  lainnya.

Yang terpenting bukanlah apa yang saya percayai, tapi sejauh mana kepercayaan itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar atau minimal memberikan manfaat bagi diri sendiri. Kalau cuma sebatas jawab “Aku percaya” atau sebaliknya “Aku tidak percaya” ya hanya akan menjadi debat kusir…..

Demikianlah sekilas tulisan tentang Satrio Piningit bagian 1 ini. Tulisan lain untuk topik yang sama bisa dibaca di katagori : Seri Satria Piningit. Kalau ada yang salah dan tidak berkenan, mohon dimaafkan.

[end]

wager.png

Gambar hanya sekedar ilustrasi
Sumber image : krishna.com

Referensi  :


| Go to Top | Halaman Depan | Tulis Komentar |


About these ads

Author: Wage Rahardjo

Alias Jenggot Uban, tukang seduh kopi di blog abal-abal Dongeng Budaya

581 thoughts on “SATRIO PININGIT, Dipercaya, Ditunggu atau Ditertawakan?

  1. sudah dibilang saya cuma orang gila iseng
    cuma bohong doang

  2. percaya tulisan saya samaaja percaya yesus kristus

  3. kalau dari trawangan saya kamu memang gila dan agak lemah
    mesti banyak minum jamu dan kurangi bagadang

  4. Assalamu alaikum wr,wb … Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih banyak atas khazanah pengetahuan yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada hamba pilihannya untuk membuat tulisan di dalam situs atau blog ini. Dengan hormat dan sangat memohon maaf, kalau kami mengajak dan mengundang saudara untuk mengunjungi situs atau blog kami http://www.laskarbuniarroadtothe.blogspot.com sekedar untuk berbagi informasi dan pengetahuan
    Wassalam

  5. cuma heran radil 666 kemana ya kok hilang

  6. tuk ratu adill 666 rmah anr dijakarta ente kan dicibinong dekat dong bisa silaturahmi ke rumah sp kan asiiik

  7. Satrio piningit adalah jiwa2 rahasia tiap manusia..jgn dicari..tanyakan dlm kesendirianmu..krn rahasia mssadepan dunia ada dlm potongan tiap2 jiwa yg mencari..

Maaf, tdk semua komentar akan dibalas, jadi komentarlah dengan hati senang. [Nama, mail dan website BOLEH dikosongkan]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s