Mengenal Diri Sendiri, Mengenal Negeri Sendiri

mengenal-diri-sendiriDONGBUD. Wager Mahardika. Mengenal diri sendiri, topik yang sepertinya sangat laris dijadikan bahan tulisan. Berdasarkan data dari mbah google, ada  sekitar 1,7 juta artikel yang memuat kata “mengenal diri sendiri”. Luar biasa !

Apa sih yang dimaksud dengan mengenal diri sendiri? Kalau sudah kenal lalu apa? Jawabannya sepertinya cukup beragam tergantung penulisnya. Kebanyakan orang sepertinya akan menjawab bahwa mengenal diri sendiri berkaitan dengan agama atau berkaitan dengan pencarian Tuhan. Data dari google sepertinya sudah menjawabnya antara lain “Mengenal diri sendiri menurut Islam, cara Kristen, Buddha dll”.

=Lha, kalau bukan atas dasar agama lalu apa? Terus “mengenal diri sendiri” menurut versi siMbah apa? Jangan muter-muter melulu ah!

Ok, berhubung mengenal diri versi agama sudah banyak ditulis, maka saya akan mencoba menuliskannya atau tepatnya bercerita dan berbagi opini tentang mengenal diri sendiri.

Beberapa puluh tahun lalu, disaat saya masih berumur belasan, di kamar tertempel selembar kertas dengan tulisan “Kenalilah dirimu sendiri sebelum mengenal orang lain”. Deretan kata-kata yang terlihat hebat dan terlihat bijak. Namun berbagai kesulitan hidup yang saya hadapi beberapa tahun kemudian seperti kesulitan memilih sekolah, memilih jurusan (sekolah),  kesulitan kerja atau bahkan kasus sepele sekalipun membuat sadar bahwa sesunggunya saya sama sekali tidak tahu tentang diri sendiri. Contoh sederhana misalnya, mengisi waktu di hari libur-pun kadang saya kesulitan, panik dan kebingungan. Harus mengisi liburan dengan kegiatan apa ya?

=Lho koq ndak nyambung? Terus apa hubungannya  mengenal diri sendiri Mbah?

Lha, ndak nyambung gimana? Justru itulah poin utama dari mengenal diri sendiri. Lagian ini khan versi simbah. Dengan mengenal diri sendiri, memahami kelemahan dan juga sekaligus kelebihan diri, tahu arah, tujuan atau bahasa mudahnya punya mimpi atau cita-cita, “Ingin menjadi apa?” maka semua variabel pendukung aktivitas dan acuan membuat rencana akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Jadi dengan mengenal diri sendiri maka waktu berlalu atau terbuang percuma bisa dihindari. Itulah makna dari mengenal diri sendiri.

Contoh lain yang juga sederhana, saya misalnya memiliki kebiasaan menyiapkan semua peralatan dan perlengkapan yang hendak digunakan esok hari sebelum tidur. Pakaian yang akan digunakan besok, kaos kaki, sepatu, tas kerja, payung, jam tangan dll harus sudah siap sehari sebelumnya. Untuk apa? Jawabannya sederhana yaitu saya orangnya susah bangun pagi. Saya juga tidak suka melakukan sesuatu dengan tergesa gesa atau terjebak rush hour. Oleh sebab itu maka saya sebisa mungkin berusaha untuk berangkat lebih awal. Disaat berpergian, traveling, menepati janji bertemu dan sejenisnya, kebiasaan saya tetap saya pertahankan. Saya adalah type pemalas dan tidak bisa diajak gerak cepat dan oleh sebab itu saya selalu perlu waktu untuk menyiapkan diri lebih banyak atau berangkat lebih awal. Jadi mengenal diri sendiri dan berikut kelemahannya adalah penting.

Pernahkah Anda melihat seorang wanita berpakaian mahal ala orang kaya, berwarna mencolok dan dengan tata rias yang aneh? Sepertunya pasti pernah bukan? Dengan semakin meningkatnya kemakmuran dan taraf hidup akan memunculkan semakin banyaknya orang kaya baru atau keluarga pejabat berpenghasilan tinggi. Pemandangan orang-orang bertubuh tambun dan perut buncit kelebihan makan atau golongan istri pejabat dengan dandanan aneh akan semakin mudah ditemukan. Gara-gara uang maka seseorang terkadang lupa menyelaraskan mode atau busana dengan usia dan bentuk tubuh.

Mengatur pola makan, pola hidup, cara berpakaian dll ada baiknya sedikit dilandasi dengan mengenal diri sendiri sehingga hidup menjadi sedikit lebih mudah dan menyenangkan. Tentu saja, sepanjang dilakukan dengan menggunakan uang sendiri dan yang bersangkutan senang, tentu bukan masalah besar. Dalam kasus ini, mengenal dri sendiri mungkin tidak diperlukan.

Tipikal masyarakat kita, relatif banyak yang berpola hidup lebih besar pasak daripada tiang, kurang pintar mengukur kemampuan sehingga cendrung menuntut gaji tinggi namun skill pas-pasan, pengelolaan uang yang payah dan tepat guna membuat pembelian atau pemilikan barang menjadi mubazir. Handphone, sepeda motor dan mobil contohnya seakan sudah menjadi kebutuhan pokok dan juga status sosial di negeri kita. Penting sih mungkin penting, tapi dengan mengenal diri sendiri maka kebutuhan tersebut sebetulnya bisa ditunda atau dikurangi. Satu keluarga cukup satu motor dan yang lainnya cukup pakai sepeda gayung atau jalan kaki. Betapapun berat dan susahnya, anak usia sekolah harus dilarang bawa motor apalagi mobil. Pendidikan atau meningkatkan skill jauh lebih penting. Ini pendapat simbah yang mungkin tidak laku di negeri kita.

Kualitas individu di suatu negara cendrung akan berimbas ke kualitas pemerintahan secara umum. Proyek-proyek yang mangkrak, kebijakan dan UU yang tidak tepat guna, pembelian barang tanpa pengawasan dll adalah merupakan potret nyata dari kurangnya pemahaman tentang pentingnya mengenal diri sendiri, pentingnya mengelola uang dengan baik.

Kalau pemerintah atau pembuat keputusan tidak mengenal dirinya sendiri, tidak mengenal kondisi rakyatnya sendiri maka kebijakan yang dibuat dipastikan akan mubazir. Kalau para pembuat undang-undang atau wakil rakyat tidak mengenal dirinya sendiri dan juga tidak mengenal situasi dan kondisi masyarakatnya maka dipastikan mereka akan menikmati fasilitas dan gaji tinggi hanya untuk menyusun dan membuat UU Konyol yang jelas-jelas tidak akan berfungsi di lapangan. UU anti pornografi adalah salah satu contoh nya.

=Benar-benar ndak nyambung Mbah, ngalor ngidul ndak jelas !

Lha, namanya juga blog abal-abal.

23 April 2016  copyrigh@dongengbudaya

Advertisements

30 thoughts on “Mengenal Diri Sendiri, Mengenal Negeri Sendiri

  1. Selamat PAGI kepada Oom Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Artikel yg MENARIK & BAGUS, tetapi……. Sudah berhari-hari SEPIII KOMENTAR…….
    Wakakakaaakkk…….

    Saya menarik Kesimpulan PESAN dari Artikel Oom WAGER ini tentang Mengenal Diri Sendiri, Mengenal Negeri Sendiri, adalah….. berbicara tentang HORIZONTAL, kepada TEKNIS-nya, bersikap PROFESIONAL & PROPORSIONAL, dimana perlu-nya DISIPLINITAS (Planning-Doing-Checking-Recheking-Crosschecking) & KESEDERHANAAN (tidak Konsumtif & Materialistis), dan….. diterapkan Kaidah EFEKTIVITAS & EFISIENSI serta TOLERANSI & BER-EMPATI dalam Hidup & Kehidupan, pun… dalam Berbangsa & Bernegara
    Begitukah-kan maksud & tujuan-nya yg tertangkap & ditangkap oleh Saya…….
    Heheheee…….

    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,

  2. selamat pagi
    @kang wager
    @kang pejalan
    dan semua warga dogbud yang lagi intip intip 😀

    hehe memang artikel yang menarik sekali kang
    bukan sepi kang, tapi kemungkinan kebanyakan sudah mengenal diri sendiri dan sedang menjalani aktifitas dalam lingkup mengenal diri sendiri hehe..

    memang mengenal diri sendiri yang bersifat horizontal untuk penyeimbang hidup dalam menambah dan mengingatkan diri untuk tetap ber-empati, toleransi, berdisiplin juga tetap “conscious” terhadap lingkungan, alam dan orang orang sekitar dan diri sendiri.

    tidak lupa kita masih manusia dan mahluk sosial. mengembangkan potensi diri, berinteraksi dengan semua mahluk hidup.

    terima kasih lho kang wager, artikel ini juga secara ga langsung ditujukan buat saya hehe..

    met beraktifitas
    keep on shinning

    1. Kang Pejalan
      Ning Bluesea,

      Sepertinya benar. Kebanyakan rekan sudah pada mengenal diri sendiri, jadi wajar kalau tulisan ini sepi. Bukan berhari hari sepi tapi akan sepi selama bertahun tahun. Hanya segelintir rekan seperti Kang Dakha di bawah ini saja yang tertarik untuk nimbrung.

      salam selamat pagi

  3. Mengenal diri sendiri -> mengetahui kelemahan dan kelebihan diri sendiri, kalau yg meditasi bisa mengenal diri sendiri dan alam semesta, itu gimana kang, monggo kang jawabannya

  4. Kang Dakha,

    Menurut saya, mengenal diri sendiri ada beragam cara, beragam metode, teknik ataupun ajaran. Meditasi mungkin adalah salah satu caranya. Cara lain mungkin dengan merantau atau bergaul dengan banyak orang. Bahkan dengan berkemah-pun mungkin juga salah satu cara mengenal diri sendiri.

    Mungkin? Ya, saya sebut mungkin karena pada dasarnya, saya juga ….. tidak tahu alias asal tulis. Apa yg saya tulis di atas ya versi simbah.

    1. BELUM Kang.
      Meditasi ya sesuai dengan apa ditulis pada link terkait. Apa yg saya tulis adalah sebatas itulah yang saya tahu. Ditanya lebih, pasti akan gogap dan melongo.

    2. Dakha mulai membahas ini karena ada motivator ronald frank yg bilang tuhan ku adalah alam semesta dan kitab ku adalah cinta, dan ibadah ku adalah kejujuran, musuh ku adalah kemunafikan <- apakah beliau yg saya jelaskan ini telang mengenal dirinya, dakha ingin mengenal diri dakha lebih dalam dan lebih dalam lagi. Kang wager bisa berikan masukan kepada dakha utk kedepannya , bagaimana mengenal diri lebih dalam lagi, dakha melihat dari tulisan yg akang tulis, akang telah mengenal diri akang. Terimakasih kang telah menyisihkan waktunya utk membalas komentar dakha. 🙂

    3. Salam Kang Dakha,

      Nah, dengan sedikit cerita tentang diri sendiri maka arah pertanyaan menjadi sedikit jelas. Jujur, mbah rada ragu dan hati-hati dengan pertanyaan jebakan. Pertanyaan pendek yang memerlukan jawaban panjang. Sejauh mana level pihak yang bertanya juga masih gelap. Maklum, khan tidak kelihatan orangnya, yg nonggol cuma tulisan doang. Mudah2an paham maksudnya.

      Tentang Tuhan Alam Semesta, nanti diusahakan akan ditulis. Mudah2an tidak bosan dan masih ada umur panjang.

      salam

    4. Level dakha mungkin masih syariat mbah, blm mencapai hakikat ataupun makrifat, dakha blm mencapai namanya titik hening, titik hening cuman saat dikampus sambil melihat pohon dan burung terbang tanpa berkomentar sedikit pun, merasa hening juga disaat minum obat batuk woods, dulu dakha sibuk mengenal org lain dari pada mengenal diri sendiri, karena itu dakha sekarang mencoba memperdalam kepada ahlinya atau yg sudah berpengalaman dengan mengenal diri, dakha juga gx munjudge org yg mempunyai sesuatu pemahaman yg lain dari pada yg lain, dan dakha mau bertanya lagi, meditasi = minum kopi = apakah nanti bisa mengenal diri.

    5. Salam Kang Dakha,

      Sepertinya kita cocok atau ada sedikit kesamaan. Saya juga suka memandang pohon, menikmati alam, hangatnya sinar mentari dll. Beberapa rekan diblog ini spt juga memiliki kegemaran yg nyaris sama. Saya sendiri suka berkemah untuk menyalurkan hobby tersebut.

      Ada banyak ajaran atau metode mengenal diri ataupun meditasi. Metode yang munggkin benar dan cocok untuk banyak orang, namun yang jelas, saya lebih cocok dengan “metode saya sendiri”. Namun itu tentu saja itu bukan berarti menutup diri dengan metode yang telah ada. (catatan : metode saya sendiri, hanyalah sekedar istilah, karena pada dasarnya juga didapat dari mempelajari punya orang)

      Tentang mengenal diri, sekali lagi, saya merasa 100% belum mengenal diri. Mungkin semua ini cuma proses pencarian diri saja. Apapun namanya yang jelas saya sangat MENIKMATI PROSESnya.

      Saya tidak mudeng dengan beragam istilah dan teori rumit. Ibarat ayam, bangun pagi, berkokok lalu jalan-jalan belajar, bekerja dan menikmati keseharian. Melakukan yg terbaik serta meningkatkan kualitas secara bertahap.

      Sebagai penutup, link berikut mungkin berguna sekedar untuk dibaca : Meditasi Krishnamurti
      Meditasi versi blog abal-abal ada disini : link

      salam

    6. Selamat pagi para tamu dan tuan rumah mbah waGR,,,
      Mengenal diri (diri yg dimaksud adlh merujuk al-qur’an tentang penciptaan manusia yg artinya “AKU tiupkan RuhKU,,, “, jd yg dimaksud diri disini bukanlah zat tp dzat (diri pribadi/dzatullah). Untuk mengenal diri itu yg pertama iman, islam kemudian ikhsan (di wilayah ikhsan ini bs mengenal diri yaitu mengenal rob kalian masing2 yg menghidupkan kalian)

      Umat hindu/buddha belum mengenall tuhan nya dgn cara mengenal alam, proses terjadinya alam dan siklus dharma (samsara/roda cakra panggilingan, karma masing2 setiap makhluk2 alam semesta raya, UMAT HINDU/BUDDHA belum pernah berpengetahuan mengenal diri, ahli yoga Muhammad itulah yg dlm cerita Kalacakra pertama2 mengajarkan nengenal diri dgn metode/syarat BERSYAHADAT, krn sahadat itulah bs mengenal diri. Mengenal diri (mikrokosmos) sama dgn mengenal jagad raya (makrokosmos).

      Sang buddha gautama pernah bertanya (nyindir) kpd para brhamana terpelajar “apakah para brahmana yg terpelajar sdh pernah bertemu tuhannya? Jawab “tidak pernah”

      Di India ada seorg pertama (lupa namanya) ktk lg bertapa dia dibisikin, kalau kamu ingin berjumpa dgn tuhan mu baca saha dza, lalu dia bersyahadat (syahadatnya berbeda dgn islam wahabi, ya sahadat ma’rifat jika ingin mengenal diri xi3) akhirnya sang pertapa tsb bisa bermarifat/mengenal diri, selepas bertapa dia mendirikan rumah sakit gratis dan mrndirikan masjid di India.

      Mengenal diri itu saha dzat, saha eta, setelah mengenal baru menyembah xi3 jgn spt wahabi shalat no 1, sahadatnya no 2, yg disembah amgan2 (angan2 sdlh berhala) menyembah berhala jadinya,,, maaf yah nyindir dikit

    7. Mbah WaGr ada kesalahan ketik di atas “pd kaimat “umat hindu/buddha belum mengenak tuhan ,,,,, yg dimaksud belum memgenal diri” atau kalimat belum di coret ya mbah”, makasih

    8. Memang spt itu panci, spt ciri budak angon “melawan sambil tertawa”, spt buddha pari purna (buddha maitreya) yg akan membebaskan para naga, para avatara 8 jenis avatara yg bkn manusia dan para dewa, agar terbebas samsara (sempurna) atau spt sri krisna dgn ajian andalannya cangkok kembang wijaya kusumah menghidupkan org mati agar urip/hidup, juga mengingatkan para manusia yg isinya bkn manusia agar sempurna xi3 spt itu cerita akhir jaman menjelang tutup buku, bagi bagi THR atau ampau di akhir cerita… spt model cerita film menjelang cerita mau bubar, bisa tahu cerita akhir spt sri krisna memegang kitab jiptasoro yg isinya kitabnya masing para wayang

  5. Terimakasih mbah atas pencerahannya, semoga dakha bisa mencapai tingkat keindahan dalam hidup, keindahan dalam beraktifitas dan sbginya, semoga dakha menemukan keheningan yg sangat mendalam, terimakasih balasan nya yg sangat cepat mbah. Jawaban mbah sekalian tidak mengecewakan dakha, dakha sering bertanya seperti ini didunia nyata tapi dianggap sesat dan kafir.

    Disaat kata hati berbicara, disitulah harus bergerak, dakha sering menemukan kata hati utk melakukan sesuatu, menghasilkan sesuatu keajaiban tetapi yg dakha mau tanya kan kembah

    Membedakan kata hati dan bukan kata hati itu gimana mbah ?

    Dan dakha mempunyai mimpi , sebelum tidur dakha meminta ketuhan utk memberikan kelebihan kpd diri dakha, membuka mata ketiga atau mata batin.

    Dan saat tertidur, ada jawaban, ada kakek2 tua , kakek tua itu berdiri dan disamping nya ada sebuah lingkaran hitam ada warna biru berputar seperti ruang dimensi, kakek iti berkata kemampuan mu blm cukup untuk mendapatkan kemampuan ini, dakha ingin bertanya kepada kakek2 itu malah dakha terbangun dari tidur.

    Dari mimpi itu mbah bisa ngartikan gx masuk nya apa ?

    1. Salam Kang Dakha,

      Saya menemukan ketulusan, kedamaian dan juga pelajaran yang luar biasa dari rangkaian kalimat Akang. Walaupun status Akang adalah bertanya, namun secara tidak langsung sedang mengajarkan sesuatu.

      Ya, benar Kang. status kita disini bukan tanya jawab antara pihak yang tahu dan tidak tahu tapi diskusi dan BERBAGI PENGALAMAN saja, entah pengalaman bathin, spiritual, relegi atau apalah namanya. Saya alias siMbah cuma menang umur dan jangut putih doang. 🙂

      Tentang mimpi, biarlah rekan lain yg lebih tahu yg menjawab. Saya buta tentang mimpi2an. Saya lebih tertarik dengan mimpi tentang masa depan yg lebih baik, generasi baru yg lebih tertib.

      //// Memunculkan cahaya dipikiran itu bagaimana mbah… apa dgn salat lima waktu? ////

      Banyak orang yg mengatakan seperti itu dan mungkin itu dia jawabannya yang benar ! Mbah juga menyarankan menggunakan metode tersebut, walaupun……. maaf mbah tidak menjalankannya. Mbah tidak ikut sholat. Kenapa? karena mbah tidak tahu cara sholat alias MBAH ORANG KHAFIR. Bagian ini perlu mbah tulis dari awal dan dengan huruf besar agar jelas dari awal agar tidak semakin tersesat. Mbah orang sesat, hidup, bergerak ataupun berpikir dengan cara sesat jadi ada baiknya hati-hati atau JANGAN DITIRU.

      Ada banyak orang dan ada banyak jalan. simbah tidak bisa menghakimi mengklain jalan mana yang benar jalan mana yg salah. Mbah tidak tertarik pada pembahasan benar salah. Kata yg pas sepertinya adalah Cocok atau tdk cocok, “Cara, metode atau ajaran yg cocok atau kurang cocok dgn diri sendiri bukan dengan orang lain”

      Keputusan ada di diri sendiri. Kebahagiaan ada di diri sendiri. Apa yang kita inginkan, apa yg kita rasakan, semuanya kita sendirilah yg tahu dan merasakannya. Tidak ada jalan yg mudah dan instant. Menikmati proses dan perjalan hidup adalah hal yg paling menyenangkan.

      Salam

    2. Mbah Wager ini pemuda janggutan yg diceritakan pd uga wangsit silihwangi,,,, janggutnya putih
      Panci lg nyari budak janggutan, tapi selalu salah mbah

  6. kalau boleh, mbah membuat pembahasan yg lebih mendalam tentang mengenal diri.

    Dari pemahaman dan pemikiran dakha
    Ibaratkn kyk gini mbah
    Manusia = hening terdalam = nur = cahaya = mengenal diri.

    Memunculkan cahaya dipikiran itu bagaimana mbah… apa dgn salat lima waktu, bersikpa ikhlas dan menerima.
    Atau nur = cahaya ini hanya diberikan oleh manusia2 tertentu
    Dan apakah nur bila terus dicari , tidak bakal menemukannya ?

    Makasih atas waktunya mbah

    1. Dahak, msh muda, mengenal uang aja dulu, udah mengenal uang yg banyaaaak baru mengenal wanita, kalau sdh mengenal wanita barulah mengenal bercinta, lalu mengenal nikmatnya bercinta dgn kekasih xi3 mbah ini guru bercinta

    2. Maklumlah mbah ini suka heran, ktk ngetik, huruf huruf suka pada tidak patuh alias melawan, pd hal mbah nulisnya dakha tp yg muncul dahak, heran banget.,, katanya prabu jayabaya jaman kemakmursn itu banyak manusia “pada olah asmara” alias bercinta dgn sang keasih, jd ya itu tadi yg diatas saran mbah kenali dulu wajah kekasih mu, lalu olah asmara xi3

  7. jd begini, cara menafsirkan sebuah mimpi.
    Yang pertama tama, diamkan terlebih dahulu mimpi tersebut selama kurang lebih 1 jam, setelah mengembang, segera uleni.
    Dan inilah bahan dan tehnik yang dibutuhkan.
    Bahan :500 gr tepung terigu 200 ml air hangat 200 gr gula pasir 2 butir telur ayam 2 sendok makan ragi
    instan 1/2 sendok teh garam
    dapur halus minyak untuk
    menggoreng
    secukupnya Cara Membuat Kue
    Odading : 1. campurkan tepung
    terigu, ragi instan,
    garam dan gula pasir
    dalam satu wadah,
    aduk rata 2. kocok telur jangan
    terlalu lama lalu
    masukkan dalam
    campuran tepung 3. tuang air sedikit demi
    sedikit sambil diuleni
    dengan tangan sampai
    adonan pas dan kalis 4. diamkan adonan dalam
    wadah tertutup sampai
    mengembang kira-kira
    selama 30 menit 5. bentuk bulat adonan
    dengan ukuran sesuai
    selera ( lakukan sampai
    selesai hingga adonan
    habis ) 6. panaskan minyak
    diatas api sedang lalu
    goreng bulatan
    odading, tunggu
    sampai matang dan
    berwarna kuning kecoklatan, angkat
    tiriskan 7. kue odading siap untuk
    dinikmati

    1. Wah keren menunya, ngomong2 pasukan panci – panci hitam dari dapur knp gk dilibatkan?
      Gk bisa masak jika tanpa pasukan Panci spt wajan, dandang, centong dan pasukan modern lainnya,,, xi3
      Dan yg penting adalah permainan rasa agar memperoleh masakan yg manis, Nony mesti ngaduknya banyak senyum manis dan jgn kecut

  8. huahahaha hahahahaha hahahahaha 😀
    setelah dibaca kok jadi aneh gitu yak komen nya, huahahahaha 😀
    Mohon mangap deh buat panci, dandang dan semua kerabat dapur, aye jd salah menafsirkan mimpi nye yee 😀

    1. Salam Mas Arkan La Sida,

      Apapun istilah, kata atau sebutannya, sebetulanya ndak penting2 amat. Yg lebih penting, kumpul dan berbagi opini/ tulisan ataupun mungkin juga kibulan. Mengenal diri, MENGATASI DIRI, intstopeksi diri, meningkatkan diri, merawat diri, membersihkan diri….. dst….dst. Apapun sebutannya bolehlah dan pasti benar. salam

  9. salam abal abal kang wager,
    tiap kali membaca artikel ini, saya selalu hilang ingatan dan tidak mengenal diri sendiri..
    tapi, meski tidak membaca artikel ini saya memang masih belum mengenal diri sendiri ini..
    kadang ingat sedikit terus dicoba di ingat ingat malah hilang ingatan huweleeh.. 😀

    keep on shinning

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s