Tolong, Agamaku Dihina Nih !

Penghinaan agama adalah merupakan tindakan kriminal yang sangat serius. Beberapa kasus yang terjadi sepertinya sudah memberikan contoh yang cukup untuk dijadikan pelajaran bahwa sekecil apapun penghinaan yang dilakukan bisa berakibat fatal, memicu demo besar dengan korban harta benda dan nyawa. Namun manusia kadang tidak mau belajar dari kesalahan dan setiap tahun  kasus yang sama selalu terulang. Mungkin mereka sedang uji nyali dan keberanian atau mungkin juga sedang  mencoba “keberuntungan”.  Entahlah……

Ah, penghinaan agama adalah hal biasa . . .

:mrgreen: Duh, gimana sih Mbah. Ini khan kasus serius, koq malah dianggap biasa?

Lha, bukankah kasusnya berjibum,  jadi ini artinya ya sudah biasa khan? Tahukah anda bahwa dari sekian banyak kasus yang muncul di permukaan sebetulnya hanyalah sebagian kecil-nya saja dari realitas. Kalau anda akrab dengan dunia blog, forum ataupun jaringan sosial “aliran hitam” maka kasus penghinaan agama akan ditemukan dalam jumlah mengerikan.

Bagi mereka yang berpenyakit jantungan mungkin akan pingsan membacanya, sedangkan bagi yang rasa fanatisme agamanya di ubun ubun dipastikan  akan muntah darah.  Nabi, tuhan dan kitab suci yang selama ini anda hormati akan dicampakkan dan dicaci maki tanpa ampun, lengkap dengan gambar karikatur dan olah gambar tingkat tinggi. Dibandingkan dengan karikatur bermasalah yang pernah dimuat sejumlah media asing, tampak nyaris biasa biasa saja. Gambar ini adalah termasuk contoh yang “masih sopan”.

Biasa bukan berarti benar. Ya tentu saja, Korupsi juga sama khan?  Nah, inilah yang harus digugat, bukan mendebat kenyataan.

Mencari akar penyebabnya

Apakah penyebab dari kasus penghinaan agama? Menurut siMbah, penyebab utamanya adalah karena keberadaan agama itu sendiri.

😉 Semprul Mbah. Jadi maksudnya  agama harus dihilangkan dan manusia jadi Atheis bagitu?

Duh, lagi lagi Sempean mendebat kenyataan! Lha, kalau tidak ada agama apanya yang mau dihina? Mirip kasus keluarga yang bertengkar berebut warisan. Coba kalau tidak ada warisan, apanya yang mau dipertengkarkan? Mbah juga santai saja kalau pacar Mbah dihina dan dijelek-jelakkan. Lha, wong kagak ada pacar!

Di negara sekuler kasus penghinaan agama relatif kecil. Penyebabnya apa? Salah satunya adalah disamping karena wawasan tentang agama mereka yang lebih liberal, juga karena mereka tidak peduli atau bahkan karena tidak punya agama. Lha, apanya yang mau diributkan kalau yang diributkan tidak ada?

SOLUSI PENYELESAIAN

Kembali ke agama

Penghinaan agama seharusnya menurut saya adalah kasus mudah untuk diselesaikan. Kenapa? Alasannya adalah karena agama mengajarkan tentang HIDUP DAMAI. Lha kalau bawaanya rusuh dan emosian, untuk apa juga beragama? Dengan beragama idealnya prilaku menjadi lebih baik. Namun kenyataannya sepertinya sebaliknya, beragama hanyalah sekedar identitas dan kebanggaan semata sehingga wajar kalau akhirnya memunculkan fanatisme.  Atau mungkin siMbah salah bahwa agama juga mengajarkan kekerasan?

Kembali ke diri sendiri

Apa motivasi anda beragama? Apakah untuk mencari kedamaian atau sekedar mencari identitas atau golongan?  Pertanyaan ini sepertinya mungkin sulit. Kebanyakan dari anda sepertinya mungkin tidak pernah memilih agama tapi diwariskan oleh orang tua sehingga wajar kalau tidak tahu motivasi, jadi beragama hanya sekedar melanjutkan tradisi saja. Mudah mudahan pendapat saya salah.

Jangan diladeni !

Penghinaan agama menurut versi siMbah sama sekali tidak perlu diladeni. Si penghina adalah mungkin bodoh dan  gila tapi orang yang menganggapi juga bukan berarti waras. Si penghina sama sekali tidak memerlukan jawaban ataupun penjelasan apapun tapi hanya ingin mengumbar penghinaan saja. Sampai saat ini saya belum pernah menemukan para penghina menjadi sadar dan minta maaf setelah diberi penjelasan.

Untuk penghinaan agama di dunia maya, solusinya malah mudah menurut versi siMbah yaitu jangan berkunjung atau membacanya kalau merasa tidak siap. Namun kalau menghindar, resikonya Sampean tidak akan tahu dunia nyata yang namanya neraka dunia.

Gunakan acuan hukum Formal

Serahkan ke hukum formal. Ini adalah merupakan cara yang paling mudah, murah dan hemat energi. Ketertiban suatu negara akan tercipta kalau sebagian besar warganya  menghormati  hukum formal. Bagaimana kalau hukum formal tidak berfungsi? Ya balik lagi ke bagian pertama.

:mrgreen: Mbah, menurutku itu bukan solusi!

Lha, jadi menurut Sampean solusinya seperti apa?  Lha kalau sekarang Mbah tanya balik. Menurut Sampean, wajarkah orang orang yang mengaku beragama mengumbar kemarahan?

:mrgreen: Bedebah! Jawabannya bukan lagi wajar Mbah tapi HARUS! Emang kita diam saja kalau agama kita dihina? Hanya orang goblok yang tidak marah kalau agamanya dihina. Kalau tidak marah maka kadar imannya harus diragukan!

Sekali lagi Mbah tanya, wajarkah orang orang yang mengaku beragama mengumbar kemarahan, berbuat anarkis dan bahkan melakukan pembunuhan?

:mrgreen: Ini bukan masalah wajar atau tidak wajar tapi malah harga diri. Jangankan manusia, semutpun pasti akan marah dan membela diri kalau diganggu dan dihina bukan? Membela ajaran Tuhan adalah wajib dan tidak boleh dibantah.

Selamat ! Silahkan hidup dengan rasa marah dan sumpah serapah. Silakan menipu diri dengan agamai damai yang semu, yaitu damai  cuma beberapa menit disaat sembahyang doang.

OPINI PENUTUP

Musuh terbesar adalah diri sendiri

Selama ini banyak orang ribut, marah marah atau bahkan tidak jarang bertindak brutal dengan penghinaan agama. Tanpa sadar sebetulnya tindakan ini sama saja dengan menghina agama sendiri. Debat konyol disertai dengan caci maki dan sumpah serapah adalah penghinaan agama yang berefek jauh lebih fatal dibandingkan dengan penghinaan yang dilakukan oleh pihak atau musuh dari luar. Tindakan kita yang diyakini sebagai membela agama malah justru berakibat sebaliknya.

(Sub ini diinspirasikan dari ajaran Sad Ripu, enam musuh dalam diri versi Hindu)

Penghinaan agama juga ada menfaatnya

Dengan membaca dan mendengar penghinaan maka kita akan tahu pendapat, pandangan dan juga wawasan orang lain terhadap agama kita.  Info dari para penghina ini sebetulnya sangat penting sebagai masukan agar tidak menjadi katak dalam tempurung.  Para penghina mungkin berkata kasar yang bikin kuping panas, tapi setidaknya mereka telah jujur mengatakan isi hatinya. Bukankah saat ini mencari orang jujur itu susah setengah mati?

Sub di atas diinspirasi dari ajaran Buddha yang menjelaskan dengan sangat cantik cara menghadapi penghinaan agama sebagai berikut:

“Jika seseorang menghina-Ku, Dhamma (ajaran), atau Sangha (organisasi), kalian TIDAK BOLEH MARAH, tersinggung, atau terganggu akan hal itu. Jika kalian marah atau tidak senang akan penghinaan itu, maka itu akan menjadi rintangan bagi kalian. Karena jika orang lain menghina-Ku, Dhamma, atau Sangha, dan kalian marah atau tidak senang, dapatkah kalian mengetahui apakah yang mereka katakan itu benar atau salah? Jika orang lain memuji-Ku, Dhamma, atau Sangha, kalian TIDAK BOLEH GEMBIRA, bahagia, atau senang akan hal itu. Jika kalian gembira, bahagia, atau senang akan pujian itu, maka itu akan menjadi rintangan bagi kalian…dst”

Kesimpulan penutup

Penghinaan agama adalah suatu kebodohan, namun meladeni para penghina agama juga merupakan tindakan tidak kalah bodohnya. Umpatan dibalas umpatan tidak akan menyelesaikan apapun namun hanya melahirkan acara berbelas pantun umpatan.  Hinaan dijawab dengan kekerasan akan membuat image agama anda menjadi rusak. Seberapa keraspun anda menyebut diri sebagai agama damai akan sia sia.

JAWABLAH DENGAN PRILAKU baik, ini adalah merupakan jawaban paling mudah dari penghinaan agama. Serahkan pada hukum formal, ini merupakan cara yang paling hemat energi.

LAMPIRAN : FOTO DAN ILLUSTRASI

Tulisan kadang menjadi hambar kalau tidak dilengkapi dengan ilustrasi gambar. Nah, sekarang kita memasuki bagian yang paling menarik  yaitu sejumlah video  yang  mungkin akan membuat anda marah besar sambil guling guling, atau sebaliknya tertawa terpingkal pingkal.

Gambar 1 (kiri) adalah ilustrasi banjir di Thailand yang dimuat di surat khabar Malaysia yang menuai protes sejumlah umat Buddha. Sedangkan gambar 2(kanan) adalah patung buddha yang berbentuk anjing atau sering disebut buddha dog. Patung ini bisa dibeli online dan sudah ada sejak lama dan sampai sekarang nyaris tidak ada menimbulkan kehebohan berarti.

Penghinaan atau Penghargaan?

Swastika merupakan lambang yang umum dipakai pada agama Hindu, Buddha dan Jain. Namun di sejumlah tempat, lambang yang disucikan ini malah ditemukan di lantai. Penghinaan atau penghargaan? Semuanya kembali ke pemahaman dan wawasan umatnya.

Gambar berikut adalah patung Gus Dur yang dibuat menyerupai Buddha karya sejumlah seniman dalam rangka memperingati 40 hari meninggalnya Gus Dur. Patung ini menuai sejumlah protos dari sejumlah  umat/organisasi Buddha walaupun ada juga yang tidak mempersalahkannya.

Sejumlah video

Berikut ini adalah video lolucon tentang Hare Krishna,
salah satu sekte hindu yang terkenal dengan musik dan tarian jalannya

Tarian Siva

Yesus berjalan di air

Untuk video penghinaan terhadap Islam, bisa dilihat di link ini atau link ini.

LAMPIRAN 2 :  Tuhanku Dikencingi !

  • A: Duh, pusing aku Mbah, baca tulisan di atas yang nyelimet. Anyway, agamaku dihina nih ! Apa yang harus aku lakukan?
  • B: Santai saja, entar juga bosan dan capek sendiri.
  • A: Tolong, Tuhanku juga di hina dan dikencingi
  • B: Lha, bukankah semua orang juga mengencingi Tuhan?
  • A: Kamsud(maksud)nya?
  • B: Tuhan itu  Maha Kuasa serta  ada dimana mana khan?
  • A: Ya, tentu saja !
  • B: Terus, kalau semua tenpat ada Tuhan, kita kencing di mana?

Catatan: Percakapan di atas diambil dari buku Zen dan ditampilkan di halaman ini setelah sedikit dimodifikasi.

[Gambar paling atas hanya sekedar ilustrasi, tidak ada hubungannya dengan topik. Sumber image: unknown]

29 thoughts on “Tolong, Agamaku Dihina Nih !”

  1. Mbah,yang Saya ingin tanyakan,sepertinya banyak sekali orang2 yang saling menghina Agama satu dan lainnya saat2 ini, dan tidak ada lagi Toleransi antar Umat Beragama diNegara ini,bagaimana Soulusinya ya….???

    :)Jawab : dicuekin aja Pak, nanti juga bosan sendiri. Ini versi saya lho !

  2. Agama apapun didunia ini memang harus/patut dihapuskan, penganut agama tertentu akan terusik jikalau ditoreh oleh penganut agama lain, ini pertanda penganut cuma anut2an tidak mengerti secara mendalam mengenai agamanya sendiri.

    Tuhan sama sekali dan tidak pernah memerintahkan manusia utk menciptakan agama ini dan anu, tetapi manusialah yg menciptakan agama dan konyolnya lagi penganut/ pengikut agama tsb mendefinisikan tuhannya sesuai dgn kedangkalan pemikirannya.

    Hindu, diketemukan 8000 tahun yg lalu, ini terdeteksi atas penemuan kitab sucinya, sekarang dinamakan agama hindu, mbahmu apa?
    Hindu means way of life, cara hidup offcourse harus bijak, benar dan teman2nya. Ajaran hindu bukan dogma tetapi pandangan terhadap kehidupan, kenapa kita bisa lahir?, apa tujuan hidup kita?, Coba simak hindu bali, menyan melulu, kembang melulu, apa itu dan gunanya apa?
    Islam, aslinya selamat, bagaimana hidup kita bisa selamat, itu saja. Bukan dengan harus berjilbab atau berasesoris janggut sorbania, nungging sehari mesti puluhan kali, makna nunggingpun sudah dipelesetkan dgn imbal balik hasil. iya .. itulah negara kita masih perlu agama karena oh karena … penduduknya masih bodohhhh.

  3. kalo saya ngunjungi blog agama tertentu, saya ngeri mbah isinya pertengkaran, saling caci, saling hujat, dan tulisan2 yg tidak senonoh serta kotor..seperti orang2 yg hilang kesadarannya, bahkan tidak peduli dgn ajaran agamanya..nah..kalo di blog ini ada yg seperti itu gimana mbah, disensor ngga?

    😆 Reply: Nak Andrias, komentar negatif adalah hal biasa dan akan dibiarkan apa adanya alias tidak ada sensor komentar. Syukurlah karena dongengbudaya adalah blog kecil, pengunjung kecil, komentar negatif juga kecil. Salam.

  4. Ada yg menerjemahkan spt ini…..
    AGAMA……
    A=tidak
    GAMA=kacau

    Emang sih……ga ada yang kacau sekarang ini dengan adanya agama…..tak ada kerusuhan ribut2 antar beda keyakinan/agama…..tak ada pembunuhan……tak ada bakar2an…..tak ada pengeboman tempat beribadah oleh penganut agama laen….aman tenteram dan damai…..hidup serba tertata rapi dan TIDAK KACAU…..

    semoga……:)

    1. Kang Mo (modern),
      Agama artinya emang tidak kacau dan sepertinya semua agama sudah menjalankannya…….walau kadang cuma saat sembahyang doang. Tidak kacau juga kadang berarti disaat sendiriran, tapi kalau diajak duduk berdampingan dengan agama ataua kepercayaan lain, ya kacau lagi.

      Kapan ya agama bisa duduk manis berdampingan dengan sesama? Mungkin harus tanya rumput yang bergoyang kali….

    2. Salam Mbah Wage……

      Duduk berdampingan….tanpa bicarapun kadang bikin keributan….lha piye…tahu tahu ada bau menyengat….ada orang kentut tanpa bunyi dan baunya amit amit….wakwawkawak…..

      Agama….ketika disampaikan , tergantung siapa yang menyampaikan….kalau otaknya ngeres tentunya akan terjadi seperti apa yang saya sampaikan diatas….hanya senilai kentut yang menjengkelkan…….nuwun…..

    3. Kang JS,
      Emang benar kata Akang, duduk tapa bicarapun kadang bisa bikin ribut. Emang serba susah ya?

      Kalau nurani sudah hilang tanpa bekas,
      Kalau ajaran hanya sebatas baca dan hafal tulisan diatas kertas,
      Prilaku ya tetap saja tidak waras dan saling tebas
      Kalau saja inti dan makna yang dikupas,
      Hidupun menjadi waras dan selaras.

    4. Salam Mbah Wage……..

      Tidak ada akar maka rumputpun jadi…..tidak ada yang halal maka harampun jadi…..haram yang katanya bisa dinetralisir dengan memeluk agama dan minta ampun ketika sedang menghadap kepada Tuhan….wakwakwak…manusia macam begini sudah trend dan menjamur di negeri ini….sebagai komunitas unggul ras baru ….sudah tradisi. dan kebiasaan disetiap hari…selalu melucu dan.suka bermain main dengan Tuhan dan malaikat NYA…..maling…lalu minta ampun…maling lagi……….korupsi uang rakyat lalu mohon ampun dengan sumbang masjid bahkan naik haji…..ha ha ha mereka sepertinya mau membingungkan Malaikat pencatat amal sholeh……mereka mau berdagang dengan Tuhan…..dagangan mereka seperti laris manis ….Tuhan dan Malaikat pasti sibuk menghitung…memilh milah yang baik dan salah………..

  5. Penghinaan agama adalah merupakan tindakan kriminal yang sangat serius.
    ——————————————-
    yg dihina, kan…agama, bukan umatnya..
    mengapa malah jadi tindakan kriminal (sangat sirius pula)…yak

    contoh..
    sy menghina agama…ehem…eslam
    kalo betul itu agama eslam adalah karya si alloh
    maka sy yg pasti duel dgn serta bertanggungjawab HANYA kpd si alloh,
    maka bagi para umat eslam santay ajalah.
    biarlah jadi urusan si pencipta agamanya dgn sy.

    contoh lain…menghina negara ini
    sbg WNI, sy mah cuek aja, toh negara ini (negara, kan bukan orang) ndak bisa menghukum itu yg menghina,
    namun jika WNA mengambil SDA di wilayah NKRI tanpa ijin resmi pemerintah/manajemennya…maka dapat disebut tindakan kriminal.

    apakah pada agama terdapat pemerintahan/pihak manajemennya kayak itu negara?
    kalo iya…wah malah ‘lucu’ deh, krn scr tak langsung dapat sebagai bukti dan fakta bahwa agama memang ciptaan/karya manusia.

    (^_^)v

    1. Salut Kang. Argumennya mantap. Saya sebetulnya juga setuju dengan pendapat Akang. “Penghinaan agama adalah tindakan kriminal” hanya cocok untuk logika dan hukum di negeri teokratis, sedangkan untuk logika dan hukum di negeri sekuler ya penjelasann Akang-lah yang tepat.

  6. Sekarang … ramai lagi karena filem mengenai (penghinaan) nabi. Beberapa orang sudah menjadi korban, mati sia2 …

    Karena filem saja orang jadi seperti kebakaran jenggot, padahal belum tentu mereka sudah melihat …. filemnya ! Kedutaan Amerika di Jakarta di demo. Orang2 di Sydney juga demo, ada anak kecil yang membawa spanduk bertuliskan ‘ Potong leher semua orang yang menghina nabi.’ Di Mesir, dan negara2 lain orang2 juga berdemo.

    Protes. Tapi kalau mesjid orang Syiah di bom – sering , nggak ada yg protes. Kalau orang2 Ahmadiyah dan Syiah harus mengungsi karena kekerasan orang2 yang soleh, nggak ada yang protes. Di dunia ini banyak yang kurang pede yang juga memakai standar ganda – double standard .

    Agama (kadang2) = kekerasan. Apakah Tuhan tidak bisa menghukum orang yang berdosa, harus minta tolong …. umat Nya ? Apa ini bukan malah … menghina Tuhan ?

  7. Sekarang … ramai lagi karena filem mengenai (penghinaan) nabi.
    ———————-
    filem “low” budget spt itu..
    kontennya cenderung berasal dari dokumen tertulis yaitu kitab suci dan hadits yg menceritakan nabi yg dimaksud,..

    jika benar memang suatu kisah nabi yg diversi-filmkan, sy kira tidak ada alasan yg benar jika film itu disebut menghina nabi.

    Apakah Tuhan tidak bisa menghukum orang yang berdosa, harus minta tolong …. umat Nya ?
    ————————–
    dari berbagai peristiwa yg (telah) terjadi…sih
    maka si tuhan ternyata tidak bisa menghukum orang yg berdosa,
    istilah dosa (bahkan tuhan) pun berasal dari (kepercayaan) manusia juga.
    masak iya dari kambing. (^_^)v

    oh plis…
    siapapun (yg merasa telah dewasa) sebaiknya tidak perlu juga merengek ala kanak2,
    yaitu berharap dan menyakini si tuhan akan menghukum jika manusia yang menghina TELAH mati.

    karena mengalami kehidupan (kembali) SETELAH mati hanyalah sekedar kepercayaan…
    yg belum tentu pula dapat dikategorikan sbg teori ilmiah (modern)

    nabi, rasul maupun siapa saja, jika dihina silahkan scr langsung utk mengajukan keberatannya kepada yg menghina (jangan salah sasaran yak)
    namun jika yang dihina telah lama mati… apakah mungkin scr langsung dapat mengajukan keberatannya?.

    jika umat/fansnya mengklaim sebagai pengacara pun,
    tidak cukup agar dapat menjalani proses di pengadilan jika yang dibelanya tidak dapat hadir,..
    dan atau yg dibela HARUS masih hidup jika berhalangan hadir di pengadilan.
    (misalnya karena harus menjalani perawatan di RS).

  8. Nuwun…

    Lhahh…..kan sdh di jelaskan di ayat2 yg kurang jelas juga…memng hina nabinya Orang Islam itu dosa besar tidak boleh, tapi kalo menghina nabi2 orang lain, memotong leher, meminum darah orang kafir, membasmbi budaya dan keyakinan orang lain itu baik dan mendapat jaminan sorga…

    Asah asih asuh…

    Paman Dalbo

  9. Ysh Admin dan sedulur semua, ulas dong kenapa Bangsa Yahudi itu dilaknat dan wajib di perangi oleh orang muslim, tentunya dengan cara abal abal ya😀

    abaikan jika usulannya ga keren😀

    salam damai…

    1. @ Lesungpipi3t,

      Salam kenal mbak pipit, yahudi di laknat dan wajib di perangi itu hanya terdapat dalam kitab islam saja, mungkin karena rebutan wilayah dengan palestina, buktinya yahudi juga di senangi di seluruh dunia (kecuali hitler), terlebih oleh amerika, Oh ya, umat/ penduduk yahudi itu hanya bbrp juta saja di dunia, tapi dia bisa menguasai dunia, nah ini yang menarik, mungkin mbah Wage bisa mengupasnya secara abal2 pula :D…

      Salam abal2,

      Dewi

    2. Yss kak lesungpipiet, mbak Dewi.
      Salam kenal. baru saja nengok blog kak lesungpipiet… soalnya penasaran sama yg serba manis berlesungpipi… puisi serba jempol… kenapa berhenti berkarya kak? apa karena habis putus cintrong? seperti yg terungkap dalam puisi terakhir…. atau sekedar berpuisi yg tak nyambung dg pribadi? kalau betul cerminan rasa… kakak ni seorang lelaki.. ah dari pada salah…. laki/wanita toh bisa dipanggil kakak… kalau bener… barangkali mbak Dewi bisa mengobati …eeee… siapa tahu… ada jodoh…. maaf.

    3. @ Dower,

      He he he… nice try bro :wink:…

      kayak bursa pasar jodoh aje… eh, semoga tak terjadi jual beli pukulan tentang tawar menawar permakcomblangan :D…

      Konon kalau emang udah jodoh, tak kan lari gunung di kejar… lha emang gunung punya kaki??… gunung kambar kali…:mrgreen: kwkwkwkwk…

      Salam jodoh abal2,

      Dewi

    4. Ah…syukur…syukur…. si dia ternyata tak lari meski punya kaki…. mudah-mudahan cepet menyusul seperti kang Nurkahuripan…. neng…nong…neng….gung.

  10. Salam Mbak Dewi.
    Ah… bener juga… kayaknya memang berjodoh…. hihihi… ternyata si dia tak lari meski punya kaki… (niru suara SimChan)… beratiii maauuuu….hihihi.
    Kak lesungpipi3t… silahkan dilanjut… hihihi… ngintip dari belakang….asikasikasik.

  11. @Dewi,
    hehe mungkin begitu ya😀 (eh saya laki-laki mbak :D)

    @Dower,
    lg tersesat aku mas, jadi ga bisa balik buat nulis😀
    eh, berpuisi yg tak nyambung dengan pribadi itu yg seperti apa ya ? hehehe

    salam damai…

  12. Lhoh… kesesat dimana mas bro? kalau lelaki tersesat tak masalah… paling-paling …pulang sambil gendong putra…xixixi.
    Puisi yg tak nyambung dg pribadi misal puisi: antara krawang bekasi, karya khairil anwar (agak lupa).

  13. @KangMas dower,
    tersesatnya bukan tersesat tempat mas hehe, tapi lebih ke “……”😀 dilema mas untuk mengikuti kata hati tp konsekuensinya di anggap sesat oleh masyarakat, ujung ujungnya ga bisa deketin anak pak haji yang manis bgt senyumnya itu😥

    pada puisi itu chairil anwar memposisikan dirinya sebagai pejuang kemerdekaan yang telah gugur, dan ingin mengingatkan pada generasi pada waktu itu untuk meneruskan kemerdekaan (mungkin kondisi negara pada waktu itu msh carut marut) “Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian” hehe

    1. Oooo gitu mas bro… lhoh… yg manis kaya gula nggak cuma anaknya wak haji aja lho.
      Betul tentang chairil anwar dan tentunya para sastrawan penyair yg karyanya menyentuh…. tentunya dia harus mencoba menghayati perasaan dari si tokoh yg disyairkannya… itu artinya sang penyair sudah tidak menjadi dirinya sendiri tapi jadi tokoh lain, seperti para aktor/aktris yang harus merubah karakter sebenarnya untuk menjadi karakter sesuai skenario… itu yg saya maksudkan sebagai berperan/berpuisi yang tak nyambung (berbeda) dg pribadi (pengalaman pribadi/karakter diri sendiri)… misal saya belum pernah berkeluarga (bujang)… bagaimana caranya agar saya bisa membuat puisi misal tentang elegi sebuah kehidupan sebuah keluarga dan jatuh-bangunnya sang ayah untuk menghidupi keluarganya… nah tentunya saya akan mengamati dan menghayati peran tersebut meskipun sebenarnya saya masih bujang dan tak ngerti/tak memperhatikan kondisi situasi tersebut karena sejak kecil hidup lumayan cukup… itu artinya peran/puisi tak nyambung dengan pribadi…kira-kira gitu mas bro.

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s