Melumpuhkan Syariat

Penulis : Iful Sevenstar

teratai-wikiSyariat agama dengan berbagai metoda dan hukum-hukum nya benarkah semua itu diciptakan Tuhan untuk sebagai cara kembali manusia kepada Nya ? Jikalau benar, maka betapa Tuhan berlaku tidak adil dan diskriminatif terhadap ummat manusia. Bagaimana bisa orang Kristen menerima syariat Islam ? Begitu pun sebaliknya. Bagaimana orang Hindu bisa menerima syariat Kong Hucu ? begitu pun sebaliknya. Jadi sebenarnya untuk apa syariat itu dibangun dan diluaskan ? Disinilah sebenarnya UJIAN kepintaran dan kebodohan kita di uji, kalau pikiran kita pintar, kita akan pasti akan meragukan hal ini, dengan pertanyaan WHY ? WHY ? tetapi kalau pikiran kita bodoh , kita akan menerima semua hal ini dengan pernyataan AMIN ! AMIN ! tanpa reverse (perlawanan) sedikitpun.

Syariat Tuhan itu berbeda dengan syariat agama buatan manusia, syariat Tuhan itu berlaku bagi manusia yang sudah mengenal Tuhan secara Universal. Syariat Tuhan itu tak lain adalah SYARIAT DIRI. syariat yang dikeluarkan OLEH DIRI dan UNTUK DIRI. Kalau sudah menyangkut Diri maka yang dimaksud syariat Tuhan akan mengerucut menjadi syariat AKU. Syariat AKU akan menuju pada satu titik yang disebut adalah diri kita sendiri yang berpikir dan berhati nurani. Tetapi kenapa yang terjadi kebanyakan ummat beragama mengadigung-adigungkan syariat ? sebenarnya realita ini menunjukan TENGGELAMNYA jatidiri agama yang orisinil dan TERAPUNGNYA jatidiri agama yang palsu, yang sudah terdistorsi, tercemar oleh tangan-tangan jahil manusia. Kita bisa lihat fenomena ini di tengah-tengah kita, seperti : Demi kekuasaan maka agama Islam sudah menjadi slogan untuk dipakai sebagai asas Partai Politik, Demi bisnis maka agama Islam sudah menjadi slogan untuk dipakai sebagai asas Ekonomi syariah, Demi popualaritas dan angkara murkanya maka agama Islam sudah menjadi slogan untuk dipakai untuk sebagai asas untuk bertindak anarkis, teroris. Dan banyak lagi contoh yang ada di masyarakat sekarang ini.

Janganlah kita berbangga dengan kuota haji Indonesia yang terbanyak di di dunia, janganlah puas dengan dipenuhinya rumah-rumah ibadah seperti masjid, gereja, kelenteng dan vihara oleh ummat manusia. Apalagi hal demikian menjadi acuan/ tolak ukur keimanan suatu bangsa, padahal ironisnya bangsa Indonesia tetap saja menjadi bangsa yang ter KORUP di jagad ini, kemiskinan yang semakin merajalela, kekerasan yang semakin merata. Parameter kehidupan suatu bangsa yang beradab itu adalah NO VIOLENCE ! NO CORRUPTION ! tak ada kekerasan, tak ada korupsi adalah ujung pangkalnya peradaban maju. Tapi kini kita melihat di televisi para pelaku koruptor, pelaku teroris/ kekerasan ketika diwawancarai di televisi dari mulutnya keluar kata-kata religi, dari mulutnya berbusa keluar nama Tuhan, Nama Alloh..seolah-olah perbuatan tercelanya sudah mendapat restu dari Tuhannya. Tragis !

Sudah saatnya diri kita melakukan pemberontakan / makar / revolusi terhadap diri sendiri yang sudah kadung memuat paradigma-pradigma kuno dan turun temurun. Tak kan bisa kita mencapai pencerahan / kebebasan berpikir dan berhati nurani sebelum diri kita melakukan pemberontakan terhadap diri sendiri. Sudah saatnya diri kita menegakkan syariat Tuhan di jiwa kita, sudah saatnya kita menghancurkan syariat-syariat palsu yang menjajah pikiran dan hati nurani kita. Medan perang pemberontakan itu adalah bukan di luar diri kita TETAPI di dalam diri kita sendiri. Diri kita memberontak terhadap RASA TAKUT, karena rasa ketakutan itulah sebenarnya yang melanda pikiran dan hati nurani manusia ketika akan melakukan langkah pemberontakan. Kalau pikiran dan hati masih mengalami rasa ketakutan padahal kita sudah berjalan melakukan perjalanan spiritual berarti proses pemberontakan terhadap dirinya belum tammat, belum mencapai titik final. Teruslah berlari kencang ! jangan hiraukan keragua-raguan yang datang dari luar dan dalam diri kita.

Menegakkan syariat Tuhan tak lain dan tak bukan adalah menjadi DIRI SENDIRI.

March 6 2012 at 9:36am

Iful Sevenstar

3 thoughts on “Melumpuhkan Syariat

    1. Syariat, tarikat, hakikat, ma’rifat semua hrs dibuang ke tong sampah…..
      Karena itu cuma anak tangga yg akan runtuh bila sampai di puncak pendakian…
      Salam….

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s