Budi Raharjo: Kenali Dirimu Sendiri

budirPenulis: Budi Raharjo

Catatan pengantar dari Editor: Mengenal diri sendiri, topik basi yang sudah tulis oleh banyak orang. Pembacapun sepertinya sudah bosan untuk membacanya  karena arah atau kesimpulannya nyaris bisa ditebak bukan? Namun kali ini Dongbud tetap ngotot untuk menampilkan tulisan dengan topik tidak kreatif ini.  Kenapa? Enggak tahulah, mungkin karena gaya bahasa yang rada unik dan menggelitik, ringkas, sederhana dan mudah dipahami. Atau mungkin juga karena kesimpulannya yang rada……abal2 alias tidak nyambung, jadi klop dengan blog ini yang memang abal2  Selamat membaca.

. . . . . .  oo O oo . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Well….dulu kukira mengenali diri sendiri itu yang gimana ya,,duh…pasti susah. Apalagi kabar yang beredar bilang “Yg telah mengenali dirinya pasti mengenal Tuhannya”. Waauw…..pasti kelas berat..hehe  🙂

Rupanya sekarang baru paham gan, bahwa mengenali diri sendiri (salah satunya, contoh yang paling gampang) adalah dengan mengerti  ‘Apa yg dirasakan tdk enak buat diri jgn dikasi ke orang lain’ dan sebaliknya. Intinya toleransi.

Harapannya, dengan toleransi tinggi akan terjalin saling pengertian/saling jaga perasaan. Saling pengertian tersebut tentu membentuk keharmonisan. Keharmonisan akan memperkecil peluang perselisihan. Bila tak ada perselisihan tak akan ada perang. Tak ada perang berarti tak ada korban. Tak ada korban tak ada yg berduka, bersedih dan mendendam. Tujuan akhirnya, dunia tentrem adem guyub rukun langgeng seanak turun.

Oooo…gitu toh…wkkwkk… :mrgreen:
Pantesan embah2 kita dulu meski terkenal abangan tapi jarang marah2 gara2 hal sepele. Enggak kaya sekarang gan, dimana2 kesenggol dikit marah, dikit2 tersinggung. Sensitivitas tinggi. Kalau parabola mending….lha ini, manusia? wkwkk…….

Kesimpulan :

Toleransi rendah ego mencuat adalah modal awal menghancurkan dunia (Budi Raharjo)

Catatan kaki Editor:
Dicopy dari status FB Mas Budi tanpa seijin pemiliknya
Budi Raharjo adalah juga warga blog abal2. Suka ngntip namun jarang komentar

34 thoughts on “Budi Raharjo: Kenali Dirimu Sendiri

  1. wuaaaaa…. 😀 😀 😀
    dimuat gaaan

    #sembah suwun kahatur kang wage+all admin blog abal2.berkat panjenengan2 juga otak saya bisa berpikir jernih dan enggak muna lg wkkwkk

    tabik _/\_

    1. Welcome back di blog abal2 kang. Omong2, Muna itu artinya apa Kang? Jadi keinget sama si Mina nih, teman masa sma yang muna….fik (habis cinta ditolak sih)

    1. Wakakakk……
      Kang Budi, di bagian kesimpulan, ” Toleransi rendah ego mencuat adalah modal awal menghancurkan dunia”, sepertinya pilihan bahasanya sedikit aneh nih.

      Modal umumnya artinya adalah sesuatu yang positif, “Modal awal pembangunan, modal awal usaha, modal kebaikan dst”. Jadi pilihan kata yang lebih sesuai sepertinya adalah virus. Selengkapnya menjadi:

      “Toleransi rendah ego MUNCRAT adalah VIRUS awal penghancur dunia”

      Sekedar usul doang. Tapi bagus juga sih kalau tidak sempurna, salah omong dan salah tulis, jadi ada bahan untuk didiskusikan. Kalau sudah sempurna, apanya yang mau diomongin dan dikomentari?

    1. Pagi mbah, Pak O-O dan terima kasih Mas Budi untuk artikelnya…

      Gambarnya imut cute abis, mengingatkan saya pada baby bejo, mendiang kucing kami waktu kecil dulu…

      Mas Budi, memang banyak yang mengatakan bahwa orang yang bisa mengenal dirinya dengan baik maka ia akan mengenal Tuhannya…

      Tapi realitasnya tak semudah kata-kata… berapa banyak orang yang telah merasa mengenal dirinya tetapi tak bisa menemukan Tuhan pada dirinya?… berapa banyak orang yang telah mengenal Tuhan tetapi tidak mengenal jati dirinya?…

      Manusia dan Tuhan… ibarat dekat tapi jauh – jauh tetapi dekat, dekat tetapi tak bersentuhan (bersenggolan)… hmmm, bingung ah….

      Salam senggol-senggolan :D,

      Dewi

    2. bagus gambarnya, heheheh. cermin spiritualitas kita saat ini :

      MENGAKU MENGERTI HAKEKAT HIDUP TAPI NYARI ENAKNYA AJA,
      MAU MERUBAH DUNIA NAMUN HANYA PANG-PUNG-PANG-PUNG NO REALITA, \
      NIATNYA MENYADARKAN ORANG YG TERUCAP MALAH HUJATAN DAN NISTA

      Y udah deh,.,,capek ;p

      whatever..you are what are you think. PERBUATANMU ITULAH SEBENARNYA DIRIMU

  2. mungkin memang aku harus bertanya kembali “apa yang kutemui pertama kali saat aku lahir?”
    degup jantung ibu seirama dengan degup jantungku
    air susu ibu yang pertama kali mengajarkanku akan nikmatnya nafsu
    doa yang didaraskan ayah sebagai tali hidup di telingaku
    tiada manipulasi tiada tipu muslihat
    kesejatian yang terungkap
    ketelanjangan yang tersingkap
    ya ampun.. telah lama sekali aku melupakannya

    1. @ Tomyarjunanto,

      Sugeng enjang, maturnuwun kagem kangmas tomy ingkang kinasih…

      Roso sak jeroning roso, nanging ing donyo niki kulo supeh, amergi kebak hijab utawi rintangan sing akehe podo karo rambut ing mustaka… Duh, Gusti ingsun kangen marang cahyoMu… Mongko wiwit mulo nate manjing marang omahe… ing alam kakandutan ibu…

      Salam kinasih :),

      Dewi

  3. Assalam wr wb,

    (Akhirnya komen juga, setelah sekian lama hanya lihat”.hehe)

    Nice artikel. Seperti biasa, pemikiran toleran seperti ini lebih sering muncul dari seorang penganut budaya. Memang manusia berbudaya lah yg utamanya manusia. Budaya yg sy maksud tentu budaya yg manusiawi, yg menghargai perasaan orang, bukan budaya fentung pemuja kekerasan.hhe

    Ehm, saya kira macam Manunggaling Kawulo Gusti, Sangkan Paraning Dumadi, dan kata ‘seram’ lain pun tak jauh beda pemaknaannya, hanya saja kebanyakan kita belum” udah pada takut bayangan, takut kafir dll, lebih percaya dongeng import yg fiktifnya naudubillah daripada dongeng lokal yg arif bijak, bisa dibuktikan hasil nyatanya yaitu terwujudnya kedamaian dunia, yg indah dirasakan hati dan dapat diterima akal.

    Salut buat para sepuh di blog ini,artikelnya mantap” dan mencerahkan, semoga bisa membuka mata mereka yg selama ini ‘kelilipen pasir keculek salib’.

    Keep writing puh..salam cup” selalu, terutama buat sesepuh dewi yg ayu tur kemayu.

    Wassalam

    [lahdalah]

  4. Hehee…sembahnuwun atas tepuk-sorak poro sepuh dimari,,tersandung banget dah, padahal tulisan sy abal2, garing dan tak bermutu, masih banyak tulisan/status dari poro sepuh lain yg lebih berbobot dan bermakna. Simbah aja yg terlalu maksa jd deh yg garing makin girang,,wkkwkk 😀

    Memang mau pemahaman yg bagaimanapun, bila sudah lupa kacang akan kulit, lupa tatakrama tak tahu diri membalas budi dgn tahi, menghalalkan segala cara, etc etc,,tentu hasilnya tak baik. Tak baik menurut nilai2 universal, nilai yg diakui semua masyarakat, yaitu nilai budi pekerti/ahlaq. Budi pekerti adalah mata uang yg berlaku dimana saja. Semakin rendah budi pekerti semakin rendah penghargaan yg tertuju kpd diri kita.
    Contoh gan; Terdapat suatu komunitas tingkat desa yg tidak mau membuang sampah sembarangan. Mereka sangat tertib dan menghargai alam seisinya, meski itu krn perintah agama dan syariat yg diwarisinya dan mereka melakukannya atas dasar takut neraka. Hasilnya tentu alam akan menghargainya, tak peduli apa motivasinya, yg diterima itulah yg dikembalikan kpd mereka; daerahnya bebas banjir krn tak ada sampah sungai, udara segar krn bebas polusi dr bakar2an sampah, air resapan sumur jernih menyehatkan, dsb. Kalau yg pada manusia tentu udh pada tahu, jd enggak usah ditulis lg ntar nambah garing wkkwkk

    Ending, semoga dgn semakin bertambah pesatnya klik di blog ini menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah manusia2 tercerahkan yg terbuka wawasannya, membuka fanatisme sempit dan menyadarkan fakta keberagaman bangsa Indonesia.

    Btw,,mumpung tgl 1 Juni nih, sekalian ngucapin selamat ulang tahun yg ke-2 kahatur https://dongengbudaya.wordpress.com/ , tetap semangat dan lakukan yg terbaik. Maju perut pantat mundur,,heheheh

    Salam enjoy 😉

    1. Salam rahayu Mas Budi R…….

      Ikut menyimak dan belajar……..tulisan yang membuat banyak manusia bisa jadi….ehem ehem….he he…Nuwun….

  5. Salam rahayu ugi mas Js…
    Akhirnya bisa bertegur sapa dgn pialang pemurnian jiwa seperti mas Js ^_^
    Njenengan ini selalu sy suka komennya lho. Njenengan, paklik Dalbo, ngglosor madhep wetan dll. termasuk jeng (klit) Dewi yg senasib dgn sy.heheheh. Sy perhatikan njenengan semua sejak di blog pak Sabdalangit. Sy temukan butir2 embun kesejukan dlm memandang hidup dr Njenengan semua sejak disana, disini dan dimana saja. Banyak penuturan2 njenengan yg membantu penguatan akal budi sy utk menjatuhkan pilihan yg sy pilih saat ini. Sy hutang budi sama njenengan semua. Sy hanya bisa membalas doa, smg semua kebaikan berbalas kebaikan jug dgn berkelimpahan. (maaf tdk ada uangnya, alias cap nuhun hhe)

    Jujur mas Js, sy berawal dr keluarga mabok agama, dimana ajaran agama dipertuhankan melebihi tuhan. Sampai pd akhirnya, sy menemukan banyak kejanggalan, kekerasan, kemerosotan moral, fasis tp mengaku innocent, dan egosime akut diskriminasi. Semakin sy pelajari semakin sy berbenturan dgn nurani. Masa sih tuhan YME yg katanya maha pengasih nyuru2 kita nusukin perut org2 kapir?wkkwk. Hal2 tsb bertentangan dgn hati+akal budi sy. Namun saat itu tak sy pedulikan krn masih takut dosa dan neraka. Semacam mengecat rambut dgn warna merah diperbolehkan, namun warna selain merah dilarang. Alasannya krn perintah tuhan…padahal apa bedanya?wkkwkk

    Banyak jg kejadian pendukung pendirian sy, entah sepertinya alam mengharuskan sy memulai dr awal kembali sejak itu. Jenazah wangi tanda dimuliakan tuhan rupanya bukan milik org muslim saja (ntar lain waktu dah ceritanya).

    Tak sy pungkiri, sy sekarang adl sy yg terbentuk dr macam2 ajaran. Entah islam, hindu, budha, kejawen, kabuyutan dll. Sy ambil baiknya dan sy lempaarrrr buruknya.heheheheh… Namun rasanya, sy memerlukan ‘baju’ . Akhirnya sy memilih baju sy sendiri, baju kejawen budi pekerti, dimana sy tak menitik beratkan ke ritual namun lebih ke perilaku terpuji. Yah setidaknya itulah pendirian sy utk saat ini..entah esok pagi, entah lusa nanti..kata om iwan fals.hheheh

    Btw, Simbah kemana ya?gek2 lg bikin kue ultah blog Dongbud.hehee

    1. Kang JS emang mantap bin bijak. Tentu saja, wong rambutnya udah penuh warna putih gitu. Mas Budi juga mantap, walau masih muda tapi pemikirannya nyaris matang, tulisan perdana tapi langsung mencengangkan.

      Dongbud ulang tahun ya? Duh sampai lupa bikin perayaan. Tapi sepertinya bukan ultah ke 2 tapi udah yang ke3. Untuk ukuran anak sapi, ya udah cukup gede walau cuma badan doang, isinya tetap kagak berubah yaitu abal2.

    2. Salam hormat Mas Budi R….Mbah Wage R……..

      waaah…..sama sama R …..Raharjo. ..bermakna Sejahtera….keadaan yang semestinya dicari untuk dicapai banyak manusia……manusia yang berkeadaan sehat jasmani dan rohani…..berbahagia lahir dan batin……
      ( Raharjo )…..semua keadaan yang bermakna dan rasa bahagia karena merasa dan mengakui sudah tercukupi atau dicukupi oleh Gusti Allah atau alam ini ( Raharjo ) pastinya diterima dengan rasa dan perilaku SUKUR…..berpuji sukur dalam hati sebagai niat ingsun baik….diberi dari atas dan akan dibagikan atau diberikan kembali kepada disekeliling kita yang lebih memerlukan……….

      Mas Budi…dan si Mbah……walaaah……saya ini hanyalah sikebo tua bodoh….yang selalu menyusu ke gudel…..belajar dan belajar….sampai waktu hampir habis…..kita semua wajib belajar kepada semua / isi alam……….air…api…tanah…udara…adalah bersifat amanah….unsur itu yang juga ada dalam diri kita…..maka kita sewajarnya atau sewajibnya sebagai manusia yang bersifat seperti alam ini….sifat yang juga seperti dan sebagai sifat Tuhan juga…..

      Mohon maaf….tulisan ini tentunya hanya abal abal saja….Nuwun….

  6. @ Budi Raharjo,

    Maturnuwun pujiannya, saya juga masih belajar mencari, mencari jati diri… memang tidak semudah seperti yang kita perkirakan, harus mengerti ngelmu jowo : sabar narimo, wani ngalah lan selalu eling lan waspodo :)…

    Ora iso gampang koyo jeng klat jeng klit :mrgreen:… qeqeqeqe…

    @ Dongbud,

    Wow, dongbud ultah yg ke-2… met ultah ya mbah :D…

    Ayo mbah, tiup lilinnya…. tiup lilinnya sekarang….

    cap cip cup… salam kecup manis dan hangat untuk simbah dan dongbud :)…

    1. Salam JDD…sugeng rahayu……

      Waaah…sampai lupa memberikan selamat ULTAH untuk Dong Bud…..Semoga rumah ini tempat yang baik dan damai dan tentunya . semoga sang pemilik selalu bahagia dan sehat selalu….AMIN….

  7. Kenapa peluncuran blog ini memilih bulan June ya? Sumpah kagak ingat sama sekali. Mungkin sekedar pengingat bahwa bulan ini sudah memasuki pertengahan tahun, jadi saatnya evaluasi “program” tahunan.

    Emang blog abal2 punya program?
    Ya, punya dong namanya program abal2.

    @ Dewi, Kang JS, Mas Budi dan others, terima kasih

    1. @ Pak O-O, Mbah Wage, Mbahpo JS, Anymous, Paing, Hare, PD, Baldew, Kang Mo, Nurkahuripan, Tomy, Lesungpipit, Harnes, Getur, PNL, Wiro, O`on, All,

      Met sore all and met berjumpa kembali :)…

      @ Ksatria,

      Terima kasih pujiannya… eh, apakah itu benar pujian?… terkadang saya juga merasa belum begitu mengenal diri saya secara pribadi… xixixixixi…

      Jadi kayak cerita ludrukan aja..

      A : hallo, ini siapa ya?
      B : ini saya, situ siapa?
      A : ini saya, situ siapa?
      B : ini saya, lha situ?
      A : lha iya ini saya, situ itu siapa?
      B : situ itu saya, situnya siapa?
      A : ya saya, lha situ?…
      B : ini ya saya, lha situ itu lho siapaaaaa????…..

      Percakapane muter-muter koyok gas udara di perut :mrgreen:…. wakakakaaaakk….

      @ Budi Raharjo,

      Terima kasih topiknya yang simple tapi cukup provokatif, untuk kita semua agar bisa lebih menggali dan mengenali diri sendiri :)…

      Sekedar sharing, diskusi blog di dunia maya adalah dunia yang sama sekali baru bagi saya, tepatnya sekitar baru sekitar 2,5 th yang lalu…

      Aneh tapi nyata, ternyata dari hanya sekedar komentar, ada saja teman atau pinisepuh yang seperti udah mengenal saya, bahkan seperti ‘dejavu’ alias udah pernah bertemu…

      Benar atau tidak, ini adalah sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan dan mengejutkan bagi saya pribadi… Saya yakin semua teman-teman di sini juga pernah merasakan hal yang demikian, seperti bertemu dengan teman lama atau sebaliknya seperti udah di kenal oleh orang lain sejak dulu kala…

      Jika semua ini memang benar, maka teori ‘the journey of the soul’ has just begin for us to understand…

      Then let`s start it now :)…

      in Light,

      Dewi

    2. Eh, sorry, lupa kasih salam :D…

      Salamnya apa ya?… cap cip cup aja deh… kan masih dalam suasana HUT DongBud… xixixixixi…

  8. ‘Apa yg dirasakan tdk enak buat diri jgn dikasi ke orang lain’ dan sebaliknya.

    Enak gak enak menurut siapa ya?

    Toleransinya menurut siapa pula?

    1. Apa yang di uraikan oleh saudara wijaya mengenai Islam yang di hubungkan dengan siwa sungguh sangat bodoh dan dangkal sekali, Allah SWT adalah tuhan yang esa, dia tidak beranak dan tidak diperanakan, mana mungkin Allah swt bisa lebih rendah dari siwa, Islam tidak mengenal trimurti, islam hanya mengenal satu tuhan yaitu Allah swt, saudara wijaya anda harus hati hati dalam menulis jangan menghina atau merendahkan agama lain dan memancing isue SARA, itu sangat tidak baik, agamamu untukmu dan agamaku untukku, jadi kita harus saling menghargai. ….

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s