Memahami Tuhan ala Buddha

Membingungkan dan kagak jelas!  Ya, itulah kesan awal banyak orang termasuk saya saat mencoba mengenal konsep Tuhan ala Buddha.  Wajar kalau akhirnya agama Buddha sering digolongkan sebagai atheis, tidak percaya pada Tuhan. Benarkah agama Buddha adalah atheis atau tidak berTuhan? Berikut saya mencoba membuat ringkasannya.

Tips: Untuk memahami konsep Tuhan versi Buddha maka ada baiknya kita melepaskan sebentar konsep umum kita tentang Tuhan.

Tuhan tidak punya nama

Tuhan menurut versi Buddha adalah tidak memiliki nama. Jadi kalau anda mencari nama baku untuk nama Tuhan dalam agama Buddha, jawabannya jelas tidak ada.

Tuhan tidak beragama

Kalau anda bercaya bahwa Tuhan adalah memilki agama, menciptakan agama, sayang dan kasih hanya pada pemeluk agama ciptaannya saja dan memanggang manusia yang tidak percaya pada agama ciptaanNya maka Tuhan versi Buddha jelas diangap tidak ada.

Tuhan menurut versi Buddha adalah netral, tidak memihak, tidak berbentuk dan juga sekaligus tidak memiliki sifat seperti layaknya manusia seperti pengasih, penyayang, pengampun. memberikan imbalan atau hukuman. Tuhan juga tidak dianggap sebagai pencipta alam, pemelihara dan juga memusnahkannya. Bingung bukan?

Buddha adalah ajaran tentang Prilaku

Buddha bukan ajaran tentang Tuhan tapi ajaran tentang prilaku, Dengan berprilaku yang baik maka keberadaan Tuhan akan bisa ditemukan. Berbuat baik pasti berTUhan tapi berTuhan belum tentu berbuat baik. Itulah mungkin inti dari ajaran Buddha tentang Tuhan. Kenyataan di masyarakat juga sepertinya sudah sangat jelas bahwa masyarakat yang percaya Tuhan, prilakunya kadang tidak berbanding lurus dengan perbuatannya.

🙂 Jadi  Buddha adalah agama  Atheis?

Ya, kurang lebih seperti itu. Sekali lagi tergantung pada pemahaman Anda tentang Tuhan. Namun untuk mengatakan ajaran Buddha sebagai Atheis juga sangat tidak tidaklah tepat. Tidak terlihat, tidak disebutkan bukan berarti tidak ada dan kosong bukan berarti tidak berisi. Duh ribet bukan?

Konsep Tuhan menurut Buddha adalah Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang, yang artinya “Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak”. Dalam hal ini, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah suatu yang tanpa aku (anatta), yang tidak dapat dipersonifikasikan dan yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk apa pun. Tetapi dengan adanya Yang Mutlak, yang tidak berkondisi (asamkhata) maka manusia yang berkondisi (samkhata) dapat mencapai kebebasan dari lingkaran kehidupan (samsara) dengan cara bermeditasi.

Berikut adalah jawaban paling menarik versi pendeta Zen :

 “Jika kukatakan ya, kamu akan berpikir bahwa kamu mengerti tanpa berusaha memahami.  Jika kukatakan tidak, aku terpaksa membantah fakta yang sudah dipahami orang banyak dengan baik”

Artikel lain yang mungkin menarik ; Jangan percaya pada ajaran Buddha

23 thoughts on “Memahami Tuhan ala Buddha”

    1. Silakan, jangan sungkan dan untuk inilah (salah satu) gunanya kolom komentar ini disediakan. Tapi jabannya ala siMbah ya. Sedangkan untuk jawaban yang lebih pasti nanti akan dijawab oleh Kang Balane yang lebih paham tentang Buddhisme.

  1. Salam Mbah Wage ..Mas Nur…….

    Versi Pendeta Zen….. ”Jika kukatakan ya, kamu akan berpikir bahwa kamu mengerti tanpa berusaha memahami. Jika kukatakan tidak, aku terpaksa membantah fakta yang sudah dipahami orang banyak dengan baik”……Inilah intinya kenapa Budha tidak menjelaskan dengan sebenar benarnya , Beliau hanya memberikan jalan atau cara dan sudah memberikan point point penting seperti Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang, he he he dan itu tidak hanya dibaca lalu dihapalkan tetapi dikaji sampai kepala kliyengan…dan eng ing eng,…dan keterangan beliau pasti akan dimentahkan faham lain…..

    Benar dan tepat bila ajaran Budha bukan sebagai agama tetapi ajaran perilaku……salam rahayu….

    1. Maaf maksud saya Budha tidak mau menjelaskan sebenar benarnya dalam arti tidak menjelaskan tentang apa yang dialami dan yang dilihat atau yang dirasakan , dan beliau tidak mau menerangkan tentang Tuhan karena bagi beliau menjelaskan tentang ini akan menimbulkan kerancuan dan perdebatan panjang….sesuatu yang tidak bisa dikiaskan….

      Bagi beliau menerangkan mengenal Tuhan tidak dianggap hal yang harus atau sangat perlu , ibarat menulis tanpa buku dan tanpa pulpen , tidak mungkin bisa dan tidak logis, untuk mengenal Tuhan maka dimulai dan berdasar perilaku dan perbuatan budi luhur nurani…..

    2. Waduuuh, ada yang kesingsal,….nambah sedikit meskipun ini akan ditertawakan banyak manusia…..

      Budha menurut kami ( orang abal abal ) adalah manusia perilaku sempurna / makrifatullah kelas berat dan gambar itu sudah pernah kami terima….apakah gambar bioskop itu dari dan buatan Jin yang menggoda ??…..wakkakakakak….emangnya kami ini manusia apaan kok digoda ??….atau jin setan demit itu kurang kerjaan…….he he he….manusia menjadi rusak moralnya karena egonya sendiri yang selalu dipelihara dan dipupuk. menjadi subur dan besar ….

  2. Salam simbah,kang js,..yowiz,matursuwun..sy jg minta tolong jawaban kang bala(ne)dewa juga..
    Siapa dan bgmn kisah budha julai(/mahayana,mgkn) mbah..?
    Sama bgt persis seperti yg di film kera sakti,.yg ngegedig sungukong pake tapaknya itu..

    1. Apakah kisahnya PERSIS seperti yang difilm?
      Apakah kisahnya PERSIS seperti di buku (kitab) suci?
      Apakah kisahnya PERSIS seperti di penjelasan para guru ?

      Jawabannya mungkin ada disini ; Jangan percaya ajaran Buddha

      Jawaban lengkap, lebih benar dan tidak abal-abal, ya tentu harus nunggu Kang Bala, ataupun Akang akang lainnya.

      Jujur siMbah tidak terlalu paham ajaran Buddha. SiMbah tidak terlalu paham dengan topik yang siMbah tulis (malu nih). Asal tulis doang. Namanya juga blog abal-abal, yang penting nulis.

    1. Salam Mas Nur…….

      Nikmati saja permainan dalam hidup, nikmati saja mimpi mimpi itu , sesungguhnya semua yang terjadi terhadap diri kita adalah pelajaran hidup , pelajaran hidup yang tentunya tidak diharapkan untuk menumbuhkan EGO tetapi mengecilkan atau meniadakan ego itu , karena ego dalam kepercayaan dan beragama menimbulkan rasa tidak damai , merasa paling benar dan parahnya menganggap dirinya telah suci bersih , menganggap agama lain salah , jangan kita terjebak dalam perjalanan berspiritual…….

      Anggap saja mimpi itu hanya mimpi biasa tetapi ada cerita dan rasanya , sesuatu yang nikmat , atau nikmat seperti mimpi basah , wkwkkakakakak…..

      Anggap saja itu bukan Si Budha sebenarnya kalau itu Si Budha sebenarnya juga tidak menjadi soal ,
      Saya mengkiaskan bahwa gambar budha telah mengajarkann kepada Mas Nur bahwa berspiritual atau beragama apapun harus dengan dasar nurani dan kesadaran , beragama seharusnya tidak menumbuhkan ego tetapi menghilangkan ego….
      Budha tidak mengajarkan atau melarang dalam hal gaib gaib , Budha hanya menitik beratkan dalam perilaku benar dan itu adalah pintu gerbang menuju manusia sempurna…….

      Mohon maaf bila tidak berkenan…..apa yang saya tulis hanya kata hati saya , yang awur awuran dan mbelgedes abal abal saja….he he he Nuwun…..

  3. Salam Mbah Wage…..Mas Nur …Mas Balanedewa . Mas ABR,,sedoyo sederek…..

    Sudah saya baca KLIK diatas…jangan percaya ajaran Budha…..JANGAN PERCAYA DENGAN BERITA YANG HANYA KATANYA……saya sampai tertawa guling guling dilantai……

    Kias saya , tidak ada terbentuk tulisan yang berarti bila tidak ada pena dan kertas …kalau ingin mengerti suatu ilmu hikmah harus memenuhi persyaratan wajib yaitu perilaku dan perbuatan kesadaran dan nurani…

    Tulisan Mbah Wage memang cerdas dan genius dalam area spiritual , hampir saya terpeleset jatuh tersungkur karena salah menganalisa , Si Mbah memang orang bijak daan selalu duduk ditengah….wakwakakakak seperti wasit dalam arena tanding tennis bola…..adil dalam menilai, salah benar baik buruk tergantung permainan si pemain ……salam wasit…

    1. Ini Kang JS ngomong opo, mbah kagak paham.
      Duduk ditengah itu artinya apaan? Kagak jelas nih

      Duduk ditengah peti mati…..drakula dong?
      Duduk ditengah orang tawuran,….. kepala bisa benjol dong?
      Duduk di tengah jalan, …….mati konyol dong?
      Duduk di tengah cewek seksi….dapat apaan kalau cuma duduk doang?

  4. @Kang NUR, maaf salah jawab.
    Duh, kalau nanya tafsir dan menyingkap arti mimpi mbah kagak paham. Para sepuh disini juga (sepertinya) tidak ada satupun yang punya keahlian menyingkap arti mimpi. Tapi kalau menyingkap hal lain, menyingkap topik abal-abal, mungkin disini adalah tempat yang tepat.

    Agar tidak kecewa mbah jawab ngawur saja ya. Mimpi adalah tanda kehidupan. Mimpi enak ataupun mimpi buruk adalah wajar saja, namanya juga kehidupan. Mimpi bisa terjadi saat kita tidur dan juga bisa terjadi saat kita terjaga.Nah, mimpi yang mbah sebutkan terakhir inilah sepertinya yang paling utama untuk dipupuk dan dipelihara.

    salam ngawur. wage

  5. “Jangan percaya dengan sebuah berita hanya karena engkau mendengarnya.
    Jangan percaya dengan sebuah tradisi hanya karena tradisi itu telah dilakukan selama beberapa generasi.
    Jangan percaya kepada sesuatu hanya karena sesuatu itu ramai dibicarakan orang.
    Jangan percaya kepada sesuatu hanya karena sesuatu itu telah dituliskan ke dalam buku-buku suci.
    Jangan percaya kepada sesuatu hanya karena sesuatu itu diajarkan oleh para guru dan orang-orang tua”
    ”Dengan kesadaran, perenungan, akal sehat dan pengalaman sendiri, bahwa sesuatu hal itu memang patut diterima atau dipercayai, mengandung kebenaran, menuju kebahagiaan, maka sudah selayaknya untuk menerima dan hidup berdasarkan hal-hal tersebut.”
    (Kalama Sutta; Anguttara Nikaya 3.65). (COPAS DARI ‘JANGAN PERCAYA AJARAN BUDDHA ,MBAH WAGE)
    —————————
    @Mas Nur,Mbah Wage,para sedherek,

    Agama Buddha memang …. lain daripada yang lain…Ajaran ini tidak menuntut kepercayaan … buta. Harus pakai nalar, harus pakai nurani, harus ditimbang-timbang sendiri. Sang Buddha BUKAN juru selamat atau nabi, beliau hanya … menunjukkan jalan untuk ke nirwana – keadaan tidak dilahirkan lagi, bukan ‘cuma’ ke surga, kepanjangan dari dunia yang tanpa … habis – kolam susu, kolam madu, tongseng kambing,anggur, bir Bintang atau Heineken yang mengalir tanpa habis , yang mungkin tidak bikin mabuk, ditemani bidadari2 yang …. muda2 dan molek seperti Beyonce atau Marylin Monroe (jadul) …

    Buddha julai : Saya kurang tahu persis. Setahu saya ini ,julai, cuma nama lain dari Sang Buddha . Ada cem macem aliran Buddha. Yang umum adalah aliran Mahayana – umumnya di Jepang,Korea,China, Theravada – umumnya di Thailand, Kamboja,Sri Lanka,Burma,Indonesia,dan Vajrayana – Tibet. Ada lagi yang percaya akan datangnya ‘Maitreya’ , Buddha yang akan datang, atau malah sudah datang, setelah orang2 pada … lupa pada ajaran Buddha seperti yang diajarkan Sang Buddha Gautama – yang lahir sekitar 2600 SM.

    Karena ini blog abal2 aka mbelgedes, ya … jangan percaya apa yang saya tulis …(-: Harus di check dan chrosscheck, sesuai dengan ajaran Oom Buddha sendiri – ‘jangan percaya begitu saja hanya karena ….’ (lihat kutipan di atas ) (-: (-:

    Salam katresnan jangan percaya begitu saja, *)

    *) Untuk si Mbah, ‘katresnan’ itu baha-hahahaha-sa Jawa untuk kasih, cinta,love (-:

    1. Terima kasih kang Bala atas penjelasannya.
      Omong2, avatarnya cool, cara bikinnya gimana ya? Koq tidak muncul link profil ya? Yang sederhana seperti itu yang mbah cari-cari.

    2. Mbah,

      Avatar : Saya ikut2an si Mbah dan Kang SmP saja lho . Profil tidak muncul karena … ya memang tidak (di)muncul(kan) … hehehehe … karena memang … kosong melompong, bukan siapa2 dibalik avatar itu ! Say it with flowers, katakanlah dengan bunga, kata pepatah Inggris (Amerika ? ) Ah, (hidup) kan sering hanya menurut semboyan si Mbah, abal-abal …

      Mas js,

      Tanduk itu mungkin memang sifatnya universil , tidak saja di alam sini, di alam gaib sana banyak juga yang bertanduk. Ayo, kami di … dongengi lagi ! Eh, saya kok mimpi si … pendorong gerobak itu kok mahluk berambut puanjang ya ? Tolong ini apa artinya ? Slumanslumunslametslumanslumunslamet…slametsegaliwet …..

      Salam katresnan bukan siapa2

  6. Salam Mbah Wage…Mas Balanedewa……

    Karena blog ini mbel dan abal abal , maka saya juga nulis mbel juga….tapi ini benar terjadi lho Mbah, sumpah tidak bohong ….bukan saja binatang yang bertanduk , tapi mahluk gaib juga bertanduk , ternyata gaib bertanduk juga punya nurani dan mau berucap ‘ mohon maaf atas perbuatan saya selama ini “….wakwakkakakakakak….
    Apa tanduk mereka sama dengan tanduknya Mbah Wage ??,,,tanduk yang siap seruduk pohon lalu masuk dapur bila sedang diejek bertanduk jadul kuno…si Mbah Wage pasti….wwuuuuss,,,,bruuk…brraaak…..klontang ..praaang…memporak pandakan isi dapur….,mbah…sudah mbah…eling eling mbah…ini bulan puasa…..alhamdulillah…mbah berhenti ngamuk…saya lihat mbah berhenti bersandar didinding dapur , sambil ngoos ..ngooosan…..wakwakakakakak…..salam guyon….

    1. Asli ngakak bacanya. Koq bisa tahu karakter siMbah sehari hari ya? Mudah marah, mudah ngamuk dan tersinggung. Tendang panci dan peralatan dapur dan akhirnya duduk ngos-ngosan.

      Kadang jadi malu sendiri, kelihatan jagoan dengan teriak teriak, ditakuti anak kecil karena bertanduk, tapi waktu pipis tetap aja sembunyi dibalik pohon. Wakakakkkk….

      @Kang Bala, mbah cari cari di menu ko1 kagak tahu cara non aktifkan profil ya?

  7. Mbah,

    Sesudah sign on, klik ‘my account’. Cari view my profile, kemudian klik ….’hide my profile’ …
    Saya cuma klak klik sana sini kok…. Kebetulan bisa … (-:

    Reply wage : :mrgreen: Sang kyu, terima kasih

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s