Mewarisi Spirit Syech Siti Jenar

wiki-rumi2Penulis : Sdr Iful SevenstarKetika kita sudah mulai berani melakukan pemberontakan terhadap diri sendiri, dengan tujuan merubah paradigma lama tentang kebenaran. Ini sama spirit  jiwa Syech Siti Jenar sudah ada dalam diri kita. Merubah paradigma lama adalah mengkritisi sampi ke akar-akarnya tentang ilmu-ilmu dan hukum kebenaran yang bersumber dari agama, kitab suci, dan filsafat.

Merevolusi diri adalah membalikkan pola pikir dari sebelumnya hanya pandai menyadur/ mencopy paste pola pikir lain menjadi pola pikir yang bersumber dari diri sendiri. Memang bukan suatu pekerjaan mudah untuk melakukan semua itu karena banyak sekali rintangan-rintangan yang harus dilewati, tetapi sebenarnya semua rintangan-rintangan itu adalah datang dari jiwa kita sendiri, yaitu jiwa yang suka mengajak diri kita kepada: ” penikmat hidup “, ” untuk apa capek-capek ” dengan kata lain jiwa itu adalah jiwa yang mengajak kepada kesenangan dunia, atau dalam islam disebut lawammah. Jiwa yang rendah atau kita sebut budak-budak itulah yang harus ditundukkan oleh diri kita sendiri, agar perjalanan menjado lapang.

Menaklukan budak-budak jiwa itu lah yang dilakukan dalam olah batin dalam proses meditasi atau tafakkur, menaklukan budak-budak itu adalah bagai orang tua untuk mendidik anak-anaknya untuk tidak nakal terus, di budaya meditasi ada istilah afirmasi, lakukanlah afirmasi itu dengan perkataan bahasa kita sendiri seperti ” hai saudaraku yang selalu mengajakku kepada kenikmatan dunia, berdamailah bersamaku, turutlah apa yang aku katakan jangan membantah !”.  Begitulah salah satu contoh dialog diri kita dengan anggota keluarga kita sendiri. Tubuh manusia itu laksana kerajaan yang lengkap dengan permaisuri, raja, menteri, patih, pembantu, pendusta, penghianat, dukun, dokter, pendeta, kiayi dll. Budak-budak jiwa itu tidak akan tunduk pada ritual dan doa yang keluar dari mulut kita, kenapa ? karena sepanjang ritual itu dibangun dari dasar keterpaksaan/ hanya melakukan kewajiban agama dengan alasan takut dosa, takut masuk neraka dll maka budak-budak jiwa itu justru akan merasa aman dan tentram hidup nyaman di diri kita sendiri. Diri kita adalah PANCER atau disebut Allah, seharusnya lah diri kita sendiri yang memerintahkan kepada anggota di jiwa kita ini. Jadikanlah doa-doa dan ritual yang sudah biasa dikerjakan itu menjadi perintah dari diri kita untuk diri kita, seperti sebelum sembahyang berdoalah/ affirmasikanlah ” Aku sholat untuk diri ku “.

Diri kita adalah sumber kebenaran yang sejati, tak ada kebenaran di muka bumi ini selain bersumber dari diri kita sendiri, bila saja semua manusia tahu kebenaran itu dalam dirinya masing-masing maka akan terwujudlah masyarakat dan bangsa yang damai, sejahtera dan kuat. Tak ada cara lain diri kita harus direvolusi/ di upgrade dari jiwa yang rendah ke jiwa yang tinggi, jiwa yang tinggi itu adalah jiwa yang terus mengkoreksi dirinya sendiri akibat proses berpikir yang tiada henti. Ketakutan adalah mahluk yang menghalangi roda pikiran manusia yang terus berputar progressif untuk menguak rahasia kebenaran, ” sang mahluk ketakutan” inilah yang menghipnotis pikiran manusia yang beragama secara fanatik, kalau lah manusia itu lepas dari fanatisme beragama maka akan muncullah  ” sang mahluk keegoan “, mahluk bengis inilah banyak yang menghipnotis para pejalan spiritual baik itu lewat jalur agama, sains, metafisik maupun filsafat. Jadi tembok-tembok penghalang itu akan terus menjadi batu sandungan bagi manusia di setiap perjalanannya. Pantas dalam agama disebutkan ” syetan akan diberi tangguh sampai hari berbangkit “.  Syetan itu tak lain adalah diri kita sendiri yang rendah, yang tak terdidik dan tak mau berpikir.

Salah satu wujud dari mengaktifkan secara perlahan-perlahan kebenaran dalam diri kita, adalah berani membebaskan suara kita dalam hal apapun tanpa harus bersandar pada suatu dalil dan ayat, semuanya bersumber pada keyakinan kita sendiri, salah tidaknya itu urusan lain karena memang kita lagi mengkoreksi jiwa kita sendiri ke arah yang lebih baik. Sudah tidak saatnya segala sesuatu itu kita sandarkan kepada di luar diri kita, karena sikap demikian itu hanya meninabobokan “syetan dan iblis” dalam diri kita. Manusia bebas adalah manusia yang sudah mengenal dirinya sendiri secara sempurna. bebas dalam arti tidak merugikan orang lain dan merusak alam. Berpikiran bebas akan mendekati kepastian sejati sedangkan  pikiran terpenjara akan menyuburkan angan-angan kosong atau kepastian yang palsu.

Syech Siti Jenar adalah seorang Icon Pribadi yang mendobrak segala kepura-puraan dan kepalusan  dalam beragama dan bermasyarakat pada zamannya, kini tak ada beda apa yang terjadi zaman Syech 600 tahun yang lalu, masyarakat beragama cenderung taklid buta tidak mau menerima paradigma baru, sehingga Tuhan atau Allah yang mereka sebut itu sudah menjadi tumbal jeritan dan angan-angan mereka, menjadi gaib. Tak ada beda dengan animisme yang mempercayai kepada yang gaib yang didewakan, tidak jelas !   Ketika kita sudah memproklamirkan diri untuk melakukan perubahan pola pikir,  maka spirit Syech Siti jenar ada dalam diri kita.  Spirit yang sebenarnya dimiliki oleh pendiri republik ini,  Bung Karno. Bersyukur kita memiliki leluhur yang tahu tentang kebenaran hakiki, sekarang tinggal diri kita sendiri mau apa tidak mewarisi spirit para leluhur bangsa…

Artikel asli By Iful Sevenstar in BEBASKAN BERSUARA (Files) · November 26, 2011 at 1:44pm 2012
Tulisan ini dicopy dengan seijin pemiliknya.
Referesi, bacaan tambahan:

20 thoughts on “Mewarisi Spirit Syech Siti Jenar

  1. I’m going back to the start…..Semakin bertambah usia, semakin bungkuk badan ini tertarik pada asalnya (saripati bumi), saking kuatnya tarikan “gravitasi” hingga sedikit sekali yang pernah berfikir tentang “essensi kehidupan” di dalamnya, yang juga selalu tertarik menuju “tempat” asalnya…..di “langit”

    salam dan salim buat sesepuh semua….:)

  2. Semakin bertambah usia, semakin bungkuk badan ini tertarik pada asalnya (saripati bumi)…..@Kang Mo
    ———————-
    Masih muda dan gagah tapi berilmu tinggi, sudah berpikir tentang usia tua. Kebalikannya dengan simbah nih.

    Semakin bertambah usia, semakin bungkuk badan ini masih tertarik pada cita-cita asal (kawin lagi)……wakakakkk

  3. Salam Mbah Wage…..hormat dari cucumu …..

    Ketika ketidak berdayaan menabrak kekuasaan maka dipastikan siapa yang akan KO…..

    Ketika kebenaran semakin tua dan semakin ditutupi maka kekuatan kebenaran itu semakin kuat …
    Kebenaran pasti akan menang meskipun butuh waktu dan proses…..ha ha ha…seperti terbongkarnya koruptor klas kakap oleh KPK…….

    Naluri …bahasa tubuh….bebasnya jiwa untuk mencari kebenaran tidak akan mampu untuk dihalangi atau dibatasi…..jiwa yang lurus dan terbelunggu oleh tekanan para manusia yang mengedepankan nafsu dan ego pasti akan berontak dan ingin bebas mencari identitas dan kesejatian ……perkara menang dan kalah itu urusan nanti dan pasti akan dibuktikan dan terbukti sendiri ketika sudah mati , akan diketahui apa sebenarnya kebenaran dan apa dan siapa Tuhan itu sebenarnya dan agama apa yang sebenarnya paling benar atau yang paling salah………salam hormat…..

  4. Banyak orang mengidolakan nama Tuhan mereka dan mengklaim Nya sebagai Tuhan terbaik diantara ribuan nama Tuhan yang telah ada sepanjang masa pencarian Tuhan di bumi ini. Padahal Tuhan yang terbaik adalah diri kita sendiri,agama yang terbaik adalah empati. Semoga kita selalu berdamai dengan diri kita sendiri.

  5. Bila saja…….
    Kepercayaan ber Tuhan telah berubah niatnya…..
    Tuhan hanya sebagai pelayan dan alasan bohong..
    Agama sudah sebagai alat menjajah…..
    Berkelompok berjamaah dan berbendera paling kuasa
    Rasa kemanusiaan sudah menipis dan kabur….
    Maka tunggu saja…keadilan pasti akan merobohkan itu semua…

    Bila saja…
    Alam dan bumi direndahkan , dijajah dan didholimi
    Hidup alam sudah tidak lagi dihormati………
    Hidup mahluk lain juga dinistakan…
    Rasa berbangsa dibatasi , tidak tulus , memilih dan memilah…
    Budi dan nurani sudah seperti barang rongsokan…..
    Ahlak mulia dan kebenaran hanya dilihat dari hanya baju baju dan perniknya…..
    Kebenaran yang dipaksakan tanpa kedamaian dan welas asih…..
    Maka tunggu saja….semua itu akan dan pasti ditenggelamkan …..

    Hukum alam dan hukum Tuhan sejati tidak pernah salah….sekarang sedang ada dan terjadi dan terus berlangsung …..supaya manusia sadar dan memperbaiki anggapan yang dianggap benar…. tapi ternyata salah dan memang dari dulu sudah salah dalam memaknai ….

  6. respek yg tinggi dari saya utk budha, jesus dan ahmad krn saya sgt setuju dgn pernyataan agama, sains dan seni tumbuh di pohon yg sama..

  7. Petikan :
    ” Diri kita adalah sumber kebenaran yang sejati, tak ada kebenaran di muka bumi ini selain bersumber dari diri kita sendiri, ”

    Wah gawat untuk kata-kata diatas perlu di uji kebenarannya….!
    Sebenarnya kebenaran yang ada dalam diri kita masing-masing itu relatif.
    Bukti ada orang-orang debat mempertahankan kebenaran yang diyakini.

    Gemana Mbah Wage !

    1. Ah, itu hanyalah sekedar pendapat pribadi saja. Saya sih ambil sisi positifnya saja. Sepanjang tidak merugikan orang lain dan sepanjang tidak bertentangan dengan hukum formal ya tidak masalah.

      Anyway, manusia pada dasarnya cendrung menganggap dirinya paling benar bukan? Jadi walau menggunakan kitab yang sama, tuhan yang sama dan nabi yang sama, debat dan bahkan perang tetap saja akan terjadi.

      Manusia memiliki nurani yang berasal dari sumber Tunggal. Nurani itu ibarat radar burung yang jarang error (meminjam istilah Kang Mukidin). Kalau error, berarti ada kelainan, sakit jiwa, ego dll. Tuhan adalah kebenaran dan kebenaran itu ada di hati atau juga ada dalam diri bukan?

      Begitulah kira2 terjemahan abal2 yang simbah tafsirkan dari tulisan Kang Iful di atas. Setuju atau tidak setuju, puas atau tidak puas ya mohon dipuas-puasin……wakakakkk……. Yang jelas temukanlah kebenaran di tempat yang Anda anggap benar dan paling nyaman. Nantinya hasilnya dinilai dari prilaku atau atitude, bukan dari tebal2an buku atau tonjolan urat leher.

  8. hooh, benar seperti itu…….., maka syeh siti jenar mewakili para leluhur dari semua bangsa, dan para umat dari seluruh ajaran meminta bangsa indonesia untuk segera menepati janji leluhurnya 5000 tahun yll. untuk segera menyusun dan mengirimkan kitab kehidupan yang disusun dari nilai2 luhur yang bersifat universal dari seluruh ajaran yang ada dimuka bumi ini dan disepakati bersama untuk dipakai bersama, dan turunannya yaitu kitab hukum peradaban, supaya tuhan yme dengan memakai buku tersebut berkenan membuka pintu gerbang akhirat dan memulai makamah peradilan tertinggi, karena selama ini perjalanan ruh manusia terhambat/terhenti di alam barsah dalam perjalanannya pulang ke asalnya, disamping itu untuk mengharmoniskan 3 realitas dasar didalam kehidupan, dan demi memenuhi 2 janji primordial setiap ruh sebelum ditiupkan yaitu menegakan misi dan visi penciptaan menegakan kerajaan tuhan diatas bumi setelah sebelumnya ditegakan didalam hati kita masing2, mengakhiri ketertarikan dan keterikatan manusia atas keduniawian

    1. @ Wongsorejo,

      sugeng pepanggihan pak Wongso, saya sudha membacanya dan memang tak jauh isinya di blog pinisepuh…

      maaf, kalau boleh tahu, kitab nusantara yg njenengan maksut itu seperti apa? dan njenengan mendapatkan infonya dari mana? adakah komunity yg terbuka/ transparant membahas itu? jika ada namanya apa, bisa disebutkan nama groupnya di dunia maya? :)…

      maturnuwun,

      dewi

    2. @ Wongsorejo,

      sugeng pepanggihan pak Wongso, saya sudha membacanya dan memang tak jauh isinya di blog pinisepuh.

      maaf, kalau boleh tahu, kitab nusantara yg njenengan maksut itu seperti apa? dan njenengan mendapatkan infonya dari mana? adakah komunity yg terbuka/ transparant membahas itu? jika ada namanya apa, bisa disebutkan nama groupnya di dunia maya? :)…

      maturnuwun,

      dewi

  9. @dewi

    kitab berjudul: sumbang saran pokok2 pikiran menuju masyarakat berbudi luhur tsb ditulis oleh cucu dr. cipto mangunkusumo seorang diri berupa kumpulan berita metafisis (berita langit) yang dikumpulkan dan ditulis selama 35 tahun lamanya dan satu persatu dianalisa dengan kejernihan hati nuraninya sendiri wong e apikan tenan untuk menjawab masalah2 dan pertanyaan2 muthakir yang tak terjawab dan silih berganti bermunculan spt krisis2, konflikj2 yang terjadi di dunia saat ini

    35 tahun lamanya karena pesan tidak setiap hari datang disampaikan dan dianalisa dengan kejernihan hati nuraninya sendiri atas permintaan langit (bukan peritah lho) untuk menghidari pencemaran dari campurtangan tangan orang lain, spt tambahan, sisipan dan manipulasi seperti yang pernah terjadi di jaman kuno dan dia bahkan samasekali tidak keluar memperkenalkan diri seperti ytang dilakukan utusan2 jaman kuno yang kesusu-susu keluar (bukan ke dengkul atau batuk) sebelum seluruh pesan2 dari langit itu selesai disampaikan seluruhnya sehingga misi dan misinya tidak selesai dengan tuntas

    info ini semua saya dapat langsung dari penulisnya sendiri, blognya dan komunitasnya sekarang belum ada, tapi komennya ya saya ini atas ijin dia walau awur2 an karena saya suka nambah2 i, yo sak karepku tow wong mung koment og tapi bukunya tidak. wedi aq ra wani

    kelak klo bukunya sudah diterbitkan dewi bisa mewujudkan cita-cita nya menjadikan pendopo2 menjadi tempat pertemuan mencari titik temu semua ajaran2, karena akhirnya nanti kejawenlah/sp titik temu nya

    buku sumbang saran tersebut menurut berita langit (bukan saya lho) wajib dibaca oleh seluruh pemimpin2 dan pembentuk opini di seluruh dunia

    1. Salam untuk WONGSEREJO dan ALL,

      Maaf, halaman ini terlewatkan dan tdk sempat saya baca. Ternyata ada banyak para pini sepuh yang berkunjung dan urun pendapat. Terima kasih atas sumbangsihnya. salam

  10. Salam hormat kepada porosepuh dan poro sedulur yang telah sumbangsih pemikiran yang mencerahkan jiwa , sehingga jiwa terbebas dari jeratan dan kungkungan , jiwa yang kembali berkumpul dengan rumah suci / hati nurani…..maka jiwa yang terbebas akan selalu merdeka dan tidak terpengaruh dan merasa tidak takut dengan teror pemaksaan dogma doktrin , tidak takut dengan neraka dan tidak ” ngiler ” dengan bidadari / surga / nafsu syawat duniawi…..

    Jiwa dan hati nurani yang selalu menolak untuk berbuat curang , menolak untuk menindas dan memerangi atau menjajah jiwa manusia yang lain hanya dengan alasan bahwa diri dan ajaranya sebagai yang paling benar., paling akhir dan telah disempurnakan…….

    Dalam mimpiku atau dunia imaginasi dan mungkin berita dari langit ( ikutan seperti cara mereka ) , Tuhan seperti menurunkan ” manusia lama dan kuno ” yang dulu pernah hidup , dia berdiri didepan matahari ,membentangkan tangannya / dhaplang seperti ingin memeluk dan membelai setiap manusia yang ditemui atau yang mendekat , ini mungkin bermaksud mengajak manusia untuk bersifat kasih dan sayang / sifat Tuhan , dia seperti ikut dalam pancaran sinar matahari yang pasti akan menerangi bumi dan para penghuninya / manusia…..

  11. Maka firman NYA atau sabdanya adalah sinar terang / lidah cahaya yang seperti keluar dari mulut mahluk / manusia yang diutus…..atau sinar yang keluar dari mata yang ketiga , sinar yang terang benderang jatuh kebumi dan menerangi , bukan sinar api sangat berkobar yang hanya mengeluarkan cahaya yang sedikit tapi malah banyak membakar apapun yang dijamah atau yang didekatinya……. api yang membakar dan menyakiti jiwa , menyiksa dan tidak mencerahkan , menjadikan manusia sebagai robot penghancur dan bengis , menteror manusia lain dengan memaksakan kepercayaan itu , seperti pedang yang terhunus dan siap memenggal kepala , menakutkan siapapun yang didekatinya……….

  12. maturnuwun @ pak Wongso juga pada @ Anonymous…

    memang seharusnya begitulah adanya, kitab suci atau non suci itu hanya pelabelan saja, kita semua tentu lebih tertarik dengan isi yang di sampaikannya….

    jika memang kitab ini hasil tulisan anak negri, maka saya bangga sekali, karena nusantara memang kekurangan pujangga/ penulis, umumnya para pujangga hanyalah kepanjangan ‘ideologi’ tangan dari kerajaan/ pemerintahan yang berkuasa.

    salut untuk cucu pak Cipto Mangunkusumo yang memiliki ke-idealisme-an untuk nguri-uri ajaran leluhur :)…

    kami tunggu ulasan2 berikutnya, maturnuwun.

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s