Setiap Diri Manusia adalah Tuhan bagi Dirinya Sendiri

planetary-lineup_1149_600x450Penulis : Iful Sevenstar. Setiap diri manusia adalah Tuhan bagi dirinya sendiri, sekilas kata itu mirip Firaun yang mengatakan ” Aku tidak percaya Tuhan Musa, Aku lebih percaya pada Tuhan saya sendiri “. Nah, adakah kesalahan harfiah dalam statement saya dan Firaun tersebut ? Tentu, statement itu bukanlah kajian secara harfiah/ kulit belaka, statement itu lebih mengacu kepada kajian diri. Kajian diri adalah kita selalu mengkaji/ membaca ke diri kita sendiri sebelum menengok ke luar. Masalah ketuhanan adalah masalah ‘personal’ masalah yang very very personality.

Sekarang kita balik bertanya kepada diri kita, “Apakah Allah SWT nya Nabi Muhammad sama dengan Allah SWT nya kita ? kalau mengacu kepada kajian harfiah, maka akan tampak sama, letak kesamaannya di nama Allah SWT itu sendiri. Tetapi kalau kita kaji ke dalam diri, akan tampak beda bagai jarak bumi dan langit. Allah nya Muhammad itu NYATA, berkata-kata, membimbing, melindungi secara langsung tanpa batas sehelai benang sekalipun, Nah, bagaimana dengan kita, apakah Allah SWT itu berkata-kata/ membimbing secara langsung ? sehingga secara tak sadar tapi sadar kita menyembah Allah yang bisu/tuli, apakah tidak sama dengan kita menyembah patung ?

Apakah kita harus pasrah begitu saja menerima doktrin/ dogma bahwa hanya Rasul yang bisa menerima bimbingan secara langsung ? apakah kita harus menyerahkan nasib jiwa kita setelah mati nanti kepada dalil/ dogma/ doktrin yang cenderung melemahkan/ merendahkan kemampuan diri kita ? apakah kita harus menelan mentah-mentah ajaran-ajaran agama yang keras dan cenderung membungkam akal sehat kita ? apakah kita dengan sikap pasrah. menyerah, berkeyakinan terhadap suatu ajaran agama, maka jiwa kita akan yakin 100 % terselamatkan ? dengan kata lain manusia sekarang kebanyakan BERJUDI dengan iman, amal dan ilmu nya yang diyakininya sendiri. Berjudi dengan menggantungkan keyakinan kepada orang lain.

Setiap diri manusia itu punya modal dasar sama yaitu yang disebut akal dan hati nurani, bila akal atau otak tidak dimerdekakan maka hatinuraninya akan ‘ mati’. Otak itu ibarat mesin katrol untuk mengerek hati nurani supaya hidup, setelah hidup maka sang hati nurani akan menghidupkan diri kita yang selama ini mati. Hati nurani yang hidup menghidupkan itu adalah cikal bakal Dzat Tuhan untuk tumbuh menguatkan diri kita. Hati nurani akan berevolusi tergantung motor penggerak nya yaitu otak, semakin berpikir cerdas maka hati nuraninya semakin kuat dan berkualitas. Hati nurani dalam kondisi puncak sering disebut sebagai Tuhan, Allah dll. Jadi Tuhan itu tak lain adalah DIRI KITA YANG TINGGI yang sering disimbolkan/ disebut dengan AKU. Sehingga tidak salah ada orang yang mengatakan, spiritual yang modern dan canggih itu adalah memakai OTAK.

Kembali ke judul ” Setiap diri manusia adalah Tuhan bagi dirinya sendiri ” maka adalah suatu pendakian spiritual ke dalam dirinya sendiri sampai dirinya ada dalam kesadaran penuh yang tinggi, sampai secara real dan nyata dirinya adalah RASULULAH (Rasa Nya Allah) atau gambaran Allah atau perwujudan Allah. Allah itu adalah AKU, diri pribadi ku yang tinggi. Kalau sudah ke maqam/ tingkatan ini maka tak akan ada lagi penolakan terhadap perbedaan, tak kan ada lagi pengkotak-kotakan iman yang diberi label agama, tak kan ada lagi perjudian ilmu, iman dan amal setelah kematian, tak ada lagi kegelisahan/ ketakutan terhadap permasalahan duniawi, tak kan ada lagi simbol-simbol agama yang akan menjeratnya, tak kan ada lagi fatwa-fatwa luar yang mampu menembus dirinya, yang ada dirinya adalah KEBEBASAN. Bebas, lepas dan merdeka menyelami kehidupan di dunia ini karena keyakinan yang sudah terbangun kokoh dalam dirinya, dengan kata lain dirinya sudah hidup manunggal dengan Tuhan. Kalau sudah manunggal/ bersatu apakah mungkin harus menengok ke luar dirinya lagi ?

Tuhan adalah Pribadi ku, Pribadi yang nyata
Nyata dalam tubuh ku
Bebaskan otak dan hati mu !
Agar diri mu mempunyai Pribadi yang Kuat
sebagai bekal untuk berjalan di rel Kebenaran.

sign-iful

April 3 at 2012 9:52am · Latest version by Iful Sevenstar

27 thoughts on “Setiap Diri Manusia adalah Tuhan bagi Dirinya Sendiri

  1. Pada jaman dulu ketika masih kecil Nenek saya sering bilang kalo “Seorang Ibu adalah Gusti ingkan katon (baca : Tuhan yang terlihat)”.

    Kebijaksanaan budaya lokal menurut saya sangat luar biasa…Arif dan bijaksana serta luwes juga bebas dalam berfikir.

    dan sekarang Tuhan menurut diri saya pribadi adalah “Hati murni yang makin lama jika kita tidak berkomunikasi dengannya, maka akan semakin hilang termakan oleh akal pikiran”. Karena hati murni telah ada semenjak saya lahir yang lebih besar daripada sekarang ini yang makin mengecil.

    Prajurit Gulo Klopo – Ronggolawe

  2. Mas Sabda di blog sebelah pernah menulis, ‘ Manusia berhak menjadi utusan bagi dirinya sendiri.’ Jadi bukan hanya (yang mengaku-aku) nabi2 saja.

    Setiap orang adalah Tuhan bagi dirinya sendiri : Hmm ….
    Oom Buddha yang arif itu tidak pernah menyebut nama Tuhan atau dewa, apalagi memujanya. Keselamatan setiap orang ada … pada orang ybs, bukan karena pertolongan orang lain,nabi ,dewa, atau pun Tuhan. Oh ya, ‘selamat’ menurut Oom Buddha ya nirwana, bukan (cuma) surga … (Ini biasanya terjadi setelah orang mati,lahir,mati,lahir lagi berkali-kali.) Dan jelas tidak …. manunggal .

  3. ya ambling..makin mantap hati ini.kusembah diriku sendiri,diriku yg berahlak mulia berperilaku terpuji. kumusuhi diriku sendiri,diriku yg bermoral hewan,keji tak manusiawi dan menuruti enak buatku sendiri.,

    #apapun agamanya,amal perbuatan juga yg menentukan kualitas diri

  4. Kalo gitu berarti sm aja g da Tuhan dong mbah? Jgn liat diri sendiri aja mbah,liat alam,liat langit dan bintang-bintang yg nyiptain itu semua sapa mbah? Itu mbah apa bukan? Bukan kan? Itu Tuhan mbah.. Tuhan memang g menyampaikan pesan secara langsung mbah tp Tuhan tidak bisu dan tuli,hanya orang yg benar2 bisu dan tuli jiwanya yang tidak bisa menangkap pesan Tuhan mbah.. Dan tidak mau menerima kebenaran yg ada

  5. Salam sejahtera sedulur sedoyo,
    Tuhan bukan diri sendiri….., tp di dlm diri atau makhluh hidup pasti dan pasti ada Tuhan….
    Tanpa campur tangan Tuhan, makhluh hidup tak berdaya apa2 spt orang tidur….
    Di dlm diri banyak elemen2..sbgai pendukung hidup….., salah satunya Tuhan yg maha tenang…. itulah yg kamu cari, disembah , dan segla hal tempat nenuwun,
    Krna Tuhan maha tenang, maka dicari dgn ketenangan, kesabaran, ketabahan dan dgn perilaku sehari2 yg slalu baik pakai nurani , positif, konstruktif kpd sesama2 dll.
    smoga dpt ampunan, dr Gusti kang moho Agung.

  6. Aku adalah Allah..
    Agama itu ora ono asline.. sing onok yo hukum ning negara iki,, yo ketua hukume yo presidanLah..
    yen biyen kepala suku “nabi” tapi kelompok cilik cuman pirang ewu wong..

  7. Seasungguhnya Tuhan berkonikasi ke kita melalui situsi kondisi terus, melalui semesta kita Tuhan mengirimkan pesan2 secara realtime. Cuma cukup sulit kt menerima pesan2 itu, tp bagi yg hatinya bersih akan lbh mudah menerima sinyal itu (insan khamil), ini tingkatan tertinggi ilmu agama (makrifat), dan akan menemukan “Aku Tuhan” sang Pencipta

    1. awali dengan istigfar… dan ketahui sekadar tahu hakikat istigfar adalah tiada huruf dan suara… atur nafas dan tenang… insya Allah… akan terbimbing hati nurani

  8. bicara tentang hakikat… artinya bicara hal keadaan gaib dan raib… mereka yang tak faham pastinya hanya akan menghina… bagaimana tidak… dia tidak mengenal diri sebenar dirinya… yang dia tahu dialah yang selalu benar…. faham akan Tuhan bukan berarti menjadi Tuhan…. dan setinggi tinggi ilmu adalah kefahaman…. faham…. yang hanya diungkap dengan rasa… semoga yang saling menghujat mendapat rahmat dari Allah….

  9. aku adalah tuhan bagi diriku sendiri? kalau mcm itu aku mau hidup selama lamanya, tidak mati hihi. ini serupa seperti ajaran dajjal saja. mengklaim diri sebagai tuhan. kita ini cuma hamba tuhan. bukan tuhan kepada diri sendiri. manusia bertuhankan akal, nafsu, uang, pangkat dan sekarang manusia bertuhankan dirinya sendiri… masa gini mas???

    1. Bicara ttg apa itu hak dan apa itu bhatil, spt apa ditulis oleh kang bhukari, ia tlh memahami ttg hakekat tentunya sdh memahami hakekat ttg diri, memahami ttg hidup, ia telah tahu mana hakekat tuannya dan mana hakekat makhluk, krn yg patut diibadahi adlh urusan Allah, apakah umat islam sdh tahu urusan Allah? jika pengetahuan nya hanya tahap syareat (kulit) akan kebingungan mencari urusan Allah tp bg yg tingkat wawasan sdh mengenal hakekat jelas sdh paham akan arti hidup, hidup selamanya bersama Allahu ha3

  10. Mari lah kita belajar tentang islam dengan murni.
    Ilmu islam tidaklah hanya berhenti pada ilmu syariat dan torekat, yg disiarkan Rosul ke seluruh umat.
    Namun ada ilmu yg oleh Rosul hanya untuk dirinya dan hamba2 Allah yg mendapat hidayah yaitu
    Ilmu hakekat dan makrifat.
    Bila kita telah memahami ke empat ilmu tsb maka tak kan ada lagi perdebatan tentang keyakinan

  11. WOW!!
    pembahasan yg “luar biasa” untuk dijadikan konsumsi publik bagi banyak orang via internet. semoga lebih banyak manfaat bagi yg membutuhkan pencerahan dibanding mudhorot bagi yg tak sengaja mampir & pasti salah tafsir.

    akhir kata, salam kenal & assalamualaikum 🙂

  12. PERCUMAAAA….HANYA SEBATAS WACANA….DAN TULISAN …PALING ZONK!!!…..NGAK ADA GUNANYA …SUDAH BANYAK YANG TAHU …DAN BANYAK JUGA YANG NGAK PERCAYA……TP PRAKTEKNYA …ZONK!!

  13. sya awali dengan bismillahi allahu akbar..
    pikiran dan ucapan bisa tanpa batasan karena belun mengenal..
    tp ahklak/hati itu cuci karna allah..
    ingat allah maha pemberi balasan..
    kita akan tau nnti stelah hari akhir..
    assalamualaikum wr.wb

  14. Seorang hamba mencintai Tuhannya adalah biasa, tetapi bila Tuhan mencintai hambanya, itu baru luar biasa.

    Ada seseorang sedang mengetuk pintu kekasihnya, lalu ada suara dari balik pintu, “Siapa anda?” “Aku adalah engkau.” Jawabnya, “Ya, silahkan aku, masuklah!” Aku kagum dariMu dan dariku. Engkau fanakan diriku bersamaMu dari diriku. Engkau dekatkan diriku dariMu hingga Aku menyangka Engkau adalah aku.

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s