Khotbah Orang Sesat

Memahami gaya bahasa Si Koplak Wage. Kunci jawaban atau mengupas tuntas polemik artikel “Hindu agama sesat dan tidak jelas?”.

Tulisan saya awali dengan ringkasan cerita. Sejumlah orang mencari artikel yang isinya Hindu agama sesat. File not found alias tulisan tidak ditemukan. Kecewa, kemudian mencarinya ke tempat lain. Dimana? Ya dimana lagi kalau bukan di “pasar gelap”. Nah, daripada mereka membaca dari sumber yang tidak valid maka sayapun membuatkan artikel yang dicari persis sesuai yang mereka inginkan.

Jadi artikel tersebut mencoba menjelaskan tentang Hinduisme pada orang yang menganggap Hindu adalah sesat. Kata sesat sengaja digunakan agar si pembaca tersebut merasa nyaman. Jadi saya menuliskannya dengan gaya bahasa yang sudah akrab di telinga mereka.

Menjelaskan agama pada orang yang tidak tahu agama, menjelaskan agama pada orang seagama adalah BERBEDA dengan menjelaskan agama pada orang beda agama, terlebih lagi kalau orang tersebut dari awal sudah berniat tawuran.

Menjelaskan tentang filosfi Tri Kaya Parisuda pada umat Hindu, belum ngomong mereka sudah tahu. Lagian untuk apa juga menjelaskannya pada orang yang sudah tahu, sudah besar dan sudah jenggotan? Kemudian yang harus diingat juga, Anda menulisnya di dunia maya. Kalau anda menggunakan isitilah asing seperti Sapta Timira, siapa juga yang mau baca? Kalau saya pribadi, saat menjelasakan Sapta Timira, saya akan mengubah strategi dan menuliskannya dengan judul “7 Jurus Mabuk Ala Hindu“. Nah, semua ini kalau tidak salah disebut dengan Desa Kala Patra, menyesuaikan dengan tempat, kondisi dan situasi.

NOTE : Tulisan tersebut fokusnya adalah pengetahuan umum, study banding sehingga berharap saling mengenal, jadi bukan dakwah mengajak orang agar pindah agama. Lagian siapa juga yang mau? (Baca sub kasta bagian bawah). Menggunakan banyak istilah asing, penuh potongan ayat kitab, mengaggungkan agama sendiri secara berlebihan hanya cocok untuk pedagang kecap.

Kebanyakan orang terpaku dengan kata sesat atau tidak jelas sehingga bereaksi, mencaci maki sampai kepala keluar asap. Menurut saya, sebetulnya bukan penggunaan kata sesat yang menjadi masalah tapi fanatisme dan kecerdasan spiritual-lah akar masalahnya. 

Dalam kondisi panik, marah dan uring-uringan maka anda dipastikan tidak akan bisa melihat jalan dengan jelas, membaca tapi tidak akan tahu apa yang anda baca. Beberapa puluh tahun lalu saya sudah mengalaminya dan sudah saya cantumkan link-nya pada paragraf paling depan: Fanatik membunuh rasa simpatik, radikal membunuh akal. Tapi sepertinya tidak banyak yang meng-klik-nya. Maklum saja, hati sudah panas sejak baca judul.

Kondisi ini sepertinya terjadi di hampir semua agama, jadi bukan hanya sebatas di umat Hindu saja. Rendahnya kemampuan membaca membuat banyak orang segan dan kelelahan ketika membaca tulisan panjang.

Saya menduga (mudah-mudahan saya salah), kebanyakan dari rekan yang berkomentar “hangat dan terlalu bersemangat” adalah orang Hindu yang baik hati atau bahasa sesatnya “anak mama” jadi tidak pernah masuk atau mungkin juga tidak kenal dengan forum-forum debat agama di dunia maya. Di “lokasi” tersebut penghinaan agama bisa ditemukan dalam level maksimal yang dijamin bisa membuat Anda MATI BERDIRI.

Jadi sepertinya (mungkin) bisa dijadikan barometer abal-abal tentang kondisi umat beragama. Tulisan ini juga sekaligus menjadi pelajaran bagi saya untuk lebih hati-hati dalam menulis. Kedepan dipastikan tulisan semacam ini tidak akan ada lagi karena saya akan lebih fokus menulis agama saya sendiri, yaitu agama animisme sub sekte penyembah pohon. (baca : Animisme Agamaku)

LAMPIRAN : KOMENTAR PEMBACA YANG TIDAK GAGAL PAHAM

Seorang Spiritual sejati (baik Hindu ataupun non-Hindu, terlebih lagi mereka yang berTuhan tapi tidak beragama) tidak akan tertipu ataupun terpengaruh hanya oleh sepenggal kata sesat. Mereka pasti tahu bahwa semua itu hanyalah permainan kata kata semata. Berikut hanyalah sekedar contoh beberapa komentar dari rekan yang tidak terjebak oleh judul. Komentar dipilih secara random.

ID : RYASHA
Monday, 19 October 2015 at 9:40 pm
Artikel yg menarik dan bagus..saya lahir ditengah keberagaman agama..ibu hindu dan ayah islam..tp seperti artikel mbah sebelumnya terkadang agama bukan kita yg memilih tapi dari faktor keluarga dan kebetulan itulah yg terjadi..kebetulan saya adalah Hindu..😊..

Saya rasa saudara2 sy yg marah krna artikel mbah bukannya bodoh hanya saja blm bsa memahami filosofi dasar dr agama..agama hanyalah alat yg membantu kita menemukan kebenaran hakiki tentang Tuhan dan bagaimana cara kita untuk bisa berhubungan dgn Tuhan..agama tdk pernah meminta untuk dibela,manusianyalah yg krena egonya mengatasnamakan agama agar menjadi lebih besar dan berkuasa sehingga melahirkan fanatisme..

Pada dasarnya manusia sudah diberi akal oleh Tuhan untuk membedakan mana yg baik dan buruk,bukankah itu inti fungsi dr agama?? Saya Hindu dan saya tdk sekalipun ingin berkoar2 untuk mengagungkan Hindu,bukan karna sya tdk mencintai agama sya tp karna sya tau agama sya adlh agma kasih yg mengajarkan utk menghargai semua mahkluk dan sya rasa itu adlh ajaran dasar sbg manusia. Tattwamasi adalh ajran dasar dr agama yg sll sya pegang dan sya anggap ajaran hidup pling dasar untuk menjadi manusia yg lebih baik..

Dari apa yg mbah tulis scra tersirat sya justru menemukan pujian yg mengatakan bahwa Hindu adalah agama yg fleksible,yg mampu diterapkan dlm kondisi apapun dan sampai kapanpun..karna itulah kami desa kalapatra,tiada berawal dan berakhir,sanatana dharma ..maturnuwun

ID : PUTRA TABANAN
Monday, 19 October 2015 at 5:02 am. Hanya bisa tersenyum setelah membaca dari awal sampai akhir. Apa yg disampaikan lumayan bisa membantu membuka cara berfikir yg positif. Tapi yg bikin saya tambah tertawa liat komen yg ada. Disana banyak yg tidak paham dengan maksud tulisan blog ini. Ibarat orang gila yg ga mau disebut gila dan ga sadar kalo dia gila dan lebih parahnya lagi ngatain orang lain gila. Kaliyuga

Sdr CANDRA WIGUNA
Monday, 19 October 2015 at 11:48 am. Saya kurang begitu tertarik menanggapi isi artikel karena yang disampaikan hampir sama persis dengan apa yang saya pahami. Saya lebih tertarik dengan komentar dari umat Hindu disini, dimana saya melihat bahwa umat Hindu terutama yang dari Bali banyak yang bodoh, kolot, dan fanatik, yang langsung marah dan berkomentar negatif tanpa mencoba memahami isi artikel. Kalau ada yang pantas dibilang sesat, ya mereka itu.

ID: ASHA21
2015/10/18 at 7:54 pm. Sebagai orang Bali, saya bisa sampaikan artikel ini gendeng, berani, sarkas dan 98% valid. Akang banyak menampar pemikirian kolot sebagian orang Bali tentang tentang kehidupan beragama.

Apakah ada orang Bali baca kitabnya? Boleh disurvey sendiri ke tiap rumah, 9 dari 9,5 orang Bali dijamin tidak pernah pegang tuh Bhagawatgita. Tentang sistem kasta (Catur Marga [katanya]) memang benar adanya. Praktek dan teori sangat kontras.

Yeah, dari anak-anak sampai dewasa semua pemahaman beragama bisa dikatakan, 80% karena dogma. 20% dari buku teks (iya buku teks!). Tidak ada sumber pasti. Iya, kalaupun nanti para tetua ditanya tentang asal usul sesuatu dan tidak bisa jawab, keluarlah jawaban pamungkas, “Nak mula keto” (memang demikian adanya). Seakan memang Tuhan memerintahkan demikian dan tidak boleh dipertanyakan. LOL

Saya tidak sedang menjelek-jelekkan orang-orang saya sendiri. Saya hanya menyatakan apa yang sebenarnya dan ini memang fakta. Saya hidup dari keluarga yang sangat religius, bahkan nenek saya pejuru banten yang sangat-sangat di hormati di banjar kami. Pemikiran saya tentang agama dengan keluarga terutama nenek saya sering kali memicu berdebatan antara kami berdua. Andai saja nenek saya mau sedikit belajar teknologi internet, mungkin saya akan share artikel akang ini ke beliau. LOL ……

= Ok, ok, ok. Aku ngerti. Super ngerti. Tapi tolong dong kata sesatnya diganti dengan kata apa kek yang lebih indah dan enak dibaca.

Asem Koplak, berarti Sampean tidak cocok baca blog ini. Sebaiknya pindah ke blog lain aja, misalnya…… blog masak-memasak atau merangkai bunga.

Beragama tidak cukup hanya dipeluk-peluk dan dielus-elus tapi didayagunakan. Agama tidak akan otomatis membuat seseorang menjadi baik atau cerdas, tapi tapi terkadang bisa juga membuat seseorang menjadi fanatik dan bego, dan ….sayalah orangnya.

IKLAN SISIPAN : Padepokan abal-abal memiliki “member” atau warga yang sangat beragam, baik suku, agama, idiologi ataupun kepercayaannya, bahkan dari atheispun ada. Ada manusia asli, ada manusia setengah jadi, ada gundorwo ada juga kuntilanak. Kata sesat, orang gila, gendeng, koplak mah sudah jadi makanan sehari-hari……Sumbangan artikel, tulisan karya pembaca dirangkum di folder khusus DISINI. Jadi penulis di blog ini bukan saya seorang.

Wage Rahadjo

Catatan :

  • Mohon maaf kalau ada salah kata, tulisan dan perbuatan
  • Mohon maaf pada semua rekan kalau komentarnya tidak sempat dibalas. Saya mereply komentar secara random, jadi maaf kalau banyak yang terlewatkan
  • Saya kadang sengaja tidak membalas komentar yang kontra, apalagi yang menulis dengan kesurupan. Apa yang bisa kita jelaskan atau diskusikan pada orang yang lagi kesurupan? Kalau kesurupan yang positif, membantah dengan bahasa yang lebih rapi, dipastikan tidak akan mungkin saya abaikan.

@@@@@@@ @@@@@@@

Blog ini ditulis di wordpress gratisan (bikinnya gratis). Karena gratisan maka akan muncul iklan di bagian bawah dan ditampilkan secara acak (kadang muncul kadang tidak). Iklan tersebut adalah milik wordpress, BUKAN milik si penulis blog. Jadi BIAR BANYAK YANG LIHAT / KLIK TETAP NDAK JADI DUIT. Info lebih jelas, silakan tanya pengguna wordpress lainnya.

29 thoughts on “Khotbah Orang Sesat

  1. Trimakasi atas artikel anda yg bilang hindu agama sesat, berkat anda, saya semakin mencintai agama saya sendiri, semoga sri krishna membalas kebaikan anda😀

  2. salam mbak wager yg menyesatkan,
    1. Saya tidak tahu banyak tersebar lewat fb tulisan2 mbah di copy paste atau link, entah untuk menanyakan kepada halayak yg lebih luas jawaban judul yg ada tanda tanya itu atau ingin mengembangkan lebih luas lagi blog yg kita cintai ini.
    2. Kutukan orang pintar itu selalu di cemooh, di hujat, dihina bahkan di caci bahkan dihina eh udah tadi ya…..jadi wager ini manusia cerdas yg langka mestinya di kurung kasih makan dan hanya disuruh nulis saja…😋
    3. Saya sampai mati2an bela si mbah bahwa mbah tidak bermaksud seperti itu…saya punya usul mbah harus buatkan kata2 jihad untuk mbah seperti misal “WAGER” sambil kami bawa pedang atau parang….pekikan sekali lagi WAGER sambil kami lakukan debus itu mungkin buat orang2 yg memaki mbah bisa ciut nyalinya….sopo mbah iki……
    4. Sebaiknya bila mbah ada rasa bersalah atau sedikit rasa tidak enak sebenarnya tidak perlu meminta maaf atau menjelaskan biar banyak yg menjelaskan ini akan menjadi bola salju yg mendidik karena tanda tanya akan semakin besar…..pertanyaan semakin besar tidak akan berhenti dan akan membentuk sesuatu yg akan dilihat dan diamati khalayak banyak…….
    5. Saya merasa tersanjung dengan tulisan yg sudah mengangkat kebaikan2 yg kita sebut agama Hindu itu
    6. 🙏
    7. Bangsa ini lagi belajar mengenal dirinya yg telah lama di tanamkan rasa import yg dinegaranya sana mereka lagi perang besar saling bantai semuanya terakhir budha di burma sana, Hindu??? tidak atau belum entahlah! apakah Hindu itu akan tetap bisa berbaur dimanapun dia berada, dimanapun alam itu ada disekelilingnya…..
    8. saya ingat tulisan mbah yg mbah lebih memilih pohon sebagai tempat bersandar…..itu maknanya akan banyak…itulah rasa kecerdasan dan rasa belum cerdas akan berbeda seperti di Bali yg sudah dikutuk dengan kasta2 yg sebenarnya orang yg paham itu adalah brahmana sedangkan yg belum paham itu adalah sudra dan bukan merupakan tinggi rendahnya si manusia itu!

    salam mbah sengaja saya buat hanya 8 supaya energi yg tertanam tak henti2nya berjalan dan tak akan putus dan selalu seimbang antara kiri dan kanan.

    salam kertha bhumi nusantara nagari
    sang naga air dari timur

    1. Saya tahu Kang itu bahasa hiper.
      Saya malah senang kalau ada yang ngeledek. Dijamin tidak marah. Apalagi kita khan sudah kenal lama. Omong2, tulisan Akang koq belakangan ini rapi banget sih? Ini benaran pujian lho, bukan sarkasme. rahayu

    1. conggratulation…. saya kasih 4 jempol dah!!

      sepertinya semakin sesat khotbahnya, semakin banyak pengikutnya mbah.

      baguslah kalau simbah yang jualan, mas beibe bisa ngutang… kopi… kwkwkwkwk…

    2. vodka tubruk atau vodka cap tuak mbah… wakakaakk…

      weleh, mimbar agamanya semakin ramai aja mbah, ini pasar atau bazar agama?…

      obral jual beli pukulan eh komentar. cetaaarr!!….

  3. Hahaha… Dasar somplak is mbah ini… Knapa ada artikel penjelasan dari artikel lain sih…??? Tp lmayan, nambah ngakak dri baca postingan sesat yg sebelumnya…
    Sy udah sampaikan trimakasih buat yg share link blog abal2 ini di fb,ya teman sy lah… Masa mbah c,wkwkwk…. Pertama dtg ke blog ini dan baca artikel Hindu sesat,sy langsung subscribe email… Bahkan saking somplaknya,sy ngikutin aja “wejangan” is mbah,dgn mencoba google search dgn keyword “hindu sesat”,dan hasilnya emang nyampe kesini…. Somplak!!!
    Intinya: saya org Hindu(atau tidak jelas),dan jgn salah, sy sering adu argumen antar agama (islam),emang c blm di forum terbuka,msih sbatas di private room… Dan stelah membaca blog sampeyan,sy merasa pnya “kunci jawaban” yg mungkin dianggap lebih valid (atau malah lebih somplak)..hahaha…
    Mungkin lain kali sy akan lbih somplak untuk rembug agama di forum terbuka….
    Salam abal-abal…
    Rahayu

  4. salam santun kpd simbah dan semua rekan pdepokan koplax@
    ahahaha.. halow mbah..
    di ujung jalan, terdapat ruang amat tipis diantara benar dan salah, antara baik dan buruk, antara sadar dan bingung, juga antara ngakak dan marah…
    dahulu saya sdh pernah buat perumpamaannya. dia ada pada ruang, diantara 49,999% sampai 50,001%..
    tulisan simbah adalah sesuatu yg berasal dari Haqqul yakin(dalam islam).. jadi Haq yakin tersebut ada di titik samar tersebut. namun lebih ke-50,001%…
    sesuai konsep di negeri koplak ini(dongbud) bacalah tulisan yg di posting, dgn hati riang.. jadi tulisan ini dibuat, dengan hati simbah yg sedang riang.. sehingga tidak ada sedikitpun unsur diskriminatif terhadap satu pihak…
    rahayu…

    1. Nuwun Kang Nur, menarik sekali ulasan yang akan tulis. Sesuatu yang sangat baru bagi saya. Ternyata ada penjelasannya toh. Cuma…. yeah, 50 ataupun 49 masih kegedean. Yang lebih tepat mungkin 0, 00001% .

    1. Salam BPK MANMAR,
      Ha…ha…ha… ternyata gara2 fb-an.

      Sepertinya alur ceritanya : dari fb sudah fanas eh panas, kemudian datang beramai-ramai ke blog hanya untuk tulis komentar doang. wakakakakk…

    1. Iya, nih, sayapun akhirnya geli sendiri. Ngapain pakai penjelasan segala? Apakah setelah dijelaskan ada perubahan, ada yang dengan jantan minta maaf ? Sepertinya tidak. Baca blog melelahkan,…..tulisannya terlalu panjang.

  5. Hahaha,,,, cuma karna kata sesat kalian emosi ?? Sya dari bali,, saya gk takut di bilang sesat,,,, tpi nyata nya saya nyaman dngan agama saya sendiri( hindu ), dan sya merasa agama saya tidak pernah menyuruh umat nya untuk mengakui bahwa agama hindu lah agama yg paling benar,,, mka dari itu kata sesat bukan lah masalah buat saya,,,, yg penting sya percaya bahwa agama saya tidak mengajarkan untuk berprilaku yg tidak baik,,, agama saya dan agama kalian memiliki tujuan yg sama yaitu membing-bing umat nya ke arah yg lebih baik,,, salam damai

    1. Mbah Wager, nama Kapakisan itu dari Bali, leluhur kapakisan itu dari ibu ratu sri mahendradata (cicit mpu sindok) dan Udayana, berputra Airlangga, berputra sri jayabaya (jenggala dan kediri) berputa dari janggala Sira Aryeng Kediri berputra Sira Aryeng Kepakisan berputra pangeran nyuh aya dan pangeran asak (babad Arya);
      2 minggu yg lalu, jalan ke istana tapak siring yg dituju lebak cawene (pemandian sakral, kahuripan dan kejayaan) org bali, tirta empul aset nya dinasti warman ada di tirta empul itu, raja terakhir yg memindahkan ibu kota ke istana tapak siring itu Raja Anak Wungsu yg membangun candi di Kawi (tidak jauh dari istana tirta empul), candi tsb tempat menyimpan/kubur abu jenasah raja udayana dan beliau, asik banget jalan2 napak tilas leluhur ku di bali xi3

      Salam abal-abal
      Panci

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s